{"nodes": [{"key": "penarafflesiatv", "attributes": {"label": "penarafflesiatv", "x": 717.8524508631176, "y": 209.46757205529832, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 194.8051, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "penarafflesiatv", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "iswahyudi.bankbengkulu", "x": 993.3464556428534, "y": 732.2699529820364, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 360.3897, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "iswahyudi.bankbengkulu", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 489.3402907173441, "y": 515.886076820791, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 194.8051, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "xgZbysdX_Dw", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Asing Kabur Rp49 Triliun Padahal IHSG Sebenarnya Undervalue? Tsunami Cuan Saham Bank!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di tengah kepanikan pasar modal saat ini, kinerja IHSG secara year-to-date (YTD) tercatat anjlok hingga minus 19,55%. Banyak investor ritel yang kebingungan melihat anomali ekstrem ini dan bertanya-tanya: Jika IHSG Sebenarnya Undervalue, lalu Kenapa Asing Kabur Rp49 Triliun?\n\nMari kita bongkar fakta makroekonominya. Berdasarkan indikator legendaris Buffett Indicator, total kapitalisasi pasar kita sejatinya hanya mencerminkan 51,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sangat fantastis, yakni senilai Rp23.821,1 triliun pada tahun 2025. Bahkan, porsi saham yang beredar bebas atau free float di IHSG sangatlah sempit, hanya setara dengan 13,03% dari total PDB nasional kita. Bursa kita terlihat \"kerdil\" dan murah karena urat nadi ekonomi raksasa Indonesia seperti UMKM, gurita bisnis keluarga, dan perusahaan BUMN raksasa berstatus non-listed masih beroperasi di luar bursa. Itulah alasan utama mengapa fundamental makro IHSG sebenarnya undervalue dan tertinggal jauh dari rata-rata negara ASEAN.\n\nNamun, jika fundamental kita bursa kita bintang lima, mengapa terjadi \"tsunami\" arus dana keluar? Sejak awal tahun, investor asing telah melakukan aksi jual bersih (net sell) yang sangat masif hingga mencapai Rp49,87 triliun. Asing kabur meninggalkan IHSG bukan karena ekonomi kita hancur, melainkan karena didorong oleh sentimen dan kepanikan global. Ketidakpastian dari kebijakan politik Trump, memanasnya tensi geopolitik perang di Timur Tengah (khususnya Selat Hormuz), hingga kekhawatiran atas narasi kebijakan domestik membuat banyak investor asing memindahkan asetnya ke bursa Amerika Serikat dan instrumen kripto yang dinilai lebih menguntungkan.\n\nKeluarnya puluhan triliun dana asing ini telah memaksa IHSG masuk ke fase jenuh jual atau oversold yang sangat dalam. Tapi jangan salah, bagi investor lokal, ini adalah peluang emas yang sangat langka! Struktur bursa kita pada dasarnya sangat \"Bank-Driven\" atau didominasi oleh segelintir saham perbankan raksasa sebagai tulang punggung pencetak laba terbesar. Akibat badai kepanikan asing ini, valuasi saham-saham bank terbaik kita terdiskon gila-gilaan. Saat ini, Price to Earnings Ratio (PER) untuk saham BBRI dan BMRI berada di level sangat murah di bawah 8 kali, sementara saham favorit asing BBCA bisa dinikmati dengan PER di bawah 13 kali.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan memandu Anda untuk menavigasi badai IHSG. Jangan ikut-ikutan panik atau termakan mitos psikologis \"sell in May and go away\". Bertahanlah di bursa dalam negeri dan manfaatkan momentum oversold ini dengan strategi akumulasi bertahap atau \"cicil selot selot\" secara santai pada saham berfundamental solid yang sedang didiskon pasar.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda paham rahasia piramida keuntungan IHSG dan siap menyambut potensi rerating pasar di masa depan. Jangan lupa untuk tekan tombol Like, berikan Comment pendapat Anda soal aksi jual asing, Subscribe channel Wawasan Cerdas, dan Share video ini ke komunitas investor lainnya!\n\nDisclaimer: Konten ini bertujuan semata-mata sebagai edukasi dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk mutlak melakukan jual atau beli saham. Semua keputusan, risiko, dan hasil akhir dari investasi sepenuhnya berada di tangan Anda sebagai masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#IHSG #WawasanCerdas #IHSGUndervalue #AsingKabur #InvestasiSaham #SahamBank #BelajarSahamPemula #SahamOversold #AnalisaIHSG #IHSGHariIni #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "xgZbysdX_Dw"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 825.3566076001792, "y": 464.4903150086709, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 250.0, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "xgZbysdX_Dw", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Asing Kabur Rp49 Triliun Padahal IHSG Sebenarnya Undervalue? Tsunami Cuan Saham Bank!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di tengah kepanikan pasar modal saat ini, kinerja IHSG secara year-to-date (YTD) tercatat anjlok hingga minus 19,55%. Banyak investor ritel yang kebingungan melihat anomali ekstrem ini dan bertanya-tanya: Jika IHSG Sebenarnya Undervalue, lalu Kenapa Asing Kabur Rp49 Triliun?\n\nMari kita bongkar fakta makroekonominya. Berdasarkan indikator legendaris Buffett Indicator, total kapitalisasi pasar kita sejatinya hanya mencerminkan 51,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sangat fantastis, yakni senilai Rp23.821,1 triliun pada tahun 2025. Bahkan, porsi saham yang beredar bebas atau free float di IHSG sangatlah sempit, hanya setara dengan 13,03% dari total PDB nasional kita. Bursa kita terlihat \"kerdil\" dan murah karena urat nadi ekonomi raksasa Indonesia seperti UMKM, gurita bisnis keluarga, dan perusahaan BUMN raksasa berstatus non-listed masih beroperasi di luar bursa. Itulah alasan utama mengapa fundamental makro IHSG sebenarnya undervalue dan tertinggal jauh dari rata-rata negara ASEAN.\n\nNamun, jika fundamental kita bursa kita bintang lima, mengapa terjadi \"tsunami\" arus dana keluar? Sejak awal tahun, investor asing telah melakukan aksi jual bersih (net sell) yang sangat masif hingga mencapai Rp49,87 triliun. Asing kabur meninggalkan IHSG bukan karena ekonomi kita hancur, melainkan karena didorong oleh sentimen dan kepanikan global. Ketidakpastian dari kebijakan politik Trump, memanasnya tensi geopolitik perang di Timur Tengah (khususnya Selat Hormuz), hingga kekhawatiran atas narasi kebijakan domestik membuat banyak investor asing memindahkan asetnya ke bursa Amerika Serikat dan instrumen kripto yang dinilai lebih menguntungkan.\n\nKeluarnya puluhan triliun dana asing ini telah memaksa IHSG masuk ke fase jenuh jual atau oversold yang sangat dalam. Tapi jangan salah, bagi investor lokal, ini adalah peluang emas yang sangat langka! Struktur bursa kita pada dasarnya sangat \"Bank-Driven\" atau didominasi oleh segelintir saham perbankan raksasa sebagai tulang punggung pencetak laba terbesar. Akibat badai kepanikan asing ini, valuasi saham-saham bank terbaik kita terdiskon gila-gilaan. Saat ini, Price to Earnings Ratio (PER) untuk saham BBRI dan BMRI berada di level sangat murah di bawah 8 kali, sementara saham favorit asing BBCA bisa dinikmati dengan PER di bawah 13 kali.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan memandu Anda untuk menavigasi badai IHSG. Jangan ikut-ikutan panik atau termakan mitos psikologis \"sell in May and go away\". Bertahanlah di bursa dalam negeri dan manfaatkan momentum oversold ini dengan strategi akumulasi bertahap atau \"cicil selot selot\" secara santai pada saham berfundamental solid yang sedang didiskon pasar.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda paham rahasia piramida keuntungan IHSG dan siap menyambut potensi rerating pasar di masa depan. Jangan lupa untuk tekan tombol Like, berikan Comment pendapat Anda soal aksi jual asing, Subscribe channel Wawasan Cerdas, dan Share video ini ke komunitas investor lainnya!\n\nDisclaimer: Konten ini bertujuan semata-mata sebagai edukasi dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk mutlak melakukan jual atau beli saham. Semua keputusan, risiko, dan hasil akhir dari investasi sepenuhnya berada di tangan Anda sebagai masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#IHSG #WawasanCerdas #IHSGUndervalue #AsingKabur #InvestasiSaham #SahamBank #BelajarSahamPemula #SahamOversold #AnalisaIHSG #IHSGHariIni #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "xgZbysdX_Dw"}}], "edges": [{"key": "penarafflesiatv", "source": "penarafflesiatv", "target": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}