{"nodes": [{"key": "StaffacctKab", "attributes": {"label": "StaffacctKab", "x": 399.2356670092991, "y": 916.6058116447628, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 58.2696, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "StaffacctKab", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 192.2770746399206, "y": 171.74116051966382, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 107.7989, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "nifiblackbull", "attributes": {"label": "nifiblackbull", "x": 162.1337441103793, "y": 230.5929934550951, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 58.2696, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049343769917690346", "id": "nifiblackbull", "source": "tweet-000004", "content": "Pinjol/pindarnya juga tutup pak, 100% semua pindar yg terdaftar di OJK pun semuanya menyalahi aturan dari anda sendiri mulai dari mafia suku bunga dan lain\" Kalau tidak ada pindar atau pinjol, tidak akan ada yg namanya PT malahayati dkk", "post_id": "2049343769917690346"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 75.79619507831748, "y": 253.0178848060116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 107.7989, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049343769917690346", "id": "ojkindonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Pinjol/pindarnya juga tutup pak, 100% semua pindar yg terdaftar di OJK pun semuanya menyalahi aturan dari anda sendiri mulai dari mafia suku bunga dan lain\" Kalau tidak ada pindar atau pinjol, tidak akan ada yg namanya PT malahayati dkk", "post_id": "2049343769917690346"}}, {"key": "siningkonsultan", "attributes": {"label": "siningkonsultan", "x": 257.6212704359322, "y": 416.88658615545546, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 101.3386, "eigenvector": 618.0333, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7625517177176673554", "id": "siningkonsultan", "source": "tiktok-000001", "content": "KPPU Jatuhi Sanksi terhadap 97 Aplikasi Pinjol! 🛡️ Halo,SINers! Ini adalah berita penting bagi siapa saja yang menggunakan atau berencana menggunakan layanan pinjaman online (pinjol). Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) baru saja menjatuhkan sanksi berupa denda kepada 97 aplikasi pinjol. Keputusan ini diambil setelah KPPU menemukan bukti adanya praktik persaingan usaha yang tidak sehat. Kenapa Sanksi Ini Diberikan? KPPU menemukan adanya kartel penetapan tarif suku bunga pinjaman di antara para pelaku usaha fintech lending. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat karena membatasi pilihan dan menaikkan biaya pinjaman secara tidak wajar. Apa Dampaknya Bagi Kita? Ini adalah pengingat penting untuk selalu waspada dan teliti sebelum menggunakan layanan pinjol. Baca baik-baik syarat, ketentuan, dan suku bunga yang ditawarkan. Pastikan hanya menggunakan layanan pinjol yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Perlindungan: Langkah KPPU ini merupakan upaya untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis yang merugikan. ==================================== Instagram:  Tiktok:  Email: siningnusantararaya  #StopPinjol #BijakKelolaUang #siningnusantararaya #siningkonsultan", "post_id": "7625517177176673554"}}, {"key": "sining_konsultan", "attributes": {"label": "sining_konsultan", "x": 207.48773767660268, "y": 623.225678632076, "size": 10.42, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 101.3386, "eigenvector": 381.9656, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625517177176673554", "id": "sining_konsultan", "source": "tiktok-000001", "content": "KPPU Jatuhi Sanksi terhadap 97 Aplikasi Pinjol! 🛡️ Halo,SINers! Ini adalah berita penting bagi siapa saja yang menggunakan atau berencana menggunakan layanan pinjaman online (pinjol). Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) baru saja menjatuhkan sanksi berupa denda kepada 97 aplikasi pinjol. Keputusan ini diambil setelah KPPU menemukan bukti adanya praktik persaingan usaha yang tidak sehat. Kenapa Sanksi Ini Diberikan? KPPU menemukan adanya kartel penetapan tarif suku bunga pinjaman di antara para pelaku usaha fintech lending. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat karena membatasi pilihan dan menaikkan biaya pinjaman secara tidak wajar. Apa Dampaknya Bagi Kita? Ini adalah pengingat penting untuk selalu waspada dan teliti sebelum menggunakan layanan pinjol. Baca baik-baik syarat, ketentuan, dan suku bunga yang ditawarkan. Pastikan hanya menggunakan layanan pinjol yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Perlindungan: Langkah KPPU ini merupakan upaya untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis yang merugikan. ==================================== Instagram:  Tiktok:  Email: siningnusantararaya  #StopPinjol #BijakKelolaUang #siningnusantararaya #siningkonsultan", "post_id": "7625517177176673554"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 721.1688081905879, "y": 284.9564432901027, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 58.2696, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 301.89749207266993, "y": 0.7605718384948723, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 107.7989, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 217.92820083760733, "y": 599.3536204085317, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.2696, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 671.7458766559703, "y": 983.3628177270942, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.7794, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 477.39003460504273, "y": 251.91387470159665, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.2696, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 438.42487748470694, "y": 400.3653195108573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 107.7989, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}], "edges": [{"key": "StaffacctKab", "source": "StaffacctKab", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nifiblackbull", "source": "nifiblackbull", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "siningkonsultan", "source": "siningkonsultan", "target": "sining_konsultan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siningkonsultan", "source": "siningkonsultan", "target": "siningkonsultan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}