{"nodes": [{"key": "pikat4n", "attributes": {"label": "pikat4n", "x": 213.1797506866716, "y": 461.87396326444616, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 333.333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2049138063008571737", "id": "pikat4n", "source": "retweet-000002", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto \nKetua Satgas Pertumbuhan ekonomi Airlangga Hartarto", "post_id": "2049138063008571737"}}, {"key": "ya2t_jakarta", "attributes": {"label": "ya2t_jakarta", "x": 577.8667506611796, "y": 980.4823735495777, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 32.2486, "eigenvector": 333.333, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2049138063008571737", "id": "ya2t_jakarta", "source": "retweet-000002", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto \nKetua Satgas Pertumbuhan ekonomi Airlangga Hartarto", "post_id": "2049138063008571737"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 778.6666070332587, "y": 55.505999138763414, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 59.66, "eigenvector": 333.333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049138063008571737", "id": "LambeSahamjja", "source": "retweet-000002", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto \nKetua Satgas Pertumbuhan ekonomi Airlangga Hartarto", "post_id": "2049138063008571737"}}, {"key": "PeriRiduan", "attributes": {"label": "PeriRiduan", "x": 968.3506249589534, "y": 135.2036196907812, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050250047024193843", "id": "PeriRiduan", "source": "retweet-000002", "content": "Baca selengkapnya 👇\nhttps://t.co/tGfda8vGh4\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis arah pertumbuhan ekonomi Indon…", "post_id": "2050250047024193843"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 864.0399642906949, "y": 807.5980115126779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2050250047024193843", "id": "kompascom", "source": "retweet-000002", "content": "Baca selengkapnya 👇\nhttps://t.co/tGfda8vGh4\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis arah pertumbuhan ekonomi Indon…", "post_id": "2050250047024193843"}}, {"key": "Ikademan_Yong", "attributes": {"label": "Ikademan_Yong", "x": 291.6014770560905, "y": 785.7789697965417, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050241997529862190", "id": "Ikademan_Yong", "source": "retweet-000002", "content": "Baca selengkapnya 👇\nhttps://t.co/tGfda8vGh4\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis arah pertumbuhan ekonomi Indon…", "post_id": "2050241997529862190"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 284.1846565763978, "y": 395.4694961732228, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1979805110596464720", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "KPI utama Menteri Keuangan mencakup pengendalian defisit fiskal di bawah 3% PDB, pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5% per tahun, dan penurunan rasio utang terhadap PDB sambil meningkatkan penerimaan pajak non-minyak. Kemampuan menjaga inflasi rendah (di bawah 4%) serta mendukung", "post_id": "1979805110596464720"}}, {"key": "wahyukencono", "attributes": {"label": "wahyukencono", "x": 22.697211756002254, "y": 114.94714863238376, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1979805110596464720", "id": "wahyukencono", "source": "tweet-000004", "content": "KPI utama Menteri Keuangan mencakup pengendalian defisit fiskal di bawah 3% PDB, pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5% per tahun, dan penurunan rasio utang terhadap PDB sambil meningkatkan penerimaan pajak non-minyak. Kemampuan menjaga inflasi rendah (di bawah 4%) serta mendukung", "post_id": "1979805110596464720"}}, {"key": "sadili69920", "attributes": {"label": "sadili69920", "x": 840.732873942292, "y": 683.6702371103803, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050521364000563485", "id": "sadili69920", "source": "tweet-000004", "content": "Menteri Keuangan semestinya tdk hanya sekedar bendahara negara, tugas utamanya adalah mendirect program kegiatan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan asal ngikut maunya presiden.", "post_id": "2050521364000563485"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 250.58764192750382, "y": 375.61621735436177, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050521364000563485", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Menteri Keuangan semestinya tdk hanya sekedar bendahara negara, tugas utamanya adalah mendirect program kegiatan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan asal ngikut maunya presiden.", "post_id": "2050521364000563485"}}, {"key": "widi.wardhana", "attributes": {"label": "widi.wardhana", "x": 816.8127585659872, "y": 979.6247989823444, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885394879673513555_226458283", "id": "widi.wardhana", "source": "instagram-000001", "content": "Hari ini saya mengikuti Rakortas Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE) di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Airlangga Hartarto.\n\nDalam Satgas ini, Kementerian Pariwisata terlibat khususnya dalam Pokja satu terkait perumusan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta Pokja dua yang berfokus pada percepatan implementasi program dan debottlenecking.\n\nKami mendukung terus kolaborasi aktif dalam masing-masing Pokja guna mendukung penyelesaian isu-isu strategis nasional, khususnya yang memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap sektor pariwisata.\n\nPada siang harinya, kami menerima Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Ibu Irene Umar () dalam rangka upaya memperkuat sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif, khususnya dalam mendorong promosi Indonesia di pasar internasional.\n\nDi penghujung hari juga, kami melakukan beberapa agenda Rapat Internal termasuk persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata yang akan digelar pada bulan Mei nanti. \n\n#MenparOnDuty\n#MenparWidi #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #SustainableTourism", "post_id": "3885394879673513555_226458283"}}, {"key": "irene.umar", "attributes": {"label": "irene.umar", "x": 817.6585571699518, "y": 403.97743247945175, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885394879673513555_226458283", "id": "irene.umar", "source": "instagram-000001", "content": "Hari ini saya mengikuti Rakortas Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (P3M-PPE) di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Airlangga Hartarto.\n\nDalam Satgas ini, Kementerian Pariwisata terlibat khususnya dalam Pokja satu terkait perumusan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi, serta Pokja dua yang berfokus pada percepatan implementasi program dan debottlenecking.\n\nKami mendukung terus kolaborasi aktif dalam masing-masing Pokja guna mendukung penyelesaian isu-isu strategis nasional, khususnya yang memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap sektor pariwisata.\n\nPada siang harinya, kami menerima Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Ibu Irene Umar () dalam rangka upaya memperkuat sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif, khususnya dalam mendorong promosi Indonesia di pasar internasional.\n\nDi penghujung hari juga, kami melakukan beberapa agenda Rapat Internal termasuk persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata yang akan digelar pada bulan Mei nanti. \n\n#MenparOnDuty\n#MenparWidi #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #SustainableTourism", "post_id": "3885394879673513555_226458283"}}, {"key": "berpotensi_viral", "attributes": {"label": "berpotensi_viral", "x": 864.5681512467934, "y": 0.3139040453385977, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "berpotensi_viral", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 86.48107239813119, "y": 885.5437790613347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "telinga.anggota", "attributes": {"label": "telinga.anggota", "x": 137.7834594824131, "y": 141.88308391150605, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625994461306178837", "id": "telinga.anggota", "source": "tiktok-000001", "content": "Pengelolaan pendapatan negara kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan RI. Didik Haryadi menekankan bahwa meskipun realisasi penerimaan negara bukan pajak hingga triwulan I 2026 masih on track dengan penurunan sekitar 3 persen, hal ini tetap perlu menjadi perhatian serius. Ia menyoroti pengalihan sekitar Rp80 triliun ke Danantara sejak 2025, yang hingga kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan pendapatan negara. Pemerintah diminta memberikan evaluasi yang jelas terkait kontribusi dan proyeksi dari pengelolaan dana tersebut. Jika dampaknya tidak signifikan dan membutuhkan waktu panjang, kebijakan ini perlu dikaji ulang secara matang.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #purbaya #danantara #dprri #didikharyadi #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625994461306178837"}}, {"key": "Didik", "attributes": {"label": "Didik", "x": 856.2286523083188, "y": 218.5125644494229, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625994461306178837", "id": "Didik", "source": "tiktok-000001", "content": "Pengelolaan pendapatan negara kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan RI. Didik Haryadi menekankan bahwa meskipun realisasi penerimaan negara bukan pajak hingga triwulan I 2026 masih on track dengan penurunan sekitar 3 persen, hal ini tetap perlu menjadi perhatian serius. Ia menyoroti pengalihan sekitar Rp80 triliun ke Danantara sejak 2025, yang hingga kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan pendapatan negara. Pemerintah diminta memberikan evaluasi yang jelas terkait kontribusi dan proyeksi dari pengelolaan dana tersebut. Jika dampaknya tidak signifikan dan membutuhkan waktu panjang, kebijakan ini perlu dikaji ulang secara matang.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #purbaya #danantara #dprri #didikharyadi #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625994461306178837"}}, {"key": "inari.id", "attributes": {"label": "inari.id", "x": 338.31702146741895, "y": 215.75363239237765, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7460723133004238087", "id": "inari.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah dalam waktu dekat ini akan menerbitkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang akan berlaku pada 2025-2034 mendatang. Bahlil mengatakan, pemerintah berencana untuk menambah kapasitas listrik nasional hingga 70-an Giga Watt (GW) yang mana sebanyak 60%-nya akan berasal dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). \"Pengesahannya (RUPTL 2025-2034) akan saya lakukan bulan-bulan ini,\" jawab Bahlil saat ditanya kapan RUPTL terbaru tersebut akan diterbitkan, ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (16/1/2025). Bahlil sempat mengungkapkan, apabila mengacu pada draft RUPTL ini, kebutuhan investasi untuk mendanai proyek EBT ditaksir Rp 1.100 triliun. Dengan rincian, investasi interkoneksi jaringan listrik sebesar Rp 400 triliun dan pembangkit sekitar Rp 600-700 triliun. \"Kalau untuk jaringannya sendiri, itu butuh kurang lebih sekitar Rp 400 triliun lebih ya. Kalau untuk power plant-nya, itu sekitar Rp 600-700 triliun,\" ujar Bahlil ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (15/1/2025). Bahlil menilai, untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, maka dibutuhkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang cukup besar. Jadi, ada target maksimal, ada target menengah, ada target paling rendah. Artinya pengadaan power plant itu tergantung dari kebutuhan dan pertumbuhan ekonomi. Jadi kita sesuaikan, dan kita sudah menyiapkan sampai dengan target 8%,\" ujarnya. Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani pada Selasa (14/1/2025) mengadakan rapat koordinasi tingkat menteri berkenaan dengan RUPTL terbaru 2025-2034. Kelak, dalam RUPTL itu, kapasitas listrik nasional bertambah sebesar 71 GW. Sri Mulyani mengatakan, RUPTL ini merupakan perencanaan strategis untuk memastikan ketersediaan tenaga listrik agar dapat mendukung kebutuhan listrik nasional. Dalam RUPTL dibahas berbagai aspek seperti skema pemenuhan listrik, peningkatan kualitas, keandalan pasokan, serta pengembangan energi terbarukan. Berdasarkan RUPTL terbaru, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas tenaga listrik sebesar 71 GW dengan 70% nya berupa Energi Baru Terbarukan (renewable energy),\" ungkap Sri Mulyani dalam akun resmi Instagramnya , Rabu (15/1/2025). Adapun energi terbarukan yang dimaksud Sri Mulyani di antaranya adalah tenaga surya, tenaga air, angin hingga panas bumi. Sri Mulyani menambahkan, pengembangan energi terbarukan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memastikan transisi energi yang lebih ramah lingkungan. \"Energi terbarukan memiliki karakteristik yang unik karena seringkali sumber energinya berada cukup jauh dari demand center seperti kawasan industri atau kota besar. Sehingga, bagaimana mentransmisikan energi listrik hijau ini juga membutuhkan perencanaan yang sangat matang,\" tegas Sri Mulyani. sumber : CNBC Indonesia #listrik #baru #tenaga #surya #air #udara #indonesia #bahlil #srimulyani #energi #infoterkini #infomenarik", "post_id": "7460723133004238087"}}, {"key": "smindrawati", "attributes": {"label": "smindrawati", "x": 408.6562745468009, "y": 984.3927459124837, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7460723133004238087", "id": "smindrawati", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah dalam waktu dekat ini akan menerbitkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang akan berlaku pada 2025-2034 mendatang. Bahlil mengatakan, pemerintah berencana untuk menambah kapasitas listrik nasional hingga 70-an Giga Watt (GW) yang mana sebanyak 60%-nya akan berasal dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). \"Pengesahannya (RUPTL 2025-2034) akan saya lakukan bulan-bulan ini,\" jawab Bahlil saat ditanya kapan RUPTL terbaru tersebut akan diterbitkan, ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (16/1/2025). Bahlil sempat mengungkapkan, apabila mengacu pada draft RUPTL ini, kebutuhan investasi untuk mendanai proyek EBT ditaksir Rp 1.100 triliun. Dengan rincian, investasi interkoneksi jaringan listrik sebesar Rp 400 triliun dan pembangkit sekitar Rp 600-700 triliun. \"Kalau untuk jaringannya sendiri, itu butuh kurang lebih sekitar Rp 400 triliun lebih ya. Kalau untuk power plant-nya, itu sekitar Rp 600-700 triliun,\" ujar Bahlil ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Rabu (15/1/2025). Bahlil menilai, untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, maka dibutuhkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang cukup besar. Jadi, ada target maksimal, ada target menengah, ada target paling rendah. Artinya pengadaan power plant itu tergantung dari kebutuhan dan pertumbuhan ekonomi. Jadi kita sesuaikan, dan kita sudah menyiapkan sampai dengan target 8%,\" ujarnya. Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani pada Selasa (14/1/2025) mengadakan rapat koordinasi tingkat menteri berkenaan dengan RUPTL terbaru 2025-2034. Kelak, dalam RUPTL itu, kapasitas listrik nasional bertambah sebesar 71 GW. Sri Mulyani mengatakan, RUPTL ini merupakan perencanaan strategis untuk memastikan ketersediaan tenaga listrik agar dapat mendukung kebutuhan listrik nasional. Dalam RUPTL dibahas berbagai aspek seperti skema pemenuhan listrik, peningkatan kualitas, keandalan pasokan, serta pengembangan energi terbarukan. Berdasarkan RUPTL terbaru, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas tenaga listrik sebesar 71 GW dengan 70% nya berupa Energi Baru Terbarukan (renewable energy),\" ungkap Sri Mulyani dalam akun resmi Instagramnya , Rabu (15/1/2025). Adapun energi terbarukan yang dimaksud Sri Mulyani di antaranya adalah tenaga surya, tenaga air, angin hingga panas bumi. Sri Mulyani menambahkan, pengembangan energi terbarukan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk memastikan transisi energi yang lebih ramah lingkungan. \"Energi terbarukan memiliki karakteristik yang unik karena seringkali sumber energinya berada cukup jauh dari demand center seperti kawasan industri atau kota besar. Sehingga, bagaimana mentransmisikan energi listrik hijau ini juga membutuhkan perencanaan yang sangat matang,\" tegas Sri Mulyani. sumber : CNBC Indonesia #listrik #baru #tenaga #surya #air #udara #indonesia #bahlil #srimulyani #energi #infoterkini #infomenarik", "post_id": "7460723133004238087"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 172.09555237476704, "y": 498.59587531287264, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 537.2482704166465, "y": 214.49764783894943, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4686, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 473.0938166750228, "y": 2.7112138830940324, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4686, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 695.547656634116, "y": 66.49389796290205, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4686, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "@tempovideochannel", "attributes": {"label": "@tempovideochannel", "x": 868.8302465500697, "y": 194.46611216053466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "zom38A2MvBA", "id": "@tempovideochannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kementerian Keuangan Bilang Purbaya dalam Kondisi Sehat\n\nKementerian Keuangan memastikan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dalam kondisi sehat. “Beliau sehat-sehat saja,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro saat dikonfirmasi pada Ahad, 3 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.\n\nSebelumnya, beredar isu mengenai Purbaya yang diduga sedang menjalani perawatan di suatu rumah sakit di Jakarta. Di tengah isu itu, Purbaya membagikan video dirinya melakukan aktivitas olahraga renang, mengindikasikan bahwa dia dalam kondisi bugar.\n\nDalam video yang diunggah di akun pribadi media sosialnya itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup sehat.\n“Selamat pagi Guys. Gen Z jangan lupa olahraga, renang bisa, lari boleh, padel juga bisa. Kalo saya biasanya renang sih. Gak berasa 'long weekendnya',” tulis Purbaya, dikutip dari akun TikTok pribadinya \n\nWakil Menteri Keuangan Juda Agung juga telah menanggapi kabar soal kesehatan Purbaya. “Wah enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda saat ditemui usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu kemarin.\n\nJuda juga memastikan konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu pekan depan setelah sebelumnya dibatalkan. Agenda APBN KiTa semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu lalu. Menurut dia, penjadwalan ulang dilakukan untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbit pada Selasa, 5 Mei 2026, sehingga data dapat disampaikan secara utuh.\n\nPurbaya sebelumnya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada Jumat, 24 April 2026. Ia mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang dan harus menjalani suntikan di delapan titik agar tetap dapat menjalankan aktivitas.\n\nUsai acara tersebut, Purbaya juga tampak kesulitan berdiri dari kursinya hingga harus berpegangan kepada salah satu rekannya. Saat berjalan pun, ia terlihat dibantu ajudannya. Ketika ditanya wartawan mengenai kondisinya saat itu, Purbaya mengakui rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya hilang.\n\n\n\n\nFoto: tempo.co\nVideo: Tiktok/\nEditor: Ridian Eka Saputra", "post_id": "zom38A2MvBA"}}, {"key": "purbayayudhis.", "attributes": {"label": "purbayayudhis.", "x": 649.4351929540377, "y": 104.06372548032527, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zom38A2MvBA", "id": "purbayayudhis.", "source": "youtube-000001", "content": "Kementerian Keuangan Bilang Purbaya dalam Kondisi Sehat\n\nKementerian Keuangan memastikan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dalam kondisi sehat. “Beliau sehat-sehat saja,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro saat dikonfirmasi pada Ahad, 3 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.\n\nSebelumnya, beredar isu mengenai Purbaya yang diduga sedang menjalani perawatan di suatu rumah sakit di Jakarta. Di tengah isu itu, Purbaya membagikan video dirinya melakukan aktivitas olahraga renang, mengindikasikan bahwa dia dalam kondisi bugar.\n\nDalam video yang diunggah di akun pribadi media sosialnya itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup sehat.\n“Selamat pagi Guys. Gen Z jangan lupa olahraga, renang bisa, lari boleh, padel juga bisa. Kalo saya biasanya renang sih. Gak berasa 'long weekendnya',” tulis Purbaya, dikutip dari akun TikTok pribadinya \n\nWakil Menteri Keuangan Juda Agung juga telah menanggapi kabar soal kesehatan Purbaya. “Wah enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda saat ditemui usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu kemarin.\n\nJuda juga memastikan konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu pekan depan setelah sebelumnya dibatalkan. Agenda APBN KiTa semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu lalu. Menurut dia, penjadwalan ulang dilakukan untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbit pada Selasa, 5 Mei 2026, sehingga data dapat disampaikan secara utuh.\n\nPurbaya sebelumnya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada Jumat, 24 April 2026. Ia mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang dan harus menjalani suntikan di delapan titik agar tetap dapat menjalankan aktivitas.\n\nUsai acara tersebut, Purbaya juga tampak kesulitan berdiri dari kursinya hingga harus berpegangan kepada salah satu rekannya. Saat berjalan pun, ia terlihat dibantu ajudannya. Ketika ditanya wartawan mengenai kondisinya saat itu, Purbaya mengakui rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya hilang.\n\n\n\n\nFoto: tempo.co\nVideo: Tiktok/\nEditor: Ridian Eka Saputra", "post_id": "zom38A2MvBA"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 128.6094536418667, "y": 318.61772002985447, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zom38A2MvBA", "id": "purbayayudhis", "source": "youtube-000001", "content": "Kementerian Keuangan Bilang Purbaya dalam Kondisi Sehat\n\nKementerian Keuangan memastikan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dalam kondisi sehat. “Beliau sehat-sehat saja,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro saat dikonfirmasi pada Ahad, 3 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.\n\nSebelumnya, beredar isu mengenai Purbaya yang diduga sedang menjalani perawatan di suatu rumah sakit di Jakarta. Di tengah isu itu, Purbaya membagikan video dirinya melakukan aktivitas olahraga renang, mengindikasikan bahwa dia dalam kondisi bugar.\n\nDalam video yang diunggah di akun pribadi media sosialnya itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup sehat.\n“Selamat pagi Guys. Gen Z jangan lupa olahraga, renang bisa, lari boleh, padel juga bisa. Kalo saya biasanya renang sih. Gak berasa 'long weekendnya',” tulis Purbaya, dikutip dari akun TikTok pribadinya \n\nWakil Menteri Keuangan Juda Agung juga telah menanggapi kabar soal kesehatan Purbaya. “Wah enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda saat ditemui usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu kemarin.\n\nJuda juga memastikan konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu pekan depan setelah sebelumnya dibatalkan. Agenda APBN KiTa semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu lalu. Menurut dia, penjadwalan ulang dilakukan untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbit pada Selasa, 5 Mei 2026, sehingga data dapat disampaikan secara utuh.\n\nPurbaya sebelumnya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada Jumat, 24 April 2026. Ia mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang dan harus menjalani suntikan di delapan titik agar tetap dapat menjalankan aktivitas.\n\nUsai acara tersebut, Purbaya juga tampak kesulitan berdiri dari kursinya hingga harus berpegangan kepada salah satu rekannya. Saat berjalan pun, ia terlihat dibantu ajudannya. Ketika ditanya wartawan mengenai kondisinya saat itu, Purbaya mengakui rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya hilang.\n\n\n\n\nFoto: tempo.co\nVideo: Tiktok/\nEditor: Ridian Eka Saputra", "post_id": "zom38A2MvBA"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 389.070277029727, "y": 532.5447061277046, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "PerekonomianRI", "x": 810.3810097666294, "y": 341.2640275043093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "PerekonomianRI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 683.479247881126, "y": 404.6415705004774, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pJes54P9qhg", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Menko Airlangga Paparkan Percepatan Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nKOMPAS.TV - Menko Airlangga Paparkan Percepatan Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "pJes54P9qhg"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 920.9467221918886, "y": 763.2301970509085, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pJes54P9qhg", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Menko Airlangga Paparkan Percepatan Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nKOMPAS.TV - Menko Airlangga Paparkan Percepatan Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "pJes54P9qhg"}}], "edges": [{"key": "pikat4n", "source": "pikat4n", "target": "ya2t_jakarta", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pikat4n", "source": "pikat4n", "target": "ya2t_jakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pikat4n", "source": "pikat4n", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "PeriRiduan", "source": "PeriRiduan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "PeriRiduan", "source": "PeriRiduan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ikademan_Yong", "source": "Ikademan_Yong", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ikademan_Yong", "source": "Ikademan_Yong", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ya2t_jakarta", "source": "ya2t_jakarta", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wahyukencono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sadili69920", "source": "sadili69920", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "widi.wardhana", "source": "widi.wardhana", "target": "irene.umar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "berpotensi_viral", "source": "berpotensi_viral", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "inari.id", "source": "inari.id", "target": "smindrawati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tempovideochannel", "source": "@tempovideochannel", "target": "purbayayudhis.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tempovideochannel", "source": "@tempovideochannel", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}