{"nodes": [{"key": "Saham_fess", "attributes": {"label": "Saham_fess", "x": 654.1183586382805, "y": 589.0168529949947, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051269575820685540", "id": "Saham_fess", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051269575820685540"}}, {"key": "HidsalJ", "attributes": {"label": "HidsalJ", "x": 987.4181408604943, "y": 18.932858055314526, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 124.9222, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "2051269575820685540", "id": "HidsalJ", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051269575820685540"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 937.2370052043581, "y": 806.461276285851, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 124.9222, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "2051269575820685540", "id": "ChatibBasri", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051269575820685540"}}, {"key": "orleanotes", "attributes": {"label": "orleanotes", "x": 275.260910625846, "y": 283.0647629532853, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051273360513073578", "id": "orleanotes", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051273360513073578"}}, {"key": "raasyaaddd", "attributes": {"label": "raasyaaddd", "x": 208.2877592697765, "y": 761.7311589035356, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051294520449581202", "id": "raasyaaddd", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051294520449581202"}}, {"key": "vousme_vyz", "attributes": {"label": "vousme_vyz", "x": 110.00736476043448, "y": 366.4328146073953, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051279646722060684", "id": "vousme_vyz", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051279646722060684"}}, {"key": "mahesarnol", "attributes": {"label": "mahesarnol", "x": 233.49739753349985, "y": 7.694657683834039, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051301332716486899", "id": "mahesarnol", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051301332716486899"}}, {"key": "019_rai", "attributes": {"label": "019_rai", "x": 910.9228600739189, "y": 196.7435461347289, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051265093384683902", "id": "019_rai", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051265093384683902"}}, {"key": "heathcliffoxx", "attributes": {"label": "heathcliffoxx", "x": 226.21990156752415, "y": 276.96382930577624, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051288131253809568", "id": "heathcliffoxx", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051288131253809568"}}, {"key": "txtdrcuan", "attributes": {"label": "txtdrcuan", "x": 98.28688636547345, "y": 578.3350115537795, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051328841445249485", "id": "txtdrcuan", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051328841445249485"}}, {"key": "hallofmayhem", "attributes": {"label": "hallofmayhem", "x": 28.7802586914343, "y": 222.4883091367982, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051332658186314028", "id": "hallofmayhem", "source": "retweet-000002", "content": "Saya pikir Op-Ed Pak  valid. \n\nPertama, NPL perbankan saat ini berada di sekitar 4% dibandingkan 27% pada 1998. \nK…", "post_id": "2051332658186314028"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 760.7736847626504, "y": 571.6852447602772, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 269.44474932863807, "y": 620.9253082777751, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 799.5304793345523, "y": 622.9629377651296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 574.2437747611289, "y": 976.2286185781479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 933.6117804302665, "y": 918.240769131033, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 869.9503319558527, "y": 73.81315186900417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 319.9189269236484, "y": 653.0269921168775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 250.93417308367006, "y": 154.88549874451974, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.4623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 39.45287840731593, "y": 205.07989924665725, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 723.0192620976684, "y": 437.0030897074434, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}], "edges": [{"key": "Saham_fess", "source": "Saham_fess", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Saham_fess", "source": "Saham_fess", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Saham_fess", "source": "Saham_fess", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "orleanotes", "source": "orleanotes", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "orleanotes", "source": "orleanotes", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "orleanotes", "source": "orleanotes", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "raasyaaddd", "source": "raasyaaddd", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "raasyaaddd", "source": "raasyaaddd", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "raasyaaddd", "source": "raasyaaddd", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "vousme_vyz", "source": "vousme_vyz", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "vousme_vyz", "source": "vousme_vyz", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "vousme_vyz", "source": "vousme_vyz", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mahesarnol", "source": "mahesarnol", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mahesarnol", "source": "mahesarnol", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mahesarnol", "source": "mahesarnol", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "019_rai", "source": "019_rai", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "019_rai", "source": "019_rai", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "019_rai", "source": "019_rai", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "heathcliffoxx", "source": "heathcliffoxx", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "heathcliffoxx", "source": "heathcliffoxx", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "heathcliffoxx", "source": "heathcliffoxx", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "txtdrcuan", "source": "txtdrcuan", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "txtdrcuan", "source": "txtdrcuan", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "txtdrcuan", "source": "txtdrcuan", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hallofmayhem", "source": "hallofmayhem", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hallofmayhem", "source": "hallofmayhem", "target": "HidsalJ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hallofmayhem", "source": "hallofmayhem", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}