{"nodes": [{"key": "nidaaah__", "attributes": {"label": "nidaaah__", "x": 387.65972230869636, "y": 756.6247041209479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051736123261755806", "id": "nidaaah__", "source": "tweet-000004", "content": "Narasi “bank dipaksa biayai” itu menyesatkan. OJK sudah klarifikasi: keputusan kredit tetap independen dan berbasis manajemen risiko. Sistem perbankan kita nggak segampang itu diintervensi.\nhttps://t.co/h4waQJQHxU⁠�\n#LanjutkanMBG", "post_id": "2051736123261755806"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 522.9079160237023, "y": 986.2251448570804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 66.2926, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051736123261755806", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "Narasi “bank dipaksa biayai” itu menyesatkan. OJK sudah klarifikasi: keputusan kredit tetap independen dan berbasis manajemen risiko. Sistem perbankan kita nggak segampang itu diintervensi.\nhttps://t.co/h4waQJQHxU⁠�\n#LanjutkanMBG", "post_id": "2051736123261755806"}}, {"key": "apaadanya75", "attributes": {"label": "apaadanya75", "x": 938.9457359952399, "y": 18.484619236622923, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051498344573489436", "id": "apaadanya75", "source": "tweet-000004", "content": "Perlu dicatat, kebijakan ini tidak mengintervensi keputusan kredit bank. OJK memastikan semua tetap berbasis manajemen risiko. Jadi narasi seolah-olah bank dipaksa itu tidak sesuai fakta. Tetap kritis menyaring informasi. #LanjutkanMBG", "post_id": "2051498344573489436"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 242.36039181123536, "y": 768.9539932800253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 677.7988880813741, "y": 41.32189412404319, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "bankmandiri", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "redaksi_sumselmedia", "x": 382.7789234691238, "y": 211.58895807628076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.1782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 4, "degree": 5}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "redaksi_sumselmedia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "cimb_niaga", "x": 246.75219818570514, "y": 421.05803629468244, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.1782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimb_niaga", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "lani_darmawan", "x": 809.9003497165246, "y": 535.7833398111408, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.1782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "lani_darmawan", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "cimbniagasyariahplg", "x": 12.537338416867883, "y": 39.92617027930234, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.1782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimbniagasyariahplg", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 240.64722927626036, "y": 77.61296084676827, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.7005, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 117.92800041286533, "y": 751.1342032058053, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 163.684, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 817.2667190262837, "y": 678.8804995013514, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 74.41391815890074, "y": 591.6010444753382, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 110.03448153542084, "y": 697.8027912281993, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "cimb.niaga", "x": 853.8833463679588, "y": 302.8740823608811, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "cimb.niaga", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 631.4547460937393, "y": 353.98529345730765, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 447.42168996038436, "y": 959.3836020754934, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "@CompetentManPod", "attributes": {"label": "@CompetentManPod", "x": 265.8684294205204, "y": 915.5432138456675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "OC-H4qQYfeY", "id": "@CompetentManPod", "source": "youtube-000001", "content": "Willem Middelkoop: Hindari Kecelakaan - Naiki Sepeda Motor Super Emas\n\nDirekam pada: 30 April 2026\n\nWillem Middelkoop, penulis \"The Big Reset\" dan pendiri Commodity Discovery Fund, membahas dampak geopolitik dan ekonomi dari konflik-konflik baru-baru ini, khususnya perang di Ukraina dan ketegangan di sekitar Iran. Ia berpendapat bahwa AS telah kehilangan pengaruh geopolitik yang signifikan, sementara China telah memperolehnya, dan penutupan Selat Hormuz telah menekan harga minyak. Middelkoop memprediksi bahwa harga minyak dapat mencapai $150 per barel untuk mencapai kehancuran permintaan riil, yang menyebabkan resesi di seluruh dunia.\n\nBeberapa Tautan Kompeten:\nSitus web: https://competentinvestor.com\nSubstack: https://competentmanpod.substack.com/\nX: https://x.com/CompetentManPod\nRumble: https://rumble.com/c/c-7699939\n\nIa juga memperingatkan potensi krisis utang negara, mengutip kekhawatiran Jamie Dimon tentang penurunan tajam di pasar kredit. Middelkoop menyoroti dinamika yang berubah dalam industri pertambangan, dengan pemerintah sekarang menyadari pentingnya logam-logam kritis. Ia memperkirakan pasar komoditas akan mengalami kenaikan selama beberapa dekade karena kekurangan pasokan, penurunan nilai mata uang, dan ketegangan geopolitik. Terlepas dari aksi jual baru-baru ini, ia melihat emas dan perak sebagai aset aman dan memperkirakan harga yang lebih tinggi, terutama karena bank sentral terus membeli emas.\n\nIa juga membahas potensi terjadinya short squeeze perak dan dampak kenaikan harga energi terhadap margin pertambangan. Percakapan tersebut menyentuh implikasi yang lebih luas bagi ekonomi global, termasuk potensi arsitektur moneter internasional baru dan peran emas. Middelkoop menekankan pentingnya diversifikasi dan manajemen risiko, mencatat bahwa dananya telah mengadopsi sikap yang lebih defensif dengan posisi kas yang besar. Ia juga membahas potensi sumber energi nuklir dan terbarukan untuk mendapatkan perhatian karena krisis energi saat ini.\n\nCap waktu:\n00:00:00 - Pendahuluan\n00:00:28 - Skenario Perdamaian dalam Konflik\n00:02:58 - Harga dan Pasokan Minyak\n00:06:38 - Krisis Utang Negara\n00:09:16 - Risiko Koreksi Pasar\n00:11:14 - Industri Kotor & Pengakuan\n00:12:45 - Prospek Pasar Komoditas yang Sedang Naik\n00:15:38 - Penjelasan Penurunan Harga Emas\n00:18:27 - Peran Emas dalam Reset Moneter\n00:21:37 - Tren Penurunan Produksi Tambang\n00:23:47 - Potensi Lonjakan Harga Perak\n00:28:56 - Percepatan Energi Nuklir\n00:30:47 - Strategi Diversifikasi Komoditas\n00:42:40 - Pentingnya Penelitian\n00:44:55 - Kesimpulan\n\nTamu Tautan:\nCommodity Discovery Fund: https://www.cdfund.com\nX: https://x.com/\nWillem Middelkoop: https://substack.com/\n\nWillem Middelkoop adalah pendiri Commodity Discovery Fund dan juga seorang penulis. Ia menjadi tokoh terkenal melalui pekerjaannya sebagai komentator pasar saham untuk saluran televisi bisnis Belanda, RTLZ.\n\nMiddelkoop memprediksi awal krisis kredit dalam bukunya \"Als de dollar valt\" (Jika dolar jatuh) pada tahun 2007. Publikasi selanjutnya adalah \"De permanente oliecrisis\" (Krisis minyak permanen) – 2008, \"Overleef de kredietcrisis\" (Bertahan dari krisis kredit) – 2009, \"Goud en het geheim van geld\" (Emas dan rahasia uang) – 2012, dan The Big Reset - 2013. Secara total, ia menjual lebih dari 100.000 eksemplar bukunya.\n\nCommodity Discovery Fund didirikan pada musim panas 2008. Dana ini dimulai dengan tiga juta euro dan 22 peserta. Pada akhir tahun 2023, dana ini telah berkembang menjadi sekitar 2.000 peserta dan aset kelolaan sebesar €104 juta.\n\n#Komoditas #Geopolitik #Energi #Minyak #Iran #Ukraina #Inflasi #Resesi #UtangNegara #Pertambangan #LogamMulia #Emas #Perak #Uranium #Nuklir #Litium #Tembaga", "post_id": "OC-H4qQYfeY"}}, {"key": "wmiddelkoop", "attributes": {"label": "wmiddelkoop", "x": 490.21915809305784, "y": 964.0568089193624, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.9877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "OC-H4qQYfeY", "id": "wmiddelkoop", "source": "youtube-000001", "content": "Willem Middelkoop: Hindari Kecelakaan - Naiki Sepeda Motor Super Emas\n\nDirekam pada: 30 April 2026\n\nWillem Middelkoop, penulis \"The Big Reset\" dan pendiri Commodity Discovery Fund, membahas dampak geopolitik dan ekonomi dari konflik-konflik baru-baru ini, khususnya perang di Ukraina dan ketegangan di sekitar Iran. Ia berpendapat bahwa AS telah kehilangan pengaruh geopolitik yang signifikan, sementara China telah memperolehnya, dan penutupan Selat Hormuz telah menekan harga minyak. Middelkoop memprediksi bahwa harga minyak dapat mencapai $150 per barel untuk mencapai kehancuran permintaan riil, yang menyebabkan resesi di seluruh dunia.\n\nBeberapa Tautan Kompeten:\nSitus web: https://competentinvestor.com\nSubstack: https://competentmanpod.substack.com/\nX: https://x.com/CompetentManPod\nRumble: https://rumble.com/c/c-7699939\n\nIa juga memperingatkan potensi krisis utang negara, mengutip kekhawatiran Jamie Dimon tentang penurunan tajam di pasar kredit. Middelkoop menyoroti dinamika yang berubah dalam industri pertambangan, dengan pemerintah sekarang menyadari pentingnya logam-logam kritis. Ia memperkirakan pasar komoditas akan mengalami kenaikan selama beberapa dekade karena kekurangan pasokan, penurunan nilai mata uang, dan ketegangan geopolitik. Terlepas dari aksi jual baru-baru ini, ia melihat emas dan perak sebagai aset aman dan memperkirakan harga yang lebih tinggi, terutama karena bank sentral terus membeli emas.\n\nIa juga membahas potensi terjadinya short squeeze perak dan dampak kenaikan harga energi terhadap margin pertambangan. Percakapan tersebut menyentuh implikasi yang lebih luas bagi ekonomi global, termasuk potensi arsitektur moneter internasional baru dan peran emas. Middelkoop menekankan pentingnya diversifikasi dan manajemen risiko, mencatat bahwa dananya telah mengadopsi sikap yang lebih defensif dengan posisi kas yang besar. Ia juga membahas potensi sumber energi nuklir dan terbarukan untuk mendapatkan perhatian karena krisis energi saat ini.\n\nCap waktu:\n00:00:00 - Pendahuluan\n00:00:28 - Skenario Perdamaian dalam Konflik\n00:02:58 - Harga dan Pasokan Minyak\n00:06:38 - Krisis Utang Negara\n00:09:16 - Risiko Koreksi Pasar\n00:11:14 - Industri Kotor & Pengakuan\n00:12:45 - Prospek Pasar Komoditas yang Sedang Naik\n00:15:38 - Penjelasan Penurunan Harga Emas\n00:18:27 - Peran Emas dalam Reset Moneter\n00:21:37 - Tren Penurunan Produksi Tambang\n00:23:47 - Potensi Lonjakan Harga Perak\n00:28:56 - Percepatan Energi Nuklir\n00:30:47 - Strategi Diversifikasi Komoditas\n00:42:40 - Pentingnya Penelitian\n00:44:55 - Kesimpulan\n\nTamu Tautan:\nCommodity Discovery Fund: https://www.cdfund.com\nX: https://x.com/\nWillem Middelkoop: https://substack.com/\n\nWillem Middelkoop adalah pendiri Commodity Discovery Fund dan juga seorang penulis. Ia menjadi tokoh terkenal melalui pekerjaannya sebagai komentator pasar saham untuk saluran televisi bisnis Belanda, RTLZ.\n\nMiddelkoop memprediksi awal krisis kredit dalam bukunya \"Als de dollar valt\" (Jika dolar jatuh) pada tahun 2007. Publikasi selanjutnya adalah \"De permanente oliecrisis\" (Krisis minyak permanen) – 2008, \"Overleef de kredietcrisis\" (Bertahan dari krisis kredit) – 2009, \"Goud en het geheim van geld\" (Emas dan rahasia uang) – 2012, dan The Big Reset - 2013. Secara total, ia menjual lebih dari 100.000 eksemplar bukunya.\n\nCommodity Discovery Fund didirikan pada musim panas 2008. Dana ini dimulai dengan tiga juta euro dan 22 peserta. Pada akhir tahun 2023, dana ini telah berkembang menjadi sekitar 2.000 peserta dan aset kelolaan sebesar €104 juta.\n\n#Komoditas #Geopolitik #Energi #Minyak #Iran #Ukraina #Inflasi #Resesi #UtangNegara #Pertambangan #LogamMulia #Emas #Perak #Uranium #Nuklir #Litium #Tembaga", "post_id": "OC-H4qQYfeY"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 231.19061997660472, "y": 591.1554351951403, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 933.7052590978045, "y": 70.17081129878555, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7827, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 975.4603222315282, "y": 234.23523545439983, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7827, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 523.6599479705299, "y": 111.46418733054853, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7827, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 243.83439568248278, "y": 352.7288707906414, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7827, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 837.1996212378341, "y": 329.43701102156064, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7827, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 529.9362246518185, "y": 206.4544513823764, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5528, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 51.840406211972834, "y": 558.9920128802527, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0435, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}], "edges": [{"key": "nidaaah__", "source": "nidaaah__", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "apaadanya75", "source": "apaadanya75", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@CompetentManPod", "source": "@CompetentManPod", "target": "wmiddelkoop", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CompetentManPod", "source": "@CompetentManPod", "target": "wmiddelkoop", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}