{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 691.6935404970642, "y": 984.3626221752564, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2020745551956844716", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "FashionIin", "attributes": {"label": "FashionIin", "x": 46.97292243826301, "y": 720.2820128059799, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2061, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "FashionIin", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "A2Andal", "attributes": {"label": "A2Andal", "x": 553.8985312034362, "y": 542.0144401745683, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2061, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "A2Andal", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "Srik4ndiMuslim2", "x": 134.29615159710008, "y": 102.52490123262281, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2061, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "Srik4ndiMuslim2", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "babirusa2025", "attributes": {"label": "babirusa2025", "x": 108.57633863350635, "y": 313.4440354709963, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049798157413106157", "id": "babirusa2025", "source": "tweet-000004", "content": "mata uang akan depresiasi terus selama investor forex gak punya rasa percaya pada kemampuan purbaya dan prabowo dalam menangangi ekonomi indonesia. kalo lu investor asing tentu semakin buang investasi rupiah dan beli uang negara2 yg kira2 ekonominya lebih menjanjikan", "post_id": "2049798157413106157"}}, {"key": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mhuseinali", "x": 970.9201116254807, "y": 461.2428939452967, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049798157413106157", "id": "mhuseinali", "source": "tweet-000004", "content": "mata uang akan depresiasi terus selama investor forex gak punya rasa percaya pada kemampuan purbaya dan prabowo dalam menangangi ekonomi indonesia. kalo lu investor asing tentu semakin buang investasi rupiah dan beli uang negara2 yg kira2 ekonominya lebih menjanjikan", "post_id": "2049798157413106157"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jatim", "x": 301.90883210723496, "y": 188.50442490402952, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia_jatim", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 259.4085194971162, "y": 12.196729343363021, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 598.2073469151258, "y": 398.6469175288052, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3885096906368078649_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "Ketika dunia penuh ketidakpastian, kepercayaan jadi hal yang paling berharga.\n\n#SobatRupiah, kabar baiknya, Indonesia masih jadi salah satu yang dipercaya investor global. Bukan tanpa alasan, Sobat, mengingat fondasi ekonomi yang kuat dan sinergi kebijakan yang konsisten menjaga stabilitas.\n\nHal ini mengemuka dalam pertemuan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam rangkaian IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat.\n\nLebih jauh, kepercayaan ini nggak cuma soal investor, tapi juga berdampak ke kita semua. Dari nilai tukar yang lebih stabil sampai ekonomi yang tetap bergerak.\n\nKarena di tengah badai global, yang bertahan bukan yang paling besar, tapi yang paling siap.\n\nMenurut Sobat, apa yang bikin ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah gejolak global? Share di kolom komentar ya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3885096906368078649_13254887390"}}, {"key": "jogja_invest", "attributes": {"label": "jogja_invest", "x": 999.1833273465581, "y": 265.28025560559666, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885865361908871810_4201978140", "id": "jogja_invest", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Invest 👋\nJogVest Collab is Back ✨\n\nMinvest akan sharing sesuatu yang seru donk ⚡⚡. DPMPTSP DIY kini punya partner asik baru nih… Siapakah itu?\nYup yup kali ini DPMPTSP DIY Collab bersama Badan Pusat Statistik (BPS) DIY  😎 Ada apa gerangan?\nYuk simak lebih jauh 🙌\nJadi Sobat Invest, BPS DIY tahun ini punya gawe besar – yaitu SENSUS EKONOMI 2026 (SE 2026). Oleh sebab itu dalam beberapa kegiatan DPMPTSP DIY beberapa waktu lalu; diantaranya Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, tim BPS DIY turut bergabung untuk melakukan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Sasaran sosialisasi? Tentu saja Pelaku Usaha, Sobat Invest semua 🤩🤩\n\nNah bagi Sobat Invest yang belum secara langsung mendapat Sosialisasi SE2026, yuk simak info berikut:\nApa Itu Sensus Ekonomi 2026?\nSensus Ekonomi 2026 (SE2026) adalah kegiatan pendataan besar-besaran seluruh aktivitas usaha di Indonesia yang dilakukan oleh BPS. SE2026 ini akan dilaksanakan BPS pada Mei - Agustus 2026.\nJadi Sobat Invest, catat ya: SEMUA pelaku usaha akan disurvey ya. Termasuk Sobat Invest semua. Kalau merasa tidak disurvey gimana donk? Nanti ya Minvest spill link informasinya untuk bisa melakukan konfirmasi langsung ke BPS.\n\nApa sih tujuan Sensus Ekonomi 2026?? Minvest spill ya:\n• Memotret kondisi ekonomi terbaru Indonesia\n• Menjadi dasar kebijakan pemerintah\n• Menentukan bantuan, subsidi, dan program yang tepat sasaran\n• Memberi gambaran bagi investor dan dunia usaha\n\nYuk Sobat Invest, Pastikan kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 🔥\nMari mengenal lebih dekat Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), kunjungi: sensus.bps.go.id/se2026.\nMari bersama Mencatat Ekonomi Indonesia!\n\n#dpmptspdiy #pelayanan #SE2026\n#MencatatEkonomiIndonesia\n#SensusEkonomi", "post_id": "3885865361908871810_4201978140"}}, {"key": "bpsprovdiy", "attributes": {"label": "bpsprovdiy", "x": 650.7237006669593, "y": 666.2717550287393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885865361908871810_4201978140", "id": "bpsprovdiy", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Invest 👋\nJogVest Collab is Back ✨\n\nMinvest akan sharing sesuatu yang seru donk ⚡⚡. DPMPTSP DIY kini punya partner asik baru nih… Siapakah itu?\nYup yup kali ini DPMPTSP DIY Collab bersama Badan Pusat Statistik (BPS) DIY  😎 Ada apa gerangan?\nYuk simak lebih jauh 🙌\nJadi Sobat Invest, BPS DIY tahun ini punya gawe besar – yaitu SENSUS EKONOMI 2026 (SE 2026). Oleh sebab itu dalam beberapa kegiatan DPMPTSP DIY beberapa waktu lalu; diantaranya Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, tim BPS DIY turut bergabung untuk melakukan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Sasaran sosialisasi? Tentu saja Pelaku Usaha, Sobat Invest semua 🤩🤩\n\nNah bagi Sobat Invest yang belum secara langsung mendapat Sosialisasi SE2026, yuk simak info berikut:\nApa Itu Sensus Ekonomi 2026?\nSensus Ekonomi 2026 (SE2026) adalah kegiatan pendataan besar-besaran seluruh aktivitas usaha di Indonesia yang dilakukan oleh BPS. SE2026 ini akan dilaksanakan BPS pada Mei - Agustus 2026.\nJadi Sobat Invest, catat ya: SEMUA pelaku usaha akan disurvey ya. Termasuk Sobat Invest semua. Kalau merasa tidak disurvey gimana donk? Nanti ya Minvest spill link informasinya untuk bisa melakukan konfirmasi langsung ke BPS.\n\nApa sih tujuan Sensus Ekonomi 2026?? Minvest spill ya:\n• Memotret kondisi ekonomi terbaru Indonesia\n• Menjadi dasar kebijakan pemerintah\n• Menentukan bantuan, subsidi, dan program yang tepat sasaran\n• Memberi gambaran bagi investor dan dunia usaha\n\nYuk Sobat Invest, Pastikan kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 🔥\nMari mengenal lebih dekat Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), kunjungi: sensus.bps.go.id/se2026.\nMari bersama Mencatat Ekonomi Indonesia!\n\n#dpmptspdiy #pelayanan #SE2026\n#MencatatEkonomiIndonesia\n#SensusEkonomi", "post_id": "3885865361908871810_4201978140"}}, {"key": "berpotensi_viral", "attributes": {"label": "berpotensi_viral", "x": 184.97034871644203, "y": 860.4953621307031, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "berpotensi_viral", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 615.6484337690041, "y": 451.5060653259565, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "eldirusdiandipri", "attributes": {"label": "eldirusdiandipri", "x": 185.36150548175445, "y": 571.9773009820632, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633631861717126421", "id": "eldirusdiandipri", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Sekadar Janji, Ini Bukti Ekonomi Kita Teruji! 💪🇮🇩 Di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap kokoh dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata dunia.  Penurunan angka kemiskinan menjadi 8,25% dan cadangan devisa yang kuat adalah bukti bahwa kebijakan yang ada berada di jalur yang tepat. Jangan termakan isu krisis, mari fokus pada data dan kerja nyata. Bersama kita jaga stabilitas ekonomi Indonesia! 🤝🔥 PRI selalu mendukung kegiatan program yang dilakukan oleh pemerintah. Sumber From TikTok  #PartaiRakyatIndonesia #PriTumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya  PARTAI RAKYAT INDONESIA", "post_id": "7633631861717126421"}}, {"key": "DPP", "attributes": {"label": "DPP", "x": 616.2777336514803, "y": 159.84091085798536, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633631861717126421", "id": "DPP", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Sekadar Janji, Ini Bukti Ekonomi Kita Teruji! 💪🇮🇩 Di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap kokoh dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata dunia.  Penurunan angka kemiskinan menjadi 8,25% dan cadangan devisa yang kuat adalah bukti bahwa kebijakan yang ada berada di jalur yang tepat. Jangan termakan isu krisis, mari fokus pada data dan kerja nyata. Bersama kita jaga stabilitas ekonomi Indonesia! 🤝🔥 PRI selalu mendukung kegiatan program yang dilakukan oleh pemerintah. Sumber From TikTok  #PartaiRakyatIndonesia #PriTumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya  PARTAI RAKYAT INDONESIA", "post_id": "7633631861717126421"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 561.0566300151526, "y": 876.042402281579, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7634384743647169813", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "INVESTOR ASING KABUR KARENA ISU PAJAK!? Nilai tukar Rupiah sedang mengalami tekanan hebat akibat tingginya capital outflow. Apa alasan utama di balik larinya dana asing dari Indonesia? Kuncinya ada pada sentimen kepanikan di pasar terkait regulasi. Berikut adalah poin pentingnya: Derasnya Capital Outflow: Pelemahan mata uang kita sangat erat kaitannya dengan arus dana yang keluar dari pasar domestik secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Rumor Kebijakan Pajak: Market sedang digembar-gemborkan oleh berbagai rumor mengenai kebijakan pajak di Indonesia, yang memicu kekhawatiran para pemilik modal. Eksodus High Net Worth: Akibat rumor regulasi tersebut, banyak dana dari kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) dari Indonesia yang akhirnya ditarik keluar untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, sorotan utama kini tertuju pada potensi pelemahan Rupiah yang bisa terus tertekan hingga menembus level 18.500. Sudah siapkah strategi investasi Anda menghadapi volatilitas makroekonomi ini?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah Melemah, Prediksi Rupiah 18500, Capital Outflow, Dana Asing Keluar, Investor Asing Kabur, Pajak Indonesia, Wealth Tax, High Net Worth Individuals, HNWI Indonesia, IHSG Hari Ini, Makroekonomi, Volatilitas Rupiah, Market Update Indonesia, Kebijakan Pajak, Sentimen Pasar, Kurs Rupiah, Dollar Naik, Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Rupiah, USD to IDR, Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, Pasar Modal Indonesia, Foreign Net Sell, Pelarian Modal, Dampak Pajak, Kebijakan Fiskal, Berita Ekonomi Terbaru, Berita Keuangan, Analisis Makroekonomi, Investasi Asing, Regulasi Pemerintah, Peluang Investasi, Saham Cuan, Trading Saham.", "post_id": "7634384743647169813"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 161.14997260573162, "y": 827.9161499485278, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.099, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7634384743647169813", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "INVESTOR ASING KABUR KARENA ISU PAJAK!? Nilai tukar Rupiah sedang mengalami tekanan hebat akibat tingginya capital outflow. Apa alasan utama di balik larinya dana asing dari Indonesia? Kuncinya ada pada sentimen kepanikan di pasar terkait regulasi. Berikut adalah poin pentingnya: Derasnya Capital Outflow: Pelemahan mata uang kita sangat erat kaitannya dengan arus dana yang keluar dari pasar domestik secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Rumor Kebijakan Pajak: Market sedang digembar-gemborkan oleh berbagai rumor mengenai kebijakan pajak di Indonesia, yang memicu kekhawatiran para pemilik modal. Eksodus High Net Worth: Akibat rumor regulasi tersebut, banyak dana dari kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) dari Indonesia yang akhirnya ditarik keluar untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, sorotan utama kini tertuju pada potensi pelemahan Rupiah yang bisa terus tertekan hingga menembus level 18.500. Sudah siapkah strategi investasi Anda menghadapi volatilitas makroekonomi ini?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah Melemah, Prediksi Rupiah 18500, Capital Outflow, Dana Asing Keluar, Investor Asing Kabur, Pajak Indonesia, Wealth Tax, High Net Worth Individuals, HNWI Indonesia, IHSG Hari Ini, Makroekonomi, Volatilitas Rupiah, Market Update Indonesia, Kebijakan Pajak, Sentimen Pasar, Kurs Rupiah, Dollar Naik, Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Rupiah, USD to IDR, Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, Pasar Modal Indonesia, Foreign Net Sell, Pelarian Modal, Dampak Pajak, Kebijakan Fiskal, Berita Ekonomi Terbaru, Berita Keuangan, Analisis Makroekonomi, Investasi Asing, Regulasi Pemerintah, Peluang Investasi, Saham Cuan, Trading Saham.", "post_id": "7634384743647169813"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 881.0618678113309, "y": 564.3698032247755, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 322.84203376479246, "y": 601.0950759929807, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 188.7447670493061, "y": 318.94240404425545, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 499.4423727165566, "y": 928.2133160356409, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7596, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 642.7218765068355, "y": 55.16392702987771, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7596, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 586.6242916987087, "y": 562.1642129506065, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7596, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 514.7643664445364, "y": 449.37127629381865, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9s4WrNF41KQ", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Peran Buruh dalam Ekonomi Indonesia: Stabilitas Tanpa Jaminan Sosial | EDITORIAL POINT\n\nKABARBURSA.COM — Ekonomi Indonesia terlihat stabil dengan pertumbuhan 5 persen, namun di baliknya terdapat kerentanan besar: mayoritas tenaga kerja masih berada di sektor informal dengan perlindungan terbatas dan rentan terhadap guncangan ekonomi. Buruh bukan hanya tenaga kerja, melainkan mesin konsumsi yang menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui daya beli mereka. Tanpa pendapatan layak dan kepastian kerja, pertumbuhan ekonomi berisiko goyah—itulah mengapa penguatan perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, dan peningkatan kualitas SDM menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. Bagaimana pemerintah dan masyarakat merespons tantangan ini akan menentukan masa depan ekonomi Indonesia. Tonton penjelasan lengkapnya dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#buruh #mayday #ekonomiindonesia #ketenagakerjaan #stabilitasekonomi #umkmindonesia #pertumbuhanekonomi #phk #jamiansosial #hariburuh #pekerja #beritaekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "9s4WrNF41KQ"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 769.1340661781843, "y": 828.1150777221301, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9s4WrNF41KQ", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Peran Buruh dalam Ekonomi Indonesia: Stabilitas Tanpa Jaminan Sosial | EDITORIAL POINT\n\nKABARBURSA.COM — Ekonomi Indonesia terlihat stabil dengan pertumbuhan 5 persen, namun di baliknya terdapat kerentanan besar: mayoritas tenaga kerja masih berada di sektor informal dengan perlindungan terbatas dan rentan terhadap guncangan ekonomi. Buruh bukan hanya tenaga kerja, melainkan mesin konsumsi yang menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui daya beli mereka. Tanpa pendapatan layak dan kepastian kerja, pertumbuhan ekonomi berisiko goyah—itulah mengapa penguatan perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, dan peningkatan kualitas SDM menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. Bagaimana pemerintah dan masyarakat merespons tantangan ini akan menentukan masa depan ekonomi Indonesia. Tonton penjelasan lengkapnya dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#buruh #mayday #ekonomiindonesia #ketenagakerjaan #stabilitasekonomi #umkmindonesia #pertumbuhanekonomi #phk #jamiansosial #hariburuh #pekerja #beritaekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "9s4WrNF41KQ"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 437.9166872787574, "y": 771.4070977415001, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 484.4109470453152, "y": 626.0581963303632, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2061, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 77.40809238683732, "y": 541.1999430367783, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2061, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 358.5294436853419, "y": 897.6577445359849, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2061, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "@ABTVNEWS", "attributes": {"label": "@ABTVNEWS", "x": 123.22937669593159, "y": 380.3693038187474, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "c10DXEgrKgo", "id": "@ABTVNEWS", "source": "youtube-000001", "content": "NGODE   Petani Sumringah, Anak Sekolah Gembira, Rakyat Bahagia Meski di Tengah Ancaman Krisis Global\n\nPodcast ini mengulas bagaimana petani sumringah, anak sekolah gembira, dan rakyat tetap bahagia di tengah ancaman krisis global, dengan sorotan pada ketahanan pangan, stabilitas harga, bantuan pendidikan, dan daya beli masyarakat. Dibahas peran kebijakan pemerintah, distribusi pangan, serta dukungan sektor pendidikan dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan ekonomi daerah tetap kuat. \n\nSimak insight seputar ekonomi Indonesia, bantuan sosial, pendidikan, pertanian, dan strategi menghadapi krisis global agar masyarakat tetap optimis dan tangguh, bersama H. Chusni Mubarok, S.H., M.M., M.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.\n\n#NGODE2026 #podcastdprdjatim2026 \n==============================================================\nTonton selengkapnya tayangan kami di ABTV, Frekuensi 599.25 MHz (Channel 36 UHF).\n\nIkuti juga media sosial Redaksi ABTV News :\n\nYoutube channel : ABTV News\n   / abtv   News\n\nFacebook Fan Page : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews  \n\nInstagram: \n  / abtvblitar.official  \n\nTiktok : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews", "post_id": "c10DXEgrKgo"}}, {"key": "abtvblitar.official", "attributes": {"label": "abtvblitar.official", "x": 476.2093506809196, "y": 771.4450894660795, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "c10DXEgrKgo", "id": "abtvblitar.official", "source": "youtube-000001", "content": "NGODE   Petani Sumringah, Anak Sekolah Gembira, Rakyat Bahagia Meski di Tengah Ancaman Krisis Global\n\nPodcast ini mengulas bagaimana petani sumringah, anak sekolah gembira, dan rakyat tetap bahagia di tengah ancaman krisis global, dengan sorotan pada ketahanan pangan, stabilitas harga, bantuan pendidikan, dan daya beli masyarakat. Dibahas peran kebijakan pemerintah, distribusi pangan, serta dukungan sektor pendidikan dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan ekonomi daerah tetap kuat. \n\nSimak insight seputar ekonomi Indonesia, bantuan sosial, pendidikan, pertanian, dan strategi menghadapi krisis global agar masyarakat tetap optimis dan tangguh, bersama H. Chusni Mubarok, S.H., M.M., M.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.\n\n#NGODE2026 #podcastdprdjatim2026 \n==============================================================\nTonton selengkapnya tayangan kami di ABTV, Frekuensi 599.25 MHz (Channel 36 UHF).\n\nIkuti juga media sosial Redaksi ABTV News :\n\nYoutube channel : ABTV News\n   / abtv   News\n\nFacebook Fan Page : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews  \n\nInstagram: \n  / abtvblitar.official  \n\nTiktok : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews", "post_id": "c10DXEgrKgo"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 179.92754659245614, "y": 137.45245725594114, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "n2s43NlJOSA", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Kuat Tapi IHSG Hancur 19% Karena MSCI? Ini 4 Syarat Beli Saham Diskon Q1 2026!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Apakah Anda panik melihat portofolio berdarah karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terpuruk tajam terjun bebas hingga lebih dari 19% sejak awal tahun (YTD) 2026? Jangan buru-buru  cut loss  dan berasumsi bahwa mesin ekonomi Indonesia sedang hancur lebur!\n\nDi video eksklusif \"Wawasan Cerdas\" kali ini, kita akan membongkar tuntas ilusi kehancuran pasar modal Indonesia dan menemukan peta harta karun di tengah kepanikan massal. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa di saat bursa kita hancur, bursa negara berkembang lain seperti India hanya terkoreksi 8%, sementara Brazil melesat naik lebih dari 16%, dan bursa Amerika S&P 500 justru menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High)!\n\nMengapa IHSG Kita Hancur? Kejatuhan IHSG rupanya diseret oleh hancurnya harga saham-saham berkapitalisasi raksasa ( big caps ) perbankan dan energi, seperti BBCA yang anjlok 27,55%, BBRI minus 18,31%, BMRI minus 13,92%, hingga BREN yang terjun 54,02%. Benang merah dari saham-saham yang berguguran ini adalah: mereka semua merupakan penghuni indeks MSCI! Pasar saat ini dilanda ketakutan luar biasa terhadap potensi  downgrade  pasar modal Indonesia ke status  Frontier Market, sehingga memicu pelarian modal ( capital outflow ) puluhan triliun dari investor institusi asing.\n\nRealita Fundamental: Ekonomi Sedang Baik-Baik Saja! Jika kita membedah laporan keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 dari 676 saham yang valid, hasilnya sangat melegakan. Sebanyak 521 saham (77,07%) terbukti masih sukses mencetak laba! Total akumulasi laba emiten mencapai angka fantastis sekitar Rp155,77 triliun, sangat timpang dibandingkan total kerugian korporasi yang hanya berkisar Rp4,56 triliun. Lebih hebatnya lagi, 416 saham berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan ( revenue ), membuktikan roda ekonomi riil dan daya beli masih berputar kencang.\n\nPeluang Emas: Saatnya Berburu Saham \"Salah Harga\" Anjloknya pasar secara massal murni karena kepanikan sentimen, melahirkan fenomena \"salah harga\" skala besar di bursa kita. Terdapat 218 saham anomali yang laba bersihnya bertumbuh secara YTD, tetapi harga sahamnya justru terus ditekan turun sejak awal tahun.\n\nLalu, bagaimana strategi investasi kita menghadapi badai IHSG 2026 ini? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui:\n1. Sektor Bintang yang Wajib Dilirik: Fokuslah menyisir Sektor Keuangan (terdapat 27 saham salah harga termasuk bank-bank besar) dan Sektor Consumer Non-Cyclical (barang konsumsi primer) yang sangat defensif namun sedang dihukum diskon tajam oleh pasar.\n\n2. Sektor Ranjau yang Wajib Dihindari: Jauhi saham teknologi, digital, properti, dan konstruksi di mana tingkat kerugian dan beban utangnya masih sangat tinggi! Jangan sampai terjebak!\n\n3. 4 Aturan Emas Screening Saham: Pastikan laba bersih naik, pendapatan ( revenue ) wajib ikut naik, harga saham terdiskon dalam ( margin of safety ), dan arus kas ( cash flow ) perusahaan sangat sehat. Jangan terkecoh laba semu atau terjebak saham gorengan!\n\n4. Strategi Wait and See: Sembari menunggu pengumuman evaluasi MSCI di bulan Juni 2026, jadikan emiten komoditas dengan fundamental apik sebagai tempat berlindung ( hedging ) untuk meraup untung dari tingginya harga jual dan konversi Dolar ke Rupiah.\n\nTutup telinga dari kebisingan pasar sesaat. Jadilah  value investor  cerdas yang mampu melihat mutiara di saat orang lain ketakutan!\n\n🔔 JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL WAWASAN CERDAS! Tekan tombol Like, berikan Komentar saham apa yang sedang Anda incar, dan Share video ini ke rekan-rekan investor lainnya agar kita bisa  cuan  bersama di tengah badai IHSG 2026!\n\n(Disclaimer: Konten ini merupakan analisis edukasi berbasis data dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk keputusan jual-beli saham. Segala keputusan investasi dan profil risiko sepenuhnya berada di tangan Anda).\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHASHTAGS (Tempatkan di akhir deskripsi)\n#IHSG2026 #SahamSalahHarga #WawasanCerdas #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #PasarModalIndonesia #SahamFundamental #SahamDiskon #DanaAsing #IHSGAnjlok #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "n2s43NlJOSA"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 600.0363860076114, "y": 25.928336880939096, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "n2s43NlJOSA", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Kuat Tapi IHSG Hancur 19% Karena MSCI? Ini 4 Syarat Beli Saham Diskon Q1 2026!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Apakah Anda panik melihat portofolio berdarah karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terpuruk tajam terjun bebas hingga lebih dari 19% sejak awal tahun (YTD) 2026? Jangan buru-buru  cut loss  dan berasumsi bahwa mesin ekonomi Indonesia sedang hancur lebur!\n\nDi video eksklusif \"Wawasan Cerdas\" kali ini, kita akan membongkar tuntas ilusi kehancuran pasar modal Indonesia dan menemukan peta harta karun di tengah kepanikan massal. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa di saat bursa kita hancur, bursa negara berkembang lain seperti India hanya terkoreksi 8%, sementara Brazil melesat naik lebih dari 16%, dan bursa Amerika S&P 500 justru menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High)!\n\nMengapa IHSG Kita Hancur? Kejatuhan IHSG rupanya diseret oleh hancurnya harga saham-saham berkapitalisasi raksasa ( big caps ) perbankan dan energi, seperti BBCA yang anjlok 27,55%, BBRI minus 18,31%, BMRI minus 13,92%, hingga BREN yang terjun 54,02%. Benang merah dari saham-saham yang berguguran ini adalah: mereka semua merupakan penghuni indeks MSCI! Pasar saat ini dilanda ketakutan luar biasa terhadap potensi  downgrade  pasar modal Indonesia ke status  Frontier Market, sehingga memicu pelarian modal ( capital outflow ) puluhan triliun dari investor institusi asing.\n\nRealita Fundamental: Ekonomi Sedang Baik-Baik Saja! Jika kita membedah laporan keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 dari 676 saham yang valid, hasilnya sangat melegakan. Sebanyak 521 saham (77,07%) terbukti masih sukses mencetak laba! Total akumulasi laba emiten mencapai angka fantastis sekitar Rp155,77 triliun, sangat timpang dibandingkan total kerugian korporasi yang hanya berkisar Rp4,56 triliun. Lebih hebatnya lagi, 416 saham berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan ( revenue ), membuktikan roda ekonomi riil dan daya beli masih berputar kencang.\n\nPeluang Emas: Saatnya Berburu Saham \"Salah Harga\" Anjloknya pasar secara massal murni karena kepanikan sentimen, melahirkan fenomena \"salah harga\" skala besar di bursa kita. Terdapat 218 saham anomali yang laba bersihnya bertumbuh secara YTD, tetapi harga sahamnya justru terus ditekan turun sejak awal tahun.\n\nLalu, bagaimana strategi investasi kita menghadapi badai IHSG 2026 ini? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui:\n1. Sektor Bintang yang Wajib Dilirik: Fokuslah menyisir Sektor Keuangan (terdapat 27 saham salah harga termasuk bank-bank besar) dan Sektor Consumer Non-Cyclical (barang konsumsi primer) yang sangat defensif namun sedang dihukum diskon tajam oleh pasar.\n\n2. Sektor Ranjau yang Wajib Dihindari: Jauhi saham teknologi, digital, properti, dan konstruksi di mana tingkat kerugian dan beban utangnya masih sangat tinggi! Jangan sampai terjebak!\n\n3. 4 Aturan Emas Screening Saham: Pastikan laba bersih naik, pendapatan ( revenue ) wajib ikut naik, harga saham terdiskon dalam ( margin of safety ), dan arus kas ( cash flow ) perusahaan sangat sehat. Jangan terkecoh laba semu atau terjebak saham gorengan!\n\n4. Strategi Wait and See: Sembari menunggu pengumuman evaluasi MSCI di bulan Juni 2026, jadikan emiten komoditas dengan fundamental apik sebagai tempat berlindung ( hedging ) untuk meraup untung dari tingginya harga jual dan konversi Dolar ke Rupiah.\n\nTutup telinga dari kebisingan pasar sesaat. Jadilah  value investor  cerdas yang mampu melihat mutiara di saat orang lain ketakutan!\n\n🔔 JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL WAWASAN CERDAS! Tekan tombol Like, berikan Komentar saham apa yang sedang Anda incar, dan Share video ini ke rekan-rekan investor lainnya agar kita bisa  cuan  bersama di tengah badai IHSG 2026!\n\n(Disclaimer: Konten ini merupakan analisis edukasi berbasis data dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk keputusan jual-beli saham. Segala keputusan investasi dan profil risiko sepenuhnya berada di tangan Anda).\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHASHTAGS (Tempatkan di akhir deskripsi)\n#IHSG2026 #SahamSalahHarga #WawasanCerdas #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #PasarModalIndonesia #SahamFundamental #SahamDiskon #DanaAsing #IHSGAnjlok #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "n2s43NlJOSA"}}, {"key": "@awalilrizky", "attributes": {"label": "@awalilrizky", "x": 362.63569688471273, "y": 608.5886290047603, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tb7rIDadDaw", "id": "@awalilrizky", "source": "youtube-000001", "content": "Investor ragu?? Dunia usaha masih diliputi ketidakpastian regulasi | Edy Priyono\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#regulasi #iklimbisnis #inovasi #literasi", "post_id": "tb7rIDadDaw"}}, {"key": "barisandata", "attributes": {"label": "barisandata", "x": 16.50858827717183, "y": 434.9888598204241, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tb7rIDadDaw", "id": "barisandata", "source": "youtube-000001", "content": "Investor ragu?? Dunia usaha masih diliputi ketidakpastian regulasi | Edy Priyono\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#regulasi #iklimbisnis #inovasi #literasi", "post_id": "tb7rIDadDaw"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "attributes": {"label": "@CerdasSejarah", "x": 30.517078408800913, "y": 121.89754518876062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4203, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iGy-AOlTWdk", "id": "@CerdasSejarah", "source": "youtube-000001", "content": "KENAPA ZAMAN SBY BISA SEENAK ITU?\n\nBenarkah zaman SBY seenak itu? Harga BBM murah dan rakyat hidup tenang, atau sebenarnya negara sedang membakar ratusan triliun APBN demi popularitas semata?\n\nSelama ini, kita sering mendengar nostalgia bahwa 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) adalah masa keemasan yang stabil. Namun, di balik narasi kesuksesan melunasi utang IMF lebih cepat dan masuknya Indonesia ke G-20, tersembunyi tagihan ekonomi yang sangat mengerikan.\n\nVideo ini adalah sebuah otopsi forensik ekonomi. Dibedah tuntas menggunakan pisau analisis ekonomi pembangunan berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, World Bank, dan literatur akademik. Kita akan membongkar \"Dua Wajah Republik\": Mulai dari tragedi hilangnya nyawa dalam antrean BLT kompensasi BBM, keberuntungan \"Commodity Boom\" yang menutupi kelemahan industri nasional, hingga ironi pencairan dana bailout Bank Century Rp 6,7 Triliun yang sangat kilat di tengah keraguan pemerintah mencabut subsidi untuk rakyat.\n\nApakah stabilitas dan ketenangan di era tersebut dibayar lunas dengan deindustrialisasi dan ribuan kilometer infrastruktur yang gagal dibangun?\n\nTonton sampai habis sebelum Anda berdebat di kolom komentar!\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya: https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\n📚 SUMBER DATA & REFERENSI (FORENSIK EKONOMI):\n\nLaporan Bank Dunia: Indonesia Economic Quarterly (IEQ 2013)\nKementerian Keuangan RI: Nota Keuangan APBN & LKPP (2005, 2008, 2014)\nThe Yudhoyono Presidency: Indonesia's Decade of Stability and Stagnation (Edward Aspinall, dkk, ISEAS 2015)\nBuku Wakil Presiden Boediono: Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah\nLaporan Investigasi SMERU (Tragedi BLT) & Data ICW (Skandal Century)\n\n🗣️ MARI BERDISKUSI:\nMenurut Anda, apakah SBY adalah pahlawan stabilitas yang menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, atau pemimpin yang menyandera kemajuan infrastruktur kita demi menjaga posisinya? Tulis argumen dan opini Anda di kolom komentar di bawah! Kami membaca semuanya.\n\nDukung terus jurnalisme sejarah dan ekonomi makro yang tajam, objektif, dan berbasis data. Jangan lupa tekan tombol LIKE, SHARE ke grup WhatsApp keluarga Anda, dan SUBSCRIBE untuk investigasi berikutnya di Cerdas Sejarah.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \nFootage arsip berita (Kompas, stasiun TV lokal, dokumentasi amatir) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#SBY #SejarahIndonesia #EkonomiIndonesia #CerdasSejarah #BankCentury #SusiloBambangYudhoyono #SejarahEkonomi #SubsidiBBM #PolitikIndonesia #DokumenterIndonesia", "post_id": "iGy-AOlTWdk"}}, {"key": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "WhiteBatAudio", "x": 26.484649723948152, "y": 896.5989790405381, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.7776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iGy-AOlTWdk", "id": "WhiteBatAudio", "source": "youtube-000001", "content": "KENAPA ZAMAN SBY BISA SEENAK ITU?\n\nBenarkah zaman SBY seenak itu? Harga BBM murah dan rakyat hidup tenang, atau sebenarnya negara sedang membakar ratusan triliun APBN demi popularitas semata?\n\nSelama ini, kita sering mendengar nostalgia bahwa 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) adalah masa keemasan yang stabil. Namun, di balik narasi kesuksesan melunasi utang IMF lebih cepat dan masuknya Indonesia ke G-20, tersembunyi tagihan ekonomi yang sangat mengerikan.\n\nVideo ini adalah sebuah otopsi forensik ekonomi. Dibedah tuntas menggunakan pisau analisis ekonomi pembangunan berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, World Bank, dan literatur akademik. Kita akan membongkar \"Dua Wajah Republik\": Mulai dari tragedi hilangnya nyawa dalam antrean BLT kompensasi BBM, keberuntungan \"Commodity Boom\" yang menutupi kelemahan industri nasional, hingga ironi pencairan dana bailout Bank Century Rp 6,7 Triliun yang sangat kilat di tengah keraguan pemerintah mencabut subsidi untuk rakyat.\n\nApakah stabilitas dan ketenangan di era tersebut dibayar lunas dengan deindustrialisasi dan ribuan kilometer infrastruktur yang gagal dibangun?\n\nTonton sampai habis sebelum Anda berdebat di kolom komentar!\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya: https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\n📚 SUMBER DATA & REFERENSI (FORENSIK EKONOMI):\n\nLaporan Bank Dunia: Indonesia Economic Quarterly (IEQ 2013)\nKementerian Keuangan RI: Nota Keuangan APBN & LKPP (2005, 2008, 2014)\nThe Yudhoyono Presidency: Indonesia's Decade of Stability and Stagnation (Edward Aspinall, dkk, ISEAS 2015)\nBuku Wakil Presiden Boediono: Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah\nLaporan Investigasi SMERU (Tragedi BLT) & Data ICW (Skandal Century)\n\n🗣️ MARI BERDISKUSI:\nMenurut Anda, apakah SBY adalah pahlawan stabilitas yang menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, atau pemimpin yang menyandera kemajuan infrastruktur kita demi menjaga posisinya? Tulis argumen dan opini Anda di kolom komentar di bawah! Kami membaca semuanya.\n\nDukung terus jurnalisme sejarah dan ekonomi makro yang tajam, objektif, dan berbasis data. Jangan lupa tekan tombol LIKE, SHARE ke grup WhatsApp keluarga Anda, dan SUBSCRIBE untuk investigasi berikutnya di Cerdas Sejarah.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \nFootage arsip berita (Kompas, stasiun TV lokal, dokumentasi amatir) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#SBY #SejarahIndonesia #EkonomiIndonesia #CerdasSejarah #BankCentury #SusiloBambangYudhoyono #SejarahEkonomi #SubsidiBBM #PolitikIndonesia #DokumenterIndonesia", "post_id": "iGy-AOlTWdk"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "FashionIin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "A2Andal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "babirusa2025", "source": "babirusa2025", "target": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "source": "bank_indonesia_jatim", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jogja_invest", "source": "jogja_invest", "target": "bpsprovdiy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "berpotensi_viral", "source": "berpotensi_viral", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "eldirusdiandipri", "source": "eldirusdiandipri", "target": "DPP", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ABTVNEWS", "source": "@ABTVNEWS", "target": "abtvblitar.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@awalilrizky", "source": "@awalilrizky", "target": "barisandata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "source": "@CerdasSejarah", "target": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}