{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 600.2736769268379, "y": 516.1039621583991, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051965205526057138", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "scenestera", "attributes": {"label": "scenestera", "x": 801.4662770833066, "y": 224.05807676960066, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.1106, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "scenestera", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 816.1624675561906, "y": 810.9260141544493, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.1106, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 278.33722980575595, "y": 483.6267751749188, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 897.3800064578535, "y": 437.944277395005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "san_suka_mbak.k", "attributes": {"label": "san_suka_mbak.k", "x": 756.5888139446921, "y": 985.2048726863176, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631795190998584597", "id": "san_suka_mbak.k", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia, yaitu lembaga negara yang memiliki peran utama menjaga kestabilan ekonomi, khususnya nilai mata uang rupiah. Bank Indonesia berdiri sebagai lembaga yang independen (tidak dipengaruhi pemerintah dalam mengambil keputusan tertentu) agar kebijakan yang diambil benar-benar fokus pada kepentingan ekonomi negara. Secara umum, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang negara lain (nilai tukar). Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menjalankan beberapa fungsi penting. Pertama, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Artinya, BI mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dan menentukan suku bunga acuan. Dengan kebijakan ini, BI bisa mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga ekonomi tetap stabil. Kedua, Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Contohnya seperti uang tunai, transfer bank, kartu debit, hingga pembayaran digital seperti QRIS. Semua sistem tersebut diawasi agar aman, cepat, dan efisien digunakan oleh masyarakat. Ketiga, Bank Indonesia juga menjaga stabilitas sistem keuangan. BI bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan perbankan tetap sehat dan tidak mengalami krisis yang bisa merugikan masyarakat. Selain itu, Bank Indonesia memiliki kewenangan khusus seperti mencetak dan mengedarkan uang rupiah, serta menarik uang yang sudah tidak layak pakai dari peredaran. Kesimpulannya, Bank Indonesia adalah lembaga penting yang berperan sebagai “pengatur utama keuangan negara”, bukan tempat untuk menabung seperti bank umum. Keberadaan Bank Indonesia sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. #BINGO2026   Indonesia", "post_id": "7631795190998584597"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 124.13641988584612, "y": 708.3652638059584, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631795190998584597", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia, yaitu lembaga negara yang memiliki peran utama menjaga kestabilan ekonomi, khususnya nilai mata uang rupiah. Bank Indonesia berdiri sebagai lembaga yang independen (tidak dipengaruhi pemerintah dalam mengambil keputusan tertentu) agar kebijakan yang diambil benar-benar fokus pada kepentingan ekonomi negara. Secara umum, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang negara lain (nilai tukar). Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menjalankan beberapa fungsi penting. Pertama, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Artinya, BI mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dan menentukan suku bunga acuan. Dengan kebijakan ini, BI bisa mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga ekonomi tetap stabil. Kedua, Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Contohnya seperti uang tunai, transfer bank, kartu debit, hingga pembayaran digital seperti QRIS. Semua sistem tersebut diawasi agar aman, cepat, dan efisien digunakan oleh masyarakat. Ketiga, Bank Indonesia juga menjaga stabilitas sistem keuangan. BI bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan perbankan tetap sehat dan tidak mengalami krisis yang bisa merugikan masyarakat. Selain itu, Bank Indonesia memiliki kewenangan khusus seperti mencetak dan mengedarkan uang rupiah, serta menarik uang yang sudah tidak layak pakai dari peredaran. Kesimpulannya, Bank Indonesia adalah lembaga penting yang berperan sebagai “pengatur utama keuangan negara”, bukan tempat untuk menabung seperti bank umum. Keberadaan Bank Indonesia sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. #BINGO2026   Indonesia", "post_id": "7631795190998584597"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 306.40915311671637, "y": 366.6179128070185, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 953.8962689555117, "y": 42.68869178891699, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 624.1635767275201, "y": 239.6424910525292, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 658.7991451474454, "y": 3.7852739825902093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "haristjj1dv", "attributes": {"label": "haristjj1dv", "x": 535.0758615959793, "y": 986.1125106799111, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7622817368078617877", "id": "haristjj1dv", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Kompas.com", "attributes": {"label": "Kompas.com", "x": 551.8053449551147, "y": 417.1489826858824, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3167, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Kompas.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tribunnews", "attributes": {"label": "Tribunnews", "x": 957.6074606927897, "y": 261.0353835603132, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3167, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tribunnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tempo.co", "attributes": {"label": "Tempo.co", "x": 459.70175720930416, "y": 389.004314038631, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3167, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tempo.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Podcast", "attributes": {"label": "Podcast", "x": 935.135373384942, "y": 408.28628311764123, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3167, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Podcast", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "liputan6.com", "attributes": {"label": "liputan6.com", "x": 37.787596303243355, "y": 459.31666199445164, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3167, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "liputan6.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Prabowo", "attributes": {"label": "Prabowo", "x": 512.7157579692621, "y": 234.451002097382, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3167, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "attributes": {"label": "@fokus.indosiar", "x": 422.8035226298028, "y": 917.423003861155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "E8aG9Uwew50", "id": "@fokus.indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya Avtur Haji Tembus Rp1,77 Triliun, Ini Penjelasan Pemerintah | Fokus\n\nBiaya avtur penerbangan haji melonjak hingga 1,77 triliun rupiah, namun tidak dibebankan ke jemaah.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "E8aG9Uwew50"}}, {"key": "indosiar", "attributes": {"label": "indosiar", "x": 341.08724899938846, "y": 930.5979365376323, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "E8aG9Uwew50", "id": "indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya Avtur Haji Tembus Rp1,77 Triliun, Ini Penjelasan Pemerintah | Fokus\n\nBiaya avtur penerbangan haji melonjak hingga 1,77 triliun rupiah, namun tidak dibebankan ke jemaah.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "E8aG9Uwew50"}}, {"key": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "patroliindosiar", "x": 462.75141847075815, "y": 219.24686015293037, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "E8aG9Uwew50", "id": "patroliindosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya Avtur Haji Tembus Rp1,77 Triliun, Ini Penjelasan Pemerintah | Fokus\n\nBiaya avtur penerbangan haji melonjak hingga 1,77 triliun rupiah, namun tidak dibebankan ke jemaah.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "E8aG9Uwew50"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 165.13887407566864, "y": 701.8843600286394, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 706.9220269678253, "y": 73.58048378908933, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.947, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 262.84945276433467, "y": 84.51239156962143, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.947, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 633.817769175414, "y": 510.5451435240077, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.947, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 302.7040581557479, "y": 665.8800830893053, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.947, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 919.774073609671, "y": 405.89472498153043, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.947, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 65.4573532790661, "y": 105.65213713127652, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.947, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vj9wODsIjHc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "RI Hadapi Tekanan Fiskal, Ekonom Ingatkan Revisi Asumsi Dasar Makro | IDXC UPDATE\n\nPemerintah belum merevisi asumsi ekonomi makro meski harga minyak dunia naik ke sekitar USD100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang memberi tekanan pada fiskal Indonesia. CORE Indonesia menilai defisit APBN kuartal I-2026 yang sudah mencapai sekitar Rp240 triliun berpotensi bertambah lebih dari Rp100 triliun akibat lonjakan subsidi energi. Jika harga minyak tetap tinggi, defisit bisa menembus batas 3 persen PDB, sementara rupiah di kisaran Rp17.000 turut menambah tekanan inflasi dan moneter. CORE mendorong pemerintah melakukan efisiensi, relokasi anggaran, dan penguatan strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vj9wODsIjHc"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 544.7828469138872, "y": 978.3359181520628, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 91.08141460818464, "y": 353.12134254202397, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1106, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 401.3128206921719, "y": 468.78925438337814, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1106, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 593.0626434826939, "y": 694.2614496996314, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "19KRnETW1GU", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah Akan Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "19KRnETW1GU"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 116.4577955689342, "y": 102.50118743136571, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3167, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "19KRnETW1GU", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah Akan Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "19KRnETW1GU"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 746.0860781589658, "y": 785.0854906239209, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Fyx95dItt_o", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Laporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, KSSK Siapkan 7 Langkah Stabilisasi Rupiah\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Ketua OJK memberikan beberapa pernyataan usai menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I pada Selasa (5/5/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertemuan tadi juga membahas soal nilai rupiah yang melemah. Perry mengatakan bahwa BI bersama pemerintah telah menyiapkan 7 langkah stabilisasi nilai rupiah.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Sekretariat Presiden\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "Fyx95dItt_o"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 85.96020761953693, "y": 439.35956487260984, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Fyx95dItt_o", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Laporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, KSSK Siapkan 7 Langkah Stabilisasi Rupiah\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Ketua OJK memberikan beberapa pernyataan usai menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I pada Selasa (5/5/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertemuan tadi juga membahas soal nilai rupiah yang melemah. Perry mengatakan bahwa BI bersama pemerintah telah menyiapkan 7 langkah stabilisasi nilai rupiah.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Sekretariat Presiden\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "Fyx95dItt_o"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 420.05315279085244, "y": 929.6330209432389, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 267.84060866155966, "y": 367.52744560845764, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 302.63449354705574, "y": 738.2270350735471, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 147.63232540454817, "y": 18.89036084112139, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 687.3586253826843, "y": 892.5929644379248, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 31.557016582260957, "y": 746.7350696371744, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 366.99877574823057, "y": 523.2911215164027, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 314.64198119166144, "y": 626.8692614417132, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "attributes": {"label": "@TheIndonesiaPost", "x": 559.0841929898147, "y": 909.1941447339095, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "@TheIndonesiaPost", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "kemensosri", "attributes": {"label": "kemensosri", "x": 19.34214958752445, "y": 663.647249887941, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7961, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "kemensosri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "kemendagri", "attributes": {"label": "kemendagri", "x": 469.4232844969083, "y": 435.2088222848213, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7961, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "kemendagri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "bpjskesehatan_ri", "attributes": {"label": "bpjskesehatan_ri", "x": 730.8772339697825, "y": 697.8831033429932, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7961, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "bpjskesehatan_ri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}, {"key": "kemenkes_ri", "attributes": {"label": "kemenkes_ri", "x": 63.597385166826, "y": 169.40808517470074, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7961, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iiIkvJp8mYY", "id": "kemenkes_ri", "source": "youtube-000001", "content": "Komisi IX DPR RI: Menakar Sinergi Menkes, Mensos, dan BPJS dalam Benang Kusut Data PBI\n\nDi tengah bayang-bayang tantangan fiskal sektor kesehatan, Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama lima pilar penyelenggara jaminan sosial mengungkap adanya urgensi sinkronisasi data kependudukan dan kemiskinan yang selama ini disinyalir mengakibatkan distribusi subsidi jaminan kesehatan belum sepenuhnya tepat sasaran bagi masyarakat rentan. 📉\n\nSinkronisasi Data: Antara Akurasi dan Realita Lapangan\nIntegrasi data antara  yang mengelola DTKS dan  melalui data kependudukan menjadi sorotan utama anggota dewan karena masih ditemukannya warga kategori mampu yang masuk daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara warga miskin justru terdepak dari sistem perlindungan. 🗂️\n\nDalam forum tersebut, ditekankan bahwa pemutakhiran data secara real-time di tingkat daerah seringkali terbentur kendala anggaran di kabupaten/kota, yang menghambat verifikasi serta validasi lapangan secara akurat. 🏚️\n\nHal ini memicu kritik tajam dari Komisi IX yang menuntut audit data terpadu guna memastikan bahwa setiap rupiah premi yang dibayarkan negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, alih-alih hanya menjadi angka statistik dalam laporan administratif yang semu. 🛡️\n\nInfrastruktur KRIS dan Keberlanjutan Dana Jaminan Sosial\n bersama DJSN menghadapi tantangan besar terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang bertujuan menghapus kasta layanan kelas 1, 2, dan 3 demi asas keadilan sosial, namun terganjal oleh kesiapan infrastruktur fisik rumah sakit di berbagai wilayah terpencil. 🏥\n\nKesiapan fiskal dana jaminan sosial juga menjadi perdebatan hangat, di mana DJSN didesak untuk menjamin bahwa penyesuaian tarif ke depan tidak memberikan beban tambahan bagi peserta mandiri di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. 💰\n\nAnggota dewan memberikan peringatan keras bahwa tanpa simulasi transisi yang matang, migrasi menuju sistem KRIS justru berisiko menurunkan standar layanan medis dan memperpanjang antrean pasien di fasilitas kesehatan tingkat lanjut. ⏳\n\nTransformasi Kesehatan dan Ego Sektoral Birokrasi\nDi sisi lain,  memaparkan urgensi transformasi layanan rujukan yang memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah melalui koordinasi ketat  untuk memastikan persebaran tenaga medis spesialis yang merata. 🩺\n\nMasalah klasik seperti minimnya insentif bagi nakes di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi isu yang kerap memicu aksi \"lempar bola\" tanggung jawab antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pelayanan seringkali terfragmentasi oleh batasan birokrasi otonomi. 🤝 \n\nSinergi ini dianggap sangat krusial, karena tanpa dukungan regulasi yang sinkron antara kebijakan kesehatan pusat dan tata kelola pemerintahan daerah, visi besar pembangunan ketahanan kesehatan nasional akan sulit tercapai secara inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. 🇮🇩\n\nDampaknya, kegagalan dalam menyelaraskan data kemiskinan dan kesiapan infrastruktur rumah sakit dalam waktu dekat akan memperlebar kesenjangan akses pengobatan serta mengancam stabilitas keuangan BPJS Kesehatan secara jangka panjang. ⚠️\n\nMenurut Anda, apakah penghapusan sistem kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas standar (KRIS) sudah mencerminkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, atau justru akan menurunkan standar kenyamanan pasien? Sampaikan pendapat kritis Anda di kolom komentar! 👇\n\nSosial Media : MZF\n\n#theindonesiapost #DPRRI #KomisiIX #BPJSKesehatan #Menkes #KRISBPJS #JaminanKesehatan #BeritaPemerintah #KeadilanSosial #indonesiasehat  #datakemiskinanjawatimur", "post_id": "iiIkvJp8mYY"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "scenestera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "san_suka_mbak.k", "source": "san_suka_mbak.k", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Kompas.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tempo.co", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Podcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "liputan6.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemensosri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemendagri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "bpjskesehatan_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemenkes_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheIndonesiaPost", "source": "@TheIndonesiaPost", "target": "kemendagri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}