{"nodes": [{"key": "Mayatanakagung", "attributes": {"label": "Mayatanakagung", "x": 310.42761382781026, "y": 786.5234669513507, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051085878861365733", "id": "Mayatanakagung", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "Masdjodi1", "x": 387.99124067462486, "y": 648.9736228371673, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.6055, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051085878861365733", "id": "Masdjodi1", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "_haye_", "attributes": {"label": "_haye_", "x": 578.6621116368049, "y": 632.6402242376563, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.6055, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051085878861365733", "id": "_haye_", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "wahyukencono", "attributes": {"label": "wahyukencono", "x": 866.0254167201332, "y": 409.0242471075775, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "wahyukencono", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 306.6495820059845, "y": 267.92400161899945, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.9265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "Take_Niggasaki", "attributes": {"label": "Take_Niggasaki", "x": 827.3604596276725, "y": 74.8061295998066, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051144995504324873", "id": "Take_Niggasaki", "source": "tweet-000004", "content": "Punya keponakan ga guna banget.\nIni ga ada yg berani kasih paham pak Prab kalo bunga kredit bank tergantung pada cost of fund+ops+profit? BI rate aja udah 4,75% Nanti perbankan hancur dibuat orang ini.", "post_id": "2051144995504324873"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 685.4728386540694, "y": 443.45702334717606, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.0869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051144995504324873", "id": "aldotjahjadi8", "source": "tweet-000004", "content": "Punya keponakan ga guna banget.\nIni ga ada yg berani kasih paham pak Prab kalo bunga kredit bank tergantung pada cost of fund+ops+profit? BI rate aja udah 4,75% Nanti perbankan hancur dibuat orang ini.", "post_id": "2051144995504324873"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 906.791203509108, "y": 103.72358794372971, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051192914043167088", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 348.36268523248157, "y": 735.0758474419076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051192914043167088", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 926.2737619828747, "y": 588.5784050324551, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3885170685946159762_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Menkeu Purbaya Pede Ekonomi RI ‘Nyundul’ 8% dalam 3 Tahun, Angin Segar Buat IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pidato optimistis… ini narasi makro yang bisa jadi bahan bakar besar buat market kalau terealisasi. Dan kalau benar ekonomi menuju 8%, banyak sektor bisa ikut pesta. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa melempar target berani:\n✅ Pertumbuhan Q1–Q2 2026 di sekitar 5,5%\n✅ Dalam 2–3 tahun dibidik bisa tembus 8%\n✅ Mesin utamanya: sektor swasta + belanja pemerintah + reformasi struktur ekonomi\n\n2️⃣ Kenapa Ini Besar?\nKarena pertumbuhan ekonomi = bahan bakar laba emiten.\n\nSaat PDB naik: → konsumsi tumbuh\n→ kredit naik\n→ investasi meningkat\n→ laba korporasi bisa ikut terdongkrak\n\n3️⃣ Potensi Pemenang 📈\nKalau narasi ini jalan, sektor yang paling diuntungkan biasanya:\n🏦 Big Banks\nKredit ekspansi bisa meledak.\n\n🛒 Consumer Goods & Retail\nDaya beli naik = revenue ikut tumbuh.\n\n🏗️ Infrastruktur & Properti\nBelanja pembangunan bisa jadi katalis besar.\n\n4️⃣ Yang Perlu Diwaspadai ⚠️\nTapi target 8% masih proyeksi.\nDan market tahu bedanya narasi dengan realisasi.\n\nRisiko yang perlu dipantau: \n• eksekusi belanja pemerintah\n• pertumbuhan kredit riil\n• kondisi global/resesi eksternal\n• realisasi data PDB kuartalan\n\n5️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Investor Long Term\nNarasi seperti ini cocok buat akumulasi bertahap di saham fundamental.\n\n🗓️ Swing Trader\nPantau rilis data PDB Mei.\n\n🗓️ Defensif\nTetap diversifikasi.\n\n6️⃣ Insight Penting\nYang menarik dari target 8% bukan angkanya…\nTapi pesan di baliknya.\nPemerintah sedang mencoba membangun confidence narrative.\n\n7️⃣ Kesimpulan\nTarget pertumbuhan 8% jelas sentimen positif buat IHSG.\n\nKalau terealisasi, potensi efek dominonya besar: \n✅ laba emiten naik\n✅ inflow asing terbuka\n✅ valuasi pasar bisa rerating\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #EkonomiIndonesia #PDB8Persen #BBCA #BMRI", "post_id": "3885170685946159762_52512310886"}}, {"key": "dpc.demokratta", "attributes": {"label": "dpc.demokratta", "x": 408.4766935466315, "y": 572.4982581878234, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7618809706038955285", "id": "dpc.demokratta", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "teukuriefky", "attributes": {"label": "teukuriefky", "x": 512.5532967298351, "y": 739.2856161680979, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "teukuriefky", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "Partai", "attributes": {"label": "Partai", "x": 237.56376681391734, "y": 992.6694711131448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "Partai", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "Demokrat", "attributes": {"label": "Demokrat", "x": 243.5728653731637, "y": 256.4312521366231, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "Demokrat", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "ekraf.ri", "x": 337.9583219007342, "y": 422.88207295859394, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "ekraf.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 505.54119782790264, "y": 801.6080188230762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "PerekonomianRI", "x": 170.02962739084813, "y": 155.7772992743298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "PerekonomianRI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "@WealthEmpir", "attributes": {"label": "@WealthEmpir", "x": 833.3487511457007, "y": 743.3154346993039, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "V7Vn9InaQSw", "id": "@WealthEmpir", "source": "youtube-000001", "content": "Guyana baru saja menemukan tambang tembaga terbesar. Tidak ada yang membicarakannya?\n\nGuyana dengan cepat muncul sebagai salah satu kisah sumber daya terpenting di dunia, didorong oleh produksi minyak lepas pantainya yang masif di Blok Stabroek dan meningkatnya perhatian pada potensi mineral daratnya yang belum dimanfaatkan.\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas\n\nDalam video ini, kami menguraikan perkembangan nyata yang terjadi di dalam Perisai Guyana — salah satu wilayah geologi yang paling kurang dieksplorasi di Amerika Selatan — di mana sistem emas semakin dikaitkan dengan kredit tembaga dan potensi penambangan jangka panjang.\n\nKami meneliti dua proyek utama yang saat ini sedang berjalan pada tahun 2026:\n• Proyek Emas dan Tembaga Groete (Gold Port Corporation) dengan izin penambangan yang diperbarui, rekonstruksi kamp yang aktif, dan basis sumber daya terinferensi yang telah ditentukan.\n\n• Proyek Emas Toroparu (Aris Mining) yang sedang dalam tahap pra-kelayakan setelah hasil ekonomi yang kuat menunjukkan potensi produksi jangka panjang dengan produk sampingan emas, perak, dan tembaga yang signifikan.\n\nBersamaan dengan itu, kami menganalisis produksi minyak Guyana yang memecahkan rekor, mendekati satu juta barel per hari, dan implikasi yang lebih luas dari penggabungan dominasi energi lepas pantai dengan pengembangan mineral di darat.\n\nIni bukan sensasi atau spekulasi — ini adalah analisis mendalam berdasarkan laporan perusahaan yang terverifikasi, konteks geologis, dan pembaruan pemerintah hingga April 2026.\n\nApakah Guyana menjadi kekuatan ganda dalam sumber daya energi dan logam?\n\nPertambangan Guyana 2026, deposit emas Perisai Guiana, potensi tembaga Guyana, proyek pertambangan emas Guyana, pembaruan proyek Toroparu, Proyek Emas Tembaga Groete, produksi minyak Guyana 2026, produksi Blok Stabroek, Aris Mining Guyana, Gold Port Corporation Guyana, eksplorasi pertambangan Amerika Selatan, produk sampingan tembaga dan emas, permintaan mineral kritis tembaga, sumber daya geologi Guyana, wilayah emas yang belum banyak dieksplorasi, sumber daya pertumbuhan ekonomi Guyana\nBerlangganan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru\n\nhttps://youtube.com/?si=N...\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas #PertambanganTembaga #MinyakGuyana #BlokStabroek #BeritaPertambangan #MineralKritis #ArisMining #EksplorasiEmas #PertambanganAmerikaSelatan #LedakanSumberDaya #Geologi #BeritaEnergi #Pertambangan2026 #PermintaanTembaga #SumberDayaAlam #PertumbuhanEkonomi #EksplorasiPertambangan\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi, dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Semua informasi didasarkan pada sumber yang tersedia untuk umum per April 2026. Sumber daya mineral yang disebutkan bukanlah cadangan dan tidak menjamin kelayakan ekonomi. Pemirsa harus melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan apa pun.", "post_id": "V7Vn9InaQSw"}}, {"key": "WealthEmpir", "attributes": {"label": "WealthEmpir", "x": 817.3108129397201, "y": 886.3921768245893, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V7Vn9InaQSw", "id": "WealthEmpir", "source": "youtube-000001", "content": "Guyana baru saja menemukan tambang tembaga terbesar. Tidak ada yang membicarakannya?\n\nGuyana dengan cepat muncul sebagai salah satu kisah sumber daya terpenting di dunia, didorong oleh produksi minyak lepas pantainya yang masif di Blok Stabroek dan meningkatnya perhatian pada potensi mineral daratnya yang belum dimanfaatkan.\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas\n\nDalam video ini, kami menguraikan perkembangan nyata yang terjadi di dalam Perisai Guyana — salah satu wilayah geologi yang paling kurang dieksplorasi di Amerika Selatan — di mana sistem emas semakin dikaitkan dengan kredit tembaga dan potensi penambangan jangka panjang.\n\nKami meneliti dua proyek utama yang saat ini sedang berjalan pada tahun 2026:\n• Proyek Emas dan Tembaga Groete (Gold Port Corporation) dengan izin penambangan yang diperbarui, rekonstruksi kamp yang aktif, dan basis sumber daya terinferensi yang telah ditentukan.\n\n• Proyek Emas Toroparu (Aris Mining) yang sedang dalam tahap pra-kelayakan setelah hasil ekonomi yang kuat menunjukkan potensi produksi jangka panjang dengan produk sampingan emas, perak, dan tembaga yang signifikan.\n\nBersamaan dengan itu, kami menganalisis produksi minyak Guyana yang memecahkan rekor, mendekati satu juta barel per hari, dan implikasi yang lebih luas dari penggabungan dominasi energi lepas pantai dengan pengembangan mineral di darat.\n\nIni bukan sensasi atau spekulasi — ini adalah analisis mendalam berdasarkan laporan perusahaan yang terverifikasi, konteks geologis, dan pembaruan pemerintah hingga April 2026.\n\nApakah Guyana menjadi kekuatan ganda dalam sumber daya energi dan logam?\n\nPertambangan Guyana 2026, deposit emas Perisai Guiana, potensi tembaga Guyana, proyek pertambangan emas Guyana, pembaruan proyek Toroparu, Proyek Emas Tembaga Groete, produksi minyak Guyana 2026, produksi Blok Stabroek, Aris Mining Guyana, Gold Port Corporation Guyana, eksplorasi pertambangan Amerika Selatan, produk sampingan tembaga dan emas, permintaan mineral kritis tembaga, sumber daya geologi Guyana, wilayah emas yang belum banyak dieksplorasi, sumber daya pertumbuhan ekonomi Guyana\nBerlangganan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru\n\nhttps://youtube.com/?si=N...\n\n#Guyana #GuianaShield #PertambanganEmas #PertambanganTembaga #MinyakGuyana #BlokStabroek #BeritaPertambangan #MineralKritis #ArisMining #EksplorasiEmas #PertambanganAmerikaSelatan #LedakanSumberDaya #Geologi #BeritaEnergi #Pertambangan2026 #PermintaanTembaga #SumberDayaAlam #PertumbuhanEkonomi #EksplorasiPertambangan\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi, dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Semua informasi didasarkan pada sumber yang tersedia untuk umum per April 2026. Sumber daya mineral yang disebutkan bukanlah cadangan dan tidak menjamin kelayakan ekonomi. Pemirsa harus melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan apa pun.", "post_id": "V7Vn9InaQSw"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 508.7318913854141, "y": 265.12812057778757, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 217.65579979393357, "y": 777.4883696714796, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 679.1945475141077, "y": 428.0935217718442, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 806.7981884124904, "y": 508.144328261412, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.759, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 364.4837226535331, "y": 438.2238425729933, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.759, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 917.2329275285842, "y": 300.20758560004913, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.759, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 798.8511145953202, "y": 103.204419354471, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.759, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 67.75378439780144, "y": 223.25078249229702, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.759, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 659.4302585550407, "y": 375.27624047123885, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.759, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 540.4954357233061, "y": 483.85692975005134, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 812.79832184142, "y": 47.88515370690971, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "attributes": {"label": "@InvestingTalkPodcast", "x": 532.8352599803643, "y": 559.9211335748706, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2846, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "00y76gngc8Q", "id": "@InvestingTalkPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Roblox RBLX Anjlok 24% - Potensi Kenaikan 125%! | Analisis Saham RBLX\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis Roblox Corp ($RBLX) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah RBLX layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\nRoblox Corporation menggerakkan saham Roblox, platform online populer tempat pengguna membuat, berbagi, dan memainkan game imersif melalui konten buatan pengguna, menarik komunitas pemain dan kreator global yang sangat besar. Dalam analisis saham RBLX ini, cerita fundamental menyoroti pertumbuhan pendapatan dan pemesanan yang stabil di tengah gesekan sementara dari inisiatif keselamatan, margin yang tangguh, arus kas operasional yang kuat yang melampaui kerugian yang dilaporkan, neraca keuangan yang kokoh dengan kas bersih yang melimpah, dan pengeluaran modal yang disiplin yang mendanai AI dan alat pengembang tanpa kesulitan. Keunggulan kompetitifnya berasal dari efek jaringan yang kuat dalam ekosistem UGC-nya, perpustakaan konten yang luas yang sulit ditiru, insentif kreator seperti pembayaran yang lebih tinggi untuk audiens yang lebih dewasa, dan biaya peralihan yang tinggi, yang membedakannya dari pesaing seperti Fortnite di saham game dan saham teknologi yang lebih luas.\n\nSaham Roblox baru-baru ini anjlok ke titik terendah setelah pengumuman pendapatan, dengan volume perdagangan yang tinggi menandai potensi kerugian bagi pemegang saham yang lemah, sekarang diperdagangkan di bawah rata-rata utama dalam pengaturan ulang yang dilihat oleh investor fundamental sebagai hal yang menarik. Sentimen analis beragam dalam jangka pendek tetapi cenderung konstruktif dalam jangka panjang, dengan banyak yang mempertahankan peringkat beli dan melihat potensi kenaikan dibandingkan saham metaverse, sementara arus investor menunjukkan institusi tetap bertahan meskipun ada penjualan saham oleh orang dalam di bawah program yang direncanakan. Katalis jangka pendek termasuk pendapatan yang akan datang untuk mengukur tren pengguna, peluncuran penuh verifikasi usia dan kontrol orang tua, potensi dorongan monetisasi iklan, persetujuan regulasi di pasar utama, dan dorongan makro dari pemulihan sektor game.\n\nRisiko utama adalah meningkatnya tuntutan hukum terkait keselamatan anak yang dapat meningkatkan biaya, ditambah persaingan dari Fortnite dan peluncuran besar seperti GTA VI yang mengikis keterlibatan jika peralihan ke pengguna yang lebih tua dengan monetisasi lebih tinggi terhenti. Secara keseluruhan, saham RBLX dapat mengungguli saham game karena platformnya yang semakin matang menghasilkan arus kas berkelanjutan dari ekonomi kreator yang kuat.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda sedang memantau S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), dan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk pedagang berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi dompet Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, Diversifikasi ETF, dan Mengelola Portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal....", "post_id": "00y76gngc8Q"}}, {"key": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "investingtalkpodcast", "x": 958.228252181078, "y": 628.0072703119654, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "00y76gngc8Q", "id": "investingtalkpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Roblox RBLX Anjlok 24% - Potensi Kenaikan 125%! | Analisis Saham RBLX\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis Roblox Corp ($RBLX) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah RBLX layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\nRoblox Corporation menggerakkan saham Roblox, platform online populer tempat pengguna membuat, berbagi, dan memainkan game imersif melalui konten buatan pengguna, menarik komunitas pemain dan kreator global yang sangat besar. Dalam analisis saham RBLX ini, cerita fundamental menyoroti pertumbuhan pendapatan dan pemesanan yang stabil di tengah gesekan sementara dari inisiatif keselamatan, margin yang tangguh, arus kas operasional yang kuat yang melampaui kerugian yang dilaporkan, neraca keuangan yang kokoh dengan kas bersih yang melimpah, dan pengeluaran modal yang disiplin yang mendanai AI dan alat pengembang tanpa kesulitan. Keunggulan kompetitifnya berasal dari efek jaringan yang kuat dalam ekosistem UGC-nya, perpustakaan konten yang luas yang sulit ditiru, insentif kreator seperti pembayaran yang lebih tinggi untuk audiens yang lebih dewasa, dan biaya peralihan yang tinggi, yang membedakannya dari pesaing seperti Fortnite di saham game dan saham teknologi yang lebih luas.\n\nSaham Roblox baru-baru ini anjlok ke titik terendah setelah pengumuman pendapatan, dengan volume perdagangan yang tinggi menandai potensi kerugian bagi pemegang saham yang lemah, sekarang diperdagangkan di bawah rata-rata utama dalam pengaturan ulang yang dilihat oleh investor fundamental sebagai hal yang menarik. Sentimen analis beragam dalam jangka pendek tetapi cenderung konstruktif dalam jangka panjang, dengan banyak yang mempertahankan peringkat beli dan melihat potensi kenaikan dibandingkan saham metaverse, sementara arus investor menunjukkan institusi tetap bertahan meskipun ada penjualan saham oleh orang dalam di bawah program yang direncanakan. Katalis jangka pendek termasuk pendapatan yang akan datang untuk mengukur tren pengguna, peluncuran penuh verifikasi usia dan kontrol orang tua, potensi dorongan monetisasi iklan, persetujuan regulasi di pasar utama, dan dorongan makro dari pemulihan sektor game.\n\nRisiko utama adalah meningkatnya tuntutan hukum terkait keselamatan anak yang dapat meningkatkan biaya, ditambah persaingan dari Fortnite dan peluncuran besar seperti GTA VI yang mengikis keterlibatan jika peralihan ke pengguna yang lebih tua dengan monetisasi lebih tinggi terhenti. Secara keseluruhan, saham RBLX dapat mengungguli saham game karena platformnya yang semakin matang menghasilkan arus kas berkelanjutan dari ekonomi kreator yang kuat.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda sedang memantau S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), dan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk pedagang berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi dompet Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, Diversifikasi ETF, dan Mengelola Portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal....", "post_id": "00y76gngc8Q"}}], "edges": [{"key": "Mayatanakagung", "source": "Mayatanakagung", "target": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mayatanakagung", "source": "Mayatanakagung", "target": "_haye_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wahyukencono", "source": "wahyukencono", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Take_Niggasaki", "source": "Take_Niggasaki", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "teukuriefky", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "Partai", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "Demokrat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@WealthEmpir", "source": "@WealthEmpir", "target": "WealthEmpir", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "source": "@InvestingTalkPodcast", "target": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}