{"nodes": [{"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 582.7370385663424, "y": 737.6620445063654, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889427516951707241_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "Hercules mau menelan Goliath. Apakah ini bisa benar-benar terjadi?\n\nAkhir pekan kemarin, Ryan Cohen — CEO GameStop — secara resmi mengajukan tawaran unsolicited untuk membeli eBay senilai $56 miliar.\n\nAngkanya membuat dahi berkerut:\n• GameStop market cap: $11.8B\n• eBay market cap: $46B\n• Tawaran: $125/saham, 50% cash + 50% stock, premium ~20%\n\nIbaratnya kalau di BEI (meski gambarnya tidak persis betul), seperti EXCL mau mencaplok ASII.\n\nSi kecil mencoba menelan yang ~4× lebih besar dari dirinya sendiri.\n\nApakah ini sekadar noise ala saham meme — atau narasi yang masuk akal?\n\nLogika strategis-nya ada: persentuhan di collectibles, trading cards, dan refurbished electronics memang nyata. \n\neBay memiliki TCGplayer dan infrastruktur authentication. \n\nGameStop memiliki jaringan toko fisik yang bisa menjadi trust hub. \n\nCohen ingin mengubah retail yang multiple-nya rendah, menjadi platform yang multiple-nya lazimnya lebih tinggi.\n\nNamun realita eksekusi-nya tidak ringan :\n\t1.\tAkuisisi target ~4× lebih besar dari acquirer sangat jarang yang berhasil.\n\t2.\t$20B debt commitment dari TD Bank masih non-binding.\n\t3.\tSovereign wealth backing masih dalam tahap eksplorasi.\n\t4.\tDewan eBay belum belum menerima — Cohen siap untuk melakukan proxy fight.\n\nPelajaran: “Masuk akal” tidak sama dengan “pasti terjadi.” \n\nDeal akuisisi harus melewati dua threshold yang berbeda: strategic logic dan execution reality. Deal ini lebih mudah lulus rintangan pertama dari yang kedua.\n\nRencana seperti ini layak diamati, tidak perlu segera berpartisipasi. \n\nM&A transformational - jika mau meminjam istilah Ryan - yang bergantung pada visi, dan bukan cash flow, merupakan hal yang secara konsisten dihindari Buffett.\n\nIkuti  untuk analisis pasar yang berbasis fundamental, bukan narasi yang bising.\n\n#JSPortfolio #ValueInvesting #MnA #GameStop #eBay StockMarket", "post_id": "3889427516951707241_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "jsportfolio.id", "x": 447.67345410334724, "y": 713.4546450951194, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889427516951707241_9022830818", "id": "jsportfolio.id", "source": "instagram-000001", "content": "Hercules mau menelan Goliath. Apakah ini bisa benar-benar terjadi?\n\nAkhir pekan kemarin, Ryan Cohen — CEO GameStop — secara resmi mengajukan tawaran unsolicited untuk membeli eBay senilai $56 miliar.\n\nAngkanya membuat dahi berkerut:\n• GameStop market cap: $11.8B\n• eBay market cap: $46B\n• Tawaran: $125/saham, 50% cash + 50% stock, premium ~20%\n\nIbaratnya kalau di BEI (meski gambarnya tidak persis betul), seperti EXCL mau mencaplok ASII.\n\nSi kecil mencoba menelan yang ~4× lebih besar dari dirinya sendiri.\n\nApakah ini sekadar noise ala saham meme — atau narasi yang masuk akal?\n\nLogika strategis-nya ada: persentuhan di collectibles, trading cards, dan refurbished electronics memang nyata. \n\neBay memiliki TCGplayer dan infrastruktur authentication. \n\nGameStop memiliki jaringan toko fisik yang bisa menjadi trust hub. \n\nCohen ingin mengubah retail yang multiple-nya rendah, menjadi platform yang multiple-nya lazimnya lebih tinggi.\n\nNamun realita eksekusi-nya tidak ringan :\n\t1.\tAkuisisi target ~4× lebih besar dari acquirer sangat jarang yang berhasil.\n\t2.\t$20B debt commitment dari TD Bank masih non-binding.\n\t3.\tSovereign wealth backing masih dalam tahap eksplorasi.\n\t4.\tDewan eBay belum belum menerima — Cohen siap untuk melakukan proxy fight.\n\nPelajaran: “Masuk akal” tidak sama dengan “pasti terjadi.” \n\nDeal akuisisi harus melewati dua threshold yang berbeda: strategic logic dan execution reality. Deal ini lebih mudah lulus rintangan pertama dari yang kedua.\n\nRencana seperti ini layak diamati, tidak perlu segera berpartisipasi. \n\nM&A transformational - jika mau meminjam istilah Ryan - yang bergantung pada visi, dan bukan cash flow, merupakan hal yang secara konsisten dihindari Buffett.\n\nIkuti  untuk analisis pasar yang berbasis fundamental, bukan narasi yang bising.\n\n#JSPortfolio #ValueInvesting #MnA #GameStop #eBay StockMarket", "post_id": "3889427516951707241_9022830818"}}, {"key": "pt.dirgantara_1ndonesia", "attributes": {"label": "pt.dirgantara_1ndonesia", "x": 47.436073579348644, "y": 790.1084830583021, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7615004458694577429", "id": "pt.dirgantara_1ndonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "(disclaimer ini hanya fiksi done ya  ) ​Pada era 1970-an, Garuda Indonesia mengejutkan dunia penerbangan dengan mengumumkan akuisisi dua unit Concorde untuk memperkuat armada jarak jauhnya. Langkah berani ini diambil sebagai simbol modernisasi bangsa, menjadikan Garuda sebagai maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat supersonik dengan nomor registrasi PK-SNA dan PK-SNB. Dengan balutan livery klasik sayap merah dan logo burung Garuda yang ikonik di bagian ekor, pesawat ini resmi melayani rute \"Sinar Kilat\" yang menghubungkan Jakarta ke Tokyo dan London dalam waktu kurang dari separuh durasi penerbangan normal. Kehadiran Concorde di apron Bandara Kemayoran saat itu menjadi kebanggaan nasional, membuktikan bahwa Indonesia mampu mengadopsi teknologi dirgantara paling mutakhir di dunia. ​Layanan di atas kabin Concorde Garuda dirancang dengan kemewahan tingkat tinggi, memadukan kecepatan supersonik dengan keramahtamahan khas Indonesia. Penumpang eksklusif disuguhi hidangan gourmet Nusantara dan layanan pramugari yang mengenakan seragam batik elegan sambil terbang di ketinggian 60.000 kaki, di mana lengkungan bumi mulai terlihat jelas. Meskipun biaya operasional dan konsumsi bahan bakar yang sangat tinggi akhirnya memaksa Garuda menghentikan operasional pesawat ini beberapa tahun kemudian, warisan \"Sayap Kilat\" tetap hidup dalam sejarah. Kisah ini tetap menjadi kenangan emas tentang masa ketika Garuda Indonesia pernah merajai langit dengan kecepatan dua kali kecepatan suara, membawa nama bangsa melesat menembus batas waktu.", "post_id": "7615004458694577429"}}, {"key": ".zuhri7.ganteng45", "attributes": {"label": ".zuhri7.ganteng45", "x": 548.3199497179447, "y": 532.0707872880982, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7615004458694577429", "id": ".zuhri7.ganteng45", "source": "tiktok-000001", "content": "(disclaimer ini hanya fiksi done ya  ) ​Pada era 1970-an, Garuda Indonesia mengejutkan dunia penerbangan dengan mengumumkan akuisisi dua unit Concorde untuk memperkuat armada jarak jauhnya. Langkah berani ini diambil sebagai simbol modernisasi bangsa, menjadikan Garuda sebagai maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat supersonik dengan nomor registrasi PK-SNA dan PK-SNB. Dengan balutan livery klasik sayap merah dan logo burung Garuda yang ikonik di bagian ekor, pesawat ini resmi melayani rute \"Sinar Kilat\" yang menghubungkan Jakarta ke Tokyo dan London dalam waktu kurang dari separuh durasi penerbangan normal. Kehadiran Concorde di apron Bandara Kemayoran saat itu menjadi kebanggaan nasional, membuktikan bahwa Indonesia mampu mengadopsi teknologi dirgantara paling mutakhir di dunia. ​Layanan di atas kabin Concorde Garuda dirancang dengan kemewahan tingkat tinggi, memadukan kecepatan supersonik dengan keramahtamahan khas Indonesia. Penumpang eksklusif disuguhi hidangan gourmet Nusantara dan layanan pramugari yang mengenakan seragam batik elegan sambil terbang di ketinggian 60.000 kaki, di mana lengkungan bumi mulai terlihat jelas. Meskipun biaya operasional dan konsumsi bahan bakar yang sangat tinggi akhirnya memaksa Garuda menghentikan operasional pesawat ini beberapa tahun kemudian, warisan \"Sayap Kilat\" tetap hidup dalam sejarah. Kisah ini tetap menjadi kenangan emas tentang masa ketika Garuda Indonesia pernah merajai langit dengan kecepatan dua kali kecepatan suara, membawa nama bangsa melesat menembus batas waktu.", "post_id": "7615004458694577429"}}, {"key": "ratnasari6143", "attributes": {"label": "ratnasari6143", "x": 677.0444301483382, "y": 857.1085739069892, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7540632903948995847", "id": "ratnasari6143", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) buka suara soal laporan pemberian insentif dari Tiktok Shop di Indonesia kepada penjual China.  Kepala Biro Humas KPPU Deswin Nur menjelaskan persetujuan persyaratan dari KPPU memuat terkait perlindungan pada pelaku UMKM. Pelaku usaha kecil dan menengah harus diberikan kesempatan berkembang yang sama di platform tersebut.  \"Salah satu persetujuan bersyarat dari KPPU menyebutkan bahwa kedua pihak harus memastikan adanya perlindungan terhadap UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk UMKM berkembang di platform TikTok Shop \"(Shop | Tokopedia)\" dan Tokopedia, kata Deswin kepada CNBC Indonesia, Rabu (13/8/2025).  Dia menegaskan raksasa e-commerce itu harus melaksanakan persyaratan tersebut.  \"Jadi TikTok perlu patuh pada syarat-syarat yang ada,\" ungkapnya.  Sebelumnya dilaporkan Tiktok Indonesia menawarkan benefit besar pada penjual China. Dengan begitu mereka mau menjual produk impornya China di Indonesia.  Beberapa benefit yang ditawarkan mulai dari insentif sebesar 30%, dukungan account manager, pembebasan biaya penjual, hingga adanya kupon tambahan.  Informasi ini diungkapkan video pengguna Tiktok bernama  Dia memperlihatkan beragam kebijakan baru untuk Tiktok Shop Indonesia.  Informasi soal subsidi itu pertama kali dilaporkan oleh akun Instagram  Video Tiktok itu juga sudah tidak ada lagi di akun   TikTok menyelesaikan proses akuisisi atas Tokopedia dari GoTo pada Februari 2025. ByteDance menanamkan modal US$ 1,5 miliar dalam proses akuisisi tersebut.  Aksi korporasi tersebut membuat bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia dengan TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia.  Syarat persetujuan KPPU buat TikTok KPPU menyetujui akuisisi Tokopedia oleh TikTok dengan 5 syarat, yaitu:  1. Kedua pelaku usaha harus memastikan tetap dibuka pilihan untuk metode pembayaran dan logistik yang tidak diikat dengan tying dan bundling dalam berbagai bentuk promosi, diskon, dan sejenisnya.  2. Kedua pelaku usaha juga diharapkan tidak melakukan penyalahgunaan kekuatan pasar (abuse of dominant position) dengan melakukan praktik-praktik sebagai berikut: 1. melakukan perilaku predatory pricing yang dapat merugikan pesaing; 2. self-preferencing dalam display platform dan diskriminasi terhadap produk di luar grup para pihak; 3. menghalangi seller/merchant untuk bertransaksi di Tokopedia maupun TikTok Shop (Shop|Tokopedia), baik secara langsung maupun dengan memberikan persyaratan yang memberatkan seller/merchant dan konsumen.  3. Memastikan sosial media TikTok memberikan kebebasan bagi pemilik akun TikTok untuk mempromosikan produknya yang terdapat di platform e-commerce lain di luar Tokopedia dan TikTok Shop (Shop/Tokopedia).  4. Memastikan tidak terdapat eksploitasi kekuatan pasar melalui kenaikan harga yang tidak wajar (tidak dapat dijustifikasi secara ekonomi).  5. Memastikan adanya perlindungan terhadap UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk UMKM berkembang di platform TikTok Shop (Shop/Tokopedia) dan Tokopedia.  Ke depan, apabila KPPU menemukan kedua pelaku usaha tidak melaksanakan Persetujuan Bersyarat dan Jangka Waktu Pelaksanaan Persetujuan Bersyarat tersebut, maka Perkara Nomor 01/KPPU-M/2025 akan dilanjutkan ke tahap Pemeriksaan Lanjutan. Di mana pelaku usaha dihadapkan pada tindakan administratif sebagaimana Undang-Undang No. 5 Tahun 1999,\" kata Deswin pada Juni 2025. #fyp  #fypシ゚viral  #viral  #tiktok", "post_id": "7540632903948995847"}}, {"key": "axingid.", "attributes": {"label": "axingid.", "x": 577.7239312334948, "y": 50.30916291794563, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1488, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7540632903948995847", "id": "axingid.", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) buka suara soal laporan pemberian insentif dari Tiktok Shop di Indonesia kepada penjual China.  Kepala Biro Humas KPPU Deswin Nur menjelaskan persetujuan persyaratan dari KPPU memuat terkait perlindungan pada pelaku UMKM. Pelaku usaha kecil dan menengah harus diberikan kesempatan berkembang yang sama di platform tersebut.  \"Salah satu persetujuan bersyarat dari KPPU menyebutkan bahwa kedua pihak harus memastikan adanya perlindungan terhadap UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk UMKM berkembang di platform TikTok Shop \"(Shop | Tokopedia)\" dan Tokopedia, kata Deswin kepada CNBC Indonesia, Rabu (13/8/2025).  Dia menegaskan raksasa e-commerce itu harus melaksanakan persyaratan tersebut.  \"Jadi TikTok perlu patuh pada syarat-syarat yang ada,\" ungkapnya.  Sebelumnya dilaporkan Tiktok Indonesia menawarkan benefit besar pada penjual China. Dengan begitu mereka mau menjual produk impornya China di Indonesia.  Beberapa benefit yang ditawarkan mulai dari insentif sebesar 30%, dukungan account manager, pembebasan biaya penjual, hingga adanya kupon tambahan.  Informasi ini diungkapkan video pengguna Tiktok bernama  Dia memperlihatkan beragam kebijakan baru untuk Tiktok Shop Indonesia.  Informasi soal subsidi itu pertama kali dilaporkan oleh akun Instagram  Video Tiktok itu juga sudah tidak ada lagi di akun   TikTok menyelesaikan proses akuisisi atas Tokopedia dari GoTo pada Februari 2025. ByteDance menanamkan modal US$ 1,5 miliar dalam proses akuisisi tersebut.  Aksi korporasi tersebut membuat bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia dengan TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia.  Syarat persetujuan KPPU buat TikTok KPPU menyetujui akuisisi Tokopedia oleh TikTok dengan 5 syarat, yaitu:  1. Kedua pelaku usaha harus memastikan tetap dibuka pilihan untuk metode pembayaran dan logistik yang tidak diikat dengan tying dan bundling dalam berbagai bentuk promosi, diskon, dan sejenisnya.  2. Kedua pelaku usaha juga diharapkan tidak melakukan penyalahgunaan kekuatan pasar (abuse of dominant position) dengan melakukan praktik-praktik sebagai berikut: 1. melakukan perilaku predatory pricing yang dapat merugikan pesaing; 2. self-preferencing dalam display platform dan diskriminasi terhadap produk di luar grup para pihak; 3. menghalangi seller/merchant untuk bertransaksi di Tokopedia maupun TikTok Shop (Shop|Tokopedia), baik secara langsung maupun dengan memberikan persyaratan yang memberatkan seller/merchant dan konsumen.  3. Memastikan sosial media TikTok memberikan kebebasan bagi pemilik akun TikTok untuk mempromosikan produknya yang terdapat di platform e-commerce lain di luar Tokopedia dan TikTok Shop (Shop/Tokopedia).  4. Memastikan tidak terdapat eksploitasi kekuatan pasar melalui kenaikan harga yang tidak wajar (tidak dapat dijustifikasi secara ekonomi).  5. Memastikan adanya perlindungan terhadap UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk UMKM berkembang di platform TikTok Shop (Shop/Tokopedia) dan Tokopedia.  Ke depan, apabila KPPU menemukan kedua pelaku usaha tidak melaksanakan Persetujuan Bersyarat dan Jangka Waktu Pelaksanaan Persetujuan Bersyarat tersebut, maka Perkara Nomor 01/KPPU-M/2025 akan dilanjutkan ke tahap Pemeriksaan Lanjutan. Di mana pelaku usaha dihadapkan pada tindakan administratif sebagaimana Undang-Undang No. 5 Tahun 1999,\" kata Deswin pada Juni 2025. #fyp  #fypシ゚viral  #viral  #tiktok", "post_id": "7540632903948995847"}}, {"key": "ecommurz.", "attributes": {"label": "ecommurz.", "x": 978.9930096633252, "y": 996.20648125157, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1488, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7540632903948995847", "id": "ecommurz.", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) buka suara soal laporan pemberian insentif dari Tiktok Shop di Indonesia kepada penjual China.  Kepala Biro Humas KPPU Deswin Nur menjelaskan persetujuan persyaratan dari KPPU memuat terkait perlindungan pada pelaku UMKM. Pelaku usaha kecil dan menengah harus diberikan kesempatan berkembang yang sama di platform tersebut.  \"Salah satu persetujuan bersyarat dari KPPU menyebutkan bahwa kedua pihak harus memastikan adanya perlindungan terhadap UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk UMKM berkembang di platform TikTok Shop \"(Shop | Tokopedia)\" dan Tokopedia, kata Deswin kepada CNBC Indonesia, Rabu (13/8/2025).  Dia menegaskan raksasa e-commerce itu harus melaksanakan persyaratan tersebut.  \"Jadi TikTok perlu patuh pada syarat-syarat yang ada,\" ungkapnya.  Sebelumnya dilaporkan Tiktok Indonesia menawarkan benefit besar pada penjual China. Dengan begitu mereka mau menjual produk impornya China di Indonesia.  Beberapa benefit yang ditawarkan mulai dari insentif sebesar 30%, dukungan account manager, pembebasan biaya penjual, hingga adanya kupon tambahan.  Informasi ini diungkapkan video pengguna Tiktok bernama  Dia memperlihatkan beragam kebijakan baru untuk Tiktok Shop Indonesia.  Informasi soal subsidi itu pertama kali dilaporkan oleh akun Instagram  Video Tiktok itu juga sudah tidak ada lagi di akun   TikTok menyelesaikan proses akuisisi atas Tokopedia dari GoTo pada Februari 2025. ByteDance menanamkan modal US$ 1,5 miliar dalam proses akuisisi tersebut.  Aksi korporasi tersebut membuat bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia dengan TikTok akan memiliki pengendalian atas PT Tokopedia.  Syarat persetujuan KPPU buat TikTok KPPU menyetujui akuisisi Tokopedia oleh TikTok dengan 5 syarat, yaitu:  1. Kedua pelaku usaha harus memastikan tetap dibuka pilihan untuk metode pembayaran dan logistik yang tidak diikat dengan tying dan bundling dalam berbagai bentuk promosi, diskon, dan sejenisnya.  2. Kedua pelaku usaha juga diharapkan tidak melakukan penyalahgunaan kekuatan pasar (abuse of dominant position) dengan melakukan praktik-praktik sebagai berikut: 1. melakukan perilaku predatory pricing yang dapat merugikan pesaing; 2. self-preferencing dalam display platform dan diskriminasi terhadap produk di luar grup para pihak; 3. menghalangi seller/merchant untuk bertransaksi di Tokopedia maupun TikTok Shop (Shop|Tokopedia), baik secara langsung maupun dengan memberikan persyaratan yang memberatkan seller/merchant dan konsumen.  3. Memastikan sosial media TikTok memberikan kebebasan bagi pemilik akun TikTok untuk mempromosikan produknya yang terdapat di platform e-commerce lain di luar Tokopedia dan TikTok Shop (Shop/Tokopedia).  4. Memastikan tidak terdapat eksploitasi kekuatan pasar melalui kenaikan harga yang tidak wajar (tidak dapat dijustifikasi secara ekonomi).  5. Memastikan adanya perlindungan terhadap UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk UMKM berkembang di platform TikTok Shop (Shop/Tokopedia) dan Tokopedia.  Ke depan, apabila KPPU menemukan kedua pelaku usaha tidak melaksanakan Persetujuan Bersyarat dan Jangka Waktu Pelaksanaan Persetujuan Bersyarat tersebut, maka Perkara Nomor 01/KPPU-M/2025 akan dilanjutkan ke tahap Pemeriksaan Lanjutan. Di mana pelaku usaha dihadapkan pada tindakan administratif sebagaimana Undang-Undang No. 5 Tahun 1999,\" kata Deswin pada Juni 2025. #fyp  #fypシ゚viral  #viral  #tiktok", "post_id": "7540632903948995847"}}, {"key": "investora.idn", "attributes": {"label": "investora.idn", "x": 567.1921640641873, "y": 183.9906045147196, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7542372236208966917", "id": "investora.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "First Resources menyiapkan maksimal Rp376,46 miliar untuk tender wajib saham Austindo Nusantara Jaya (ANJT).  Penawaran ini akan berlangsung pada 26 Agustus–24 September 2025, mencakup 207,65 juta saham publik (6,19%), dengan harga Rp1.813 per saham, lebih tinggi dari harga pasar sebelumnya.  Jika seluruh saham diserap, pengendali baru bisa menguasai hingga 100% ANJT.  Tender ini melanjutkan akuisisi sebelumnya dan memperkuat ekspansi bisnis sawit. Follow  untuk info terkini. #PasarModal #SahamIndonesia #TenderWajib #ANJT #Investasi", "post_id": "7542372236208966917"}}, {"key": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "Investora.Idn", "x": 826.5391549726439, "y": 240.8050958169814, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7542372236208966917", "id": "Investora.Idn", "source": "tiktok-000001", "content": "First Resources menyiapkan maksimal Rp376,46 miliar untuk tender wajib saham Austindo Nusantara Jaya (ANJT).  Penawaran ini akan berlangsung pada 26 Agustus–24 September 2025, mencakup 207,65 juta saham publik (6,19%), dengan harga Rp1.813 per saham, lebih tinggi dari harga pasar sebelumnya.  Jika seluruh saham diserap, pengendali baru bisa menguasai hingga 100% ANJT.  Tender ini melanjutkan akuisisi sebelumnya dan memperkuat ekspansi bisnis sawit. Follow  untuk info terkini. #PasarModal #SahamIndonesia #TenderWajib #ANJT #Investasi", "post_id": "7542372236208966917"}}, {"key": "kokocicisaham", "attributes": {"label": "kokocicisaham", "x": 95.62031868705267, "y": 931.3400170070273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7634055908657614101", "id": "kokocicisaham", "source": "tiktok-000001", "content": "BDMN To The Moon? Isu Akuisisi MUFG Bikin Heboh Market! 📈🔥 Berita media sebut BDMN mau diakuisisi MUFG di harga tinggi! Meski belum ada keterbukaan informasi resmi, tapi \"smart money\" udah mulai masuk. Jangan sampai ketinggalan kereta, tapi jangan lupa manajemen risiko! Source:  Setya Ananda Wijaya  Sekuritas  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #TradingSaham #fyp #UpdatePasarModal", "post_id": "7634055908657614101"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 185.976292695597, "y": 50.97970688400599, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634055908657614101", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "BDMN To The Moon? Isu Akuisisi MUFG Bikin Heboh Market! 📈🔥 Berita media sebut BDMN mau diakuisisi MUFG di harga tinggi! Meski belum ada keterbukaan informasi resmi, tapi \"smart money\" udah mulai masuk. Jangan sampai ketinggalan kereta, tapi jangan lupa manajemen risiko! Source:  Setya Ananda Wijaya  Sekuritas  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #TradingSaham #fyp #UpdatePasarModal", "post_id": "7634055908657614101"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 72.23113576681416, "y": 135.55589572742244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634055908657614101", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "BDMN To The Moon? Isu Akuisisi MUFG Bikin Heboh Market! 📈🔥 Berita media sebut BDMN mau diakuisisi MUFG di harga tinggi! Meski belum ada keterbukaan informasi resmi, tapi \"smart money\" udah mulai masuk. Jangan sampai ketinggalan kereta, tapi jangan lupa manajemen risiko! Source:  Setya Ananda Wijaya  Sekuritas  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #TradingSaham #fyp #UpdatePasarModal", "post_id": "7634055908657614101"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 485.26831913232706, "y": 833.4549695489703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 94.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7633761444831563029", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana mengakuisisi 100% saham perusahaan tambang asal Australia, Loyal Metals Ltd., dengan nilai ekuitas sekitar A$79,11 juta, yang merupakan penawaran premium signifikan di atas harga pasar. Transaksi ini akan dilakukan melalui Scheme Implementation Deed (SID) dan pendanaannya akan bersumber dari kas internal BUMI serta fasilitas pembiayaan yang tersedia, mengingat BUMI memiliki kas dan setara kas sebesar US$118,6 juta pada akhir 2025. Proses akuisisi ini tunduk pada persetujuan pengadilan Australia dan dijadwalkan akan selesai pada pertengahan Agustus 2026, setelah melalui berbagai tahapan termasuk rapat pemegang saham. Follow instagram", "post_id": "7633761444831563029"}}, {"key": "jambiprima.com", "attributes": {"label": "jambiprima.com", "x": 812.6166052267293, "y": 493.21490389493516, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7583276162210729234", "id": "jambiprima.com", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBIPRIMA.COM,. JAKARTA – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, menegaskan bahwa transformasi ekonomi digital telah mengubah secara fundamental lanskap persaingan usaha di Indonesia. Perubahan tersebut menuntut reformasi hukum persaingan yang lebih adaptif, progresif, dan selaras dengan dinamika global, terutama di tengah dominasi platform digital berbasis algoritma dan data. Hal itu disampaikan Fanshurullah saat membuka The 3rd Jakarta International Competition Forum (3JICF) yang digelar pada 11 Desember 2025 di Danareksa Tower, Jakarta. Forum internasional ini menjadi momentum refleksi seperempat abad perjalanan hukum persaingan usaha di Indonesia sekaligus pijakan untuk menata arah kebijakan ke depan. “Selama 25 tahun, Indonesia telah membangun fondasi hukum persaingan usaha yang kuat. Namun hari ini, struktur pasar telah berubah total. Kekuatan pasar tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan jumlah produksi,” ujar Ketua KPPU. Menurutnya, tantangan terbesar dalam ekonomi digital saat ini justru berasal dari tembok tak kasat mata yang sulit ditembus pelaku usaha baru, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kekuatan jaringan (network effects), akumulasi data dalam skala besar, serta pengambilan keputusan berbasis algoritma telah menciptakan hambatan masuk (entry barriers) yang jauh lebih kompleks dibandingkan era ekonomi konvensional. “Kekuatan jaringan, data raksasa, dan algoritma telah membentuk struktur pasar baru yang berpotensi menutup ruang persaingan sehat,” tegasnya. Menghadapi realitas tersebut, Fanshurullah menekankan bahwa KPPU tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan business as usual. Melalui 3JICF yang mengusung tema “Legal Reform, International Alignment & Enforcement Evolution”, KPPU mengusung tiga pilar strategis guna memastikan peran regulator tetap relevan di tengah disrupsi teknologi. Pilar pertama adalah reformasi hukum persaingan usaha. Ia mengakui bahwa regulasi sering kali tertinggal dari kecepatan inovasi teknologi. Praktik baru seperti self-preferencing—di mana platform digital mengutamakan produk atau layanannya sendiri—hingga algorithmic tacit collusion atau kesepakatan harga terselubung berbasis mesin, menuntut perubahan paradigma penegakan hukum. “Pendekatan reaktif berbasis kasus per kasus harus bertransformasi menjadi pendekatan proaktif berbasis risiko. Regulasi harus mampu mendeteksi potensi monopoli sebelum pasar benar-benar terdistorsi,” jelasnya. Pilar kedua adalah penyelarasan internasional. Fanshurullah menilai pasar digital bersifat lintas negara dan tidak mengenal batas geografis. Merger dan akuisisi lintas negara, termasuk penguasaan data dan talenta digital, menuntut keselarasan standar regulasi dengan praktik global. Sebagai negara yang tengah menjalani proses aksesi OECD dan menjadi anggota baru BRICS, Indonesia perlu menyelaraskan kebijakan persaingan usaha, mulai dari interoperabilitas sistem hingga rezim notifikasi merger. Hal ini penting agar Indonesia tidak mengulangi eksperimen kebijakan yang mahal, melainkan langsung mengadopsi praktik terbaik internasional. Dalam forum tersebut, kehadiran pakar global seperti Andrey Tsyganov dari Federal Antimonopoly Service (FAS) Rusia serta akademisi dan praktisi nasional seperti Prof. Rhenald Kasali turut memperkaya diskusi, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan persaingan usaha global. Pilar ketiga adalah evolusi penegakan hukum persaingan usaha. Menurut Ketua KPPU, kebijakan tanpa penegakan hukum yang efektif hanya akan menjadi retorika. Memasuki usia ke-25, KPPU dituntut untuk mempertajam instrumen penegakannya melalui pemanfaatan teknologi, termasuk forensik digital dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut dinilai krusial untuk mendeteksi praktik persekongkolan tender (bid-rigging) dalam pengadaan barang. (Ahmad)  Asa", "post_id": "7583276162210729234"}}, {"key": "Fanshurullah", "attributes": {"label": "Fanshurullah", "x": 540.5037269568957, "y": 581.3132274223731, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7583276162210729234", "id": "Fanshurullah", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBIPRIMA.COM,. JAKARTA – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, menegaskan bahwa transformasi ekonomi digital telah mengubah secara fundamental lanskap persaingan usaha di Indonesia. Perubahan tersebut menuntut reformasi hukum persaingan yang lebih adaptif, progresif, dan selaras dengan dinamika global, terutama di tengah dominasi platform digital berbasis algoritma dan data. Hal itu disampaikan Fanshurullah saat membuka The 3rd Jakarta International Competition Forum (3JICF) yang digelar pada 11 Desember 2025 di Danareksa Tower, Jakarta. Forum internasional ini menjadi momentum refleksi seperempat abad perjalanan hukum persaingan usaha di Indonesia sekaligus pijakan untuk menata arah kebijakan ke depan. “Selama 25 tahun, Indonesia telah membangun fondasi hukum persaingan usaha yang kuat. Namun hari ini, struktur pasar telah berubah total. Kekuatan pasar tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan jumlah produksi,” ujar Ketua KPPU. Menurutnya, tantangan terbesar dalam ekonomi digital saat ini justru berasal dari tembok tak kasat mata yang sulit ditembus pelaku usaha baru, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kekuatan jaringan (network effects), akumulasi data dalam skala besar, serta pengambilan keputusan berbasis algoritma telah menciptakan hambatan masuk (entry barriers) yang jauh lebih kompleks dibandingkan era ekonomi konvensional. “Kekuatan jaringan, data raksasa, dan algoritma telah membentuk struktur pasar baru yang berpotensi menutup ruang persaingan sehat,” tegasnya. Menghadapi realitas tersebut, Fanshurullah menekankan bahwa KPPU tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan business as usual. Melalui 3JICF yang mengusung tema “Legal Reform, International Alignment & Enforcement Evolution”, KPPU mengusung tiga pilar strategis guna memastikan peran regulator tetap relevan di tengah disrupsi teknologi. Pilar pertama adalah reformasi hukum persaingan usaha. Ia mengakui bahwa regulasi sering kali tertinggal dari kecepatan inovasi teknologi. Praktik baru seperti self-preferencing—di mana platform digital mengutamakan produk atau layanannya sendiri—hingga algorithmic tacit collusion atau kesepakatan harga terselubung berbasis mesin, menuntut perubahan paradigma penegakan hukum. “Pendekatan reaktif berbasis kasus per kasus harus bertransformasi menjadi pendekatan proaktif berbasis risiko. Regulasi harus mampu mendeteksi potensi monopoli sebelum pasar benar-benar terdistorsi,” jelasnya. Pilar kedua adalah penyelarasan internasional. Fanshurullah menilai pasar digital bersifat lintas negara dan tidak mengenal batas geografis. Merger dan akuisisi lintas negara, termasuk penguasaan data dan talenta digital, menuntut keselarasan standar regulasi dengan praktik global. Sebagai negara yang tengah menjalani proses aksesi OECD dan menjadi anggota baru BRICS, Indonesia perlu menyelaraskan kebijakan persaingan usaha, mulai dari interoperabilitas sistem hingga rezim notifikasi merger. Hal ini penting agar Indonesia tidak mengulangi eksperimen kebijakan yang mahal, melainkan langsung mengadopsi praktik terbaik internasional. Dalam forum tersebut, kehadiran pakar global seperti Andrey Tsyganov dari Federal Antimonopoly Service (FAS) Rusia serta akademisi dan praktisi nasional seperti Prof. Rhenald Kasali turut memperkaya diskusi, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan persaingan usaha global. Pilar ketiga adalah evolusi penegakan hukum persaingan usaha. Menurut Ketua KPPU, kebijakan tanpa penegakan hukum yang efektif hanya akan menjadi retorika. Memasuki usia ke-25, KPPU dituntut untuk mempertajam instrumen penegakannya melalui pemanfaatan teknologi, termasuk forensik digital dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut dinilai krusial untuk mendeteksi praktik persekongkolan tender (bid-rigging) dalam pengadaan barang. (Ahmad)  Asa", "post_id": "7583276162210729234"}}, {"key": "harian_kppu", "attributes": {"label": "harian_kppu", "x": 334.672631360037, "y": 813.3716608630574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7583276162210729234", "id": "harian_kppu", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBIPRIMA.COM,. JAKARTA – Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Fanshurullah Asa, menegaskan bahwa transformasi ekonomi digital telah mengubah secara fundamental lanskap persaingan usaha di Indonesia. Perubahan tersebut menuntut reformasi hukum persaingan yang lebih adaptif, progresif, dan selaras dengan dinamika global, terutama di tengah dominasi platform digital berbasis algoritma dan data. Hal itu disampaikan Fanshurullah saat membuka The 3rd Jakarta International Competition Forum (3JICF) yang digelar pada 11 Desember 2025 di Danareksa Tower, Jakarta. Forum internasional ini menjadi momentum refleksi seperempat abad perjalanan hukum persaingan usaha di Indonesia sekaligus pijakan untuk menata arah kebijakan ke depan. “Selama 25 tahun, Indonesia telah membangun fondasi hukum persaingan usaha yang kuat. Namun hari ini, struktur pasar telah berubah total. Kekuatan pasar tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan jumlah produksi,” ujar Ketua KPPU. Menurutnya, tantangan terbesar dalam ekonomi digital saat ini justru berasal dari tembok tak kasat mata yang sulit ditembus pelaku usaha baru, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kekuatan jaringan (network effects), akumulasi data dalam skala besar, serta pengambilan keputusan berbasis algoritma telah menciptakan hambatan masuk (entry barriers) yang jauh lebih kompleks dibandingkan era ekonomi konvensional. “Kekuatan jaringan, data raksasa, dan algoritma telah membentuk struktur pasar baru yang berpotensi menutup ruang persaingan sehat,” tegasnya. Menghadapi realitas tersebut, Fanshurullah menekankan bahwa KPPU tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan business as usual. Melalui 3JICF yang mengusung tema “Legal Reform, International Alignment & Enforcement Evolution”, KPPU mengusung tiga pilar strategis guna memastikan peran regulator tetap relevan di tengah disrupsi teknologi. Pilar pertama adalah reformasi hukum persaingan usaha. Ia mengakui bahwa regulasi sering kali tertinggal dari kecepatan inovasi teknologi. Praktik baru seperti self-preferencing—di mana platform digital mengutamakan produk atau layanannya sendiri—hingga algorithmic tacit collusion atau kesepakatan harga terselubung berbasis mesin, menuntut perubahan paradigma penegakan hukum. “Pendekatan reaktif berbasis kasus per kasus harus bertransformasi menjadi pendekatan proaktif berbasis risiko. Regulasi harus mampu mendeteksi potensi monopoli sebelum pasar benar-benar terdistorsi,” jelasnya. Pilar kedua adalah penyelarasan internasional. Fanshurullah menilai pasar digital bersifat lintas negara dan tidak mengenal batas geografis. Merger dan akuisisi lintas negara, termasuk penguasaan data dan talenta digital, menuntut keselarasan standar regulasi dengan praktik global. Sebagai negara yang tengah menjalani proses aksesi OECD dan menjadi anggota baru BRICS, Indonesia perlu menyelaraskan kebijakan persaingan usaha, mulai dari interoperabilitas sistem hingga rezim notifikasi merger. Hal ini penting agar Indonesia tidak mengulangi eksperimen kebijakan yang mahal, melainkan langsung mengadopsi praktik terbaik internasional. Dalam forum tersebut, kehadiran pakar global seperti Andrey Tsyganov dari Federal Antimonopoly Service (FAS) Rusia serta akademisi dan praktisi nasional seperti Prof. Rhenald Kasali turut memperkaya diskusi, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan persaingan usaha global. Pilar ketiga adalah evolusi penegakan hukum persaingan usaha. Menurut Ketua KPPU, kebijakan tanpa penegakan hukum yang efektif hanya akan menjadi retorika. Memasuki usia ke-25, KPPU dituntut untuk mempertajam instrumen penegakannya melalui pemanfaatan teknologi, termasuk forensik digital dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut dinilai krusial untuk mendeteksi praktik persekongkolan tender (bid-rigging) dalam pengadaan barang. (Ahmad)  Asa", "post_id": "7583276162210729234"}}, {"key": "@BehindAsia", "attributes": {"label": "@BehindAsia", "x": 322.3500528671851, "y": 609.3528313372955, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dPLLH-BFQJ8", "id": "@BehindAsia", "source": "youtube-000001", "content": "Kesalahan Terbesar dalam Sejarah AS\n\nSelama beberapa dekade, kita diberitahu bahwa globalisasi perdagangan dan masuknya China ke WTO akan mendemokratisasi negara adidaya dan menciptakan kekayaan Amerika yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebaliknya, hal itu menghancurkan jantung industri, memicu pencurian kekayaan intelektual senilai ratusan miliar dolar, dan menyiapkan panggung untuk perang dagang eksplosif tahun 2018.\n\nNarator:\n\nTom McKay\n  / tmckay715  \n   /   \n\nCuplikan: Shutterstock\n\nSumber:\n\nKekayaan Intelektual & Tahun 1990-an\n\nLaporan Khusus USTR 301 (1989–1996): Mendokumentasikan pelanggaran kekayaan intelektual sistemik dan investigasi formal tahun 1991.\n\nLaporan Komisi Kekayaan Intelektual (Pembaruan 2017): Memperkirakan kerugian ekonomi AS akibat pencurian kekayaan intelektual sebesar $225 miliar hingga $600 miliar per tahun.\n\nMasuknya China ke WTO (2000)\n\nPidato Presiden Clinton di WTO (8 Maret 2000): Menguraikan doktrin ekonomi dan demokrasi di balik pemberian status perdagangan normal kepada China.\n\nOpenSecrets / Public Citizen: Data tentang pengeluaran lobi perusahaan untuk kampanye PNTR.\n\n\"Guncangan China\" & Kehilangan Pekerjaan\n\nInstitut Kebijakan Ekonomi (Januari 2020): Laporan yang merinci 3,7 juta pekerjaan Amerika yang hilang antara tahun 2001 dan 2018.\n\n\"Sindrom China\" (Autor, Dorn, Hanson - 2013): Makalah ekonomi penting yang merinci kehancuran pasar tenaga kerja lokal.\n\nKeruntuhan Industri Lokal\n\nPenutupan Maytag (2007): Pengajuan dan pelaporan perusahaan tentang akuisisi Whirlpool dan penutupan pabrik Newton, Iowa berikutnya.\n\nVaughan-Bassett Furniture: Investigasi anti-dumping Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) tahun 2004 terhadap furnitur kamar tidur kayu Tiongkok.\n\nMade in China 2025 & Tarif 2018\n\nRencana Aksi Made in China 2025 (Mei 2015): Strategi dominasi teknologi 10 tahun resmi Dewan Negara.\n\nData Rhodium Group: Melacak puncak akuisisi teknologi Tiongkok di AS senilai $46 miliar pada tahun 2016.\n\nLaporan Bagian 301 USTR (2018): Temuan resmi tentang transfer teknologi paksa yang memicu paket tarif awal senilai $34 miliar.\n\nPertanyaan: behindasian\nDipersembahkan oleh Tim Behind Asian.", "post_id": "dPLLH-BFQJ8"}}, {"key": "metalrobotreviews", "attributes": {"label": "metalrobotreviews", "x": 370.63976940092437, "y": 744.0916499564904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dPLLH-BFQJ8", "id": "metalrobotreviews", "source": "youtube-000001", "content": "Kesalahan Terbesar dalam Sejarah AS\n\nSelama beberapa dekade, kita diberitahu bahwa globalisasi perdagangan dan masuknya China ke WTO akan mendemokratisasi negara adidaya dan menciptakan kekayaan Amerika yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebaliknya, hal itu menghancurkan jantung industri, memicu pencurian kekayaan intelektual senilai ratusan miliar dolar, dan menyiapkan panggung untuk perang dagang eksplosif tahun 2018.\n\nNarator:\n\nTom McKay\n  / tmckay715  \n   /   \n\nCuplikan: Shutterstock\n\nSumber:\n\nKekayaan Intelektual & Tahun 1990-an\n\nLaporan Khusus USTR 301 (1989–1996): Mendokumentasikan pelanggaran kekayaan intelektual sistemik dan investigasi formal tahun 1991.\n\nLaporan Komisi Kekayaan Intelektual (Pembaruan 2017): Memperkirakan kerugian ekonomi AS akibat pencurian kekayaan intelektual sebesar $225 miliar hingga $600 miliar per tahun.\n\nMasuknya China ke WTO (2000)\n\nPidato Presiden Clinton di WTO (8 Maret 2000): Menguraikan doktrin ekonomi dan demokrasi di balik pemberian status perdagangan normal kepada China.\n\nOpenSecrets / Public Citizen: Data tentang pengeluaran lobi perusahaan untuk kampanye PNTR.\n\n\"Guncangan China\" & Kehilangan Pekerjaan\n\nInstitut Kebijakan Ekonomi (Januari 2020): Laporan yang merinci 3,7 juta pekerjaan Amerika yang hilang antara tahun 2001 dan 2018.\n\n\"Sindrom China\" (Autor, Dorn, Hanson - 2013): Makalah ekonomi penting yang merinci kehancuran pasar tenaga kerja lokal.\n\nKeruntuhan Industri Lokal\n\nPenutupan Maytag (2007): Pengajuan dan pelaporan perusahaan tentang akuisisi Whirlpool dan penutupan pabrik Newton, Iowa berikutnya.\n\nVaughan-Bassett Furniture: Investigasi anti-dumping Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) tahun 2004 terhadap furnitur kamar tidur kayu Tiongkok.\n\nMade in China 2025 & Tarif 2018\n\nRencana Aksi Made in China 2025 (Mei 2015): Strategi dominasi teknologi 10 tahun resmi Dewan Negara.\n\nData Rhodium Group: Melacak puncak akuisisi teknologi Tiongkok di AS senilai $46 miliar pada tahun 2016.\n\nLaporan Bagian 301 USTR (2018): Temuan resmi tentang transfer teknologi paksa yang memicu paket tarif awal senilai $34 miliar.\n\nPertanyaan: behindasian\nDipersembahkan oleh Tim Behind Asian.", "post_id": "dPLLH-BFQJ8"}}, {"key": "@cgtn", "attributes": {"label": "@cgtn", "x": 133.62574645815428, "y": 572.3336884157744, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "N3XQNQXJOKI", "id": "@cgtn", "source": "youtube-000001", "content": "Dari pengikut menjadi pemimpin: Ketua Geely Li Shufu tentang lompatan industri otomotif China\n\nBagaimana industri otomotif Tiongkok melakukan lompatan dari manufaktur dasar ke mobilitas cerdas – dan mulai menetapkan standar? Bai Chong-En, dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen di Universitas Tsinghua, duduk bersama Li Shufu, ketua Geely Holding Group, untuk mengupas transformasi yang dimulai dari usaha patungan awal hingga akuisisi Volvo yang berani, dari bertahan dalam persaingan global hingga membentuk masa depan yang digerakkan oleh AI. Ini bukan hanya kisah satu perusahaan – ini adalah pandangan langsung tentang pergeseran Tiongkok dari pengimpor teknologi menjadi pelopor industri. #PertumbuhanTakTerhenti📺\n\n00:00 - Transformasi Industri: Dari pengikut teknologi menjadi inovator global.\n01:09 - Keunggulan Kompetitif: Elektrifikasi, skala, dan kekuatan rantai pasokan.\n02:48 - Pendorong Kesuksesan: Kebijakan yang menguntungkan dan integrasi pasar global.\n05:22 - Akuisisi Volvo: Beralih dari \"mengetahui apa\" ke \"mengetahui mengapa.\"\n\n07:32 - Tantangan Global: Mengatasi hambatan perdagangan melalui lokalisasi.\n09:14 - Strategi Lokalisasi: Memastikan kemakmuran bersama dan lapangan kerja lokal.\n12:11 - Studi Kasus Proton: Menghidupkan kembali merek nasional di Malaysia.\n16:15 - Revolusi AI: Membentuk kembali manufaktur dan seluruh rantai nilai otomotif.\n19:09 - Mobilitas Masa Depan: Evolusi dari alat transportasi ke terminal seluler pintar.\n20:50 - Strategi Energi: Mempromosikan bahan bakar berbasis hidrogen dan metanol untuk transisi hijau.\n24:50 - Prospek Masa Depan: Berfokus pada pertumbuhan berkualitas tinggi dan berkelanjutan daripada sekadar ekspansi.\n\nBerlangganan saluran YouTube kami dan tetap dapatkan informasi terbaru tentang analisis dan wawancara kami: 👇\n   /    👈\n\nUnduh aplikasi kami di Apple Store (iOS): https://itunes.apple.com/us/app/cctvn...\nUnduh aplikasi kami di Google Play (Android): https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk informasi lebih lanjut:\nhttps://www.cgtn.com/video\n\nVideo yang paling banyak ditonton:\nTantangan Mustahil: 30 detik untuk menghitung uang kertas dengan mata tertutup\n   • Impossible Challenge: 30 seconds to count ...  \nTantangan Mustahil: Bocah Pesilat Arat Hosseini dari Iran!\n\n   • Impossible Challenge: Gymnastics Boy Arat ...  \nTantangan Mustahil: Bagaimana cara menenangkan bayi dalam 5 detik?\n   • Impossible Challenge : How to calm babies ...", "post_id": "N3XQNQXJOKI"}}, {"key": "cgtn", "attributes": {"label": "cgtn", "x": 748.6389888378062, "y": 239.04151743564583, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N3XQNQXJOKI", "id": "cgtn", "source": "youtube-000001", "content": "Dari pengikut menjadi pemimpin: Ketua Geely Li Shufu tentang lompatan industri otomotif China\n\nBagaimana industri otomotif Tiongkok melakukan lompatan dari manufaktur dasar ke mobilitas cerdas – dan mulai menetapkan standar? Bai Chong-En, dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen di Universitas Tsinghua, duduk bersama Li Shufu, ketua Geely Holding Group, untuk mengupas transformasi yang dimulai dari usaha patungan awal hingga akuisisi Volvo yang berani, dari bertahan dalam persaingan global hingga membentuk masa depan yang digerakkan oleh AI. Ini bukan hanya kisah satu perusahaan – ini adalah pandangan langsung tentang pergeseran Tiongkok dari pengimpor teknologi menjadi pelopor industri. #PertumbuhanTakTerhenti📺\n\n00:00 - Transformasi Industri: Dari pengikut teknologi menjadi inovator global.\n01:09 - Keunggulan Kompetitif: Elektrifikasi, skala, dan kekuatan rantai pasokan.\n02:48 - Pendorong Kesuksesan: Kebijakan yang menguntungkan dan integrasi pasar global.\n05:22 - Akuisisi Volvo: Beralih dari \"mengetahui apa\" ke \"mengetahui mengapa.\"\n\n07:32 - Tantangan Global: Mengatasi hambatan perdagangan melalui lokalisasi.\n09:14 - Strategi Lokalisasi: Memastikan kemakmuran bersama dan lapangan kerja lokal.\n12:11 - Studi Kasus Proton: Menghidupkan kembali merek nasional di Malaysia.\n16:15 - Revolusi AI: Membentuk kembali manufaktur dan seluruh rantai nilai otomotif.\n19:09 - Mobilitas Masa Depan: Evolusi dari alat transportasi ke terminal seluler pintar.\n20:50 - Strategi Energi: Mempromosikan bahan bakar berbasis hidrogen dan metanol untuk transisi hijau.\n24:50 - Prospek Masa Depan: Berfokus pada pertumbuhan berkualitas tinggi dan berkelanjutan daripada sekadar ekspansi.\n\nBerlangganan saluran YouTube kami dan tetap dapatkan informasi terbaru tentang analisis dan wawancara kami: 👇\n   /    👈\n\nUnduh aplikasi kami di Apple Store (iOS): https://itunes.apple.com/us/app/cctvn...\nUnduh aplikasi kami di Google Play (Android): https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk informasi lebih lanjut:\nhttps://www.cgtn.com/video\n\nVideo yang paling banyak ditonton:\nTantangan Mustahil: 30 detik untuk menghitung uang kertas dengan mata tertutup\n   • Impossible Challenge: 30 seconds to count ...  \nTantangan Mustahil: Bocah Pesilat Arat Hosseini dari Iran!\n\n   • Impossible Challenge: Gymnastics Boy Arat ...  \nTantangan Mustahil: Bagaimana cara menenangkan bayi dalam 5 detik?\n   • Impossible Challenge : How to calm babies ...", "post_id": "N3XQNQXJOKI"}}, {"key": "@TBPNLive", "attributes": {"label": "@TBPNLive", "x": 622.7390884960965, "y": 21.280702471701996, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "T6ZRmi7Iwzc", "id": "@TBPNLive", "source": "youtube-000001", "content": "🟣 The Collison Brothers LIVE di TBPN\n\n04:00 - John & Patrick Collison, para pendiri Stripe, membahas lonjakan signifikan dalam penciptaan bisnis baru, mencatat peningkatan 71% dari tahun ke tahun pada Q1, dan menghubungkan pertumbuhan ini dengan peran AI dalam menyederhanakan kewirausahaan. Mereka menyoroti inisiatif Stripe seperti perdagangan berbasis agen, yang memungkinkan agen AI untuk melakukan tugas-tugas seperti membeli domain dan meluncurkan situs web secara otonom. Selain itu, Collison membahas tantangan yang ditimbulkan oleh peningkatan upaya penipuan dalam ekonomi AI dan menguraikan upaya Stripe untuk meningkatkan pencegahan penipuan melalui alat-alat seperti Stripe Radar.\n32:27 - Henri Stern, seorang pemimpin di Stripe, membahas pertumbuhan pesat timnya setelah akuisisi, tantangan yang ditimbulkan oleh pasar talenta yang kompetitif, dan lanskap stablecoin yang berkembang serta potensi dampaknya pada perbankan tradisional. Ia menyoroti munculnya stablecoin non-dolar, konsep deposito tokenisasi, dan integrasi alat AI dalam praktik keamanan. Stern juga mengeksplorasi persimpangan AI dan mata uang kripto, mencatat munculnya dompet agen dan potensi model bisnis inovatif yang dimungkinkan oleh uang yang dapat diprogram.\n46:46 - Jeff Weinstein adalah pemimpin produk di Stripe, di mana ia telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan API pembayaran mereka dan pengembangan Stripe Atlas, menyederhanakan pembentukan perusahaan bagi para pengusaha. Dalam percakapan tersebut, ia membahas pentingnya obsesi pelanggan, peran metrik dalam mendorong dampak, dan teknik untuk pengembangan produk yang efektif di dalam perusahaan besar. Ia juga menyoroti inisiatif seperti \"Grup Studi\" Stripe untuk meningkatkan keahlian produk dan berbagi wawasan tentang misi Stripe Atlas untuk meningkatkan kewirausahaan global.\n01:10:58 - Zach Abrams adalah seorang pengusaha fintech dan pemimpin produk yang dikenal sebagai salah satu pendiri dan CEO Bridge, sebuah perusahaan yang membangun infrastruktur untuk membantu bisnis memindahkan dan mengelola uang menggunakan stablecoin.\n\nIkuti TBPN: \nhttps://TBPN.com\nhttps://x.com/tbpn\nhttps://open.spotify.com/show/2L6WMqY...\nhttps://podcasts.apple.com/us/podcast...\n   /", "post_id": "T6ZRmi7Iwzc"}}, {"key": "tbpnlive", "attributes": {"label": "tbpnlive", "x": 823.179377559996, "y": 800.8339341329967, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "T6ZRmi7Iwzc", "id": "tbpnlive", "source": "youtube-000001", "content": "🟣 The Collison Brothers LIVE di TBPN\n\n04:00 - John & Patrick Collison, para pendiri Stripe, membahas lonjakan signifikan dalam penciptaan bisnis baru, mencatat peningkatan 71% dari tahun ke tahun pada Q1, dan menghubungkan pertumbuhan ini dengan peran AI dalam menyederhanakan kewirausahaan. Mereka menyoroti inisiatif Stripe seperti perdagangan berbasis agen, yang memungkinkan agen AI untuk melakukan tugas-tugas seperti membeli domain dan meluncurkan situs web secara otonom. Selain itu, Collison membahas tantangan yang ditimbulkan oleh peningkatan upaya penipuan dalam ekonomi AI dan menguraikan upaya Stripe untuk meningkatkan pencegahan penipuan melalui alat-alat seperti Stripe Radar.\n32:27 - Henri Stern, seorang pemimpin di Stripe, membahas pertumbuhan pesat timnya setelah akuisisi, tantangan yang ditimbulkan oleh pasar talenta yang kompetitif, dan lanskap stablecoin yang berkembang serta potensi dampaknya pada perbankan tradisional. Ia menyoroti munculnya stablecoin non-dolar, konsep deposito tokenisasi, dan integrasi alat AI dalam praktik keamanan. Stern juga mengeksplorasi persimpangan AI dan mata uang kripto, mencatat munculnya dompet agen dan potensi model bisnis inovatif yang dimungkinkan oleh uang yang dapat diprogram.\n46:46 - Jeff Weinstein adalah pemimpin produk di Stripe, di mana ia telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan API pembayaran mereka dan pengembangan Stripe Atlas, menyederhanakan pembentukan perusahaan bagi para pengusaha. Dalam percakapan tersebut, ia membahas pentingnya obsesi pelanggan, peran metrik dalam mendorong dampak, dan teknik untuk pengembangan produk yang efektif di dalam perusahaan besar. Ia juga menyoroti inisiatif seperti \"Grup Studi\" Stripe untuk meningkatkan keahlian produk dan berbagi wawasan tentang misi Stripe Atlas untuk meningkatkan kewirausahaan global.\n01:10:58 - Zach Abrams adalah seorang pengusaha fintech dan pemimpin produk yang dikenal sebagai salah satu pendiri dan CEO Bridge, sebuah perusahaan yang membangun infrastruktur untuk membantu bisnis memindahkan dan mengelola uang menggunakan stablecoin.\n\nIkuti TBPN: \nhttps://TBPN.com\nhttps://x.com/tbpn\nhttps://open.spotify.com/show/2L6WMqY...\nhttps://podcasts.apple.com/us/podcast...\n   /", "post_id": "T6ZRmi7Iwzc"}}, {"key": "@EzMoneyShowUS", "attributes": {"label": "@EzMoneyShowUS", "x": 420.0412069364001, "y": 579.9868540391429, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "SZtqz3MGXSI", "id": "@EzMoneyShowUS", "source": "youtube-000001", "content": "Aksi Short Squeeze Xerox Meledak! Saham yang Layak Dibeli! Analisis Saham XRX\n\nApakah Xerox Holdings Corp cocok untuk portofolio Anda?\n\nJangan terlalu mempersulit pasar. Hari ini di Ez Money Show, kita akan melihat XRX untuk mengetahui apakah ini benar-benar pembelian yang \"mudah\" atau jebakan yang akan menguras aset Anda. Kami tidak akan membuat Anda bosan dengan PDF 50 halaman—kami di sini untuk memberi Anda sinyal dan mengurangi kebisingan.\n\nXerox Holdings Corp, yang dikenal dengan solusi pencetakan dan manajemen dokumennya, telah menggeser fokus melalui akuisisi Lexmark untuk menggabungkan layanan pencetakan dengan solusi TI yang berkembang untuk perusahaan. Bisnis intinya berputar di sekitar pemeliharaan basis printer terpasang yang luas sambil melakukan penjualan silang layanan teknologi, mendorong pendapatan dari kontrak berulang dan meningkatkan efisiensi operasional melalui pengendalian biaya dan sinergi integrasi. Arus kas tetap tertekan secara musiman tetapi berada di jalur yang tepat untuk menghasilkan arus kas yang lebih kuat di kemudian hari, didukung oleh manajemen utang yang disiplin dan kesepakatan kekayaan intelektual yang meningkatkan likuiditas pada neraca yang berisiko tinggi.\n\nDalam analisis saham Xerox dan XRX, saham menunjukkan momentum kenaikan yang tajam setelah hasil yang kuat, didorong oleh short squeeze dan reaksi pasar yang positif, yang mengubah sentimen menjadi bullish di antara analis dan investor yang melacak saham teknologi informasi dan saham percetakan. Ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pada kisah pemulihan, dengan segmen percetakan yang tangguh dan pemesanan TI yang berkembang menciptakan daya tarik melalui biaya peralihan yang tinggi dan jangkauan geografis ke Asia-Pasifik. Katalis jangka pendek termasuk pendapatan yang akan datang untuk mengukur kemajuan margin, tonggak integrasi Lexmark, dan kemungkinan manfaat pengembalian tarif.\n\nRisiko utama melibatkan penurunan organik yang berkelanjutan dalam bisnis percetakan lama jika sinergi gagal, yang memperkuat tekanan neraca di bawah suku bunga yang lebih tinggi. Saham Xerox dapat berkinerja lebih baik karena peningkatan margin dan infleksi arus kas mengimbangi tekanan sekuler pada saham pemulihan.\n\n__________________________________________________\n\nSELAMAT DATANG DI EZ MONEY SHOW\n\nKami percaya menghasilkan uang seharusnya tidak terasa seperti pekerjaan kedua. Saluran kami didedikasikan untuk menemukan strategi \"kekayaan malas\", investasi AI dengan pertumbuhan tinggi, dan aliran pendapatan pasif yang benar-benar berhasil di tahun 2025 dan 2026. Jika Anda menginginkan jalan pintas berbasis data untuk mendapatkan akun pialang yang lebih besar, Anda telah menemukan tempat yang tepat.\n\nAPA YANG KAMI TAWARKAN DI SALURAN INI:\n\nPilihan Saham Sederhana: Saham-saham pemenang besar di bidang Teknologi, Energi, dan S&P 500.\nTrik Pendapatan Pasif: Cara mendapatkan bayaran saat Anda tidur dengan dividen dan imbal hasil.\n\nPersiapan Masa Depan: Menyiapkan portofolio 2026 Anda hari ini sehingga Anda dapat bersantai besok.\n\nObrolan Makro yang Nyata: Apa arti The Fed dan inflasi bagi daya beli Anda yang sebenarnya.\n\n__________________________________________________\n\nBERGABUNGLAH DENGAN EZ MONEY CREW\n\nWaktu terbaik untuk memulai adalah kemarin. Waktu terbaik kedua adalah sekarang. Tekan tombol berlangganan dan mari kita raih keuntungan ini bersama-sama.\n\nBERLANGGANAN UNTUK KEMENANGAN HARIAN:    /   \n\n__________________________________________________\n\nPERINGATAN HUKUM:\n\nKami bukan penasihat keuangan Anda. Ini untuk hiburan dan edukasi. Investasi melibatkan risiko—jangan menanamkan uang yang tidak mampu Anda rugikan. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR).\n\n#XRX #Xerox Holdings Corp #EzMoney #PassiveIncome #StockMarketToday #WealthHacks #2026Stocks", "post_id": "SZtqz3MGXSI"}}, {"key": "ezmoneyshowus", "attributes": {"label": "ezmoneyshowus", "x": 859.42266446795, "y": 917.2791876383206, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "SZtqz3MGXSI", "id": "ezmoneyshowus", "source": "youtube-000001", "content": "Aksi Short Squeeze Xerox Meledak! Saham yang Layak Dibeli! Analisis Saham XRX\n\nApakah Xerox Holdings Corp cocok untuk portofolio Anda?\n\nJangan terlalu mempersulit pasar. Hari ini di Ez Money Show, kita akan melihat XRX untuk mengetahui apakah ini benar-benar pembelian yang \"mudah\" atau jebakan yang akan menguras aset Anda. Kami tidak akan membuat Anda bosan dengan PDF 50 halaman—kami di sini untuk memberi Anda sinyal dan mengurangi kebisingan.\n\nXerox Holdings Corp, yang dikenal dengan solusi pencetakan dan manajemen dokumennya, telah menggeser fokus melalui akuisisi Lexmark untuk menggabungkan layanan pencetakan dengan solusi TI yang berkembang untuk perusahaan. Bisnis intinya berputar di sekitar pemeliharaan basis printer terpasang yang luas sambil melakukan penjualan silang layanan teknologi, mendorong pendapatan dari kontrak berulang dan meningkatkan efisiensi operasional melalui pengendalian biaya dan sinergi integrasi. Arus kas tetap tertekan secara musiman tetapi berada di jalur yang tepat untuk menghasilkan arus kas yang lebih kuat di kemudian hari, didukung oleh manajemen utang yang disiplin dan kesepakatan kekayaan intelektual yang meningkatkan likuiditas pada neraca yang berisiko tinggi.\n\nDalam analisis saham Xerox dan XRX, saham menunjukkan momentum kenaikan yang tajam setelah hasil yang kuat, didorong oleh short squeeze dan reaksi pasar yang positif, yang mengubah sentimen menjadi bullish di antara analis dan investor yang melacak saham teknologi informasi dan saham percetakan. Ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pada kisah pemulihan, dengan segmen percetakan yang tangguh dan pemesanan TI yang berkembang menciptakan daya tarik melalui biaya peralihan yang tinggi dan jangkauan geografis ke Asia-Pasifik. Katalis jangka pendek termasuk pendapatan yang akan datang untuk mengukur kemajuan margin, tonggak integrasi Lexmark, dan kemungkinan manfaat pengembalian tarif.\n\nRisiko utama melibatkan penurunan organik yang berkelanjutan dalam bisnis percetakan lama jika sinergi gagal, yang memperkuat tekanan neraca di bawah suku bunga yang lebih tinggi. Saham Xerox dapat berkinerja lebih baik karena peningkatan margin dan infleksi arus kas mengimbangi tekanan sekuler pada saham pemulihan.\n\n__________________________________________________\n\nSELAMAT DATANG DI EZ MONEY SHOW\n\nKami percaya menghasilkan uang seharusnya tidak terasa seperti pekerjaan kedua. Saluran kami didedikasikan untuk menemukan strategi \"kekayaan malas\", investasi AI dengan pertumbuhan tinggi, dan aliran pendapatan pasif yang benar-benar berhasil di tahun 2025 dan 2026. Jika Anda menginginkan jalan pintas berbasis data untuk mendapatkan akun pialang yang lebih besar, Anda telah menemukan tempat yang tepat.\n\nAPA YANG KAMI TAWARKAN DI SALURAN INI:\n\nPilihan Saham Sederhana: Saham-saham pemenang besar di bidang Teknologi, Energi, dan S&P 500.\nTrik Pendapatan Pasif: Cara mendapatkan bayaran saat Anda tidur dengan dividen dan imbal hasil.\n\nPersiapan Masa Depan: Menyiapkan portofolio 2026 Anda hari ini sehingga Anda dapat bersantai besok.\n\nObrolan Makro yang Nyata: Apa arti The Fed dan inflasi bagi daya beli Anda yang sebenarnya.\n\n__________________________________________________\n\nBERGABUNGLAH DENGAN EZ MONEY CREW\n\nWaktu terbaik untuk memulai adalah kemarin. Waktu terbaik kedua adalah sekarang. Tekan tombol berlangganan dan mari kita raih keuntungan ini bersama-sama.\n\nBERLANGGANAN UNTUK KEMENANGAN HARIAN:    /   \n\n__________________________________________________\n\nPERINGATAN HUKUM:\n\nKami bukan penasihat keuangan Anda. Ini untuk hiburan dan edukasi. Investasi melibatkan risiko—jangan menanamkan uang yang tidak mampu Anda rugikan. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR).\n\n#XRX #Xerox Holdings Corp #EzMoney #PassiveIncome #StockMarketToday #WealthHacks #2026Stocks", "post_id": "SZtqz3MGXSI"}}, {"key": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "attributes": {"label": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "x": 226.84899637967948, "y": 126.09191842435774, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PGQuuY-1K3E", "id": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Investor Cerdas Beralih dari Properti Hunian ke Properti Komersial?\n\nDalam episode ini, Michael duduk bersama Neal van Niekerk — Direktur Alba Finance dan mantan bankir komersial Macquarie dan CBA — untuk mengupas dunia properti komersial, pembiayaan pengembangan, dan tren yang muncul di kalangan profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru.\n\nJika Anda pernah bertanya-tanya apakah properti komersial adalah langkah selanjutnya setelah properti residensial, atau bagaimana sebenarnya pembiayaan pengembangan bekerja, episode ini cocok untuk Anda.\n\nHanya saran umum dan bukan saran pribadi. CRN 485467\n\n--------------------------------------\n\nDalam episode ini:\n\nProperti komersial vs. properti residensial — mana yang lebih cerdas saat ini?\n\nTitik masuk ke properti komersial (lebih rendah dari yang Anda kira)\nBagaimana bank menilai pinjaman komersial — cakupan bunga vs. LVR\nTiga kelas aset komersial dan profil risikonya yang sangat berbeda\nMengapa properti industri berkembang pesat — dan bagaimana pasokan bekerja\nPembiayaan pengembangan: bank vs. pemberi pinjaman swasta dan apa artinya sebenarnya\nKebangkitan para profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru (model ETA)\nApa yang sebenarnya dibutuhkan untuk membeli bisnis yang sudah ada dan bagaimana struktur pembiayaannya\nPandangan Neal selama 12 bulan untuk pasar properti Perth\nBiaya sebenarnya untuk memulai bisnis — dan mengapa mitra yang suportif lebih penting dari yang Anda kira\n\n--------------------------------------\n\nIkuti podcast\nBerlangganan:    /   \nInstagram: https://www.instagram.com/backyardpro...\nSitus web: https://tuskfinance.com.au\n\nTerhubung dengan Michael:\nFacebook:   / tuskfinancemk  \nInstagram:   / mortgageswmichael   \nLinkedIn:   / michaelkilliner  \n\n--------------------------------------\n\nBab:\n(00:00) Pendahuluan & cuplikan singkat\n(00:45) Sambutan — memperkenalkan Neal van Niekerk, Direktur Alba Finance\n(01:30) Apa arti rumah bagi Anda?\n(02:15) Beban mental menjadi pemilik bisnis, suami, dan ayah\n(05:00) Investasi komersial vs. residensial saat ini\n(05:30) Tantangan yang dihadapi pengembang residensial — kenaikan biaya & waktu kepemilikan\n(06:15) Siapa yang beralih ke properti komersial?\n\n(07:00) Pertimbangan risiko/imbalan dalam investasi komersial\n(08:00) Titik harga masuk — Anda tidak perlu jutaan untuk memulai\n(08:45) Bagaimana imbal hasil dan pendapatan sewa mendorong valuasi komersial dan pinjaman bank\n(09:30) Aturan cakupan bunga 1,5x yang digunakan bank\n(11:00) Risiko utama dalam komersial — kualitas penyewa, kekosongan & likuiditas\n(12:30) Mengapa data komersial lebih sulit ditemukan daripada data residensial\n(13:00) Tiga kelas aset: industri, perkantoran, dan ritel\n(14:15) Masalah pasokan industri — mengapa lahan sangat langka\n(15:15) Unit mikro industri & penyimpanan — segmen yang paling cepat berkembang\n(16:30) Pembiayaan pembangunan — apa yang diinginkan bank sebelum mereka memberikan pinjaman\n(17:30) Pra-penjualan dalam pengembangan komersial — berapa persentase yang diharapkan\n(19:00) Pengembangan perumahan skala kecil — apa yang sebenarnya terjadi?\n\n(20:30) Biaya konstruksi — berapa sebenarnya biaya membangun rumah kota?\n(21:30) Pinjaman swasta vs. pinjaman bank untuk pembangunan\n(23:00) Dari mana modal pinjaman swasta berasal?\n(24:45) Risiko pemberi pinjaman swasta — mereka tidak main-main\n(25:00) Profesional kerah putih membeli bisnis kerah biru — model ETA\n(27:00) Bagaimana bank menyusun pembiayaan akuisisi bisnis\n(28:15) Pembiayaan vendor, earnout, dan penyusunan pembelian bisnis\n(30:30) Jenis bisnis apa yang diakuisisi? Manufaktur & kontrak jasa\n(31:30) Jika Anda memiliki $1 juta besok — di mana Neal akan menginvestasikannya?\n\n(33:45) Mengapa Neal dan Mitch memulai Alba Finance dari nol\n(35:45) Pelajaran terbesar dari tahun pertama menjalankan bisnis sendiri\n(37:30) Prospek 12 bulan untuk pasar properti Perth\n(39:00) Apa yang paling Anda banggakan — secara pribadi dan profesional?\n(42:15) Pentingnya pasangan yang suportif yang sering diremehkan\n(44:00) Penutup\n\nDiproduksi oleh Podwave Studios: https://www.podwavestudios.au\n\n#PerthProperty #RealEstateAustralia #PropertyMarket2026 #FirstHomeBuyer #PerthRealEstate #MortgageBroker #InvestingAustralia #HomeBuyingTips #Podcast #TuskFinance", "post_id": "PGQuuY-1K3E"}}, {"key": "thatbackyardpropertypodcast", "attributes": {"label": "thatbackyardpropertypodcast", "x": 355.30001355350805, "y": 729.7263972116278, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PGQuuY-1K3E", "id": "thatbackyardpropertypodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Investor Cerdas Beralih dari Properti Hunian ke Properti Komersial?\n\nDalam episode ini, Michael duduk bersama Neal van Niekerk — Direktur Alba Finance dan mantan bankir komersial Macquarie dan CBA — untuk mengupas dunia properti komersial, pembiayaan pengembangan, dan tren yang muncul di kalangan profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru.\n\nJika Anda pernah bertanya-tanya apakah properti komersial adalah langkah selanjutnya setelah properti residensial, atau bagaimana sebenarnya pembiayaan pengembangan bekerja, episode ini cocok untuk Anda.\n\nHanya saran umum dan bukan saran pribadi. CRN 485467\n\n--------------------------------------\n\nDalam episode ini:\n\nProperti komersial vs. properti residensial — mana yang lebih cerdas saat ini?\n\nTitik masuk ke properti komersial (lebih rendah dari yang Anda kira)\nBagaimana bank menilai pinjaman komersial — cakupan bunga vs. LVR\nTiga kelas aset komersial dan profil risikonya yang sangat berbeda\nMengapa properti industri berkembang pesat — dan bagaimana pasokan bekerja\nPembiayaan pengembangan: bank vs. pemberi pinjaman swasta dan apa artinya sebenarnya\nKebangkitan para profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru (model ETA)\nApa yang sebenarnya dibutuhkan untuk membeli bisnis yang sudah ada dan bagaimana struktur pembiayaannya\nPandangan Neal selama 12 bulan untuk pasar properti Perth\nBiaya sebenarnya untuk memulai bisnis — dan mengapa mitra yang suportif lebih penting dari yang Anda kira\n\n--------------------------------------\n\nIkuti podcast\nBerlangganan:    /   \nInstagram: https://www.instagram.com/backyardpro...\nSitus web: https://tuskfinance.com.au\n\nTerhubung dengan Michael:\nFacebook:   / tuskfinancemk  \nInstagram:   / mortgageswmichael   \nLinkedIn:   / michaelkilliner  \n\n--------------------------------------\n\nBab:\n(00:00) Pendahuluan & cuplikan singkat\n(00:45) Sambutan — memperkenalkan Neal van Niekerk, Direktur Alba Finance\n(01:30) Apa arti rumah bagi Anda?\n(02:15) Beban mental menjadi pemilik bisnis, suami, dan ayah\n(05:00) Investasi komersial vs. residensial saat ini\n(05:30) Tantangan yang dihadapi pengembang residensial — kenaikan biaya & waktu kepemilikan\n(06:15) Siapa yang beralih ke properti komersial?\n\n(07:00) Pertimbangan risiko/imbalan dalam investasi komersial\n(08:00) Titik harga masuk — Anda tidak perlu jutaan untuk memulai\n(08:45) Bagaimana imbal hasil dan pendapatan sewa mendorong valuasi komersial dan pinjaman bank\n(09:30) Aturan cakupan bunga 1,5x yang digunakan bank\n(11:00) Risiko utama dalam komersial — kualitas penyewa, kekosongan & likuiditas\n(12:30) Mengapa data komersial lebih sulit ditemukan daripada data residensial\n(13:00) Tiga kelas aset: industri, perkantoran, dan ritel\n(14:15) Masalah pasokan industri — mengapa lahan sangat langka\n(15:15) Unit mikro industri & penyimpanan — segmen yang paling cepat berkembang\n(16:30) Pembiayaan pembangunan — apa yang diinginkan bank sebelum mereka memberikan pinjaman\n(17:30) Pra-penjualan dalam pengembangan komersial — berapa persentase yang diharapkan\n(19:00) Pengembangan perumahan skala kecil — apa yang sebenarnya terjadi?\n\n(20:30) Biaya konstruksi — berapa sebenarnya biaya membangun rumah kota?\n(21:30) Pinjaman swasta vs. pinjaman bank untuk pembangunan\n(23:00) Dari mana modal pinjaman swasta berasal?\n(24:45) Risiko pemberi pinjaman swasta — mereka tidak main-main\n(25:00) Profesional kerah putih membeli bisnis kerah biru — model ETA\n(27:00) Bagaimana bank menyusun pembiayaan akuisisi bisnis\n(28:15) Pembiayaan vendor, earnout, dan penyusunan pembelian bisnis\n(30:30) Jenis bisnis apa yang diakuisisi? Manufaktur & kontrak jasa\n(31:30) Jika Anda memiliki $1 juta besok — di mana Neal akan menginvestasikannya?\n\n(33:45) Mengapa Neal dan Mitch memulai Alba Finance dari nol\n(35:45) Pelajaran terbesar dari tahun pertama menjalankan bisnis sendiri\n(37:30) Prospek 12 bulan untuk pasar properti Perth\n(39:00) Apa yang paling Anda banggakan — secara pribadi dan profesional?\n(42:15) Pentingnya pasangan yang suportif yang sering diremehkan\n(44:00) Penutup\n\nDiproduksi oleh Podwave Studios: https://www.podwavestudios.au\n\n#PerthProperty #RealEstateAustralia #PropertyMarket2026 #FirstHomeBuyer #PerthRealEstate #MortgageBroker #InvestingAustralia #HomeBuyingTips #Podcast #TuskFinance", "post_id": "PGQuuY-1K3E"}}, {"key": "@NextGenInfra", "attributes": {"label": "@NextGenInfra", "x": 957.6483207695806, "y": 583.8307662741586, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "UWf1iDdaAa4", "id": "@NextGenInfra", "source": "youtube-000001", "content": "#UpdateTeknologi\n\nSimak pembaruan teknologi lainnya di saluran YouTube kami (berlangganan hari ini):    /    dan lihat laporan terbaru kami di: https://nextgeninfra.io/\n\nCEO Inseego, Juho Sarvikas, membahas akuisisi bisnis Fixed Wireless Access (FWA) Customer Premises Equipment (CPE) Nokia, sebuah kesepakatan transformatif yang menggandakan ukuran perusahaan dan memperluas jangkauannya dari operasi yang berpusat di AS menjadi perusahaan global. Sarvikas mengungkapkan bagaimana akuisisi ini memposisikan Inseego untuk menawarkan platform nirkabel lengkap yang mencakup pasar perusahaan dan konsumen, sekaligus mengatasi tantangan kritis yang dihadapi operator dalam memonetisasi jaringan 5G mereka.\n\nPercakapan ini mengeksplorasi momentum pesat yang berkembang di pasar akses nirkabel tetap, baik di dalam negeri maupun internasional. Sarvikas berbagi wawasan dari kunjungan pelanggan baru-baru ini di berbagai pasar global dan menjelaskan bagaimana FWA muncul sebagai kasus penggunaan utama untuk monetisasi 5G. Ia menjelaskan kemitraan strategis Inseego dengan operator seluler utama AS termasuk T-Mobile, AT&T, dan Verizon untuk penerapan di perusahaan, dan bagaimana akuisisi aset Nokia melengkapi hubungan ini dengan solusi yang berfokus pada konsumen.\n\nSelain perangkat keras, Sarvikas mengungkap kemampuan platform BSS komprehensif Inseego untuk manajemen siklus hidup pelanggan dan membahas sinergi teknis antara sistem operasi berbasis OpenWdan platform manajemen cloud kedua perusahaan. Dengan transaksi yang diharapkan selesai pada 1 Oktober, wawancara ini memberikan pandangan langka tentang bagaimana dua pemimpin teknologi nirkabel berencana untuk mengintegrasikan operasi mereka dan melayani permintaan global yang terus meningkat untuk konektivitas nirkabel tetap.\n\nBagaimana akuisisi Nokia FWA CPE mengubah posisi pasar global Inseego\nMengapa akses nirkabel tetap menjadi strategi monetisasi 5G utama bagi operator\nPerbedaan antara strategi penerapan FWA perusahaan dan konsumen di pasar global\nBagaimana platform nirkabel terpadu memungkinkan operator untuk mengelola broadband seluler, FWA perusahaan, dan solusi konsumen\nPeran platform BSS dalam manajemen siklus hidup pelanggan untuk layanan nirkabel\nStrategi integrasi untuk menggabungkan portofolio teknologi pelengkap dan operasi global\n\n📚 BAB:\n0:00:00 - Pendahuluan dan Pengumuman Akuisisi\n0:00:39 - Menggandakan Ukuran Perusahaan Melalui Pembelian Aset Nokia FWA CPE\n0:01:00 - Momentum Pasar Akses Nirkabel Tetap dan Strategi Perusahaan\n0:02:26 - Monetisasi 5G dan Broadband sebagai Kasus Penggunaan Utama\n0:03:28 - Penyelesaian Platform dan Portofolio Solusi Nirkabel Terpadu\n0:04:14 - Keahlian Teknologi Nokia dan Operasi Skala Global\n0:05:52 - Platform BSS dan Kemampuan Manajemen Siklus Hidup Pelanggan\n0:06:26 - Garis Waktu Integrasi dan Pemosisian Pasar yang Saling Melengkapi\n\nApakah Anda memiliki pembaruan teknologi yang ingin Anda sampaikan kepada kami? Hubungi info!", "post_id": "UWf1iDdaAa4"}}, {"key": "nextgeninfra", "attributes": {"label": "nextgeninfra", "x": 340.6690857339332, "y": 200.59809563001906, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UWf1iDdaAa4", "id": "nextgeninfra", "source": "youtube-000001", "content": "#UpdateTeknologi\n\nSimak pembaruan teknologi lainnya di saluran YouTube kami (berlangganan hari ini):    /    dan lihat laporan terbaru kami di: https://nextgeninfra.io/\n\nCEO Inseego, Juho Sarvikas, membahas akuisisi bisnis Fixed Wireless Access (FWA) Customer Premises Equipment (CPE) Nokia, sebuah kesepakatan transformatif yang menggandakan ukuran perusahaan dan memperluas jangkauannya dari operasi yang berpusat di AS menjadi perusahaan global. Sarvikas mengungkapkan bagaimana akuisisi ini memposisikan Inseego untuk menawarkan platform nirkabel lengkap yang mencakup pasar perusahaan dan konsumen, sekaligus mengatasi tantangan kritis yang dihadapi operator dalam memonetisasi jaringan 5G mereka.\n\nPercakapan ini mengeksplorasi momentum pesat yang berkembang di pasar akses nirkabel tetap, baik di dalam negeri maupun internasional. Sarvikas berbagi wawasan dari kunjungan pelanggan baru-baru ini di berbagai pasar global dan menjelaskan bagaimana FWA muncul sebagai kasus penggunaan utama untuk monetisasi 5G. Ia menjelaskan kemitraan strategis Inseego dengan operator seluler utama AS termasuk T-Mobile, AT&T, dan Verizon untuk penerapan di perusahaan, dan bagaimana akuisisi aset Nokia melengkapi hubungan ini dengan solusi yang berfokus pada konsumen.\n\nSelain perangkat keras, Sarvikas mengungkap kemampuan platform BSS komprehensif Inseego untuk manajemen siklus hidup pelanggan dan membahas sinergi teknis antara sistem operasi berbasis OpenWdan platform manajemen cloud kedua perusahaan. Dengan transaksi yang diharapkan selesai pada 1 Oktober, wawancara ini memberikan pandangan langka tentang bagaimana dua pemimpin teknologi nirkabel berencana untuk mengintegrasikan operasi mereka dan melayani permintaan global yang terus meningkat untuk konektivitas nirkabel tetap.\n\nBagaimana akuisisi Nokia FWA CPE mengubah posisi pasar global Inseego\nMengapa akses nirkabel tetap menjadi strategi monetisasi 5G utama bagi operator\nPerbedaan antara strategi penerapan FWA perusahaan dan konsumen di pasar global\nBagaimana platform nirkabel terpadu memungkinkan operator untuk mengelola broadband seluler, FWA perusahaan, dan solusi konsumen\nPeran platform BSS dalam manajemen siklus hidup pelanggan untuk layanan nirkabel\nStrategi integrasi untuk menggabungkan portofolio teknologi pelengkap dan operasi global\n\n📚 BAB:\n0:00:00 - Pendahuluan dan Pengumuman Akuisisi\n0:00:39 - Menggandakan Ukuran Perusahaan Melalui Pembelian Aset Nokia FWA CPE\n0:01:00 - Momentum Pasar Akses Nirkabel Tetap dan Strategi Perusahaan\n0:02:26 - Monetisasi 5G dan Broadband sebagai Kasus Penggunaan Utama\n0:03:28 - Penyelesaian Platform dan Portofolio Solusi Nirkabel Terpadu\n0:04:14 - Keahlian Teknologi Nokia dan Operasi Skala Global\n0:05:52 - Platform BSS dan Kemampuan Manajemen Siklus Hidup Pelanggan\n0:06:26 - Garis Waktu Integrasi dan Pemosisian Pasar yang Saling Melengkapi\n\nApakah Anda memiliki pembaruan teknologi yang ingin Anda sampaikan kepada kami? Hubungi info!", "post_id": "UWf1iDdaAa4"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 892.5227098747228, "y": 857.3032799234691, "size": 4.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 16.4529, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "EGsWHsfthpk", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "MEJA Percepat Akuisisi 45% Saham Trimata Coal Senilai USD100 Juta | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempercepat rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa senilai USD100 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor energi sekaligus mengamankan rantai pasok batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EGsWHsfthpk"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 513.8610046557541, "y": 652.3180278506561, "size": 4.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8591, "eigenvector": 16.4529, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EGsWHsfthpk", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "MEJA Percepat Akuisisi 45% Saham Trimata Coal Senilai USD100 Juta | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempercepat rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa senilai USD100 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor energi sekaligus mengamankan rantai pasok batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EGsWHsfthpk"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 956.967315492439, "y": 828.082413657637, "size": 4.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8591, "eigenvector": 16.4529, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EGsWHsfthpk", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "MEJA Percepat Akuisisi 45% Saham Trimata Coal Senilai USD100 Juta | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempercepat rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa senilai USD100 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor energi sekaligus mengamankan rantai pasok batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EGsWHsfthpk"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 48.817742275118036, "y": 743.2298977964608, "size": 4.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8591, "eigenvector": 16.4529, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EGsWHsfthpk", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "MEJA Percepat Akuisisi 45% Saham Trimata Coal Senilai USD100 Juta | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempercepat rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa senilai USD100 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor energi sekaligus mengamankan rantai pasok batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EGsWHsfthpk"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 653.0351690046552, "y": 105.3449156246209, "size": 4.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8591, "eigenvector": 16.4529, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EGsWHsfthpk", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "MEJA Percepat Akuisisi 45% Saham Trimata Coal Senilai USD100 Juta | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempercepat rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa senilai USD100 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor energi sekaligus mengamankan rantai pasok batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EGsWHsfthpk"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 954.1629860971781, "y": 711.37657342942, "size": 4.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8591, "eigenvector": 16.4529, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EGsWHsfthpk", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "MEJA Percepat Akuisisi 45% Saham Trimata Coal Senilai USD100 Juta | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempercepat rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa senilai USD100 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor energi sekaligus mengamankan rantai pasok batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EGsWHsfthpk"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 423.1924986215165, "y": 776.5229384185719, "size": 4.43, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8591, "eigenvector": 16.4529, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EGsWHsfthpk", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "MEJA Percepat Akuisisi 45% Saham Trimata Coal Senilai USD100 Juta | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempercepat rencana akuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa senilai USD100 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio di sektor energi sekaligus mengamankan rantai pasok batu bara, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EGsWHsfthpk"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 792.6483648965159, "y": 776.3151214166322, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "DDzp8Yi_QaM", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Bisakah India Memangkas Impor Minyak? Penjelasan Taruhan Pengeboran Laut Dalam | Laporan Inti\n\nPada Episode 859 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Atanu Mukherjee, CEO di Dastur Energy, serta Thomas V Abraham, Analis Riset di Mirae Asset Sharekhan.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:19) Pasar merosot karena harga minyak kembali naik\n(04:12) Nestle melawan kelesuan di sektor FMCG, saham mencapai level tertinggi baru\n(04:44) Indigo dan Air India telah memberi tahu Pemerintah bahwa mereka berada di bawah tekanan ekstrem dan di ambang \"menghentikan operasi\" karena harga yang tinggi\n(06:43) UEA telah keluar dari OPEC\n(07:38) Menguraikan prospek jangka menengah hingga panjang untuk produksi minyak dan gas di India\n(23:39) Akuisisi Organon senilai $12 miliar oleh Sun Pharma akan menggandakan ukurannya, analisis mendalam\n(30:42) Pusat data baru mulai berkembang di India tetapi kekhawatiran tentang hal itu muncul di kalangan petinggi OpenAI\n\nBisakah India memangkas impor minyak melalui pengeboran laut dalam? Episode The Core Report kali ini membahas produksi minyak dan gas India, keamanan energi, harga minyak mentah, keluarnya UEA dari OPEC, tekanan bahan bakar penerbangan, akuisisi Sun Pharma Organon, dan pusat data India. Jika Anda mengikuti ekonomi India, geopolitik, berita bisnis, dan analisis pasar, berlanggananlah untuk mendapatkan wawasan tajam yang membentuk masa depan.\n\n#ImporMinyak #PengeboranLautDalam #EkonomiIndia #KeamananEnergi #TheCoreReport #TheCore\n\nGabunglah dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "DDzp8Yi_QaM"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 371.32413016246556, "y": 710.2454128808504, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "DDzp8Yi_QaM", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Bisakah India Memangkas Impor Minyak? Penjelasan Taruhan Pengeboran Laut Dalam | Laporan Inti\n\nPada Episode 859 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Atanu Mukherjee, CEO di Dastur Energy, serta Thomas V Abraham, Analis Riset di Mirae Asset Sharekhan.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:19) Pasar merosot karena harga minyak kembali naik\n(04:12) Nestle melawan kelesuan di sektor FMCG, saham mencapai level tertinggi baru\n(04:44) Indigo dan Air India telah memberi tahu Pemerintah bahwa mereka berada di bawah tekanan ekstrem dan di ambang \"menghentikan operasi\" karena harga yang tinggi\n(06:43) UEA telah keluar dari OPEC\n(07:38) Menguraikan prospek jangka menengah hingga panjang untuk produksi minyak dan gas di India\n(23:39) Akuisisi Organon senilai $12 miliar oleh Sun Pharma akan menggandakan ukurannya, analisis mendalam\n(30:42) Pusat data baru mulai berkembang di India tetapi kekhawatiran tentang hal itu muncul di kalangan petinggi OpenAI\n\nBisakah India memangkas impor minyak melalui pengeboran laut dalam? Episode The Core Report kali ini membahas produksi minyak dan gas India, keamanan energi, harga minyak mentah, keluarnya UEA dari OPEC, tekanan bahan bakar penerbangan, akuisisi Sun Pharma Organon, dan pusat data India. Jika Anda mengikuti ekonomi India, geopolitik, berita bisnis, dan analisis pasar, berlanggananlah untuk mendapatkan wawasan tajam yang membentuk masa depan.\n\n#ImporMinyak #PengeboranLautDalam #EkonomiIndia #KeamananEnergi #TheCoreReport #TheCore\n\nGabunglah dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "DDzp8Yi_QaM"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "attributes": {"label": "@InvestingTalkPodcast", "x": 265.47466741227777, "y": 24.51276976329686, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7yIAXwgkmS0", "id": "@InvestingTalkPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Energi Bahan Bakar Akan Melipatgandakan Penjualan Uranium - Beli Sebelum Laporan Keuangan! | Anal...\n\nEPISODE LENGKAP SEKARANG TAYANG DI SPOTIFY 🎧 Klik untuk mendengarkan analisis lengkap:\nhttps://open.spotify.com/show/5lb8v9e...\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis Energy Fuels Inc ($UUUU) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah UUUU layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\nSaham Energy Fuels menonjol sebagai satu-satunya produsen uranium dan unsur tanah jarang yang terintegrasi penuh di Amerika, mengoperasikan satu-satunya pabrik uranium konvensional berlisensi penuh di Amerika Serikat di White Mesa, Utah. Bisnis inti ini berfokus pada penambangan, pengolahan, dan penjualan konsentrat uranium sambil berekspansi ke produk tanah jarang untuk kendaraan listrik dan aplikasi penting lainnya. Dalam analisis saham UUUU, cerita fundamental menunjukkan pendapatan uranium tumbuh stabil seiring dengan peningkatan produksi, meskipun laba menghadapi tekanan dari investasi dan pelemahan pasar; margin seharusnya membaik dengan volume yang lebih tinggi dari tambang berbiaya rendah dan pengendalian biaya yang lebih baik. Kualitas arus kas menguat berkat neraca yang kuat dan kaya likuiditas, memungkinkan pertumbuhan yang didanai sendiri tanpa pengenceran yang besar, sementara pengeluaran modal tetap terkendali di sekitar ekspansi utama.\n\nKeunggulan kompetitif saham Energy Fuels terletak pada hambatan regulasi, infrastruktur yang ada, dan posisi biaya rendahnya, sehingga sulit bagi pesaing di saham uranium dan saham nuklir untuk mengejar ketinggalan, terutama dengan produksi logam tanah jarang yang berkualitas dan potensi integrasi melalui akuisisi saham ASM yang diusulkan. Momentum pasar mencerminkan konsolidasi yang sehat setelah beberapa penurunan, dengan kekuatan yang lebih luas di saham energi dan peningkatan peringkat analis yang positif menandakan kepercayaan investor di tengah dorongan positif sektor ini. Katalis jangka pendek termasuk hasil pendapatan yang akan datang, kemajuan pada perluasan sirkuit logam tanah jarang, pembaruan akuisisi, dan kebijakan pendukung seperti pendanaan federal untuk rantai pasokan domestik ditambah meningkatnya permintaan daya dari pusat data.\n\nRisiko utama meliputi melemahnya harga spot uranium dalam jangka waktu lama yang menekan margin atau penundaan dalam pelaksanaan proyek hilir seperti kesepakatan ASM, yang dapat mengikis tesis pertumbuhan. Secara keseluruhan, saham UUUU dapat berkinerja lebih baik karena beralih ke produksi dengan margin lebih tinggi dan menangkap permintaan mineral penting dalam lingkungan relokasi produksi kembali.\n\n______________________________________\n\nTentang Podcast Investing Talk: Selamat datang di Podcast Investing Talk, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), dan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk pedagang berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan pra-pasar, volatilitas setelah jam perdagangan, dan pembaruan langsung pasar saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\n#PasarSaham #Investasi #UUUU #EnergyFuelsInc #Saham", "post_id": "7yIAXwgkmS0"}}, {"key": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "investingtalkpodcast", "x": 830.8348937236213, "y": 915.8800007164026, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7yIAXwgkmS0", "id": "investingtalkpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Energi Bahan Bakar Akan Melipatgandakan Penjualan Uranium - Beli Sebelum Laporan Keuangan! | Anal...\n\nEPISODE LENGKAP SEKARANG TAYANG DI SPOTIFY 🎧 Klik untuk mendengarkan analisis lengkap:\nhttps://open.spotify.com/show/5lb8v9e...\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis Energy Fuels Inc ($UUUU) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah UUUU layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\nSaham Energy Fuels menonjol sebagai satu-satunya produsen uranium dan unsur tanah jarang yang terintegrasi penuh di Amerika, mengoperasikan satu-satunya pabrik uranium konvensional berlisensi penuh di Amerika Serikat di White Mesa, Utah. Bisnis inti ini berfokus pada penambangan, pengolahan, dan penjualan konsentrat uranium sambil berekspansi ke produk tanah jarang untuk kendaraan listrik dan aplikasi penting lainnya. Dalam analisis saham UUUU, cerita fundamental menunjukkan pendapatan uranium tumbuh stabil seiring dengan peningkatan produksi, meskipun laba menghadapi tekanan dari investasi dan pelemahan pasar; margin seharusnya membaik dengan volume yang lebih tinggi dari tambang berbiaya rendah dan pengendalian biaya yang lebih baik. Kualitas arus kas menguat berkat neraca yang kuat dan kaya likuiditas, memungkinkan pertumbuhan yang didanai sendiri tanpa pengenceran yang besar, sementara pengeluaran modal tetap terkendali di sekitar ekspansi utama.\n\nKeunggulan kompetitif saham Energy Fuels terletak pada hambatan regulasi, infrastruktur yang ada, dan posisi biaya rendahnya, sehingga sulit bagi pesaing di saham uranium dan saham nuklir untuk mengejar ketinggalan, terutama dengan produksi logam tanah jarang yang berkualitas dan potensi integrasi melalui akuisisi saham ASM yang diusulkan. Momentum pasar mencerminkan konsolidasi yang sehat setelah beberapa penurunan, dengan kekuatan yang lebih luas di saham energi dan peningkatan peringkat analis yang positif menandakan kepercayaan investor di tengah dorongan positif sektor ini. Katalis jangka pendek termasuk hasil pendapatan yang akan datang, kemajuan pada perluasan sirkuit logam tanah jarang, pembaruan akuisisi, dan kebijakan pendukung seperti pendanaan federal untuk rantai pasokan domestik ditambah meningkatnya permintaan daya dari pusat data.\n\nRisiko utama meliputi melemahnya harga spot uranium dalam jangka waktu lama yang menekan margin atau penundaan dalam pelaksanaan proyek hilir seperti kesepakatan ASM, yang dapat mengikis tesis pertumbuhan. Secara keseluruhan, saham UUUU dapat berkinerja lebih baik karena beralih ke produksi dengan margin lebih tinggi dan menangkap permintaan mineral penting dalam lingkungan relokasi produksi kembali.\n\n______________________________________\n\nTentang Podcast Investing Talk: Selamat datang di Podcast Investing Talk, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), dan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk pedagang berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan pra-pasar, volatilitas setelah jam perdagangan, dan pembaruan langsung pasar saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\n#PasarSaham #Investasi #UUUU #EnergyFuelsInc #Saham", "post_id": "7yIAXwgkmS0"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 8.039536222340216, "y": 620.8180105322808, "size": 5.73, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 31.3147, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "cHlQmVfQKiU", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Turun karena Laporan tentang OpenAI Memicu Kegelisahan Sektor Teknologi | Closing Bell\n\nLiputan komprehensif lintas platform tentang penutupan pasar AS di Bloomberg Television, Bloomberg Radio, dan YouTube bersama Romaine Bostick, Katie Greifeld, Carol Massar, dan Tim Stenovec.\n\nPenurunan tajam saham-saham raksasa teknologi menyeret turun saham-saham lainnya karena kekhawatiran kembali muncul tentang apakah investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan akan membuahkan hasil tepat ketika para pedagang bersiap untuk serangkaian hasil perusahaan-perusahaan besar.\n\nIndustri yang telah mendorong reli ekuitas bulan ini terpukul oleh laporan berita bahwa OpenAI gagal memenuhi targetnya sendiri untuk akuisisi pengguna baru dan penjualan, yang memicu kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut mungkin kesulitan untuk mendukung pengeluaran infrastruktur AI-nya. Mitra seperti Oracle Corp. dan CoreWeave Inc. merosot, dengan S&P 500 turun dari rekor tertinggi. Nasdaq 100 kehilangan 1%.\n\n--------\nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube\nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET\nSabtu & Minggu pukul 7 pagi - 10 pagi ET\nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF\n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio  \n\nBerlangganan Podcast kami:\n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN\nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI\nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi\nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC\nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i\n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business:\nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI\nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy\n\nKunjungi saluran YouTube kami:\nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts  \nTelevisi Bloomberg:    /   \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /", "post_id": "cHlQmVfQKiU"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 531.4583950791862, "y": 213.87381996994503, "size": 5.29, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 26.2932, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cHlQmVfQKiU", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Turun karena Laporan tentang OpenAI Memicu Kegelisahan Sektor Teknologi | Closing Bell\n\nLiputan komprehensif lintas platform tentang penutupan pasar AS di Bloomberg Television, Bloomberg Radio, dan YouTube bersama Romaine Bostick, Katie Greifeld, Carol Massar, dan Tim Stenovec.\n\nPenurunan tajam saham-saham raksasa teknologi menyeret turun saham-saham lainnya karena kekhawatiran kembali muncul tentang apakah investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan akan membuahkan hasil tepat ketika para pedagang bersiap untuk serangkaian hasil perusahaan-perusahaan besar.\n\nIndustri yang telah mendorong reli ekuitas bulan ini terpukul oleh laporan berita bahwa OpenAI gagal memenuhi targetnya sendiri untuk akuisisi pengguna baru dan penjualan, yang memicu kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut mungkin kesulitan untuk mendukung pengeluaran infrastruktur AI-nya. Mitra seperti Oracle Corp. dan CoreWeave Inc. merosot, dengan S&P 500 turun dari rekor tertinggi. Nasdaq 100 kehilangan 1%.\n\n--------\nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube\nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET\nSabtu & Minggu pukul 7 pagi - 10 pagi ET\nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF\n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio  \n\nBerlangganan Podcast kami:\n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN\nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI\nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi\nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC\nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i\n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business:\nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI\nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy\n\nKunjungi saluran YouTube kami:\nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts  \nTelevisi Bloomberg:    /   \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /", "post_id": "cHlQmVfQKiU"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 303.2030427745206, "y": 252.88238189123757, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.1557, "eigenvector": 137.6728, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cHlQmVfQKiU", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Turun karena Laporan tentang OpenAI Memicu Kegelisahan Sektor Teknologi | Closing Bell\n\nLiputan komprehensif lintas platform tentang penutupan pasar AS di Bloomberg Television, Bloomberg Radio, dan YouTube bersama Romaine Bostick, Katie Greifeld, Carol Massar, dan Tim Stenovec.\n\nPenurunan tajam saham-saham raksasa teknologi menyeret turun saham-saham lainnya karena kekhawatiran kembali muncul tentang apakah investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan akan membuahkan hasil tepat ketika para pedagang bersiap untuk serangkaian hasil perusahaan-perusahaan besar.\n\nIndustri yang telah mendorong reli ekuitas bulan ini terpukul oleh laporan berita bahwa OpenAI gagal memenuhi targetnya sendiri untuk akuisisi pengguna baru dan penjualan, yang memicu kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut mungkin kesulitan untuk mendukung pengeluaran infrastruktur AI-nya. Mitra seperti Oracle Corp. dan CoreWeave Inc. merosot, dengan S&P 500 turun dari rekor tertinggi. Nasdaq 100 kehilangan 1%.\n\n--------\nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube\nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET\nSabtu & Minggu pukul 7 pagi - 10 pagi ET\nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF\n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio  \n\nBerlangganan Podcast kami:\n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN\nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI\nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi\nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC\nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i\n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business:\nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI\nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy\n\nKunjungi saluran YouTube kami:\nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts  \nTelevisi Bloomberg:    /   \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /", "post_id": "cHlQmVfQKiU"}}, {"key": "@markets", "attributes": {"label": "@markets", "x": 604.5268754734217, "y": 567.7280797151057, "size": 14.56, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 132.6512, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "RYcvcWvcL0I", "id": "@markets", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa China Memblokir Kesepakatan Meta Senilai $2 Miliar?\n\nEd Ludlow, salah satu pembawa acara BTech, membahas langkah Microsoft untuk melepaskan hak eksklusifnya untuk menjual model AI OpenAI. Ia juga menjelaskan mengapa China memblokir akuisisi Meta senilai $2 miliar atas perusahaan AI Manus.\n\nChina telah memutuskan untuk memblokir akuisisi Meta Platforms Inc. senilai $2 miliar atas perusahaan rintisan AI berbasis agen Manus, sebuah langkah mengejutkan untuk membatalkan kesepakatan kontroversial yang telah menuai kritik karena kebocoran teknologi ke AS.\nKomisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memerintahkan pembatalan kesepakatan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Senin. Perencana negara yang berpengaruh itu mengatakan dalam pemberitahuan satu baris bahwa mereka telah memutuskan untuk melarang investasi asing di perusahaan rintisan tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.\nKeputusan ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di sektor AI China yang sedang berkembang, dan muncul beberapa minggu sebelum pertemuan puncak tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Beijing telah memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan kunci di industri tersebut setelah kesepakatan itu, yang sebagian besar telah selesai. Penjualan tersebut awalnya dipuji sebagai contoh bagi perusahaan rintisan dengan aspirasi global, tetapi para kritikus domestik sejak itu menyesalkan hilangnya teknologi berharga ke saingan geopolitik.\nPara pendiri Manus memulai karir mereka di Tiongkok tetapi memindahkan kantor pusat dan staf kunci mereka ke Singapura pada tahun 2025. Tidak jelas ketika kesepakatan itu diumumkan pada bulan Desember apakah Beijing akan menggunakan wewenangnya pada transaksi yang secara teknis terjadi di luar perbatasannya.\n“Blok Manus adalah momen yang memperjelas,” kata Ke Yan, seorang analis teknologi dari DZT Research yang berbasis di Singapura. “Manus didirikan di Singapura dengan para pendiri yang berbasis di sini, dan tetap ditarik kembali. Sinyal Beijing adalah bahwa yang penting bukanlah di mana entitas hukum itu berada.”\n\nKeputusan terkait Manus dapat menjadi pukulan telak bagi Meta dalam upayanya bersaing di bidang AI melawan para pesaingnya, mulai dari Microsoft Corp. dan Google milik Alphabet Inc. hingga OpenAI dan Anthropic PBC. Manus seharusnya membantu Meta melesat ke posisi terdepan di bidang agen AI yang sedang berkembang pesat, atau layanan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "RYcvcWvcL0I"}}, {"key": "bloombergbusi...", "attributes": {"label": "bloombergbusi...", "x": 436.06258958521505, "y": 524.935562950021, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1453, "eigenvector": 111.3796, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RYcvcWvcL0I", "id": "bloombergbusi...", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa China Memblokir Kesepakatan Meta Senilai $2 Miliar?\n\nEd Ludlow, salah satu pembawa acara BTech, membahas langkah Microsoft untuk melepaskan hak eksklusifnya untuk menjual model AI OpenAI. Ia juga menjelaskan mengapa China memblokir akuisisi Meta senilai $2 miliar atas perusahaan AI Manus.\n\nChina telah memutuskan untuk memblokir akuisisi Meta Platforms Inc. senilai $2 miliar atas perusahaan rintisan AI berbasis agen Manus, sebuah langkah mengejutkan untuk membatalkan kesepakatan kontroversial yang telah menuai kritik karena kebocoran teknologi ke AS.\nKomisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memerintahkan pembatalan kesepakatan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Senin. Perencana negara yang berpengaruh itu mengatakan dalam pemberitahuan satu baris bahwa mereka telah memutuskan untuk melarang investasi asing di perusahaan rintisan tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.\nKeputusan ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di sektor AI China yang sedang berkembang, dan muncul beberapa minggu sebelum pertemuan puncak tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Beijing telah memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan kunci di industri tersebut setelah kesepakatan itu, yang sebagian besar telah selesai. Penjualan tersebut awalnya dipuji sebagai contoh bagi perusahaan rintisan dengan aspirasi global, tetapi para kritikus domestik sejak itu menyesalkan hilangnya teknologi berharga ke saingan geopolitik.\nPara pendiri Manus memulai karir mereka di Tiongkok tetapi memindahkan kantor pusat dan staf kunci mereka ke Singapura pada tahun 2025. Tidak jelas ketika kesepakatan itu diumumkan pada bulan Desember apakah Beijing akan menggunakan wewenangnya pada transaksi yang secara teknis terjadi di luar perbatasannya.\n“Blok Manus adalah momen yang memperjelas,” kata Ke Yan, seorang analis teknologi dari DZT Research yang berbasis di Singapura. “Manus didirikan di Singapura dengan para pendiri yang berbasis di sini, dan tetap ditarik kembali. Sinyal Beijing adalah bahwa yang penting bukanlah di mana entitas hukum itu berada.”\n\nKeputusan terkait Manus dapat menjadi pukulan telak bagi Meta dalam upayanya bersaing di bidang AI melawan para pesaingnya, mulai dari Microsoft Corp. dan Google milik Alphabet Inc. hingga OpenAI dan Anthropic PBC. Manus seharusnya membantu Meta melesat ke posisi terdepan di bidang agen AI yang sedang berkembang pesat, atau layanan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "RYcvcWvcL0I"}}, {"key": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "bloombergtechnology", "x": 928.1590444430942, "y": 519.9461622183891, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1453, "eigenvector": 111.3796, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RYcvcWvcL0I", "id": "bloombergtechnology", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa China Memblokir Kesepakatan Meta Senilai $2 Miliar?\n\nEd Ludlow, salah satu pembawa acara BTech, membahas langkah Microsoft untuk melepaskan hak eksklusifnya untuk menjual model AI OpenAI. Ia juga menjelaskan mengapa China memblokir akuisisi Meta senilai $2 miliar atas perusahaan AI Manus.\n\nChina telah memutuskan untuk memblokir akuisisi Meta Platforms Inc. senilai $2 miliar atas perusahaan rintisan AI berbasis agen Manus, sebuah langkah mengejutkan untuk membatalkan kesepakatan kontroversial yang telah menuai kritik karena kebocoran teknologi ke AS.\nKomisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memerintahkan pembatalan kesepakatan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Senin. Perencana negara yang berpengaruh itu mengatakan dalam pemberitahuan satu baris bahwa mereka telah memutuskan untuk melarang investasi asing di perusahaan rintisan tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.\nKeputusan ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di sektor AI China yang sedang berkembang, dan muncul beberapa minggu sebelum pertemuan puncak tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Beijing telah memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan kunci di industri tersebut setelah kesepakatan itu, yang sebagian besar telah selesai. Penjualan tersebut awalnya dipuji sebagai contoh bagi perusahaan rintisan dengan aspirasi global, tetapi para kritikus domestik sejak itu menyesalkan hilangnya teknologi berharga ke saingan geopolitik.\nPara pendiri Manus memulai karir mereka di Tiongkok tetapi memindahkan kantor pusat dan staf kunci mereka ke Singapura pada tahun 2025. Tidak jelas ketika kesepakatan itu diumumkan pada bulan Desember apakah Beijing akan menggunakan wewenangnya pada transaksi yang secara teknis terjadi di luar perbatasannya.\n“Blok Manus adalah momen yang memperjelas,” kata Ke Yan, seorang analis teknologi dari DZT Research yang berbasis di Singapura. “Manus didirikan di Singapura dengan para pendiri yang berbasis di sini, dan tetap ditarik kembali. Sinyal Beijing adalah bahwa yang penting bukanlah di mana entitas hukum itu berada.”\n\nKeputusan terkait Manus dapat menjadi pukulan telak bagi Meta dalam upayanya bersaing di bidang AI melawan para pesaingnya, mulai dari Microsoft Corp. dan Google milik Alphabet Inc. hingga OpenAI dan Anthropic PBC. Manus seharusnya membantu Meta melesat ke posisi terdepan di bidang agen AI yang sedang berkembang pesat, atau layanan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "RYcvcWvcL0I"}}, {"key": "business", "attributes": {"label": "business", "x": 662.6799921644591, "y": 411.2111478674284, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1453, "eigenvector": 111.3796, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RYcvcWvcL0I", "id": "business", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa China Memblokir Kesepakatan Meta Senilai $2 Miliar?\n\nEd Ludlow, salah satu pembawa acara BTech, membahas langkah Microsoft untuk melepaskan hak eksklusifnya untuk menjual model AI OpenAI. Ia juga menjelaskan mengapa China memblokir akuisisi Meta senilai $2 miliar atas perusahaan AI Manus.\n\nChina telah memutuskan untuk memblokir akuisisi Meta Platforms Inc. senilai $2 miliar atas perusahaan rintisan AI berbasis agen Manus, sebuah langkah mengejutkan untuk membatalkan kesepakatan kontroversial yang telah menuai kritik karena kebocoran teknologi ke AS.\nKomisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memerintahkan pembatalan kesepakatan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Senin. Perencana negara yang berpengaruh itu mengatakan dalam pemberitahuan satu baris bahwa mereka telah memutuskan untuk melarang investasi asing di perusahaan rintisan tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.\nKeputusan ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di sektor AI China yang sedang berkembang, dan muncul beberapa minggu sebelum pertemuan puncak tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Beijing telah memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan kunci di industri tersebut setelah kesepakatan itu, yang sebagian besar telah selesai. Penjualan tersebut awalnya dipuji sebagai contoh bagi perusahaan rintisan dengan aspirasi global, tetapi para kritikus domestik sejak itu menyesalkan hilangnya teknologi berharga ke saingan geopolitik.\nPara pendiri Manus memulai karir mereka di Tiongkok tetapi memindahkan kantor pusat dan staf kunci mereka ke Singapura pada tahun 2025. Tidak jelas ketika kesepakatan itu diumumkan pada bulan Desember apakah Beijing akan menggunakan wewenangnya pada transaksi yang secara teknis terjadi di luar perbatasannya.\n“Blok Manus adalah momen yang memperjelas,” kata Ke Yan, seorang analis teknologi dari DZT Research yang berbasis di Singapura. “Manus didirikan di Singapura dengan para pendiri yang berbasis di sini, dan tetap ditarik kembali. Sinyal Beijing adalah bahwa yang penting bukanlah di mana entitas hukum itu berada.”\n\nKeputusan terkait Manus dapat menjadi pukulan telak bagi Meta dalam upayanya bersaing di bidang AI melawan para pesaingnya, mulai dari Microsoft Corp. dan Google milik Alphabet Inc. hingga OpenAI dan Anthropic PBC. Manus seharusnya membantu Meta melesat ke posisi terdepan di bidang agen AI yang sedang berkembang pesat, atau layanan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "RYcvcWvcL0I"}}, {"key": "bloomberg_espanol", "attributes": {"label": "bloomberg_espanol", "x": 310.6077398371636, "y": 636.9495163884037, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1453, "eigenvector": 111.3796, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RYcvcWvcL0I", "id": "bloomberg_espanol", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa China Memblokir Kesepakatan Meta Senilai $2 Miliar?\n\nEd Ludlow, salah satu pembawa acara BTech, membahas langkah Microsoft untuk melepaskan hak eksklusifnya untuk menjual model AI OpenAI. Ia juga menjelaskan mengapa China memblokir akuisisi Meta senilai $2 miliar atas perusahaan AI Manus.\n\nChina telah memutuskan untuk memblokir akuisisi Meta Platforms Inc. senilai $2 miliar atas perusahaan rintisan AI berbasis agen Manus, sebuah langkah mengejutkan untuk membatalkan kesepakatan kontroversial yang telah menuai kritik karena kebocoran teknologi ke AS.\nKomisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memerintahkan pembatalan kesepakatan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Senin. Perencana negara yang berpengaruh itu mengatakan dalam pemberitahuan satu baris bahwa mereka telah memutuskan untuk melarang investasi asing di perusahaan rintisan tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.\nKeputusan ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di sektor AI China yang sedang berkembang, dan muncul beberapa minggu sebelum pertemuan puncak tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Beijing telah memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan kunci di industri tersebut setelah kesepakatan itu, yang sebagian besar telah selesai. Penjualan tersebut awalnya dipuji sebagai contoh bagi perusahaan rintisan dengan aspirasi global, tetapi para kritikus domestik sejak itu menyesalkan hilangnya teknologi berharga ke saingan geopolitik.\nPara pendiri Manus memulai karir mereka di Tiongkok tetapi memindahkan kantor pusat dan staf kunci mereka ke Singapura pada tahun 2025. Tidak jelas ketika kesepakatan itu diumumkan pada bulan Desember apakah Beijing akan menggunakan wewenangnya pada transaksi yang secara teknis terjadi di luar perbatasannya.\n“Blok Manus adalah momen yang memperjelas,” kata Ke Yan, seorang analis teknologi dari DZT Research yang berbasis di Singapura. “Manus didirikan di Singapura dengan para pendiri yang berbasis di sini, dan tetap ditarik kembali. Sinyal Beijing adalah bahwa yang penting bukanlah di mana entitas hukum itu berada.”\n\nKeputusan terkait Manus dapat menjadi pukulan telak bagi Meta dalam upayanya bersaing di bidang AI melawan para pesaingnya, mulai dari Microsoft Corp. dan Google milik Alphabet Inc. hingga OpenAI dan Anthropic PBC. Manus seharusnya membantu Meta melesat ke posisi terdepan di bidang agen AI yang sedang berkembang pesat, atau layanan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "RYcvcWvcL0I"}}, {"key": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "bloombergpodcasts", "x": 828.6668250253813, "y": 878.5307688436017, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1453, "eigenvector": 111.3796, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RYcvcWvcL0I", "id": "bloombergpodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa China Memblokir Kesepakatan Meta Senilai $2 Miliar?\n\nEd Ludlow, salah satu pembawa acara BTech, membahas langkah Microsoft untuk melepaskan hak eksklusifnya untuk menjual model AI OpenAI. Ia juga menjelaskan mengapa China memblokir akuisisi Meta senilai $2 miliar atas perusahaan AI Manus.\n\nChina telah memutuskan untuk memblokir akuisisi Meta Platforms Inc. senilai $2 miliar atas perusahaan rintisan AI berbasis agen Manus, sebuah langkah mengejutkan untuk membatalkan kesepakatan kontroversial yang telah menuai kritik karena kebocoran teknologi ke AS.\nKomisi Pembangunan dan Reformasi Nasional memerintahkan pembatalan kesepakatan tersebut dalam sebuah pernyataan singkat pada hari Senin. Perencana negara yang berpengaruh itu mengatakan dalam pemberitahuan satu baris bahwa mereka telah memutuskan untuk melarang investasi asing di perusahaan rintisan tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.\nKeputusan ini kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran di sektor AI China yang sedang berkembang, dan muncul beberapa minggu sebelum pertemuan puncak tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Beijing telah memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan kunci di industri tersebut setelah kesepakatan itu, yang sebagian besar telah selesai. Penjualan tersebut awalnya dipuji sebagai contoh bagi perusahaan rintisan dengan aspirasi global, tetapi para kritikus domestik sejak itu menyesalkan hilangnya teknologi berharga ke saingan geopolitik.\nPara pendiri Manus memulai karir mereka di Tiongkok tetapi memindahkan kantor pusat dan staf kunci mereka ke Singapura pada tahun 2025. Tidak jelas ketika kesepakatan itu diumumkan pada bulan Desember apakah Beijing akan menggunakan wewenangnya pada transaksi yang secara teknis terjadi di luar perbatasannya.\n“Blok Manus adalah momen yang memperjelas,” kata Ke Yan, seorang analis teknologi dari DZT Research yang berbasis di Singapura. “Manus didirikan di Singapura dengan para pendiri yang berbasis di sini, dan tetap ditarik kembali. Sinyal Beijing adalah bahwa yang penting bukanlah di mana entitas hukum itu berada.”\n\nKeputusan terkait Manus dapat menjadi pukulan telak bagi Meta dalam upayanya bersaing di bidang AI melawan para pesaingnya, mulai dari Microsoft Corp. dan Google milik Alphabet Inc. hingga OpenAI dan Anthropic PBC. Manus seharusnya membantu Meta melesat ke posisi terdepan di bidang agen AI yang sedang berkembang pesat, atau layanan yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menjalankan tugas.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "RYcvcWvcL0I"}}, {"key": "@metalsandminers", "attributes": {"label": "@metalsandminers", "x": 309.60831730580185, "y": 311.5024603675256, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "IY-pk-yXyUk", "id": "@metalsandminers", "source": "youtube-000001", "content": "JOHN FENECK | Saham Pertambangan: kami telah menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir!\n\nDeskripsi:\nJohn Feneck, pendiri Feneck Consulting, kembali ke podcast Metals and Miners pada 24 April, untuk wawancara yang lugas dan tanpa basa-basi tentang dampak kacau perang Iran terhadap emas, perak, perusahaan pertambangan, dan mineral penting. Dengan sektor yang mengalami volatilitas ekstrem, John mengungkapkan mengapa timnya menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir, mengapa perusahaan junior kurang berisiko saat ini, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk kenaikan selanjutnya setelah perang berakhir. Dalam percakapan yang luas ini, John menguraikan: Mengapa emas dan perak bertahan lebih baik dari yang diperkirakan kebanyakan orang, risiko nyata dari aksi jual \"waterfall\" pasar, mengapa tungsten dan logam pertahanan melonjak lebih tinggi, dan merger & akuisisi besar-besaran yang akan datang pada tahun 2026-2027.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n02:38 – Perang Iran: Situasi Saat Ini & Dampak Investor\n05:49 – Apakah Harga Emas & Perak Bertahan dengan Baik?\n\n07:35 – Prospek Pendapatan Emas, Perak & Produsen\n10:59 – Risiko Penghentian Mendadak, Krisis Likuiditas & Peringatan Margin\n14:15 – Probabilitas Penurunan Harga yang Drastis\n17:49 – Apa yang Akan Dilakukan Bank Sentral Global Selanjutnya\n19:52 – Harga Emas Terhenti – Katalis Berikutnya?\n23:40 – Apakah Penambang Emas & Perak Saat Ini Dinilai Terlalu Rendah?\n\n27:38 – Reaksi Pendapatan Newmont & Kekuatan Produsen\n29:32 – Akankah Musim Pendapatan Mengangkat Seluruh Sektor?\n\n30:46 – Kegilaan Merger & Akuisisi Akan Datang di 2026-2027\n33:29 – Risiko Makro Lainnya di Luar Perang\n34:52 – Peluang Tungsten, Mineral Kritis & Logam Pertahanan\n41:37 – Konferensi Pertambangan yang Berfokus pada Investor yang Akan Datang (DC & Florida)\n46:21 – Poin Penting #1 untuk Investor\n\nKutipan Singkat:\n“Sektor ini dikenal karena sering mengecewakan investor.”\n\n“Orang-orang bereaksi dengan uang mereka terlebih dahulu dan baru bertanya kemudian.”\n\n“Inilah saatnya Anda membutuhkan bantuan.”\n\n“Luangkan waktu di akhir pekan… tinjau berbagai hal selama dua jam dan buat daftar penjualan.”\n\n“Anda harus mampu beradaptasi.”\n\n“Berhati-hatilah dengan margin. Gunakan dengan hemat jika Anda memang menggunakannya.”\n\n“Kami telah menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir.”\n\n“GDX mengalami oversold… pembelian gila-gilaan.”\n\n“Pantau terus saluran berita favorit Anda untuk mengetahui penyelesaian perang ini. Setelah Anda mengetahuinya, Anda harus sudah menyiapkan daftar beli Anda.”\n\n“Perusahaan-perusahaan kecil… kurang rentan terhadap apa yang Anda jelaskan.”\n\nPoin Penting:\nPenurunan harga saat ini didorong oleh perang, bukan fundamental — emas & perak sebenarnya bertahan dengan sangat baik.\n\nProdusen menghasilkan arus kas bebas yang rekor; musim pendapatan akan menjadi katalis utama.\nPerusahaan-perusahaan kecil menawarkan rasio risiko/imbalan yang lebih baik di masa-masa yang bergejolak daripada ETF perusahaan besar.\nLogam pertahanan (terutama tungsten) dan mineral penting mengalami kekurangan pasokan yang eksplosif.\nAktivitas M&A di perusahaan-perusahaan kecil akan meningkat secara dramatis pada tahun 2026-2027.\nSiapkan daftar beli Anda begitu retorika perang berubah menjadi positif.\nRotasi sektor ke perusahaan pertambangan akan terjadi setelah pasar secara luas kehabisan tenaga.\nKesabaran dan persiapan selalu mengalahkan penjualan panik di sektor ini.\n\nHubungi John Feneck:\nSitus web: https://www.feneckconsulting.com/\nEmail: johnf\nX: https://www.x.com/\n\nKonferensi TopShelf Mining Mendatang:\nKunjungi Situs Web: https://topshelf-partners.com/sign-up...\n17–19 Mei 2026 – Washington, D.C.\n20–22 Mei 2026 – Fort Lauderdale, FL (Four Seasons)\n**Para pengikut Metals & Miners dapat menghadiri acara secara virtual gratis, dan berbicara langsung dengan CEO perusahaan pada tanggal 21 Mei pukul 9 pagi hingga 5 sore Waktu Bagian Timur... Silakan kirim email kepada John untuk detail lebih lanjut.\n\n**Kedua acara tersebut hanya untuk undangan. Jika berminat, silakan kirim email ke John di john.feneck paling lambat tanggal 1 Mei. Buka \"acara\" lalu \"Washington DC atau Florida\", lalu \"perusahaan\" untuk melihat siapa yang telah diundang di situs web acara: https://topshelf-partners.com/\n**Lihat webinar pertambangan publik kedua John dalam 2 tahun terakhir pada 15 Juni 2026, di sini (tayangan ulang juga dapat dilihat): Strategi Setelah Peristiwa Koreksi, 15 Juni 2026 - https://www.feneckconsulting.com/even...\n\nNama Saham Pertambangan yang Dibahas:\nSilverco Mining (SICOF, SICO), Denarius Metals (DNRSF, DMET), Aftermath Silver (AAGFF, AAG), Van Eck Gold Miners (GDX), Newmont Mining (NEM), Stillwater Critical (PGEZF, PGE), Guardian Metal Resources (GMTLF adalah OTC, GMTL (NYSE), Western Star Resources (WSRIF, WSR), Spartan Metals (SPRMF, W) dan American Tungsten (TUNGF, TUNG)\n\nTerhubung dengan Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com/\nX: https://www.x.com/", "post_id": "IY-pk-yXyUk"}}, {"key": "FeneckConsult", "attributes": {"label": "FeneckConsult", "x": 881.8742320595052, "y": 77.60963973461521, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IY-pk-yXyUk", "id": "FeneckConsult", "source": "youtube-000001", "content": "JOHN FENECK | Saham Pertambangan: kami telah menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir!\n\nDeskripsi:\nJohn Feneck, pendiri Feneck Consulting, kembali ke podcast Metals and Miners pada 24 April, untuk wawancara yang lugas dan tanpa basa-basi tentang dampak kacau perang Iran terhadap emas, perak, perusahaan pertambangan, dan mineral penting. Dengan sektor yang mengalami volatilitas ekstrem, John mengungkapkan mengapa timnya menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir, mengapa perusahaan junior kurang berisiko saat ini, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk kenaikan selanjutnya setelah perang berakhir. Dalam percakapan yang luas ini, John menguraikan: Mengapa emas dan perak bertahan lebih baik dari yang diperkirakan kebanyakan orang, risiko nyata dari aksi jual \"waterfall\" pasar, mengapa tungsten dan logam pertahanan melonjak lebih tinggi, dan merger & akuisisi besar-besaran yang akan datang pada tahun 2026-2027.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n02:38 – Perang Iran: Situasi Saat Ini & Dampak Investor\n05:49 – Apakah Harga Emas & Perak Bertahan dengan Baik?\n\n07:35 – Prospek Pendapatan Emas, Perak & Produsen\n10:59 – Risiko Penghentian Mendadak, Krisis Likuiditas & Peringatan Margin\n14:15 – Probabilitas Penurunan Harga yang Drastis\n17:49 – Apa yang Akan Dilakukan Bank Sentral Global Selanjutnya\n19:52 – Harga Emas Terhenti – Katalis Berikutnya?\n23:40 – Apakah Penambang Emas & Perak Saat Ini Dinilai Terlalu Rendah?\n\n27:38 – Reaksi Pendapatan Newmont & Kekuatan Produsen\n29:32 – Akankah Musim Pendapatan Mengangkat Seluruh Sektor?\n\n30:46 – Kegilaan Merger & Akuisisi Akan Datang di 2026-2027\n33:29 – Risiko Makro Lainnya di Luar Perang\n34:52 – Peluang Tungsten, Mineral Kritis & Logam Pertahanan\n41:37 – Konferensi Pertambangan yang Berfokus pada Investor yang Akan Datang (DC & Florida)\n46:21 – Poin Penting #1 untuk Investor\n\nKutipan Singkat:\n“Sektor ini dikenal karena sering mengecewakan investor.”\n\n“Orang-orang bereaksi dengan uang mereka terlebih dahulu dan baru bertanya kemudian.”\n\n“Inilah saatnya Anda membutuhkan bantuan.”\n\n“Luangkan waktu di akhir pekan… tinjau berbagai hal selama dua jam dan buat daftar penjualan.”\n\n“Anda harus mampu beradaptasi.”\n\n“Berhati-hatilah dengan margin. Gunakan dengan hemat jika Anda memang menggunakannya.”\n\n“Kami telah menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir.”\n\n“GDX mengalami oversold… pembelian gila-gilaan.”\n\n“Pantau terus saluran berita favorit Anda untuk mengetahui penyelesaian perang ini. Setelah Anda mengetahuinya, Anda harus sudah menyiapkan daftar beli Anda.”\n\n“Perusahaan-perusahaan kecil… kurang rentan terhadap apa yang Anda jelaskan.”\n\nPoin Penting:\nPenurunan harga saat ini didorong oleh perang, bukan fundamental — emas & perak sebenarnya bertahan dengan sangat baik.\n\nProdusen menghasilkan arus kas bebas yang rekor; musim pendapatan akan menjadi katalis utama.\nPerusahaan-perusahaan kecil menawarkan rasio risiko/imbalan yang lebih baik di masa-masa yang bergejolak daripada ETF perusahaan besar.\nLogam pertahanan (terutama tungsten) dan mineral penting mengalami kekurangan pasokan yang eksplosif.\nAktivitas M&A di perusahaan-perusahaan kecil akan meningkat secara dramatis pada tahun 2026-2027.\nSiapkan daftar beli Anda begitu retorika perang berubah menjadi positif.\nRotasi sektor ke perusahaan pertambangan akan terjadi setelah pasar secara luas kehabisan tenaga.\nKesabaran dan persiapan selalu mengalahkan penjualan panik di sektor ini.\n\nHubungi John Feneck:\nSitus web: https://www.feneckconsulting.com/\nEmail: johnf\nX: https://www.x.com/\n\nKonferensi TopShelf Mining Mendatang:\nKunjungi Situs Web: https://topshelf-partners.com/sign-up...\n17–19 Mei 2026 – Washington, D.C.\n20–22 Mei 2026 – Fort Lauderdale, FL (Four Seasons)\n**Para pengikut Metals & Miners dapat menghadiri acara secara virtual gratis, dan berbicara langsung dengan CEO perusahaan pada tanggal 21 Mei pukul 9 pagi hingga 5 sore Waktu Bagian Timur... Silakan kirim email kepada John untuk detail lebih lanjut.\n\n**Kedua acara tersebut hanya untuk undangan. Jika berminat, silakan kirim email ke John di john.feneck paling lambat tanggal 1 Mei. Buka \"acara\" lalu \"Washington DC atau Florida\", lalu \"perusahaan\" untuk melihat siapa yang telah diundang di situs web acara: https://topshelf-partners.com/\n**Lihat webinar pertambangan publik kedua John dalam 2 tahun terakhir pada 15 Juni 2026, di sini (tayangan ulang juga dapat dilihat): Strategi Setelah Peristiwa Koreksi, 15 Juni 2026 - https://www.feneckconsulting.com/even...\n\nNama Saham Pertambangan yang Dibahas:\nSilverco Mining (SICOF, SICO), Denarius Metals (DNRSF, DMET), Aftermath Silver (AAGFF, AAG), Van Eck Gold Miners (GDX), Newmont Mining (NEM), Stillwater Critical (PGEZF, PGE), Guardian Metal Resources (GMTLF adalah OTC, GMTL (NYSE), Western Star Resources (WSRIF, WSR), Spartan Metals (SPRMF, W) dan American Tungsten (TUNGF, TUNG)\n\nTerhubung dengan Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com/\nX: https://www.x.com/", "post_id": "IY-pk-yXyUk"}}, {"key": "Gary...", "attributes": {"label": "Gary...", "x": 992.5544220881652, "y": 612.548223297821, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1522, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IY-pk-yXyUk", "id": "Gary...", "source": "youtube-000001", "content": "JOHN FENECK | Saham Pertambangan: kami telah menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir!\n\nDeskripsi:\nJohn Feneck, pendiri Feneck Consulting, kembali ke podcast Metals and Miners pada 24 April, untuk wawancara yang lugas dan tanpa basa-basi tentang dampak kacau perang Iran terhadap emas, perak, perusahaan pertambangan, dan mineral penting. Dengan sektor yang mengalami volatilitas ekstrem, John mengungkapkan mengapa timnya menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir, mengapa perusahaan junior kurang berisiko saat ini, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk kenaikan selanjutnya setelah perang berakhir. Dalam percakapan yang luas ini, John menguraikan: Mengapa emas dan perak bertahan lebih baik dari yang diperkirakan kebanyakan orang, risiko nyata dari aksi jual \"waterfall\" pasar, mengapa tungsten dan logam pertahanan melonjak lebih tinggi, dan merger & akuisisi besar-besaran yang akan datang pada tahun 2026-2027.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n02:38 – Perang Iran: Situasi Saat Ini & Dampak Investor\n05:49 – Apakah Harga Emas & Perak Bertahan dengan Baik?\n\n07:35 – Prospek Pendapatan Emas, Perak & Produsen\n10:59 – Risiko Penghentian Mendadak, Krisis Likuiditas & Peringatan Margin\n14:15 – Probabilitas Penurunan Harga yang Drastis\n17:49 – Apa yang Akan Dilakukan Bank Sentral Global Selanjutnya\n19:52 – Harga Emas Terhenti – Katalis Berikutnya?\n23:40 – Apakah Penambang Emas & Perak Saat Ini Dinilai Terlalu Rendah?\n\n27:38 – Reaksi Pendapatan Newmont & Kekuatan Produsen\n29:32 – Akankah Musim Pendapatan Mengangkat Seluruh Sektor?\n\n30:46 – Kegilaan Merger & Akuisisi Akan Datang di 2026-2027\n33:29 – Risiko Makro Lainnya di Luar Perang\n34:52 – Peluang Tungsten, Mineral Kritis & Logam Pertahanan\n41:37 – Konferensi Pertambangan yang Berfokus pada Investor yang Akan Datang (DC & Florida)\n46:21 – Poin Penting #1 untuk Investor\n\nKutipan Singkat:\n“Sektor ini dikenal karena sering mengecewakan investor.”\n\n“Orang-orang bereaksi dengan uang mereka terlebih dahulu dan baru bertanya kemudian.”\n\n“Inilah saatnya Anda membutuhkan bantuan.”\n\n“Luangkan waktu di akhir pekan… tinjau berbagai hal selama dua jam dan buat daftar penjualan.”\n\n“Anda harus mampu beradaptasi.”\n\n“Berhati-hatilah dengan margin. Gunakan dengan hemat jika Anda memang menggunakannya.”\n\n“Kami telah menjadi pembeli bersih dalam beberapa minggu terakhir.”\n\n“GDX mengalami oversold… pembelian gila-gilaan.”\n\n“Pantau terus saluran berita favorit Anda untuk mengetahui penyelesaian perang ini. Setelah Anda mengetahuinya, Anda harus sudah menyiapkan daftar beli Anda.”\n\n“Perusahaan-perusahaan kecil… kurang rentan terhadap apa yang Anda jelaskan.”\n\nPoin Penting:\nPenurunan harga saat ini didorong oleh perang, bukan fundamental — emas & perak sebenarnya bertahan dengan sangat baik.\n\nProdusen menghasilkan arus kas bebas yang rekor; musim pendapatan akan menjadi katalis utama.\nPerusahaan-perusahaan kecil menawarkan rasio risiko/imbalan yang lebih baik di masa-masa yang bergejolak daripada ETF perusahaan besar.\nLogam pertahanan (terutama tungsten) dan mineral penting mengalami kekurangan pasokan yang eksplosif.\nAktivitas M&A di perusahaan-perusahaan kecil akan meningkat secara dramatis pada tahun 2026-2027.\nSiapkan daftar beli Anda begitu retorika perang berubah menjadi positif.\nRotasi sektor ke perusahaan pertambangan akan terjadi setelah pasar secara luas kehabisan tenaga.\nKesabaran dan persiapan selalu mengalahkan penjualan panik di sektor ini.\n\nHubungi John Feneck:\nSitus web: https://www.feneckconsulting.com/\nEmail: johnf\nX: https://www.x.com/\n\nKonferensi TopShelf Mining Mendatang:\nKunjungi Situs Web: https://topshelf-partners.com/sign-up...\n17–19 Mei 2026 – Washington, D.C.\n20–22 Mei 2026 – Fort Lauderdale, FL (Four Seasons)\n**Para pengikut Metals & Miners dapat menghadiri acara secara virtual gratis, dan berbicara langsung dengan CEO perusahaan pada tanggal 21 Mei pukul 9 pagi hingga 5 sore Waktu Bagian Timur... Silakan kirim email kepada John untuk detail lebih lanjut.\n\n**Kedua acara tersebut hanya untuk undangan. Jika berminat, silakan kirim email ke John di john.feneck paling lambat tanggal 1 Mei. Buka \"acara\" lalu \"Washington DC atau Florida\", lalu \"perusahaan\" untuk melihat siapa yang telah diundang di situs web acara: https://topshelf-partners.com/\n**Lihat webinar pertambangan publik kedua John dalam 2 tahun terakhir pada 15 Juni 2026, di sini (tayangan ulang juga dapat dilihat): Strategi Setelah Peristiwa Koreksi, 15 Juni 2026 - https://www.feneckconsulting.com/even...\n\nNama Saham Pertambangan yang Dibahas:\nSilverco Mining (SICOF, SICO), Denarius Metals (DNRSF, DMET), Aftermath Silver (AAGFF, AAG), Van Eck Gold Miners (GDX), Newmont Mining (NEM), Stillwater Critical (PGEZF, PGE), Guardian Metal Resources (GMTLF adalah OTC, GMTL (NYSE), Western Star Resources (WSRIF, WSR), Spartan Metals (SPRMF, W) dan American Tungsten (TUNGF, TUNG)\n\nTerhubung dengan Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com/\nX: https://www.x.com/", "post_id": "IY-pk-yXyUk"}}], "edges": [{"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pt.dirgantara_1ndonesia", "source": "pt.dirgantara_1ndonesia", "target": ".zuhri7.ganteng45", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ratnasari6143", "source": "ratnasari6143", "target": "axingid.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ratnasari6143", "source": "ratnasari6143", "target": "ecommurz.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ratnasari6143", "source": "ratnasari6143", "target": "axingid.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "investora.idn", "source": "investora.idn", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "investora.idn", "source": "investora.idn", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jambiprima.com", "source": "jambiprima.com", "target": "Fanshurullah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jambiprima.com", "source": "jambiprima.com", "target": "harian_kppu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@BehindAsia", "source": "@BehindAsia", "target": "metalrobotreviews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtn", "source": "@cgtn", "target": "cgtn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TBPNLive", "source": "@TBPNLive", "target": "tbpnlive", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@EzMoneyShowUS", "source": "@EzMoneyShowUS", "target": "ezmoneyshowus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "source": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "target": "thatbackyardpropertypodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextGenInfra", "source": "@NextGenInfra", "target": "nextgeninfra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "source": "@InvestingTalkPodcast", "target": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergbusi...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "business", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloomberg_espanol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metalsandminers", "source": "@metalsandminers", "target": "FeneckConsult", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metalsandminers", "source": "@metalsandminers", "target": "Gary...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}