{"nodes": [{"key": "bhar13f", "attributes": {"label": "bhar13f", "x": 871.250669811045, "y": 490.24460303806615, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050500252948726240", "id": "bhar13f", "source": "tweet-000004", "content": "Prabowo meminta potongan aplikator ojol di bawah 10%, dengan ancaman 'kalau tidak mau, jangan usaha di Indonesia'. Kita semua setuju bahwa kesejahteraan driver ojol perlu diperjuangkan. Namun, aplikasi seperti Gojek dan Grab juga telah menciptakan jutaan lapangan kerja melalui", "post_id": "2050500252948726240"}}, {"key": "Makaryo0", "attributes": {"label": "Makaryo0", "x": 983.813464259544, "y": 13.508299495013198, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 92.7318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050500252948726240", "id": "Makaryo0", "source": "tweet-000004", "content": "Prabowo meminta potongan aplikator ojol di bawah 10%, dengan ancaman 'kalau tidak mau, jangan usaha di Indonesia'. Kita semua setuju bahwa kesejahteraan driver ojol perlu diperjuangkan. Namun, aplikasi seperti Gojek dan Grab juga telah menciptakan jutaan lapangan kerja melalui", "post_id": "2050500252948726240"}}, {"key": "info_samarinda_", "attributes": {"label": "info_samarinda_", "x": 908.7925526614106, "y": 240.2260690152327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890116391170499801_12117539850", "id": "info_samarinda_", "source": "instagram-000001", "content": "Driver Grab Samarinda Geruduk Kantor, Ini Tuntutannya! 🚨\n\nPuluhan driver Grab di Samarinda mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim 1, Senin (4/5). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi yang mereka alami di lapangan.\n\nPara driver menyampaikan sejumlah tuntutan ke pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara. Mereka menilai jumlah driver saat ini sudah terlalu banyak, sehingga orderan makin sepi alias “anyep”.\n\nTak hanya itu, driver juga menyoroti adanya program layanan berbayar (slot) yang disebut bisa membuat orderan lebih lancar. \n\nMenurut mereka, untuk mendapatkan order yang stabil, driver harus ikut program tersebut—yang justru dinilai memberatkan, terutama bagi mereka yang mengandalkan penghasilan harian.\n\n🎥", "post_id": "3890116391170499801_12117539850"}}, {"key": "samarinda_borneo_", "attributes": {"label": "samarinda_borneo_", "x": 304.41413779859096, "y": 658.9341309991407, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 92.7318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890116391170499801_12117539850", "id": "samarinda_borneo_", "source": "instagram-000001", "content": "Driver Grab Samarinda Geruduk Kantor, Ini Tuntutannya! 🚨\n\nPuluhan driver Grab di Samarinda mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim 1, Senin (4/5). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi yang mereka alami di lapangan.\n\nPara driver menyampaikan sejumlah tuntutan ke pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara. Mereka menilai jumlah driver saat ini sudah terlalu banyak, sehingga orderan makin sepi alias “anyep”.\n\nTak hanya itu, driver juga menyoroti adanya program layanan berbayar (slot) yang disebut bisa membuat orderan lebih lancar. \n\nMenurut mereka, untuk mendapatkan order yang stabil, driver harus ikut program tersebut—yang justru dinilai memberatkan, terutama bagi mereka yang mengandalkan penghasilan harian.\n\n🎥", "post_id": "3890116391170499801_12117539850"}}, {"key": "samarindacom", "attributes": {"label": "samarindacom", "x": 168.33141688627106, "y": 45.255223122803834, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890207622342444076_46900645253", "id": "samarindacom", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan driver Grab di Samarinda menggeruduk kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1 pada Senin (4/5). Aksi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.\n\nPara driver datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pihak Grab menghentikan sementara pendaftaran driver baru, karena jumlah driver dinilai sudah terlalu banyak sehingga orderan di lapangan menjadi sepi atau “anyep”.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar (Slot) yang disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar. Mereka menilai, untuk mendapatkan orderan yang stabil, driver harus terlebih dahulu mendaftar pada layanan berbayar tersebut. Kondisi ini dinilai memberatkan para driver yang menggantungkan penghasilan dari order harian.\n\nSumber :", "post_id": "3890207622342444076_46900645253"}}, {"key": "smr_today", "attributes": {"label": "smr_today", "x": 679.5503538175547, "y": 785.1471728181579, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 156.6417, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3890207622342444076_46900645253", "id": "smr_today", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan driver Grab di Samarinda menggeruduk kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1 pada Senin (4/5). Aksi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.\n\nPara driver datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pihak Grab menghentikan sementara pendaftaran driver baru, karena jumlah driver dinilai sudah terlalu banyak sehingga orderan di lapangan menjadi sepi atau “anyep”.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar (Slot) yang disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar. Mereka menilai, untuk mendapatkan orderan yang stabil, driver harus terlebih dahulu mendaftar pada layanan berbayar tersebut. Kondisi ini dinilai memberatkan para driver yang menggantungkan penghasilan dari order harian.\n\nSumber :", "post_id": "3890207622342444076_46900645253"}}, {"key": "beritaterkinismr", "attributes": {"label": "beritaterkinismr", "x": 29.610728921709462, "y": 976.9144496512249, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3890177381174289563_4143811255", "id": "beritaterkinismr", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan driver Grab di Samarinda menggeruduk kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1 pada Senin (4/5). Aksi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.\n\nPara driver datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pihak Grab menghentikan sementara pendaftaran driver baru, karena jumlah driver dinilai sudah terlalu banyak sehingga orderan di lapangan menjadi sepi atau “anyep”.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar (Slot) yang disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar. Mereka menilai, untuk mendapatkan orderan yang stabil, driver harus terlebih dahulu mendaftar pada layanan berbayar tersebut. Kondisi ini dinilai memberatkan para driver yang menggantungkan penghasilan dari order harian.\n\nSumber :", "post_id": "3890177381174289563_4143811255"}}, {"key": "samarinda.fyp", "attributes": {"label": "samarinda.fyp", "x": 25.603219538851583, "y": 737.3458009580995, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890065668528304242_33684661977", "id": "samarinda.fyp", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan driver Grab di Samarinda menggeruduk kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1 pada Senin (4/5). Aksi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.\n\nPara driver datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pihak Grab menghentikan sementara pendaftaran driver baru, karena jumlah driver dinilai sudah terlalu banyak sehingga orderan di lapangan menjadi sepi atau “anyep”.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar (Slot) yang disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar. Mereka menilai, untuk mendapatkan orderan yang stabil, driver harus terlebih dahulu mendaftar pada layanan berbayar tersebut. Kondisi ini dinilai memberatkan para driver yang menggantungkan penghasilan dari order harian.\n.\n.\n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian...", "post_id": "3890065668528304242_33684661977"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 242.43869640255434, "y": 843.0535562926299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 92.7318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890065668528304242_33684661977", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan driver Grab di Samarinda menggeruduk kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1 pada Senin (4/5). Aksi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.\n\nPara driver datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pihak Grab menghentikan sementara pendaftaran driver baru, karena jumlah driver dinilai sudah terlalu banyak sehingga orderan di lapangan menjadi sepi atau “anyep”.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar (Slot) yang disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar. Mereka menilai, untuk mendapatkan orderan yang stabil, driver harus terlebih dahulu mendaftar pada layanan berbayar tersebut. Kondisi ini dinilai memberatkan para driver yang menggantungkan penghasilan dari order harian.\n.\n.\n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian...", "post_id": "3890065668528304242_33684661977"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "attributes": {"label": "samarinda_responinfo", "x": 530.4007183005547, "y": 223.3251983888286, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890159856623067030_8539109722", "id": "samarinda_responinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi ini terjadi pada Senin (4/5), saat para mitra driver mendatangi kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1. Kedatangan mereka bukan sekadar berkumpul, tapi membawa suara keresahan yang sudah lama dirasakan di lapangan.\n\nDalam aksi tersebut, para driver menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang paling disorot adalah permintaan agar pihak perusahaan menghentikan sementara pendaftaran driver baru. Menurut mereka, jumlah mitra yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan order, sehingga banyak driver harus menghadapi kondisi “sepi penumpang” atau yang mereka sebut sebagai “anyep”.\n\nSituasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian. Tak sedikit driver yang mengaku penghasilannya menurun drastis karena harus bersaing dengan jumlah mitra yang semakin banyak.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar atau yang dikenal dengan sistem slot. Program ini disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar bagi driver yang mengikutinya. Namun di sisi lain, banyak driver merasa terbebani karena untuk mendapatkan peluang order yang lebih stabil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.\n\nBagi para driver, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa akses terhadap order menjadi tidak merata. Mereka berharap sistem yang ada bisa lebih adil tanpa harus membebani mitra dengan biaya tambahan.\nAksi tersebut berlangsung dengan harapan adanya dialog terbuka dan solusi konkret dari pihak perusahaan. Para driver ingin didengar, sekaligus menginginkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra di lapangan.\n\nDi balik atribut dan kendaraan yang mereka gunakan, ada tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari. Maka dari itu, mereka berharap perubahan nyata bisa segera diwujudkan—agar roda kehidupan tetap berjalan.\n\n🎥:", "post_id": "3890159856623067030_8539109722"}}, {"key": "timothyshortform", "attributes": {"label": "timothyshortform", "x": 992.2670858467196, "y": 922.5323181324669, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "timothyshortform", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}, {"key": "Blocknews", "attributes": {"label": "Blocknews", "x": 415.89131211459295, "y": 270.281716910007, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.7318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "Blocknews", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}, {"key": "PemkoMedan", "attributes": {"label": "PemkoMedan", "x": 447.86786913836085, "y": 134.26112801069613, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "342550162479718_1367897498695982", "id": "PemkoMedan", "source": "facebook-000001", "content": "Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa ekspansi Grab Indonesia di Medan harus lebih dari sekadar memperluas layanan. Ia meminta agar langkah tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan mitra pengemudi.\n\nHal ini disampaikan dalam audiensi di Balai Kota Medan, Selasa (28/4/2026). Rico menilai Grab kini telah menjadi bagian penting dari kehidupan warga, mulai dari transportasi hingga aktivitas ekonomi digital, sehingga arah ekspansinya harus selaras dengan kebijakan pemerintah kota.\n\nIa juga mendorong kolaborasi konkret, termasuk penyelenggaraan event bersama yang melibatkan driver ojek online dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "342550162479718_1367897498695982"}}, {"key": "pemko.medan", "attributes": {"label": "pemko.medan", "x": 795.8878468237223, "y": 811.2697657342186, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 71.4286, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "342550162479718_1367897498695982", "id": "pemko.medan", "source": "facebook-000001", "content": "Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa ekspansi Grab Indonesia di Medan harus lebih dari sekadar memperluas layanan. Ia meminta agar langkah tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan mitra pengemudi.\n\nHal ini disampaikan dalam audiensi di Balai Kota Medan, Selasa (28/4/2026). Rico menilai Grab kini telah menjadi bagian penting dari kehidupan warga, mulai dari transportasi hingga aktivitas ekonomi digital, sehingga arah ekspansinya harus selaras dengan kebijakan pemerintah kota.\n\nIa juga mendorong kolaborasi konkret, termasuk penyelenggaraan event bersama yang melibatkan driver ojek online dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "342550162479718_1367897498695982"}}], "edges": [{"key": "bhar13f", "source": "bhar13f", "target": "Makaryo0", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "samarinda_borneo_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarindacom", "source": "samarindacom", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritaterkinismr", "source": "beritaterkinismr", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.fyp", "source": "samarinda.fyp", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "source": "samarinda_responinfo", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "timothyshortform", "source": "timothyshortform", "target": "Blocknews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "beritaterkinismr", "source": "beritaterkinismr", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}]}