{"nodes": [{"key": "Ganda_waras", "attributes": {"label": "Ganda_waras", "x": 328.2277807844406, "y": 476.52541460398066, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2049968293226946692", "id": "Ganda_waras", "source": "retweet-000002", "content": "Hayuk dunks  intervensi lagi.... Biar rupiah nya menguat kembali... Khan cadangan devisa nya msh banyak…", "post_id": "2049968293226946692"}}, {"key": "Flyingfighter27", "attributes": {"label": "Flyingfighter27", "x": 242.65638912079012, "y": 110.89665774246438, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2049968293226946692", "id": "Flyingfighter27", "source": "retweet-000002", "content": "Hayuk dunks  intervensi lagi.... Biar rupiah nya menguat kembali... Khan cadangan devisa nya msh banyak…", "post_id": "2049968293226946692"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 407.63349733705667, "y": 780.6054161582239, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.8482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049968293226946692", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Hayuk dunks  intervensi lagi.... Biar rupiah nya menguat kembali... Khan cadangan devisa nya msh banyak…", "post_id": "2049968293226946692"}}, {"key": "buluslg", "attributes": {"label": "buluslg", "x": 729.9546890957391, "y": 38.71336079160936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.3656, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2049421504962843056", "id": "buluslg", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Tembus Rp 17.326, Dipicu Sentimen Danantara dan Konflik Timur Tengah\n\nSumber: https://t.co/wBqG6L9u5a.", "post_id": "2049421504962843056"}}, {"key": "JackJ93910", "attributes": {"label": "JackJ93910", "x": 269.983210844681, "y": 561.9046483533517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050767404427620429", "id": "JackJ93910", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah → cadangan devisa turun → capital outflow → yield naik → BI naikkan suku bunga → ekonomi melambat → penerimaan negara turun → defisit melebar → kepercayaan makin turun, amit2 kalo kejadian semoga pemegang kebijakan cepat sadar sebelum mati berjamaah", "post_id": "2050767404427620429"}}, {"key": "saiful_mujani", "attributes": {"label": "saiful_mujani", "x": 584.9323136969637, "y": 899.5934751637133, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050767404427620429", "id": "saiful_mujani", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah → cadangan devisa turun → capital outflow → yield naik → BI naikkan suku bunga → ekonomi melambat → penerimaan negara turun → defisit melebar → kepercayaan makin turun, amit2 kalo kejadian semoga pemegang kebijakan cepat sadar sebelum mati berjamaah", "post_id": "2050767404427620429"}}, {"key": "dkhamid79", "attributes": {"label": "dkhamid79", "x": 133.7095270510227, "y": 306.57807110880384, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051107251117776937", "id": "dkhamid79", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan Rupiah saat ini bukanlah cermin dari kegagalan fundamental ekonomi domestik, melainkan dampak dari turbulensi geopolitik global (seperti blokade Selat Hormuz dan kebijakan suku bunga AS). Indonesia memiliki cadangan devisa yang kuat dan koordinasi", "post_id": "2051107251117776937"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 925.5345602242671, "y": 553.1355109413779, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.54, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051107251117776937", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan Rupiah saat ini bukanlah cermin dari kegagalan fundamental ekonomi domestik, melainkan dampak dari turbulensi geopolitik global (seperti blokade Selat Hormuz dan kebijakan suku bunga AS). Indonesia memiliki cadangan devisa yang kuat dan koordinasi", "post_id": "2051107251117776937"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 413.6748427051542, "y": 640.4015243385608, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "2051136858256498869", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "ibnu_s_rIxiiIAs", "x": 138.69187502916125, "y": 131.23091473988703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "ibnu_s_rIxiiIAs", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "henrysubiakto", "x": 911.668285973243, "y": 240.0314901231061, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "henrysubiakto", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "SuperGrok", "attributes": {"label": "SuperGrok", "x": 345.1957901133612, "y": 518.8866172699431, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051136858256498869", "id": "SuperGrok", "source": "tweet-000004", "content": "Dari ketiga poinmu, poin 2 paling mendekati. Perbaikan rupiah undervalued bisa lewat kebijakan nyata: stabilkan inflasi, tingkatkan cadangan devisa, dan dorong ekspor. Bukan drama politik atau perbandingan dengan Iran/Venezuela.\n\nFokus data BI & BPS saja. Indonesia masih punya", "post_id": "2051136858256498869"}}, {"key": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "kerjatapimiskin", "x": 374.9000465955652, "y": 663.7120401948298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "kerjatapimiskin", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 836.2168823000483, "y": 420.39313149680845, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "Serendipityflt_", "x": 560.0603599980462, "y": 627.013827137121, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "Serendipityflt_", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "KawalProgram", "attributes": {"label": "KawalProgram", "x": 141.02380003459768, "y": 799.7217427708562, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "KawalProgram", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "kemgelapan", "attributes": {"label": "kemgelapan", "x": 186.52164966771966, "y": 17.871724931706524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "kemgelapan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "yepingekon", "attributes": {"label": "yepingekon", "x": 637.8450784987537, "y": 162.47441067649447, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050938163687018709", "id": "yepingekon", "source": "tweet-000004", "content": "Masih banget nder. Penasaran ga sama ending org yang diem2 ngomongin lu? Penasaran ga harga rupiah 3 tahun lagi? Konflik MBG aja seru banget nder buat dibahas.", "post_id": "2050938163687018709"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 468.14105639542515, "y": 939.8884787771863, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050938163687018709", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "Masih banget nder. Penasaran ga sama ending org yang diem2 ngomongin lu? Penasaran ga harga rupiah 3 tahun lagi? Konflik MBG aja seru banget nder buat dibahas.", "post_id": "2050938163687018709"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 747.1276562664465, "y": 282.9093187296411, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051125463981150302", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonom  \nmengajak kita jangan terlalu panik melihat wajah rupiah pagi ini\n\ndalam artikel ini ybs, bilang...\nkita nggak perlu panik berlebihan sampai trauma balik ke tahun '98. Memang sih, Rupiah lagi tertekan karena faktor eksternal kayak konflik di Timur Tengah, dan https://t.co/zKVS7yFIL8", "post_id": "2051125463981150302"}}, {"key": "AryoDj", "attributes": {"label": "AryoDj", "x": 809.4361708581388, "y": 830.1709857449733, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051395134680674630", "id": "AryoDj", "source": "tweet-000004", "content": "Sebuah Krisis stabilitas keamanan kawasan (konflik dan perang ) akan menjadikan Krisis energi dan finansial (ekonomi)yg lambat Laun  akan bermuara pada krisis Pangan ! Mau dolar tembus 100 rb asal negara masih mampu ngasih makan rakyat nya aman aman saja. Belajar dari WW 1&2", "post_id": "2051395134680674630"}}, {"key": "Asura0599", "attributes": {"label": "Asura0599", "x": 970.255979403419, "y": 319.52867649151864, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051395134680674630", "id": "Asura0599", "source": "tweet-000004", "content": "Sebuah Krisis stabilitas keamanan kawasan (konflik dan perang ) akan menjadikan Krisis energi dan finansial (ekonomi)yg lambat Laun  akan bermuara pada krisis Pangan ! Mau dolar tembus 100 rb asal negara masih mampu ngasih makan rakyat nya aman aman saja. Belajar dari WW 1&2", "post_id": "2051395134680674630"}}, {"key": "bbangcutieboi", "attributes": {"label": "bbangcutieboi", "x": 12.433910356681732, "y": 115.23774232730032, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "bbangcutieboi", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "maulana_rvlv11", "x": 632.9187234221251, "y": 981.7296135840894, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051262809930088797", "id": "maulana_rvlv11", "source": "tweet-000004", "content": "Banyak faktor, bukti lemahnya nilai tukar rupiah ke mata uang asing. Terutama usd ya ini. Mulai dari penguatan usd, konflik geopolitik, krisis ekonomi, ekspor menurun, inflasi dll.\nKalo rate rmb/thb/myr naik berarti nilai rp di bawah dahan. Euro aja udh kena 20,3k wkwk", "post_id": "2051262809930088797"}}, {"key": "Regina_Kahla", "attributes": {"label": "Regina_Kahla", "x": 809.5169438125868, "y": 413.75973343734364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049780909109592375", "id": "Regina_Kahla", "source": "tweet-000004", "content": "Perhatikan rupiah terus melemah terhadap U$D. Itu tanda bahwa BI sedang krisis cadangan devisa.\nCadangan devisa yg ada digunakan untuk kepentingan import BBM.\nSaya rasa sebenyar lagi pertalite sama bio solar bakalan langka.", "post_id": "2049780909109592375"}}, {"key": "kumparan", "attributes": {"label": "kumparan", "x": 130.48433829609473, "y": 583.2503262256614, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.54, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049780909109592375", "id": "kumparan", "source": "tweet-000004", "content": "Perhatikan rupiah terus melemah terhadap U$D. Itu tanda bahwa BI sedang krisis cadangan devisa.\nCadangan devisa yg ada digunakan untuk kepentingan import BBM.\nSaya rasa sebenyar lagi pertalite sama bio solar bakalan langka.", "post_id": "2049780909109592375"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 966.5715751820715, "y": 564.933176273618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3224, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049746495872909716", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Hayuk dunks  intervensi lagi.... Biar rupiah nya menguat kembali... Khan cadangan devisa nya msh banyak.... Wong negara kaya, gemah ripah loh jinawi... \n\nBetul gak wo  ?? https://t.co/y2OJSXq9rJ", "post_id": "2049746495872909716"}}, {"key": "helman_k94233", "attributes": {"label": "helman_k94233", "x": 410.45822782440933, "y": 427.3964590562842, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049833036955660536", "id": "helman_k94233", "source": "tweet-000004", "content": "Kepiawaian para pemimpin\nasli di uji hari hari ini\n\nKetidak pastian geo politik dan geo ekonomi akibat berbagai perang\n\nLalu KOHEREN dengan kondisi ekonomi RI \n\nDimana\n\nNilai tukar rupiah merosot terus\n\nKebijakan fiskal yg tdk meyakinkan\n\nImbal hasil obligasi \n\nCadangan devisa", "post_id": "2049833036955660536"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 134.85087028356503, "y": 523.7001860823257, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049833665790874008", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "IMF/Bank Dunia minta maaf,  itu bukan kemenangan diplomasi, itu klarifikasi proyeksi data teknis. \n\nSementara cadangan devisa turun USD 3,7 miliar dalam sebulan karena BI intervensi stabilkan rupiah Rp17.300. Purbaya bangga tolak pinjaman sambil BI bakar devisa setiap hari untuk", "post_id": "2049833665790874008"}}, {"key": "ruliemaulana", "attributes": {"label": "ruliemaulana", "x": 35.14650812423592, "y": 135.0396126421528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049833665790874008", "id": "ruliemaulana", "source": "tweet-000004", "content": "IMF/Bank Dunia minta maaf,  itu bukan kemenangan diplomasi, itu klarifikasi proyeksi data teknis. \n\nSementara cadangan devisa turun USD 3,7 miliar dalam sebulan karena BI intervensi stabilkan rupiah Rp17.300. Purbaya bangga tolak pinjaman sambil BI bakar devisa setiap hari untuk", "post_id": "2049833665790874008"}}, {"key": "aldoalemong", "attributes": {"label": "aldoalemong", "x": 468.86232416733617, "y": 141.47381980680996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049411402843176995", "id": "aldoalemong", "source": "tweet-000004", "content": "Ini oversimplifikasi ya. Saat krisis Asia 1997, Rupiah ambruk, cadangan devisa habis, bank2 kolaps, inflasi tinggi. Indonesia minta bailout IMF. Salah satu syarat dalam Letter of Intent memang hentikan subsidi pemerintah ke proyek-proyek strategis tidak efisien, termasuk IPTN.", "post_id": "2049411402843176995"}}, {"key": "O5Bravo", "attributes": {"label": "O5Bravo", "x": 921.9914465616795, "y": 964.7586556998792, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049411402843176995", "id": "O5Bravo", "source": "tweet-000004", "content": "Ini oversimplifikasi ya. Saat krisis Asia 1997, Rupiah ambruk, cadangan devisa habis, bank2 kolaps, inflasi tinggi. Indonesia minta bailout IMF. Salah satu syarat dalam Letter of Intent memang hentikan subsidi pemerintah ke proyek-proyek strategis tidak efisien, termasuk IPTN.", "post_id": "2049411402843176995"}}, {"key": "ichuuuls", "attributes": {"label": "ichuuuls", "x": 645.6148259360474, "y": 63.499542444921396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "ichuuuls", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 917.2825235842299, "y": 561.9946321205758, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9574, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 206.3724008373121, "y": 597.2910126302261, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049835775748104625", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG turun ke 7000 itu \"lumrah\" , benar secara teknis. \n\nTapi IHSG bukan satu-satunya indikator. Rupiah Rp17.300, cadangan devisa turun USD 3,7 miliar dalam sebulan karena BI intervensi, fiscal space menyempit, utang jatuh tempo Rp800 triliun. \n\nKalau hanya IHSG yang lo bela, lo", "post_id": "2049835775748104625"}}, {"key": "rorimpand3y", "attributes": {"label": "rorimpand3y", "x": 613.2631113317493, "y": 864.2523986865409, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050203691006017937", "id": "rorimpand3y", "source": "tweet-000004", "content": "Halo, saya Raksa.\nBagaimana posisi Basarnas dlm konsep pertahanan dan kemanusiaan di tengah eskalasi konflik global seperti yg terlihat dlm dinamika perang Iran? \nSeberapa perlu reposisi kelembagaan Basarnas di bawah Kemhan utk meningkatkan kesiapsiagaan dan stabilitas nasional?", "post_id": "2050203691006017937"}}, {"key": "LembagaKERIS", "attributes": {"label": "LembagaKERIS", "x": 339.6185707623257, "y": 260.4583330842861, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050203691006017937", "id": "LembagaKERIS", "source": "tweet-000004", "content": "Halo, saya Raksa.\nBagaimana posisi Basarnas dlm konsep pertahanan dan kemanusiaan di tengah eskalasi konflik global seperti yg terlihat dlm dinamika perang Iran? \nSeberapa perlu reposisi kelembagaan Basarnas di bawah Kemhan utk meningkatkan kesiapsiagaan dan stabilitas nasional?", "post_id": "2050203691006017937"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 177.53657781306464, "y": 69.84557931616597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7078, "eigenvector": 0.0047, "in_degree": 4, "out_degree": 3, "degree": 7}, "_id": "3887452097067095444_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah tekanan yang membayangi pasar saham sepanjang April 2026, sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga yang mencolok.\n\nMenurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sekitar 1,30 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup di level 6.956,80 pada Kamis (30/4/2026).\n\nPelemahan ini dipicu kombinasi sentimen negatif, mulai dari isu MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga depresiasi rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.370 per USD.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/ihsg-lesu-10-saham-ini-justru-terbang-tinggi-di-april \n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3887452097067095444_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 614.110012372614, "y": 33.57789000752209, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 6, "degree": 12}, "_id": "3887479059102568193_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Perdagangan saham pekan 27–30 April 2026 ditutup negatif, dengan IHSG turun 2,42% ke level 6.956 📊 Kapitalisasi pasar BEI juga menyusut dari Rp12.736 triliun menjadi Rp12.382 triliun.\n\nRata-rata nilai, frekuensi, dan volume transaksi harian turut melemah, sementara investor asing mencatat net sell Rp1,48 triliun (YtD: Rp49,87 triliun). 💸\n\nDi sisi lain, rupiah melemah ke Rp17.353/US$, tertekan sentimen global seperti konflik Timur Tengah, potensi gangguan pasokan minyak, dan outflow asing akibat kebijakan MSCI. 🌍\n\nSumber: Kabarbursa.com, 1 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #BEI #SahamIndonesia #MarketUpdate #InvestasiSaham #mancingsaham", "post_id": "3887479059102568193_52512310886"}}, {"key": "pemkabjember", "attributes": {"label": "pemkabjember", "x": 276.22045495039106, "y": 75.19580840591433, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3887239428373092238_1987758582", "id": "pemkabjember", "source": "instagram-000001", "content": "Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas daerah. Bupati Jember menegaskan bahwa peran buruh tidak hanya penting dalam dunia kerja, tetapi juga dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jember.\n\nIa juga menyoroti bahwa hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah. Dengan komunikasi yang baik dan saling memahami, berbagai potensi konflik dapat dihindari, sehingga iklim usaha tetap terjaga dan mampu menarik lebih banyak investasi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.\n\nMomentum May Day ini diharapkan menjadi pengingat bahwa buruh adalah bagian penting dari pembangunan. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus hadir, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak pekerja, sekaligus menjaga agar roda perekonomian tetap berjalan dengan baik demi masa depan Jember yang lebih maju dan sejahtera.\n\n\n#pemkabjember #bupatijember #gusfawait #jemberbarujembermaju #muhammadfawait\n\nWebsite Pemkab Jember: https://www.jemberkab.go.id", "post_id": "3887239428373092238_1987758582"}}, {"key": "gus.fawait", "attributes": {"label": "gus.fawait", "x": 5.820208381565162, "y": 707.7153987482369, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887239428373092238_1987758582", "id": "gus.fawait", "source": "instagram-000001", "content": "Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas daerah. Bupati Jember menegaskan bahwa peran buruh tidak hanya penting dalam dunia kerja, tetapi juga dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jember.\n\nIa juga menyoroti bahwa hubungan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah. Dengan komunikasi yang baik dan saling memahami, berbagai potensi konflik dapat dihindari, sehingga iklim usaha tetap terjaga dan mampu menarik lebih banyak investasi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.\n\nMomentum May Day ini diharapkan menjadi pengingat bahwa buruh adalah bagian penting dari pembangunan. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus hadir, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak pekerja, sekaligus menjaga agar roda perekonomian tetap berjalan dengan baik demi masa depan Jember yang lebih maju dan sejahtera.\n\n\n#pemkabjember #bupatijember #gusfawait #jemberbarujembermaju #muhammadfawait\n\nWebsite Pemkab Jember: https://www.jemberkab.go.id", "post_id": "3887239428373092238_1987758582"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "tribunpapuaofficial", "x": 920.7391079591634, "y": 433.3283745273385, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3656, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3886383396227489456_45261924157", "id": "tribunpapuaofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Tokoh adat Papua, Max Abner Ohee, mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kelompok mahasiswa, tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). \n\nImbauan ini mengemuka menyusul beredarnya selebaran berisi rencana aksi serentak nasional di tanah Papua dalam waktu dekat.\n\nAksi tersebut direncanakan oleh sejumlah kelompok mahasiswa dan elemen pro-Papua Merdeka untuk memperingati dua momentum, yakni 59 tahun operasional PT Freeport Indonesia serta 64 tahun peristiwa aneksasi Papua pada tahun 1962.\n\nMax Ohee menekankan agar masyarakat tidak terjebak dalam arus provokasi, terutama melalui informasi yang beredar di media sosial.\n\nMenurut dia, informasi yang tidak terverifikasi kebenarannya berisiko tinggi memicu keresahan sosial dan mengikis persatuan di tengah masyarakat.\n\n\"Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan konflik. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Papua,\" ujar Max dalam keterangan tertulis diterima Tribun-Papua.com, Kamis (30/4/2026).\n\nSebagai kelompok intelektual, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pilar penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang.\n\nMax menilai, penyampaian aspirasi adalah hak warga negara, namun pelaksanaannya harus tetap tunduk pada koridor hukum yang berlaku dan mengedepankan ketertiban umum.\n\nLebih lanjut, ia berharap agar setiap persoalan diselesaikan melalui ruang-ruang dialog yang konstruktif.\n\nBaginya, stabilitas keamanan adalah fondasi utama agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua dapat terus berjalan tanpa hambatan.\n\nRencana aksi nasional ini diperkirakan akan melibatkan berbagai organisasi yang aktif dalam isu sosial dan politik lokal.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/news/125484/beredar-ajakan-aksi-di-jayapura-max-ohee-masyarakat-papua-jangan-terpancing-provokasi\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#Aksimassa #Jayapura #Papua #MaxAbnerOhee #PapuaMerdeka #PTFreeport", "post_id": "3886383396227489456_45261924157"}}, {"key": "tribunpapua", "attributes": {"label": "tribunpapua", "x": 680.6610555355104, "y": 544.7030638935802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3656, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886383396227489456_45261924157", "id": "tribunpapua", "source": "instagram-000001", "content": "Tokoh adat Papua, Max Abner Ohee, mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kelompok mahasiswa, tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). \n\nImbauan ini mengemuka menyusul beredarnya selebaran berisi rencana aksi serentak nasional di tanah Papua dalam waktu dekat.\n\nAksi tersebut direncanakan oleh sejumlah kelompok mahasiswa dan elemen pro-Papua Merdeka untuk memperingati dua momentum, yakni 59 tahun operasional PT Freeport Indonesia serta 64 tahun peristiwa aneksasi Papua pada tahun 1962.\n\nMax Ohee menekankan agar masyarakat tidak terjebak dalam arus provokasi, terutama melalui informasi yang beredar di media sosial.\n\nMenurut dia, informasi yang tidak terverifikasi kebenarannya berisiko tinggi memicu keresahan sosial dan mengikis persatuan di tengah masyarakat.\n\n\"Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai perbedaan tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan konflik. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Papua,\" ujar Max dalam keterangan tertulis diterima Tribun-Papua.com, Kamis (30/4/2026).\n\nSebagai kelompok intelektual, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pilar penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang.\n\nMax menilai, penyampaian aspirasi adalah hak warga negara, namun pelaksanaannya harus tetap tunduk pada koridor hukum yang berlaku dan mengedepankan ketertiban umum.\n\nLebih lanjut, ia berharap agar setiap persoalan diselesaikan melalui ruang-ruang dialog yang konstruktif.\n\nBaginya, stabilitas keamanan adalah fondasi utama agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua dapat terus berjalan tanpa hambatan.\n\nRencana aksi nasional ini diperkirakan akan melibatkan berbagai organisasi yang aktif dalam isu sosial dan politik lokal.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/news/125484/beredar-ajakan-aksi-di-jayapura-max-ohee-masyarakat-papua-jangan-terpancing-provokasi\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#Aksimassa #Jayapura #Papua #MaxAbnerOhee #PapuaMerdeka #PTFreeport", "post_id": "3886383396227489456_45261924157"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 312.3435772576539, "y": 127.02544076916821, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8659, "eigenvector": 0.0107, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 166.35931132931825, "y": 139.97577295988228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3886446519428294003_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Vladimir Putin melontarkan peringatan keras kepada Donald Trump terkait potensi pecahnya kembali konflik di Iran. Dalam komunikasi langsung via telepon, Kremlin menegaskan bahwa dimulainya kembali permusuhan, terutama operasi darat, akan menjadi langkah berbahaya yang dapat mengguncang stabilitas global di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.\n\nPeringatan ini muncul setelah keputusan AS mempertahankan blokade di Selat Hormuz usai menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Meski situasi memanas, Putin menilai perpanjangan gencatan senjata tetap penting demi membuka ruang negosiasi. Namun, Trump justru menegaskan fokusnya bukan pada Iran, melainkan mendesak Rusia untuk berperan dalam mengakhiri konflik di Ukraina.\n\nDi dalam negeri AS, tekanan terhadap kebijakan perang semakin meningkat seiring membengkaknya biaya konflik yang telah mencapai sekitar US$25 miliar. Pete Hegseth mengklaim fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan, namun pernyataan ini memicu kritik keras dari Kongres terkait efektivitas dan arah strategi militer. Hingga kini, kebuntuan diplomatik antara AS dan Iran masih berlanjut, dengan kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3886446519428294003_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 562.8057948862056, "y": 433.1951648045554, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3886446519428294003_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Vladimir Putin melontarkan peringatan keras kepada Donald Trump terkait potensi pecahnya kembali konflik di Iran. Dalam komunikasi langsung via telepon, Kremlin menegaskan bahwa dimulainya kembali permusuhan, terutama operasi darat, akan menjadi langkah berbahaya yang dapat mengguncang stabilitas global di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.\n\nPeringatan ini muncul setelah keputusan AS mempertahankan blokade di Selat Hormuz usai menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Meski situasi memanas, Putin menilai perpanjangan gencatan senjata tetap penting demi membuka ruang negosiasi. Namun, Trump justru menegaskan fokusnya bukan pada Iran, melainkan mendesak Rusia untuk berperan dalam mengakhiri konflik di Ukraina.\n\nDi dalam negeri AS, tekanan terhadap kebijakan perang semakin meningkat seiring membengkaknya biaya konflik yang telah mencapai sekitar US$25 miliar. Pete Hegseth mengklaim fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan, namun pernyataan ini memicu kritik keras dari Kongres terkait efektivitas dan arah strategi militer. Hingga kini, kebuntuan diplomatik antara AS dan Iran masih berlanjut, dengan kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3886446519428294003_60374608148"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 77.06623976339012, "y": 564.5573858890596, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "nanug.pratomo", "attributes": {"label": "nanug.pratomo", "x": 290.773682499467, "y": 229.22335118593185, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "nanug.pratomo", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "devirhm5", "attributes": {"label": "devirhm5", "x": 183.12966453263525, "y": 323.90108714266677, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "devirhm5", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "visitelitisaksama", "x": 978.3628370074098, "y": 89.26302140716236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "visitelitisaksama", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "bebasberpolitik.id", "x": 887.5949647175989, "y": 377.07486817637204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.9007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7613633100538514708", "id": "bebasberpolitik.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Ancaman konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu ketahanan energi dan rantai logistik nasional. Anggota DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendorong pemerintah memperkuat cadangan energi, menjaga stok BBM dan LPG, serta memastikan distribusi logistik tetap lancar guna mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian dalam negeri. Langkah mitigasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan pasokan bagi masyarakat. 👉🏻 Follow  untuk kabar terbaru dan insight menarik lainnya seputar politik Nasional dan Internasional. #beritanasional #politikindonesia #BreakingNews #ekonomiindonesia #newsupdate", "post_id": "7613633100538514708"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 670.8809405081413, "y": 640.8357131483556, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "7633361550841040146", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 88.71073391461037, "y": 236.0923432897245, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 536.2655235266601, "y": 318.84687458807934, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 850.9848297867013, "y": 381.41492596441805, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 372.48151990379887, "y": 677.4991985707449, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 526.2045074647059, "y": 229.61681402533586, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 324.0219385985946, "y": 144.46427509270364, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 649.1447268577299, "y": 750.8414530470186, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 655.9056270121378, "y": 791.5313628367325, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "ADRI", "attributes": {"label": "ADRI", "x": 594.3618919687462, "y": 592.6407605319141, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "ADRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "jay", "attributes": {"label": "jay", "x": 652.3801078209368, "y": 788.6744669045002, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "jay", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "pak", "attributes": {"label": "pak", "x": 883.5427819102252, "y": 862.7774135826223, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "pak", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 145.78269523996667, "y": 578.6510751233635, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 185.94418206745812, "y": 755.5560745545667, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7373, "eigenvector": 71.4226, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "humaspoldajatim", "attributes": {"label": "humaspoldajatim", "x": 447.3444891792986, "y": 200.4729090667672, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7634536314292931860", "id": "humaspoldajatim", "source": "tiktok-000001", "content": "Polda Jawa Timur menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas dengan melibatkan ribuan elemen Masyarakat sebagai Mitra Strategis dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban pada Kamis, 30 April 2026. Beragam Komunitas bersatu menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif di wilayah Jawa Timur. Melalui program “Jogo Jatim”, sinergi antara Polri dan Masyarakat terus diperkuat, mulai dari pencegahan gangguan keamanan, peningkatan koordinasi, hingga mitigasi bencana dan potensi konflik sosial. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam menjaga Stabilitas Daerah guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat.   #PolriUntukMasyarakat #PoldaJatim #ApelSabukKamtibmas #JogoJatim #CallCenter110", "post_id": "7634536314292931860"}}, {"key": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "divisihumaspolri", "x": 980.9573181990905, "y": 702.9371716343547, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634536314292931860", "id": "divisihumaspolri", "source": "tiktok-000001", "content": "Polda Jawa Timur menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas dengan melibatkan ribuan elemen Masyarakat sebagai Mitra Strategis dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban pada Kamis, 30 April 2026. Beragam Komunitas bersatu menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif di wilayah Jawa Timur. Melalui program “Jogo Jatim”, sinergi antara Polri dan Masyarakat terus diperkuat, mulai dari pencegahan gangguan keamanan, peningkatan koordinasi, hingga mitigasi bencana dan potensi konflik sosial. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam menjaga Stabilitas Daerah guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat.   #PolriUntukMasyarakat #PoldaJatim #ApelSabukKamtibmas #JogoJatim #CallCenter110", "post_id": "7634536314292931860"}}, {"key": "binmas.poldajatim", "attributes": {"label": "binmas.poldajatim", "x": 941.3781250137615, "y": 270.12171670580267, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634536314292931860", "id": "binmas.poldajatim", "source": "tiktok-000001", "content": "Polda Jawa Timur menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas dengan melibatkan ribuan elemen Masyarakat sebagai Mitra Strategis dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban pada Kamis, 30 April 2026. Beragam Komunitas bersatu menjadi kekuatan bersama untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif di wilayah Jawa Timur. Melalui program “Jogo Jatim”, sinergi antara Polri dan Masyarakat terus diperkuat, mulai dari pencegahan gangguan keamanan, peningkatan koordinasi, hingga mitigasi bencana dan potensi konflik sosial. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam menjaga Stabilitas Daerah guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan Masyarakat.   #PolriUntukMasyarakat #PoldaJatim #ApelSabukKamtibmas #JogoJatim #CallCenter110", "post_id": "7634536314292931860"}}, {"key": "financialmindset.idn", "attributes": {"label": "financialmindset.idn", "x": 715.9406691057223, "y": 644.9294785362586, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634193205973617928", "id": "financialmindset.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Menurut laporan Forbes Advisor per April 2026, rupiah masuk dalam 5 mata uang terlemah di dunia bersama rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos. Penilaian ini berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS, di mana Rp17.336 hanya setara sekitar US$0,058, menunjukkan daya beli yang relatif lemah. Sementara itu, Iranian Rial tercatat sebagai yang terlemah, dengan 1.000 rial hanya bernilai sekitar US$0,001. Kondisi ini dipengaruhi tekanan ekonomi berat dan konflik berkepanjangan, termasuk gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz yang turut menekan ekonomi Iran. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #rupiah #melemah", "post_id": "7634193205973617928"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 733.9666855668498, "y": 479.4400251190396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634193205973617928", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menurut laporan Forbes Advisor per April 2026, rupiah masuk dalam 5 mata uang terlemah di dunia bersama rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos. Penilaian ini berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS, di mana Rp17.336 hanya setara sekitar US$0,058, menunjukkan daya beli yang relatif lemah. Sementara itu, Iranian Rial tercatat sebagai yang terlemah, dengan 1.000 rial hanya bernilai sekitar US$0,001. Kondisi ini dipengaruhi tekanan ekonomi berat dan konflik berkepanjangan, termasuk gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz yang turut menekan ekonomi Iran. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #rupiah #melemah", "post_id": "7634193205973617928"}}, {"key": "our_daily_inspirations", "attributes": {"label": "our_daily_inspirations", "x": 919.4970245230727, "y": 607.2819689484986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.9007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7516036885991443733", "id": "our_daily_inspirations", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  HyperSonic Bomb HyperSonic Bomb: Teknologi Senjata Super Cepat yang Mengubah Wajah Pertahanan Militer HyperSonic Bomb adalah jenis senjata generasi baru yang dirancang untuk melesat dengan kecepatan luar biasa—melampaui kecepatan suara lebih dari lima kali (Mach 5+). Teknologi ini dianggap sebagai revolusi dalam dunia militer karena kemampuannya untuk menyerang dengan presisi tinggi, kecepatan ekstrem, dan menghindari sistem pertahanan konvensional. Apa Itu HyperSonic Bomb? HyperSonic Bomb merupakan bagian dari sistem senjata hipersonik yang bergerak dengan kecepatan antara Mach 5 hingga Mach 20. Dibandingkan dengan rudal konvensional, senjata ini sangat sulit untuk dideteksi radar karena kecepatannya yang tinggi dan manuvernya yang tidak terduga. Ada dua jenis utama senjata hipersonik: Hypersonic Glide Vehicles (HGVs) – diluncurkan menggunakan roket dan meluncur di atmosfer bagian atas sebelum menghantam target. Hypersonic Cruise Missiles – menggunakan mesin scramjet untuk mempertahankan kecepatan hipersonik secara mandiri dalam jarak jauh. Keunggulan HyperSonic Bomb 1. Kecepatan Ekstrem Dengan kecepatan lebih dari 6.000 km/jam, HyperSonic Bomb mampu mencapai target hanya dalam hitungan menit. Ini membuat waktu reaksi musuh sangat singkat. 2. Presisi Tinggi Teknologi navigasi canggih membuat bom ini dapat mengenai target dengan akurasi tinggi, termasuk fasilitas militer tersembunyi atau pusat komando strategis. 3. Menghindari Pertahanan Musuh Sistem pertahanan udara tradisional seperti Patriot atau S-400 kesulitan mencegat senjata hipersonik karena kecepatan dan kemampuan manuvernya. 4. Daya Hancur Besar Beberapa varian HyperSonic Bomb mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir, sehingga memiliki potensi destruktif sangat besar. Negara-Negara yang Mengembangkan HyperSonic Bomb Teknologi ini saat ini sedang dikembangkan oleh negara-negara dengan kekuatan militer besar seperti: Amerika Serikat (dengan proyek AGM-183 ARRW dan HAWC) Rusia (dengan Kinzhal dan Avangard) China (dengan DF-ZF dan Starry Sky-2) India dan Korea Utara juga dilaporkan mulai mengembangkan teknologi hipersonik. Dampak Strategis dan Ancaman Global HyperSonic Bomb menciptakan game changer dalam strategi pertahanan dan serangan militer. Kecepatannya yang luar biasa mempersulit diplomasi pertahanan dan menimbulkan kekhawatiran tentang perlombaan senjata baru. Selain itu, kemampuan senjata ini untuk menghindari sistem peringatan dini menjadikannya ancaman serius terhadap stabilitas global. Banyak ahli menyuarakan pentingnya pengaturan internasional terhadap penggunaan senjata hipersonik untuk menghindari eskalasi konflik berskala besar. Aplikasi Non-Militer (Potensi Masa Depan) Meski teknologi HyperSonic saat ini banyak digunakan untuk kepentingan militer, ilmuwan percaya bahwa riset ini suatu saat bisa digunakan untuk: Transportasi super cepat (misalnya perjalanan antarbenua dalam hitungan jam) Pengiriman logistik darurat Eksplorasi ruang angkasa berkecepatan tinggi Kesimpulan HyperSonic Bomb adalah simbol kemajuan teknologi militer yang menakjubkan sekaligus mengkhawatirkan. Kecepatannya yang luar biasa, kemampuan menyerang target secara presisi, serta ketahanannya terhadap sistem pertahanan menjadikannya senjata strategis masa depan. Di sisi lain, keberadaan teknologi ini menuntut adanya pengawasan dan regulasi internasional untuk menjaga perdamaian dunia. HyperSonic Bomb adalah | teknologi senjata hipersonik | rudal hipersonik | keunggulan HyperSonic Bomb | senjata tercepat di dunia | hypersonic glide vehicle | scramjet missile | militer modern | perlombaan senjata hipersonik | bom hipersonik", "post_id": "7516036885991443733"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 383.55899485525515, "y": 368.02191099602175, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0016, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "432781620563594_1456715869585563", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi melemah ke level Rp17.550 per USD pada perdagangan pekan depan. \n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta penguatan dolar AS.\n\n\"Kemudian kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550,\" ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (3/5/2026). \n\nIbrahim menjelaskan, penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global keluar dari aset berisiko di negara berkembang dan beralih ke dolar AS.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/tekanan-geopolitik-berlanjut-rupiah-berpotensi-tembus-rp17550-pekan-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1456715869585563"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 279.7263146704818, "y": 212.8067375089735, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 941.7126448391779, "y": 904.6915785200795, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 186.80651359216006, "y": 651.6148278402571, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0131, "in_degree": 0, "out_degree": 70, "degree": 70}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 719.4637303546324, "y": 16.73931539948226, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4506, "eigenvector": 0.0048, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 427.91531153019855, "y": 692.3014597137045, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.832, "eigenvector": 0.0092, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 761.1069903423686, "y": 187.97937889837078, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.832, "eigenvector": 0.0092, "in_degree": 24, "out_degree": 0, "degree": 24}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 326.66888619832844, "y": 220.18930462041507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.832, "eigenvector": 0.0092, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 355.184248219125, "y": 679.1032933299341, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.832, "eigenvector": 0.0092, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 549.5091762087468, "y": 829.2429378352103, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 480.1314914815209, "y": 938.6739777250206, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 260.64690022668435, "y": 513.7190982565555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 865.578673718083, "y": 135.39527949087616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 592.3087576732536, "y": 390.8714405315461, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 401.17114407384327, "y": 575.0958380166984, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 973.2957046656019, "y": 951.8332864925281, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 332.1303046957034, "y": 678.6665986794351, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 968.7009468945843, "y": 277.20901998875127, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 271.8660313755902, "y": 301.41088135928686, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "SsY2TSSl2VM", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "TERBARU❗ “PROJECT FREEDOM” DONALD TRUMP PICU KETEGANGAN\n\nKetegangan di Selat Hormus kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan operasi “Project Freedom” atau proyek kebebasan.\n\nProgram ini diklaim sebagai misi kemanusiaan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan Teluk Persia. Namun, langkah tersebut justru memicu respons keras dari Iran yang menegaskan tidak akan mentolerir kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.\n\nIran bahkan memperingatkan bahwa setiap kapal asing yang memasuki Selat Hormus tanpa koordinasi dapat menjadi target militer. Di sisi lain, Amerika Serikat menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga stabilitas jalur pelayaran global sekaligus menekan ekonomi Iran melalui blokade.\n\nSejumlah analis menilai operasi ini berpotensi menciptakan deeskalasi jika dikelola dengan baik, namun juga sangat rentan memicu konflik terbuka akibat potensi pelanggaran di lapangan. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa langkah ini bisa menjadi provokasi untuk memancing respons militer Iran dan memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.\n\n#viral #beritaterkini #beritaterbaru #beritahariini #iran #israel #netanyahu #rudalbalistik #selathormuz #perangiran\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Uray Rizki Hidayat\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "SsY2TSSl2VM"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 111.31828078843486, "y": 165.14742372661973, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "SsY2TSSl2VM", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "TERBARU❗ “PROJECT FREEDOM” DONALD TRUMP PICU KETEGANGAN\n\nKetegangan di Selat Hormus kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan operasi “Project Freedom” atau proyek kebebasan.\n\nProgram ini diklaim sebagai misi kemanusiaan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan Teluk Persia. Namun, langkah tersebut justru memicu respons keras dari Iran yang menegaskan tidak akan mentolerir kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.\n\nIran bahkan memperingatkan bahwa setiap kapal asing yang memasuki Selat Hormus tanpa koordinasi dapat menjadi target militer. Di sisi lain, Amerika Serikat menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga stabilitas jalur pelayaran global sekaligus menekan ekonomi Iran melalui blokade.\n\nSejumlah analis menilai operasi ini berpotensi menciptakan deeskalasi jika dikelola dengan baik, namun juga sangat rentan memicu konflik terbuka akibat potensi pelanggaran di lapangan. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa langkah ini bisa menjadi provokasi untuk memancing respons militer Iran dan memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.\n\n#viral #beritaterkini #beritaterbaru #beritahariini #iran #israel #netanyahu #rudalbalistik #selathormuz #perangiran\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Uray Rizki Hidayat\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "SsY2TSSl2VM"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 250.4144355486577, "y": 719.3631754428492, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 577.137859806965, "y": 48.081054730212514, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 397.43244303340185, "y": 279.7514252536066, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 10, "degree": 10}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "AussenMinDe", "x": 175.28777086505508, "y": 413.39448849841756, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "AussenMinDe", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "araghchi", "attributes": {"label": "araghchi", "x": 507.8193377654295, "y": 772.8036096462174, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "araghchi", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 188.90203315315622, "y": 282.8888194451848, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 709.7009153073747, "y": 872.1065420201556, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 493.32196992309974, "y": 789.6515892238422, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0119, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "yhetEKXnI0o", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rivalitas AS–China Memanas, Konflik Merembet ke Energi Global | MILENOMICS\n\nRivalitas antara Amerika Serikat dan China kini semakin meluas ke sektor energi global setelah Beijing secara terbuka menyatakan tidak akan mematuhi sanksi Washington terhadap sejumlah perusahaan China yang dituduh membeli minyak dari Iran. Langkah ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama terkait kebijakan sanksi sepihak AS yang bertujuan menekan ekspor minyak Iran, sementara China menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki legitimasi internasional dan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan domestiknya. Situasi ini dinilai dapat memperdalam friksi geopolitik serta memengaruhi stabilitas pasar energi dunia, mengingat China merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran dan memiliki peran penting dalam rantai pasok energi global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "yhetEKXnI0o"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 81.8138659252663, "y": 198.87554120937145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "8INYCo6-j-o", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nGILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nMalaysia kembali jadi sorotan setelah gelombang PHK besar-besaran mulai menghantam berbagai sektor industri. Lebih dari 20.000 pekerja dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi negara tersebut. Banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah ini murni karena kondisi ekonomi global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara lengkap penyebab di balik badai PHK di Malaysia. Mulai dari dampak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan harga energi dan rantai pasok global, hingga tekanan dari perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang disebut-sebut mulai memberikan dampak nyata terhadap industri lokal. Kondisi ini membuat banyak perusahaan harus melakukan efisiensi besar-besaran, dan korban pertama yang terkena dampaknya adalah para pekerja.\n\nTidak hanya itu, kita juga akan membahas bagaimana situasi ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Apakah ini hanya awal dari krisis yang lebih besar? Atau justru bagian dari dinamika global yang memang tidak bisa dihindari? Dan yang paling penting, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari kondisi seperti ini?\n\nVideo ini akan memberikan perspektif yang berbeda, bukan hanya dari sisi ekonomi makro, tetapi juga dari sudut pandang geopolitik dan kekuatan global yang bermain di balik layar. Pastikan kalian menonton sampai habis agar tidak ketinggalan fakta-fakta penting yang jarang diungkap di media mainstream.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "8INYCo6-j-o"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 793.0619433114165, "y": 229.26872194992666, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8INYCo6-j-o", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nGILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nMalaysia kembali jadi sorotan setelah gelombang PHK besar-besaran mulai menghantam berbagai sektor industri. Lebih dari 20.000 pekerja dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi negara tersebut. Banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah ini murni karena kondisi ekonomi global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara lengkap penyebab di balik badai PHK di Malaysia. Mulai dari dampak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan harga energi dan rantai pasok global, hingga tekanan dari perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang disebut-sebut mulai memberikan dampak nyata terhadap industri lokal. Kondisi ini membuat banyak perusahaan harus melakukan efisiensi besar-besaran, dan korban pertama yang terkena dampaknya adalah para pekerja.\n\nTidak hanya itu, kita juga akan membahas bagaimana situasi ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Apakah ini hanya awal dari krisis yang lebih besar? Atau justru bagian dari dinamika global yang memang tidak bisa dihindari? Dan yang paling penting, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari kondisi seperti ini?\n\nVideo ini akan memberikan perspektif yang berbeda, bukan hanya dari sisi ekonomi makro, tetapi juga dari sudut pandang geopolitik dan kekuatan global yang bermain di balik layar. Pastikan kalian menonton sampai habis agar tidak ketinggalan fakta-fakta penting yang jarang diungkap di media mainstream.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "8INYCo6-j-o"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 811.9978690729737, "y": 943.7563361129419, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8INYCo6-j-o", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nGILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nMalaysia kembali jadi sorotan setelah gelombang PHK besar-besaran mulai menghantam berbagai sektor industri. Lebih dari 20.000 pekerja dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi negara tersebut. Banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah ini murni karena kondisi ekonomi global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara lengkap penyebab di balik badai PHK di Malaysia. Mulai dari dampak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan harga energi dan rantai pasok global, hingga tekanan dari perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang disebut-sebut mulai memberikan dampak nyata terhadap industri lokal. Kondisi ini membuat banyak perusahaan harus melakukan efisiensi besar-besaran, dan korban pertama yang terkena dampaknya adalah para pekerja.\n\nTidak hanya itu, kita juga akan membahas bagaimana situasi ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Apakah ini hanya awal dari krisis yang lebih besar? Atau justru bagian dari dinamika global yang memang tidak bisa dihindari? Dan yang paling penting, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari kondisi seperti ini?\n\nVideo ini akan memberikan perspektif yang berbeda, bukan hanya dari sisi ekonomi makro, tetapi juga dari sudut pandang geopolitik dan kekuatan global yang bermain di balik layar. Pastikan kalian menonton sampai habis agar tidak ketinggalan fakta-fakta penting yang jarang diungkap di media mainstream.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "8INYCo6-j-o"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 501.3625920780558, "y": 139.14030325874305, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8INYCo6-j-o", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nGILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nMalaysia kembali jadi sorotan setelah gelombang PHK besar-besaran mulai menghantam berbagai sektor industri. Lebih dari 20.000 pekerja dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi negara tersebut. Banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah ini murni karena kondisi ekonomi global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara lengkap penyebab di balik badai PHK di Malaysia. Mulai dari dampak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan harga energi dan rantai pasok global, hingga tekanan dari perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang disebut-sebut mulai memberikan dampak nyata terhadap industri lokal. Kondisi ini membuat banyak perusahaan harus melakukan efisiensi besar-besaran, dan korban pertama yang terkena dampaknya adalah para pekerja.\n\nTidak hanya itu, kita juga akan membahas bagaimana situasi ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Apakah ini hanya awal dari krisis yang lebih besar? Atau justru bagian dari dinamika global yang memang tidak bisa dihindari? Dan yang paling penting, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari kondisi seperti ini?\n\nVideo ini akan memberikan perspektif yang berbeda, bukan hanya dari sisi ekonomi makro, tetapi juga dari sudut pandang geopolitik dan kekuatan global yang bermain di balik layar. Pastikan kalian menonton sampai habis agar tidak ketinggalan fakta-fakta penting yang jarang diungkap di media mainstream.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "8INYCo6-j-o"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 457.0954090412588, "y": 244.28359452271874, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8INYCo6-j-o", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nGILA! 20.000 Pekerja Malaysia TERANCAM PHK — Perang IRAN & Perjanjian AS MULAI TERASA?\n\nMalaysia kembali jadi sorotan setelah gelombang PHK besar-besaran mulai menghantam berbagai sektor industri. Lebih dari 20.000 pekerja dikabarkan terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat, memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi negara tersebut. Banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah ini murni karena kondisi ekonomi global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara lengkap penyebab di balik badai PHK di Malaysia. Mulai dari dampak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan harga energi dan rantai pasok global, hingga tekanan dari perjanjian dagang dengan Amerika Serikat yang disebut-sebut mulai memberikan dampak nyata terhadap industri lokal. Kondisi ini membuat banyak perusahaan harus melakukan efisiensi besar-besaran, dan korban pertama yang terkena dampaknya adalah para pekerja.\n\nTidak hanya itu, kita juga akan membahas bagaimana situasi ini bisa menjadi sinyal bahaya bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Apakah ini hanya awal dari krisis yang lebih besar? Atau justru bagian dari dinamika global yang memang tidak bisa dihindari? Dan yang paling penting, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari kondisi seperti ini?\n\nVideo ini akan memberikan perspektif yang berbeda, bukan hanya dari sisi ekonomi makro, tetapi juga dari sudut pandang geopolitik dan kekuatan global yang bermain di balik layar. Pastikan kalian menonton sampai habis agar tidak ketinggalan fakta-fakta penting yang jarang diungkap di media mainstream.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "8INYCo6-j-o"}}, {"key": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "WhiteHouse", "x": 692.6544082237305, "y": 240.99528640613786, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ea0zgsrs70o", "id": "WhiteHouse", "source": "youtube-000001", "content": "NATO Turun Tangan Trump Tarik Pasukan AS di Jerman, Ekonomi Jerman Bisa Berdampak\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nKeputusan mengejutkan dari Donald Trump kembali mengguncang hubungan transatlantik. Rencana penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat dari Jerman memicu kekhawatiran serius, tidak hanya bagi stabilitas keamanan Eropa, tetapi juga bagi ekonomi negara tersebut.\n\nNATO langsung bergerak cepat mengevaluasi langkah Washington. Juru bicara NATO, Allison Hart, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut, yang diperkirakan akan diproses dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan oleh Pentagon.\n\nNamun, keputusan ini tak bisa dilepaskan dari memanasnya hubungan politik antara Trump dan sekutu-sekutunya di Eropa. \n\nKetegangan meningkat seiring kritik terhadap minimnya dukungan Eropa dalam konflik AS-Israel melawan Iran. \n\nKanselir Jerman Friedrich Merz bahkan sempat menyebut Amerika Serikat “dipermalukan” oleh Iran—pernyataan yang langsung memicu amarah Trump.\n\nPresiden AS itu membalas dengan keras, meminta Merz berhenti “ikut campur” dalam urusan Iran dan fokus memperbaiki kondisi domestik Jerman. \n\nBahkan, Trump tak segan melabeli NATO sebagai “macan kertas” dan “tidak berguna sama sekali”—sebuah pernyataan yang menambah ketegangan dalam aliansi Barat.\n\nMenurut laporan Al Jazeera dari Berlin, langkah penarikan pasukan ini bukan berdiri sendiri. \n\nKebijakan tersebut diduga bagian dari tekanan lebih luas terhadap Jerman, termasuk ancaman tarif terhadap mobil-mobil Uni Eropa yang berpotensi merugikan ekonomi Jerman hingga miliaran dolar.\n\nAnalis menilai, langkah Trump mencerminkan pendekatan baru yang lebih keras dan transaksional terhadap sekutu. \n\nMantan diplomat AS Donald Jensen menyebut kebijakan ini sebagai sinyal perubahan besar dalam strategi militer Amerika.\n\nMenurutnya, Washington kini mulai mengalihkan fokus ke kawasan Asia, terutama menghadapi China yang dianggap sebagai ancaman utama, melampaui Rusia. \n\nDampaknya, Eropa—termasuk Jerman—harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam arsitektur keamanan regional.\n\n“Ini bisa menjadi perubahan permanen dalam sistem keamanan Eropa, meski bentuk akhirnya belum jelas,” ujar Jensen.\n\nDengan kombinasi tekanan militer dan ekonomi, kebijakan Trump berpotensi menempatkan Jerman dalam posisi sulit. \n\nTak hanya menghadapi risiko keamanan yang meningkat, Berlin juga terancam terpukul secara ekonomi—sebuah konsekuensi nyata dari retaknya hubungan dengan sekutu terdekatnya.\n\nSumber Video \nYouTube/\nInstagram/nato\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "ea0zgsrs70o"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "attributes": {"label": "@ProfessorJiangInsight", "x": 193.9772594717635, "y": 182.67367679984247, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "XWs9HblNnZ0", "id": "@ProfessorJiangInsight", "source": "youtube-000001", "content": "Apa Sebenarnya yang Terjadi di Jamuan Makan Malam Koresponden? Kisah Tersembunyi Terungkap | Prof...\n\n#geopoliticsbangla #timurtengah #kekuatanglobal #koresponden #gedungputih\n\nDalam video ini, saya mengeksplorasi pertanyaan yang telah membentuk strategi global selama beberapa dekade: mengapa Amerika Serikat, meskipun memiliki sistem militer dan ekonomi terkuat di dunia, kesulitan untuk sepenuhnya mengendalikan Timur Tengah. Dari politik energi dan aliansi strategis hingga persaingan regional dan persaingan kekuatan global, Timur Tengah berada di pusat sistem geopolitik modern.\n\nSelama beberapa dekade, Amerika Serikat telah mempertahankan pangkalan militer, kemitraan strategis, dan pengaruh politik di seluruh wilayah tersebut. Namun, konflik, pergeseran aliansi, dan perebutan kekuasaan regional terus menantang stabilitas jangka panjang. Negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, Turki, dan Israel mengejar kepentingan strategis mereka sendiri, menciptakan keseimbangan kekuatan yang kompleks yang tidak dapat dengan mudah didominasi oleh satu negara pun.\n\nSeiring evolusi geopolitik global, Timur Tengah tetap menjadi salah satu wilayah yang paling penting secara strategis di dunia. Pengendalian jalur energi, pengaruh regional, dan sistem ekonomi global yang lebih luas semuanya berpotongan di sini. Memahami logika yang lebih dalam di balik dinamika ini mengungkapkan mengapa kawasan ini tetap sulit dikendalikan oleh kekuatan global mana pun dan bagaimana keseimbangan kekuatan dapat terus bergeser di masa depan.\n\n⚠️ PENAFIAN:\n\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian asli, kuliah, dan kekayaan intelektual milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini mungkin menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah orisinal oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Prinsip Penggunaan Wajar (Fair Use) untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan ditujukan untuk diskusi pendidikan.\n\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional, keuangan, atau faktual.\n\n#geopolitikTimurTengah #kekuatanglobal #penjelasangeopolitik #hubunganinternasional #politikdunia #strategiglobal #politikenergi #analisisstrategis #ekonomiglobal #politikkekuasaan #tatanandunia #analisisgeopolitik #kekuatanekonomi #konflikglobal #perdaganganinternasional", "post_id": "XWs9HblNnZ0"}}, {"key": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "PredictiveHistory", "x": 195.6190345899974, "y": 529.8944673179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "XWs9HblNnZ0", "id": "PredictiveHistory", "source": "youtube-000001", "content": "Apa Sebenarnya yang Terjadi di Jamuan Makan Malam Koresponden? Kisah Tersembunyi Terungkap | Prof...\n\n#geopoliticsbangla #timurtengah #kekuatanglobal #koresponden #gedungputih\n\nDalam video ini, saya mengeksplorasi pertanyaan yang telah membentuk strategi global selama beberapa dekade: mengapa Amerika Serikat, meskipun memiliki sistem militer dan ekonomi terkuat di dunia, kesulitan untuk sepenuhnya mengendalikan Timur Tengah. Dari politik energi dan aliansi strategis hingga persaingan regional dan persaingan kekuatan global, Timur Tengah berada di pusat sistem geopolitik modern.\n\nSelama beberapa dekade, Amerika Serikat telah mempertahankan pangkalan militer, kemitraan strategis, dan pengaruh politik di seluruh wilayah tersebut. Namun, konflik, pergeseran aliansi, dan perebutan kekuasaan regional terus menantang stabilitas jangka panjang. Negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, Turki, dan Israel mengejar kepentingan strategis mereka sendiri, menciptakan keseimbangan kekuatan yang kompleks yang tidak dapat dengan mudah didominasi oleh satu negara pun.\n\nSeiring evolusi geopolitik global, Timur Tengah tetap menjadi salah satu wilayah yang paling penting secara strategis di dunia. Pengendalian jalur energi, pengaruh regional, dan sistem ekonomi global yang lebih luas semuanya berpotongan di sini. Memahami logika yang lebih dalam di balik dinamika ini mengungkapkan mengapa kawasan ini tetap sulit dikendalikan oleh kekuatan global mana pun dan bagaimana keseimbangan kekuatan dapat terus bergeser di masa depan.\n\n⚠️ PENAFIAN:\n\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian asli, kuliah, dan kekayaan intelektual milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini mungkin menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah orisinal oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Prinsip Penggunaan Wajar (Fair Use) untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan ditujukan untuk diskusi pendidikan.\n\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional, keuangan, atau faktual.\n\n#geopolitikTimurTengah #kekuatanglobal #penjelasangeopolitik #hubunganinternasional #politikdunia #strategiglobal #politikenergi #analisisstrategis #ekonomiglobal #politikkekuasaan #tatanandunia #analisisgeopolitik #kekuatanekonomi #konflikglobal #perdaganganinternasional", "post_id": "XWs9HblNnZ0"}}, {"key": "@NextLevelSoul", "attributes": {"label": "@NextLevelSoul", "x": 327.6268028925763, "y": 574.5654904695429, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "sbKg-q2tmg4", "id": "@NextLevelSoul", "source": "youtube-000001", "content": "Badai Telah Tiba… Dan Kebanyakan Orang Belum Siap | Colette Baron-Reid\n\n✨ Saksikan The Motorcycle Medium bersama Colette Baron-Reid — HANYA di Next Level Soul TV.\n\n👉 https://nextlevelsoul.com/motorcycle-...\n\nPerjalanan spiritual lintas negara di mana Colette memberikan pembacaan yang kuat dan mengubah hidup kepada orang asing yang ditemuinya di sepanjang jalan terbuka.\n\n-------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n📚 Sumber Daya Tamu\nSemua tautan ke buku, ajaran, dan situs web resmi tamu hari ini:\n👉 http://www.nextlevelsoul.com/687\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🌌 Deskripsi Episode\n\nApakah dunia sedang runtuh… atau sedang bangun?\n\nDalam percakapan yang kuat ini, Colette Baron-Reid menjelaskan mengapa kekacauan yang kita lihat secara global mungkin sebenarnya diperlukan untuk pergeseran besar dalam kesadaran manusia. Dari meningkatnya rasa takut dan ketidakpastian hingga konflik dan gangguan global, ia mengungkapkan mengapa kehancuran dan kebangkitan seringkali merupakan bagian dari proses yang sama.\n\nNamun, kuncinya adalah: Anda tidak harus terkonsumsi olehnya. Episode ini membahas secara mendalam bagaimana tetap tenang, merebut kembali kekuatan batin Anda, dan menghadapi ketidakpastian tanpa kehilangan diri Anda dalam ketakutan. Jika Anda merasa kewalahan dengan keadaan dunia… percakapan ini akan membantu Anda melihatnya dengan cara yang sama sekali berbeda.\n\n\nKode Waktu:\n0:00 - Cuplikan Episode\n01:58 – Mengapa Semuanya Terasa Tidak Sesuai\n04:52 – Ketakutan Kolektif Meningkat\n08:05 – Energi Perang Dijelaskan\n11:12 – Lingkaran Ketakutan Media\n14:28 – Penularan Emosional\n18:07 – Tetap Berpijak pada Kenyataan\n21:36 – Intuisi vs Ketakutan\n25:10 – Tanggung Jawab Pribadi\n28:42 – Memutus Pola Lama\n32:15 – Perjuangan Kebangkitan\n35:48 – Ego vs Diri yang Lebih Tinggi\n39:22 – Kerja Bayangan\n42:55 – Penyembuhan Kolektif\n46:30 – Kelelahan Spiritual\n50:02 – Menemukan Stabilitas\n53:41 – Persimpangan Jalan Kemanusiaan\n57:18 – Pesan Harapan\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🔔 Berlangganan & Tetap Terhubung\nBerlangganan Podcast Next Level Soul 👉    /   \nBerlangganan NLS Clips 👉    /   \n\n🌍 Sekarang Tersedia dalam Bahasa Spanyol, Jerman, Prancis & Lainnya\nPilih bahasa Anda 👉 https://nextlevelsoul.com/world\n\n✨ Bergabunglah dengan gerakan global untuk meningkatkan kesadaran\n👉 https://www.nextlevelsoul.tv\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🎧 Dengarkan Podcast\nApple Podcasts ➡️ https://nextlevelsoul.com/apple\nSpotify ➡️ https://nextlevelsoul.com/spotify\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n⚠️ Penafian\nPandangan dan opini yang diungkapkan dalam podcast ini adalah Pendapat yang disampaikan adalah pendapat tamu dan tidak selalu mencerminkan pandangan Next Level Soul, anak perusahaan, atau entitas afiliasinya.\n\n🚫 Pengunggahan ulang atau penggunaan konten kami dalam bentuk apa pun dilarang keras.\n\n#kebangkitanspiritual #pergeseranglobal #kesadaran #tetapberpijakpadabumi #pola pikir #nextlevelsoul", "post_id": "sbKg-q2tmg4"}}, {"key": "nextlevelsoul", "attributes": {"label": "nextlevelsoul", "x": 391.78711130461187, "y": 400.69616971369027, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sbKg-q2tmg4", "id": "nextlevelsoul", "source": "youtube-000001", "content": "Badai Telah Tiba… Dan Kebanyakan Orang Belum Siap | Colette Baron-Reid\n\n✨ Saksikan The Motorcycle Medium bersama Colette Baron-Reid — HANYA di Next Level Soul TV.\n\n👉 https://nextlevelsoul.com/motorcycle-...\n\nPerjalanan spiritual lintas negara di mana Colette memberikan pembacaan yang kuat dan mengubah hidup kepada orang asing yang ditemuinya di sepanjang jalan terbuka.\n\n-------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n📚 Sumber Daya Tamu\nSemua tautan ke buku, ajaran, dan situs web resmi tamu hari ini:\n👉 http://www.nextlevelsoul.com/687\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🌌 Deskripsi Episode\n\nApakah dunia sedang runtuh… atau sedang bangun?\n\nDalam percakapan yang kuat ini, Colette Baron-Reid menjelaskan mengapa kekacauan yang kita lihat secara global mungkin sebenarnya diperlukan untuk pergeseran besar dalam kesadaran manusia. Dari meningkatnya rasa takut dan ketidakpastian hingga konflik dan gangguan global, ia mengungkapkan mengapa kehancuran dan kebangkitan seringkali merupakan bagian dari proses yang sama.\n\nNamun, kuncinya adalah: Anda tidak harus terkonsumsi olehnya. Episode ini membahas secara mendalam bagaimana tetap tenang, merebut kembali kekuatan batin Anda, dan menghadapi ketidakpastian tanpa kehilangan diri Anda dalam ketakutan. Jika Anda merasa kewalahan dengan keadaan dunia… percakapan ini akan membantu Anda melihatnya dengan cara yang sama sekali berbeda.\n\n\nKode Waktu:\n0:00 - Cuplikan Episode\n01:58 – Mengapa Semuanya Terasa Tidak Sesuai\n04:52 – Ketakutan Kolektif Meningkat\n08:05 – Energi Perang Dijelaskan\n11:12 – Lingkaran Ketakutan Media\n14:28 – Penularan Emosional\n18:07 – Tetap Berpijak pada Kenyataan\n21:36 – Intuisi vs Ketakutan\n25:10 – Tanggung Jawab Pribadi\n28:42 – Memutus Pola Lama\n32:15 – Perjuangan Kebangkitan\n35:48 – Ego vs Diri yang Lebih Tinggi\n39:22 – Kerja Bayangan\n42:55 – Penyembuhan Kolektif\n46:30 – Kelelahan Spiritual\n50:02 – Menemukan Stabilitas\n53:41 – Persimpangan Jalan Kemanusiaan\n57:18 – Pesan Harapan\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🔔 Berlangganan & Tetap Terhubung\nBerlangganan Podcast Next Level Soul 👉    /   \nBerlangganan NLS Clips 👉    /   \n\n🌍 Sekarang Tersedia dalam Bahasa Spanyol, Jerman, Prancis & Lainnya\nPilih bahasa Anda 👉 https://nextlevelsoul.com/world\n\n✨ Bergabunglah dengan gerakan global untuk meningkatkan kesadaran\n👉 https://www.nextlevelsoul.tv\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🎧 Dengarkan Podcast\nApple Podcasts ➡️ https://nextlevelsoul.com/apple\nSpotify ➡️ https://nextlevelsoul.com/spotify\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n⚠️ Penafian\nPandangan dan opini yang diungkapkan dalam podcast ini adalah Pendapat yang disampaikan adalah pendapat tamu dan tidak selalu mencerminkan pandangan Next Level Soul, anak perusahaan, atau entitas afiliasinya.\n\n🚫 Pengunggahan ulang atau penggunaan konten kami dalam bentuk apa pun dilarang keras.\n\n#kebangkitanspiritual #pergeseranglobal #kesadaran #tetapberpijakpadabumi #pola pikir #nextlevelsoul", "post_id": "sbKg-q2tmg4"}}, {"key": "nextlevelsoulclips", "attributes": {"label": "nextlevelsoulclips", "x": 772.7715370370955, "y": 334.16548992453977, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sbKg-q2tmg4", "id": "nextlevelsoulclips", "source": "youtube-000001", "content": "Badai Telah Tiba… Dan Kebanyakan Orang Belum Siap | Colette Baron-Reid\n\n✨ Saksikan The Motorcycle Medium bersama Colette Baron-Reid — HANYA di Next Level Soul TV.\n\n👉 https://nextlevelsoul.com/motorcycle-...\n\nPerjalanan spiritual lintas negara di mana Colette memberikan pembacaan yang kuat dan mengubah hidup kepada orang asing yang ditemuinya di sepanjang jalan terbuka.\n\n-------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n📚 Sumber Daya Tamu\nSemua tautan ke buku, ajaran, dan situs web resmi tamu hari ini:\n👉 http://www.nextlevelsoul.com/687\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🌌 Deskripsi Episode\n\nApakah dunia sedang runtuh… atau sedang bangun?\n\nDalam percakapan yang kuat ini, Colette Baron-Reid menjelaskan mengapa kekacauan yang kita lihat secara global mungkin sebenarnya diperlukan untuk pergeseran besar dalam kesadaran manusia. Dari meningkatnya rasa takut dan ketidakpastian hingga konflik dan gangguan global, ia mengungkapkan mengapa kehancuran dan kebangkitan seringkali merupakan bagian dari proses yang sama.\n\nNamun, kuncinya adalah: Anda tidak harus terkonsumsi olehnya. Episode ini membahas secara mendalam bagaimana tetap tenang, merebut kembali kekuatan batin Anda, dan menghadapi ketidakpastian tanpa kehilangan diri Anda dalam ketakutan. Jika Anda merasa kewalahan dengan keadaan dunia… percakapan ini akan membantu Anda melihatnya dengan cara yang sama sekali berbeda.\n\n\nKode Waktu:\n0:00 - Cuplikan Episode\n01:58 – Mengapa Semuanya Terasa Tidak Sesuai\n04:52 – Ketakutan Kolektif Meningkat\n08:05 – Energi Perang Dijelaskan\n11:12 – Lingkaran Ketakutan Media\n14:28 – Penularan Emosional\n18:07 – Tetap Berpijak pada Kenyataan\n21:36 – Intuisi vs Ketakutan\n25:10 – Tanggung Jawab Pribadi\n28:42 – Memutus Pola Lama\n32:15 – Perjuangan Kebangkitan\n35:48 – Ego vs Diri yang Lebih Tinggi\n39:22 – Kerja Bayangan\n42:55 – Penyembuhan Kolektif\n46:30 – Kelelahan Spiritual\n50:02 – Menemukan Stabilitas\n53:41 – Persimpangan Jalan Kemanusiaan\n57:18 – Pesan Harapan\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🔔 Berlangganan & Tetap Terhubung\nBerlangganan Podcast Next Level Soul 👉    /   \nBerlangganan NLS Clips 👉    /   \n\n🌍 Sekarang Tersedia dalam Bahasa Spanyol, Jerman, Prancis & Lainnya\nPilih bahasa Anda 👉 https://nextlevelsoul.com/world\n\n✨ Bergabunglah dengan gerakan global untuk meningkatkan kesadaran\n👉 https://www.nextlevelsoul.tv\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n🎧 Dengarkan Podcast\nApple Podcasts ➡️ https://nextlevelsoul.com/apple\nSpotify ➡️ https://nextlevelsoul.com/spotify\n\n--------------------- -------------------- -------------------- -------------------- -------------------- ---------------\n\n⚠️ Penafian\nPandangan dan opini yang diungkapkan dalam podcast ini adalah Pendapat yang disampaikan adalah pendapat tamu dan tidak selalu mencerminkan pandangan Next Level Soul, anak perusahaan, atau entitas afiliasinya.\n\n🚫 Pengunggahan ulang atau penggunaan konten kami dalam bentuk apa pun dilarang keras.\n\n#kebangkitanspiritual #pergeseranglobal #kesadaran #tetapberpijakpadabumi #pola pikir #nextlevelsoul", "post_id": "sbKg-q2tmg4"}}, {"key": "@MuhammadDafinAbrar", "attributes": {"label": "@MuhammadDafinAbrar", "x": 234.23781582088688, "y": 831.4389568845539, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iXY2a2DaaSA", "id": "@MuhammadDafinAbrar", "source": "youtube-000001", "content": "Muhammad Dafin Abrar_01011282328037_Tugas Manajemen Keuangan International Kelas P1\n\nMuhammad Dafin Abrar_01011282328037_Dampak Ketidakpastian Geopolitik Perang Iran-Israel terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Dan Stabilitas Arus Kas Perusahaan Multinational Corporation (MNC) di Sektor Energi Indonesia. ‪‬", "post_id": "iXY2a2DaaSA"}}, {"key": "isniandriana", "attributes": {"label": "isniandriana", "x": 446.789311969412, "y": 364.6390021270821, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iXY2a2DaaSA", "id": "isniandriana", "source": "youtube-000001", "content": "Muhammad Dafin Abrar_01011282328037_Tugas Manajemen Keuangan International Kelas P1\n\nMuhammad Dafin Abrar_01011282328037_Dampak Ketidakpastian Geopolitik Perang Iran-Israel terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Dan Stabilitas Arus Kas Perusahaan Multinational Corporation (MNC) di Sektor Energi Indonesia. ‪‬", "post_id": "iXY2a2DaaSA"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 145.08587774289862, "y": 141.3099396024666, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CO5RLkPz-Uc", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "DI HADAPAN Ratusan Pelajar Prabowo Klaim Cadangan BBM RI Aman di Tengah Krisis Dunia\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM -  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman, meski sejumlah negara mulai mengalami kepanikan akibat kebutuhan energi di tengah situasi global yang tidak menentu.\n\nMenurutnya, di tengah konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, ketahanan energi Indonesia tetap terkendali dan relatif kuat. \n\nPemerintah pun terus berupaya menjaga stabilitas tersebut.\n\nEditor Video : Gita Nadia Putri br Tarigan\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "CO5RLkPz-Uc"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 760.6288336172846, "y": 269.95179273449446, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CO5RLkPz-Uc", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "DI HADAPAN Ratusan Pelajar Prabowo Klaim Cadangan BBM RI Aman di Tengah Krisis Dunia\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM -  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman, meski sejumlah negara mulai mengalami kepanikan akibat kebutuhan energi di tengah situasi global yang tidak menentu.\n\nMenurutnya, di tengah konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia, ketahanan energi Indonesia tetap terkendali dan relatif kuat. \n\nPemerintah pun terus berupaya menjaga stabilitas tersebut.\n\nEditor Video : Gita Nadia Putri br Tarigan\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "CO5RLkPz-Uc"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 332.7652289214896, "y": 46.88066531399171, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "6XM9RMpvPLw", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Misi Penting! Presiden Prabowo Hadiri KTT Ke-48 ASEAN di Filipina, Bahas Dampak Konflik Global!\n\nPresiden Prabowo Subianto siap membawa suara Indonesia ke panggung Asia Tenggara! \n\nDijadwalkan hadir dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina pada 7-8 Mei mendatang, Presiden akan mengikuti agenda utama Plenary dan Retreat Session. Fokusnya nggak main-main: Merespons dampak konflik Iran vs AS & Israel terhadap ketahanan energi serta pangan di kawasan ASEAN. \n\nDengan tema \"Navigating Our Future Together\", kehadiran Presiden menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global. Simak detail lengkap agenda diplomasi Presiden Prabowo di video ini!\n\nEditor & Uploader: BS\n\n#PresidenPrabowo #KTTASEAN2026 #DiplomasiRI #Filipina #UpdateBerita #KetahananPangan #Energi #ASEANSummit #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "6XM9RMpvPLw"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 530.8212722659058, "y": 518.8983970021607, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "6XM9RMpvPLw", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Misi Penting! Presiden Prabowo Hadiri KTT Ke-48 ASEAN di Filipina, Bahas Dampak Konflik Global!\n\nPresiden Prabowo Subianto siap membawa suara Indonesia ke panggung Asia Tenggara! \n\nDijadwalkan hadir dalam KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina pada 7-8 Mei mendatang, Presiden akan mengikuti agenda utama Plenary dan Retreat Session. Fokusnya nggak main-main: Merespons dampak konflik Iran vs AS & Israel terhadap ketahanan energi serta pangan di kawasan ASEAN. \n\nDengan tema \"Navigating Our Future Together\", kehadiran Presiden menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global. Simak detail lengkap agenda diplomasi Presiden Prabowo di video ini!\n\nEditor & Uploader: BS\n\n#PresidenPrabowo #KTTASEAN2026 #DiplomasiRI #Filipina #UpdateBerita #KetahananPangan #Energi #ASEANSummit #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "6XM9RMpvPLw"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 885.2622179080081, "y": 175.83058602023925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 707.3474349805819, "y": 708.866163128047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@BuletiniNews", "attributes": {"label": "@BuletiniNews", "x": 92.08522585224854, "y": 419.6084121359593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7VSTWAGcX_8", "id": "@BuletiniNews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Serang Balik! AS Dituding Rusak Diplomasi dan Langgar Hukum Internasional\n\nKetegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan pernyataan keras dengan menuding Amerika Serikat sebagai pengkhianat diplomasi.\n\nIran menilai Washington tidak serius dalam negosiasi, bahkan disebut melakukan tindakan militer saat pembicaraan masih berlangsung. Selain itu, AS juga dituduh memperketat sanksi di tengah klaim akan mencabutnya, hingga disebut melakukan “pembajakan maritim”.\n\nPernyataan ini muncul di tengah mandeknya negosiasi antara kedua negara yang dimediasi Pakistan, dengan isu nuklir, sanksi, dan keamanan regional menjadi titik utama perdebatan.\n\nIran menegaskan bahwa hubungan dengan Amerika tidak lagi didasari kepercayaan, melainkan kecurigaan mendalam akibat pengalaman masa lalu. Situasi ini semakin mempertegang konflik di kawasan Timur Tengah dan berpotensi berdampak luas pada stabilitas global.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nSelengkapnya baca di: https://www.inews.id/\nFollow Our Official Twitter:   / gtvid_news  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / gtvindonesianews  \nFollow Our Official Instagram:\n  / gtvindonesia_news  \n\n#Iran #AmerikaSerikat #IranVsAS #KonflikTimurTengah #NegosiasiIran #SanksiIran #NuklirIran #SelatHormuz #GeopolitikDunia #BeritaInternasional #BreakingNews #DuniaMemanas #DiplomasiGagal #IranMurka #ASIran #iNews", "post_id": "7VSTWAGcX_8"}}, {"key": "buletininews", "attributes": {"label": "buletininews", "x": 492.2930606680499, "y": 793.7428977806312, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7VSTWAGcX_8", "id": "buletininews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Serang Balik! AS Dituding Rusak Diplomasi dan Langgar Hukum Internasional\n\nKetegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan pernyataan keras dengan menuding Amerika Serikat sebagai pengkhianat diplomasi.\n\nIran menilai Washington tidak serius dalam negosiasi, bahkan disebut melakukan tindakan militer saat pembicaraan masih berlangsung. Selain itu, AS juga dituduh memperketat sanksi di tengah klaim akan mencabutnya, hingga disebut melakukan “pembajakan maritim”.\n\nPernyataan ini muncul di tengah mandeknya negosiasi antara kedua negara yang dimediasi Pakistan, dengan isu nuklir, sanksi, dan keamanan regional menjadi titik utama perdebatan.\n\nIran menegaskan bahwa hubungan dengan Amerika tidak lagi didasari kepercayaan, melainkan kecurigaan mendalam akibat pengalaman masa lalu. Situasi ini semakin mempertegang konflik di kawasan Timur Tengah dan berpotensi berdampak luas pada stabilitas global.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nSelengkapnya baca di: https://www.inews.id/\nFollow Our Official Twitter:   / gtvid_news  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / gtvindonesianews  \nFollow Our Official Instagram:\n  / gtvindonesia_news  \n\n#Iran #AmerikaSerikat #IranVsAS #KonflikTimurTengah #NegosiasiIran #SanksiIran #NuklirIran #SelatHormuz #GeopolitikDunia #BeritaInternasional #BreakingNews #DuniaMemanas #DiplomasiGagal #IranMurka #ASIran #iNews", "post_id": "7VSTWAGcX_8"}}, {"key": "@arektvberita", "attributes": {"label": "@arektvberita", "x": 152.98297509819992, "y": 591.7080927826328, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "5pvmbjrZvkE", "id": "@arektvberita", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 AIRLANGGA FORUM: FOCUS GROUP DISCUSSIONPUSAT STUDI KEPOLISIAN UNAIR DAN POLDA JATIM\n\nArek TV - FOCUS GROUP DISCUSSIONPUSAT STUDI KEPOLISIAN UNAIR DAN POLDA JATIM DARI VIRAL KE KONFLIK: KETIKA ISU SOSIAL MENGANCAM KAMTIBMAS DI JAWA TIMUR \n\nPerkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi. Di Jawa Timur, fenomena viral sering kali menjadi pemicu cepat munculnya opini publik, baik yang berbasis fakta maupun yang belum terverifikasi. Dalam hitungan jam, sebuah isu lokal dapat meluas menjadi perhatian regional bahkan nasional. Namun, di balik kecepatan tersebut, terdapat potensi eskalasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).\n\nIsu sosial yang awalnya sederhana, seperti konflik antarindividu, perbedaan pendapat, atau dugaan ketidakadilan dapat berubah menjadi konflik terbuka ketika dipicu oleh narasi provokatif. Penyebaran hoaks, potongan video tanpa konteks, atau ujaran kebencian memperkeruh situasi. Masyarakat yang terpapar informasi secara emosional cenderung bereaksi cepat tanpa verifikasi, sehingga memperbesar risiko terjadinya gesekan sosial.\n\nDi beberapa wilayah di Surabaya, Malang, hingga Sidoarjo, dinamika ini terlihat dari bagaimana isu viral mampu memicu aksi massa, tekanan terhadap pihak tertentu, hingga konflik horizontal. Ketika ruang digital tidak dikelola dengan bijak, batas antara dunia maya dan dunia nyata menjadi kabur, emosi kolektif yang terbentuk di media sosial dapat dengan cepat termanifestasi dalam tindakan nyata.\n\nKondisi ini menjadi tantangan serius bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah. Upaya menjaga kamtibmas tidak lagi cukup hanya dengan pendekatan konvensional, tetapi juga membutuhkan strategi digital, seperti patroli siber, literasi digital, serta komunikasi publik yang cepat dan transparan. Kolaborasi antara masyarakat, tokoh lokal, dan institusi juga menjadi kunci dalam meredam potensi konflik sejak dini.\n\nDengan demikian, penting bagi setiap individu untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi. Verifikasi sebelum berbagi, menghindari provokasi, serta menjaga etika komunikasi adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Karena pada akhirnya, stabilitas kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan hasil dari kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di tengah derasnya arus informasi digital.\n\nYUK lebih lengkapnya saksikan di Youtube   atau di    \n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nArek Televisi dapat juga disaksikan secara streaming melalui:\nhttps://www.arek.tv/arekstreaming.html\n\nWebsite: https://arek.tv\nInstagram:   / arektv.official  \nTiktok:   / arek.tv  \n\nSales:\narekmedianusantara\nredaksinewsarektv\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nHost:\nIlham Dianta (Radio Perseda Blitar)\n\nNarasumber Airlangga Forum:\nDra. Restu Novi Widiani, M.M (Kepala Dinas Sosial Prov. Jawa Timur)\nEddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Jawa Timur)\nKombes Pol Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H. (Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jatim)\nProf. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. (Guru Besar Universitas Airlangga)\nProf. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum (Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR)\nDr. Prawitra Thalib, S.H., M.H (Koordinator Program Studi S2 Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana UNAIR)\nIrjen. Pol. (Purn). Dr. Juansih, Dra., S.H., M.Hum (Ketua Center of Women Empowerment in Law Enforcement Sekolah Pascasarjana UNAIR)\n\n#news #berita #infoterkini #podcast #unairsurabaya #surabaya #jatim", "post_id": "5pvmbjrZvkE"}}, {"key": "arektvberita", "attributes": {"label": "arektvberita", "x": 359.4709840304225, "y": 783.0959328839207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5pvmbjrZvkE", "id": "arektvberita", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 AIRLANGGA FORUM: FOCUS GROUP DISCUSSIONPUSAT STUDI KEPOLISIAN UNAIR DAN POLDA JATIM\n\nArek TV - FOCUS GROUP DISCUSSIONPUSAT STUDI KEPOLISIAN UNAIR DAN POLDA JATIM DARI VIRAL KE KONFLIK: KETIKA ISU SOSIAL MENGANCAM KAMTIBMAS DI JAWA TIMUR \n\nPerkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi. Di Jawa Timur, fenomena viral sering kali menjadi pemicu cepat munculnya opini publik, baik yang berbasis fakta maupun yang belum terverifikasi. Dalam hitungan jam, sebuah isu lokal dapat meluas menjadi perhatian regional bahkan nasional. Namun, di balik kecepatan tersebut, terdapat potensi eskalasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).\n\nIsu sosial yang awalnya sederhana, seperti konflik antarindividu, perbedaan pendapat, atau dugaan ketidakadilan dapat berubah menjadi konflik terbuka ketika dipicu oleh narasi provokatif. Penyebaran hoaks, potongan video tanpa konteks, atau ujaran kebencian memperkeruh situasi. Masyarakat yang terpapar informasi secara emosional cenderung bereaksi cepat tanpa verifikasi, sehingga memperbesar risiko terjadinya gesekan sosial.\n\nDi beberapa wilayah di Surabaya, Malang, hingga Sidoarjo, dinamika ini terlihat dari bagaimana isu viral mampu memicu aksi massa, tekanan terhadap pihak tertentu, hingga konflik horizontal. Ketika ruang digital tidak dikelola dengan bijak, batas antara dunia maya dan dunia nyata menjadi kabur, emosi kolektif yang terbentuk di media sosial dapat dengan cepat termanifestasi dalam tindakan nyata.\n\nKondisi ini menjadi tantangan serius bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah. Upaya menjaga kamtibmas tidak lagi cukup hanya dengan pendekatan konvensional, tetapi juga membutuhkan strategi digital, seperti patroli siber, literasi digital, serta komunikasi publik yang cepat dan transparan. Kolaborasi antara masyarakat, tokoh lokal, dan institusi juga menjadi kunci dalam meredam potensi konflik sejak dini.\n\nDengan demikian, penting bagi setiap individu untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi. Verifikasi sebelum berbagi, menghindari provokasi, serta menjaga etika komunikasi adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Karena pada akhirnya, stabilitas kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan hasil dari kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di tengah derasnya arus informasi digital.\n\nYUK lebih lengkapnya saksikan di Youtube   atau di    \n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nArek Televisi dapat juga disaksikan secara streaming melalui:\nhttps://www.arek.tv/arekstreaming.html\n\nWebsite: https://arek.tv\nInstagram:   / arektv.official  \nTiktok:   / arek.tv  \n\nSales:\narekmedianusantara\nredaksinewsarektv\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nHost:\nIlham Dianta (Radio Perseda Blitar)\n\nNarasumber Airlangga Forum:\nDra. Restu Novi Widiani, M.M (Kepala Dinas Sosial Prov. Jawa Timur)\nEddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Jawa Timur)\nKombes Pol Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H. (Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jatim)\nProf. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. (Guru Besar Universitas Airlangga)\nProf. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum (Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR)\nDr. Prawitra Thalib, S.H., M.H (Koordinator Program Studi S2 Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana UNAIR)\nIrjen. Pol. (Purn). Dr. Juansih, Dra., S.H., M.Hum (Ketua Center of Women Empowerment in Law Enforcement Sekolah Pascasarjana UNAIR)\n\n#news #berita #infoterkini #podcast #unairsurabaya #surabaya #jatim", "post_id": "5pvmbjrZvkE"}}, {"key": "sekolahpascasarjanaunairch5965", "attributes": {"label": "sekolahpascasarjanaunairch5965", "x": 664.0874599417667, "y": 637.7749262894773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5pvmbjrZvkE", "id": "sekolahpascasarjanaunairch5965", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 AIRLANGGA FORUM: FOCUS GROUP DISCUSSIONPUSAT STUDI KEPOLISIAN UNAIR DAN POLDA JATIM\n\nArek TV - FOCUS GROUP DISCUSSIONPUSAT STUDI KEPOLISIAN UNAIR DAN POLDA JATIM DARI VIRAL KE KONFLIK: KETIKA ISU SOSIAL MENGANCAM KAMTIBMAS DI JAWA TIMUR \n\nPerkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi. Di Jawa Timur, fenomena viral sering kali menjadi pemicu cepat munculnya opini publik, baik yang berbasis fakta maupun yang belum terverifikasi. Dalam hitungan jam, sebuah isu lokal dapat meluas menjadi perhatian regional bahkan nasional. Namun, di balik kecepatan tersebut, terdapat potensi eskalasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).\n\nIsu sosial yang awalnya sederhana, seperti konflik antarindividu, perbedaan pendapat, atau dugaan ketidakadilan dapat berubah menjadi konflik terbuka ketika dipicu oleh narasi provokatif. Penyebaran hoaks, potongan video tanpa konteks, atau ujaran kebencian memperkeruh situasi. Masyarakat yang terpapar informasi secara emosional cenderung bereaksi cepat tanpa verifikasi, sehingga memperbesar risiko terjadinya gesekan sosial.\n\nDi beberapa wilayah di Surabaya, Malang, hingga Sidoarjo, dinamika ini terlihat dari bagaimana isu viral mampu memicu aksi massa, tekanan terhadap pihak tertentu, hingga konflik horizontal. Ketika ruang digital tidak dikelola dengan bijak, batas antara dunia maya dan dunia nyata menjadi kabur, emosi kolektif yang terbentuk di media sosial dapat dengan cepat termanifestasi dalam tindakan nyata.\n\nKondisi ini menjadi tantangan serius bagi aparat keamanan dan pemerintah daerah. Upaya menjaga kamtibmas tidak lagi cukup hanya dengan pendekatan konvensional, tetapi juga membutuhkan strategi digital, seperti patroli siber, literasi digital, serta komunikasi publik yang cepat dan transparan. Kolaborasi antara masyarakat, tokoh lokal, dan institusi juga menjadi kunci dalam meredam potensi konflik sejak dini.\n\nDengan demikian, penting bagi setiap individu untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi. Verifikasi sebelum berbagi, menghindari provokasi, serta menjaga etika komunikasi adalah langkah sederhana namun berdampak besar. Karena pada akhirnya, stabilitas kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi merupakan hasil dari kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di tengah derasnya arus informasi digital.\n\nYUK lebih lengkapnya saksikan di Youtube   atau di    \n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nArek Televisi dapat juga disaksikan secara streaming melalui:\nhttps://www.arek.tv/arekstreaming.html\n\nWebsite: https://arek.tv\nInstagram:   / arektv.official  \nTiktok:   / arek.tv  \n\nSales:\narekmedianusantara\nredaksinewsarektv\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nHost:\nIlham Dianta (Radio Perseda Blitar)\n\nNarasumber Airlangga Forum:\nDra. Restu Novi Widiani, M.M (Kepala Dinas Sosial Prov. Jawa Timur)\nEddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Jawa Timur)\nKombes Pol Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H. (Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jatim)\nProf. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si. (Guru Besar Universitas Airlangga)\nProf. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum (Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR)\nDr. Prawitra Thalib, S.H., M.H (Koordinator Program Studi S2 Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana UNAIR)\nIrjen. Pol. (Purn). Dr. Juansih, Dra., S.H., M.Hum (Ketua Center of Women Empowerment in Law Enforcement Sekolah Pascasarjana UNAIR)\n\n#news #berita #infoterkini #podcast #unairsurabaya #surabaya #jatim", "post_id": "5pvmbjrZvkE"}}, {"key": "@timesofindia", "attributes": {"label": "@timesofindia", "x": 317.86812143304365, "y": 524.215229511967, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7zrzh4vY3fc", "id": "@timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "‘AS Akan Dikeluarkan’: Mojtaba Memberi Sinyal Pergeseran ‘KONTROL HORMUZ’, Mengirimkan Pesan Tega...\n\nPemimpin Iran Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan peringatan keras mengenai Selat Hormuz, menggambarkannya sebagai wilayah strategis yang kembali berada di bawah kendali dan signifikansi Iran. Dalam pesan yang menandai Hari Teluk Persia Nasional, ia mengatakan Iran akan menerapkan langkah-langkah pengelolaan baru atas jalur air tersebut menyusul ketegangan baru-baru ini dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia menekankan pentingnya Selat tersebut bagi perdagangan global dan stabilitas regional, sambil menuduh kekuatan asing melakukan campur tangan yang sudah lama terjadi di Teluk. Mojtaba Khamenei juga menyatakan bahwa kehadiran militer AS di wilayah tersebut rentan, merujuk pada konfrontasi masa lalu. Tonton\n\n#Iran #Hormuz #MiliterAS #TimurTengah #Geopolitik #BeritaTerbaru #TelukPersia #KeteganganASdenganIran #BeritaDunia #Konflik\n\nTimes Of India (TOI) adalah harian berbahasa Inggris terlaris di dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami Melacak Kebangkitan Global India, Keterlibatannya yang Meningkat dengan Dunia, Lanskap Geopolitik yang Berubah di Tengah Konflik dan Perang, serta Tatanan Dunia yang Sedang Berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | PERUBAHAN TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan Jutaan Pembaca TOI; Unduh Aplikasi Kami di http://toi.in/app-yt\n\n0:00 Ayatollah Kani: Iran Mengontrol Selat Hormuz\n1:01 Komando Pusat AS Merencanakan Serangan ke Iran\n2:01 Trump Memerintahkan Blokade Angkatan Laut Selat Hormuz\n3:05 Harga Minyak Global Melonjak; Pelabuhan Iran Terhenti\n4:13 Trump Mengklaim Kekalahan Iran; Teheran Menolak\n5:13 Tentara Iran Meningkatkan Sinergi, Memperbarui Bank Target\n6:20 Operasi Gabungan Iran: Taktik Rudal-Drone\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/ \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "7zrzh4vY3fc"}}, {"key": "timesofindia", "attributes": {"label": "timesofindia", "x": 372.3793749771415, "y": 698.5331758239696, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7zrzh4vY3fc", "id": "timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "‘AS Akan Dikeluarkan’: Mojtaba Memberi Sinyal Pergeseran ‘KONTROL HORMUZ’, Mengirimkan Pesan Tega...\n\nPemimpin Iran Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan peringatan keras mengenai Selat Hormuz, menggambarkannya sebagai wilayah strategis yang kembali berada di bawah kendali dan signifikansi Iran. Dalam pesan yang menandai Hari Teluk Persia Nasional, ia mengatakan Iran akan menerapkan langkah-langkah pengelolaan baru atas jalur air tersebut menyusul ketegangan baru-baru ini dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia menekankan pentingnya Selat tersebut bagi perdagangan global dan stabilitas regional, sambil menuduh kekuatan asing melakukan campur tangan yang sudah lama terjadi di Teluk. Mojtaba Khamenei juga menyatakan bahwa kehadiran militer AS di wilayah tersebut rentan, merujuk pada konfrontasi masa lalu. Tonton\n\n#Iran #Hormuz #MiliterAS #TimurTengah #Geopolitik #BeritaTerbaru #TelukPersia #KeteganganASdenganIran #BeritaDunia #Konflik\n\nTimes Of India (TOI) adalah harian berbahasa Inggris terlaris di dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami Melacak Kebangkitan Global India, Keterlibatannya yang Meningkat dengan Dunia, Lanskap Geopolitik yang Berubah di Tengah Konflik dan Perang, serta Tatanan Dunia yang Sedang Berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | PERUBAHAN TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan Jutaan Pembaca TOI; Unduh Aplikasi Kami di http://toi.in/app-yt\n\n0:00 Ayatollah Kani: Iran Mengontrol Selat Hormuz\n1:01 Komando Pusat AS Merencanakan Serangan ke Iran\n2:01 Trump Memerintahkan Blokade Angkatan Laut Selat Hormuz\n3:05 Harga Minyak Global Melonjak; Pelabuhan Iran Terhenti\n4:13 Trump Mengklaim Kekalahan Iran; Teheran Menolak\n5:13 Tentara Iran Meningkatkan Sinergi, Memperbarui Bank Target\n6:20 Operasi Gabungan Iran: Taktik Rudal-Drone\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/ \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "7zrzh4vY3fc"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 774.8044459429397, "y": 795.253065393712, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "U9KRHcQDxMs", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR Peta Kekuatan Baru INDONESIA | Mengapa Amonia Hijau Adalah Kunci Kekayaan Masa Depan Kita!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda menyadari bahwa era kejayaan saham batu bara tradisional yang selama ini kita agungkan kini sedang menghadapi ancaman transformasi struktural dari revolusi amonia hijau? Di video eksklusif kali ini, kami akan membedah secara tuntas bagaimana efek decoupling atau pemisahan siklus ekonomi akan memindahkan arus modal institusional raksasa secara permanen di pasar saham masa depan.\n\nSelama berpuluh-puluh tahun, portofolio investasi energi kita selalu tersandera oleh volatilitas harga komoditas fosil, di mana biaya produksi pabrik sangat didominasi oleh pengeluaran operasional (OpEx) yang rentan meledak saat terjadi konflik geopolitik dunia. Namun, amonia hijau hadir untuk merombak total paradigma tersebut. Komoditas ini menggeser beban biaya menjadi Capital Expenditure (CapEx) infrastruktur padat karya di awal, menciptakan biaya produksi (Levelized Cost of Energy) yang kebal inflasi dan kebal krisis geopolitik selama 20 hingga 25 tahun ke depan. Inilah yang kami sebut sebagai structural alpha bagi portofolio Anda.\n\nKita patut berbangga, karena Indonesia memiliki keunggulan fundamental abadi (economic moat) yang membuat negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan sangat bergantung pada kita. Berbeda dengan Timur Tengah atau Australia yang mengandalkan energi surya dan angin yang putus-nyambung, cetak biru infrastruktur energi kita disokong oleh kekuatan \"baseload\" dari Panas Bumi (Geothermal) dan Tenaga Air (Hydro) yang stabil menyala 24 jam penuh. Ditambah dengan integrasi fasilitas desalinasi air laut di pesisir, megaproyek di negeri kita dijamin bebas dari konflik sosial krisis air.\n\nBagi Anda para investor cerdas di IHSG, kami juga membongkar rahasia mengapa Anda wajib mewaspadai emiten yang salah memilih teknologi. Emiten yang menggunakan teknologi elektroliser Proton Exchange Membrane (PEM) yang mahal akan terjebak dalam pembengkakan biaya ekstrem akibat ketergantungan pada mineral langka iridium dari luar negeri. Sebaliknya, kita harus mencari perusahaan yang mengadopsi teknologi Alkaline karena hal tersebut menciptakan \"Parit Ekonomi Nikel\", di mana rantai pasok materialnya sangat melimpah di dalam negeri.\n\nAnda juga akan kami ajak untuk memahami realita di balik narasi ESG ini. Membangun pabrik amonia membutuhkan modal fantastis hingga belasan triliun rupiah. Tidak ada satupun perusahaan yang mampu bertahan tanpa kecerdasan rekayasa finansial. Kami membedah bagaimana instrumen seperti Green Bonds, dana JETP, hingga skema Blended Finance menjadi kunci utama perusahaan energi masa depan untuk menekan risiko utang mereka dan membagikan laba kepada Anda.\n\nPada akhirnya, cara kita memvaluasi saham harus berevolusi total. Menggunakan metrik Levelized Cost of Ammonia (LCOA), investasi amonia hijau memang tidak diciptakan untuk memberikan dividend yield spekulatif harian layaknya saham tambang konvensional. Namun, para raksasa perbankan global sedang mengamankan stabilitas pendapatan linier anti-krisis yang dikunci lewat kontrak panjang, menjanjikan keamanan investasi yang akan terus mengalir hingga puluhan tahun ke depan.\n\nApakah portofolio Anda sudah siap beradaptasi dengan transisi energi paling bersejarah ini? Tonton video ini sampai habis agar Anda tidak salah langkah dalam memilih saham pemenang masa depan!\n\n🔔 Dukung terus Wawasan Cerdas! Jangan lupa tekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan bagikan video ini kepada rekan investor Anda agar kita semua bisa merdeka finansial dengan literasi yang tepat. Tuliskan opini brilian Anda di kolom komentar!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#AmoniaHijau #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #TransisiEnergi #SahamBatuBara #Keuangan #EnergiTerbarukan #SahamProfit #EkonomiMakro #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "U9KRHcQDxMs"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 260.2845363480556, "y": 917.4850393001869, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "U9KRHcQDxMs", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR Peta Kekuatan Baru INDONESIA | Mengapa Amonia Hijau Adalah Kunci Kekayaan Masa Depan Kita!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda menyadari bahwa era kejayaan saham batu bara tradisional yang selama ini kita agungkan kini sedang menghadapi ancaman transformasi struktural dari revolusi amonia hijau? Di video eksklusif kali ini, kami akan membedah secara tuntas bagaimana efek decoupling atau pemisahan siklus ekonomi akan memindahkan arus modal institusional raksasa secara permanen di pasar saham masa depan.\n\nSelama berpuluh-puluh tahun, portofolio investasi energi kita selalu tersandera oleh volatilitas harga komoditas fosil, di mana biaya produksi pabrik sangat didominasi oleh pengeluaran operasional (OpEx) yang rentan meledak saat terjadi konflik geopolitik dunia. Namun, amonia hijau hadir untuk merombak total paradigma tersebut. Komoditas ini menggeser beban biaya menjadi Capital Expenditure (CapEx) infrastruktur padat karya di awal, menciptakan biaya produksi (Levelized Cost of Energy) yang kebal inflasi dan kebal krisis geopolitik selama 20 hingga 25 tahun ke depan. Inilah yang kami sebut sebagai structural alpha bagi portofolio Anda.\n\nKita patut berbangga, karena Indonesia memiliki keunggulan fundamental abadi (economic moat) yang membuat negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan sangat bergantung pada kita. Berbeda dengan Timur Tengah atau Australia yang mengandalkan energi surya dan angin yang putus-nyambung, cetak biru infrastruktur energi kita disokong oleh kekuatan \"baseload\" dari Panas Bumi (Geothermal) dan Tenaga Air (Hydro) yang stabil menyala 24 jam penuh. Ditambah dengan integrasi fasilitas desalinasi air laut di pesisir, megaproyek di negeri kita dijamin bebas dari konflik sosial krisis air.\n\nBagi Anda para investor cerdas di IHSG, kami juga membongkar rahasia mengapa Anda wajib mewaspadai emiten yang salah memilih teknologi. Emiten yang menggunakan teknologi elektroliser Proton Exchange Membrane (PEM) yang mahal akan terjebak dalam pembengkakan biaya ekstrem akibat ketergantungan pada mineral langka iridium dari luar negeri. Sebaliknya, kita harus mencari perusahaan yang mengadopsi teknologi Alkaline karena hal tersebut menciptakan \"Parit Ekonomi Nikel\", di mana rantai pasok materialnya sangat melimpah di dalam negeri.\n\nAnda juga akan kami ajak untuk memahami realita di balik narasi ESG ini. Membangun pabrik amonia membutuhkan modal fantastis hingga belasan triliun rupiah. Tidak ada satupun perusahaan yang mampu bertahan tanpa kecerdasan rekayasa finansial. Kami membedah bagaimana instrumen seperti Green Bonds, dana JETP, hingga skema Blended Finance menjadi kunci utama perusahaan energi masa depan untuk menekan risiko utang mereka dan membagikan laba kepada Anda.\n\nPada akhirnya, cara kita memvaluasi saham harus berevolusi total. Menggunakan metrik Levelized Cost of Ammonia (LCOA), investasi amonia hijau memang tidak diciptakan untuk memberikan dividend yield spekulatif harian layaknya saham tambang konvensional. Namun, para raksasa perbankan global sedang mengamankan stabilitas pendapatan linier anti-krisis yang dikunci lewat kontrak panjang, menjanjikan keamanan investasi yang akan terus mengalir hingga puluhan tahun ke depan.\n\nApakah portofolio Anda sudah siap beradaptasi dengan transisi energi paling bersejarah ini? Tonton video ini sampai habis agar Anda tidak salah langkah dalam memilih saham pemenang masa depan!\n\n🔔 Dukung terus Wawasan Cerdas! Jangan lupa tekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan bagikan video ini kepada rekan investor Anda agar kita semua bisa merdeka finansial dengan literasi yang tepat. Tuliskan opini brilian Anda di kolom komentar!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#AmoniaHijau #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #TransisiEnergi #SahamBatuBara #Keuangan #EnergiTerbarukan #SahamProfit #EkonomiMakro #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "U9KRHcQDxMs"}}, {"key": "@KinesisMoney", "attributes": {"label": "@KinesisMoney", "x": 91.00446797567673, "y": 670.4547636651282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AGD-tpYi1CQ", "id": "@KinesisMoney", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya Sesungguhnya dari Konflik Asia Barat Bersama London Paul - LFTV Ep 270\n\nDalam siaran Live from the Vault minggu ini, Andrew Maguire dan Paul dari Sirius Report memperingatkan bahwa meningkatnya konflik di Asia Barat berisiko memicu ketidakstabilan keuangan, mengikis kepercayaan terhadap mata uang kertas, dan mempercepat keruntuhan petrodolar.\n\nDiskusi tersebut menyoroti bagaimana kenaikan biaya minyak secara langsung memicu inflasi di berbagai barang dan jasa penting, memperparah tekanan biaya hidup, sekaligus meningkatkan permintaan emas dan perak karena kepercayaan terhadap sistem perdagangan kertas yang menggunakan leverage melemah.\n\nLihat tautan Paul di bawah ini:\nhttps://www.thesiriusreport.com/\n   /   \n\nKirim pertanyaan Anda ke Andy di sini: https://www.speakpipe.com/LFTV\n\nCap waktu:\n00:00 Mulai\n01:02 Eskalasi Asia Barat, dan risiko sistemik terhadap stabilitas global\n08:36 Guncangan minyak memicu tekanan inflasi global\n10:19 Hilangnya kepercayaan pada mata uang fiat dan meningkatnya risiko hiperinflasi\n26:05 Erosi petrodolar dan meningkatnya perdagangan minyak berbasis yuan\n34:21 Dukungan militer Tiongkok meningkatkan sistem pertahanan udara Iran\n42:00 Pergeseran dari pasar kertas ke penetapan harga emas yang didukung secara fisik\n46:22 Rekor permintaan Tiongkok untuk emas dan perak fisik\n1:00:18 Kerapuhan keuangan Barat dan percepatan penurunan nilai mata uang\n\nDaftar untuk Kinesis di Desktop:\nhttps://kinesis.money/kinesis-preciou...\n\nUnduh aplikasi Kinesis Mobile - tersedia di App Store dan Google Play:\n\nApple: https://kms.kinesis.money/signup\n\nGoogle: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nJangan lupa juga untuk mengunjungi media sosial kami agar Anda dapat terus mengikuti berita dan perkembangan terbaru dari tim kami.\n\nX:   / kinesismonetary  \n\nFacebook:   / kinesismoney  \n\nInstagram:   / kinesismoney  \n\nTelegram: https://t.me/kinesismoney\n\nTikTok:   / kinesismoney  \n\nPendapat yang diungkapkan dalam video ini oleh Andrew Maguire dan tamu lainnya sepenuhnya merupakan pendapat pribadi mereka dan tidak mencerminkan kebijakan, posisi, atau pandangan resmi Kinesis. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan nasihat investasi, nasihat keuangan, atau jenis nasihat profesional lainnya.\n\nPara penonton disarankan untuk mencari nasihat keuangan independen yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing sebelum membuat keputusan apa pun terkait pasar emas atau investasi lainnya. Kinesis tidak bertanggung jawab atau berkewajiban atas tindakan yang diambil berdasarkan isi video ini.", "post_id": "AGD-tpYi1CQ"}}, {"key": "thesiriusreport", "attributes": {"label": "thesiriusreport", "x": 359.21223714681514, "y": 162.82489184429394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AGD-tpYi1CQ", "id": "thesiriusreport", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya Sesungguhnya dari Konflik Asia Barat Bersama London Paul - LFTV Ep 270\n\nDalam siaran Live from the Vault minggu ini, Andrew Maguire dan Paul dari Sirius Report memperingatkan bahwa meningkatnya konflik di Asia Barat berisiko memicu ketidakstabilan keuangan, mengikis kepercayaan terhadap mata uang kertas, dan mempercepat keruntuhan petrodolar.\n\nDiskusi tersebut menyoroti bagaimana kenaikan biaya minyak secara langsung memicu inflasi di berbagai barang dan jasa penting, memperparah tekanan biaya hidup, sekaligus meningkatkan permintaan emas dan perak karena kepercayaan terhadap sistem perdagangan kertas yang menggunakan leverage melemah.\n\nLihat tautan Paul di bawah ini:\nhttps://www.thesiriusreport.com/\n   /   \n\nKirim pertanyaan Anda ke Andy di sini: https://www.speakpipe.com/LFTV\n\nCap waktu:\n00:00 Mulai\n01:02 Eskalasi Asia Barat, dan risiko sistemik terhadap stabilitas global\n08:36 Guncangan minyak memicu tekanan inflasi global\n10:19 Hilangnya kepercayaan pada mata uang fiat dan meningkatnya risiko hiperinflasi\n26:05 Erosi petrodolar dan meningkatnya perdagangan minyak berbasis yuan\n34:21 Dukungan militer Tiongkok meningkatkan sistem pertahanan udara Iran\n42:00 Pergeseran dari pasar kertas ke penetapan harga emas yang didukung secara fisik\n46:22 Rekor permintaan Tiongkok untuk emas dan perak fisik\n1:00:18 Kerapuhan keuangan Barat dan percepatan penurunan nilai mata uang\n\nDaftar untuk Kinesis di Desktop:\nhttps://kinesis.money/kinesis-preciou...\n\nUnduh aplikasi Kinesis Mobile - tersedia di App Store dan Google Play:\n\nApple: https://kms.kinesis.money/signup\n\nGoogle: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nJangan lupa juga untuk mengunjungi media sosial kami agar Anda dapat terus mengikuti berita dan perkembangan terbaru dari tim kami.\n\nX:   / kinesismonetary  \n\nFacebook:   / kinesismoney  \n\nInstagram:   / kinesismoney  \n\nTelegram: https://t.me/kinesismoney\n\nTikTok:   / kinesismoney  \n\nPendapat yang diungkapkan dalam video ini oleh Andrew Maguire dan tamu lainnya sepenuhnya merupakan pendapat pribadi mereka dan tidak mencerminkan kebijakan, posisi, atau pandangan resmi Kinesis. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan nasihat investasi, nasihat keuangan, atau jenis nasihat profesional lainnya.\n\nPara penonton disarankan untuk mencari nasihat keuangan independen yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing sebelum membuat keputusan apa pun terkait pasar emas atau investasi lainnya. Kinesis tidak bertanggung jawab atau berkewajiban atas tindakan yang diambil berdasarkan isi video ini.", "post_id": "AGD-tpYi1CQ"}}, {"key": "@oneindia", "attributes": {"label": "@oneindia", "x": 343.5758465636958, "y": 919.9651038389492, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "gpvyyeF-pWI", "id": "@oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "Iran MENUNTUT China-Rusia untuk Memimpin Tatanan Dunia Baru | Anggota Parlemen Iran MENGEKCAM AS ...\n\nSeorang anggota parlemen Iran menyerukan China dan Rusia untuk memimpin dalam membentuk tatanan dunia baru, menuduh Amerika Serikat berulang kali melanggar hukum internasional. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul aksi militer AS-Israel baru-baru ini dan ketegangan angkatan laut yang sedang berlangsung di Selat Hormuz.\n\nIran semakin mendukung sistem global multipolar, dengan alasan bahwa Beijing dan Moskow memiliki otoritas moral dan kekuatan strategis untuk melawan dominasi AS. Pesan ini semakin mendapat dukungan di platform pro-BRICS dan Global South, memicu perdebatan tentang pergeseran keseimbangan kekuatan.\n\nSeiring meningkatnya tekanan sanksi dan konflik regional yang memanas, Teheran memposisikan dirinya dalam blok yang sedang berkembang yang menantang tatanan yang dipimpin Barat saat ini. Sementara para pendukung melihat ini sebagai jalan menuju keseimbangan global, para kritikus memperingatkan bahwa hal itu dapat melemahkan norma-norma demokrasi dan stabilitas internasional.\n\n#IranChinaRusia #DuniaMultipolar #PergeseranKekuatanGlobal #HukumGlobalAS #IranVsAS #AliansiChinaRusia #KekuatanBRICS #TatananDuniaBaru #KebangkitanGlobalSelatan #KebijakanLuarNegeriAS #PernyataanIran #Geopolitik #PergeseranTatananDunia #KepemimpinanRusiaChina #BeritaIran #BeritaTerbaru\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n----------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.460~ED.532~GR.510~", "post_id": "gpvyyeF-pWI"}}, {"key": "oneindia", "attributes": {"label": "oneindia", "x": 59.66461515559573, "y": 486.7016566004593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gpvyyeF-pWI", "id": "oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "Iran MENUNTUT China-Rusia untuk Memimpin Tatanan Dunia Baru | Anggota Parlemen Iran MENGEKCAM AS ...\n\nSeorang anggota parlemen Iran menyerukan China dan Rusia untuk memimpin dalam membentuk tatanan dunia baru, menuduh Amerika Serikat berulang kali melanggar hukum internasional. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul aksi militer AS-Israel baru-baru ini dan ketegangan angkatan laut yang sedang berlangsung di Selat Hormuz.\n\nIran semakin mendukung sistem global multipolar, dengan alasan bahwa Beijing dan Moskow memiliki otoritas moral dan kekuatan strategis untuk melawan dominasi AS. Pesan ini semakin mendapat dukungan di platform pro-BRICS dan Global South, memicu perdebatan tentang pergeseran keseimbangan kekuatan.\n\nSeiring meningkatnya tekanan sanksi dan konflik regional yang memanas, Teheran memposisikan dirinya dalam blok yang sedang berkembang yang menantang tatanan yang dipimpin Barat saat ini. Sementara para pendukung melihat ini sebagai jalan menuju keseimbangan global, para kritikus memperingatkan bahwa hal itu dapat melemahkan norma-norma demokrasi dan stabilitas internasional.\n\n#IranChinaRusia #DuniaMultipolar #PergeseranKekuatanGlobal #HukumGlobalAS #IranVsAS #AliansiChinaRusia #KekuatanBRICS #TatananDuniaBaru #KebangkitanGlobalSelatan #KebijakanLuarNegeriAS #PernyataanIran #Geopolitik #PergeseranTatananDunia #KepemimpinanRusiaChina #BeritaIran #BeritaTerbaru\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n----------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.460~ED.532~GR.510~", "post_id": "gpvyyeF-pWI"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 690.4309339053833, "y": 399.88348961575804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "z59JiqLJqhw", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Murka! AS Dituding Pengkhianat Diplomasi, Singgung Serangan Saat Negosiasi | iNews Terkini 2/5\n\nKetegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan pernyataan keras dengan menuding Amerika Serikat sebagai pengkhianat diplomasi.\n\nIran menilai Washington tidak serius dalam negosiasi, bahkan disebut melakukan tindakan militer saat pembicaraan masih berlangsung. Selain itu, AS juga dituduh memperketat sanksi di tengah klaim akan mencabutnya, hingga disebut melakukan “pembajakan maritim”.\n\nPernyataan ini muncul di tengah mandeknya negosiasi antara kedua negara yang dimediasi Pakistan, dengan isu nuklir, sanksi, dan keamanan regional menjadi titik utama perdebatan.\n\nIran menegaskan bahwa hubungan dengan Amerika tidak lagi didasari kepercayaan, melainkan kecurigaan mendalam akibat pengalaman masa lalu. Situasi ini semakin mempertegang konflik di kawasan Timur Tengah dan berpotensi berdampak luas pada stabilitas global.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#Iran #AmerikaSerikat #IranVsAS #KonflikTimurTengah #NegosiasiIran #SanksiIran #NuklirIran #SelatHormuz #GeopolitikDunia #BeritaInternasional #BreakingNews #DuniaMemanas #DiplomasiGagal #IranMurka #ASIran #iNews #BeritaTerkini #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "z59JiqLJqhw"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 207.02967203811497, "y": 452.62574703972837, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z59JiqLJqhw", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Murka! AS Dituding Pengkhianat Diplomasi, Singgung Serangan Saat Negosiasi | iNews Terkini 2/5\n\nKetegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan pernyataan keras dengan menuding Amerika Serikat sebagai pengkhianat diplomasi.\n\nIran menilai Washington tidak serius dalam negosiasi, bahkan disebut melakukan tindakan militer saat pembicaraan masih berlangsung. Selain itu, AS juga dituduh memperketat sanksi di tengah klaim akan mencabutnya, hingga disebut melakukan “pembajakan maritim”.\n\nPernyataan ini muncul di tengah mandeknya negosiasi antara kedua negara yang dimediasi Pakistan, dengan isu nuklir, sanksi, dan keamanan regional menjadi titik utama perdebatan.\n\nIran menegaskan bahwa hubungan dengan Amerika tidak lagi didasari kepercayaan, melainkan kecurigaan mendalam akibat pengalaman masa lalu. Situasi ini semakin mempertegang konflik di kawasan Timur Tengah dan berpotensi berdampak luas pada stabilitas global.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#Iran #AmerikaSerikat #IranVsAS #KonflikTimurTengah #NegosiasiIran #SanksiIran #NuklirIran #SelatHormuz #GeopolitikDunia #BeritaInternasional #BreakingNews #DuniaMemanas #DiplomasiGagal #IranMurka #ASIran #iNews #BeritaTerkini #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "z59JiqLJqhw"}}, {"key": "pal_gcc_en", "attributes": {"label": "pal_gcc_en", "x": 30.511897652829578, "y": 595.4128223260216, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z5mM-BldQ1c", "id": "pal_gcc_en", "source": "youtube-000001", "content": "Prancis Meradang, Israel Ganggu Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nPrancis luapkan kemarahan ke Israel terkait terus terhambatnya penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. \n\nDalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Selasa 28 April, Paris mendesak Israel segera membuka seluruh akses bantuan dan menjamin keselamatan personel serta fasilitas PBB di wilayah konflik tersebut.\n\nUtusan Prancis untuk PBB, Jerome Bonnafont, menegaskan bahwa kondisi di Gaza kini masih berada pada titik yang sangat memprihatinkan. \n\nMenurutnya, meski berbagai upaya diplomatik terus dilakukan, gencatan senjata yang berlangsung masih sangat rapuh dan belum mampu mengubah penderitaan warga sipil secara signifikan.\n\n“Prancis menyerukan kepada Israel untuk mencabut semua hambatan terhadap penyaluran bantuan, serta melindungi personel dan fasilitas PBB,” tegas Bonnafont di hadapan anggota Dewan Keamanan.\n\nIa juga menyoroti pentingnya mempercepat evakuasi medis bagi warga sipil yang terluka melalui koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). \n\nMenurut Prancis, akses kesehatan dan logistik kemanusiaan harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang semakin memburuk.\n\nEnam bulan setelah resolusi PBB yang mendukung rencana perdamaian usulan Amerika Serikat disahkan, Prancis menilai hampir tidak ada perkembangan nyata di lapangan. \n\nGaza masih terjebak dalam krisis berkepanjangan dengan kerusakan besar dan kekurangan kebutuhan pokok yang terus menghantui jutaan warga.\n\n“Gencatan senjata tetap rapuh, situasi kemanusiaan tetap katastropik,” ujar Bonnafont menggambarkan kondisi terkini di wilayah tersebut.\n\nSelain menyoroti Gaza, Prancis juga menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. \n\nPemerintah Prancis mengecam pembangunan puluhan permukiman baru Israel serta meningkatnya kekerasan oleh para pemukim yang dinilai memperburuk peluang perdamaian.\n\nMenurut Bonnafont, persetujuan pembangunan 34 permukiman baru, pengusiran paksa warga Palestina, dan serangan oleh pemukim merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mengarah pada aneksasi secara de facto.\n\nPrancis menegaskan bahwa solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya jalan realistis untuk menciptakan perdamaian jangka panjang antara Israel dan Palestina. \n\nParis juga memperingatkan bahwa mereka dapat mempertimbangkan langkah lebih lanjut apabila situasi terus memburuk.\n\nDalam pernyataannya, Prancis juga menyinggung pentingnya stabilitas kawasan, termasuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang dinilai berpotensi memicu ketegangan lebih luas di Timur Tengah jika tidak dijaga dengan baik.\n\nSumber Video \nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "z5mM-BldQ1c"}}, {"key": "@tech.upskill.khalil", "attributes": {"label": "@tech.upskill.khalil", "x": 95.43158985625344, "y": 888.5448391729774, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "l8cLf1X7878", "id": "@tech.upskill.khalil", "source": "youtube-000001", "content": "Cara Memperbaiki Kesalahan Fatal Steam Gagal Memuat Steamui.dll di Windows 11\n\nAtasi kesalahan \"load steamui.dll\" yang menjengkelkan di Windows dengan panduan cepat dan mudah ini. Pelajari cara mengatasi masalah umum ini dengan memperbaiki paket Microsoft Visual C++ Redistributable. Jika itu tidak berhasil, temukan cara menjalankan pemindaian pemeriksa file sistem untuk menemukan dan memperbaiki file yang rusak. Dapatkan komputer Anda berjalan lancar kembali tanpa kesalahan \"stream uidll\".\n\n❤️ Berlangganan ke saluran ini\nhttps://youtube.com/\n\n💼 Video ini disponsori oleh SEObyg:\nhttps://SEObyg.se/en\n\n⏱️ Cap waktu ⏱️\n00:00 Pendahuluan\n00:17 Langkah-langkah\n01:45 Penutup\n\nmemperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll di Windows\nmenyelesaikan kesalahan gagal memuat steamui.dll di PC\nmemecahkan masalah kesalahan uidll di Windows 10\nmenyelesaikan kesalahan gagal memuat steamui.dll di Windows 11\ncara memperbaiki kesalahan uidll stream di komputer\nmemperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll, kesalahan fatal Steam gagal memuat steamui.dll, cara memperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll di Windows 11, kesalahan fatal Steam gagal memuat steamui.dll, cara memperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll Steam gagal memuat steamui.dll Windows 11 gagal memuat steamui.dll Windows 10 memperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll pada Windows 11 kesalahan gagal memuat steamui.dll Windows 11 kesalahan fatal gagal memuat steamui.dll Steam kesalahan fatal gagal memuat steamui.dll di Windows 10 Steam gagal memuat steamui.dll\nmemperbaiki kesalahan Microsoft C++ Redistributable\nmenginstal C++ Redistributable untuk perbaikan uidll\nmengunduh C++ Redistributable versi x64\nmenjalankan pemindaian SFC untuk memperbaiki kesalahan Windows\npemindaian SFC di command prompt untuk kesalahan uidll\nmenggunakan command prompt untuk memperbaiki kesalahan stream\npemindaian pemeriksa file sistem untuk kesalahan dll\nmenyelesaikan masalah kesalahan runtime C++ uidll\nmemperbaiki file sistem yang rusak Windows 10\nmenyelesaikan masalah pemuatan stream Windows\napa itu solusi kesalahan steamui.dll\ncara menghentikan kesalahan gagal memuat stream\npanduan untuk memperbaiki kesalahan dll Windows\nlangkah mudah untuk menyelesaikan uidll Kesalahan\nPerbaikan manual untuk kesalahan gagal memuat stream\nApa penyebab kesalahan steamui.dll di Windows?\nMetode efektif untuk memperbaiki kesalahan uidll\nMencegah kesalahan gagal memuat stream\nMemahami pentingnya redistributable C++\nCara memperbarui paket redistributable C++\nMemverifikasi status instalasi redistributable C++\nMemeriksa file redistributable C++ yang rusak\nMemecahkan masalah crash program karena kesalahan dll\nMemperbaiki kesalahan uidll yang menyebabkan aplikasi tidak berjalan\nMengatasi kesalahan file dll yang hilang di Windows\nMenghilangkan kegagalan pemuatan stream\nMelakukan tugas command prompt administratif\nMenjalankan perintah sfc scannow dengan benar\nMemahami hasil pemindaian sfc di Windows\nApa yang harus dilakukan setelah pemindaian sfc gagal\nMenginstal ulang redistributable C++ untuk memperbaiki kesalahan\nSolusi alternatif untuk kesalahan steamui.dll\nMelakukan pemulihan sistem untuk masalah dll\nInstalasi bersih paket redistributable C++\nMemecahkan masalah kesalahan memuat konten stream\nMenemukan solusi untuk kesalahan uidll dll\nMemperbaiki registri Windows untuk kesalahan dll\nMengoptimalkan Windows untuk kinerja yang lebih baik\nMencegah pemuatan stream di masa mendatang Kesalahan\nPenyelesaian masalah tingkat lanjut untuk kesalahan uidll\nCara mengidentifikasi akar penyebab kesalahan uidll\nMemperbaiki kode kesalahan steam steamui.dll Steam\nMemecahkan masalah kesalahan steamui.dll Twitch\nMengatasi kesalahan steamui.dll Discord\nMemperbaiki kesalahan uidll OBS Studio\nMengelola layanan Windows untuk kesalahan dll\nMenonaktifkan program startup untuk memperbaiki kesalahan\nMemperbarui driver grafis untuk masalah streaming\nMemeriksa koneksi internet untuk masalah streaming\nMemindai malware yang memengaruhi file dll\nMenggunakan alat pemeliharaan sistem Windows\nMelakukan pembersihan disk untuk kesalahan\nMemperbaiki profil pengguna yang rusak di Windows\nMemecahkan masalah kesalahan aplikasi pihak ketiga\nMengatasi konflik perangkat lunak yang menyebabkan kesalahan\nPanduan untuk memperbaiki kesalahan Windows umum\nCara memperbaiki file sistem Windows\nMemperbaiki kode kesalahan 0x80070057 uidll\nMengatasi kode kesalahan 0xc000007b uidll\nMemecahkan masalah kesalahan runtime pada PC\nMemperbaiki kesalahan sistem tanpa menginstal ulang Windows\nMemperbaiki kesalahan klien Steam gagal dimuat\nMengatasi masalah driver kartu grafis\nMemeriksa Event Viewer untuk detail kesalahan\nMenerapkan pembaruan Windows untuk sistem Stabilitas\nBersihkan boot Windows untuk mendiagnosis kesalahan\nCopot pemasangan dan pasang kembali perangkat lunak yang bermasalah\nKonfigurasikan firewall untuk akses streaming\nSesuaikan pengaturan keamanan Windows\nAtasi masalah streaming audio video\nPerbaiki kesalahan pemutaran suara dan video\nAtasi kesalahan pengkodean dalam streaming\nKelol...", "post_id": "l8cLf1X7878"}}, {"key": "tech.upskill.kha...", "attributes": {"label": "tech.upskill.kha...", "x": 277.3785652870392, "y": 324.1172578435847, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "l8cLf1X7878", "id": "tech.upskill.kha...", "source": "youtube-000001", "content": "Cara Memperbaiki Kesalahan Fatal Steam Gagal Memuat Steamui.dll di Windows 11\n\nAtasi kesalahan \"load steamui.dll\" yang menjengkelkan di Windows dengan panduan cepat dan mudah ini. Pelajari cara mengatasi masalah umum ini dengan memperbaiki paket Microsoft Visual C++ Redistributable. Jika itu tidak berhasil, temukan cara menjalankan pemindaian pemeriksa file sistem untuk menemukan dan memperbaiki file yang rusak. Dapatkan komputer Anda berjalan lancar kembali tanpa kesalahan \"stream uidll\".\n\n❤️ Berlangganan ke saluran ini\nhttps://youtube.com/\n\n💼 Video ini disponsori oleh SEObyg:\nhttps://SEObyg.se/en\n\n⏱️ Cap waktu ⏱️\n00:00 Pendahuluan\n00:17 Langkah-langkah\n01:45 Penutup\n\nmemperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll di Windows\nmenyelesaikan kesalahan gagal memuat steamui.dll di PC\nmemecahkan masalah kesalahan uidll di Windows 10\nmenyelesaikan kesalahan gagal memuat steamui.dll di Windows 11\ncara memperbaiki kesalahan uidll stream di komputer\nmemperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll, kesalahan fatal Steam gagal memuat steamui.dll, cara memperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll di Windows 11, kesalahan fatal Steam gagal memuat steamui.dll, cara memperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll Steam gagal memuat steamui.dll Windows 11 gagal memuat steamui.dll Windows 10 memperbaiki kesalahan gagal memuat steamui.dll pada Windows 11 kesalahan gagal memuat steamui.dll Windows 11 kesalahan fatal gagal memuat steamui.dll Steam kesalahan fatal gagal memuat steamui.dll di Windows 10 Steam gagal memuat steamui.dll\nmemperbaiki kesalahan Microsoft C++ Redistributable\nmenginstal C++ Redistributable untuk perbaikan uidll\nmengunduh C++ Redistributable versi x64\nmenjalankan pemindaian SFC untuk memperbaiki kesalahan Windows\npemindaian SFC di command prompt untuk kesalahan uidll\nmenggunakan command prompt untuk memperbaiki kesalahan stream\npemindaian pemeriksa file sistem untuk kesalahan dll\nmenyelesaikan masalah kesalahan runtime C++ uidll\nmemperbaiki file sistem yang rusak Windows 10\nmenyelesaikan masalah pemuatan stream Windows\napa itu solusi kesalahan steamui.dll\ncara menghentikan kesalahan gagal memuat stream\npanduan untuk memperbaiki kesalahan dll Windows\nlangkah mudah untuk menyelesaikan uidll Kesalahan\nPerbaikan manual untuk kesalahan gagal memuat stream\nApa penyebab kesalahan steamui.dll di Windows?\nMetode efektif untuk memperbaiki kesalahan uidll\nMencegah kesalahan gagal memuat stream\nMemahami pentingnya redistributable C++\nCara memperbarui paket redistributable C++\nMemverifikasi status instalasi redistributable C++\nMemeriksa file redistributable C++ yang rusak\nMemecahkan masalah crash program karena kesalahan dll\nMemperbaiki kesalahan uidll yang menyebabkan aplikasi tidak berjalan\nMengatasi kesalahan file dll yang hilang di Windows\nMenghilangkan kegagalan pemuatan stream\nMelakukan tugas command prompt administratif\nMenjalankan perintah sfc scannow dengan benar\nMemahami hasil pemindaian sfc di Windows\nApa yang harus dilakukan setelah pemindaian sfc gagal\nMenginstal ulang redistributable C++ untuk memperbaiki kesalahan\nSolusi alternatif untuk kesalahan steamui.dll\nMelakukan pemulihan sistem untuk masalah dll\nInstalasi bersih paket redistributable C++\nMemecahkan masalah kesalahan memuat konten stream\nMenemukan solusi untuk kesalahan uidll dll\nMemperbaiki registri Windows untuk kesalahan dll\nMengoptimalkan Windows untuk kinerja yang lebih baik\nMencegah pemuatan stream di masa mendatang Kesalahan\nPenyelesaian masalah tingkat lanjut untuk kesalahan uidll\nCara mengidentifikasi akar penyebab kesalahan uidll\nMemperbaiki kode kesalahan steam steamui.dll Steam\nMemecahkan masalah kesalahan steamui.dll Twitch\nMengatasi kesalahan steamui.dll Discord\nMemperbaiki kesalahan uidll OBS Studio\nMengelola layanan Windows untuk kesalahan dll\nMenonaktifkan program startup untuk memperbaiki kesalahan\nMemperbarui driver grafis untuk masalah streaming\nMemeriksa koneksi internet untuk masalah streaming\nMemindai malware yang memengaruhi file dll\nMenggunakan alat pemeliharaan sistem Windows\nMelakukan pembersihan disk untuk kesalahan\nMemperbaiki profil pengguna yang rusak di Windows\nMemecahkan masalah kesalahan aplikasi pihak ketiga\nMengatasi konflik perangkat lunak yang menyebabkan kesalahan\nPanduan untuk memperbaiki kesalahan Windows umum\nCara memperbaiki file sistem Windows\nMemperbaiki kode kesalahan 0x80070057 uidll\nMengatasi kode kesalahan 0xc000007b uidll\nMemecahkan masalah kesalahan runtime pada PC\nMemperbaiki kesalahan sistem tanpa menginstal ulang Windows\nMemperbaiki kesalahan klien Steam gagal dimuat\nMengatasi masalah driver kartu grafis\nMemeriksa Event Viewer untuk detail kesalahan\nMenerapkan pembaruan Windows untuk sistem Stabilitas\nBersihkan boot Windows untuk mendiagnosis kesalahan\nCopot pemasangan dan pasang kembali perangkat lunak yang bermasalah\nKonfigurasikan firewall untuk akses streaming\nSesuaikan pengaturan keamanan Windows\nAtasi masalah streaming audio video\nPerbaiki kesalahan pemutaran suara dan video\nAtasi kesalahan pengkodean dalam streaming\nKelol...", "post_id": "l8cLf1X7878"}}], "edges": [{"key": "Ganda_waras", "source": "Ganda_waras", "target": "Flyingfighter27", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ganda_waras", "source": "Ganda_waras", "target": "Flyingfighter27", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ganda_waras", "source": "Ganda_waras", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "buluslg", "source": "buluslg", "target": "buluslg", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "buluslg", "source": "buluslg", "target": "buluslg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "JackJ93910", "source": "JackJ93910", "target": "saiful_mujani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dkhamid79", "source": "dkhamid79", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ibnu_s_rIxiiIAs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "henrysubiakto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SuperGrok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KawalProgram", "source": "KawalProgram", "target": "kemgelapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yepingekon", "source": "yepingekon", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "direktoridosen", "source": "direktoridosen", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AryoDj", "source": "AryoDj", "target": "Asura0599", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bbangcutieboi", "source": "bbangcutieboi", "target": "maulana_rvlv11", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Regina_Kahla", "source": "Regina_Kahla", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Flyingfighter27", "source": "Flyingfighter27", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Flyingfighter27", "source": "Flyingfighter27", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "helman_k94233", "source": "helman_k94233", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "ruliemaulana", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aldoalemong", "source": "aldoalemong", "target": "O5Bravo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ichuuuls", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rorimpand3y", "source": "rorimpand3y", "target": "LembagaKERIS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemkabjember", "source": "pemkabjember", "target": "gus.fawait", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapua", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "nanug.pratomo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "devirhm5", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "source": "bebasberpolitik.id", "target": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "ADRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspoldajatim", "source": "humaspoldajatim", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspoldajatim", "source": "humaspoldajatim", "target": "binmas.poldajatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financialmindset.idn", "source": "financialmindset.idn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "our_daily_inspirations", "source": "our_daily_inspirations", "target": "our_daily_inspirations", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "araghchi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "source": "@ProfessorJiangInsight", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextLevelSoul", "source": "@NextLevelSoul", "target": "nextlevelsoul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextLevelSoul", "source": "@NextLevelSoul", "target": "nextlevelsoulclips", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "source": "@ProfessorJiangInsight", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "source": "@ProfessorJiangInsight", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MuhammadDafinAbrar", "source": "@MuhammadDafinAbrar", "target": "isniandriana", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BuletiniNews", "source": "@BuletiniNews", "target": "buletininews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@arektvberita", "source": "@arektvberita", "target": "arektvberita", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@arektvberita", "source": "@arektvberita", "target": "sekolahpascasarjanaunairch5965", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KinesisMoney", "source": "@KinesisMoney", "target": "thesiriusreport", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oneindia", "source": "@oneindia", "target": "oneindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "pal_gcc_en", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "source": "@ProfessorJiangInsight", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "source": "@ProfessorJiangInsight", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tech.upskill.khalil", "source": "@tech.upskill.khalil", "target": "tech.upskill.kha...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}