{"nodes": [{"key": "Kamalrullah6", "attributes": {"label": "Kamalrullah6", "x": 699.1228779088731, "y": 888.6325401513056, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050010612248596779", "id": "Kamalrullah6", "source": "retweet-000002", "content": "Jadi meski perang menciptakan kondisi investor beralih ke safe haven seperti emas, tetap ada syarat dan ketentuannya yait…", "post_id": "2050010612248596779"}}, {"key": "Rudiyanto_zh", "attributes": {"label": "Rudiyanto_zh", "x": 903.8445743569271, "y": 349.9611118346708, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050010612248596779", "id": "Rudiyanto_zh", "source": "retweet-000002", "content": "Jadi meski perang menciptakan kondisi investor beralih ke safe haven seperti emas, tetap ada syarat dan ketentuannya yait…", "post_id": "2050010612248596779"}}, {"key": "Gieehad", "attributes": {"label": "Gieehad", "x": 512.4619806401906, "y": 946.1982119666134, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050546721441419661", "id": "Gieehad", "source": "retweet-000002", "content": "Emas dikenal sebagai safe haven atau tempat perlindungan para investor.\n\nTapi faktanya, sejak AS serang Iran di 28 Feb…", "post_id": "2050546721441419661"}}, {"key": "Blocknewsletter", "attributes": {"label": "Blocknewsletter", "x": 941.3432393278964, "y": 276.8471062888539, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050546721441419661", "id": "Blocknewsletter", "source": "retweet-000002", "content": "Emas dikenal sebagai safe haven atau tempat perlindungan para investor.\n\nTapi faktanya, sejak AS serang Iran di 28 Feb…", "post_id": "2050546721441419661"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "attributes": {"label": "QueenaleshaShop", "x": 4.802370716742943, "y": 375.37372604014394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "QueenaleshaShop", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "cukhurukuque", "x": 517.3749688760698, "y": 765.1061325108682, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "cukhurukuque", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "Xoen_ni", "attributes": {"label": "Xoen_ni", "x": 939.3386119489228, "y": 223.59695323826446, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050761701105312118", "id": "Xoen_ni", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah makin lemah = daya beli tabungan kamu ikut turun diam-diam 😭 Makanya penting banget punya aset yang nilainya ngikutin inflasi kayak emas. Sekarang beli emas udah bisa dari handphone kalian\nhttps://t.co/ZEbduiipHF", "post_id": "2050761701105312118"}}, {"key": "Wandystjk", "attributes": {"label": "Wandystjk", "x": 330.4717015522012, "y": 820.0849341307112, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050761701105312118", "id": "Wandystjk", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah makin lemah = daya beli tabungan kamu ikut turun diam-diam 😭 Makanya penting banget punya aset yang nilainya ngikutin inflasi kayak emas. Sekarang beli emas udah bisa dari handphone kalian\nhttps://t.co/ZEbduiipHF", "post_id": "2050761701105312118"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "attributes": {"label": "ndah_345yw1n", "x": 740.2796649564513, "y": 301.08798646144066, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "ndah_345yw1n", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "bgkiting", "attributes": {"label": "bgkiting", "x": 830.44652066019, "y": 847.8950571714289, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "bgkiting", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 434.1468700346682, "y": 769.5757625226948, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051566259012026538", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "shandimugiwara", "x": 126.31931991185851, "y": 136.99647294731244, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "shandimugiwara", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 293.33759167214936, "y": 824.1058969039553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "innovaraibon", "attributes": {"label": "innovaraibon", "x": 945.0736415642357, "y": 434.68661658833577, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050909866387288312", "id": "innovaraibon", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah lagi gak ada harga dirinya.\ntarik semua,beliin emas.\n120jt mu saat inj direkening,gak tau dalam 5-10 tahun lagi cuman bisa buat beli apa.", "post_id": "2050909866387288312"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 104.34189849768704, "y": 712.6700324971899, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050909866387288312", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "rupiah lagi gak ada harga dirinya.\ntarik semua,beliin emas.\n120jt mu saat inj direkening,gak tau dalam 5-10 tahun lagi cuman bisa buat beli apa.", "post_id": "2050909866387288312"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 198.59967921787103, "y": 625.9493403365145, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 0, "out_degree": 82, "degree": 82}, "_id": "2051212858176999776", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya yg disebut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051212858176999776"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 403.22087940977116, "y": 163.15134229726235, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051212858176999776", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya yg disebut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051212858176999776"}}, {"key": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "PngAdilnR4kyt", "x": 372.63119701894243, "y": 890.6883662839981, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051094459774079023", "id": "PngAdilnR4kyt", "source": "tweet-000004", "content": "Disimpan di Tiongkok, fee dari tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051094459774079023"}}, {"key": "triwul82", "attributes": {"label": "triwul82", "x": 197.04007000032408, "y": 660.22813741678, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051098759510258088", "id": "triwul82", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja menyengsarakan WNI demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051098759510258088"}}, {"key": "Muslim_AntiPKI9", "attributes": {"label": "Muslim_AntiPKI9", "x": 362.1754650263413, "y": 520.6030457759681, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892928055480688", "id": "Muslim_AntiPKI9", "source": "tweet-000004", "content": "Lagi sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat", "post_id": "2050892928055480688"}}, {"key": "KPK_RI", "attributes": {"label": "KPK_RI", "x": 95.00188191373759, "y": 105.18497252703385, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892928055480688", "id": "KPK_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Lagi sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat", "post_id": "2050892928055480688"}}, {"key": "KejaksaanRI", "attributes": {"label": "KejaksaanRI", "x": 373.82004309618645, "y": 988.9832441472431, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892928055480688", "id": "KejaksaanRI", "source": "tweet-000004", "content": "Lagi sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat", "post_id": "2050892928055480688"}}, {"key": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri", "x": 515.4304329619431, "y": 852.5134459403246, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2050892928055480688", "id": "DivHumas_Polri", "source": "tweet-000004", "content": "Lagi sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat", "post_id": "2050892928055480688"}}, {"key": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "Srik4ndiMuslim2", "x": 561.4919229204246, "y": 224.31439655470086, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2051212557588045920", "id": "Srik4ndiMuslim2", "source": "tweet-000004", "content": "Yg penting misi komunis berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051212557588045920"}}, {"key": "Boediantar4", "attributes": {"label": "Boediantar4", "x": 967.2773075271629, "y": 534.2795133620347, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2051099097445417160", "id": "Boediantar4", "source": "tweet-000004", "content": "Yg penting misi komunis berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051099097445417160"}}, {"key": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "tamrintomagola", "x": 535.2448383441744, "y": 565.988866572987, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591006311879157", "id": "tamrintomagola", "source": "tweet-000004", "content": "MBG harus dilanjutkan sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591006311879157"}}, {"key": "KapudS640", "attributes": {"label": "KapudS640", "x": 226.61604113917943, "y": 654.4965720992286, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051093093722828853", "id": "KapudS640", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja mem bangkrut kan RI demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051093093722828853"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 693.6139749539767, "y": 883.2420551294173, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2051093093722828853", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja mem bangkrut kan RI demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051093093722828853"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 576.2695633785519, "y": 792.7274789201665, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051592940091482522", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "Saatnya menghancurkan WNI kelas menengah ke atas demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051592940091482522"}}, {"key": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "virdianaurellio", "x": 568.0770979964554, "y": 117.17108056465707, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593253460586888", "id": "virdianaurellio", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 201.36864096082752, "y": 196.04603313727864, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051593253460586888", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "BiLLRaY2019", "attributes": {"label": "BiLLRaY2019", "x": 759.8347391579888, "y": 696.8746374983307, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892522659123688", "id": "BiLLRaY2019", "source": "tweet-000004", "content": "Sibuk mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, gak ada waktu urus yg begituan", "post_id": "2050892522659123688"}}, {"key": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "Gunawan75_", "x": 330.779353603724, "y": 51.45716194837413, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591385732784412", "id": "Gunawan75_", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat sama celotehan mu yg penting misi komunis  berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591385732784412"}}, {"key": "MichelAdam1515", "attributes": {"label": "MichelAdam1515", "x": 539.2904928796873, "y": 273.14456191288593, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051093803273162833", "id": "MichelAdam1515", "source": "tweet-000004", "content": "Tangkap kembali bambang Tri yg menghalangi misi suci mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051093803273162833"}}, {"key": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "ArtaN7707", "x": 293.5218236006981, "y": 371.9434538063433, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050893287494672726", "id": "ArtaN7707", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat yg penting misi pki yg tertunda bisa sukses yakni WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050893287494672726"}}, {"key": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "Qu3en_Bakery", "x": 539.6363920637026, "y": 640.9671008318038, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050894559534854486", "id": "Qu3en_Bakery", "source": "tweet-000004", "content": "Mayoritas WNI tidak setuju pak Prabowo mundur, demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050894559534854486"}}, {"key": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "SeriDianawati", "x": 973.6205756504337, "y": 548.0722957251434, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593450433503561", "id": "SeriDianawati", "source": "tweet-000004", "content": "WNI harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan menghancurkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2051593450433503561"}}, {"key": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "secr3thm4nz56", "x": 213.5075482782508, "y": 116.47616018453932, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589813191709041", "id": "secr3thm4nz56", "source": "tweet-000004", "content": "Ya semuanya dilakukan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, sekarang saatnya membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051589813191709041"}}, {"key": "alisyarief", "attributes": {"label": "alisyarief", "x": 334.0218670182862, "y": 902.5841318204665, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051093462934864254", "id": "alisyarief", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja membuat bangkrut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, bukan pki tapi penerus cita cita pki", "post_id": "2051093462934864254"}}, {"key": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "indepenSumatera", "x": 501.9667432582963, "y": 426.3245337924767, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051212215727091905", "id": "indepenSumatera", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat sama kerusakan lingkungan, yg penting misi komunis berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee di Halmahera dll", "post_id": "2051212215727091905"}}, {"key": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "ArjayaDirja", "x": 197.587966221515, "y": 973.4367220029458, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051590766439678120", "id": "ArjayaDirja", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat dikatain penghianat, yg penting misi berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, skrg dilanjutkan membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051590766439678120"}}, {"key": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "Hidupsebagai62", "x": 718.5149881561904, "y": 818.9794054066103, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050795586870509609", "id": "Hidupsebagai62", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak setuju, Bpk harus terus jd presiden demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI", "post_id": "2050795586870509609"}}, {"key": "yaniarsim", "attributes": {"label": "yaniarsim", "x": 312.47649155161105, "y": 912.1351954203006, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050892330497147236", "id": "yaniarsim", "source": "tweet-000004", "content": "Tangkap semua pendemo biar WNI makin sengsara demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI", "post_id": "2050892330497147236"}}, {"key": "DPR_RI", "attributes": {"label": "DPR_RI", "x": 533.6958345046252, "y": 681.4178684789201, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2050892330497147236", "id": "DPR_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Tangkap semua pendemo biar WNI makin sengsara demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI", "post_id": "2050892330497147236"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 276.8493956693846, "y": 1.759112837010468, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050894008000668115", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "Upaya masif membuat negara dan WNI kelas atas bangkrut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis & as dibekingi para presiden RI", "post_id": "2050894008000668115"}}, {"key": "shintampubolon", "attributes": {"label": "shintampubolon", "x": 41.04636633369041, "y": 20.042973691902112, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050859476610412995", "id": "shintampubolon", "source": "tweet-000004", "content": "Risiko ada kak, oleh sebab itu aku minimalisir risikonya dengan rutin mencairkan saldonya ke Rupiah kl targetnya udah tercapai, lalu aku belikan emas fisik di toko. Misalnya nabung setahun buat target 5gr, once achieved, cairin dan beliin fisik 5gr. Selisih harga pasti ada sih.", "post_id": "2050859476610412995"}}, {"key": "valenttt____", "attributes": {"label": "valenttt____", "x": 783.1487050050816, "y": 238.42840234635253, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050859476610412995", "id": "valenttt____", "source": "tweet-000004", "content": "Risiko ada kak, oleh sebab itu aku minimalisir risikonya dengan rutin mencairkan saldonya ke Rupiah kl targetnya udah tercapai, lalu aku belikan emas fisik di toko. Misalnya nabung setahun buat target 5gr, once achieved, cairin dan beliin fisik 5gr. Selisih harga pasti ada sih.", "post_id": "2050859476610412995"}}, {"key": "DTech693923", "attributes": {"label": "DTech693923", "x": 650.388591913738, "y": 997.5876380133072, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049626325896593795", "id": "DTech693923", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo rupiah melemah harga emas dan emas digital naik atau engga?", "post_id": "2049626325896593795"}}, {"key": "indrawxyz", "attributes": {"label": "indrawxyz", "x": 700.3939552562941, "y": 399.02550229037803, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049626325896593795", "id": "indrawxyz", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo rupiah melemah harga emas dan emas digital naik atau engga?", "post_id": "2049626325896593795"}}, {"key": "Dreamcatchxxx", "attributes": {"label": "Dreamcatchxxx", "x": 759.3837490120917, "y": 647.2011295808991, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049772772394762674", "id": "Dreamcatchxxx", "source": "tweet-000004", "content": "Emas safe haven, saat ini paling aman, tapi harga udh tinggi bgt, obligasi kalo mau bunga diatas deposito, tapi kalo aku drpda deposito bank konvensional mending taro bank digital kek krom, allo bank, superbank dll, deposito mereka tinggi banget bisa sampe 7.5 persen, dan bisa", "post_id": "2049772772394762674"}}, {"key": "saphelune_", "attributes": {"label": "saphelune_", "x": 497.28664788263757, "y": 989.7851291623253, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049772772394762674", "id": "saphelune_", "source": "tweet-000004", "content": "Emas safe haven, saat ini paling aman, tapi harga udh tinggi bgt, obligasi kalo mau bunga diatas deposito, tapi kalo aku drpda deposito bank konvensional mending taro bank digital kek krom, allo bank, superbank dll, deposito mereka tinggi banget bisa sampe 7.5 persen, dan bisa", "post_id": "2049772772394762674"}}, {"key": "zkdlinuy23_", "attributes": {"label": "zkdlinuy23_", "x": 151.51444468229747, "y": 226.2919940909307, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049419451997753543", "id": "zkdlinuy23_", "source": "tweet-000004", "content": "SILVER (GMV 10JT): Voucher E-Wallet Senilai 200 Ribu Rupiah\n🥇 GOLD (GMV 50JT): Voucher E-Wallet Senilai 1 Juta Rupiah\n🏆 PLATINUM (GMV 100JT): Logam Mulia Antam", "post_id": "2049419451997753543"}}, {"key": "BapakKerja", "attributes": {"label": "BapakKerja", "x": 298.44349673823746, "y": 677.5381243714554, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049419451997753543", "id": "BapakKerja", "source": "tweet-000004", "content": "SILVER (GMV 10JT): Voucher E-Wallet Senilai 200 Ribu Rupiah\n🥇 GOLD (GMV 50JT): Voucher E-Wallet Senilai 1 Juta Rupiah\n🏆 PLATINUM (GMV 100JT): Logam Mulia Antam", "post_id": "2049419451997753543"}}, {"key": "Pegadaian", "attributes": {"label": "Pegadaian", "x": 419.6475264830128, "y": 240.55789487736757, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049481546881749201", "id": "Pegadaian", "source": "tweet-000004", "content": "Selamat Malam Ibu  Saat ini untuk prosedur Setor Fisik Emas tidak dapat diwakilkan, jika ingin diwakilkan kami sarankan emas fisik nya dapat dijual terlebih dahulu dan melakukan proses top up Tabungan Emas menggunakan dana (rupiah).  -Dimas", "post_id": "2049481546881749201"}}, {"key": "urcribby", "attributes": {"label": "urcribby", "x": 341.197031852735, "y": 811.5882546347467, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049481546881749201", "id": "urcribby", "source": "tweet-000004", "content": "Selamat Malam Ibu  Saat ini untuk prosedur Setor Fisik Emas tidak dapat diwakilkan, jika ingin diwakilkan kami sarankan emas fisik nya dapat dijual terlebih dahulu dan melakukan proses top up Tabungan Emas menggunakan dana (rupiah).  -Dimas", "post_id": "2049481546881749201"}}, {"key": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "tanyarlfes", "x": 851.269516398214, "y": 662.8381161051682, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049410205000355849", "id": "tanyarlfes", "source": "tweet-000004", "content": "Semakin tinggi GMV-mu, semakin mewah hadiahnya. Cek targetnya di sini:\n\n🥈 SILVER (GMV 10JT): Voucher E-Wallet Senilai 200 Ribu Rupiah\n🥇 GOLD (GMV 50JT): Voucher E-Wallet Senilai 1 Juta Rupiah\n🏆 PLATINUM (GMV 100JT): Logam Mulia Antam", "post_id": "2049410205000355849"}}, {"key": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "rimapurwasih", "x": 809.5860213359273, "y": 987.9594029515488, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050222652992917879", "id": "rimapurwasih", "source": "tweet-000004", "content": "Mulai meningkatkan kesejahteraan rakyat Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050222652992917879"}}, {"key": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "regar_op0sisi", "x": 663.6507552052805, "y": 377.1429714078532, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049901562265575808", "id": "regar_op0sisi", "source": "tweet-000004", "content": "Selalu ngomong restorasi padahal pendukung utama tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049901562265575808"}}, {"key": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "PutraMataSatu", "x": 530.6050259044056, "y": 65.7618944061521, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049902409527529879", "id": "PutraMataSatu", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah gak boleh dikritisi demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049902409527529879"}}, {"key": "6ur3ckv4n8345", "attributes": {"label": "6ur3ckv4n8345", "x": 853.8029689267316, "y": 740.5134843225964, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050222908358971862", "id": "6ur3ckv4n8345", "source": "tweet-000004", "content": "Mbg sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA komunis tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050222908358971862"}}, {"key": "BarisanOpOsisi", "attributes": {"label": "BarisanOpOsisi", "x": 612.856106614955, "y": 315.5465102765539, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049416240545010090", "id": "BarisanOpOsisi", "source": "tweet-000004", "content": "Indonesia sudah jadi propinsi Tiongkok sejak satu dekade lalu berlanjut tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2049416240545010090"}}, {"key": "ike_hw71", "attributes": {"label": "ike_hw71", "x": 521.3191203548029, "y": 17.481294426107574, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050223304544530885", "id": "ike_hw71", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat dibilang badut si Jack, yg penting misi berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2050223304544530885"}}, {"key": "ArdieSuhardi321", "attributes": {"label": "ArdieSuhardi321", "x": 833.3015552562969, "y": 609.0174580219475, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360164076356001", "id": "ArdieSuhardi321", "source": "tweet-000004", "content": "Harus dipertahankan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi para presiden RI serta jajarannya", "post_id": "2049360164076356001"}}, {"key": "L1L178", "attributes": {"label": "L1L178", "x": 354.7733952645249, "y": 849.3015764151259, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049416438415491191", "id": "L1L178", "source": "tweet-000004", "content": "Persulit WNI, permudahkan WNA tikus Tiongkok bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI serta jajarannya", "post_id": "2049416438415491191"}}, {"key": "SemutMerah2024", "attributes": {"label": "SemutMerah2024", "x": 596.2721023318156, "y": 823.2320508518228, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049305110371864848", "id": "SemutMerah2024", "source": "tweet-000004", "content": "Konstitusi dilanggar demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, presiden RI harus tunduk kpd tikus gembel Tiongkok", "post_id": "2049305110371864848"}}, {"key": "renatanewbie", "attributes": {"label": "renatanewbie", "x": 792.7141125575481, "y": 616.0920373227219, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049305110371864848", "id": "renatanewbie", "source": "tweet-000004", "content": "Konstitusi dilanggar demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, presiden RI harus tunduk kpd tikus gembel Tiongkok", "post_id": "2049305110371864848"}}, {"key": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "PaltiHutabarat", "x": 41.60153781612719, "y": 923.7650829168622, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049900822742679974", "id": "PaltiHutabarat", "source": "tweet-000004", "content": "WNI direndahkan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi oleh para presiden RI serta jajarannya", "post_id": "2049900822742679974"}}, {"key": "PecintaSejarah2", "attributes": {"label": "PecintaSejarah2", "x": 614.383285024829, "y": 564.8406925333217, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049359447592755328", "id": "PecintaSejarah2", "source": "tweet-000004", "content": "Klo Konoha gak perlu diserang, cukup berikan uang receh kepada pemerintah fix tikus Tiongkok bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan Zionis dan as dibekingi para presiden RI", "post_id": "2049359447592755328"}}, {"key": "susno2g", "attributes": {"label": "susno2g", "x": 806.4207115889468, "y": 215.8221733162632, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "susno2g", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "JimlyAs", "attributes": {"label": "JimlyAs", "x": 97.08248752154847, "y": 653.8010736138084, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "JimlyAs", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "mohmahfudmd", "attributes": {"label": "mohmahfudmd", "x": 61.54927669425514, "y": 241.54348636214397, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "mohmahfudmd", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "ntv", "attributes": {"label": "ntv", "x": 90.20009692826747, "y": 379.5780510476624, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "ntv", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 513.4065728461218, "y": 299.1966967644769, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "KompasTV", "attributes": {"label": "KompasTV", "x": 662.517497594649, "y": 648.2990347327055, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "KompasTV", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "Yusrilihza_Mhd", "attributes": {"label": "Yusrilihza_Mhd", "x": 634.2923396556489, "y": 118.75617734023636, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "Yusrilihza_Mhd", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "tvOneNews", "attributes": {"label": "tvOneNews", "x": 285.9310756621153, "y": 183.0637626801037, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "tvOneNews", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 945.1454521307156, "y": 499.1727513076057, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "tribunnews", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 348.59264827406656, "y": 64.77789428249037, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "kompolnas_ri", "attributes": {"label": "kompolnas_ri", "x": 810.4173474664593, "y": 762.3113640606962, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6686, "eigenvector": 18.8679, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049360865477243135", "id": "kompolnas_ri", "source": "tweet-000004", "content": "Para LSM harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dgn cara MENGKEBIRI Reformasi Polri", "post_id": "2049360865477243135"}}, {"key": "arin_dc", "attributes": {"label": "arin_dc", "x": 727.210392577973, "y": 90.72943142137979, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049791566903218675", "id": "arin_dc", "source": "tweet-000004", "content": "Bulatan 2 koin berwarna hijau, menunjukkan perhatian akan sumber uang koin. Satu Gulden emas dan satu keping Sen Yuan. Bayar sama siapa lho, uang kartal dan giral? Kan harus dijelaskan bentuk 3 dimensinya dalam kertas rupiah. Lupa ya? Narsis kok, ke tanda tangan. Aduh!  https://t.co/VyaEavtz9z", "post_id": "2049791566903218675"}}, {"key": "LAPOR1708", "attributes": {"label": "LAPOR1708", "x": 899.022611870045, "y": 723.9871319918843, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049791566903218675", "id": "LAPOR1708", "source": "tweet-000004", "content": "Bulatan 2 koin berwarna hijau, menunjukkan perhatian akan sumber uang koin. Satu Gulden emas dan satu keping Sen Yuan. Bayar sama siapa lho, uang kartal dan giral? Kan harus dijelaskan bentuk 3 dimensinya dalam kertas rupiah. Lupa ya? Narsis kok, ke tanda tangan. Aduh!  https://t.co/VyaEavtz9z", "post_id": "2049791566903218675"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 916.1023169625738, "y": 60.179576910447174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3890125522068587718_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Rupiah Jebol Rp 17.400/USD! Alarm Bahaya atau Peluang Emas di IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pelemahan kurs…\nini shock global yang langsung ngaruh ke portofolio. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nRupiah resmi tembus:\n💥 Rp 17.403/USD (intraday)\n➡️ terlemah sepanjang sejarah\n➡️ lebih parah dari penutupan sebelumnya\n\n2️⃣ Kenapa Bisa Jebol?\nAkar masalahnya bukan domestik.\n👉 ini global fear\n\nTrigger utama:\n• konflik Timur Tengah memanas\n• investor cari “safe haven”\n• dolar AS diborong\n\nHasilnya:\n➡️ Dolar naik\n➡️ Emerging market (termasuk Rupiah) ditekan\n\n3️⃣ Kenapa Ini Penting Buat Saham?\nKurs = langsung kena ke laba perusahaan\n\nKarena:\n• biaya impor naik\n• utang dolar membengkak\n• margin tertekan\n\nTapi…\n➡️ tidak semua sektor rugi\n\n4️⃣ Sektor yang Kena Tekanan ⚠️\n📉 Import-based industry\n• Farmasi\n• Consumer goods\n• Manufaktur\n\nKenapa?\n➡️ bahan baku dolar\n➡️ biaya naik drastis\n\n5️⃣ Sektor yang Diuntungkan 📈\n🔥 Export-based\n• Batu bara\n• Emas\n• Migas\n• Pulp & paper\n\nLogic-nya sederhana:\n➡️ jual pakai USD\n➡️ biaya pakai Rupiah\n= margin naik otomatis\n\n6️⃣ Insight Penting\nIni bukan soal “market turun”\n\nIni soal:\n👉 rotasi sektor\n\nUang tidak keluar…\n➡️ tapi pindah\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Defensif\nHindari:\n• utang dolar besar\n• ketergantungan impor tinggi\n\n🗓️ Skenario Rotasi\nFokus ke:\n• eksportir\n• komoditas\n👉 riding strength USD\n\n🗓️ Skenario Aman\nKalau market terlalu liar:\n➡️ cash is position\nJangan dipaksa trading\n\n8️⃣ Kesimpulan\nRupiah di 17.400 itu bukan angka biasa.\nIni sinyal:\n➡️ global risk lagi tinggi\n➡️ arus dana lagi shifting\n\nDi kondisi seperti ini:\nYang kalah = yang salah sektor\nYang menang = yang ikut arus\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #USD #MakroEkonomi #Komoditas", "post_id": "3890125522068587718_52512310886"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 325.6749810876214, "y": 721.5233500794084, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 872.2991102316885, "y": 872.5912392211965, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "playerthn2025", "attributes": {"label": "playerthn2025", "x": 110.32543218899026, "y": 188.60429998892758, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634095201052642578", "id": "playerthn2025", "source": "tiktok-000001", "content": "Breaking news, update emas terbaru hari rabu 29 April 2026 emas mengalami penurunan yang cukup deras😱📉 Dunia sedang di ambang ketidakpastian, dan emas ikut terseret di dalamnya! Kebijakan The Fed kini jadi penentu utama arah harga emas global. Di tengah data ekonomi AS yang kuat, justru muncul tekanan baru dari lonjakan inflasi akibat harga minyak yang naik karena konflik geopolitik 😰 Saat inflasi naik, pasar mulai memperkirakan suku bunga tetap tinggi. Dampaknya? Imbal hasil obligasi ikut naik dan dolar menguat. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven, karena investor mulai beralih ke instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan. Inilah yang menyebabkan harga emas terkoreksi dalam waktu singkat. Bukan karena tren besar berubah, tapi karena tekanan jangka pendek dari kebijakan dan kondisi global. Namun situasi ini belum selesai. Jika konflik memanas atau inflasi semakin tinggi, emas justru bisa kembali bersinar 💥 Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed. Satu langkah saja bisa menentukan, apakah emas akan lanjut turun atau justru melonjak tajam dalam waktu dekat. Apakah konflik global bisa mendorong emas kembali naik sebagai safe haven? ‼️Disclaimer : Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset Menurut  Masi pemulaa🙏 #investasiemas #emasdigital", "post_id": "7634095201052642578"}}, {"key": "bitorexpost", "attributes": {"label": "bitorexpost", "x": 930.8635388810951, "y": 366.9065573629001, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634095201052642578", "id": "bitorexpost", "source": "tiktok-000001", "content": "Breaking news, update emas terbaru hari rabu 29 April 2026 emas mengalami penurunan yang cukup deras😱📉 Dunia sedang di ambang ketidakpastian, dan emas ikut terseret di dalamnya! Kebijakan The Fed kini jadi penentu utama arah harga emas global. Di tengah data ekonomi AS yang kuat, justru muncul tekanan baru dari lonjakan inflasi akibat harga minyak yang naik karena konflik geopolitik 😰 Saat inflasi naik, pasar mulai memperkirakan suku bunga tetap tinggi. Dampaknya? Imbal hasil obligasi ikut naik dan dolar menguat. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven, karena investor mulai beralih ke instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan. Inilah yang menyebabkan harga emas terkoreksi dalam waktu singkat. Bukan karena tren besar berubah, tapi karena tekanan jangka pendek dari kebijakan dan kondisi global. Namun situasi ini belum selesai. Jika konflik memanas atau inflasi semakin tinggi, emas justru bisa kembali bersinar 💥 Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed. Satu langkah saja bisa menentukan, apakah emas akan lanjut turun atau justru melonjak tajam dalam waktu dekat. Apakah konflik global bisa mendorong emas kembali naik sebagai safe haven? ‼️Disclaimer : Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset Menurut  Masi pemulaa🙏 #investasiemas #emasdigital", "post_id": "7634095201052642578"}}, {"key": "netawinaa", "attributes": {"label": "netawinaa", "x": 531.7832372910917, "y": 337.27059950271075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632977010729487623", "id": "netawinaa", "source": "tiktok-000001", "content": "BRI Consumer Expo 2026 hadir di Surabaya !🥳 📍 Mall Ciputra World Surabaya 🗓️ 24 - 26 April 2026 ⏰ 10.00 WIB - 21.00 WIB berbagai penawaran menarik khusus buat kalian  dan banyak promo spesial pada saat event  🏠KPR mulai 1,75% fix 1 thn* 🚗KKB 2.85% ✈️Travel Fair, Cashback hingga 8 juta rupiah Dannnn hadiah langsung voucher total puluhan juta rupiah, Jangan lewatkan kesempatan emas ini✨🤩 #MudahCepatPunyaRumah #BRIConsumerExpo2026  BRI", "post_id": "7632977010729487623"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 767.1639676528871, "y": 224.85172046109392, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632977010729487623", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "BRI Consumer Expo 2026 hadir di Surabaya !🥳 📍 Mall Ciputra World Surabaya 🗓️ 24 - 26 April 2026 ⏰ 10.00 WIB - 21.00 WIB berbagai penawaran menarik khusus buat kalian  dan banyak promo spesial pada saat event  🏠KPR mulai 1,75% fix 1 thn* 🚗KKB 2.85% ✈️Travel Fair, Cashback hingga 8 juta rupiah Dannnn hadiah langsung voucher total puluhan juta rupiah, Jangan lewatkan kesempatan emas ini✨🤩 #MudahCepatPunyaRumah #BRIConsumerExpo2026  BRI", "post_id": "7632977010729487623"}}, {"key": "motive.insight", "attributes": {"label": "motive.insight", "x": 452.59913297300193, "y": 818.4961916886782, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7634864483600747796", "id": "motive.insight", "source": "tiktok-000001", "content": "2030 Jadi Gembel atau Kaya Baru? 😱📉 Steven Anderson kasih peringatan keras! Kalau kamu masih setia simpan semua uang di tabungan (Fiat) tanpa punya Bitcoin atau Emas, siap-siap nilai kekayaanmu tergerus inflasi di tahun 2030. Kenapa harus waspada? ✅ Rupiah melemah terhadap Dollar. ✅ Harga minyak & bahan pokok makin mahal. ✅ Krisis ekonomi 100 tahun sekali sedang mengintai. Strateginya simpel: Jangan cuma kerja buat uang, tapi pindahkan hasil kerjamu ke aset yang nggak bisa dicetak sembarangan oleh pemerintah. Emas untuk keamanan, Bitcoin untuk pertumbuhan. Pilih mana: Sabar akumulasi sekarang, atau menyesal jadi 'gembel' di masa depan? 🔥     #AplikasiAjaib #RumahClipper #RumahClipperAjaib #emas #investasiemas", "post_id": "7634864483600747796"}}, {"key": "rumahclipper.official", "attributes": {"label": "rumahclipper.official", "x": 122.36613226805704, "y": 124.80839557377888, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634864483600747796", "id": "rumahclipper.official", "source": "tiktok-000001", "content": "2030 Jadi Gembel atau Kaya Baru? 😱📉 Steven Anderson kasih peringatan keras! Kalau kamu masih setia simpan semua uang di tabungan (Fiat) tanpa punya Bitcoin atau Emas, siap-siap nilai kekayaanmu tergerus inflasi di tahun 2030. Kenapa harus waspada? ✅ Rupiah melemah terhadap Dollar. ✅ Harga minyak & bahan pokok makin mahal. ✅ Krisis ekonomi 100 tahun sekali sedang mengintai. Strateginya simpel: Jangan cuma kerja buat uang, tapi pindahkan hasil kerjamu ke aset yang nggak bisa dicetak sembarangan oleh pemerintah. Emas untuk keamanan, Bitcoin untuk pertumbuhan. Pilih mana: Sabar akumulasi sekarang, atau menyesal jadi 'gembel' di masa depan? 🔥     #AplikasiAjaib #RumahClipper #RumahClipperAjaib #emas #investasiemas", "post_id": "7634864483600747796"}}, {"key": "ajaibinvestasi", "attributes": {"label": "ajaibinvestasi", "x": 273.28663425662313, "y": 442.74900790957736, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634864483600747796", "id": "ajaibinvestasi", "source": "tiktok-000001", "content": "2030 Jadi Gembel atau Kaya Baru? 😱📉 Steven Anderson kasih peringatan keras! Kalau kamu masih setia simpan semua uang di tabungan (Fiat) tanpa punya Bitcoin atau Emas, siap-siap nilai kekayaanmu tergerus inflasi di tahun 2030. Kenapa harus waspada? ✅ Rupiah melemah terhadap Dollar. ✅ Harga minyak & bahan pokok makin mahal. ✅ Krisis ekonomi 100 tahun sekali sedang mengintai. Strateginya simpel: Jangan cuma kerja buat uang, tapi pindahkan hasil kerjamu ke aset yang nggak bisa dicetak sembarangan oleh pemerintah. Emas untuk keamanan, Bitcoin untuk pertumbuhan. Pilih mana: Sabar akumulasi sekarang, atau menyesal jadi 'gembel' di masa depan? 🔥     #AplikasiAjaib #RumahClipper #RumahClipperAjaib #emas #investasiemas", "post_id": "7634864483600747796"}}, {"key": "amminurbaits", "attributes": {"label": "amminurbaits", "x": 373.8458272289239, "y": 186.50125429403798, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "7282269761650691333", "id": "amminurbaits", "source": "tiktok-000001", "content": "“Tidaklah halal transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli, tidak boleh ada dua syarat dalam satu transaksi jual beli, tidaklah halal keuntungan yang didapatkan tanpa adanya tanggung jawab untuk menanggung kerugian, dan engkau tidak boleh menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Daud, no. 3506; hadis hasan) Dalam hadis di atas, kita jumpai beberapa transaksi yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya adalah transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli. Maksudnya adalah menjual suatu barang, dengan syarat, pembeli akan memberi piutang kepada penjual. Misalnya: Ada orang yang berkata kepada kita, “Juallah bukumu kepadaku, nanti aku akan memberi piutang kepadamu sebanyak seratus ribu rupiah.” 𝐒𝐩𝐨𝐧𝐬𝐨𝐫𝐞𝐝 𝐛𝐲: KEBUNDINAR.com - Jual beli emas sesuai syariah, yadan bi yadin.   Kunjungi outlet Kebun Dinar di: 1. Cikini Gold Center Lantai Ground 11 (Jakarta) 2. ITC Depok Lantai Ground C36 (Depok) Bagi yang berada di luar kota, Kebun Dinar insyaallah siap membantu dengan akad wakalah sesuai syariat. — Dukung media dakwah ANB Channel dengan cara subscribe/follow, like, comment dan share. Semoga semakin banyak yang mendapatkan manfaat. Mau iklan di anb channel? Segera hubungi kami di wa.me/6281227573434 • Youtube: ANB Channel • Instagram:  • Facebook: Ammi Nur Baits • Telegram: ANB Channel (t.me/anbofficial) #ustadzamminurbaits #indonesia #doa #transaksi #muamalah #rabiulawal #doaseharihari #jualbeli #bisnis  #keluarga #yogyakarta #jakarta #bebetter #syariat #islami #ibadah #halal #haram #reels", "post_id": "7282269761650691333"}}, {"key": "kebun1000dinar", "attributes": {"label": "kebun1000dinar", "x": 114.51197796728208, "y": 389.42644508537614, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7282269761650691333", "id": "kebun1000dinar", "source": "tiktok-000001", "content": "“Tidaklah halal transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli, tidak boleh ada dua syarat dalam satu transaksi jual beli, tidaklah halal keuntungan yang didapatkan tanpa adanya tanggung jawab untuk menanggung kerugian, dan engkau tidak boleh menjual barang yang bukan milikmu.” (HR. Abu Daud, no. 3506; hadis hasan) Dalam hadis di atas, kita jumpai beberapa transaksi yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya adalah transaksi utang-piutang yang dicampur dengan transaksi jual beli. Maksudnya adalah menjual suatu barang, dengan syarat, pembeli akan memberi piutang kepada penjual. Misalnya: Ada orang yang berkata kepada kita, “Juallah bukumu kepadaku, nanti aku akan memberi piutang kepadamu sebanyak seratus ribu rupiah.” 𝐒𝐩𝐨𝐧𝐬𝐨𝐫𝐞𝐝 𝐛𝐲: KEBUNDINAR.com - Jual beli emas sesuai syariah, yadan bi yadin.   Kunjungi outlet Kebun Dinar di: 1. Cikini Gold Center Lantai Ground 11 (Jakarta) 2. ITC Depok Lantai Ground C36 (Depok) Bagi yang berada di luar kota, Kebun Dinar insyaallah siap membantu dengan akad wakalah sesuai syariat. — Dukung media dakwah ANB Channel dengan cara subscribe/follow, like, comment dan share. Semoga semakin banyak yang mendapatkan manfaat. Mau iklan di anb channel? Segera hubungi kami di wa.me/6281227573434 • Youtube: ANB Channel • Instagram:  • Facebook: Ammi Nur Baits • Telegram: ANB Channel (t.me/anbofficial) #ustadzamminurbaits #indonesia #doa #transaksi #muamalah #rabiulawal #doaseharihari #jualbeli #bisnis  #keluarga #yogyakarta #jakarta #bebetter #syariat #islami #ibadah #halal #haram #reels", "post_id": "7282269761650691333"}}, {"key": "@DedySidarta", "attributes": {"label": "@DedySidarta", "x": 11.446988451283225, "y": 348.7820585484914, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lq2SSC0To74", "id": "@DedySidarta", "source": "youtube-000001", "content": "Dapat Warisan Emas Pajak 0%?! TAPI HATI-HATI\n\nDapat Warisan Emas Pajak 0%?! TAPI HATI-HATI\n\nDapat warisan emas batangan dari orang tua? Selamat, Anda baru saja menerima safe haven terbaik untuk mengamankan kekayaan. Kabar baiknya lagi: menerima warisan emas itu pajaknya 100% GRATIS alias 0%! 🎉\n\nTAPI... tunggu dulu! Jangan buru-buru dicairkan.\n\nBanyak ahli waris yang kegirangan dan langsung menjual emas tersebut ke toko atau buyback ke Antam untuk dijadikan uang tunai. Di sinilah \"plot twist\"-nya terjadi! Saat emas warisan itu berubah wujud menjadi uang tunai (penjualan), akan ada selisih keuntungan (capital gain) yang otomatis menjadi objek Pajak Penghasilan (PPh).\n\nAnda dapat berkonsultasi online untuk mendapatkan solusi dari masalah yang sedang Anda hadapi di dalam bisnis Anda saat ini, baik terkait dengan pajak, keuangan, maupun sistemasi bisnis. Bagaimanacaranya? check selengkapnya di link berikut\nhttps://www.dconsulting.id/knslyds\n\nAwas kena Denda PAJAK BESAR! Hanya karena ketidak tahuan Anda! Yuk belajar pelatihan lengkap mengenai pajak, check selengkapnya dilink berikut ini  https://www.dconsulting.id/mahirpajak...\n\nCek kondisi Perpajakan Perusahaan Anda sekarang juga langsung dengan ahlinya sekarang juga! Cukup dengan klik link : https://www.dconsulting.id/taxys\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nApabila anda ingin mendapatkan video series tentang bagaimana anda bisa mengembangkan usaha anda dengan lebih luar biasa, klik\nhttps://dconsulting.id/videoseries/\n\nBergabung bersama dengan komunitas bisnis di Telegram, dimana anda bisa sharing di dalam grup dan mendapatkan informasi-informasi seputar bisnis yang selalu update setiap hari, gabung secara gratis melalui link berikut\nhttps://www.dconsulting.id/joinys\n\nUntuk informasi lebih lanjut bisa kontak saya di :\nInstagram:   / dedysidarta_official  \nFacebook:   / dedysidarta  \nYoutube :    / dedysidarta  \nTiktok :   / dedysidarta  \n\nAtau bisa kontak di :\nInstagram:   / dconsulting.id  \nFacebook:   / dconsulting.id  \nYoutube :    / dconsultingid  \nTiktok :   / dconsulting.id  \n#konsultanpajak", "post_id": "lq2SSC0To74"}}, {"key": "dedysidarta", "attributes": {"label": "dedysidarta", "x": 529.317752902421, "y": 322.6042456962125, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lq2SSC0To74", "id": "dedysidarta", "source": "youtube-000001", "content": "Dapat Warisan Emas Pajak 0%?! TAPI HATI-HATI\n\nDapat Warisan Emas Pajak 0%?! TAPI HATI-HATI\n\nDapat warisan emas batangan dari orang tua? Selamat, Anda baru saja menerima safe haven terbaik untuk mengamankan kekayaan. Kabar baiknya lagi: menerima warisan emas itu pajaknya 100% GRATIS alias 0%! 🎉\n\nTAPI... tunggu dulu! Jangan buru-buru dicairkan.\n\nBanyak ahli waris yang kegirangan dan langsung menjual emas tersebut ke toko atau buyback ke Antam untuk dijadikan uang tunai. Di sinilah \"plot twist\"-nya terjadi! Saat emas warisan itu berubah wujud menjadi uang tunai (penjualan), akan ada selisih keuntungan (capital gain) yang otomatis menjadi objek Pajak Penghasilan (PPh).\n\nAnda dapat berkonsultasi online untuk mendapatkan solusi dari masalah yang sedang Anda hadapi di dalam bisnis Anda saat ini, baik terkait dengan pajak, keuangan, maupun sistemasi bisnis. Bagaimanacaranya? check selengkapnya di link berikut\nhttps://www.dconsulting.id/knslyds\n\nAwas kena Denda PAJAK BESAR! Hanya karena ketidak tahuan Anda! Yuk belajar pelatihan lengkap mengenai pajak, check selengkapnya dilink berikut ini  https://www.dconsulting.id/mahirpajak...\n\nCek kondisi Perpajakan Perusahaan Anda sekarang juga langsung dengan ahlinya sekarang juga! Cukup dengan klik link : https://www.dconsulting.id/taxys\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nApabila anda ingin mendapatkan video series tentang bagaimana anda bisa mengembangkan usaha anda dengan lebih luar biasa, klik\nhttps://dconsulting.id/videoseries/\n\nBergabung bersama dengan komunitas bisnis di Telegram, dimana anda bisa sharing di dalam grup dan mendapatkan informasi-informasi seputar bisnis yang selalu update setiap hari, gabung secara gratis melalui link berikut\nhttps://www.dconsulting.id/joinys\n\nUntuk informasi lebih lanjut bisa kontak saya di :\nInstagram:   / dedysidarta_official  \nFacebook:   / dedysidarta  \nYoutube :    / dedysidarta  \nTiktok :   / dedysidarta  \n\nAtau bisa kontak di :\nInstagram:   / dconsulting.id  \nFacebook:   / dconsulting.id  \nYoutube :    / dconsultingid  \nTiktok :   / dconsulting.id  \n#konsultanpajak", "post_id": "lq2SSC0To74"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 658.4702068927992, "y": 567.0627909048801, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "h05wNwcI5s4", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah Emas Bisa Jadi Solusi Buat Tabungan Haji??\n\nTabungan Haji dengan Emas: Cara Cerdas Lawan Inflasi & Krisis Ekonomi! (Strategi Aman 7-8 Tahun)\n\n💡 Tabungan haji makin terasa berat? Nilai uang terus turun?\nDi tengah inflasi yang diam-diam menggerus tabungan, banyak orang mulai mencari solusi yang lebih kuat, lebih stabil, dan lebih aman.\n\nDan jawabannya… mungkin bukan di uang.\nTapi di EMAS 🪙\n\n✨ Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap dan mendalam:\n\n✅ Kenapa emas mulai dilirik sebagai solusi tabungan haji\n✅ Fakta mengejutkan tentang kenaikan harga emas dalam 10 tahun terakhir\n✅ Perbandingan biaya haji dulu vs sekarang (yang bikin kamu mikir ulang!)\n✅ Bagaimana inflasi diam-diam menghancurkan daya beli uang kamu\n✅ Penjelasan sederhana tapi dalam tentang konsep “safe haven”\n✅ Rekomendasi alokasi emas dari World Gold Council\n✅ Strategi menabung emas paling efektif: Dollar Cost Averaging (DCA)\n✅ Insight dari perencana keuangan Eko Endarto\n✅ Data resmi biaya haji dari Badan Pengelola Keuangan Haji\n✅ Dan strategi realistis menyiapkan haji dalam 7–8 tahun\n\n🚨 Fakta yang jarang disadari:\n\n✔️ 10 tahun lalu, biaya haji setara ±50 gram emas\n✔️ Sekarang? Kurang dari 25 gram sudah cukup\n✔️ Harga emas naik dari ±Rp590.000 → Rp2.800.000+/gram\n\n👉 Artinya:\nEmas bukan sekadar simpanan… tapi pelindung nilai.\n\n🎯 Kenapa video ini penting buat kamu?\n\nKarena menabung tanpa strategi…\n= kalah sama inflasi\n\nTapi menabung dengan strategi yang tepat…\n= tujuan jadi lebih dekat 🚀\n\n💬 Cocok untuk kamu yang:\n\n✔️ Sedang merencanakan ibadah haji\n✔️ Ingin menjaga nilai tabungan dari inflasi\n✔️ Mau belajar investasi aman untuk jangka panjang\n✔️ Bingung harus mulai dari mana dalam mengelola keuangan\n✔️ Ingin hidup lebih terarah secara finansial & mental\n\n🧠 Insight penting dari video ini:\n\nEmas bukan cuma soal harga naik.\nTapi soal ketahanan… stabilitas… dan perlindungan nilai.\n\nDan di dunia yang makin tidak pasti…\nitu bukan pilihan… tapi kebutuhan.\n\n🔥 Jangan lupa:\n\n👍 Like video ini kalau kamu dapat insight baru\n💬 Tulis di komentar: “Tim Emas atau Tim Uang?”\n🔔 Subscribe untuk konten self-improvement & finansial yang REAL dan relevan\n\n🚀 Channel INNER BOOST\nTempat kamu upgrade mindset, finansial, dan hidup — tanpa ribet, tanpa basa-basi.\n\n\n\n#TabunganHaji #nabungemas #InvestasiEmas #BiayaHaji #ongkosnaikhaji #haji2026 #Inflasin#KeuanganPribadi #FinancialPlanningn #DCA #DollarCostAveragingb#biayahaji2026\n#CaraMenabung #tipskeuangan #tipsfinansial #tipsmenabung #caramengaturkeuangan ##tipshemat #carahemat #tipshematuang #motivasikeuangan #motivasiuang #mindsetkeuangan #mindsetuang  #InvestasiAman #EmasAntam #InnerBoost\n#SelfImprovementIndonesia #LiterasiKeuangan #StrategiKeuangan #NaikHaji #PerencanaanHaji #UangVsEmas\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "h05wNwcI5s4"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 100.092337966035, "y": 57.42890356007679, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "h05wNwcI5s4", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah Emas Bisa Jadi Solusi Buat Tabungan Haji??\n\nTabungan Haji dengan Emas: Cara Cerdas Lawan Inflasi & Krisis Ekonomi! (Strategi Aman 7-8 Tahun)\n\n💡 Tabungan haji makin terasa berat? Nilai uang terus turun?\nDi tengah inflasi yang diam-diam menggerus tabungan, banyak orang mulai mencari solusi yang lebih kuat, lebih stabil, dan lebih aman.\n\nDan jawabannya… mungkin bukan di uang.\nTapi di EMAS 🪙\n\n✨ Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap dan mendalam:\n\n✅ Kenapa emas mulai dilirik sebagai solusi tabungan haji\n✅ Fakta mengejutkan tentang kenaikan harga emas dalam 10 tahun terakhir\n✅ Perbandingan biaya haji dulu vs sekarang (yang bikin kamu mikir ulang!)\n✅ Bagaimana inflasi diam-diam menghancurkan daya beli uang kamu\n✅ Penjelasan sederhana tapi dalam tentang konsep “safe haven”\n✅ Rekomendasi alokasi emas dari World Gold Council\n✅ Strategi menabung emas paling efektif: Dollar Cost Averaging (DCA)\n✅ Insight dari perencana keuangan Eko Endarto\n✅ Data resmi biaya haji dari Badan Pengelola Keuangan Haji\n✅ Dan strategi realistis menyiapkan haji dalam 7–8 tahun\n\n🚨 Fakta yang jarang disadari:\n\n✔️ 10 tahun lalu, biaya haji setara ±50 gram emas\n✔️ Sekarang? Kurang dari 25 gram sudah cukup\n✔️ Harga emas naik dari ±Rp590.000 → Rp2.800.000+/gram\n\n👉 Artinya:\nEmas bukan sekadar simpanan… tapi pelindung nilai.\n\n🎯 Kenapa video ini penting buat kamu?\n\nKarena menabung tanpa strategi…\n= kalah sama inflasi\n\nTapi menabung dengan strategi yang tepat…\n= tujuan jadi lebih dekat 🚀\n\n💬 Cocok untuk kamu yang:\n\n✔️ Sedang merencanakan ibadah haji\n✔️ Ingin menjaga nilai tabungan dari inflasi\n✔️ Mau belajar investasi aman untuk jangka panjang\n✔️ Bingung harus mulai dari mana dalam mengelola keuangan\n✔️ Ingin hidup lebih terarah secara finansial & mental\n\n🧠 Insight penting dari video ini:\n\nEmas bukan cuma soal harga naik.\nTapi soal ketahanan… stabilitas… dan perlindungan nilai.\n\nDan di dunia yang makin tidak pasti…\nitu bukan pilihan… tapi kebutuhan.\n\n🔥 Jangan lupa:\n\n👍 Like video ini kalau kamu dapat insight baru\n💬 Tulis di komentar: “Tim Emas atau Tim Uang?”\n🔔 Subscribe untuk konten self-improvement & finansial yang REAL dan relevan\n\n🚀 Channel INNER BOOST\nTempat kamu upgrade mindset, finansial, dan hidup — tanpa ribet, tanpa basa-basi.\n\n\n\n#TabunganHaji #nabungemas #InvestasiEmas #BiayaHaji #ongkosnaikhaji #haji2026 #Inflasin#KeuanganPribadi #FinancialPlanningn #DCA #DollarCostAveragingb#biayahaji2026\n#CaraMenabung #tipskeuangan #tipsfinansial #tipsmenabung #caramengaturkeuangan ##tipshemat #carahemat #tipshematuang #motivasikeuangan #motivasiuang #mindsetkeuangan #mindsetuang  #InvestasiAman #EmasAntam #InnerBoost\n#SelfImprovementIndonesia #LiterasiKeuangan #StrategiKeuangan #NaikHaji #PerencanaanHaji #UangVsEmas\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "h05wNwcI5s4"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 696.1778055732852, "y": 57.86096328729562, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "n2s43NlJOSA", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Kuat Tapi IHSG Hancur 19% Karena MSCI? Ini 4 Syarat Beli Saham Diskon Q1 2026!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Apakah Anda panik melihat portofolio berdarah karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terpuruk tajam terjun bebas hingga lebih dari 19% sejak awal tahun (YTD) 2026? Jangan buru-buru  cut loss  dan berasumsi bahwa mesin ekonomi Indonesia sedang hancur lebur!\n\nDi video eksklusif \"Wawasan Cerdas\" kali ini, kita akan membongkar tuntas ilusi kehancuran pasar modal Indonesia dan menemukan peta harta karun di tengah kepanikan massal. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa di saat bursa kita hancur, bursa negara berkembang lain seperti India hanya terkoreksi 8%, sementara Brazil melesat naik lebih dari 16%, dan bursa Amerika S&P 500 justru menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High)!\n\nMengapa IHSG Kita Hancur? Kejatuhan IHSG rupanya diseret oleh hancurnya harga saham-saham berkapitalisasi raksasa ( big caps ) perbankan dan energi, seperti BBCA yang anjlok 27,55%, BBRI minus 18,31%, BMRI minus 13,92%, hingga BREN yang terjun 54,02%. Benang merah dari saham-saham yang berguguran ini adalah: mereka semua merupakan penghuni indeks MSCI! Pasar saat ini dilanda ketakutan luar biasa terhadap potensi  downgrade  pasar modal Indonesia ke status  Frontier Market, sehingga memicu pelarian modal ( capital outflow ) puluhan triliun dari investor institusi asing.\n\nRealita Fundamental: Ekonomi Sedang Baik-Baik Saja! Jika kita membedah laporan keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 dari 676 saham yang valid, hasilnya sangat melegakan. Sebanyak 521 saham (77,07%) terbukti masih sukses mencetak laba! Total akumulasi laba emiten mencapai angka fantastis sekitar Rp155,77 triliun, sangat timpang dibandingkan total kerugian korporasi yang hanya berkisar Rp4,56 triliun. Lebih hebatnya lagi, 416 saham berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan ( revenue ), membuktikan roda ekonomi riil dan daya beli masih berputar kencang.\n\nPeluang Emas: Saatnya Berburu Saham \"Salah Harga\" Anjloknya pasar secara massal murni karena kepanikan sentimen, melahirkan fenomena \"salah harga\" skala besar di bursa kita. Terdapat 218 saham anomali yang laba bersihnya bertumbuh secara YTD, tetapi harga sahamnya justru terus ditekan turun sejak awal tahun.\n\nLalu, bagaimana strategi investasi kita menghadapi badai IHSG 2026 ini? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui:\n1. Sektor Bintang yang Wajib Dilirik: Fokuslah menyisir Sektor Keuangan (terdapat 27 saham salah harga termasuk bank-bank besar) dan Sektor Consumer Non-Cyclical (barang konsumsi primer) yang sangat defensif namun sedang dihukum diskon tajam oleh pasar.\n\n2. Sektor Ranjau yang Wajib Dihindari: Jauhi saham teknologi, digital, properti, dan konstruksi di mana tingkat kerugian dan beban utangnya masih sangat tinggi! Jangan sampai terjebak!\n\n3. 4 Aturan Emas Screening Saham: Pastikan laba bersih naik, pendapatan ( revenue ) wajib ikut naik, harga saham terdiskon dalam ( margin of safety ), dan arus kas ( cash flow ) perusahaan sangat sehat. Jangan terkecoh laba semu atau terjebak saham gorengan!\n\n4. Strategi Wait and See: Sembari menunggu pengumuman evaluasi MSCI di bulan Juni 2026, jadikan emiten komoditas dengan fundamental apik sebagai tempat berlindung ( hedging ) untuk meraup untung dari tingginya harga jual dan konversi Dolar ke Rupiah.\n\nTutup telinga dari kebisingan pasar sesaat. Jadilah  value investor  cerdas yang mampu melihat mutiara di saat orang lain ketakutan!\n\n🔔 JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL WAWASAN CERDAS! Tekan tombol Like, berikan Komentar saham apa yang sedang Anda incar, dan Share video ini ke rekan-rekan investor lainnya agar kita bisa  cuan  bersama di tengah badai IHSG 2026!\n\n(Disclaimer: Konten ini merupakan analisis edukasi berbasis data dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk keputusan jual-beli saham. Segala keputusan investasi dan profil risiko sepenuhnya berada di tangan Anda).\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHASHTAGS (Tempatkan di akhir deskripsi)\n#IHSG2026 #SahamSalahHarga #WawasanCerdas #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #PasarModalIndonesia #SahamFundamental #SahamDiskon #DanaAsing #IHSGAnjlok #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "n2s43NlJOSA"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 349.29292169853323, "y": 983.0754769329916, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "n2s43NlJOSA", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Kuat Tapi IHSG Hancur 19% Karena MSCI? Ini 4 Syarat Beli Saham Diskon Q1 2026!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Apakah Anda panik melihat portofolio berdarah karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terpuruk tajam terjun bebas hingga lebih dari 19% sejak awal tahun (YTD) 2026? Jangan buru-buru  cut loss  dan berasumsi bahwa mesin ekonomi Indonesia sedang hancur lebur!\n\nDi video eksklusif \"Wawasan Cerdas\" kali ini, kita akan membongkar tuntas ilusi kehancuran pasar modal Indonesia dan menemukan peta harta karun di tengah kepanikan massal. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa di saat bursa kita hancur, bursa negara berkembang lain seperti India hanya terkoreksi 8%, sementara Brazil melesat naik lebih dari 16%, dan bursa Amerika S&P 500 justru menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High)!\n\nMengapa IHSG Kita Hancur? Kejatuhan IHSG rupanya diseret oleh hancurnya harga saham-saham berkapitalisasi raksasa ( big caps ) perbankan dan energi, seperti BBCA yang anjlok 27,55%, BBRI minus 18,31%, BMRI minus 13,92%, hingga BREN yang terjun 54,02%. Benang merah dari saham-saham yang berguguran ini adalah: mereka semua merupakan penghuni indeks MSCI! Pasar saat ini dilanda ketakutan luar biasa terhadap potensi  downgrade  pasar modal Indonesia ke status  Frontier Market, sehingga memicu pelarian modal ( capital outflow ) puluhan triliun dari investor institusi asing.\n\nRealita Fundamental: Ekonomi Sedang Baik-Baik Saja! Jika kita membedah laporan keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 dari 676 saham yang valid, hasilnya sangat melegakan. Sebanyak 521 saham (77,07%) terbukti masih sukses mencetak laba! Total akumulasi laba emiten mencapai angka fantastis sekitar Rp155,77 triliun, sangat timpang dibandingkan total kerugian korporasi yang hanya berkisar Rp4,56 triliun. Lebih hebatnya lagi, 416 saham berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan ( revenue ), membuktikan roda ekonomi riil dan daya beli masih berputar kencang.\n\nPeluang Emas: Saatnya Berburu Saham \"Salah Harga\" Anjloknya pasar secara massal murni karena kepanikan sentimen, melahirkan fenomena \"salah harga\" skala besar di bursa kita. Terdapat 218 saham anomali yang laba bersihnya bertumbuh secara YTD, tetapi harga sahamnya justru terus ditekan turun sejak awal tahun.\n\nLalu, bagaimana strategi investasi kita menghadapi badai IHSG 2026 ini? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui:\n1. Sektor Bintang yang Wajib Dilirik: Fokuslah menyisir Sektor Keuangan (terdapat 27 saham salah harga termasuk bank-bank besar) dan Sektor Consumer Non-Cyclical (barang konsumsi primer) yang sangat defensif namun sedang dihukum diskon tajam oleh pasar.\n\n2. Sektor Ranjau yang Wajib Dihindari: Jauhi saham teknologi, digital, properti, dan konstruksi di mana tingkat kerugian dan beban utangnya masih sangat tinggi! Jangan sampai terjebak!\n\n3. 4 Aturan Emas Screening Saham: Pastikan laba bersih naik, pendapatan ( revenue ) wajib ikut naik, harga saham terdiskon dalam ( margin of safety ), dan arus kas ( cash flow ) perusahaan sangat sehat. Jangan terkecoh laba semu atau terjebak saham gorengan!\n\n4. Strategi Wait and See: Sembari menunggu pengumuman evaluasi MSCI di bulan Juni 2026, jadikan emiten komoditas dengan fundamental apik sebagai tempat berlindung ( hedging ) untuk meraup untung dari tingginya harga jual dan konversi Dolar ke Rupiah.\n\nTutup telinga dari kebisingan pasar sesaat. Jadilah  value investor  cerdas yang mampu melihat mutiara di saat orang lain ketakutan!\n\n🔔 JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL WAWASAN CERDAS! Tekan tombol Like, berikan Komentar saham apa yang sedang Anda incar, dan Share video ini ke rekan-rekan investor lainnya agar kita bisa  cuan  bersama di tengah badai IHSG 2026!\n\n(Disclaimer: Konten ini merupakan analisis edukasi berbasis data dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk keputusan jual-beli saham. Segala keputusan investasi dan profil risiko sepenuhnya berada di tangan Anda).\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHASHTAGS (Tempatkan di akhir deskripsi)\n#IHSG2026 #SahamSalahHarga #WawasanCerdas #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #PasarModalIndonesia #SahamFundamental #SahamDiskon #DanaAsing #IHSGAnjlok #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "n2s43NlJOSA"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 365.8783655272786, "y": 20.302398362142092, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 593.0628152462715, "y": 810.4977237757158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 654.0934029741344, "y": 246.69452446936936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 701.6330651329032, "y": 43.31007726886493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 544.7468055227835, "y": 440.3014440260444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 736.2132897834381, "y": 686.4468938886158, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0414, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 522.6973345831076, "y": 526.0371490039049, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.59, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 40.90342503424882, "y": 272.1185637290323, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 607.0842343502968, "y": 542.0733660450613, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 207.88590904531034, "y": 680.8102835363243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 102.26213486356673, "y": 790.3042803892472, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 811.4987690740835, "y": 833.9091876466582, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 826.8210988226724, "y": 992.1759739190298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nACfoo5Ovx8", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan? Ini Sektor Komoditas Penyelamat Portofolio Anda | DE'CUAN\n\nDi tengah fluktuasi nilai tukar Rupiah dan ketidakpastian geopolitik, sektor komoditas tetap menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi domestik. Analisis ini membedah mengapa sektor emas dan energi terbarukan (WTE) menawarkan safety net yang lebih stabil dibandingkan instrumen perbankan blue chip yang saat ini sedang mengalami tekanan fiskal.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "nACfoo5Ovx8"}}], "edges": [{"key": "Kamalrullah6", "source": "Kamalrullah6", "target": "Rudiyanto_zh", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kamalrullah6", "source": "Kamalrullah6", "target": "Rudiyanto_zh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Gieehad", "source": "Gieehad", "target": "Blocknewsletter", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Gieehad", "source": "Gieehad", "target": "Blocknewsletter", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Xoen_ni", "source": "Xoen_ni", "target": "Wandystjk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "source": "ndah_345yw1n", "target": "bgkiting", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "innovaraibon", "source": "innovaraibon", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "triwul82", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Muslim_AntiPKI9", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KPK_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KejaksaanRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KapudS640", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "BiLLRaY2019", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "MichelAdam1515", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "alisyarief", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "yaniarsim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "shintampubolon", "source": "shintampubolon", "target": "valenttt____", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DTech693923", "source": "DTech693923", "target": "indrawxyz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dreamcatchxxx", "source": "Dreamcatchxxx", "target": "saphelune_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "zkdlinuy23_", "source": "zkdlinuy23_", "target": "BapakKerja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Pegadaian", "source": "Pegadaian", "target": "urcribby", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Pegadaian", "source": "Pegadaian", "target": "urcribby", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "zkdlinuy23_", "source": "zkdlinuy23_", "target": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PutraMataSatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "6ur3ckv4n8345", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "BarisanOpOsisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ike_hw71", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArdieSuhardi321", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "L1L178", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "SemutMerah2024", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "renatanewbie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PecintaSejarah2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "susno2g", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "JimlyAs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "mohmahfudmd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ntv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KompasTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Yusrilihza_Mhd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tvOneNews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "kompolnas_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "arin_dc", "source": "arin_dc", "target": "LAPOR1708", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "playerthn2025", "source": "playerthn2025", "target": "bitorexpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netawinaa", "source": "netawinaa", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "motive.insight", "source": "motive.insight", "target": "rumahclipper.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "motive.insight", "source": "motive.insight", "target": "ajaibinvestasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amminurbaits", "source": "amminurbaits", "target": "kebun1000dinar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amminurbaits", "source": "amminurbaits", "target": "kebun1000dinar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amminurbaits", "source": "amminurbaits", "target": "amminurbaits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@DedySidarta", "source": "@DedySidarta", "target": "dedysidarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}