{"nodes": [{"key": "babirusa2025", "attributes": {"label": "babirusa2025", "x": 306.8184694065326, "y": 171.57911133674597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049798157413106157", "id": "babirusa2025", "source": "tweet-000004", "content": "mata uang akan depresiasi terus selama investor forex gak punya rasa percaya pada kemampuan purbaya dan prabowo dalam menangangi ekonomi indonesia. kalo lu investor asing tentu semakin buang investasi rupiah dan beli uang negara2 yg kira2 ekonominya lebih menjanjikan", "post_id": "2049798157413106157"}}, {"key": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mhuseinali", "x": 337.32452023172885, "y": 125.9962947203871, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049798157413106157", "id": "mhuseinali", "source": "tweet-000004", "content": "mata uang akan depresiasi terus selama investor forex gak punya rasa percaya pada kemampuan purbaya dan prabowo dalam menangangi ekonomi indonesia. kalo lu investor asing tentu semakin buang investasi rupiah dan beli uang negara2 yg kira2 ekonominya lebih menjanjikan", "post_id": "2049798157413106157"}}, {"key": "Sega_seth", "attributes": {"label": "Sega_seth", "x": 672.7923716202479, "y": 63.62942722481368, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051597420979736609", "id": "Sega_seth", "source": "tweet-000004", "content": "Dollar lompat,  ihsg nyungsep, outlook negatif bukti investor asing ga percaya laporan pertumbuhan ekonomi indonesia , \nTerbaru prabowo sebut 8% , dasko bilang danantara mau akuisisi ,saham goto langsung ke gocap , anomali saat ada berita akuisisi harga sahan biasany terbang", "post_id": "2051597420979736609"}}, {"key": "99propaganda", "attributes": {"label": "99propaganda", "x": 873.2479482216424, "y": 850.4036088673391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051597420979736609", "id": "99propaganda", "source": "tweet-000004", "content": "Dollar lompat,  ihsg nyungsep, outlook negatif bukti investor asing ga percaya laporan pertumbuhan ekonomi indonesia , \nTerbaru prabowo sebut 8% , dasko bilang danantara mau akuisisi ,saham goto langsung ke gocap , anomali saat ada berita akuisisi harga sahan biasany terbang", "post_id": "2051597420979736609"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 167.6188411990279, "y": 898.6755130359564, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2020745551956844716", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "FashionIin", "attributes": {"label": "FashionIin", "x": 317.3295111617719, "y": 439.9859248365737, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2432, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "FashionIin", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "A2Andal", "attributes": {"label": "A2Andal", "x": 653.9720024876475, "y": 417.60660810587945, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2432, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "A2Andal", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "Srik4ndiMuslim2", "x": 479.57862749196255, "y": 815.596204607587, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2432, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "Srik4ndiMuslim2", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jatim", "x": 46.28469116629474, "y": 348.5959138457919, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia_jatim", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 897.7726937192432, "y": 840.0348148105081, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.465, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 921.0828593604103, "y": 115.67277943261445, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 599.2789904691626, "y": 422.70189878659136, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885096906368078649_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "Ketika dunia penuh ketidakpastian, kepercayaan jadi hal yang paling berharga.\n\n#SobatRupiah, kabar baiknya, Indonesia masih jadi salah satu yang dipercaya investor global. Bukan tanpa alasan, Sobat, mengingat fondasi ekonomi yang kuat dan sinergi kebijakan yang konsisten menjaga stabilitas.\n\nHal ini mengemuka dalam pertemuan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam rangkaian IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat.\n\nLebih jauh, kepercayaan ini nggak cuma soal investor, tapi juga berdampak ke kita semua. Dari nilai tukar yang lebih stabil sampai ekonomi yang tetap bergerak.\n\nKarena di tengah badai global, yang bertahan bukan yang paling besar, tapi yang paling siap.\n\nMenurut Sobat, apa yang bikin ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah gejolak global? Share di kolom komentar ya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3885096906368078649_13254887390"}}, {"key": "jogja_invest", "attributes": {"label": "jogja_invest", "x": 670.3518129207143, "y": 15.298843361086224, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885865361908871810_4201978140", "id": "jogja_invest", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Invest 👋\nJogVest Collab is Back ✨\n\nMinvest akan sharing sesuatu yang seru donk ⚡⚡. DPMPTSP DIY kini punya partner asik baru nih… Siapakah itu?\nYup yup kali ini DPMPTSP DIY Collab bersama Badan Pusat Statistik (BPS) DIY  😎 Ada apa gerangan?\nYuk simak lebih jauh 🙌\nJadi Sobat Invest, BPS DIY tahun ini punya gawe besar – yaitu SENSUS EKONOMI 2026 (SE 2026). Oleh sebab itu dalam beberapa kegiatan DPMPTSP DIY beberapa waktu lalu; diantaranya Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, tim BPS DIY turut bergabung untuk melakukan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Sasaran sosialisasi? Tentu saja Pelaku Usaha, Sobat Invest semua 🤩🤩\n\nNah bagi Sobat Invest yang belum secara langsung mendapat Sosialisasi SE2026, yuk simak info berikut:\nApa Itu Sensus Ekonomi 2026?\nSensus Ekonomi 2026 (SE2026) adalah kegiatan pendataan besar-besaran seluruh aktivitas usaha di Indonesia yang dilakukan oleh BPS. SE2026 ini akan dilaksanakan BPS pada Mei - Agustus 2026.\nJadi Sobat Invest, catat ya: SEMUA pelaku usaha akan disurvey ya. Termasuk Sobat Invest semua. Kalau merasa tidak disurvey gimana donk? Nanti ya Minvest spill link informasinya untuk bisa melakukan konfirmasi langsung ke BPS.\n\nApa sih tujuan Sensus Ekonomi 2026?? Minvest spill ya:\n• Memotret kondisi ekonomi terbaru Indonesia\n• Menjadi dasar kebijakan pemerintah\n• Menentukan bantuan, subsidi, dan program yang tepat sasaran\n• Memberi gambaran bagi investor dan dunia usaha\n\nYuk Sobat Invest, Pastikan kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 🔥\nMari mengenal lebih dekat Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), kunjungi: sensus.bps.go.id/se2026.\nMari bersama Mencatat Ekonomi Indonesia!\n\n#dpmptspdiy #pelayanan #SE2026\n#MencatatEkonomiIndonesia\n#SensusEkonomi", "post_id": "3885865361908871810_4201978140"}}, {"key": "bpsprovdiy", "attributes": {"label": "bpsprovdiy", "x": 254.80242542098696, "y": 722.0844217486734, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885865361908871810_4201978140", "id": "bpsprovdiy", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Invest 👋\nJogVest Collab is Back ✨\n\nMinvest akan sharing sesuatu yang seru donk ⚡⚡. DPMPTSP DIY kini punya partner asik baru nih… Siapakah itu?\nYup yup kali ini DPMPTSP DIY Collab bersama Badan Pusat Statistik (BPS) DIY  😎 Ada apa gerangan?\nYuk simak lebih jauh 🙌\nJadi Sobat Invest, BPS DIY tahun ini punya gawe besar – yaitu SENSUS EKONOMI 2026 (SE 2026). Oleh sebab itu dalam beberapa kegiatan DPMPTSP DIY beberapa waktu lalu; diantaranya Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, tim BPS DIY turut bergabung untuk melakukan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Sasaran sosialisasi? Tentu saja Pelaku Usaha, Sobat Invest semua 🤩🤩\n\nNah bagi Sobat Invest yang belum secara langsung mendapat Sosialisasi SE2026, yuk simak info berikut:\nApa Itu Sensus Ekonomi 2026?\nSensus Ekonomi 2026 (SE2026) adalah kegiatan pendataan besar-besaran seluruh aktivitas usaha di Indonesia yang dilakukan oleh BPS. SE2026 ini akan dilaksanakan BPS pada Mei - Agustus 2026.\nJadi Sobat Invest, catat ya: SEMUA pelaku usaha akan disurvey ya. Termasuk Sobat Invest semua. Kalau merasa tidak disurvey gimana donk? Nanti ya Minvest spill link informasinya untuk bisa melakukan konfirmasi langsung ke BPS.\n\nApa sih tujuan Sensus Ekonomi 2026?? Minvest spill ya:\n• Memotret kondisi ekonomi terbaru Indonesia\n• Menjadi dasar kebijakan pemerintah\n• Menentukan bantuan, subsidi, dan program yang tepat sasaran\n• Memberi gambaran bagi investor dan dunia usaha\n\nYuk Sobat Invest, Pastikan kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 🔥\nMari mengenal lebih dekat Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), kunjungi: sensus.bps.go.id/se2026.\nMari bersama Mencatat Ekonomi Indonesia!\n\n#dpmptspdiy #pelayanan #SE2026\n#MencatatEkonomiIndonesia\n#SensusEkonomi", "post_id": "3885865361908871810_4201978140"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 148.74701858723694, "y": 841.6330035455787, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 481.4114075707393, "y": 854.2820294398084, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 736.8511973735152, "y": 165.4677997892916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 630.9938651630248, "y": 638.1771162193451, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 158.49420837918103, "y": 138.62971073976593, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 615.9774167981833, "y": 102.0352661493944, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2363, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 329.56993442611724, "y": 59.022260039473636, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2363, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 595.6257876718213, "y": 158.9884435048775, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2363, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "berpotensi_viral", "attributes": {"label": "berpotensi_viral", "x": 479.570913413348, "y": 91.67581549410953, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "berpotensi_viral", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 466.7682619263196, "y": 615.9389191464919, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 941.8762315405286, "y": 919.748996725817, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7634384743647169813", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "INVESTOR ASING KABUR KARENA ISU PAJAK!? Nilai tukar Rupiah sedang mengalami tekanan hebat akibat tingginya capital outflow. Apa alasan utama di balik larinya dana asing dari Indonesia? Kuncinya ada pada sentimen kepanikan di pasar terkait regulasi. Berikut adalah poin pentingnya: Derasnya Capital Outflow: Pelemahan mata uang kita sangat erat kaitannya dengan arus dana yang keluar dari pasar domestik secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Rumor Kebijakan Pajak: Market sedang digembar-gemborkan oleh berbagai rumor mengenai kebijakan pajak di Indonesia, yang memicu kekhawatiran para pemilik modal. Eksodus High Net Worth: Akibat rumor regulasi tersebut, banyak dana dari kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) dari Indonesia yang akhirnya ditarik keluar untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, sorotan utama kini tertuju pada potensi pelemahan Rupiah yang bisa terus tertekan hingga menembus level 18.500. Sudah siapkah strategi investasi Anda menghadapi volatilitas makroekonomi ini?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah Melemah, Prediksi Rupiah 18500, Capital Outflow, Dana Asing Keluar, Investor Asing Kabur, Pajak Indonesia, Wealth Tax, High Net Worth Individuals, HNWI Indonesia, IHSG Hari Ini, Makroekonomi, Volatilitas Rupiah, Market Update Indonesia, Kebijakan Pajak, Sentimen Pasar, Kurs Rupiah, Dollar Naik, Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Rupiah, USD to IDR, Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, Pasar Modal Indonesia, Foreign Net Sell, Pelarian Modal, Dampak Pajak, Kebijakan Fiskal, Berita Ekonomi Terbaru, Berita Keuangan, Analisis Makroekonomi, Investasi Asing, Regulasi Pemerintah, Peluang Investasi, Saham Cuan, Trading Saham.", "post_id": "7634384743647169813"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 341.17063262600465, "y": 852.682046612073, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.2571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7634384743647169813", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "INVESTOR ASING KABUR KARENA ISU PAJAK!? Nilai tukar Rupiah sedang mengalami tekanan hebat akibat tingginya capital outflow. Apa alasan utama di balik larinya dana asing dari Indonesia? Kuncinya ada pada sentimen kepanikan di pasar terkait regulasi. Berikut adalah poin pentingnya: Derasnya Capital Outflow: Pelemahan mata uang kita sangat erat kaitannya dengan arus dana yang keluar dari pasar domestik secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Rumor Kebijakan Pajak: Market sedang digembar-gemborkan oleh berbagai rumor mengenai kebijakan pajak di Indonesia, yang memicu kekhawatiran para pemilik modal. Eksodus High Net Worth: Akibat rumor regulasi tersebut, banyak dana dari kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) dari Indonesia yang akhirnya ditarik keluar untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, sorotan utama kini tertuju pada potensi pelemahan Rupiah yang bisa terus tertekan hingga menembus level 18.500. Sudah siapkah strategi investasi Anda menghadapi volatilitas makroekonomi ini?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah Melemah, Prediksi Rupiah 18500, Capital Outflow, Dana Asing Keluar, Investor Asing Kabur, Pajak Indonesia, Wealth Tax, High Net Worth Individuals, HNWI Indonesia, IHSG Hari Ini, Makroekonomi, Volatilitas Rupiah, Market Update Indonesia, Kebijakan Pajak, Sentimen Pasar, Kurs Rupiah, Dollar Naik, Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Rupiah, USD to IDR, Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, Pasar Modal Indonesia, Foreign Net Sell, Pelarian Modal, Dampak Pajak, Kebijakan Fiskal, Berita Ekonomi Terbaru, Berita Keuangan, Analisis Makroekonomi, Investasi Asing, Regulasi Pemerintah, Peluang Investasi, Saham Cuan, Trading Saham.", "post_id": "7634384743647169813"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 713.7097693910962, "y": 71.44223584486753, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 616.7049212220711, "y": 697.2068045630144, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 20.2571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 782.9205261613023, "y": 289.9154876389174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9s4WrNF41KQ", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Peran Buruh dalam Ekonomi Indonesia: Stabilitas Tanpa Jaminan Sosial | EDITORIAL POINT\n\nKABARBURSA.COM — Ekonomi Indonesia terlihat stabil dengan pertumbuhan 5 persen, namun di baliknya terdapat kerentanan besar: mayoritas tenaga kerja masih berada di sektor informal dengan perlindungan terbatas dan rentan terhadap guncangan ekonomi. Buruh bukan hanya tenaga kerja, melainkan mesin konsumsi yang menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui daya beli mereka. Tanpa pendapatan layak dan kepastian kerja, pertumbuhan ekonomi berisiko goyah—itulah mengapa penguatan perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, dan peningkatan kualitas SDM menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. Bagaimana pemerintah dan masyarakat merespons tantangan ini akan menentukan masa depan ekonomi Indonesia. Tonton penjelasan lengkapnya dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#buruh #mayday #ekonomiindonesia #ketenagakerjaan #stabilitasekonomi #umkmindonesia #pertumbuhanekonomi #phk #jamiansosial #hariburuh #pekerja #beritaekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "9s4WrNF41KQ"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 140.54748702047314, "y": 0.7762399919235552, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9s4WrNF41KQ", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Peran Buruh dalam Ekonomi Indonesia: Stabilitas Tanpa Jaminan Sosial | EDITORIAL POINT\n\nKABARBURSA.COM — Ekonomi Indonesia terlihat stabil dengan pertumbuhan 5 persen, namun di baliknya terdapat kerentanan besar: mayoritas tenaga kerja masih berada di sektor informal dengan perlindungan terbatas dan rentan terhadap guncangan ekonomi. Buruh bukan hanya tenaga kerja, melainkan mesin konsumsi yang menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui daya beli mereka. Tanpa pendapatan layak dan kepastian kerja, pertumbuhan ekonomi berisiko goyah—itulah mengapa penguatan perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, dan peningkatan kualitas SDM menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. Bagaimana pemerintah dan masyarakat merespons tantangan ini akan menentukan masa depan ekonomi Indonesia. Tonton penjelasan lengkapnya dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#buruh #mayday #ekonomiindonesia #ketenagakerjaan #stabilitasekonomi #umkmindonesia #pertumbuhanekonomi #phk #jamiansosial #hariburuh #pekerja #beritaekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "9s4WrNF41KQ"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 990.7124623332684, "y": 271.18134525499636, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 994.376922600733, "y": 327.09638773677796, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 112.17757769849169, "y": 106.55130394850276, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 248.3771076683864, "y": 523.0036119028168, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.2571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 467.4939493109519, "y": 11.64092959288421, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 952.7887089868392, "y": 675.3056346693336, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2432, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 564.0136676521347, "y": 696.6775740718099, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2432, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 407.93715942109986, "y": 991.3645163410158, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2432, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 67.94688029450724, "y": 398.8579336388486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 926.0181904860647, "y": 284.6060235204959, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 10.408643463515332, "y": 53.056840281116905, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 357.2452056679183, "y": 398.07901610851826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "@ABTVNEWS", "attributes": {"label": "@ABTVNEWS", "x": 128.35656730924327, "y": 535.2551839837508, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "c10DXEgrKgo", "id": "@ABTVNEWS", "source": "youtube-000001", "content": "NGODE   Petani Sumringah, Anak Sekolah Gembira, Rakyat Bahagia Meski di Tengah Ancaman Krisis Global\n\nPodcast ini mengulas bagaimana petani sumringah, anak sekolah gembira, dan rakyat tetap bahagia di tengah ancaman krisis global, dengan sorotan pada ketahanan pangan, stabilitas harga, bantuan pendidikan, dan daya beli masyarakat. Dibahas peran kebijakan pemerintah, distribusi pangan, serta dukungan sektor pendidikan dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan ekonomi daerah tetap kuat. \n\nSimak insight seputar ekonomi Indonesia, bantuan sosial, pendidikan, pertanian, dan strategi menghadapi krisis global agar masyarakat tetap optimis dan tangguh, bersama H. Chusni Mubarok, S.H., M.M., M.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.\n\n#NGODE2026 #podcastdprdjatim2026 \n==============================================================\nTonton selengkapnya tayangan kami di ABTV, Frekuensi 599.25 MHz (Channel 36 UHF).\n\nIkuti juga media sosial Redaksi ABTV News :\n\nYoutube channel : ABTV News\n   / abtv   News\n\nFacebook Fan Page : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews  \n\nInstagram: \n  / abtvblitar.official  \n\nTiktok : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews", "post_id": "c10DXEgrKgo"}}, {"key": "abtvblitar.official", "attributes": {"label": "abtvblitar.official", "x": 92.7367452898037, "y": 108.15330109721887, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "c10DXEgrKgo", "id": "abtvblitar.official", "source": "youtube-000001", "content": "NGODE   Petani Sumringah, Anak Sekolah Gembira, Rakyat Bahagia Meski di Tengah Ancaman Krisis Global\n\nPodcast ini mengulas bagaimana petani sumringah, anak sekolah gembira, dan rakyat tetap bahagia di tengah ancaman krisis global, dengan sorotan pada ketahanan pangan, stabilitas harga, bantuan pendidikan, dan daya beli masyarakat. Dibahas peran kebijakan pemerintah, distribusi pangan, serta dukungan sektor pendidikan dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan ekonomi daerah tetap kuat. \n\nSimak insight seputar ekonomi Indonesia, bantuan sosial, pendidikan, pertanian, dan strategi menghadapi krisis global agar masyarakat tetap optimis dan tangguh, bersama H. Chusni Mubarok, S.H., M.M., M.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.\n\n#NGODE2026 #podcastdprdjatim2026 \n==============================================================\nTonton selengkapnya tayangan kami di ABTV, Frekuensi 599.25 MHz (Channel 36 UHF).\n\nIkuti juga media sosial Redaksi ABTV News :\n\nYoutube channel : ABTV News\n   / abtv   News\n\nFacebook Fan Page : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews  \n\nInstagram: \n  / abtvblitar.official  \n\nTiktok : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews", "post_id": "c10DXEgrKgo"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 671.1156621150914, "y": 727.1292404047076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 981.2095263465916, "y": 755.0974744036287, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 586.699616583857, "y": 429.4818342313953, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 587.5912858018758, "y": 174.36685008274034, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2432, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "9rEwrLmFlAo", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Inilah 5 Raksasa Energi Hijau yang Wajib Anda Koleksi dari Sekarang! Indonesia Menuju Green Ammonia?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Apakah Anda siap menghadapi revolusi investasi terbesar abad ini?\n\nSaat ini, narasi mengenai amonia hijau dan energi bersih telah menjadi salah satu katalis paling seksi dan menggiurkan di Bursa Efek Indonesia (IHSG). Namun, tahukah Anda bahwa di balik euforia transisi energi yang masif ini, terdapat risiko finansial raksasa yang mengintai portofolio investasi kita? Kami di Wawasan Cerdas telah membedah secara mendalam anatomi kekuatan saham emiten yang digadang-gadang siap mendominasi masa depan, dan kami ingin Anda selangkah lebih maju dari investor ritel lainnya agar tidak terjebak ilusi semata.\n\nFakta mengejutkannya, hingga detik ini, belum ada satu pun emiten di bursa lokal yang 100 persen murni (pure-play) mencetak pendapatannya dari amonia hijau. Oleh karena itu, strategi paling cerdas bagi kita adalah mencari proksi atau wakil terkuat, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).\n\nNamun, Anda harus sangat berhati-hati! Potensi keuntungan berlipat ganda (multi-bagger) di tahap awal transisi ini sering kali hanyalah sensasi spekulatif yang menutupi risiko padat modal yang ekstrem. Kami memperingatkan Anda tentang fase mengerikan yang disebut Lembah Kematian (The Valley of Death). Perusahaan tambang raksasa harus melalui fase ilusi kelimpahan (The Golden Trap), sebelum akhirnya masuk ke fase The CapEx Sinkhole di mana manajemen terpaksa memangkas rasio pembayaran dividen secara drastis selama bertahun-tahun untuk mendanai pembangunan infrastruktur bernilai triliunan. Arus kas emiten akan berdarah-darah sebelum pabrik tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.\n\nLalu, kapan sebenarnya laba amonia hijau ini benar-benar sanggup mengalahkan kehebatan saham tambang konvensional? Kuncinya ada pada Titik Infleksi yang diproyeksikan baru akan terjadi pada rentang tahun 2030 hingga 2035. Di era inilah emiten akan menemukan keunggulan nyata (Structural Alpha), di mana biaya produksi amonia hijau bisa ditekan hingga di bawah USD 450 per ton seiring dengan jatuhnya harga mesin elektroliser, yang perlahan akan mematikan daya saing batu bara. Laba yang sejati tidak boleh hanya bergantung pada belas kasihan subsidi regulasi pemerintah semata.\n\nSebagai bagian dari komunitas Wawasan Cerdas, Anda juga wajib tahu cara menghindari jebakan \"Saham Gorengan\" bermodus lingkungan (ESG). Jangan pernah masuk ke sebuah saham murni hanya karena perusahaan merilis Memorandum of Understanding (MoU), karena publikasi ini belum menghasilkan sepeser pun uang riil dan sering berujung pada aksi jual massal (Sell on News). Sebuah proyek triliunan rupiah hanya rasional dan dijamin pendanaannya oleh perbankan jika mereka sudah memiliki Binding Offtake Agreement (Perjanjian Pembelian Mengikat) berdurasi 15 hingga 20 tahun dengan klausul Take-or-Pay. Anda harus membiasakan diri membedah Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) dan Keterbukaan Informasi di BEI untuk melacak kebenaran transaksi ini.\n\nLebih jauh lagi, revolusi hijau ini ternyata secara paksa mendesentralisasi kekuatan ekonomi Indonesia. Pabrik amonia hijau diwajibkan menggunakan prinsip Additionality (Nilai Tambah), yang melarang mereka mencuri listrik dari jaringan PLN Jawa-Bali yang saat ini masih didominasi lebih dari 60% tenaga batu bara. Aturan ketat ini memicu eksodus investasi triliunan rupiah ke luar Pulau Jawa! Hal ini menciptakan peluang investasi super premium bagi emiten properti yang memiliki lahan di dekat sungai raksasa atau area panas bumi, emiten pelayaran maritim bersistem cryogenic, hingga infrastruktur logistik rantai dingin (cold chain) di daerah pedalaman. Pilihan mesin emiten juga krusial; pilihlah perusahaan yang menggunakan teknologi elektroliser Alkaline berbahan dasar Nikel lokal untuk menekan biaya, bukan teknologi PEM yang bergantung pada bahan Iridium langka dari Afrika Selatan.\n\nMari kita bangun masa depan finansial yang kokoh bersama-sama! Jangan biarkan uang Anda lenyap karena ikut-ikutan tren sesaat. Pastikan Anda menonton video Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk memahami kerangka fundamental transisi energi.\n\nJika Anda merasa informasi eksklusif ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan berikan pandangan Anda di kolom KOMENTAR. Bagikan juga video ini ke grup investasi Anda agar kita semua terhindar dari ilusi lembah kematian saham. Salam Wawasan Cerdas, salam cuan yang berkelanjutan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtags:\n#SahamAmoniaHijau #TransisiEnergi #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #SahamBagger #EnergiTerbarukan #FundamentalSaham #SahamBatuBara #AnalisisSaham #ESGIndonesia #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "9rEwrLmFlAo"}}, {"key": "@awalilrizky", "attributes": {"label": "@awalilrizky", "x": 868.498170885214, "y": 443.46279612111937, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tb7rIDadDaw", "id": "@awalilrizky", "source": "youtube-000001", "content": "Investor ragu?? Dunia usaha masih diliputi ketidakpastian regulasi | Edy Priyono\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#regulasi #iklimbisnis #inovasi #literasi", "post_id": "tb7rIDadDaw"}}, {"key": "barisandata", "attributes": {"label": "barisandata", "x": 123.63733885129258, "y": 468.2136569996057, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tb7rIDadDaw", "id": "barisandata", "source": "youtube-000001", "content": "Investor ragu?? Dunia usaha masih diliputi ketidakpastian regulasi | Edy Priyono\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#regulasi #iklimbisnis #inovasi #literasi", "post_id": "tb7rIDadDaw"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "attributes": {"label": "@CerdasSejarah", "x": 279.13156959608165, "y": 464.11387000492, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iGy-AOlTWdk", "id": "@CerdasSejarah", "source": "youtube-000001", "content": "KENAPA ZAMAN SBY BISA SEENAK ITU?\n\nBenarkah zaman SBY seenak itu? Harga BBM murah dan rakyat hidup tenang, atau sebenarnya negara sedang membakar ratusan triliun APBN demi popularitas semata?\n\nSelama ini, kita sering mendengar nostalgia bahwa 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) adalah masa keemasan yang stabil. Namun, di balik narasi kesuksesan melunasi utang IMF lebih cepat dan masuknya Indonesia ke G-20, tersembunyi tagihan ekonomi yang sangat mengerikan.\n\nVideo ini adalah sebuah otopsi forensik ekonomi. Dibedah tuntas menggunakan pisau analisis ekonomi pembangunan berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, World Bank, dan literatur akademik. Kita akan membongkar \"Dua Wajah Republik\": Mulai dari tragedi hilangnya nyawa dalam antrean BLT kompensasi BBM, keberuntungan \"Commodity Boom\" yang menutupi kelemahan industri nasional, hingga ironi pencairan dana bailout Bank Century Rp 6,7 Triliun yang sangat kilat di tengah keraguan pemerintah mencabut subsidi untuk rakyat.\n\nApakah stabilitas dan ketenangan di era tersebut dibayar lunas dengan deindustrialisasi dan ribuan kilometer infrastruktur yang gagal dibangun?\n\nTonton sampai habis sebelum Anda berdebat di kolom komentar!\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya: https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\n📚 SUMBER DATA & REFERENSI (FORENSIK EKONOMI):\n\nLaporan Bank Dunia: Indonesia Economic Quarterly (IEQ 2013)\nKementerian Keuangan RI: Nota Keuangan APBN & LKPP (2005, 2008, 2014)\nThe Yudhoyono Presidency: Indonesia's Decade of Stability and Stagnation (Edward Aspinall, dkk, ISEAS 2015)\nBuku Wakil Presiden Boediono: Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah\nLaporan Investigasi SMERU (Tragedi BLT) & Data ICW (Skandal Century)\n\n🗣️ MARI BERDISKUSI:\nMenurut Anda, apakah SBY adalah pahlawan stabilitas yang menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, atau pemimpin yang menyandera kemajuan infrastruktur kita demi menjaga posisinya? Tulis argumen dan opini Anda di kolom komentar di bawah! Kami membaca semuanya.\n\nDukung terus jurnalisme sejarah dan ekonomi makro yang tajam, objektif, dan berbasis data. Jangan lupa tekan tombol LIKE, SHARE ke grup WhatsApp keluarga Anda, dan SUBSCRIBE untuk investigasi berikutnya di Cerdas Sejarah.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \nFootage arsip berita (Kompas, stasiun TV lokal, dokumentasi amatir) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#SBY #SejarahIndonesia #EkonomiIndonesia #CerdasSejarah #BankCentury #SusiloBambangYudhoyono #SejarahEkonomi #SubsidiBBM #PolitikIndonesia #DokumenterIndonesia", "post_id": "iGy-AOlTWdk"}}, {"key": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "WhiteBatAudio", "x": 875.7596519644507, "y": 610.3731577534724, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iGy-AOlTWdk", "id": "WhiteBatAudio", "source": "youtube-000001", "content": "KENAPA ZAMAN SBY BISA SEENAK ITU?\n\nBenarkah zaman SBY seenak itu? Harga BBM murah dan rakyat hidup tenang, atau sebenarnya negara sedang membakar ratusan triliun APBN demi popularitas semata?\n\nSelama ini, kita sering mendengar nostalgia bahwa 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) adalah masa keemasan yang stabil. Namun, di balik narasi kesuksesan melunasi utang IMF lebih cepat dan masuknya Indonesia ke G-20, tersembunyi tagihan ekonomi yang sangat mengerikan.\n\nVideo ini adalah sebuah otopsi forensik ekonomi. Dibedah tuntas menggunakan pisau analisis ekonomi pembangunan berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, World Bank, dan literatur akademik. Kita akan membongkar \"Dua Wajah Republik\": Mulai dari tragedi hilangnya nyawa dalam antrean BLT kompensasi BBM, keberuntungan \"Commodity Boom\" yang menutupi kelemahan industri nasional, hingga ironi pencairan dana bailout Bank Century Rp 6,7 Triliun yang sangat kilat di tengah keraguan pemerintah mencabut subsidi untuk rakyat.\n\nApakah stabilitas dan ketenangan di era tersebut dibayar lunas dengan deindustrialisasi dan ribuan kilometer infrastruktur yang gagal dibangun?\n\nTonton sampai habis sebelum Anda berdebat di kolom komentar!\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya: https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\n📚 SUMBER DATA & REFERENSI (FORENSIK EKONOMI):\n\nLaporan Bank Dunia: Indonesia Economic Quarterly (IEQ 2013)\nKementerian Keuangan RI: Nota Keuangan APBN & LKPP (2005, 2008, 2014)\nThe Yudhoyono Presidency: Indonesia's Decade of Stability and Stagnation (Edward Aspinall, dkk, ISEAS 2015)\nBuku Wakil Presiden Boediono: Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah\nLaporan Investigasi SMERU (Tragedi BLT) & Data ICW (Skandal Century)\n\n🗣️ MARI BERDISKUSI:\nMenurut Anda, apakah SBY adalah pahlawan stabilitas yang menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, atau pemimpin yang menyandera kemajuan infrastruktur kita demi menjaga posisinya? Tulis argumen dan opini Anda di kolom komentar di bawah! Kami membaca semuanya.\n\nDukung terus jurnalisme sejarah dan ekonomi makro yang tajam, objektif, dan berbasis data. Jangan lupa tekan tombol LIKE, SHARE ke grup WhatsApp keluarga Anda, dan SUBSCRIBE untuk investigasi berikutnya di Cerdas Sejarah.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \nFootage arsip berita (Kompas, stasiun TV lokal, dokumentasi amatir) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#SBY #SejarahIndonesia #EkonomiIndonesia #CerdasSejarah #BankCentury #SusiloBambangYudhoyono #SejarahEkonomi #SubsidiBBM #PolitikIndonesia #DokumenterIndonesia", "post_id": "iGy-AOlTWdk"}}], "edges": [{"key": "babirusa2025", "source": "babirusa2025", "target": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Sega_seth", "source": "Sega_seth", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "FashionIin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "A2Andal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "source": "bank_indonesia_jatim", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jogja_invest", "source": "jogja_invest", "target": "bpsprovdiy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berpotensi_viral", "source": "berpotensi_viral", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ABTVNEWS", "source": "@ABTVNEWS", "target": "abtvblitar.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@awalilrizky", "source": "@awalilrizky", "target": "barisandata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "source": "@CerdasSejarah", "target": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}