{"nodes": [{"key": "wahyukencono", "attributes": {"label": "wahyukencono", "x": 642.4322625043429, "y": 666.9083554858515, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "wahyukencono", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 568.5716359130125, "y": 815.5853521188403, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "KerjaHasil_id", "x": 456.08720711499905, "y": 434.87480384996877, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049706225672269994", "id": "KerjaHasil_id", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026\n\nTarget di APBN: 5,4%\nProyeksi BI: 5,7%\nYang harus dicapai: 6%\n\nTekanan geopolitik? Selamat #kerjakerjakerja pemerintah #prabowogibran   \n\nBI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7 Persen pada 2026\nsumber: kumparan https://t.co/RiddMANN3m", "post_id": "2049706225672269994"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 259.83858292361816, "y": 801.8928920997871, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.9737, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049706225672269994", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026\n\nTarget di APBN: 5,4%\nProyeksi BI: 5,7%\nYang harus dicapai: 6%\n\nTekanan geopolitik? Selamat #kerjakerjakerja pemerintah #prabowogibran   \n\nBI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7 Persen pada 2026\nsumber: kumparan https://t.co/RiddMANN3m", "post_id": "2049706225672269994"}}, {"key": "gibran_tweet", "attributes": {"label": "gibran_tweet", "x": 815.5718914443629, "y": 405.9604336725541, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.9737, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049706225672269994", "id": "gibran_tweet", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026\n\nTarget di APBN: 5,4%\nProyeksi BI: 5,7%\nYang harus dicapai: 6%\n\nTekanan geopolitik? Selamat #kerjakerjakerja pemerintah #prabowogibran   \n\nBI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7 Persen pada 2026\nsumber: kumparan https://t.co/RiddMANN3m", "post_id": "2049706225672269994"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 41.80387951770304, "y": 331.90460944804954, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6213, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3885170685946159762_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Menkeu Purbaya Pede Ekonomi RI ‘Nyundul’ 8% dalam 3 Tahun, Angin Segar Buat IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pidato optimistis… ini narasi makro yang bisa jadi bahan bakar besar buat market kalau terealisasi. Dan kalau benar ekonomi menuju 8%, banyak sektor bisa ikut pesta. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa melempar target berani:\n✅ Pertumbuhan Q1–Q2 2026 di sekitar 5,5%\n✅ Dalam 2–3 tahun dibidik bisa tembus 8%\n✅ Mesin utamanya: sektor swasta + belanja pemerintah + reformasi struktur ekonomi\n\n2️⃣ Kenapa Ini Besar?\nKarena pertumbuhan ekonomi = bahan bakar laba emiten.\n\nSaat PDB naik: → konsumsi tumbuh\n→ kredit naik\n→ investasi meningkat\n→ laba korporasi bisa ikut terdongkrak\n\n3️⃣ Potensi Pemenang 📈\nKalau narasi ini jalan, sektor yang paling diuntungkan biasanya:\n🏦 Big Banks\nKredit ekspansi bisa meledak.\n\n🛒 Consumer Goods & Retail\nDaya beli naik = revenue ikut tumbuh.\n\n🏗️ Infrastruktur & Properti\nBelanja pembangunan bisa jadi katalis besar.\n\n4️⃣ Yang Perlu Diwaspadai ⚠️\nTapi target 8% masih proyeksi.\nDan market tahu bedanya narasi dengan realisasi.\n\nRisiko yang perlu dipantau: \n• eksekusi belanja pemerintah\n• pertumbuhan kredit riil\n• kondisi global/resesi eksternal\n• realisasi data PDB kuartalan\n\n5️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Investor Long Term\nNarasi seperti ini cocok buat akumulasi bertahap di saham fundamental.\n\n🗓️ Swing Trader\nPantau rilis data PDB Mei.\n\n🗓️ Defensif\nTetap diversifikasi.\n\n6️⃣ Insight Penting\nYang menarik dari target 8% bukan angkanya…\nTapi pesan di baliknya.\nPemerintah sedang mencoba membangun confidence narrative.\n\n7️⃣ Kesimpulan\nTarget pertumbuhan 8% jelas sentimen positif buat IHSG.\n\nKalau terealisasi, potensi efek dominonya besar: \n✅ laba emiten naik\n✅ inflow asing terbuka\n✅ valuasi pasar bisa rerating\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #EkonomiIndonesia #PDB8Persen #BBCA #BMRI", "post_id": "3885170685946159762_52512310886"}}, {"key": "investora.idn", "attributes": {"label": "investora.idn", "x": 485.36627378742827, "y": 649.1764579482689, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7557966032871099704", "id": "investora.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi 8,22% pada kuartal III/2025, didorong sektor manufaktur (+10%), jasa (+8,54%), dan tambang (+9,8%).  Inflasi stabil di 3,38%, dengan target pertumbuhan 8,3–8,5% tahun ini. Sebaliknya, ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan di 4,8–4,9%. ADB memangkas proyeksi RI dari 5% ke 4,9% untuk 2025, dengan 2026 hanya 5%. Pemerintah menyiapkan stimulus tambahan kuartal IV guna dorong konsumsi. Follow  untuk info lainnya. #Ekonomi #PasarModal #Investasi #sahamindonesia", "post_id": "7557966032871099704"}}, {"key": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "Investora.Idn", "x": 391.5597644577612, "y": 486.1977296043339, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7557966032871099704", "id": "Investora.Idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi 8,22% pada kuartal III/2025, didorong sektor manufaktur (+10%), jasa (+8,54%), dan tambang (+9,8%).  Inflasi stabil di 3,38%, dengan target pertumbuhan 8,3–8,5% tahun ini. Sebaliknya, ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan di 4,8–4,9%. ADB memangkas proyeksi RI dari 5% ke 4,9% untuk 2025, dengan 2026 hanya 5%. Pemerintah menyiapkan stimulus tambahan kuartal IV guna dorong konsumsi. Follow  untuk info lainnya. #Ekonomi #PasarModal #Investasi #sahamindonesia", "post_id": "7557966032871099704"}}, {"key": "telinga.anggota", "attributes": {"label": "telinga.anggota", "x": 48.67110317972223, "y": 947.5086554471045, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625994461306178837", "id": "telinga.anggota", "source": "tiktok-000001", "content": "Pengelolaan pendapatan negara kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan RI. Didik Haryadi menekankan bahwa meskipun realisasi penerimaan negara bukan pajak hingga triwulan I 2026 masih on track dengan penurunan sekitar 3 persen, hal ini tetap perlu menjadi perhatian serius. Ia menyoroti pengalihan sekitar Rp80 triliun ke Danantara sejak 2025, yang hingga kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan pendapatan negara. Pemerintah diminta memberikan evaluasi yang jelas terkait kontribusi dan proyeksi dari pengelolaan dana tersebut. Jika dampaknya tidak signifikan dan membutuhkan waktu panjang, kebijakan ini perlu dikaji ulang secara matang.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #purbaya #danantara #dprri #didikharyadi #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625994461306178837"}}, {"key": "Didik", "attributes": {"label": "Didik", "x": 526.7866162490375, "y": 527.2031253344152, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625994461306178837", "id": "Didik", "source": "tiktok-000001", "content": "Pengelolaan pendapatan negara kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan RI. Didik Haryadi menekankan bahwa meskipun realisasi penerimaan negara bukan pajak hingga triwulan I 2026 masih on track dengan penurunan sekitar 3 persen, hal ini tetap perlu menjadi perhatian serius. Ia menyoroti pengalihan sekitar Rp80 triliun ke Danantara sejak 2025, yang hingga kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan pendapatan negara. Pemerintah diminta memberikan evaluasi yang jelas terkait kontribusi dan proyeksi dari pengelolaan dana tersebut. Jika dampaknya tidak signifikan dan membutuhkan waktu panjang, kebijakan ini perlu dikaji ulang secara matang.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #purbaya #danantara #dprri #didikharyadi #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625994461306178837"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 100.90399096560986, "y": 724.1681500991828, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 87.92583755425176, "y": 704.6180556960031, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 313.83289245551083, "y": 149.95957605806254, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "N7ascnhyNNY", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "WOW! Di Tegah Gejolak Global! Ekonomi RI Triwulan 1-2026 Tumbuh 5,61 Persen | iNews Terkini\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,87 persen yoy. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).\n\nCapaian tersebut juga melampaui proyeksi konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,40 persen yoy. Meski demikian, secara kuartalan ekonomi Indonesia diperkirakan mengalami kontraksi sekitar 1,0 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Data ini dikutip dari CNBC Indonesia yang merilis laporan terbaru terkait kinerja ekonomi nasional awal tahun ini.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "N7ascnhyNNY"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 138.33542561106793, "y": 848.1230715859547, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N7ascnhyNNY", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "WOW! Di Tegah Gejolak Global! Ekonomi RI Triwulan 1-2026 Tumbuh 5,61 Persen | iNews Terkini\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,87 persen yoy. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).\n\nCapaian tersebut juga melampaui proyeksi konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,40 persen yoy. Meski demikian, secara kuartalan ekonomi Indonesia diperkirakan mengalami kontraksi sekitar 1,0 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Data ini dikutip dari CNBC Indonesia yang merilis laporan terbaru terkait kinerja ekonomi nasional awal tahun ini.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "N7ascnhyNNY"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 410.0949832144594, "y": 378.44229247858794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 524.4187760423638, "y": 729.5809308185584, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 406.044379867054, "y": 786.0964478706644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 611.7425223332265, "y": 963.2111687842722, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 730.629355093999, "y": 522.3338714253483, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 695.349012712001, "y": 465.43410020330276, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.458, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 169.80012824609136, "y": 448.0850202302361, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.458, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 326.9131028168396, "y": 499.0617572061129, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.458, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 677.5057157327211, "y": 796.7850022577776, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.458, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 401.0395039213631, "y": 706.1266963695506, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.458, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 813.2772180044275, "y": 547.9017238687493, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.458, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "@BullionInvestors", "attributes": {"label": "@BullionInvestors", "x": 788.5877014442996, "y": 870.6710870844885, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0517, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "v61CgBMnTas", "id": "@BullionInvestors", "source": "youtube-000001", "content": "$300 ATAU $500 PERAK? Anda Hanya Punya Beberapa Hari untuk Bersiap Menghadapi Apa yang Akan Datan...\n\nAlasdair Macleod berpendapat bahwa pasar perak sedang menuju krisis besar lainnya karena defisit pasokan yang berkepanjangan, yang kini memasuki tahun ketujuh, dengan perkiraan setinggi 300 juta ons. Pada saat yang sama, pengurangan pasokan, terutama dari Tiongkok, dan permintaan yang mendasarinya yang kuat memperketat pasar, yang dapat mendorong harga perak naik tajam ke kisaran $300-$500. Alasdair Macleod juga menghubungkan hal ini dengan kenaikan harga emas, menunjukkan bahwa kedua logam tersebut mencerminkan penurunan pesat daya beli dolar.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • China Importing RECORD Levels of SILVER, $...  \n\n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#alasdairmacleod #hargaperak #updatehargaperak #emas #prediksihargaemas #ledakanperak #analisishargaperak #hargaperak #prakiraanhargaperak #prediksihargaperak #hargaperak2026 #hargaperakhariini #prediksiperak #analisisperak #penumpukanperak #logammulia #hargalogammulia #pasarlogammulia #investasilogammulia #saluranlogammulia #logammulia #pasarlogammulia #hargaemas #prediksihargaemas #hargaemashariini #hargaemashariinipergram #updatehargaemas #investoremasbullion\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "v61CgBMnTas"}}, {"key": "CommodityCulture", "attributes": {"label": "CommodityCulture", "x": 392.95388564792324, "y": 922.5709450296916, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.8957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "v61CgBMnTas", "id": "CommodityCulture", "source": "youtube-000001", "content": "$300 ATAU $500 PERAK? Anda Hanya Punya Beberapa Hari untuk Bersiap Menghadapi Apa yang Akan Datan...\n\nAlasdair Macleod berpendapat bahwa pasar perak sedang menuju krisis besar lainnya karena defisit pasokan yang berkepanjangan, yang kini memasuki tahun ketujuh, dengan perkiraan setinggi 300 juta ons. Pada saat yang sama, pengurangan pasokan, terutama dari Tiongkok, dan permintaan yang mendasarinya yang kuat memperketat pasar, yang dapat mendorong harga perak naik tajam ke kisaran $300-$500. Alasdair Macleod juga menghubungkan hal ini dengan kenaikan harga emas, menunjukkan bahwa kedua logam tersebut mencerminkan penurunan pesat daya beli dolar.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • China Importing RECORD Levels of SILVER, $...  \n\n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#alasdairmacleod #hargaperak #updatehargaperak #emas #prediksihargaemas #ledakanperak #analisishargaperak #hargaperak #prakiraanhargaperak #prediksihargaperak #hargaperak2026 #hargaperakhariini #prediksiperak #analisisperak #penumpukanperak #logammulia #hargalogammulia #pasarlogammulia #investasilogammulia #saluranlogammulia #logammulia #pasarlogammulia #hargaemas #prediksihargaemas #hargaemashariini #hargaemashariinipergram #updatehargaemas #investoremasbullion\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "v61CgBMnTas"}}], "edges": [{"key": "wahyukencono", "source": "wahyukencono", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "gibran_tweet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "investora.idn", "source": "investora.idn", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "CommodityCulture", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}