{"nodes": [{"key": "@adespektrum", "attributes": {"label": "@adespektrum", "x": 822.070231542381, "y": 456.1579951744423, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.2537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ua-DGcMf2Qs", "id": "@adespektrum", "source": "youtube-000001", "content": "AKHIR THAILAND!? Sudah di Titik Terendah… atau Masih Bisa Jatuh' Ada Apa Sebenarnya!?\n\nEkonomi Asia Tenggara sedang bergerak cepat. Vietnam melesat, Indonesia stabil, dan Filipina terus tumbuh. Tapi bagaimana dengan Thailand?\n\nData terbaru menunjukkan pertumbuhan Thailand melambat, utang rumah tangga tinggi, dan inflasi negatif mulai menghantui. Banyak yang mulai menyebut ekonomi Thailand sedang kehilangan arah.\n\nTapi di balik semua itu, ada cerita lain yang jarang dibahas.\n\nInvestasi asing justru melonjak. Perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Google, dan Microsoft mulai membangun infrastruktur digital besar-besaran di Thailand. Industri kendaraan listrik juga berkembang pesat dengan masuknya pemain seperti BYD.\n\nJadi sebenarnya apa yang sedang terjadi?\n\nApakah Thailand benar-benar sedang melemah… atau justru sedang bertransformasi diam-diam menjadi kekuatan ekonomi baru?\n\nDi video ini, kita bahas fakta di balik headline, arah investasi global, dan masa depan ekonomi Thailand yang sebenarnya.\n\nTonton sampai habis, karena jawabannya mungkin tidak seperti yang kamu kira.\n\n#Thailand #EkonomiThailand #EkonomiAsia #AsiaTenggara #Geopolitik #InvestasiAsing #EkonomiGlobal #BisnisDunia #Ekonomi2026 #ThailandUpdate #ASEAN #EkonomiDigital #IndustriEV #InvestasiGlobal #BeritaEkonomi \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /", "post_id": "Ua-DGcMf2Qs"}}, {"key": "adespektrum", "attributes": {"label": "adespektrum", "x": 128.2111510317856, "y": 665.5421510479417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 276.1195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ua-DGcMf2Qs", "id": "adespektrum", "source": "youtube-000001", "content": "AKHIR THAILAND!? Sudah di Titik Terendah… atau Masih Bisa Jatuh' Ada Apa Sebenarnya!?\n\nEkonomi Asia Tenggara sedang bergerak cepat. Vietnam melesat, Indonesia stabil, dan Filipina terus tumbuh. Tapi bagaimana dengan Thailand?\n\nData terbaru menunjukkan pertumbuhan Thailand melambat, utang rumah tangga tinggi, dan inflasi negatif mulai menghantui. Banyak yang mulai menyebut ekonomi Thailand sedang kehilangan arah.\n\nTapi di balik semua itu, ada cerita lain yang jarang dibahas.\n\nInvestasi asing justru melonjak. Perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Google, dan Microsoft mulai membangun infrastruktur digital besar-besaran di Thailand. Industri kendaraan listrik juga berkembang pesat dengan masuknya pemain seperti BYD.\n\nJadi sebenarnya apa yang sedang terjadi?\n\nApakah Thailand benar-benar sedang melemah… atau justru sedang bertransformasi diam-diam menjadi kekuatan ekonomi baru?\n\nDi video ini, kita bahas fakta di balik headline, arah investasi global, dan masa depan ekonomi Thailand yang sebenarnya.\n\nTonton sampai habis, karena jawabannya mungkin tidak seperti yang kamu kira.\n\n#Thailand #EkonomiThailand #EkonomiAsia #AsiaTenggara #Geopolitik #InvestasiAsing #EkonomiGlobal #BisnisDunia #Ekonomi2026 #ThailandUpdate #ASEAN #EkonomiDigital #IndustriEV #InvestasiGlobal #BeritaEkonomi \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /", "post_id": "Ua-DGcMf2Qs"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "attributes": {"label": "@ThinkingGlobalChannel", "x": 9.76505798582128, "y": 289.94252970073796, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.2537, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "thinkingglobal", "x": 881.2059833164875, "y": 389.73843568118184, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 212.6866, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobal", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "thinkingglobalchannel", "x": 691.1899382581465, "y": 813.230957436555, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 212.6866, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobalchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}], "edges": [{"key": "@adespektrum", "source": "@adespektrum", "target": "adespektrum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}