{"nodes": [{"key": "multabolot", "attributes": {"label": "multabolot", "x": 792.8505369401576, "y": 737.7378650530543, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.8824, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051215309743251681", "id": "multabolot", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan target Wowo nurunin dollar dan naikin IHSG, serta menjaga aliran modal masuk ke dalem, yang ada BI bakal dipaksa naikin suku bunga kalo gak independen.", "post_id": "2051215309743251681"}}, {"key": "legolas132177", "attributes": {"label": "legolas132177", "x": 446.5843621371358, "y": 221.3685239595883, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 65.3824, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051215309743251681", "id": "legolas132177", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan target Wowo nurunin dollar dan naikin IHSG, serta menjaga aliran modal masuk ke dalem, yang ada BI bakal dipaksa naikin suku bunga kalo gak independen.", "post_id": "2051215309743251681"}}, {"key": "KapudS640", "attributes": {"label": "KapudS640", "x": 456.34011694440227, "y": 788.6056122804505, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 65.3824, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051215309743251681", "id": "KapudS640", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan target Wowo nurunin dollar dan naikin IHSG, serta menjaga aliran modal masuk ke dalem, yang ada BI bakal dipaksa naikin suku bunga kalo gak independen.", "post_id": "2051215309743251681"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 226.3039529518792, "y": 139.6505567955685, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.8824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "9H0st66", "attributes": {"label": "9H0st66", "x": 86.3303323293686, "y": 343.53597769624986, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 84.8825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "9H0st66", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 98.91890990848628, "y": 772.2874076506118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 58.2634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3887224020496864071_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 The Fed Tahan Suku Bunga, Tapi Dewannya Terbelah — Sinyal Bahaya atau Peluang?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, headline-nya kelihatan “biasa aja”…\n\ntapi isi di balik keputusan ini justru yang bikin market deg-degan. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nThe Fed kembali tahan suku bunga di:\n➡️ 3,5% – 3,75%\nSesuai ekspektasi market.\n\nTAPI… ada twist besar:\n🔥 Tingkat perbedaan pendapat (dissent) tertinggi sejak 1992.\n\n2️⃣ Kenapa Ini Besar?\nKarena sekarang The Fed terbagi jadi 3 kubu:\n• Mayoritas → tahan bunga + mulai arah easing\n• Dovish → minta langsung cut\n• Hawkish → tahan bunga lebih lama, no easing\n\nArtinya?\n➡️ arah kebijakan belum solid\n➡️ narasi belum satu suara\n\n3️⃣ Dampak ke Market Global 🌍\nKalau The Fed kompak → arah jelas\nKalau terbelah → volatilitas naik\n\nEfeknya:\n• Pergerakan market jadi sensitif\n• Foreign flow mudah berubah arah\n• Risk-on / risk-off cepat berganti\n\n4️⃣ Sinyal Positifnya 📈\nMeskipun terbelah, mayoritas masih:\n➡️ condong ke pelonggaran (easing)\n\nKalau easing terjadi:\n• USD melemah\n• Likuiditas global naik\n• Emerging maPantau data utama AS:\n\n• CPI (inflasi)\n• NFP (tenaga kerja)\n\nKarena:\n\n➡️ data inilah yang akan “menyatukan” Fed\n\n6️⃣ Insight Penting\nPerpecahan Fed = tanda fase transisi.\n\nBukan bearish…\ntapi juga belum fully bullish.\n\nBiasanya di fase ini:\n➡️ market gampang goyang\n➡️ banyak fake breakout\n➡️ banyak jebakan FOMO\n\n7️⃣ Kesimpulan\nThe Fed memang tidak mengejutkan dari sisi keputusan…\n\ntapi dari sisi internal:\n👉 mereka sedang “tidak sepakat arah.”\n\nNamun selama mayoritas masih condong ke easing:\n➡️ bias jangka menengah masih positif untuk IHSG\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#TheFed #IHSG #SukuBunga #GlobalMacro #SmartMoney", "post_id": "3887224020496864071_52512310886"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 76.32530763366418, "y": 862.535132012014, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7620267385534205204", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "HARGA NYUNGSEP DARI PUCUK, SAHAM INI JUSTRU BAKAL JADI \"KUDA HITAM\" GARA-GARA PIALA DUNIA! Banyak yang panik saat saham raksasa teknologi ini turun drastis, tapi CEO Sucor Sekuritas, Bernardus Wijaya, justru melihat peluang emas! Sempat berjaya di level pucuk 1.700-an, saham Grup Emtek ($EMTK) kini terkoreksi dalam ke area 700-an. Bukannya ditinggalkan, saham ini malah disebut-sebut sebagai \"kuda hitam\" yang sangat menarik untuk dilirik. Kenapa bisa begitu? Pertama, valuasinya saat ini sudah tergolong sangat murah, diperdagangkan hanya di kisaran PE 5x. Kedua, ada sentimen raksasa yang siap meledak di depan mata: Piala Dunia 2026! Sebagai penguasa platform OTT di Indonesia, Vidio (anak usaha EMTK) diproyeksikan bakal panen besar dari traffic tayangan dan hak siar event olahraga terbesar sedunia tersebut. Nggak berhenti di situ, beredar rumor kuat kalau dua anak usaha raksasa EMTK, yaitu DANA dan Vidio, sedang bersiap untuk IPO. Dengan kombinasi valuasi murah dan sentimen sekuat ini, nggak heran kalau institusi asing sekelas JP Morgan berani mematok target harga (target price) EMTK hingga ke level 1.600! 🔥 Dengan valuasi murah dan sentimen Piala Dunia yang makin dekat, kalian udah mulai cicil saham $EMTK atau masih wait and see nih? Tulis analisis kalian di kolom komentar! 👇  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxpk2 Keywords: saham emtek, analisa saham emtk, bernardus wijaya, sucor sekuritas, saham piala dunia 2026, ipo dana, ipo vidio, target harga emtk, jp morgan, investasi saham pemula, saham undervalue, ihsg hari ini, belajar saham, rekomendasi saham.", "post_id": "7620267385534205204"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 987.0107451769738, "y": 724.674451266433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 84.8825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7620267385534205204", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "HARGA NYUNGSEP DARI PUCUK, SAHAM INI JUSTRU BAKAL JADI \"KUDA HITAM\" GARA-GARA PIALA DUNIA! Banyak yang panik saat saham raksasa teknologi ini turun drastis, tapi CEO Sucor Sekuritas, Bernardus Wijaya, justru melihat peluang emas! Sempat berjaya di level pucuk 1.700-an, saham Grup Emtek ($EMTK) kini terkoreksi dalam ke area 700-an. Bukannya ditinggalkan, saham ini malah disebut-sebut sebagai \"kuda hitam\" yang sangat menarik untuk dilirik. Kenapa bisa begitu? Pertama, valuasinya saat ini sudah tergolong sangat murah, diperdagangkan hanya di kisaran PE 5x. Kedua, ada sentimen raksasa yang siap meledak di depan mata: Piala Dunia 2026! Sebagai penguasa platform OTT di Indonesia, Vidio (anak usaha EMTK) diproyeksikan bakal panen besar dari traffic tayangan dan hak siar event olahraga terbesar sedunia tersebut. Nggak berhenti di situ, beredar rumor kuat kalau dua anak usaha raksasa EMTK, yaitu DANA dan Vidio, sedang bersiap untuk IPO. Dengan kombinasi valuasi murah dan sentimen sekuat ini, nggak heran kalau institusi asing sekelas JP Morgan berani mematok target harga (target price) EMTK hingga ke level 1.600! 🔥 Dengan valuasi murah dan sentimen Piala Dunia yang makin dekat, kalian udah mulai cicil saham $EMTK atau masih wait and see nih? Tulis analisis kalian di kolom komentar! 👇  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxpk2 Keywords: saham emtek, analisa saham emtk, bernardus wijaya, sucor sekuritas, saham piala dunia 2026, ipo dana, ipo vidio, target harga emtk, jp morgan, investasi saham pemula, saham undervalue, ihsg hari ini, belajar saham, rekomendasi saham.", "post_id": "7620267385534205204"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 788.7173211398411, "y": 560.2175834228684, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 618.5677626957159, "y": 262.27900359562784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 84.8825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "@bncphl", "attributes": {"label": "@bncphl", "x": 401.0752638652084, "y": 177.97608890345518, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "b4sSFOTg75s", "id": "@bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Menelusuri Jejak Uang di Tengah Ketidakpastian Global | Manny Ocampo | Ikuti Jejak Uang\n\nEpisode 4 Mei 2026\n\nBergabunglah bersama kami di “Ikuti Jejak Uang” bersama Robert Tan.\n\nKami akan membahas bagaimana uang bergerak dalam kehidupan sehari-hari, apa yang mendorong pengeluaran, tabungan, dan keputusan di baliknya. Dari harga hingga pilihan praktis, kami membantu Anda memahami kisah keuangan yang memengaruhi Anda, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\nSetiap berita utama kini berdampak pada dompet Anda—inflasi, kenaikan suku bunga, pelemahan peso, dan ketidakpastian global. Tetapi sebelum publik bereaksi, ke mana uang pintar sudah bergerak?\n\nDalam episode ini, kami akan menguraikan sinyal-sinyal yang membentuk perekonomian Filipina saat ini dan apa artinya bagi investasi Anda.\n\nBergabung bersama kami adalah Manny Ocampo, Presiden dan Chief Operating Officer Investment & Capital Corporation of the Philippines, salah satu tokoh yang paling dihormati di pasar modal negara ini.\n\nDengan pengalaman puluhan tahun dalam menavigasi siklus pasar dan investasi institusional, ia akan berbagi ke mana modal mengalir, risiko apa yang mungkin dilewatkan oleh masyarakat Filipina, dan bagaimana Anda dapat melakukan reposisi dengan bijak.\n\n🕥 10:00 pagi, Senin - Jumat\n📺 Free TV Ch. 31, Cignal Ch. 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #followthemoney #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin akan mengakibatkan tindakan hukum hingga batas maksimal yang diizinkan oleh hukum.", "post_id": "b4sSFOTg75s"}}, {"key": "bncphl", "attributes": {"label": "bncphl", "x": 842.4502982126688, "y": 417.7976340505054, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 84.8825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "b4sSFOTg75s", "id": "bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Menelusuri Jejak Uang di Tengah Ketidakpastian Global | Manny Ocampo | Ikuti Jejak Uang\n\nEpisode 4 Mei 2026\n\nBergabunglah bersama kami di “Ikuti Jejak Uang” bersama Robert Tan.\n\nKami akan membahas bagaimana uang bergerak dalam kehidupan sehari-hari, apa yang mendorong pengeluaran, tabungan, dan keputusan di baliknya. Dari harga hingga pilihan praktis, kami membantu Anda memahami kisah keuangan yang memengaruhi Anda, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\nSetiap berita utama kini berdampak pada dompet Anda—inflasi, kenaikan suku bunga, pelemahan peso, dan ketidakpastian global. Tetapi sebelum publik bereaksi, ke mana uang pintar sudah bergerak?\n\nDalam episode ini, kami akan menguraikan sinyal-sinyal yang membentuk perekonomian Filipina saat ini dan apa artinya bagi investasi Anda.\n\nBergabung bersama kami adalah Manny Ocampo, Presiden dan Chief Operating Officer Investment & Capital Corporation of the Philippines, salah satu tokoh yang paling dihormati di pasar modal negara ini.\n\nDengan pengalaman puluhan tahun dalam menavigasi siklus pasar dan investasi institusional, ia akan berbagi ke mana modal mengalir, risiko apa yang mungkin dilewatkan oleh masyarakat Filipina, dan bagaimana Anda dapat melakukan reposisi dengan bijak.\n\n🕥 10:00 pagi, Senin - Jumat\n📺 Free TV Ch. 31, Cignal Ch. 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #followthemoney #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin akan mengakibatkan tindakan hukum hingga batas maksimal yang diizinkan oleh hukum.", "post_id": "b4sSFOTg75s"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 674.4812041018077, "y": 853.7677555179517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 456.370143861627, "y": 914.2770425630645, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 84.8825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 593.6275807392492, "y": 559.5092428158073, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.8824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 128.11536308647155, "y": 348.13509625989934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.3824, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}], "edges": [{"key": "multabolot", "source": "multabolot", "target": "legolas132177", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "multabolot", "source": "multabolot", "target": "KapudS640", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "9H0st66", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@bncphl", "source": "@bncphl", "target": "bncphl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}