{"nodes": [{"key": "SitiSalmaF9851", "attributes": {"label": "SitiSalmaF9851", "x": 777.9688162504658, "y": 541.6375425532298, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 56.9342, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049727796080177237", "id": "SitiSalmaF9851", "source": "tweet-000004", "content": "Ya lu gak jelas gak bisa bantah di periode yang gua sebut ekonomi lesu gara gara ada andi l srimul juga? Covid , perang? Purbaya ada andil di covid nyelametin perbankan, Dan moneter? Emang itu kerjanya srimul doang?", "post_id": "2049727796080177237"}}, {"key": "Yantoepedals", "attributes": {"label": "Yantoepedals", "x": 143.46578483699167, "y": 921.9066938978997, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 81.1313, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049727796080177237", "id": "Yantoepedals", "source": "tweet-000004", "content": "Ya lu gak jelas gak bisa bantah di periode yang gua sebut ekonomi lesu gara gara ada andi l srimul juga? Covid , perang? Purbaya ada andil di covid nyelametin perbankan, Dan moneter? Emang itu kerjanya srimul doang?", "post_id": "2049727796080177237"}}, {"key": "handokotjung", "attributes": {"label": "handokotjung", "x": 820.0183996536234, "y": 916.887048153172, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 81.1313, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049727796080177237", "id": "handokotjung", "source": "tweet-000004", "content": "Ya lu gak jelas gak bisa bantah di periode yang gua sebut ekonomi lesu gara gara ada andi l srimul juga? Covid , perang? Purbaya ada andil di covid nyelametin perbankan, Dan moneter? Emang itu kerjanya srimul doang?", "post_id": "2049727796080177237"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 982.262578571393, "y": 361.24889570496964, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 56.9342, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1980893606765609306", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data Bank Indonesia per September 2025 yang dikutip Menkeu Purbaya, dana Pemda Jabar Rp4,17 triliun memang tercatat di perbankan, yang dianggap mengendap dan kurang optimal untuk ekonomi. Gubernur Dedi Mulyadi membantah, menyebut itu kas likuid tersedia di Bank BJB", "post_id": "1980893606765609306"}}, {"key": "donad4656", "attributes": {"label": "donad4656", "x": 558.9452769541549, "y": 481.83680080597634, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 81.1313, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1980893606765609306", "id": "donad4656", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data Bank Indonesia per September 2025 yang dikutip Menkeu Purbaya, dana Pemda Jabar Rp4,17 triliun memang tercatat di perbankan, yang dianggap mengendap dan kurang optimal untuk ekonomi. Gubernur Dedi Mulyadi membantah, menyebut itu kas likuid tersedia di Bank BJB", "post_id": "1980893606765609306"}}, {"key": "officialinews_", "attributes": {"label": "officialinews_", "x": 883.8833262655972, "y": 890.2661428545173, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 81.1313, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1980893606765609306", "id": "officialinews_", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data Bank Indonesia per September 2025 yang dikutip Menkeu Purbaya, dana Pemda Jabar Rp4,17 triliun memang tercatat di perbankan, yang dianggap mengendap dan kurang optimal untuk ekonomi. Gubernur Dedi Mulyadi membantah, menyebut itu kas likuid tersedia di Bank BJB", "post_id": "1980893606765609306"}}, {"key": "isengaj35853237", "attributes": {"label": "isengaj35853237", "x": 686.4042659514432, "y": 943.0742561970491, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 56.9342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049369188515692956", "id": "isengaj35853237", "source": "tweet-000004", "content": "Udah ditolak sm Purbaya tawaran IMF, kalo mentrinya masih yg sebelumnya nah itu malah nawarin diri😂 siapa yg gamau bro jd sales IMF, sales kredit mobil aja dapet 10%. bayangin jd salesnya IMF, berapa T bisa masuk kantong😂 untung Indo kali ini py mentri yg ga sudi jual negaranya", "post_id": "2049369188515692956"}}, {"key": "O5Bravo", "attributes": {"label": "O5Bravo", "x": 222.44766034854635, "y": 216.52371624546296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 105.3283, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049369188515692956", "id": "O5Bravo", "source": "tweet-000004", "content": "Udah ditolak sm Purbaya tawaran IMF, kalo mentrinya masih yg sebelumnya nah itu malah nawarin diri😂 siapa yg gamau bro jd sales IMF, sales kredit mobil aja dapet 10%. bayangin jd salesnya IMF, berapa T bisa masuk kantong😂 untung Indo kali ini py mentri yg ga sudi jual negaranya", "post_id": "2049369188515692956"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 946.6389591400825, "y": 251.95025852687013, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 99.0161, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3885170685946159762_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Menkeu Purbaya Pede Ekonomi RI ‘Nyundul’ 8% dalam 3 Tahun, Angin Segar Buat IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pidato optimistis… ini narasi makro yang bisa jadi bahan bakar besar buat market kalau terealisasi. Dan kalau benar ekonomi menuju 8%, banyak sektor bisa ikut pesta. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa melempar target berani:\n✅ Pertumbuhan Q1–Q2 2026 di sekitar 5,5%\n✅ Dalam 2–3 tahun dibidik bisa tembus 8%\n✅ Mesin utamanya: sektor swasta + belanja pemerintah + reformasi struktur ekonomi\n\n2️⃣ Kenapa Ini Besar?\nKarena pertumbuhan ekonomi = bahan bakar laba emiten.\n\nSaat PDB naik: → konsumsi tumbuh\n→ kredit naik\n→ investasi meningkat\n→ laba korporasi bisa ikut terdongkrak\n\n3️⃣ Potensi Pemenang 📈\nKalau narasi ini jalan, sektor yang paling diuntungkan biasanya:\n🏦 Big Banks\nKredit ekspansi bisa meledak.\n\n🛒 Consumer Goods & Retail\nDaya beli naik = revenue ikut tumbuh.\n\n🏗️ Infrastruktur & Properti\nBelanja pembangunan bisa jadi katalis besar.\n\n4️⃣ Yang Perlu Diwaspadai ⚠️\nTapi target 8% masih proyeksi.\nDan market tahu bedanya narasi dengan realisasi.\n\nRisiko yang perlu dipantau: \n• eksekusi belanja pemerintah\n• pertumbuhan kredit riil\n• kondisi global/resesi eksternal\n• realisasi data PDB kuartalan\n\n5️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Investor Long Term\nNarasi seperti ini cocok buat akumulasi bertahap di saham fundamental.\n\n🗓️ Swing Trader\nPantau rilis data PDB Mei.\n\n🗓️ Defensif\nTetap diversifikasi.\n\n6️⃣ Insight Penting\nYang menarik dari target 8% bukan angkanya…\nTapi pesan di baliknya.\nPemerintah sedang mencoba membangun confidence narrative.\n\n7️⃣ Kesimpulan\nTarget pertumbuhan 8% jelas sentimen positif buat IHSG.\n\nKalau terealisasi, potensi efek dominonya besar: \n✅ laba emiten naik\n✅ inflow asing terbuka\n✅ valuasi pasar bisa rerating\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #EkonomiIndonesia #PDB8Persen #BBCA #BMRI", "post_id": "3885170685946159762_52512310886"}}, {"key": "hybest.info", "attributes": {"label": "hybest.info", "x": 321.58422686541724, "y": 902.1634095310486, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 56.9342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7571849378319699207", "id": "hybest.info", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam pengelolaan keuangan daerah jelang akhir tahun 2025. Langkah ini muncul usai teguran resmi yang dikirim oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota lewat surat bernomor S-662/MK.08/2025 bertanggal 20 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Purbaya mencatat bahwa meskipun realisasi penyaluran dana transfer ke daerah (TKD) telah mencapai sekitar 74 % dari pagu, realisasi belanja daerah dari APBD mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya dan simpanan daerah di perbankan justru meningkat.  Menindaklanjuti kondisi itu, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum kunjungan kenegaraannya ke Australia. Dalam rapat tersebut, beliau memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk melakukan koordinasi dan pemeriksaan khusus terhadap penyerapan serta penggunaan dana-transfer tersebut yang dikelola oleh pemerintah daerah.  Presiden menegaskan bahwa “setiap rupiah uang rakyat harus tepat sasaran dan digunakan sesuai periode waktu yang telah ditetapkan, termasuk dana daerah.” Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap fakta bahwa simpanan dana pemerintah daerah di perbankan meningkat — sebuah indikator bahwa dana yang sudah disalurkan belum terserap secara optimal ke program dan proyek di lapangan. source: cnbcindonesia Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #prabowo #presidenprabowo #purbaya #TKD", "post_id": "7571849378319699207"}}, {"key": "hybestinfo", "attributes": {"label": "hybestinfo", "x": 932.4721619593213, "y": 767.0294773839892, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 105.3283, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7571849378319699207", "id": "hybestinfo", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam pengelolaan keuangan daerah jelang akhir tahun 2025. Langkah ini muncul usai teguran resmi yang dikirim oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota lewat surat bernomor S-662/MK.08/2025 bertanggal 20 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Purbaya mencatat bahwa meskipun realisasi penyaluran dana transfer ke daerah (TKD) telah mencapai sekitar 74 % dari pagu, realisasi belanja daerah dari APBD mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya dan simpanan daerah di perbankan justru meningkat.  Menindaklanjuti kondisi itu, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum kunjungan kenegaraannya ke Australia. Dalam rapat tersebut, beliau memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk melakukan koordinasi dan pemeriksaan khusus terhadap penyerapan serta penggunaan dana-transfer tersebut yang dikelola oleh pemerintah daerah.  Presiden menegaskan bahwa “setiap rupiah uang rakyat harus tepat sasaran dan digunakan sesuai periode waktu yang telah ditetapkan, termasuk dana daerah.” Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap fakta bahwa simpanan dana pemerintah daerah di perbankan meningkat — sebuah indikator bahwa dana yang sudah disalurkan belum terserap secara optimal ke program dan proyek di lapangan. source: cnbcindonesia Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #prabowo #presidenprabowo #purbaya #TKD", "post_id": "7571849378319699207"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 831.1157807705465, "y": 588.8834197128105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 56.9342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "W9iB127Rbqk", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Dibilang Tidak Punya Space Fiskal, Purbaya Beberkan Bukti Ini\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyangkal pernyataan beberapa  pihak di berbagai platform media sosial bahwa kondisi fiskal negara sedang tidak baik-baik saja.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menterikeuangan #purbayayudhisadewa #bebanpajak #kebijakanfiskal \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "W9iB127Rbqk"}}, {"key": "ptsmi_id", "attributes": {"label": "ptsmi_id", "x": 557.589877336034, "y": 116.3608593531107, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 81.1313, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "W9iB127Rbqk", "id": "ptsmi_id", "source": "youtube-000001", "content": "Dibilang Tidak Punya Space Fiskal, Purbaya Beberkan Bukti Ini\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyangkal pernyataan beberapa  pihak di berbagai platform media sosial bahwa kondisi fiskal negara sedang tidak baik-baik saja.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menterikeuangan #purbayayudhisadewa #bebanpajak #kebijakanfiskal \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "W9iB127Rbqk"}}], "edges": [{"key": "SitiSalmaF9851", "source": "SitiSalmaF9851", "target": "Yantoepedals", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SitiSalmaF9851", "source": "SitiSalmaF9851", "target": "handokotjung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "donad4656", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "officialinews_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "isengaj35853237", "source": "isengaj35853237", "target": "O5Bravo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hybest.info", "source": "hybest.info", "target": "hybestinfo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "ptsmi_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "ptsmi_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}