{"nodes": [{"key": "StaffacctKab", "attributes": {"label": "StaffacctKab", "x": 934.9923855918483, "y": 438.56070364144153, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "StaffacctKab", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 378.68913276677154, "y": 688.4216978129871, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "scofierceyanhar", "attributes": {"label": "scofierceyanhar", "x": 464.66199345961167, "y": 528.9527781699074, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051310240738812360", "id": "scofierceyanhar", "source": "tweet-000004", "content": "Artinya duit itu gak kering sebenarnya, bank masih punya likuiditas, padahal SRBI bunganya naik terus sejak Januari 2026, kok bisa likuiditas naik sedangkan SRBI tinggi? Jawabannya ada di duit pemerintah yang dimasukin ke Himbara. Resminya sih 200T, tapi sepertinya lebih", "post_id": "2051310240738812360"}}, {"key": "angga_fzn", "attributes": {"label": "angga_fzn", "x": 0.5956380457974308, "y": 793.7243225655823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051310240738812360", "id": "angga_fzn", "source": "tweet-000004", "content": "Artinya duit itu gak kering sebenarnya, bank masih punya likuiditas, padahal SRBI bunganya naik terus sejak Januari 2026, kok bisa likuiditas naik sedangkan SRBI tinggi? Jawabannya ada di duit pemerintah yang dimasukin ke Himbara. Resminya sih 200T, tapi sepertinya lebih", "post_id": "2051310240738812360"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 851.6900294169786, "y": 472.2366246453868, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1981062690010517997", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Saldo kas daerah Pemprov Jawa Barat sebesar Rp2,4 triliun tersebut dikelola melalui rekening pemerintah daerah (RPD) di Bank Indonesia, sesuai mekanisme pengelolaan keuangan negara. Dana ini bukan idle funds, melainkan likuiditas untuk kebutuhan operasional, pembayaran belanja", "post_id": "1981062690010517997"}}, {"key": "SUARAKRISTEN1", "attributes": {"label": "SUARAKRISTEN1", "x": 238.82340552597393, "y": 451.7809298331121, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.3498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1981062690010517997", "id": "SUARAKRISTEN1", "source": "tweet-000004", "content": "Saldo kas daerah Pemprov Jawa Barat sebesar Rp2,4 triliun tersebut dikelola melalui rekening pemerintah daerah (RPD) di Bank Indonesia, sesuai mekanisme pengelolaan keuangan negara. Dana ini bukan idle funds, melainkan likuiditas untuk kebutuhan operasional, pembayaran belanja", "post_id": "1981062690010517997"}}, {"key": "sharpandshark", "attributes": {"label": "sharpandshark", "x": 483.8414215661546, "y": 414.23669273205786, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.3498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1981062690010517997", "id": "sharpandshark", "source": "tweet-000004", "content": "Saldo kas daerah Pemprov Jawa Barat sebesar Rp2,4 triliun tersebut dikelola melalui rekening pemerintah daerah (RPD) di Bank Indonesia, sesuai mekanisme pengelolaan keuangan negara. Dana ini bukan idle funds, melainkan likuiditas untuk kebutuhan operasional, pembayaran belanja", "post_id": "1981062690010517997"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 128.601995261866, "y": 653.8237907237105, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.3498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1981062690010517997", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Saldo kas daerah Pemprov Jawa Barat sebesar Rp2,4 triliun tersebut dikelola melalui rekening pemerintah daerah (RPD) di Bank Indonesia, sesuai mekanisme pengelolaan keuangan negara. Dana ini bukan idle funds, melainkan likuiditas untuk kebutuhan operasional, pembayaran belanja", "post_id": "1981062690010517997"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "attributes": {"label": "infoacehtimur_official", "x": 383.24307055190167, "y": 699.5658538618293, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885323099034501671_7232012334", "id": "infoacehtimur_official", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 unit rumah subsidi khusus bagi karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini dihadirkan untuk membantu para pekerja yang selama ini kesulitan memiliki hunian layak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka yang berperan dalam distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.\n\nRumah tersebut tidak diberikan secara gratis, namun ditawarkan melalui skema pembiayaan ringan lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan uang muka sekitar 1 persen atau sekitar Rp1,8 juta. Dengan cicilan yang lebih terjangkau, pemerintah berharap para pekerja bisa lebih fokus menjalankan tugas dan mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat.\n\nMaruar Sirait Menyebutkan \"Ini rumah subsidi, bukan gratis. ada uang muka sekitar 1% atau kurang lebih Rp 1,8 juta. Harapannya, para pekerja bisa lebih optimal dalam menjalankan tugasnya karena kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sudah terjamin\"\n\nSource: Pojoksatu.id\n\nBaca juga berita lainnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:  \nSelalu gunakan tagar :\n#Infoacehtimur_Official #acehtimur #infoacehtimur #beritaacehtimur\nTerimakasih", "post_id": "3885323099034501671_7232012334"}}, {"key": "88royals.coating", "attributes": {"label": "88royals.coating", "x": 507.8422456530799, "y": 832.2344863161782, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885323099034501671_7232012334", "id": "88royals.coating", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menyiapkan sekitar 1.000 unit rumah subsidi khusus bagi karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini dihadirkan untuk membantu para pekerja yang selama ini kesulitan memiliki hunian layak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka yang berperan dalam distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.\n\nRumah tersebut tidak diberikan secara gratis, namun ditawarkan melalui skema pembiayaan ringan lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan uang muka sekitar 1 persen atau sekitar Rp1,8 juta. Dengan cicilan yang lebih terjangkau, pemerintah berharap para pekerja bisa lebih fokus menjalankan tugas dan mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat.\n\nMaruar Sirait Menyebutkan \"Ini rumah subsidi, bukan gratis. ada uang muka sekitar 1% atau kurang lebih Rp 1,8 juta. Harapannya, para pekerja bisa lebih optimal dalam menjalankan tugasnya karena kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sudah terjamin\"\n\nSource: Pojoksatu.id\n\nBaca juga berita lainnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:  \nSelalu gunakan tagar :\n#Infoacehtimur_Official #acehtimur #infoacehtimur #beritaacehtimur\nTerimakasih", "post_id": "3885323099034501671_7232012334"}}, {"key": "kpknl_bima", "attributes": {"label": "kpknl_bima", "x": 482.8560506508991, "y": 132.41456104195703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885581969430671258_7761551611", "id": "kpknl_bima", "source": "instagram-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Pak Herjun Pengaribowo 👋\n\r\nSelama 10 tahun, beliau dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan. Sampai akhirnya, Pak Herjun mendapatkan informasi tentang program rumah subsidi melalui FLPP dan dari situlah langkah menuju rumah impian yang selama ini dinantikan.\r\nKini, Pak Herjun bisa tersenyum lega. Bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara, tapi rumah milik sendiri yang penuh rasa aman dan nyaman. 🏡\n\r\nProgram Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki hunian layak. Dengan kemudahan pembiayaan, impian memiliki rumah bukan lagi hal yang jauh.\r\nBersama dukungan dan sinergi dengan PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF), program ini terus berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.", "post_id": "3885581969430671258_7761551611"}}, {"key": "ditjenkn", "attributes": {"label": "ditjenkn", "x": 305.11424726379454, "y": 609.3392199787614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885581969430671258_7761551611", "id": "ditjenkn", "source": "instagram-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Pak Herjun Pengaribowo 👋\n\r\nSelama 10 tahun, beliau dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan. Sampai akhirnya, Pak Herjun mendapatkan informasi tentang program rumah subsidi melalui FLPP dan dari situlah langkah menuju rumah impian yang selama ini dinantikan.\r\nKini, Pak Herjun bisa tersenyum lega. Bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara, tapi rumah milik sendiri yang penuh rasa aman dan nyaman. 🏡\n\r\nProgram Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki hunian layak. Dengan kemudahan pembiayaan, impian memiliki rumah bukan lagi hal yang jauh.\r\nBersama dukungan dan sinergi dengan PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF), program ini terus berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.", "post_id": "3885581969430671258_7761551611"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "attributes": {"label": "nasionalcorruptionwatch2", "x": 441.4614019474329, "y": 8.203075906999091, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7635121002875227400", "id": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "kejaksaan.ri", "x": 325.59186218137137, "y": 307.294513339615, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "kejaksaan.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "kpk_ri", "attributes": {"label": "kpk_ri", "x": 965.6317772081445, "y": 729.5507715423162, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "kpk_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "divhumaspolriofficial", "x": 185.93820792670735, "y": 985.0756656478493, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "divhumaspolriofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "partaigerindra", "attributes": {"label": "partaigerindra", "x": 988.8065383303934, "y": 244.498424835648, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "partaigerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "prabowosubianto08", "x": 690.1105253666791, "y": 388.80412314758814, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "prabowosubianto08", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 52.5245114316526, "y": 674.6496351210466, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 655.4829006291736, "y": 924.7174848562939, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "purbayayudhis", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "bpk.ri", "attributes": {"label": "bpk.ri", "x": 274.5162754766316, "y": 109.10345231852581, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "bpk.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "beacukairi", "attributes": {"label": "beacukairi", "x": 103.31007445635976, "y": 647.9237634906322, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6187, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635121002875227400", "id": "beacukairi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka dalam dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, OKU Timur, periode 2020–2023. Tersangka yakni KS dan SF (dua pimpinan cabang pada periode berbeda) serta FS sebagai debitur/pengguna dana. Kasus ini bermula dari penyimpangan program KUR yang seharusnya untuk UMKM. Penyidik menemukan manipulasi dalam pengajuan dan pencairan kredit, di mana pimpinan cabang diduga meloloskan kredit yang tidak memenuhi syarat administrasi dan kelayakan usaha. Modus dilakukan secara sistematis melalui rekayasa kelayakan usaha. Sekitar 16 nama debitur digunakan sebagai sarana pencairan, namun dana diduga dialihkan untuk kepentingan lain, tidak sesuai tujuan program. Akibatnya, negara dirugikan sekitar Rp3,9 miliar. Hingga kini, 41 saksi telah diperiksa untuk mendalami peran tersangka dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dalam perkembangan, KS dan FS ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari. Sementara SF belum ditahan karena menjalankan ibadah haji, namun tetap berstatus tersangka. Kasus ini menyoroti penyalahgunaan program pemerintah dengan dugaan keterlibatan internal bank. Penyidikan masih berjalan dan berpotensi berkembang dengan kemungkinan tersangka baru. #fyp #viralvideo #trending #korupsi #antikorupsi #bangkabelitung #okutimur #kur #martapura #tersangka", "post_id": "7635121002875227400"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 154.00608108996872, "y": 890.5775143002621, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 434.07868972866737, "y": 126.56217598677577, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "@theinneroperator", "attributes": {"label": "@theinneroperator", "x": 83.49569369708543, "y": 617.2423512010354, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "kTUey0EQV0A", "id": "@theinneroperator", "source": "youtube-000001", "content": "Jepang benar-benar kehilangan kendali.\n\nBuat Akun Gratis Anda di Caleb & Brown:\n👉 https://www.calebandbrown.com/affilia...\n\nHubungi Jim melalui email untuk pertanyaan apa pun: jim.bazzani\n\nBuat Akun Gratis Anda di iTrustCapital untuk Perdagangan Kripto Bebas Pajak di IRA Anda:\n👉 https://www.itrustcapital.com/go/keithd\n\n📹 Menjadi Anggota Saluran (Video Eksklusif):    /   \n\n📖 Atau Bergabung dengan Patreon Saya (Buletin Mingguan):   / theinneroperator  \n\n🎙️ Berlangganan Memes and Markets:    /   \n\nUntuk percakapan 1:1, pesan konsultasi berbayar Anda Di sini: https://calendly.com/keithsmithspeaks\n\nSemua Pertanyaan Sponsor & Bisnis: keithdenterprise\n\nJepang mungkin sedang menghadapi salah satu risiko keuangan terbesar dalam ekonomi global — dan jika terjadi masalah, pasar di mana pun dapat merasakannya.\n\nDalam video ini, kami membahas:\n\n• Mengapa Jepang mempertahankan suku bunga mendekati nol selama beberapa dekade\n• Bagaimana Carry Trade Yen Jepang menjadi salah satu perdagangan terbesar dalam keuangan global\n• Mengapa inflasi yang meningkat memaksa Bank Sentral Jepang ke posisi yang mustahil\n• Bagaimana yen yang lebih kuat dapat memicu penjualan saham dan obligasi pemerintah AS\n• Mengapa harga energi dan konflik di Timur Tengah memperburuk masalah Jepang\n• Apa arti sebenarnya dari intervensi mata uang Jepang\n• Potensi risiko peristiwa deleveraging global\n• Bagaimana semua ini dapat memengaruhi kripto, likuiditas, dan teori spekulatif seputar XRP\n\nJepang terjebak:\n\nMenaikkan suku bunga → risiko merusak pasar global.\nMempertahankan suku bunga rendah → berisiko melemahkan yen.\n\nItulah dilemanya.\n\nDan jika Jepang terpaksa mengambil langkah dramatis, efek domino yang ditimbulkannya bisa sangat besar.\n\nMenurut Anda apa yang akan terjadi selanjutnya?\n\nApakah Jepang akan menaikkan suku bunga?\n\nApakah intervensi terus berhasil?\n\nBisakah ini menjadi guncangan keuangan global besar berikutnya?", "post_id": "kTUey0EQV0A"}}, {"key": "theinneroperator", "attributes": {"label": "theinneroperator", "x": 358.0988513173293, "y": 59.020612645815596, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kTUey0EQV0A", "id": "theinneroperator", "source": "youtube-000001", "content": "Jepang benar-benar kehilangan kendali.\n\nBuat Akun Gratis Anda di Caleb & Brown:\n👉 https://www.calebandbrown.com/affilia...\n\nHubungi Jim melalui email untuk pertanyaan apa pun: jim.bazzani\n\nBuat Akun Gratis Anda di iTrustCapital untuk Perdagangan Kripto Bebas Pajak di IRA Anda:\n👉 https://www.itrustcapital.com/go/keithd\n\n📹 Menjadi Anggota Saluran (Video Eksklusif):    /   \n\n📖 Atau Bergabung dengan Patreon Saya (Buletin Mingguan):   / theinneroperator  \n\n🎙️ Berlangganan Memes and Markets:    /   \n\nUntuk percakapan 1:1, pesan konsultasi berbayar Anda Di sini: https://calendly.com/keithsmithspeaks\n\nSemua Pertanyaan Sponsor & Bisnis: keithdenterprise\n\nJepang mungkin sedang menghadapi salah satu risiko keuangan terbesar dalam ekonomi global — dan jika terjadi masalah, pasar di mana pun dapat merasakannya.\n\nDalam video ini, kami membahas:\n\n• Mengapa Jepang mempertahankan suku bunga mendekati nol selama beberapa dekade\n• Bagaimana Carry Trade Yen Jepang menjadi salah satu perdagangan terbesar dalam keuangan global\n• Mengapa inflasi yang meningkat memaksa Bank Sentral Jepang ke posisi yang mustahil\n• Bagaimana yen yang lebih kuat dapat memicu penjualan saham dan obligasi pemerintah AS\n• Mengapa harga energi dan konflik di Timur Tengah memperburuk masalah Jepang\n• Apa arti sebenarnya dari intervensi mata uang Jepang\n• Potensi risiko peristiwa deleveraging global\n• Bagaimana semua ini dapat memengaruhi kripto, likuiditas, dan teori spekulatif seputar XRP\n\nJepang terjebak:\n\nMenaikkan suku bunga → risiko merusak pasar global.\nMempertahankan suku bunga rendah → berisiko melemahkan yen.\n\nItulah dilemanya.\n\nDan jika Jepang terpaksa mengambil langkah dramatis, efek domino yang ditimbulkannya bisa sangat besar.\n\nMenurut Anda apa yang akan terjadi selanjutnya?\n\nApakah Jepang akan menaikkan suku bunga?\n\nApakah intervensi terus berhasil?\n\nBisakah ini menjadi guncangan keuangan global besar berikutnya?", "post_id": "kTUey0EQV0A"}}, {"key": "memesandmarketspod", "attributes": {"label": "memesandmarketspod", "x": 228.63009438137115, "y": 445.7465152671848, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kTUey0EQV0A", "id": "memesandmarketspod", "source": "youtube-000001", "content": "Jepang benar-benar kehilangan kendali.\n\nBuat Akun Gratis Anda di Caleb & Brown:\n👉 https://www.calebandbrown.com/affilia...\n\nHubungi Jim melalui email untuk pertanyaan apa pun: jim.bazzani\n\nBuat Akun Gratis Anda di iTrustCapital untuk Perdagangan Kripto Bebas Pajak di IRA Anda:\n👉 https://www.itrustcapital.com/go/keithd\n\n📹 Menjadi Anggota Saluran (Video Eksklusif):    /   \n\n📖 Atau Bergabung dengan Patreon Saya (Buletin Mingguan):   / theinneroperator  \n\n🎙️ Berlangganan Memes and Markets:    /   \n\nUntuk percakapan 1:1, pesan konsultasi berbayar Anda Di sini: https://calendly.com/keithsmithspeaks\n\nSemua Pertanyaan Sponsor & Bisnis: keithdenterprise\n\nJepang mungkin sedang menghadapi salah satu risiko keuangan terbesar dalam ekonomi global — dan jika terjadi masalah, pasar di mana pun dapat merasakannya.\n\nDalam video ini, kami membahas:\n\n• Mengapa Jepang mempertahankan suku bunga mendekati nol selama beberapa dekade\n• Bagaimana Carry Trade Yen Jepang menjadi salah satu perdagangan terbesar dalam keuangan global\n• Mengapa inflasi yang meningkat memaksa Bank Sentral Jepang ke posisi yang mustahil\n• Bagaimana yen yang lebih kuat dapat memicu penjualan saham dan obligasi pemerintah AS\n• Mengapa harga energi dan konflik di Timur Tengah memperburuk masalah Jepang\n• Apa arti sebenarnya dari intervensi mata uang Jepang\n• Potensi risiko peristiwa deleveraging global\n• Bagaimana semua ini dapat memengaruhi kripto, likuiditas, dan teori spekulatif seputar XRP\n\nJepang terjebak:\n\nMenaikkan suku bunga → risiko merusak pasar global.\nMempertahankan suku bunga rendah → berisiko melemahkan yen.\n\nItulah dilemanya.\n\nDan jika Jepang terpaksa mengambil langkah dramatis, efek domino yang ditimbulkannya bisa sangat besar.\n\nMenurut Anda apa yang akan terjadi selanjutnya?\n\nApakah Jepang akan menaikkan suku bunga?\n\nApakah intervensi terus berhasil?\n\nBisakah ini menjadi guncangan keuangan global besar berikutnya?", "post_id": "kTUey0EQV0A"}}, {"key": "@themetalwar", "attributes": {"label": "@themetalwar", "x": 842.048778014608, "y": 944.224130652877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qpjOuPO5T6Q", "id": "@themetalwar", "source": "youtube-000001", "content": "Jutaan Penimbun Emas & Perak akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nJutaan Penimbun Emas & Perak Akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nTanda-tanda peringatan tidak lagi tersembunyi, tetapi terlihat jelas. Tahun 2026 akan menyaksikan ekonomi dunia dihadapkan pada kombinasi berbahaya dari inflasi yang sangat tinggi, meningkatnya risiko geopolitik, dan terkikisnya kredibilitas bank sentral. Dana Moneter Internasional telah memperingatkan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, risiko inflasi, dan kondisi keuangan yang lebih ketat meningkatkan tekanan pada perekonomian di seluruh dunia. Sementara itu, para ekonom menunda ekspektasi penurunan suku bunga yang signifikan mengingat inflasi yang terus-menerus tinggi akibat harga energi dan masalah rantai pasokan. Jadi, sementara semua ini terjadi, pasar merespons seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mario Innecco berpikir sistem keuangan adalah ilusi. Pemerintah mungkin berbicara tentang disiplin, tetapi sangat sulit untuk memperketatnya di dunia yang didorong oleh utang dan likuiditas. Mario melihat emas, perak, dan komoditas sebagai investasi tempat berlindung yang aman. Ceritanya mungkin berubah, retorikanya mungkin berubah, dan pasar saham mungkin naik, tetapi fundamentalnya tidak. Bagi Mario Innecco, masalahnya bukanlah inflasi. Ini tentang menyadari siapa yang diuntungkan dari sistem dan tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian.\nStabilitas pasar saat ini tidak selalu mencerminkan risiko terbesar. Saham berkinerja baik karena dukungan likuiditas yang konstan dan pertumbuhan sektor teknologi, tetapi utang global terus meningkat dan perkembangan ekonomi riil tidak merata. Bank sentral menghadapi dilema: pengetatan yang terlalu ketat akan memperlambat ekonomi, tetapi pelonggaran yang terlalu ketat akan berisiko menyebabkan inflasi di masa depan. Mario Innecco memandang ini sebagai masalah mendasar daripada masalah siklus. Ia berpendapat bahwa sistem keuangan saat ini sangat bergantung pada intervensi untuk menjaga stabilitas, mengurangi nilai mata uang dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi di pasar keuangan tetapi barang dan jasa yang lebih mahal bagi konsumen, menciptakan kesenjangan antara ekonomi dan pasar. Ia melihat tantangannya bukan hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga melestarikan kekayaan. Itulah mengapa ia melihat logam mulia seperti emas dan perak sebagai investasi jangka panjang di dunia di mana daya beli mata uang fiat menurun.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau sudah berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "qpjOuPO5T6Q"}}, {"key": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "TheMetalWar", "x": 160.47548230886466, "y": 653.596581221187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qpjOuPO5T6Q", "id": "TheMetalWar", "source": "youtube-000001", "content": "Jutaan Penimbun Emas & Perak akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nJutaan Penimbun Emas & Perak Akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nTanda-tanda peringatan tidak lagi tersembunyi, tetapi terlihat jelas. Tahun 2026 akan menyaksikan ekonomi dunia dihadapkan pada kombinasi berbahaya dari inflasi yang sangat tinggi, meningkatnya risiko geopolitik, dan terkikisnya kredibilitas bank sentral. Dana Moneter Internasional telah memperingatkan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, risiko inflasi, dan kondisi keuangan yang lebih ketat meningkatkan tekanan pada perekonomian di seluruh dunia. Sementara itu, para ekonom menunda ekspektasi penurunan suku bunga yang signifikan mengingat inflasi yang terus-menerus tinggi akibat harga energi dan masalah rantai pasokan. Jadi, sementara semua ini terjadi, pasar merespons seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mario Innecco berpikir sistem keuangan adalah ilusi. Pemerintah mungkin berbicara tentang disiplin, tetapi sangat sulit untuk memperketatnya di dunia yang didorong oleh utang dan likuiditas. Mario melihat emas, perak, dan komoditas sebagai investasi tempat berlindung yang aman. Ceritanya mungkin berubah, retorikanya mungkin berubah, dan pasar saham mungkin naik, tetapi fundamentalnya tidak. Bagi Mario Innecco, masalahnya bukanlah inflasi. Ini tentang menyadari siapa yang diuntungkan dari sistem dan tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian.\nStabilitas pasar saat ini tidak selalu mencerminkan risiko terbesar. Saham berkinerja baik karena dukungan likuiditas yang konstan dan pertumbuhan sektor teknologi, tetapi utang global terus meningkat dan perkembangan ekonomi riil tidak merata. Bank sentral menghadapi dilema: pengetatan yang terlalu ketat akan memperlambat ekonomi, tetapi pelonggaran yang terlalu ketat akan berisiko menyebabkan inflasi di masa depan. Mario Innecco memandang ini sebagai masalah mendasar daripada masalah siklus. Ia berpendapat bahwa sistem keuangan saat ini sangat bergantung pada intervensi untuk menjaga stabilitas, mengurangi nilai mata uang dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi di pasar keuangan tetapi barang dan jasa yang lebih mahal bagi konsumen, menciptakan kesenjangan antara ekonomi dan pasar. Ia melihat tantangannya bukan hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga melestarikan kekayaan. Itulah mengapa ia melihat logam mulia seperti emas dan perak sebagai investasi jangka panjang di dunia di mana daya beli mata uang fiat menurun.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau sudah berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "qpjOuPO5T6Q"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 145.20521374491213, "y": 236.4952630258119, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 970.313745410342, "y": 967.7749499885986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 86.58329285311572, "y": 927.8686549627836, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 570.848832561081, "y": 29.860725020883994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 638.0925944221821, "y": 359.8182212204105, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 491.210004709052, "y": 917.8382231346575, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "@cgtnamerica", "attributes": {"label": "@cgtnamerica", "x": 469.0643931389472, "y": 976.268754450886, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "PkB0sC_upmI", "id": "@cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Komite Sentral CPC Meninjau Perekonomian — Awal yang Kuat, Namun Tantangan di Depan\n\nBiro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok telah mengadakan pertemuan untuk menilai situasi ekonomi Tiongkok, dengan Sekretaris Jenderal Xi Jinping sebagai pemimpin rapat. Pertemuan tersebut mengakui awal tahun yang kuat dengan indikator-indikator utama melampaui ekspektasi, tetapi juga menyoroti kesulitan yang masih berlanjut dan menyerukan langkah-langkah yang lebih kuat untuk mengkonsolidasi pemulihan. Frances Kuo dari CGTN berbicara dengan Einar Tangen, Peneliti Senior di Pusat Inovasi Pemerintah Internasional, tentang apa yang ditunjukkan pertemuan tersebut bagi arah ekonomi Tiongkok. #bizshow #XiJinping #EkonomiChina #CPC #permintaandomestik #TeknologiChina #investasi\n\n00:00 Ekonomi China memulai dengan kuat\n00:23 Apa yang mendorong lonjakan pertumbuhan China\n00:52 Risiko global dan hambatan ekonomi di masa depan\n01:41 Tantangan real estat dan kepercayaan konsumen China\n02:26 Mengapa Beijing meningkatkan stimulus dan likuiditas\n03:10 Dorongan China untuk kemandirian teknologi dijelaskan\n04:08 Dapatkah China meningkatkan permintaan domestik?\n\nTonton CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "PkB0sC_upmI"}}, {"key": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "cgtnamerica", "x": 346.601378439928, "y": 974.0282995561837, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.9506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "PkB0sC_upmI", "id": "cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Komite Sentral CPC Meninjau Perekonomian — Awal yang Kuat, Namun Tantangan di Depan\n\nBiro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok telah mengadakan pertemuan untuk menilai situasi ekonomi Tiongkok, dengan Sekretaris Jenderal Xi Jinping sebagai pemimpin rapat. Pertemuan tersebut mengakui awal tahun yang kuat dengan indikator-indikator utama melampaui ekspektasi, tetapi juga menyoroti kesulitan yang masih berlanjut dan menyerukan langkah-langkah yang lebih kuat untuk mengkonsolidasi pemulihan. Frances Kuo dari CGTN berbicara dengan Einar Tangen, Peneliti Senior di Pusat Inovasi Pemerintah Internasional, tentang apa yang ditunjukkan pertemuan tersebut bagi arah ekonomi Tiongkok. #bizshow #XiJinping #EkonomiChina #CPC #permintaandomestik #TeknologiChina #investasi\n\n00:00 Ekonomi China memulai dengan kuat\n00:23 Apa yang mendorong lonjakan pertumbuhan China\n00:52 Risiko global dan hambatan ekonomi di masa depan\n01:41 Tantangan real estat dan kepercayaan konsumen China\n02:26 Mengapa Beijing meningkatkan stimulus dan likuiditas\n03:10 Dorongan China untuk kemandirian teknologi dijelaskan\n04:08 Dapatkah China meningkatkan permintaan domestik?\n\nTonton CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "PkB0sC_upmI"}}, {"key": "cgtnamerica.tiktok", "attributes": {"label": "cgtnamerica.tiktok", "x": 495.6621513183952, "y": 343.25489138225186, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.9506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PkB0sC_upmI", "id": "cgtnamerica.tiktok", "source": "youtube-000001", "content": "Komite Sentral CPC Meninjau Perekonomian — Awal yang Kuat, Namun Tantangan di Depan\n\nBiro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok telah mengadakan pertemuan untuk menilai situasi ekonomi Tiongkok, dengan Sekretaris Jenderal Xi Jinping sebagai pemimpin rapat. Pertemuan tersebut mengakui awal tahun yang kuat dengan indikator-indikator utama melampaui ekspektasi, tetapi juga menyoroti kesulitan yang masih berlanjut dan menyerukan langkah-langkah yang lebih kuat untuk mengkonsolidasi pemulihan. Frances Kuo dari CGTN berbicara dengan Einar Tangen, Peneliti Senior di Pusat Inovasi Pemerintah Internasional, tentang apa yang ditunjukkan pertemuan tersebut bagi arah ekonomi Tiongkok. #bizshow #XiJinping #EkonomiChina #CPC #permintaandomestik #TeknologiChina #investasi\n\n00:00 Ekonomi China memulai dengan kuat\n00:23 Apa yang mendorong lonjakan pertumbuhan China\n00:52 Risiko global dan hambatan ekonomi di masa depan\n01:41 Tantangan real estat dan kepercayaan konsumen China\n02:26 Mengapa Beijing meningkatkan stimulus dan likuiditas\n03:10 Dorongan China untuk kemandirian teknologi dijelaskan\n04:08 Dapatkah China meningkatkan permintaan domestik?\n\nTonton CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "PkB0sC_upmI"}}, {"key": "@SimplyMelanie-53", "attributes": {"label": "@SimplyMelanie-53", "x": 200.7146844056037, "y": 21.114521081493585, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7531, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "shgctiiT6uU", "id": "@SimplyMelanie-53", "source": "youtube-000001", "content": "SGOV vs HYSA: Matematika yang Sering Salah Dipahami\n\nSelama bertahun-tahun, saran standar untuk menyimpan uang tunai adalah menggunakan Rekening Tabungan Berbunga Tinggi (HYSA). Tetapi pada tahun 2026, kami secara resmi memindahkan dana pensiun jangka pendek 30 bulan kami dari bank. Mengapa? Karena sebagian besar orang tanpa sadar membayar \"pajak kenyamanan\" yang menggerogoti kebebasan finansial mereka.\n\nDalam video ini, saya akan menguraikan perhitungan matematis mengapa kami memilih ETF SGOV (iShares 0-3 Month Treasury Bond ETF) daripada rekening bank tradisional. Jika Anda menyimpan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, biaya hidup, atau perjalanan, Anda perlu melihat berapa banyak uang yang sebenarnya Anda lewatkan.\n\nApa yang akan kita bahas dalam pembahasan mendalam ini:\n\"Selisih Bunga\" Bank: Bagaimana bank mengambil sebagian dari bunga Anda sebelum Anda menerimanya.\n\nRahasia Pajak Negara Bagian: Mengapa obligasi pemerintah AS seringkali dibebaskan dari pajak penghasilan negara bagian dan lokal, memberi Anda kenaikan gaji \"tersembunyi\" yang besar.\n\n\nSGOV vs. Pasar Lain: Membandingkan SGOV dengan BIL, USFR, dan SHV untuk menemukan \"tempat parkir\" paling stabil untuk uang Anda.\n\nTangga Likuiditas: Bagaimana kita mengakses uang kita dalam 48 hingga 72 jam—tanpa stres.\n\nStrategi 2026: Mengapa rasio biaya 0,09% adalah harga yang murah untuk waktu yang Anda hemat.\n\nBaik Anda memiliki dana darurat atau rekening jembatan multi-tahun, saatnya untuk membuat uang Anda bekerja sekeras Anda.\n\nBeri tahu saya di kolom komentar di bawah: Apakah Anda tim SGOV atau Anda menggunakan sesuatu yang berbeda dan mengapa? Ingat, saya membaca dan menanggapi setiap komentar.\n\nBerlangganan untuk bergabung dengan komunitas kami saat kami berbagi pengalaman praktis yang bermanfaat bersama keluarga Anda sambil mengejar strategi FIRE. -53\n\n👉 Tonton Selanjutnya:    • Can You Trust the Early Retirement Movemen...  \n\n⏰ Cap Waktu ⏰\n0:00 - Jebakan Rekening Bank \"Aman\"\n1:14 - Mengapa Kami Menyimpan Uang Tunai untuk 30 Bulan\n2:08 - SGOV vs HYSA: Perhitungan Mendasar\n2:30 - Cara Kerja Grafik \"Gigi Gergaji\"\n4:18 - Keuntungan Pajak Negara Bagian yang Tersembunyi\n6:39 - SGOV vs BIL, USFR, dan SHV\n7:34 - Tangga Likuiditas 48 Jam Kami\n8:17 - Kapan Anda TIDAK Boleh Menggunakan SGOV\n8:47 - Langkah-Langkah Akhir Menuju Pengendalian Keuangan\n\n🎯 TENTANG SALURAN INI:\nKami adalah pasangan pensiunan dini yang meninggalkan pekerjaan kantoran pada usia 53 dan 55 tahun. Kami berbagi angka-angka dunia nyata, jembatan $400 ribu Strategi dan manuver taktis yang kita gunakan untuk melindungi kekayaan kita selama volatilitas global\n\n⚠️ Konten ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan dan bukan merupakan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset Anda sendiri.", "post_id": "shgctiiT6uU"}}, {"key": "SimplyMelanie", "attributes": {"label": "SimplyMelanie", "x": 62.14201549464959, "y": 704.2019163679894, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "shgctiiT6uU", "id": "SimplyMelanie", "source": "youtube-000001", "content": "SGOV vs HYSA: Matematika yang Sering Salah Dipahami\n\nSelama bertahun-tahun, saran standar untuk menyimpan uang tunai adalah menggunakan Rekening Tabungan Berbunga Tinggi (HYSA). Tetapi pada tahun 2026, kami secara resmi memindahkan dana pensiun jangka pendek 30 bulan kami dari bank. Mengapa? Karena sebagian besar orang tanpa sadar membayar \"pajak kenyamanan\" yang menggerogoti kebebasan finansial mereka.\n\nDalam video ini, saya akan menguraikan perhitungan matematis mengapa kami memilih ETF SGOV (iShares 0-3 Month Treasury Bond ETF) daripada rekening bank tradisional. Jika Anda menyimpan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, biaya hidup, atau perjalanan, Anda perlu melihat berapa banyak uang yang sebenarnya Anda lewatkan.\n\nApa yang akan kita bahas dalam pembahasan mendalam ini:\n\"Selisih Bunga\" Bank: Bagaimana bank mengambil sebagian dari bunga Anda sebelum Anda menerimanya.\n\nRahasia Pajak Negara Bagian: Mengapa obligasi pemerintah AS seringkali dibebaskan dari pajak penghasilan negara bagian dan lokal, memberi Anda kenaikan gaji \"tersembunyi\" yang besar.\n\n\nSGOV vs. Pasar Lain: Membandingkan SGOV dengan BIL, USFR, dan SHV untuk menemukan \"tempat parkir\" paling stabil untuk uang Anda.\n\nTangga Likuiditas: Bagaimana kita mengakses uang kita dalam 48 hingga 72 jam—tanpa stres.\n\nStrategi 2026: Mengapa rasio biaya 0,09% adalah harga yang murah untuk waktu yang Anda hemat.\n\nBaik Anda memiliki dana darurat atau rekening jembatan multi-tahun, saatnya untuk membuat uang Anda bekerja sekeras Anda.\n\nBeri tahu saya di kolom komentar di bawah: Apakah Anda tim SGOV atau Anda menggunakan sesuatu yang berbeda dan mengapa? Ingat, saya membaca dan menanggapi setiap komentar.\n\nBerlangganan untuk bergabung dengan komunitas kami saat kami berbagi pengalaman praktis yang bermanfaat bersama keluarga Anda sambil mengejar strategi FIRE. -53\n\n👉 Tonton Selanjutnya:    • Can You Trust the Early Retirement Movemen...  \n\n⏰ Cap Waktu ⏰\n0:00 - Jebakan Rekening Bank \"Aman\"\n1:14 - Mengapa Kami Menyimpan Uang Tunai untuk 30 Bulan\n2:08 - SGOV vs HYSA: Perhitungan Mendasar\n2:30 - Cara Kerja Grafik \"Gigi Gergaji\"\n4:18 - Keuntungan Pajak Negara Bagian yang Tersembunyi\n6:39 - SGOV vs BIL, USFR, dan SHV\n7:34 - Tangga Likuiditas 48 Jam Kami\n8:17 - Kapan Anda TIDAK Boleh Menggunakan SGOV\n8:47 - Langkah-Langkah Akhir Menuju Pengendalian Keuangan\n\n🎯 TENTANG SALURAN INI:\nKami adalah pasangan pensiunan dini yang meninggalkan pekerjaan kantoran pada usia 53 dan 55 tahun. Kami berbagi angka-angka dunia nyata, jembatan $400 ribu Strategi dan manuver taktis yang kita gunakan untuk melindungi kekayaan kita selama volatilitas global\n\n⚠️ Konten ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan dan bukan merupakan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset Anda sendiri.", "post_id": "shgctiiT6uU"}}], "edges": [{"key": "StaffacctKab", "source": "StaffacctKab", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "scofierceyanhar", "source": "scofierceyanhar", "target": "angga_fzn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SUARAKRISTEN1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "sharpandshark", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "source": "infoacehtimur_official", "target": "88royals.coating", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kpknl_bima", "source": "kpknl_bima", "target": "ditjenkn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kpk_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "partaigerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "bpk.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "beacukairi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@theinneroperator", "source": "@theinneroperator", "target": "theinneroperator", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theinneroperator", "source": "@theinneroperator", "target": "memesandmarketspod", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@themetalwar", "source": "@themetalwar", "target": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica.tiktok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SimplyMelanie-53", "source": "@SimplyMelanie-53", "target": "SimplyMelanie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}