{"nodes": [{"key": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "keuangannews_id", "x": 438.07376922498185, "y": 494.40359738351134, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.1012, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "2049770875755626605", "id": "keuangannews_id", "source": "retweet-000002", "content": "BRI Pertahankan Momentum Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat 13,7% jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026 https://t.co/…", "post_id": "2049770875755626605"}}, {"key": "keuangan", "attributes": {"label": "keuangan", "x": 641.5900427472657, "y": 715.8436921316145, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.1012, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049744692070543429", "id": "keuangan", "source": "tweet-000004", "content": "BRI Pertahankan Momentum Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat 13,7% jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026 https://t.co/3ci43cj7r1 lewat  News https://t.co/hDAZEuCLzx", "post_id": "2049744692070543429"}}, {"key": "Lordittothegod", "attributes": {"label": "Lordittothegod", "x": 896.9182990434928, "y": 284.14791823446274, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049854523150356920", "id": "Lordittothegod", "source": "tweet-000004", "content": "Arthur Hayes optimis Bitcoin bisa tembus $125K di 2026, tapi alasannya bukan sekadar hype—lebih ke efek likuiditas global. Menarik dibahas, terutama soal dampak cetak uang dan geopolitik ke  crypto. Baca lengkapnya di INDODAX Academy. #SobatSuperDAX\nUsername Indodax: Bayup77", "post_id": "2049854523150356920"}}, {"key": "indodax", "attributes": {"label": "indodax", "x": 899.9214559726128, "y": 694.4427855298355, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.8958, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049854523150356920", "id": "indodax", "source": "tweet-000004", "content": "Arthur Hayes optimis Bitcoin bisa tembus $125K di 2026, tapi alasannya bukan sekadar hype—lebih ke efek likuiditas global. Menarik dibahas, terutama soal dampak cetak uang dan geopolitik ke  crypto. Baca lengkapnya di INDODAX Academy. #SobatSuperDAX\nUsername Indodax: Bayup77", "post_id": "2049854523150356920"}}, {"key": "Marck_Zaq", "attributes": {"label": "Marck_Zaq", "x": 164.73723611974467, "y": 105.81088704504805, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051189009943273566", "id": "Marck_Zaq", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan Bitcoin ke level $80.000 bukan terjadi secara kebetulan. Pergerakan ini didorong oleh kombinasi kuat antara likuiditas global, arus dana institusi, serta dinamika geopolitik yang sedang berlangsung. \n\nUsername: Marzaqah \n#SobatSuperDAX", "post_id": "2051189009943273566"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 14.354608312638796, "y": 57.21244328269592, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 116.4465, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 1, "degree": 6}, "_id": "3888629799823950904_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), bagian dari jaringan Lippo Group mencatat pendapatan yang solid pada kuartal I-2026, seiring dengan meningkatnya jumlah pasien dan efek musiman liburan.\n\nSepanjang Januari-Maret 2026, Siloam mencatat pendapatan bersih sebesar Rp2,55 triliun, naik 8,4 persen secara tahunan meski secara kuartalan terkoreksi sekitar 4 persen. EBITDA tumbuh 11,7 persen menjadi Rp748,8 miliar dari Rp670,3 miliar dengan margin 29,4 persen.\n\nDari sisi bottom line, laba bersih SILO mencapai Rp293,6 miliar di kuartal I-2026, meningkat 14,8 persen secara tahunan. Margin laba bersih juga naik dari 10,9 persen menjadi 11,5 persen.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/siloam-silo-raih-pendapatan-rp255-triliun-untuk-kuartal-i-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Ist\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3888629799823950904_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 539.5560948837775, "y": 59.713099407532, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 6, "degree": 12}, "_id": "3888196364870672141_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat pendapatan USD668,31 juta di kuartal I 2026, naik dari USD560,47 juta YoY 📈 Meski laba bersih tercatat USD17,62 juta, kinerja operasional tetap solid dengan laba sebelum pajak naik signifikan menjadi USD149,73 juta 💪\n\nLaba kotor stabil di USD231,74 juta, sementara struktur keuangan membaik dengan liabilitas turun dan ekuitas meningkat 📊\nDari sisi saham, MEDC menunjukkan tren positif dengan kenaikan 66,67% dalam 1 tahun dan 30,11% secara YTD, mencerminkan sentimen pasar yang kuat 🔥\n\nSumber: Kabarbursa.com, 2 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#MEDC #SahamMEDC #IHSG #SahamEnergi #Investasi #TraderIndonesia #InvestorSaham #EdukasiSaham #mancingsaham", "post_id": "3888196364870672141_52512310886"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 523.1689361816287, "y": 523.575044678018, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 842.245252559446, "y": 789.882704737667, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "bankmandiri", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 169.70752492319906, "y": 100.88611714995687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.0536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 738.9904589383127, "y": 638.995250439206, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3889637288087336218_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "KPIG mencuri perhatian di awal 2026.\n\nLaba bersih emiten pariwisata milik MNC Group ini melonjak 55,8% YoY menjadi Rp94,6 miliar, ditopang kuat oleh pertumbuhan bisnis hospitality premium serta ekspansi agresif KEK MNC Lido City.\n\nDengan pendapatan yang naik solid, neraca tetap sehat, dan proyek strategis jangka panjang yang terus berkembang, KPIG menunjukkan transformasi serius sebagai pemain utama di sektor tourism & property premium Indonesia.\n\nApakah ini sinyal kebangkitan KPIG?\n\nSave & share carousel ini, lalu follow  untuk insight saham dan market update terbaru.\n\n#SahamIndonesia #IHSG #Investasi #StockMarket #SahamHariIni", "post_id": "3889637288087336218_8368743173"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 738.0504375880402, "y": 693.3080880946632, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890806617965469175_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta, 5 Mei 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali mengirim sinyal kuat ke pasar: bank syariah tidak lagi sekadar alternatif, tetapi pemain utama yang agresif dan kompetitif. Hal ini tercermin dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menetapkan pembagian dividen tunai naik 44%. RUPST menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 20% dari laba bersih atau sebesar Rp 1,51 triliun dengan dividen per lembar saham Rp32,81. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu BSI membagikan dividen sebesar Rp1,05 triliun atau 15% dari laba bersih, dengan dividen per saham Rp22,78. Hal ini menjadi bentuk komitmen Melayani Sepenuh Hati bagi seleuruh stakeholders.\n\nKinerja solid tersebut ditopang oleh laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp7,57 triliun, tumbuh sekitar 8% secara tahunan . Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi BSI dalam menjaga ekspansi pembiayaan yang sehat, memperkuat dana murah, serta mengakselerasi digitalisasi sebagai motor efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.\n\nPerseroan tetap menjaga daya dorong jangka panjang dengan mengalokasikan 80% laba atau Rp6,05 triliun sebagai laba ditahan. Langkah ini menegaskan strategi ganda BSI: memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham, sekaligus memperkuat fondasi untuk ekspansi yang lebih agresif ke depan.\nPemegang saham yang berhak memperoleh dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS), sementara jadwal pembagian akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen.\n\nContent partnership with \n\n#BankSyariahIndonesia\n#MelayaniSepenuhHati", "post_id": "3890806617965469175_1740350316"}}, {"key": "banksyariahindonesia", "attributes": {"label": "banksyariahindonesia", "x": 82.75154798916995, "y": 368.14465698519115, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890806617965469175_1740350316", "id": "banksyariahindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta, 5 Mei 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali mengirim sinyal kuat ke pasar: bank syariah tidak lagi sekadar alternatif, tetapi pemain utama yang agresif dan kompetitif. Hal ini tercermin dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menetapkan pembagian dividen tunai naik 44%. RUPST menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 20% dari laba bersih atau sebesar Rp 1,51 triliun dengan dividen per lembar saham Rp32,81. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu BSI membagikan dividen sebesar Rp1,05 triliun atau 15% dari laba bersih, dengan dividen per saham Rp22,78. Hal ini menjadi bentuk komitmen Melayani Sepenuh Hati bagi seleuruh stakeholders.\n\nKinerja solid tersebut ditopang oleh laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp7,57 triliun, tumbuh sekitar 8% secara tahunan . Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi BSI dalam menjaga ekspansi pembiayaan yang sehat, memperkuat dana murah, serta mengakselerasi digitalisasi sebagai motor efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan.\n\nPerseroan tetap menjaga daya dorong jangka panjang dengan mengalokasikan 80% laba atau Rp6,05 triliun sebagai laba ditahan. Langkah ini menegaskan strategi ganda BSI: memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham, sekaligus memperkuat fondasi untuk ekspansi yang lebih agresif ke depan.\nPemegang saham yang berhak memperoleh dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS), sementara jadwal pembagian akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen.\n\nContent partnership with \n\n#BankSyariahIndonesia\n#MelayaniSepenuhHati", "post_id": "3890806617965469175_1740350316"}}, {"key": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "cuap_cuan", "x": 850.0949857759653, "y": 39.22107689019283, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 177.6709, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3889586927164579661_28852138902", "id": "cuap_cuan", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat Cuan...\n\nSejak awal tahun, sentimen global menjadi faktor utama yang menahan laju pasar, mulai dari ketidakpastian kebijakan, konflik geopolitik, hingga dinamika likuiditas global. Namun memasuki bulan Mei, sejumlah agenda besar bisa menjadi sentimen postif untuk membuka peluang terjadinya rally di market. Apa saja sentimen tersebut? Apakah ini saat yang tepat untuk masuk? Atau justru momen untuk lebih berhati-hati? \n\nTemukan jawabannya hanya di podcast Cuap Cuap Cuan bersama Maria Katarina dan Susi Setiawati selaku Stock Market Analyst CNBC Indonesia berikut ini.\n\nSobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG , dan juga subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu di-like, comment, dan share. Salam cuan!", "post_id": "3889586927164579661_28852138902"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 885.3189747155886, "y": 299.426267146252, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 96.0383, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3888500818643497823_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "PT Timah Tbk (TINS) mencatat kinerja positif pada 2025 dengan laba bersih Rp1,31 triliun, naik dari Rp1,24 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan menjadi Rp11,55 triliun serta laba bruto Rp2,76 triliun dan laba usaha Rp1,82 triliun, melampaui target RKAP hingga 119%.\n\nMeski demikian, volume produksi dan penjualan timah mengalami penurunan akibat aktivitas tambang ilegal dan kendala operasional. Namun, kenaikan harga jual rata-rata timah sebesar 13% menjadi US$35.240 per ton, serta efisiensi biaya dan penurunan utang, mampu menjaga kinerja keuangan tetap solid.\n\nUntuk 2026, TINS menargetkan pemulihan produksi dan penguatan hilirisasi guna menangkap peluang permintaan global, khususnya dari industri elektronik dan AI. Dengan mayoritas penjualan berasal dari ekspor dan prospek harga timah yang masih tinggi, perseroan optimistis dapat terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.\n\nUntuk berita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/pttimah\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#PTTimah\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3888500818643497823_282076797"}}, {"key": "kabarina.com", "attributes": {"label": "kabarina.com", "x": 806.60797867264, "y": 595.5049763201866, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7623450186353822983", "id": "kabarina.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabarina.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero melalui penandatanganan Perjanjian Uncommitted Facility Line senilai Rp200 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung di kantor SMF sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pembiayaan perumahan, khususnya di Provinsi Jambi. Kerja sama ini menjadi langkah konkret Bank Jambi dalam meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Dukungan fasilitas dari SMF diharapkan mampu menjaga stabilitas likuiditas sekaligus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Baca Selengkapnya di www.kabarina.com #jambi #kotajambi #bankjambi #semuaorang #update", "post_id": "7623450186353822983"}}, {"key": "bankjambi", "attributes": {"label": "bankjambi", "x": 737.4992659442141, "y": 829.9716649648351, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7623450186353822983", "id": "bankjambi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabarina.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero melalui penandatanganan Perjanjian Uncommitted Facility Line senilai Rp200 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung di kantor SMF sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pembiayaan perumahan, khususnya di Provinsi Jambi. Kerja sama ini menjadi langkah konkret Bank Jambi dalam meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Dukungan fasilitas dari SMF diharapkan mampu menjaga stabilitas likuiditas sekaligus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Baca Selengkapnya di www.kabarina.com #jambi #kotajambi #bankjambi #semuaorang #update", "post_id": "7623450186353822983"}}, {"key": "intinews.co", "attributes": {"label": "intinews.co", "x": 832.7333658089278, "y": 233.50607053557283, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "intinews.co", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 904.61045322537, "y": 854.8789951051546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 290.714766894146, "y": 109.441390364168, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "432781620563594_1456829022907581", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) mencatatkan laba bersih Rp3,14 miliar pada kuartal I-2026.\n\nLaba tersebut anjlok 80,76 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp16,32 miliar.\n\nDirektur Keuangan Hasnur Internasional, Rickie mengatakan, penurunan kinerja seiring dengan dinamika industri pelayaran khususnya pada segmen tugboat dan barge yang masing-masing dalam fase penyesuaian akibat tekanan kondisi geopolitik global.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/hasnur-hais-catat-laba-rp314-miliar-di-kuartal-i-2026-tergerus-80-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: dok.HAIS\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1456829022907581"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 531.075821015012, "y": 346.9337379872578, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "vUZQvS_w7-c", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "TPIA Balik Untung! Laba Bersih Kuartal I 2026 Tembus USD146,13 Juta | 2ND SESSION CLOSING\n\nPT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD146,13 juta. Capaian ini berbalik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih USD25,64 juta. Perbaikan kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional serta strategi bisnis perseroan yang semakin solid di tengah dinamika industri.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vUZQvS_w7-c"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 728.5266798310089, "y": 328.92323783353714, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2805, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vUZQvS_w7-c", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "TPIA Balik Untung! Laba Bersih Kuartal I 2026 Tembus USD146,13 Juta | 2ND SESSION CLOSING\n\nPT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD146,13 juta. Capaian ini berbalik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih USD25,64 juta. Perbaikan kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional serta strategi bisnis perseroan yang semakin solid di tengah dinamika industri.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vUZQvS_w7-c"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 163.51672768930558, "y": 735.4555335116164, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3009, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "vUZQvS_w7-c", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "TPIA Balik Untung! Laba Bersih Kuartal I 2026 Tembus USD146,13 Juta | 2ND SESSION CLOSING\n\nPT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD146,13 juta. Capaian ini berbalik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih USD25,64 juta. Perbaikan kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional serta strategi bisnis perseroan yang semakin solid di tengah dinamika industri.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vUZQvS_w7-c"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 319.52573580029355, "y": 561.8097662087107, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3009, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "vUZQvS_w7-c", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "TPIA Balik Untung! Laba Bersih Kuartal I 2026 Tembus USD146,13 Juta | 2ND SESSION CLOSING\n\nPT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD146,13 juta. Capaian ini berbalik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih USD25,64 juta. Perbaikan kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional serta strategi bisnis perseroan yang semakin solid di tengah dinamika industri.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vUZQvS_w7-c"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 682.1373926619137, "y": 63.83384511330659, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3009, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "vUZQvS_w7-c", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "TPIA Balik Untung! Laba Bersih Kuartal I 2026 Tembus USD146,13 Juta | 2ND SESSION CLOSING\n\nPT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD146,13 juta. Capaian ini berbalik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih USD25,64 juta. Perbaikan kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional serta strategi bisnis perseroan yang semakin solid di tengah dinamika industri.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vUZQvS_w7-c"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 496.3436419407743, "y": 860.4689225445943, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3009, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "vUZQvS_w7-c", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "TPIA Balik Untung! Laba Bersih Kuartal I 2026 Tembus USD146,13 Juta | 2ND SESSION CLOSING\n\nPT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD146,13 juta. Capaian ini berbalik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih USD25,64 juta. Perbaikan kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional serta strategi bisnis perseroan yang semakin solid di tengah dinamika industri.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vUZQvS_w7-c"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 359.9361533361879, "y": 356.1045090872139, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3009, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "vUZQvS_w7-c", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "TPIA Balik Untung! Laba Bersih Kuartal I 2026 Tembus USD146,13 Juta | 2ND SESSION CLOSING\n\nPT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD146,13 juta. Capaian ini berbalik drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat rugi bersih USD25,64 juta. Perbaikan kinerja ini mencerminkan pemulihan operasional serta strategi bisnis perseroan yang semakin solid di tengah dinamika industri.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vUZQvS_w7-c"}}, {"key": "@cuapcuapcuan", "attributes": {"label": "@cuapcuapcuan", "x": 509.39489893368994, "y": 782.9298182350237, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9RQ6l0E_jmo", "id": "@cuapcuapcuan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Mau Rally Mei–Juni? Ini Bocoran Sentimen Global & Risiko Koreksinya!\n\nHai Sobat Cuan...\n\nSejak awal tahun, sentimen global menjadi faktor utama yang menahan laju pasar, mulai dari ketidakpastian kebijakan, konflik geopolitik, hingga dinamika likuiditas global. Namun memasuki bulan Mei, sejumlah agenda besar bisa menjadi sentimen postif untuk membuka peluang terjadinya rally di market.\n\n Apa saja sentimen tersebut? Apakah ini saat yang tepat untuk masuk? Atau justru momen untuk lebih berhati-hati? Temukan jawabannya hanya di podcast Cuap Cuap Cuan bersama Maria Katarina dan Susi Setiawati selaku Stock Market Analyst CNBC Indonesia berikut ini.\n\nSobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG , dan juga subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu di-like, comment, dan share. Salam cuan!", "post_id": "9RQ6l0E_jmo"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 11.221045514044903, "y": 532.8180072549369, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "lCwzpV2y4Qo", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Di Tengah Gejolak Energi, Laba PTBA Tetap Moncer | MILENOMICS\n\nPT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba bersih sebesar Rp801,79 miliar pada kuartal I-2026, menunjukkan kinerja yang tetap solid di tengah dinamika pasar energi, didukung oleh strategi pengelolaan persediaan yang prudent, efisiensi biaya, serta penerapan selective mining.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "lCwzpV2y4Qo"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 658.945733439688, "y": 618.5269224361853, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 338.12979792758466, "y": 466.90905268763447, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "attributes": {"label": "@InvestingTalkPodcast", "x": 333.535811331472, "y": 941.5106197860115, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pgEWcYsjrbA", "id": "@InvestingTalkPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan 40% Saham e.l.f. Beauty Berakhir: Lonjakan 60% di Depan Mata! | Analisis Saham ELF\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis elf Beauty Inc ($ELF) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah ELF layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\ne.l.f. Saham perusahaan kecantikan ini telah membangun bisnis intinya di sekitar kosmetik pasar massal yang terjangkau, menawarkan produk kecantikan berkualitas tinggi yang menarik bagi konsumen sehari-hari yang beralih dari pilihan yang lebih mahal. Dalam analisis saham ELF, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, didorong oleh permintaan yang tangguh dan penyesuaian harga strategis untuk mendukung margin, di samping menghasilkan arus kas yang kuat dan neraca yang solid yang menyeimbangkan utang akuisisi baru-baru ini dengan likuiditas yang cukup untuk investasi. Keunggulan kompetitifnya terletak pada proposisi nilai yang kuat, peningkatan pangsa pasar yang konsisten di kosmetik massal AS, dan kemitraan ritel yang mendalam dengan jaringan seperti Target, mitra saham Ulta Beauty, dan Walmart, yang kini diperluas ke perawatan kulit mewah melalui akuisisi Rhode, yang membawa kekuatan merek digital dan distribusi yang lebih luas.\n\nPasar yang lebih luas untuk saham kecantikan dan saham kosmetik telah melihat saham e.l.f. Beauty mengalami penurunan tajam, tetapi pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan proses pembentukan titik terendah dengan tekanan penjualan yang memudar dan pembalikan momentum awal, di tengah pandangan analis yang beragam yang cenderung ke arah konsensus beli moderat dan pembelian institusional yang kuat meskipun ada beberapa penurunan peringkat karena tantangan merek inti. Sentimen investor tetap positif terhadap pergeseran platform multi-merek, dengan katalis jangka pendek termasuk pendapatan mendatang yang akan mengungkapkan kontribusi awal Rhode dan efek kenaikan harga, ekspansi ritel Rhode seperti ke Sephora Eropa, dan dorongan makro dari pergeseran konsumen ke investasi berbasis nilai. Risiko utama melibatkan penurunan pangsa pasar yang lebih buruk di bidang kosmetik inti jika ritel massal jenuh, atau tekanan margin yang berkelanjutan dari pergeseran bauran produk dan pembayaran utang yang dapat menekan pertumbuhan jika tidak diimbangi oleh segmen baru.\n\nSaham ELF dapat mengungguli saham kecantikan dari waktu ke waktu karena peningkatan pangsa pasar dan integrasi Rhode mendorong pemulihan dari valuasi yang rendah saat ini, asalkan tantangan inti stabil.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), serta memberikan strategi yang dapat diterapkan baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu laku...", "post_id": "pgEWcYsjrbA"}}, {"key": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "investingtalkpodcast", "x": 393.59109563238934, "y": 739.57401215247, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pgEWcYsjrbA", "id": "investingtalkpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan 40% Saham e.l.f. Beauty Berakhir: Lonjakan 60% di Depan Mata! | Analisis Saham ELF\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis elf Beauty Inc ($ELF) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah ELF layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\ne.l.f. Saham perusahaan kecantikan ini telah membangun bisnis intinya di sekitar kosmetik pasar massal yang terjangkau, menawarkan produk kecantikan berkualitas tinggi yang menarik bagi konsumen sehari-hari yang beralih dari pilihan yang lebih mahal. Dalam analisis saham ELF, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, didorong oleh permintaan yang tangguh dan penyesuaian harga strategis untuk mendukung margin, di samping menghasilkan arus kas yang kuat dan neraca yang solid yang menyeimbangkan utang akuisisi baru-baru ini dengan likuiditas yang cukup untuk investasi. Keunggulan kompetitifnya terletak pada proposisi nilai yang kuat, peningkatan pangsa pasar yang konsisten di kosmetik massal AS, dan kemitraan ritel yang mendalam dengan jaringan seperti Target, mitra saham Ulta Beauty, dan Walmart, yang kini diperluas ke perawatan kulit mewah melalui akuisisi Rhode, yang membawa kekuatan merek digital dan distribusi yang lebih luas.\n\nPasar yang lebih luas untuk saham kecantikan dan saham kosmetik telah melihat saham e.l.f. Beauty mengalami penurunan tajam, tetapi pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan proses pembentukan titik terendah dengan tekanan penjualan yang memudar dan pembalikan momentum awal, di tengah pandangan analis yang beragam yang cenderung ke arah konsensus beli moderat dan pembelian institusional yang kuat meskipun ada beberapa penurunan peringkat karena tantangan merek inti. Sentimen investor tetap positif terhadap pergeseran platform multi-merek, dengan katalis jangka pendek termasuk pendapatan mendatang yang akan mengungkapkan kontribusi awal Rhode dan efek kenaikan harga, ekspansi ritel Rhode seperti ke Sephora Eropa, dan dorongan makro dari pergeseran konsumen ke investasi berbasis nilai. Risiko utama melibatkan penurunan pangsa pasar yang lebih buruk di bidang kosmetik inti jika ritel massal jenuh, atau tekanan margin yang berkelanjutan dari pergeseran bauran produk dan pembayaran utang yang dapat menekan pertumbuhan jika tidak diimbangi oleh segmen baru.\n\nSaham ELF dapat mengungguli saham kecantikan dari waktu ke waktu karena peningkatan pangsa pasar dan integrasi Rhode mendorong pemulihan dari valuasi yang rendah saat ini, asalkan tantangan inti stabil.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), serta memberikan strategi yang dapat diterapkan baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu laku...", "post_id": "pgEWcYsjrbA"}}, {"key": "@themetalwar", "attributes": {"label": "@themetalwar", "x": 79.11174539718147, "y": 596.9049217960751, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qpjOuPO5T6Q", "id": "@themetalwar", "source": "youtube-000001", "content": "Jutaan Penimbun Emas & Perak akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nJutaan Penimbun Emas & Perak Akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nTanda-tanda peringatan tidak lagi tersembunyi, tetapi terlihat jelas. Tahun 2026 akan menyaksikan ekonomi dunia dihadapkan pada kombinasi berbahaya dari inflasi yang sangat tinggi, meningkatnya risiko geopolitik, dan terkikisnya kredibilitas bank sentral. Dana Moneter Internasional telah memperingatkan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, risiko inflasi, dan kondisi keuangan yang lebih ketat meningkatkan tekanan pada perekonomian di seluruh dunia. Sementara itu, para ekonom menunda ekspektasi penurunan suku bunga yang signifikan mengingat inflasi yang terus-menerus tinggi akibat harga energi dan masalah rantai pasokan. Jadi, sementara semua ini terjadi, pasar merespons seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mario Innecco berpikir sistem keuangan adalah ilusi. Pemerintah mungkin berbicara tentang disiplin, tetapi sangat sulit untuk memperketatnya di dunia yang didorong oleh utang dan likuiditas. Mario melihat emas, perak, dan komoditas sebagai investasi tempat berlindung yang aman. Ceritanya mungkin berubah, retorikanya mungkin berubah, dan pasar saham mungkin naik, tetapi fundamentalnya tidak. Bagi Mario Innecco, masalahnya bukanlah inflasi. Ini tentang menyadari siapa yang diuntungkan dari sistem dan tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian.\nStabilitas pasar saat ini tidak selalu mencerminkan risiko terbesar. Saham berkinerja baik karena dukungan likuiditas yang konstan dan pertumbuhan sektor teknologi, tetapi utang global terus meningkat dan perkembangan ekonomi riil tidak merata. Bank sentral menghadapi dilema: pengetatan yang terlalu ketat akan memperlambat ekonomi, tetapi pelonggaran yang terlalu ketat akan berisiko menyebabkan inflasi di masa depan. Mario Innecco memandang ini sebagai masalah mendasar daripada masalah siklus. Ia berpendapat bahwa sistem keuangan saat ini sangat bergantung pada intervensi untuk menjaga stabilitas, mengurangi nilai mata uang dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi di pasar keuangan tetapi barang dan jasa yang lebih mahal bagi konsumen, menciptakan kesenjangan antara ekonomi dan pasar. Ia melihat tantangannya bukan hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga melestarikan kekayaan. Itulah mengapa ia melihat logam mulia seperti emas dan perak sebagai investasi jangka panjang di dunia di mana daya beli mata uang fiat menurun.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau sudah berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "qpjOuPO5T6Q"}}, {"key": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "TheMetalWar", "x": 481.6033908074723, "y": 59.08087477954549, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qpjOuPO5T6Q", "id": "TheMetalWar", "source": "youtube-000001", "content": "Jutaan Penimbun Emas & Perak akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nJutaan Penimbun Emas & Perak Akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nTanda-tanda peringatan tidak lagi tersembunyi, tetapi terlihat jelas. Tahun 2026 akan menyaksikan ekonomi dunia dihadapkan pada kombinasi berbahaya dari inflasi yang sangat tinggi, meningkatnya risiko geopolitik, dan terkikisnya kredibilitas bank sentral. Dana Moneter Internasional telah memperingatkan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, risiko inflasi, dan kondisi keuangan yang lebih ketat meningkatkan tekanan pada perekonomian di seluruh dunia. Sementara itu, para ekonom menunda ekspektasi penurunan suku bunga yang signifikan mengingat inflasi yang terus-menerus tinggi akibat harga energi dan masalah rantai pasokan. Jadi, sementara semua ini terjadi, pasar merespons seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mario Innecco berpikir sistem keuangan adalah ilusi. Pemerintah mungkin berbicara tentang disiplin, tetapi sangat sulit untuk memperketatnya di dunia yang didorong oleh utang dan likuiditas. Mario melihat emas, perak, dan komoditas sebagai investasi tempat berlindung yang aman. Ceritanya mungkin berubah, retorikanya mungkin berubah, dan pasar saham mungkin naik, tetapi fundamentalnya tidak. Bagi Mario Innecco, masalahnya bukanlah inflasi. Ini tentang menyadari siapa yang diuntungkan dari sistem dan tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian.\nStabilitas pasar saat ini tidak selalu mencerminkan risiko terbesar. Saham berkinerja baik karena dukungan likuiditas yang konstan dan pertumbuhan sektor teknologi, tetapi utang global terus meningkat dan perkembangan ekonomi riil tidak merata. Bank sentral menghadapi dilema: pengetatan yang terlalu ketat akan memperlambat ekonomi, tetapi pelonggaran yang terlalu ketat akan berisiko menyebabkan inflasi di masa depan. Mario Innecco memandang ini sebagai masalah mendasar daripada masalah siklus. Ia berpendapat bahwa sistem keuangan saat ini sangat bergantung pada intervensi untuk menjaga stabilitas, mengurangi nilai mata uang dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi di pasar keuangan tetapi barang dan jasa yang lebih mahal bagi konsumen, menciptakan kesenjangan antara ekonomi dan pasar. Ia melihat tantangannya bukan hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga melestarikan kekayaan. Itulah mengapa ia melihat logam mulia seperti emas dan perak sebagai investasi jangka panjang di dunia di mana daya beli mata uang fiat menurun.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau sudah berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "qpjOuPO5T6Q"}}], "edges": [{"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Lordittothegod", "source": "Lordittothegod", "target": "indodax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Marck_Zaq", "source": "Marck_Zaq", "target": "indodax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "banksyariahindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cuap_cuan", "source": "cuap_cuan", "target": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kabarina.com", "source": "kabarina.com", "target": "bankjambi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "intinews.co", "source": "intinews.co", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cuapcuapcuan", "source": "@cuapcuapcuan", "target": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "source": "@InvestingTalkPodcast", "target": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@themetalwar", "source": "@themetalwar", "target": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}