{"nodes": [{"key": "tapaksiunta", "attributes": {"label": "tapaksiunta", "x": 746.2220756651548, "y": 871.1582495157305, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051838150423753068", "id": "tapaksiunta", "source": "retweet-000002", "content": "review kondisi market  hari ini, \n\n- Pertumbuhan ekonomi di atas proyeksi 5,61% \n- Rupiah masih melemah 17.384 , sempat melem…", "post_id": "2051838150423753068"}}, {"key": "saptaipb", "attributes": {"label": "saptaipb", "x": 434.79324175857903, "y": 571.1416687438344, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.4857, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051838150423753068", "id": "saptaipb", "source": "retweet-000002", "content": "review kondisi market  hari ini, \n\n- Pertumbuhan ekonomi di atas proyeksi 5,61% \n- Rupiah masih melemah 17.384 , sempat melem…", "post_id": "2051838150423753068"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "KerjaHasil_id", "x": 162.09145254491753, "y": 602.6776526301883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049706225672269994", "id": "KerjaHasil_id", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026\n\nTarget di APBN: 5,4%\nProyeksi BI: 5,7%\nYang harus dicapai: 6%\n\nTekanan geopolitik? Selamat #kerjakerjakerja pemerintah #prabowogibran   \n\nBI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7 Persen pada 2026\nsumber: kumparan https://t.co/RiddMANN3m", "post_id": "2049706225672269994"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 401.7887233393409, "y": 558.4010728075104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4857, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049706225672269994", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026\n\nTarget di APBN: 5,4%\nProyeksi BI: 5,7%\nYang harus dicapai: 6%\n\nTekanan geopolitik? Selamat #kerjakerjakerja pemerintah #prabowogibran   \n\nBI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7 Persen pada 2026\nsumber: kumparan https://t.co/RiddMANN3m", "post_id": "2049706225672269994"}}, {"key": "gibran_tweet", "attributes": {"label": "gibran_tweet", "x": 20.44970656019718, "y": 229.22678669919173, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4857, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049706225672269994", "id": "gibran_tweet", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026\n\nTarget di APBN: 5,4%\nProyeksi BI: 5,7%\nYang harus dicapai: 6%\n\nTekanan geopolitik? Selamat #kerjakerjakerja pemerintah #prabowogibran   \n\nBI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,7 Persen pada 2026\nsumber: kumparan https://t.co/RiddMANN3m", "post_id": "2049706225672269994"}}, {"key": "wahyukencono", "attributes": {"label": "wahyukencono", "x": 776.3270109078728, "y": 555.3475078455891, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "wahyukencono", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 376.7201160032826, "y": 807.2495776908278, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051546646740386029", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Jika kita menggabungkan semua proyeksi dari lembaga multilateral (seperti IMF dan Bank Dunia) serta lembaga swasta/perbankan internasional yang telah disebutkan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 berada di angka 5,03%.", "post_id": "2051546646740386029"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 256.08258396116634, "y": 855.1584085517181, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 128.587, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890413627862444394_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "BPS akan merilis data pertumbuhan ekonomi Q1 2026, dengan proyeksi pemerintah dan ekonom di kisaran 5,3%–5,5% YoY. Pertumbuhan ditopang belanja negara yang naik 31,4% menjadi Rp815 triliun, serta penerimaan pajak yang tumbuh >20%. 📊\n\nDari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap kuat didorong momentum Ramadan dan Lebaran, serta peningkatan mobilitas masyarakat. Bank Indonesia juga menilai permintaan domestik masih solid. 💡\n\nNamun, sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan bisa melambat di Q2 karena efek musiman konsumsi mulai berkurang. ⚠️\n\nSumber: katadata.co.id, 5 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#ekonomiindonesia #PDB #BPS #investasi #makroekonomi #mancingsaham", "post_id": "3890413627862444394_52512310886"}}, {"key": "investora.idn", "attributes": {"label": "investora.idn", "x": 50.15160989813383, "y": 366.6497086061493, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7557966032871099704", "id": "investora.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi 8,22% pada kuartal III/2025, didorong sektor manufaktur (+10%), jasa (+8,54%), dan tambang (+9,8%).  Inflasi stabil di 3,38%, dengan target pertumbuhan 8,3–8,5% tahun ini. Sebaliknya, ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan di 4,8–4,9%. ADB memangkas proyeksi RI dari 5% ke 4,9% untuk 2025, dengan 2026 hanya 5%. Pemerintah menyiapkan stimulus tambahan kuartal IV guna dorong konsumsi. Follow  untuk info lainnya. #Ekonomi #PasarModal #Investasi #sahamindonesia", "post_id": "7557966032871099704"}}, {"key": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "Investora.Idn", "x": 516.8645962943755, "y": 435.83041814391197, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7557966032871099704", "id": "Investora.Idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi 8,22% pada kuartal III/2025, didorong sektor manufaktur (+10%), jasa (+8,54%), dan tambang (+9,8%).  Inflasi stabil di 3,38%, dengan target pertumbuhan 8,3–8,5% tahun ini. Sebaliknya, ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan di 4,8–4,9%. ADB memangkas proyeksi RI dari 5% ke 4,9% untuk 2025, dengan 2026 hanya 5%. Pemerintah menyiapkan stimulus tambahan kuartal IV guna dorong konsumsi. Follow  untuk info lainnya. #Ekonomi #PasarModal #Investasi #sahamindonesia", "post_id": "7557966032871099704"}}, {"key": "telinga.anggota", "attributes": {"label": "telinga.anggota", "x": 674.2512389216841, "y": 805.0480758023291, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625994461306178837", "id": "telinga.anggota", "source": "tiktok-000001", "content": "Pengelolaan pendapatan negara kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan RI. Didik Haryadi menekankan bahwa meskipun realisasi penerimaan negara bukan pajak hingga triwulan I 2026 masih on track dengan penurunan sekitar 3 persen, hal ini tetap perlu menjadi perhatian serius. Ia menyoroti pengalihan sekitar Rp80 triliun ke Danantara sejak 2025, yang hingga kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan pendapatan negara. Pemerintah diminta memberikan evaluasi yang jelas terkait kontribusi dan proyeksi dari pengelolaan dana tersebut. Jika dampaknya tidak signifikan dan membutuhkan waktu panjang, kebijakan ini perlu dikaji ulang secara matang.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #purbaya #danantara #dprri #didikharyadi #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625994461306178837"}}, {"key": "Didik", "attributes": {"label": "Didik", "x": 733.6496093573885, "y": 688.3274503970374, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625994461306178837", "id": "Didik", "source": "tiktok-000001", "content": "Pengelolaan pendapatan negara kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan RI. Didik Haryadi menekankan bahwa meskipun realisasi penerimaan negara bukan pajak hingga triwulan I 2026 masih on track dengan penurunan sekitar 3 persen, hal ini tetap perlu menjadi perhatian serius. Ia menyoroti pengalihan sekitar Rp80 triliun ke Danantara sejak 2025, yang hingga kini dinilai belum menunjukkan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan pendapatan negara. Pemerintah diminta memberikan evaluasi yang jelas terkait kontribusi dan proyeksi dari pengelolaan dana tersebut. Jika dampaknya tidak signifikan dan membutuhkan waktu panjang, kebijakan ini perlu dikaji ulang secara matang.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #purbaya #danantara #dprri #didikharyadi #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625994461306178837"}}, {"key": "xyzonemedia", "attributes": {"label": "xyzonemedia", "x": 148.79475496203077, "y": 99.49176171971786, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 128.587, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7433276040790740229", "id": "xyzonemedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membangun North Bali International Airport sebagai pusat baru yang menyaingi Singapura dan Hong Kong. 🛫 Dibangunnya bandara ini di Bali Utara bukan hanya untuk pemerataan ekonomi, tapi juga untuk meningkatkan daya saing Bali di kancah internasional. Dengan luas 600 hektar dan proyeksi investasi mencapai Rp17 triliun, proyek ini diharapkan mengatasi kepadatan Bandara I Gusti Ngurah Rai dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali Utara. Namun, proyek ini sempat ditolak oleh tokoh-tokoh, termasuk Megawati Soekarnoputri, karena dikhawatirkan berdampak pada lingkungan dan budaya lokal. 🌿 Apakah menurutmu proyek bandara ini bisa mendorong Bali Utara menjadi pusat ekonomi baru? Berikan pendapatmu di kolom komentar! 👇 Baca selengkapnya di: xyzonemedia.com Share the news and vibe with  to be featured! 📸: Sekretariat Kabinet #XYZONEmedia #XYZONE #XYZmedia #XYZcreativemedia #BaliUtara #BandaraInternasional #ProyekStrategis #IndonesiaMaju #EkonomiBali", "post_id": "7433276040790740229"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 436.12032039171544, "y": 226.41954532409514, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 474.32096035717063, "y": 793.3852191090883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oOgS0xSmHkY", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Julius Debrah: Investasi Kesehatan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Afrika | Berita Terkini\n\n#ChannelOneNews #Kesehatan #Pembangunan #BeritaGhana #BankDunia #KesehatanMasyarakat\n\nKepala Staf Julius Debrah mengatakan investasi di bidang kesehatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan hasil kesehatan di seluruh Afrika Barat dan Tengah.\n\nBerbicara pada peluncuran Strategi Kesehatan, Gizi, dan Kependudukan Regional di Accra—yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Ghana bekerja sama dengan Bank Dunia—ia menyoroti pentingnya memperkuat sistem kesehatan di lebih dari 20 negara.\n\nInisiatif bernilai miliaran dolar ini bertujuan untuk meningkatkan perawatan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan hasil gizi, dan meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di seluruh wilayah tersebut.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "oOgS0xSmHkY"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 193.46647241629776, "y": 247.70235745691627, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "N7ascnhyNNY", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "WOW! Di Tegah Gejolak Global! Ekonomi RI Triwulan 1-2026 Tumbuh 5,61 Persen | iNews Terkini\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,87 persen yoy. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).\n\nCapaian tersebut juga melampaui proyeksi konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,40 persen yoy. Meski demikian, secara kuartalan ekonomi Indonesia diperkirakan mengalami kontraksi sekitar 1,0 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Data ini dikutip dari CNBC Indonesia yang merilis laporan terbaru terkait kinerja ekonomi nasional awal tahun ini.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "N7ascnhyNNY"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 748.2891057450028, "y": 891.2598279188804, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N7ascnhyNNY", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "WOW! Di Tegah Gejolak Global! Ekonomi RI Triwulan 1-2026 Tumbuh 5,61 Persen | iNews Terkini\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,87 persen yoy. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).\n\nCapaian tersebut juga melampaui proyeksi konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,40 persen yoy. Meski demikian, secara kuartalan ekonomi Indonesia diperkirakan mengalami kontraksi sekitar 1,0 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq). Data ini dikutip dari CNBC Indonesia yang merilis laporan terbaru terkait kinerja ekonomi nasional awal tahun ini.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "N7ascnhyNNY"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 196.37816106510587, "y": 726.0452272165206, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "dUqNSbtwNNU", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk, Minyak Bisa USD125 per Barel! | MILENOMICS\n\nKepala International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa ekonomi global berpotensi masuk ke dalam skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga tahun 2027.\n\nDalam skenario tersebut, harga minyak dunia diperkirakan bisa melonjak hingga mencapai USD125 per barel. Kondisi ini berisiko memicu tekanan besar terhadap perekonomian global. Dengan perkembangan terbaru ini, proyeksi IMF sebelumnya yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang moderat serta kenaikan harga yang relatif ringan, dinilai sudah tidak lagi relevan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dUqNSbtwNNU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 400.8436097601881, "y": 769.5042129779799, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3629, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "dUqNSbtwNNU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk, Minyak Bisa USD125 per Barel! | MILENOMICS\n\nKepala International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa ekonomi global berpotensi masuk ke dalam skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga tahun 2027.\n\nDalam skenario tersebut, harga minyak dunia diperkirakan bisa melonjak hingga mencapai USD125 per barel. Kondisi ini berisiko memicu tekanan besar terhadap perekonomian global. Dengan perkembangan terbaru ini, proyeksi IMF sebelumnya yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang moderat serta kenaikan harga yang relatif ringan, dinilai sudah tidak lagi relevan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dUqNSbtwNNU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 313.3663867035599, "y": 766.0552294290862, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3629, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "dUqNSbtwNNU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk, Minyak Bisa USD125 per Barel! | MILENOMICS\n\nKepala International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa ekonomi global berpotensi masuk ke dalam skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga tahun 2027.\n\nDalam skenario tersebut, harga minyak dunia diperkirakan bisa melonjak hingga mencapai USD125 per barel. Kondisi ini berisiko memicu tekanan besar terhadap perekonomian global. Dengan perkembangan terbaru ini, proyeksi IMF sebelumnya yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang moderat serta kenaikan harga yang relatif ringan, dinilai sudah tidak lagi relevan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dUqNSbtwNNU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 670.5518676456935, "y": 103.47654484093027, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3629, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "dUqNSbtwNNU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk, Minyak Bisa USD125 per Barel! | MILENOMICS\n\nKepala International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa ekonomi global berpotensi masuk ke dalam skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga tahun 2027.\n\nDalam skenario tersebut, harga minyak dunia diperkirakan bisa melonjak hingga mencapai USD125 per barel. Kondisi ini berisiko memicu tekanan besar terhadap perekonomian global. Dengan perkembangan terbaru ini, proyeksi IMF sebelumnya yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang moderat serta kenaikan harga yang relatif ringan, dinilai sudah tidak lagi relevan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dUqNSbtwNNU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 281.2560462864957, "y": 725.0784010313615, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3629, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "dUqNSbtwNNU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk, Minyak Bisa USD125 per Barel! | MILENOMICS\n\nKepala International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa ekonomi global berpotensi masuk ke dalam skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga tahun 2027.\n\nDalam skenario tersebut, harga minyak dunia diperkirakan bisa melonjak hingga mencapai USD125 per barel. Kondisi ini berisiko memicu tekanan besar terhadap perekonomian global. Dengan perkembangan terbaru ini, proyeksi IMF sebelumnya yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang moderat serta kenaikan harga yang relatif ringan, dinilai sudah tidak lagi relevan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dUqNSbtwNNU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 409.527652597798, "y": 931.9543477648599, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3629, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "dUqNSbtwNNU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk, Minyak Bisa USD125 per Barel! | MILENOMICS\n\nKepala International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa ekonomi global berpotensi masuk ke dalam skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga tahun 2027.\n\nDalam skenario tersebut, harga minyak dunia diperkirakan bisa melonjak hingga mencapai USD125 per barel. Kondisi ini berisiko memicu tekanan besar terhadap perekonomian global. Dengan perkembangan terbaru ini, proyeksi IMF sebelumnya yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang moderat serta kenaikan harga yang relatif ringan, dinilai sudah tidak lagi relevan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dUqNSbtwNNU"}}, {"key": "@WealthEmpir", "attributes": {"label": "@WealthEmpir", "x": 980.2365958157949, "y": 86.84606767969349, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6AblD46ak5E", "id": "@WealthEmpir", "source": "youtube-000001", "content": "Penemuan Minyak di Guyana Merupakan yang Terbesar yang Pernah Ada di Karibia!\n\nGuyana telah menemukan cadangan minyak terbesar dalam sejarah Karibia—dan hal ini mengubah industri energi global lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.\n\nDengan lebih dari 11 miliar barel minyak yang ditemukan di Blok Stabroek, lepas pantai Guyana, negara kecil ini telah menjadi salah satu produsen minyak dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dipimpin oleh ExxonMobil, bersama dengan mitra Hess dan CNOOC, produksi meningkat pesat menuju lebih dari 1 juta barel per hari.\n\nNamun di balik berita utama terdapat kisah yang lebih dalam.\n\nSiapa sebenarnya yang diuntungkan dari ledakan minyak ini? Bagaimana Perjanjian Bagi Hasil Produksi 2016 memengaruhi kekayaan jangka panjang Guyana? Dan peran apa yang dimainkan Amerika Serikat seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela terkait wilayah Essequibo?\n\nDalam video ini, kami akan membahas:\n\n• Penemuan yang mengubah Karibia selamanya\n• Angka sebenarnya di balik kekayaan minyak Guyana\n\n• Kebenaran tentang kontrak minyak dan pembagian pendapatan\n• Pengaruh AS vs kedaulatan Guyana\n\n• Risiko, peluang, dan masa depan ledakan minyak ini\n\nTidak ada sensasi. Tidak ada konspirasi. Hanya fakta terverifikasi dari laporan resmi, lembaga global, dan data energi.\n\nJika Anda peduli tentang energi global, geopolitik, dan transformasi ekonomi, ini adalah kisah yang perlu Anda pahami.\n\n👉 Berlangganan untuk lebih banyak pembahasan mendalam tentang ekonomi global dan kisah sumber daya tersembunyi.\n\nhttps://youtube.com/?si=p...\n\nPenemuan minyak Guyana, minyak Guyana 2026, blok Stabroek Guyana, ExxonMobil Guyana, ledakan minyak Guyana, penemuan minyak Karibia, penemuan minyak terbesar Karibia, ekonomi minyak Guyana, produksi minyak Guyana, sengketa Venezuela-Guyana, konflik minyak Essequibo, geopolitik minyak Karibia, sumber daya alam Guyana, pengeboran lepas pantai Guyana, pasar minyak global\n\nGuyana, minyak Guyana, penemuan minyak, ExxonMobil, blok Stabroek, minyak Karibia, ledakan minyak, ekonomi Guyana, sengketa Venezuela, Essequibo, pengeboran lepas pantai, energi global, geopolitik minyak, sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi\n\n#GuyanaOil #OilDiscovery #ExxonMobil #StabroekBlock #CaribbeanOil #OilBoom #EnergyGeopolitics #VenezuelaGuyana #Essequibo #OffshoreDrilling #EnergiGlobal #NegaraPetro #SumberDayaAlam #TransformasiEkonomi #EkonomiMinyak\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Semua informasi didasarkan pada laporan yang tersedia untuk umum, publikasi pemerintah, dan sumber internasional terpercaya pada tahun 2026. Angka dan proyeksi dapat berubah dari waktu ke waktu karena faktor pasar, politik, atau operasional. Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan, hukum, atau investasi.", "post_id": "6AblD46ak5E"}}, {"key": "wealthempir", "attributes": {"label": "wealthempir", "x": 606.4630640526433, "y": 632.2038264104751, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6AblD46ak5E", "id": "wealthempir", "source": "youtube-000001", "content": "Penemuan Minyak di Guyana Merupakan yang Terbesar yang Pernah Ada di Karibia!\n\nGuyana telah menemukan cadangan minyak terbesar dalam sejarah Karibia—dan hal ini mengubah industri energi global lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.\n\nDengan lebih dari 11 miliar barel minyak yang ditemukan di Blok Stabroek, lepas pantai Guyana, negara kecil ini telah menjadi salah satu produsen minyak dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dipimpin oleh ExxonMobil, bersama dengan mitra Hess dan CNOOC, produksi meningkat pesat menuju lebih dari 1 juta barel per hari.\n\nNamun di balik berita utama terdapat kisah yang lebih dalam.\n\nSiapa sebenarnya yang diuntungkan dari ledakan minyak ini? Bagaimana Perjanjian Bagi Hasil Produksi 2016 memengaruhi kekayaan jangka panjang Guyana? Dan peran apa yang dimainkan Amerika Serikat seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela terkait wilayah Essequibo?\n\nDalam video ini, kami akan membahas:\n\n• Penemuan yang mengubah Karibia selamanya\n• Angka sebenarnya di balik kekayaan minyak Guyana\n\n• Kebenaran tentang kontrak minyak dan pembagian pendapatan\n• Pengaruh AS vs kedaulatan Guyana\n\n• Risiko, peluang, dan masa depan ledakan minyak ini\n\nTidak ada sensasi. Tidak ada konspirasi. Hanya fakta terverifikasi dari laporan resmi, lembaga global, dan data energi.\n\nJika Anda peduli tentang energi global, geopolitik, dan transformasi ekonomi, ini adalah kisah yang perlu Anda pahami.\n\n👉 Berlangganan untuk lebih banyak pembahasan mendalam tentang ekonomi global dan kisah sumber daya tersembunyi.\n\nhttps://youtube.com/?si=p...\n\nPenemuan minyak Guyana, minyak Guyana 2026, blok Stabroek Guyana, ExxonMobil Guyana, ledakan minyak Guyana, penemuan minyak Karibia, penemuan minyak terbesar Karibia, ekonomi minyak Guyana, produksi minyak Guyana, sengketa Venezuela-Guyana, konflik minyak Essequibo, geopolitik minyak Karibia, sumber daya alam Guyana, pengeboran lepas pantai Guyana, pasar minyak global\n\nGuyana, minyak Guyana, penemuan minyak, ExxonMobil, blok Stabroek, minyak Karibia, ledakan minyak, ekonomi Guyana, sengketa Venezuela, Essequibo, pengeboran lepas pantai, energi global, geopolitik minyak, sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi\n\n#GuyanaOil #OilDiscovery #ExxonMobil #StabroekBlock #CaribbeanOil #OilBoom #EnergyGeopolitics #VenezuelaGuyana #Essequibo #OffshoreDrilling #EnergiGlobal #NegaraPetro #SumberDayaAlam #TransformasiEkonomi #EkonomiMinyak\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Semua informasi didasarkan pada laporan yang tersedia untuk umum, publikasi pemerintah, dan sumber internasional terpercaya pada tahun 2026. Angka dan proyeksi dapat berubah dari waktu ke waktu karena faktor pasar, politik, atau operasional. Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan, hukum, atau investasi.", "post_id": "6AblD46ak5E"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 612.8522789848998, "y": 160.7467769606964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 901.5537213513769, "y": 306.9257799984212, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 262.39876929522586, "y": 791.4208644329542, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 541.1582384646092, "y": 615.9574625456772, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6832, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 272.79617402064406, "y": 158.62232965336142, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2882, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 95.4910829366361, "y": 743.5480718275011, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6304, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gg6VHymijdc", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "ADB Pangkas Proyeksi Ekonomi Asia, Dampak Konflik Timur Tengah Kian Dalam | MARKET BUZZ\n\nAsian Development Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027 akibat tekanan konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi. Inflasi kawasan juga direvisi naik menjadi 5,2%, dengan risiko meningkat hingga 7,4% jika konflik memburuk. Presiden ADB, Masato Kanda, menyebut revisi ini mencerminkan dampak luas perang terhadap ekonomi global dan memperingatkan potensi perlambatan lebih dalam di kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gg6VHymijdc"}}], "edges": [{"key": "tapaksiunta", "source": "tapaksiunta", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "tapaksiunta", "source": "tapaksiunta", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "gibran_tweet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wahyukencono", "source": "wahyukencono", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "investora.idn", "source": "investora.idn", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "xyzonemedia", "source": "xyzonemedia", "target": "xyzonemedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@WealthEmpir", "source": "@WealthEmpir", "target": "wealthempir", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}