{"nodes": [{"key": "QueenaleshaShop", "attributes": {"label": "QueenaleshaShop", "x": 475.48358571658054, "y": 695.121787797638, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "QueenaleshaShop", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "cukhurukuque", "x": 846.7568663768508, "y": 764.8850101099728, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.7788, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "cukhurukuque", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "DTech693923", "attributes": {"label": "DTech693923", "x": 502.0779781014494, "y": 348.4140823802105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049626325896593795", "id": "DTech693923", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo rupiah melemah harga emas dan emas digital naik atau engga?", "post_id": "2049626325896593795"}}, {"key": "indrawxyz", "attributes": {"label": "indrawxyz", "x": 861.321271306078, "y": 968.7429966045593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049626325896593795", "id": "indrawxyz", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo rupiah melemah harga emas dan emas digital naik atau engga?", "post_id": "2049626325896593795"}}, {"key": "Pegadaian", "attributes": {"label": "Pegadaian", "x": 26.990458757767954, "y": 746.9075178515876, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049481546881749201", "id": "Pegadaian", "source": "tweet-000004", "content": "Selamat Malam Ibu  Saat ini untuk prosedur Setor Fisik Emas tidak dapat diwakilkan, jika ingin diwakilkan kami sarankan emas fisik nya dapat dijual terlebih dahulu dan melakukan proses top up Tabungan Emas menggunakan dana (rupiah).  -Dimas", "post_id": "2049481546881749201"}}, {"key": "urcribby", "attributes": {"label": "urcribby", "x": 954.9418580825023, "y": 835.8061857374911, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.7788, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049481546881749201", "id": "urcribby", "source": "tweet-000004", "content": "Selamat Malam Ibu  Saat ini untuk prosedur Setor Fisik Emas tidak dapat diwakilkan, jika ingin diwakilkan kami sarankan emas fisik nya dapat dijual terlebih dahulu dan melakukan proses top up Tabungan Emas menggunakan dana (rupiah).  -Dimas", "post_id": "2049481546881749201"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 607.080560247008, "y": 825.3514802804438, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 0, "out_degree": 82, "degree": 82}, "_id": "2050222652992917879", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Mulai meningkatkan kesejahteraan rakyat Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050222652992917879"}}, {"key": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "rimapurwasih", "x": 834.8795769356826, "y": 866.2027621774673, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050222652992917879", "id": "rimapurwasih", "source": "tweet-000004", "content": "Mulai meningkatkan kesejahteraan rakyat Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050222652992917879"}}, {"key": "Boediantar4", "attributes": {"label": "Boediantar4", "x": 60.049350667304765, "y": 153.17728921728124, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2049359756775882822", "id": "Boediantar4", "source": "tweet-000004", "content": "Balas dendam komunis dengan mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049359756775882822"}}, {"key": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "regar_op0sisi", "x": 418.4458181238283, "y": 915.5115706359388, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049901562265575808", "id": "regar_op0sisi", "source": "tweet-000004", "content": "Selalu ngomong restorasi padahal pendukung utama tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049901562265575808"}}, {"key": "DPR_RI", "attributes": {"label": "DPR_RI", "x": 716.2627360423195, "y": 535.4160046006979, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2049901562265575808", "id": "DPR_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Selalu ngomong restorasi padahal pendukung utama tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049901562265575808"}}, {"key": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "PutraMataSatu", "x": 671.6068491145439, "y": 260.4992406672875, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049902409527529879", "id": "PutraMataSatu", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah gak boleh dikritisi demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049902409527529879"}}, {"key": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "ArjayaDirja", "x": 59.8989345385027, "y": 776.3698940850685, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050223491413422399", "id": "ArjayaDirja", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja membuat RI bangkrut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050223491413422399"}}, {"key": "6ur3ckv4n8345", "attributes": {"label": "6ur3ckv4n8345", "x": 752.0633686467945, "y": 892.9672626312637, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050222908358971862", "id": "6ur3ckv4n8345", "source": "tweet-000004", "content": "Mbg sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA komunis tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050222908358971862"}}, {"key": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "Srik4ndiMuslim2", "x": 936.6753276150324, "y": 150.93740103721342, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2050223095462678823", "id": "Srik4ndiMuslim2", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat yg penting misi berhasil mensukseskan WNA komunis tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050223095462678823"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 81.76765369419836, "y": 384.9659936757879, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2049901936749797454", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Gak bakal bisa dimakzulkan walaupun terbukti soalnya demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049901936749797454"}}, {"key": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "PngAdilnR4kyt", "x": 313.6873756211839, "y": 838.686956679893, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2049903195854696518", "id": "PngAdilnR4kyt", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak boleh dibubarkan karena sbg pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049903195854696518"}}, {"key": "BarisanOpOsisi", "attributes": {"label": "BarisanOpOsisi", "x": 239.45051615738322, "y": 137.5936968746988, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049416240545010090", "id": "BarisanOpOsisi", "source": "tweet-000004", "content": "Indonesia sudah jadi propinsi Tiongkok sejak satu dekade lalu berlanjut tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049416240545010090"}}, {"key": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "indepenSumatera", "x": 470.33556128385436, "y": 315.0842471136522, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2049901172442734794", "id": "indepenSumatera", "source": "tweet-000004", "content": "Gak ada jg yg mau mengakhiri ritme kegelapan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049901172442734794"}}, {"key": "ike_hw71", "attributes": {"label": "ike_hw71", "x": 259.67699982399705, "y": 641.5592988216158, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050223304544530885", "id": "ike_hw71", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat dibilang badut si Jack, yg penting misi berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050223304544530885"}}, {"key": "ArdieSuhardi321", "attributes": {"label": "ArdieSuhardi321", "x": 346.215585512926, "y": 306.2970550838937, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360164076356001", "id": "ArdieSuhardi321", "source": "tweet-000004", "content": "Harus dipertahankan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi para presiden RI serta jajarannya", "post_id": "2049360164076356001"}}, {"key": "L1L178", "attributes": {"label": "L1L178", "x": 374.54841994187683, "y": 929.0798561084495, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049416438415491191", "id": "L1L178", "source": "tweet-000004", "content": "Persulit WNI, permudahkan WNA tikus Tiongkok bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI serta jajarannya", "post_id": "2049416438415491191"}}, {"key": "SemutMerah2024", "attributes": {"label": "SemutMerah2024", "x": 986.3392810144957, "y": 477.95676687349186, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049305110371864848", "id": "SemutMerah2024", "source": "tweet-000004", "content": "Konstitusi dilanggar demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, presiden RI harus tunduk kpd tikus gembel Tiongkok", "post_id": "2049305110371864848"}}, {"key": "renatanewbie", "attributes": {"label": "renatanewbie", "x": 397.1293432061628, "y": 406.8071401308763, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049305110371864848", "id": "renatanewbie", "source": "tweet-000004", "content": "Konstitusi dilanggar demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, presiden RI harus tunduk kpd tikus gembel Tiongkok", "post_id": "2049305110371864848"}}, {"key": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "PaltiHutabarat", "x": 401.9861797736394, "y": 910.1815557722623, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049900822742679974", "id": "PaltiHutabarat", "source": "tweet-000004", "content": "WNI direndahkan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI serta jajarannya", "post_id": "2049900822742679974"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 794.1298277170235, "y": 507.0970838101317, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2049362507245191235", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "Klo skrg gak perlu dijajah, cukup berikan yang receh kpd pemerintah, fix tikus Tiongkok  bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi para presiden RI", "post_id": "2049362507245191235"}}, {"key": "PecintaSejarah2", "attributes": {"label": "PecintaSejarah2", "x": 746.2815234566006, "y": 996.7349587134249, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049359447592755328", "id": "PecintaSejarah2", "source": "tweet-000004", "content": "Klo Konoha gak perlu diserang, cukup berikan uang receh kepada pemerintah fix tikus Tiongkok bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi para presiden RI", "post_id": "2049359447592755328"}}, {"key": "susno2g", "attributes": {"label": "susno2g", "x": 707.021534277454, "y": 21.435969735932648, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "susno2g", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri", "x": 612.5950822519815, "y": 583.437645095691, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2049360865477243135", "id": "DivHumas_Polri", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "JimlyAs", "attributes": {"label": "JimlyAs", "x": 660.9032231411693, "y": 786.4334426676171, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "JimlyAs", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "mohmahfudmd", "attributes": {"label": "mohmahfudmd", "x": 75.43264398065031, "y": 142.12589737688907, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "mohmahfudmd", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "ntv", "attributes": {"label": "ntv", "x": 871.4086363572342, "y": 270.9611122292969, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "ntv", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 93.63287376971563, "y": 448.2651576353639, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "KompasTV", "attributes": {"label": "KompasTV", "x": 797.0737569312342, "y": 265.04381232578777, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "KompasTV", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "Yusrilihza_Mhd", "attributes": {"label": "Yusrilihza_Mhd", "x": 320.1172145772828, "y": 171.98047542493921, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "Yusrilihza_Mhd", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "tvOneNews", "attributes": {"label": "tvOneNews", "x": 651.8993998772714, "y": 114.296149065644, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "tvOneNews", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 269.3941480057207, "y": 846.9946927025334, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "tribunnews", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 414.08349493519825, "y": 330.0610750117406, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "kompolnas_ri", "attributes": {"label": "kompolnas_ri", "x": 56.76851243044012, "y": 769.1620450218809, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "kompolnas_ri", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "arin_dc", "attributes": {"label": "arin_dc", "x": 791.6284972288021, "y": 698.118803890569, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049791566903218675", "id": "arin_dc", "source": "tweet-000004", "content": "Bulatan 2 koin berwarna hijau, menunjukkan perhatian akan sumber uang koin. Satu Gulden emas dan satu keping Sen Yuan. Bayar sama siapa lho, uang kartal dan giral? Kan harus dijelaskan bentuk 3 dimensinya dalam kertas rupiah. Lupa ya? Narsis kok, ke tanda tangan. Aduh!  https://t.co/VyaEavtz9z", "post_id": "2049791566903218675"}}, {"key": "LAPOR1708", "attributes": {"label": "LAPOR1708", "x": 969.7487679655518, "y": 923.5447291433982, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049791566903218675", "id": "LAPOR1708", "source": "tweet-000004", "content": "Bulatan 2 koin berwarna hijau, menunjukkan perhatian akan sumber uang koin. Satu Gulden emas dan satu keping Sen Yuan. Bayar sama siapa lho, uang kartal dan giral? Kan harus dijelaskan bentuk 3 dimensinya dalam kertas rupiah. Lupa ya? Narsis kok, ke tanda tangan. Aduh!  https://t.co/VyaEavtz9z", "post_id": "2049791566903218675"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 635.3880994010358, "y": 331.94862472704625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051566259012026538", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "shandimugiwara", "x": 119.19209988260926, "y": 106.77435496935483, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.7788, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "shandimugiwara", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 421.78362868611475, "y": 570.6964113563066, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.7788, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "Xoen_ni", "attributes": {"label": "Xoen_ni", "x": 751.3536752189615, "y": 468.35305142901774, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050761701105312118", "id": "Xoen_ni", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah makin lemah = daya beli tabungan kamu ikut turun diam-diam 😭 Makanya penting banget punya aset yang nilainya ngikutin inflasi kayak emas. Sekarang beli emas udah bisa dari handphone kalian\nhttps://t.co/ZEbduiipHF", "post_id": "2050761701105312118"}}, {"key": "Wandystjk", "attributes": {"label": "Wandystjk", "x": 10.152567087511777, "y": 332.65725892598516, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050761701105312118", "id": "Wandystjk", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah makin lemah = daya beli tabungan kamu ikut turun diam-diam 😭 Makanya penting banget punya aset yang nilainya ngikutin inflasi kayak emas. Sekarang beli emas udah bisa dari handphone kalian\nhttps://t.co/ZEbduiipHF", "post_id": "2050761701105312118"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "attributes": {"label": "ndah_345yw1n", "x": 197.8670314643355, "y": 847.1076548456634, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "ndah_345yw1n", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "bgkiting", "attributes": {"label": "bgkiting", "x": 504.8975012958471, "y": 566.4256920976474, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "bgkiting", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "innovaraibon", "attributes": {"label": "innovaraibon", "x": 485.7295654231981, "y": 974.591075480942, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050909866387288312", "id": "innovaraibon", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah lagi gak ada harga dirinya.\ntarik semua,beliin emas.\n120jt mu saat inj direkening,gak tau dalam 5-10 tahun lagi cuman bisa buat beli apa.", "post_id": "2050909866387288312"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 474.7249703911408, "y": 336.93804080062574, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050909866387288312", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah lagi gak ada harga dirinya.\ntarik semua,beliin emas.\n120jt mu saat inj direkening,gak tau dalam 5-10 tahun lagi cuman bisa buat beli apa.", "post_id": "2050909866387288312"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 691.9244981295803, "y": 536.8926058384815, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051212858176999776", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya yg disebut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051212858176999776"}}, {"key": "triwul82", "attributes": {"label": "triwul82", "x": 14.644770871406699, "y": 327.5815170565847, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051098759510258088", "id": "triwul82", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja menyengsarakan WNI demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051098759510258088"}}, {"key": "Muslim_AntiPKI9", "attributes": {"label": "Muslim_AntiPKI9", "x": 82.57732319896593, "y": 620.4965144147019, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892928055480688", "id": "Muslim_AntiPKI9", "source": "tweet-000004", "content": "Lagi sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat", "post_id": "2050892928055480688"}}, {"key": "KPK_RI", "attributes": {"label": "KPK_RI", "x": 73.16558672998264, "y": 379.66369205951844, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892928055480688", "id": "KPK_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Lagi sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat", "post_id": "2050892928055480688"}}, {"key": "KejaksaanRI", "attributes": {"label": "KejaksaanRI", "x": 261.3028128952631, "y": 104.40594021113758, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892928055480688", "id": "KejaksaanRI", "source": "tweet-000004", "content": "Lagi sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat", "post_id": "2050892928055480688"}}, {"key": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "tamrintomagola", "x": 679.7920918428347, "y": 744.1453360355279, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591006311879157", "id": "tamrintomagola", "source": "tweet-000004", "content": "MBG harus dilanjutkan sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591006311879157"}}, {"key": "KapudS640", "attributes": {"label": "KapudS640", "x": 577.375322460829, "y": 981.182690302006, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051093093722828853", "id": "KapudS640", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja mem bangkrut kan RI demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051093093722828853"}}, {"key": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "virdianaurellio", "x": 879.888146753053, "y": 501.7330485482785, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593253460586888", "id": "virdianaurellio", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 878.8584318008976, "y": 144.37933488424326, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051593253460586888", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "BiLLRaY2019", "attributes": {"label": "BiLLRaY2019", "x": 741.8301036873364, "y": 685.7949003136561, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892522659123688", "id": "BiLLRaY2019", "source": "tweet-000004", "content": "Sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, gak ada waktu urus yg begituan", "post_id": "2050892522659123688"}}, {"key": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "Gunawan75_", "x": 687.5535953897885, "y": 789.4611843591837, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591385732784412", "id": "Gunawan75_", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat sama celotehan mu yg penting misi komunis  berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591385732784412"}}, {"key": "MichelAdam1515", "attributes": {"label": "MichelAdam1515", "x": 96.84547859424552, "y": 444.5525888438094, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051093803273162833", "id": "MichelAdam1515", "source": "tweet-000004", "content": "Tangkap kembali bambang Tri yg menghalangi misi suci mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051093803273162833"}}, {"key": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "ArtaN7707", "x": 640.3083328377484, "y": 635.5454111480169, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050893287494672726", "id": "ArtaN7707", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat yg penting misi pki yg tertunda bisa sukses yakni WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050893287494672726"}}, {"key": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "Qu3en_Bakery", "x": 311.0452427866448, "y": 65.25313814969469, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050894559534854486", "id": "Qu3en_Bakery", "source": "tweet-000004", "content": "Mayoritas WNI tidak setuju pak Prabowo mundur, demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050894559534854486"}}, {"key": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "SeriDianawati", "x": 960.0806545757146, "y": 405.2396354243127, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593450433503561", "id": "SeriDianawati", "source": "tweet-000004", "content": "WNI harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan menghancurkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2051593450433503561"}}, {"key": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "secr3thm4nz56", "x": 576.8111096492885, "y": 879.8260043349345, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589813191709041", "id": "secr3thm4nz56", "source": "tweet-000004", "content": "Ya semuanya dilakukan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, sekarang saatnya membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051589813191709041"}}, {"key": "alisyarief", "attributes": {"label": "alisyarief", "x": 869.2975635133005, "y": 739.2680278757119, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051093462934864254", "id": "alisyarief", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja membuat bangkrut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, bukan pki tapi penerus cita cita pki", "post_id": "2051093462934864254"}}, {"key": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "Hidupsebagai62", "x": 848.4753022646056, "y": 52.04966093502173, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050795586870509609", "id": "Hidupsebagai62", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak setuju, Bpk harus terus jd presiden demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI", "post_id": "2050795586870509609"}}, {"key": "yaniarsim", "attributes": {"label": "yaniarsim", "x": 437.38916412127725, "y": 576.8119888777062, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892330497147236", "id": "yaniarsim", "source": "tweet-000004", "content": "Tangkap semua pendemo biar WNI makin sengsara demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI", "post_id": "2050892330497147236"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 154.06206048778427, "y": 744.5096634379257, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3515, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050894008000668115", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "Upaya masif membuat negara dan WNI kelas atas bangkrut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis & as dibekingi para presiden RI", "post_id": "2050894008000668115"}}, {"key": "shintampubolon", "attributes": {"label": "shintampubolon", "x": 173.43737227348154, "y": 3.0520007934471405, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050859476610412995", "id": "shintampubolon", "source": "tweet-000004", "content": "Risiko ada kak, oleh sebab itu aku minimalisir risikonya dengan rutin mencairkan saldonya ke Rupiah kl targetnya udah tercapai, lalu aku belikan emas fisik di toko. Misalnya nabung setahun buat target 5gr, once achieved, cairin dan beliin fisik 5gr. Selisih harga pasti ada sih.", "post_id": "2050859476610412995"}}, {"key": "valenttt____", "attributes": {"label": "valenttt____", "x": 555.86483931554, "y": 816.7810661375132, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050859476610412995", "id": "valenttt____", "source": "tweet-000004", "content": "Risiko ada kak, oleh sebab itu aku minimalisir risikonya dengan rutin mencairkan saldonya ke Rupiah kl targetnya udah tercapai, lalu aku belikan emas fisik di toko. Misalnya nabung setahun buat target 5gr, once achieved, cairin dan beliin fisik 5gr. Selisih harga pasti ada sih.", "post_id": "2050859476610412995"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 834.7181267460987, "y": 991.899639097048, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3890125522068587718_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Rupiah Jebol Rp 17.400/USD! Alarm Bahaya atau Peluang Emas di IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pelemahan kurs…\nini shock global yang langsung ngaruh ke portofolio. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nRupiah resmi tembus:\n💥 Rp 17.403/USD (intraday)\n➡️ terlemah sepanjang sejarah\n➡️ lebih parah dari penutupan sebelumnya\n\n2️⃣ Kenapa Bisa Jebol?\nAkar masalahnya bukan domestik.\n👉 ini global fear\n\nTrigger utama:\n• konflik Timur Tengah memanas\n• investor cari “safe haven”\n• dolar AS diborong\n\nHasilnya:\n➡️ Dolar naik\n➡️ Emerging market (termasuk Rupiah) ditekan\n\n3️⃣ Kenapa Ini Penting Buat Saham?\nKurs = langsung kena ke laba perusahaan\n\nKarena:\n• biaya impor naik\n• utang dolar membengkak\n• margin tertekan\n\nTapi…\n➡️ tidak semua sektor rugi\n\n4️⃣ Sektor yang Kena Tekanan ⚠️\n📉 Import-based industry\n• Farmasi\n• Consumer goods\n• Manufaktur\n\nKenapa?\n➡️ bahan baku dolar\n➡️ biaya naik drastis\n\n5️⃣ Sektor yang Diuntungkan 📈\n🔥 Export-based\n• Batu bara\n• Emas\n• Migas\n• Pulp & paper\n\nLogic-nya sederhana:\n➡️ jual pakai USD\n➡️ biaya pakai Rupiah\n= margin naik otomatis\n\n6️⃣ Insight Penting\nIni bukan soal “market turun”\n\nIni soal:\n👉 rotasi sektor\n\nUang tidak keluar…\n➡️ tapi pindah\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Defensif\nHindari:\n• utang dolar besar\n• ketergantungan impor tinggi\n\n🗓️ Skenario Rotasi\nFokus ke:\n• eksportir\n• komoditas\n👉 riding strength USD\n\n🗓️ Skenario Aman\nKalau market terlalu liar:\n➡️ cash is position\nJangan dipaksa trading\n\n8️⃣ Kesimpulan\nRupiah di 17.400 itu bukan angka biasa.\nIni sinyal:\n➡️ global risk lagi tinggi\n➡️ arus dana lagi shifting\n\nDi kondisi seperti ini:\nYang kalah = yang salah sektor\nYang menang = yang ikut arus\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #USD #MakroEkonomi #Komoditas", "post_id": "3890125522068587718_52512310886"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 403.5234379267236, "y": 689.394170558975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 718.99452021038, "y": 346.6162042646709, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 763.5887699368556, "y": 883.9702616202758, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 622.164988809618, "y": 281.50752708694125, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "motive.insight", "attributes": {"label": "motive.insight", "x": 933.2731592042201, "y": 341.52926394867865, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7634864483600747796", "id": "motive.insight", "source": "tiktok-000001", "content": "2030 Jadi Gembel atau Kaya Baru? 😱📉 Steven Anderson kasih peringatan keras! Kalau kamu masih setia simpan semua uang di tabungan (Fiat) tanpa punya Bitcoin atau Emas, siap-siap nilai kekayaanmu tergerus inflasi di tahun 2030. Kenapa harus waspada? ✅ Rupiah melemah terhadap Dollar. ✅ Harga minyak & bahan pokok makin mahal. ✅ Krisis ekonomi 100 tahun sekali sedang mengintai. Strateginya simpel: Jangan cuma kerja buat uang, tapi pindahkan hasil kerjamu ke aset yang nggak bisa dicetak sembarangan oleh pemerintah. Emas untuk keamanan, Bitcoin untuk pertumbuhan. Pilih mana: Sabar akumulasi sekarang, atau menyesal jadi 'gembel' di masa depan? 🔥     #AplikasiAjaib #RumahClipper #RumahClipperAjaib #emas #investasiemas", "post_id": "7634864483600747796"}}, {"key": "rumahclipper.official", "attributes": {"label": "rumahclipper.official", "x": 458.12975918741483, "y": 371.36695938060996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7788, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634864483600747796", "id": "rumahclipper.official", "source": "tiktok-000001", "content": "2030 Jadi Gembel atau Kaya Baru? 😱📉 Steven Anderson kasih peringatan keras! Kalau kamu masih setia simpan semua uang di tabungan (Fiat) tanpa punya Bitcoin atau Emas, siap-siap nilai kekayaanmu tergerus inflasi di tahun 2030. Kenapa harus waspada? ✅ Rupiah melemah terhadap Dollar. ✅ Harga minyak & bahan pokok makin mahal. ✅ Krisis ekonomi 100 tahun sekali sedang mengintai. Strateginya simpel: Jangan cuma kerja buat uang, tapi pindahkan hasil kerjamu ke aset yang nggak bisa dicetak sembarangan oleh pemerintah. Emas untuk keamanan, Bitcoin untuk pertumbuhan. Pilih mana: Sabar akumulasi sekarang, atau menyesal jadi 'gembel' di masa depan? 🔥     #AplikasiAjaib #RumahClipper #RumahClipperAjaib #emas #investasiemas", "post_id": "7634864483600747796"}}, {"key": "ajaibinvestasi", "attributes": {"label": "ajaibinvestasi", "x": 839.3437160925532, "y": 465.6664801289536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7788, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634864483600747796", "id": "ajaibinvestasi", "source": "tiktok-000001", "content": "2030 Jadi Gembel atau Kaya Baru? 😱📉 Steven Anderson kasih peringatan keras! Kalau kamu masih setia simpan semua uang di tabungan (Fiat) tanpa punya Bitcoin atau Emas, siap-siap nilai kekayaanmu tergerus inflasi di tahun 2030. Kenapa harus waspada? ✅ Rupiah melemah terhadap Dollar. ✅ Harga minyak & bahan pokok makin mahal. ✅ Krisis ekonomi 100 tahun sekali sedang mengintai. Strateginya simpel: Jangan cuma kerja buat uang, tapi pindahkan hasil kerjamu ke aset yang nggak bisa dicetak sembarangan oleh pemerintah. Emas untuk keamanan, Bitcoin untuk pertumbuhan. Pilih mana: Sabar akumulasi sekarang, atau menyesal jadi 'gembel' di masa depan? 🔥     #AplikasiAjaib #RumahClipper #RumahClipperAjaib #emas #investasiemas", "post_id": "7634864483600747796"}}, {"key": "netawinaa", "attributes": {"label": "netawinaa", "x": 371.4039052802274, "y": 444.1925765096657, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632977010729487623", "id": "netawinaa", "source": "tiktok-000001", "content": "BRI Consumer Expo 2026 hadir di Surabaya !🥳 📍 Mall Ciputra World Surabaya 🗓️ 24 - 26 April 2026 ⏰ 10.00 WIB - 21.00 WIB berbagai penawaran menarik khusus buat kalian  dan banyak promo spesial pada saat event  🏠KPR mulai 1,75% fix 1 thn* 🚗KKB 2.85% ✈️Travel Fair, Cashback hingga 8 juta rupiah Dannnn hadiah langsung voucher total puluhan juta rupiah, Jangan lewatkan kesempatan emas ini✨🤩 #MudahCepatPunyaRumah #BRIConsumerExpo2026  BRI", "post_id": "7632977010729487623"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 898.389736140586, "y": 255.6900774630566, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632977010729487623", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "BRI Consumer Expo 2026 hadir di Surabaya !🥳 📍 Mall Ciputra World Surabaya 🗓️ 24 - 26 April 2026 ⏰ 10.00 WIB - 21.00 WIB berbagai penawaran menarik khusus buat kalian  dan banyak promo spesial pada saat event  🏠KPR mulai 1,75% fix 1 thn* 🚗KKB 2.85% ✈️Travel Fair, Cashback hingga 8 juta rupiah Dannnn hadiah langsung voucher total puluhan juta rupiah, Jangan lewatkan kesempatan emas ini✨🤩 #MudahCepatPunyaRumah #BRIConsumerExpo2026  BRI", "post_id": "7632977010729487623"}}, {"key": "amminurbaits", "attributes": {"label": "amminurbaits", "x": 896.5127528673395, "y": 778.8459206552941, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "7282269761650691333", "id": "amminurbaits", "source": "tiktok-000001", "content": "“Tidaklah halal transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli, tidak boleh ada dua syarat dalam satu transaksi jual beli, tidaklah halal keuntungan yang didapatkan tanpa adanya tanggung jawab untuk menanggung kerugian, dan engkau tidak boleh menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Daud, no. 3506; hadis hasan) Dalam hadis di atas, kita jumpai beberapa transaksi yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya adalah transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli. Maksudnya adalah menjual suatu barang, dengan syarat, pembeli akan memberi piutang kepada penjual. Misalnya: Ada orang yang berkata kepada kita, “Juallah bukumu kepadaku, nanti aku akan memberi piutang kepadamu sebanyak seratus ribu rupiah.” 𝐒𝐩𝐨𝐧𝐬𝐨𝐫𝐞𝐝 𝐛𝐲: KEBUNDINAR.com - Jual beli emas sesuai syariah, yadan bi yadin.   Kunjungi outlet Kebun Dinar di: 1. Cikini Gold Center Lantai Ground 11 (Jakarta) 2. ITC Depok Lantai Ground C36 (Depok) Bagi yang berada di luar kota, Kebun Dinar insyaallah siap membantu dengan akad wakalah sesuai syariat. — Dukung media dakwah ANB Channel dengan cara subscribe/follow, like, comment dan share. Semoga semakin banyak yang mendapatkan manfaat. Mau iklan di anb channel? Segera hubungi kami di wa.me/6281227573434 • Youtube: ANB Channel • Instagram:  • Facebook: Ammi Nur Baits • Telegram: ANB Channel (t.me/anbofficial) #ustadzamminurbaits #indonesia #doa #transaksi #muamalah #rabiulawal #doaseharihari #jualbeli #bisnis  #keluarga #yogyakarta #jakarta #bebetter #syariat #islami #ibadah #halal #haram #reels", "post_id": "7282269761650691333"}}, {"key": "kebun1000dinar", "attributes": {"label": "kebun1000dinar", "x": 873.964973362277, "y": 377.0604653287185, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7282269761650691333", "id": "kebun1000dinar", "source": "tiktok-000001", "content": "“Tidaklah halal transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli, tidak boleh ada dua syarat dalam satu transaksi jual beli, tidaklah halal keuntungan yang didapatkan tanpa adanya tanggung jawab untuk menanggung kerugian, dan engkau tidak boleh menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Daud, no. 3506; hadis hasan) Dalam hadis di atas, kita jumpai beberapa transaksi yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya adalah transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli. Maksudnya adalah menjual suatu barang, dengan syarat, pembeli akan memberi piutang kepada penjual. Misalnya: Ada orang yang berkata kepada kita, “Juallah bukumu kepadaku, nanti aku akan memberi piutang kepadamu sebanyak seratus ribu rupiah.” 𝐒𝐩𝐨𝐧𝐬𝐨𝐫𝐞𝐝 𝐛𝐲: KEBUNDINAR.com - Jual beli emas sesuai syariah, yadan bi yadin.   Kunjungi outlet Kebun Dinar di: 1. Cikini Gold Center Lantai Ground 11 (Jakarta) 2. ITC Depok Lantai Ground C36 (Depok) Bagi yang berada di luar kota, Kebun Dinar insyaallah siap membantu dengan akad wakalah sesuai syariat. — Dukung media dakwah ANB Channel dengan cara subscribe/follow, like, comment dan share. Semoga semakin banyak yang mendapatkan manfaat. Mau iklan di anb channel? Segera hubungi kami di wa.me/6281227573434 • Youtube: ANB Channel • Instagram:  • Facebook: Ammi Nur Baits • Telegram: ANB Channel (t.me/anbofficial) #ustadzamminurbaits #indonesia #doa #transaksi #muamalah #rabiulawal #doaseharihari #jualbeli #bisnis  #keluarga #yogyakarta #jakarta #bebetter #syariat #islami #ibadah #halal #haram #reels", "post_id": "7282269761650691333"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 198.61976221358603, "y": 980.6551895819674, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1456715869585563", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi melemah ke level Rp17.550 per USD pada perdagangan pekan depan. \n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta penguatan dolar AS.\n\n\"Kemudian kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550,\" ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (3/5/2026). \n\nIbrahim menjelaskan, penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global keluar dari aset berisiko di negara berkembang dan beralih ke dolar AS.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/tekanan-geopolitik-berlanjut-rupiah-berpotensi-tembus-rp17550-pekan-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1456715869585563"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 808.7335915765449, "y": 349.26551348477653, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1456715869585563", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi melemah ke level Rp17.550 per USD pada perdagangan pekan depan. \n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta penguatan dolar AS.\n\n\"Kemudian kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550,\" ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (3/5/2026). \n\nIbrahim menjelaskan, penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global keluar dari aset berisiko di negara berkembang dan beralih ke dolar AS.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/tekanan-geopolitik-berlanjut-rupiah-berpotensi-tembus-rp17550-pekan-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1456715869585563"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 817.8319988941693, "y": 454.83539197947186, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 288.53839760431197, "y": 762.7508452064272, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 446.22067024507606, "y": 270.77531811071265, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 114.46638045910551, "y": 508.7135133665821, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "@InvestorHabits", "attributes": {"label": "@InvestorHabits", "x": 30.96624548852489, "y": 769.2336075614683, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "g_Fob4dgBqs", "id": "@InvestorHabits", "source": "youtube-000001", "content": "Nabung Bitcoin 20 Juta/Bulan Worth It?\n\nPada video kali ini aku membantu melakukan perhitungan salah satu portofolio investasi Bitcoin subscriberku. Aku menggunakan kalkulator dengan basis Bitcoin Power Law chart dimana tool tersebut dapat membantu menakar projeksi perkembangan portofolio Bitcoin kita di masa depan. Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata menabung hanya 20 juta perbulan di Bitcoin bisa membawa kita menjadi seorang multi miliarder di masa depan. Bagi teman-teman yang ingin tutorial menggunakan berbagai platform keuangan dan investasi, kamu boleh mampir ke playlist-playlist yang ada di channel Investor Habits ini yaa. 😁\n\n🎫 Referal\nOneKey: HABITS (Discount up to 5%)\nLink beli OneKey: https://onekey.so/r/HABITS/shop\nTangem: HABITS (Discount 10%)\nLink beli Tangem: https://tangem.com/en/pricing/?promoc... \nDepositoBPR Komunal: HABITS (Kamu dapat bonus 100k)\nMakmur: HABITS\nPintu: daniellianto\nTokocrypto: 4471495E (Kamu dapat 10% trading commission)\nNanovest: Daniellia152\nBybit: XJQ3ZG\nPluang: DANI721737\nIndodax: https://indodax.com/ref/daniellianto/1\nBinance: GRO_14352_SNN4V (Kamu dapat bonus 50USDT)\nBibit: habits (Kamu dapat bonus 25k)\nUangme: 6999 (Kamu dapat bonus 5k)\nNeobank: 6JH6M2 (Kamu dapat Kupon Experience Neo Now)\nAjaib: dani132 (Kamu dapat bonus saham)\nEasycash: PKWq4UO\nPintu: Daniellianto\nSeabank: SYMG43\nBlu: DANIEX104\nTanamDuit: DANIE00NXGV\nAsetku: TDM9F\nZipmex: 1F2nnxtF4g\nKoinworks: a95017 (Kamu dapat bonus 150k koin)\nRupiah Cepat: RWKGST\nAladin: 2L9AEK (Kamu dapat bonus 15k)\nModal Rakyat: DANI714140\nAmartha: DAN152245\nBank Jago: DAN3D35B\nAkseleran: AKSLDANIEL228371 (Kamu dapat bonus 100k)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   \nBMoney: REF-VHQVZ (Kamu dapat bonus 5k)\nTMRW: M01390127082\n\n📕 Please Visit\nhttps://investorhabits.id/\n\n📩 Business Enquiries\nPlease kindly email : investorhabits\n\n💰 Support Investor Habits\nhttps://trakteer.id/investorhabits\n\n🥇 Subscribe Investor Habits\n   /   \n\n📚 Social Media\nTiktok : https://vt.tiktok.com/ZSJu3Ej2X/\nInstagram:   / danielliantoo  \nInstagram:   / investorhabits  \nLinkedIn:   / daniellianto  \nLinkedIn:   / investorhabits  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n▶️ Playlist\n💸 Investasi\n(Sharing mengenai personal finance oleh Daniel Lianto)\n   • Personal Finance  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n📙 Belajar Digital Marketing Tiktok\nhttps://bit.ly/TiktokHabits\n\n📗 Belajar Digital Marketing Instagram\nhttps://bit.ly/InstagramHabits\n\n[Tags]\nnabung bitcoin,beli bitcoin,invest bitcoin,cicil bitcoin,borong bitcoin,bitcoin,portofolio bitcoin,investasi bitcoin,bitcoin untuk pemula,daniel lianto,investor habits,timothy ronald,kalimasada,akademi crypto", "post_id": "g_Fob4dgBqs"}}, {"key": "investorhabits", "attributes": {"label": "investorhabits", "x": 907.6525273492338, "y": 648.1999493572133, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6078, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "g_Fob4dgBqs", "id": "investorhabits", "source": "youtube-000001", "content": "Nabung Bitcoin 20 Juta/Bulan Worth It?\n\nPada video kali ini aku membantu melakukan perhitungan salah satu portofolio investasi Bitcoin subscriberku. Aku menggunakan kalkulator dengan basis Bitcoin Power Law chart dimana tool tersebut dapat membantu menakar projeksi perkembangan portofolio Bitcoin kita di masa depan. Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata menabung hanya 20 juta perbulan di Bitcoin bisa membawa kita menjadi seorang multi miliarder di masa depan. Bagi teman-teman yang ingin tutorial menggunakan berbagai platform keuangan dan investasi, kamu boleh mampir ke playlist-playlist yang ada di channel Investor Habits ini yaa. 😁\n\n🎫 Referal\nOneKey: HABITS (Discount up to 5%)\nLink beli OneKey: https://onekey.so/r/HABITS/shop\nTangem: HABITS (Discount 10%)\nLink beli Tangem: https://tangem.com/en/pricing/?promoc... \nDepositoBPR Komunal: HABITS (Kamu dapat bonus 100k)\nMakmur: HABITS\nPintu: daniellianto\nTokocrypto: 4471495E (Kamu dapat 10% trading commission)\nNanovest: Daniellia152\nBybit: XJQ3ZG\nPluang: DANI721737\nIndodax: https://indodax.com/ref/daniellianto/1\nBinance: GRO_14352_SNN4V (Kamu dapat bonus 50USDT)\nBibit: habits (Kamu dapat bonus 25k)\nUangme: 6999 (Kamu dapat bonus 5k)\nNeobank: 6JH6M2 (Kamu dapat Kupon Experience Neo Now)\nAjaib: dani132 (Kamu dapat bonus saham)\nEasycash: PKWq4UO\nPintu: Daniellianto\nSeabank: SYMG43\nBlu: DANIEX104\nTanamDuit: DANIE00NXGV\nAsetku: TDM9F\nZipmex: 1F2nnxtF4g\nKoinworks: a95017 (Kamu dapat bonus 150k koin)\nRupiah Cepat: RWKGST\nAladin: 2L9AEK (Kamu dapat bonus 15k)\nModal Rakyat: DANI714140\nAmartha: DAN152245\nBank Jago: DAN3D35B\nAkseleran: AKSLDANIEL228371 (Kamu dapat bonus 100k)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   \nBMoney: REF-VHQVZ (Kamu dapat bonus 5k)\nTMRW: M01390127082\n\n📕 Please Visit\nhttps://investorhabits.id/\n\n📩 Business Enquiries\nPlease kindly email : investorhabits\n\n💰 Support Investor Habits\nhttps://trakteer.id/investorhabits\n\n🥇 Subscribe Investor Habits\n   /   \n\n📚 Social Media\nTiktok : https://vt.tiktok.com/ZSJu3Ej2X/\nInstagram:   / danielliantoo  \nInstagram:   / investorhabits  \nLinkedIn:   / daniellianto  \nLinkedIn:   / investorhabits  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n▶️ Playlist\n💸 Investasi\n(Sharing mengenai personal finance oleh Daniel Lianto)\n   • Personal Finance  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n📙 Belajar Digital Marketing Tiktok\nhttps://bit.ly/TiktokHabits\n\n📗 Belajar Digital Marketing Instagram\nhttps://bit.ly/InstagramHabits\n\n[Tags]\nnabung bitcoin,beli bitcoin,invest bitcoin,cicil bitcoin,borong bitcoin,bitcoin,portofolio bitcoin,investasi bitcoin,bitcoin untuk pemula,daniel lianto,investor habits,timothy ronald,kalimasada,akademi crypto", "post_id": "g_Fob4dgBqs"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 335.5739821697766, "y": 336.75941316449456, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 739.9565915871509, "y": 33.41856580096203, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 784.1699844861894, "y": 488.21971742957146, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 507.64326338317466, "y": 683.8749179754332, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 934.844196267511, "y": 627.9356319960046, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 582.4253354789419, "y": 544.1919050982791, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 535.5048188604054, "y": 605.2306986174747, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 630.6072029063652, "y": 976.924481825818, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 448.5965347936748, "y": 677.8506953365938, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 156.22320579826987, "y": 58.33224946199622, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 318.9727598868906, "y": 390.609680966637, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7788, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 198.2833485684501, "y": 564.1533928869322, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "WyJVKCusHqw", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "KEMBALI TERTEKAN! Rupiah Melemah ke Rp17.300 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah ke level 17.300-an per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar global menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.\n\nBerdasarkan data RTI Business, rupiah pada Rabu siang melemah 0,44 persen ke posisi 17.312 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,26 persen di level 17.255, sebelum akhirnya tertekan lebih dalam hingga sempat menyentuh 17.334 per dolar AS secara intraday.\n\nSementara itu, indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat ke level 98,646, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WyJVKCusHqw"}}], "edges": [{"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DTech693923", "source": "DTech693923", "target": "indrawxyz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Pegadaian", "source": "Pegadaian", "target": "urcribby", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Pegadaian", "source": "Pegadaian", "target": "urcribby", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "6ur3ckv4n8345", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "BarisanOpOsisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ike_hw71", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArdieSuhardi321", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "L1L178", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "SemutMerah2024", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "renatanewbie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PecintaSejarah2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "susno2g", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "JimlyAs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "mohmahfudmd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ntv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KompasTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Yusrilihza_Mhd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tvOneNews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "kompolnas_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "arin_dc", "source": "arin_dc", "target": "LAPOR1708", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Xoen_ni", "source": "Xoen_ni", "target": "Wandystjk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "source": "ndah_345yw1n", "target": "bgkiting", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "innovaraibon", "source": "innovaraibon", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "triwul82", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Muslim_AntiPKI9", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KPK_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KejaksaanRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KapudS640", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "BiLLRaY2019", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "MichelAdam1515", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "alisyarief", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "yaniarsim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "shintampubolon", "source": "shintampubolon", "target": "valenttt____", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "motive.insight", "source": "motive.insight", "target": "rumahclipper.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "motive.insight", "source": "motive.insight", "target": "ajaibinvestasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netawinaa", "source": "netawinaa", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amminurbaits", "source": "amminurbaits", "target": "kebun1000dinar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amminurbaits", "source": "amminurbaits", "target": "kebun1000dinar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amminurbaits", "source": "amminurbaits", "target": "amminurbaits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestorHabits", "source": "@InvestorHabits", "target": "investorhabits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestorHabits", "source": "@InvestorHabits", "target": "investorhabits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestorHabits", "source": "@InvestorHabits", "target": "investorhabits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}