{"nodes": [{"key": "Mayatanakagung", "attributes": {"label": "Mayatanakagung", "x": 353.17991997465435, "y": 967.2557431484524, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051085878861365733", "id": "Mayatanakagung", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "Masdjodi1", "x": 35.531200161183605, "y": 980.9177810798436, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.4381, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051085878861365733", "id": "Masdjodi1", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "_haye_", "attributes": {"label": "_haye_", "x": 593.5831985247438, "y": 997.801790719243, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.4381, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051085878861365733", "id": "_haye_", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga Bank berdasarkan suku bunga BI Bank Sentral/BI Rate. Jika BI Rate ditetapkan 5%, maka Bank akan menetapkan suku bunga kredit antara 10% hingga 12-13% tergantung jenis kreditnya (kecuali KPR)", "post_id": "2051085878861365733"}}, {"key": "wahyukencono", "attributes": {"label": "wahyukencono", "x": 712.1848308570595, "y": 466.7164125889589, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "wahyukencono", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 175.18820308129236, "y": 394.13709266324713, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.0249, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "Take_Niggasaki", "attributes": {"label": "Take_Niggasaki", "x": 184.8063491410723, "y": 657.1900747230435, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051144995504324873", "id": "Take_Niggasaki", "source": "tweet-000004", "content": "Punya keponakan ga guna banget.\nIni ga ada yg berani kasih paham pak Prab kalo bunga kredit bank tergantung pada cost of fund+ops+profit? BI rate aja udah 4,75% Nanti perbankan hancur dibuat orang ini.", "post_id": "2051144995504324873"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 550.6340504444382, "y": 557.5099637246972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.8183, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051144995504324873", "id": "aldotjahjadi8", "source": "tweet-000004", "content": "Punya keponakan ga guna banget.\nIni ga ada yg berani kasih paham pak Prab kalo bunga kredit bank tergantung pada cost of fund+ops+profit? BI rate aja udah 4,75% Nanti perbankan hancur dibuat orang ini.", "post_id": "2051144995504324873"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 746.2404586428606, "y": 243.25239186791813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051192914043167088", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 695.1029423692679, "y": 233.82851757674828, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.6447, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051192914043167088", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, program ini layak dicoba sebagai stimulus jangka pendek untuk dorong inklusi kredit UMKM & rumah murah, terutama kalau pertumbuhan ekonomi lagi melambat. Potensi multiplier effect lewat konsumsi & investasi cukup besar, mirip KUR yang sudah terbukti naikkan akses kredit.", "post_id": "2051192914043167088"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 184.52649151265732, "y": 289.6310253682496, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 119.007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890814808450752791_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan bunga kredit rendah bagi industri tekstil dan sepatu untuk meremajakan mesin produksi, yang akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).\n\nKebijakan ini ditujukan untuk memperkuat ekspansi sektor swasta sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan likuiditas agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#IndustriTekstil #IndustriSepatu #BloombergTechnoz", "post_id": "3890814808450752791_51748745734"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 652.081234467468, "y": 892.8392406619179, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 407.80444420138406, "y": 520.3750935714556, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.0249, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "sumsel.terciduk", "attributes": {"label": "sumsel.terciduk", "x": 616.4134573853943, "y": 79.50189882570501, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7497259475947031863", "id": "sumsel.terciduk", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, menarik kembali jaminan yang telah dia serahkan untuk pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua. Langkah ini diambil setelah dirinya merasa kecewa dengan pelayanan dan komunikasi yang tidak memadai dari pihak bank, yang membuat proses pengajuan KUR berjalan lambat dan tanpa kejelasan. E, wanita yang telah mengajukan pinjaman KUR sejak tahun 2022, mengungkapkan bahwa dirinya telah melunasi pinjaman sebelumnya pada bulan Agustus 2024. Setelah melunasi pinjaman tersebut, E segera mengajukan permohonan pinjaman KUR kembali untuk mendukung usaha yang dikelolanya. Namun, meskipun sudah menunggu hampir setahun, hingga Maret 2025, tidak ada keputusan yang jelas dari pihak Bank Sumsel Babel terkait pengajuan yang dia ajukan. “Sudah hampir tujuh bulan sejak pengajuan saya, tapi tidak ada keputusan apakah pengajuan saya disetujui atau tidak. Saya merasa sangat kesal dan kecewa dengan pelayanan yang tidak memadai. Seharusnya, KUR ini dirancang untuk membantu masyarakat kecil, bukan malah membuat kami menunggu tanpa kepastian,” ujar E dengan nada kecewa. E menambahkan bahwa meskipun sudah mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh Bank Sumsel Babel, mulai dari pengisian formulir hingga penyerahan dokumen persyaratan, pihak bank tidak memberikan kejelasan mengenai status pengajuannya. Hal ini membuatnya merasa frustasi, apalagi mengingat ia sudah melunasi pinjaman sebelumnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai Solusi Pembiayaan untuk UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pengembangan usaha-usaha kecil di seluruh Indonesia. Melalui program ini, para pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan komersial diharapkan dapat memperoleh dukungan finansial untuk mengembangkan usahanya. Sementara itu saat dikonfirmasi oleh pihak media terkait hal ini Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua  Wahyu Apriludin melalui Wakil Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua Fadhil Saidiladna Tanrir, mengaku tidak bersedia memberikan jawaban,menurutnya awak media terlebih harus mengajukan surat pengajuan untuk mewawancara. “Saya tidak bersedia memberikan jawaban,untuk wawancara, media harus mengajukan surat pengajuan wawancara. Terserah kalau berita ini mau diviralkan, jika ada komplain silahkan ajukan surat ke Banksumsel Babel,” ucapnya sumber : https://sinerginkri.com/calon-nasabah-tarik-kembali-jaminan-kur-pelayanan-bank-sumsel-babel-cabang-muaradua-dipertanyakan/", "post_id": "7497259475947031863"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 193.47076317927514, "y": 487.1916731136077, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 48.1985, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7497259475947031863", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, menarik kembali jaminan yang telah dia serahkan untuk pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua. Langkah ini diambil setelah dirinya merasa kecewa dengan pelayanan dan komunikasi yang tidak memadai dari pihak bank, yang membuat proses pengajuan KUR berjalan lambat dan tanpa kejelasan. E, wanita yang telah mengajukan pinjaman KUR sejak tahun 2022, mengungkapkan bahwa dirinya telah melunasi pinjaman sebelumnya pada bulan Agustus 2024. Setelah melunasi pinjaman tersebut, E segera mengajukan permohonan pinjaman KUR kembali untuk mendukung usaha yang dikelolanya. Namun, meskipun sudah menunggu hampir setahun, hingga Maret 2025, tidak ada keputusan yang jelas dari pihak Bank Sumsel Babel terkait pengajuan yang dia ajukan. “Sudah hampir tujuh bulan sejak pengajuan saya, tapi tidak ada keputusan apakah pengajuan saya disetujui atau tidak. Saya merasa sangat kesal dan kecewa dengan pelayanan yang tidak memadai. Seharusnya, KUR ini dirancang untuk membantu masyarakat kecil, bukan malah membuat kami menunggu tanpa kepastian,” ujar E dengan nada kecewa. E menambahkan bahwa meskipun sudah mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh Bank Sumsel Babel, mulai dari pengisian formulir hingga penyerahan dokumen persyaratan, pihak bank tidak memberikan kejelasan mengenai status pengajuannya. Hal ini membuatnya merasa frustasi, apalagi mengingat ia sudah melunasi pinjaman sebelumnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai Solusi Pembiayaan untuk UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pengembangan usaha-usaha kecil di seluruh Indonesia. Melalui program ini, para pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan komersial diharapkan dapat memperoleh dukungan finansial untuk mengembangkan usahanya. Sementara itu saat dikonfirmasi oleh pihak media terkait hal ini Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua  Wahyu Apriludin melalui Wakil Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua Fadhil Saidiladna Tanrir, mengaku tidak bersedia memberikan jawaban,menurutnya awak media terlebih harus mengajukan surat pengajuan untuk mewawancara. “Saya tidak bersedia memberikan jawaban,untuk wawancara, media harus mengajukan surat pengajuan wawancara. Terserah kalau berita ini mau diviralkan, jika ada komplain silahkan ajukan surat ke Banksumsel Babel,” ucapnya sumber : https://sinerginkri.com/calon-nasabah-tarik-kembali-jaminan-kur-pelayanan-bank-sumsel-babel-cabang-muaradua-dipertanyakan/", "post_id": "7497259475947031863"}}, {"key": "intinews.co", "attributes": {"label": "intinews.co", "x": 222.52001664667364, "y": 59.47383319007338, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "intinews.co", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 804.5298639665303, "y": 499.79904929745953, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "PerekonomianRI", "x": 487.2209926139989, "y": 166.00060661952764, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4381, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Eha9wR1pzLU", "id": "PerekonomianRI", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Lima Satgas Kelomlok Kerja Untuk Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ketidakpasti\n\nMenteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam rangka mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan akselerasi beberapa kebijakan atau terobosan-terobosan strategis untuk mempercepat program pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #programunggulan \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "Eha9wR1pzLU"}}, {"key": "BPSStatistics", "attributes": {"label": "BPSStatistics", "x": 928.1868849075124, "y": 179.58839023797836, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4381, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t4Gg0BM4g_8", "id": "BPSStatistics", "source": "youtube-000001", "content": "Industri Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga Tembus 5,6 Persen di Q1 2026\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1 2026 yang tumbuh sebesar 5,62 persen yang ditopang oleh 4 sektor dengan pertumbuhan tertinggi.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #pertumbuhanekonomi #badanpusatstatistik #ekonominasional #belanjarumahtangga\n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "t4Gg0BM4g_8"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 23.35628500899589, "y": 44.89609046508936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 653.8507167365914, "y": 974.47953050095, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.0249, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 821.4354978140342, "y": 785.8305889261679, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 174.16522219944065, "y": 785.4770585309807, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9351, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 667.3481241452398, "y": 632.1305476654383, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9351, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 540.7977527110121, "y": 731.3079472392002, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9351, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 74.21810120016326, "y": 790.8142624768866, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9351, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 552.481386073512, "y": 590.9274449284862, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9351, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 707.5543462256669, "y": 28.43035378140124, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9351, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 527.1860541140943, "y": 565.1086916939851, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 102.89311193908024, "y": 562.8524675673995, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.0249, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@SolusiBCA", "attributes": {"label": "@SolusiBCA", "x": 98.37201358176051, "y": 799.5847184617393, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "@SolusiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "GoodLifeBCA", "x": 262.00525443830935, "y": 520.8201181289113, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.748, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "GoodLifeBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "XpresiBCA", "x": 381.70732133309025, "y": 468.4109323540084, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.748, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "XpresiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "BankBCA", "attributes": {"label": "BankBCA", "x": 122.21819581164206, "y": 527.4246558710735, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.748, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "BankBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "KartuKreditBCA", "x": 661.15152394191, "y": 211.8238516514944, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.748, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "KartuKreditBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "HaloBCA", "attributes": {"label": "HaloBCA", "x": 804.1736945386781, "y": 473.3948752476674, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.748, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "HaloBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "LifeAtBCA", "x": 346.39574308258693, "y": 610.4706609508825, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.748, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "LifeAtBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "attributes": {"label": "@KUPASTVLAMPUNG", "x": 952.3294786508297, "y": 47.082504200945394, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "kupastvlampung", "x": 556.4012870007252, "y": 825.4584108517623, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.0249, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "kupastvlampung", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "attributes": {"label": "@InvestingTalkPodcast", "x": 590.2511469487238, "y": 249.11964306388313, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8513, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "pgEWcYsjrbA", "id": "@InvestingTalkPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan 40% Saham e.l.f. Beauty Berakhir: Lonjakan 60% di Depan Mata! | Analisis Saham ELF\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis elf Beauty Inc ($ELF) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah ELF layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\ne.l.f. Saham perusahaan kecantikan ini telah membangun bisnis intinya di sekitar kosmetik pasar massal yang terjangkau, menawarkan produk kecantikan berkualitas tinggi yang menarik bagi konsumen sehari-hari yang beralih dari pilihan yang lebih mahal. Dalam analisis saham ELF, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, didorong oleh permintaan yang tangguh dan penyesuaian harga strategis untuk mendukung margin, di samping menghasilkan arus kas yang kuat dan neraca yang solid yang menyeimbangkan utang akuisisi baru-baru ini dengan likuiditas yang cukup untuk investasi. Keunggulan kompetitifnya terletak pada proposisi nilai yang kuat, peningkatan pangsa pasar yang konsisten di kosmetik massal AS, dan kemitraan ritel yang mendalam dengan jaringan seperti Target, mitra saham Ulta Beauty, dan Walmart, yang kini diperluas ke perawatan kulit mewah melalui akuisisi Rhode, yang membawa kekuatan merek digital dan distribusi yang lebih luas.\n\nPasar yang lebih luas untuk saham kecantikan dan saham kosmetik telah melihat saham e.l.f. Beauty mengalami penurunan tajam, tetapi pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan proses pembentukan titik terendah dengan tekanan penjualan yang memudar dan pembalikan momentum awal, di tengah pandangan analis yang beragam yang cenderung ke arah konsensus beli moderat dan pembelian institusional yang kuat meskipun ada beberapa penurunan peringkat karena tantangan merek inti. Sentimen investor tetap positif terhadap pergeseran platform multi-merek, dengan katalis jangka pendek termasuk pendapatan mendatang yang akan mengungkapkan kontribusi awal Rhode dan efek kenaikan harga, ekspansi ritel Rhode seperti ke Sephora Eropa, dan dorongan makro dari pergeseran konsumen ke investasi berbasis nilai. Risiko utama melibatkan penurunan pangsa pasar yang lebih buruk di bidang kosmetik inti jika ritel massal jenuh, atau tekanan margin yang berkelanjutan dari pergeseran bauran produk dan pembayaran utang yang dapat menekan pertumbuhan jika tidak diimbangi oleh segmen baru.\n\nSaham ELF dapat mengungguli saham kecantikan dari waktu ke waktu karena peningkatan pangsa pasar dan integrasi Rhode mendorong pemulihan dari valuasi yang rendah saat ini, asalkan tantangan inti stabil.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), serta memberikan strategi yang dapat diterapkan baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu laku...", "post_id": "pgEWcYsjrbA"}}, {"key": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "investingtalkpodcast", "x": 407.7857488708633, "y": 805.5858198059234, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4381, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "pgEWcYsjrbA", "id": "investingtalkpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan 40% Saham e.l.f. Beauty Berakhir: Lonjakan 60% di Depan Mata! | Analisis Saham ELF\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis elf Beauty Inc ($ELF) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah ELF layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\ne.l.f. Saham perusahaan kecantikan ini telah membangun bisnis intinya di sekitar kosmetik pasar massal yang terjangkau, menawarkan produk kecantikan berkualitas tinggi yang menarik bagi konsumen sehari-hari yang beralih dari pilihan yang lebih mahal. Dalam analisis saham ELF, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, didorong oleh permintaan yang tangguh dan penyesuaian harga strategis untuk mendukung margin, di samping menghasilkan arus kas yang kuat dan neraca yang solid yang menyeimbangkan utang akuisisi baru-baru ini dengan likuiditas yang cukup untuk investasi. Keunggulan kompetitifnya terletak pada proposisi nilai yang kuat, peningkatan pangsa pasar yang konsisten di kosmetik massal AS, dan kemitraan ritel yang mendalam dengan jaringan seperti Target, mitra saham Ulta Beauty, dan Walmart, yang kini diperluas ke perawatan kulit mewah melalui akuisisi Rhode, yang membawa kekuatan merek digital dan distribusi yang lebih luas.\n\nPasar yang lebih luas untuk saham kecantikan dan saham kosmetik telah melihat saham e.l.f. Beauty mengalami penurunan tajam, tetapi pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan proses pembentukan titik terendah dengan tekanan penjualan yang memudar dan pembalikan momentum awal, di tengah pandangan analis yang beragam yang cenderung ke arah konsensus beli moderat dan pembelian institusional yang kuat meskipun ada beberapa penurunan peringkat karena tantangan merek inti. Sentimen investor tetap positif terhadap pergeseran platform multi-merek, dengan katalis jangka pendek termasuk pendapatan mendatang yang akan mengungkapkan kontribusi awal Rhode dan efek kenaikan harga, ekspansi ritel Rhode seperti ke Sephora Eropa, dan dorongan makro dari pergeseran konsumen ke investasi berbasis nilai. Risiko utama melibatkan penurunan pangsa pasar yang lebih buruk di bidang kosmetik inti jika ritel massal jenuh, atau tekanan margin yang berkelanjutan dari pergeseran bauran produk dan pembayaran utang yang dapat menekan pertumbuhan jika tidak diimbangi oleh segmen baru.\n\nSaham ELF dapat mengungguli saham kecantikan dari waktu ke waktu karena peningkatan pangsa pasar dan integrasi Rhode mendorong pemulihan dari valuasi yang rendah saat ini, asalkan tantangan inti stabil.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), serta memberikan strategi yang dapat diterapkan baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu laku...", "post_id": "pgEWcYsjrbA"}}], "edges": [{"key": "Mayatanakagung", "source": "Mayatanakagung", "target": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mayatanakagung", "source": "Mayatanakagung", "target": "_haye_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wahyukencono", "source": "wahyukencono", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Take_Niggasaki", "source": "Take_Niggasaki", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sumsel.terciduk", "source": "sumsel.terciduk", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "intinews.co", "source": "intinews.co", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "BPSStatistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "HaloBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "@KUPASTVLAMPUNG", "target": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "source": "@InvestingTalkPodcast", "target": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "source": "@InvestingTalkPodcast", "target": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}