{"nodes": [{"key": "babirusa2025", "attributes": {"label": "babirusa2025", "x": 809.60124404338, "y": 504.24427634851355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049798157413106157", "id": "babirusa2025", "source": "tweet-000004", "content": "mata uang akan depresiasi terus selama investor forex gak punya rasa percaya pada kemampuan purbaya dan prabowo dalam menangangi ekonomi indonesia. kalo lu investor asing tentu semakin buang investasi rupiah dan beli uang negara2 yg kira2 ekonominya lebih menjanjikan", "post_id": "2049798157413106157"}}, {"key": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mhuseinali", "x": 608.5402198703864, "y": 532.6430889091204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049798157413106157", "id": "mhuseinali", "source": "tweet-000004", "content": "mata uang akan depresiasi terus selama investor forex gak punya rasa percaya pada kemampuan purbaya dan prabowo dalam menangangi ekonomi indonesia. kalo lu investor asing tentu semakin buang investasi rupiah dan beli uang negara2 yg kira2 ekonominya lebih menjanjikan", "post_id": "2049798157413106157"}}, {"key": "1404Stj", "attributes": {"label": "1404Stj", "x": 968.238851529457, "y": 450.3510066850603, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052026659134652480", "id": "1404Stj", "source": "tweet-000004", "content": "BERDASARKAN DATA,\nPERTUMBUHAN EKONOMI\nINDONESIA KUARTAL I/2026 ADALAH 5,61%.\n\nPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TERSEBUT LEBIH TINGGI DIBANDING TAHUN 2025 SEKITAR 5%.\n\nPARA INVESTOR GLOBAL\nDI DUNIA SEMOGA MENINGKATKAN INVESTASI DI INDONESIA.", "post_id": "2052026659134652480"}}, {"key": "OECD", "attributes": {"label": "OECD", "x": 551.0813711425834, "y": 71.68641512343233, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052026659134652480", "id": "OECD", "source": "tweet-000004", "content": "BERDASARKAN DATA,\nPERTUMBUHAN EKONOMI\nINDONESIA KUARTAL I/2026 ADALAH 5,61%.\n\nPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TERSEBUT LEBIH TINGGI DIBANDING TAHUN 2025 SEKITAR 5%.\n\nPARA INVESTOR GLOBAL\nDI DUNIA SEMOGA MENINGKATKAN INVESTASI DI INDONESIA.", "post_id": "2052026659134652480"}}, {"key": "abah4ang", "attributes": {"label": "abah4ang", "x": 519.2338327069936, "y": 886.8435655587373, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051995176130973825", "id": "abah4ang", "source": "tweet-000004", "content": "\"Inflasi rendah, pertumbuhan tinggi, Rupiah dijaga ketat. 📉📈 Kombinasi sempurna untuk stabilitas nasional. Kerja bagus tim ekonomi Istana! Lanjutkan kerja keras untuk kedaulatan ekonomi Indonesia. 🇮🇩🚀 #KabinetMerahPutih", "post_id": "2051995176130973825"}}, {"key": "tijabar", "attributes": {"label": "tijabar", "x": 766.2651127798536, "y": 373.36931421966744, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051995176130973825", "id": "tijabar", "source": "tweet-000004", "content": "\"Inflasi rendah, pertumbuhan tinggi, Rupiah dijaga ketat. 📉📈 Kombinasi sempurna untuk stabilitas nasional. Kerja bagus tim ekonomi Istana! Lanjutkan kerja keras untuk kedaulatan ekonomi Indonesia. 🇮🇩🚀 #KabinetMerahPutih", "post_id": "2051995176130973825"}}, {"key": "Sega_seth", "attributes": {"label": "Sega_seth", "x": 493.14122033372433, "y": 973.7821340695028, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051597420979736609", "id": "Sega_seth", "source": "tweet-000004", "content": "Dollar lompat,  ihsg nyungsep, outlook negatif bukti investor asing ga percaya laporan pertumbuhan ekonomi indonesia , \nTerbaru prabowo sebut 8% , dasko bilang danantara mau akuisisi ,saham goto langsung ke gocap , anomali saat ada berita akuisisi harga sahan biasany terbang", "post_id": "2051597420979736609"}}, {"key": "99propaganda", "attributes": {"label": "99propaganda", "x": 497.65668785010206, "y": 660.9812960272296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051597420979736609", "id": "99propaganda", "source": "tweet-000004", "content": "Dollar lompat,  ihsg nyungsep, outlook negatif bukti investor asing ga percaya laporan pertumbuhan ekonomi indonesia , \nTerbaru prabowo sebut 8% , dasko bilang danantara mau akuisisi ,saham goto langsung ke gocap , anomali saat ada berita akuisisi harga sahan biasany terbang", "post_id": "2051597420979736609"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 128.24820990504847, "y": 549.662322417334, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2020745551956844716", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "FashionIin", "attributes": {"label": "FashionIin", "x": 8.46207601039428, "y": 913.5738311829601, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.1955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "FashionIin", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "A2Andal", "attributes": {"label": "A2Andal", "x": 844.9859022551483, "y": 284.5983955178056, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.1955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "A2Andal", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "Srik4ndiMuslim2", "x": 3.769563616629612, "y": 133.1076598583808, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.1955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2020745551956844716", "id": "Srik4ndiMuslim2", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data terkini, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil 4.9-5.2% di 2026, dengan optimisme tinggi (90% responden global). Namun, ada tantangan seperti penurunan pasar saham, risiko fiskal, dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan Prabowo. Prediksi penderitaan", "post_id": "2020745551956844716"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jatim", "x": 82.38334049110885, "y": 821.4345505112345, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia_jatim", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 917.2198038301676, "y": 105.72739951735733, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 323.6547424536581, "y": 180.50313642144488, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 351.58795321929335, "y": 331.34312184308936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 58.1579, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890140359829862647_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 4,9–5,7% meski menghadapi pelemahan ekonomi global. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan didorong oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga saat Idulfitri, peningkatan belanja pemerintah, serta investasi yang tetap kuat.\n\nKe depan, BI dan Pemerintah akan memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan, termasuk melalui stimulus domestik, penciptaan lapangan kerja, dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta sistem pembayaran.\n\nUntuk berita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bankindonesia\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#BankIndonesia\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3890140359829862647_282076797"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 299.56971885374793, "y": 286.63482514710205, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 58.1579, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890879550385354138_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengklaim ekonomi Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,61 persen.\n\n\"Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 atau di bawah 5 sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi,\" katanya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) malam.\n\nIa menilai percepatan ini belum sepenuhnya disadari oleh pelaku pasar. Menurutnya, masih ada investor yang cenderung berhati-hati hingga menarik dana dari pasar modal. Padahal, ia melihat kondisi saat ini sebagai peluang.\n\n\"Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok aja kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,\" ujarnya.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/ekonomi-ri-di-fase-akselerasi-purbaya-banyak-pelaku-pasar-tidak-menyadarinya\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890879550385354138_3310659452"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 551.2612395680719, "y": 574.6214880802568, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890696406881838537_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen atau tertinggi dalam 14 triwulan terakhir. Merujuk data Badan Pusat Statistik, capaian ini lebih banyak ditopang konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan akselerasi belanja pemerintah. Sementara dunia usaha justru mengalami tekanan.\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers hibrida, di Jakarta, Selasa (5/5/2026), menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat serta mobilitas di periode Ramadhan dan Lebaran.\n\nKonsumsi rumah tangga pada periode ini tumbuh 5,52 persen secara tahunan. Realisasi belanja pemerintah juga turut menopang dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen secara tahunan. ”Kalau kita lihat di triwulan I-2026, produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran belanja pemerintah itu tertinggi sejak tahun dasar 2010,” ujarnya.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terpisah, di Jakarta, menyebut, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I-2026 mencerminkan keberhasilan menjaga stabilitas makro. Di tengah gejolak dan tekanan perekonomian global yang sangat tidak menentu, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan sesuai target, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen. ”Ini menunjukkan bahwa kita mulai keluar dari apa yang selama ini disebut sebagai ’kutukan’ pertumbuhan 5 persen,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Ekonomi Tumbuh Pesat, tapi Dunia Usaha Tertekan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas #Ekonomi", "post_id": "3890696406881838537_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 933.3544736978891, "y": 804.7463921758059, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890696406881838537_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen atau tertinggi dalam 14 triwulan terakhir. Merujuk data Badan Pusat Statistik, capaian ini lebih banyak ditopang konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan akselerasi belanja pemerintah. Sementara dunia usaha justru mengalami tekanan.\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers hibrida, di Jakarta, Selasa (5/5/2026), menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat serta mobilitas di periode Ramadhan dan Lebaran.\n\nKonsumsi rumah tangga pada periode ini tumbuh 5,52 persen secara tahunan. Realisasi belanja pemerintah juga turut menopang dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen secara tahunan. ”Kalau kita lihat di triwulan I-2026, produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran belanja pemerintah itu tertinggi sejak tahun dasar 2010,” ujarnya.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terpisah, di Jakarta, menyebut, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I-2026 mencerminkan keberhasilan menjaga stabilitas makro. Di tengah gejolak dan tekanan perekonomian global yang sangat tidak menentu, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan sesuai target, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen. ”Ini menunjukkan bahwa kita mulai keluar dari apa yang selama ini disebut sebagai ’kutukan’ pertumbuhan 5 persen,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Ekonomi Tumbuh Pesat, tapi Dunia Usaha Tertekan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas #Ekonomi", "post_id": "3890696406881838537_1537212147"}}, {"key": "makasar_iinfo", "attributes": {"label": "makasar_iinfo", "x": 87.99992999068962, "y": 467.2763155675499, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890883076151143325_20402709174", "id": "makasar_iinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Merespon melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp17,424, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah otoritas keuangan, mulai dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada kemarin malam (5/5). Rapat ini digelar untuk merespons tekanan terhadap rupiah dan merumuskan langkah stabilisasi.\n\nDari rapat itu, melansir laporan , Perry selaku pejabat BI mengatakan kalau Presiden Prabowo telah merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperbaiki keadaan, membuat nilai mata uang rupiah kembali stabil. Pertama, BI disebut bakal turun langsung ke pasar valuta asing (dalam dan luar negeri) buat nahan gejolak rupiah. Kedua, BI juga segera menarik uang dari investor asing masuk ke Indonesia lewat instrumen seperti SRBI. Ketiga, BI berencana kerja bareng Kementerian Keuangan RI, termasuk beli SBN dari pasar supaya kondisi keuangan tetap stabil.\n\nKeempat, BI ikut menjaga likuiditas buat memastikan uang di perbankan dan pasar tetap banyak dan lancar. Kelima, BI membatasi pembelian dolar AS biar nggak berlebihan (sekarang dibatasi dan akan diperketat lagi). Keenam, BI juga bakal ikut intervensi di pasar luar negeri (offshore) lewat instrumen seperti NDF buat bantu stabilin rupiah. Ketujuh, BI memperketat pengawasan bank dan perusahaan bareng Otoritas Jasa Keuangan supaya sistem keuangan tetap aman.\n\nLebih lanjut Perry menjelaskan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dia percaya kalau nilai tukar rupiah bakal kembali stabil dan menguat ke depan. Your thoughts? 💭 \n\n[📸via Sekretariat Kabinet RI, ANTARA/HO-Setkab RI]\n\n(USSFeed)", "post_id": "3890883076151143325_20402709174"}}, {"key": "antaranewscom", "attributes": {"label": "antaranewscom", "x": 193.90455962286157, "y": 410.69743014075954, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890883076151143325_20402709174", "id": "antaranewscom", "source": "instagram-000001", "content": "Merespon melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp17,424, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah otoritas keuangan, mulai dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada kemarin malam (5/5). Rapat ini digelar untuk merespons tekanan terhadap rupiah dan merumuskan langkah stabilisasi.\n\nDari rapat itu, melansir laporan , Perry selaku pejabat BI mengatakan kalau Presiden Prabowo telah merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperbaiki keadaan, membuat nilai mata uang rupiah kembali stabil. Pertama, BI disebut bakal turun langsung ke pasar valuta asing (dalam dan luar negeri) buat nahan gejolak rupiah. Kedua, BI juga segera menarik uang dari investor asing masuk ke Indonesia lewat instrumen seperti SRBI. Ketiga, BI berencana kerja bareng Kementerian Keuangan RI, termasuk beli SBN dari pasar supaya kondisi keuangan tetap stabil.\n\nKeempat, BI ikut menjaga likuiditas buat memastikan uang di perbankan dan pasar tetap banyak dan lancar. Kelima, BI membatasi pembelian dolar AS biar nggak berlebihan (sekarang dibatasi dan akan diperketat lagi). Keenam, BI juga bakal ikut intervensi di pasar luar negeri (offshore) lewat instrumen seperti NDF buat bantu stabilin rupiah. Ketujuh, BI memperketat pengawasan bank dan perusahaan bareng Otoritas Jasa Keuangan supaya sistem keuangan tetap aman.\n\nLebih lanjut Perry menjelaskan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dia percaya kalau nilai tukar rupiah bakal kembali stabil dan menguat ke depan. Your thoughts? 💭 \n\n[📸via Sekretariat Kabinet RI, ANTARA/HO-Setkab RI]\n\n(USSFeed)", "post_id": "3890883076151143325_20402709174"}}, {"key": "berpotensi_viral", "attributes": {"label": "berpotensi_viral", "x": 346.84727978318466, "y": 277.62786175919075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "berpotensi_viral", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 374.3524036026714, "y": 838.1111487126647, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 223.10313412070758, "y": 870.9097657591766, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 981.9870848764741, "y": 69.7215295196626, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 313.8890864373179, "y": 434.6539067697551, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7634384743647169813", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "INVESTOR ASING KABUR KARENA ISU PAJAK!? Nilai tukar Rupiah sedang mengalami tekanan hebat akibat tingginya capital outflow. Apa alasan utama di balik larinya dana asing dari Indonesia? Kuncinya ada pada sentimen kepanikan di pasar terkait regulasi. Berikut adalah poin pentingnya: Derasnya Capital Outflow: Pelemahan mata uang kita sangat erat kaitannya dengan arus dana yang keluar dari pasar domestik secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Rumor Kebijakan Pajak: Market sedang digembar-gemborkan oleh berbagai rumor mengenai kebijakan pajak di Indonesia, yang memicu kekhawatiran para pemilik modal. Eksodus High Net Worth: Akibat rumor regulasi tersebut, banyak dana dari kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) dari Indonesia yang akhirnya ditarik keluar untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, sorotan utama kini tertuju pada potensi pelemahan Rupiah yang bisa terus tertekan hingga menembus level 18.500. Sudah siapkah strategi investasi Anda menghadapi volatilitas makroekonomi ini?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah Melemah, Prediksi Rupiah 18500, Capital Outflow, Dana Asing Keluar, Investor Asing Kabur, Pajak Indonesia, Wealth Tax, High Net Worth Individuals, HNWI Indonesia, IHSG Hari Ini, Makroekonomi, Volatilitas Rupiah, Market Update Indonesia, Kebijakan Pajak, Sentimen Pasar, Kurs Rupiah, Dollar Naik, Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Rupiah, USD to IDR, Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, Pasar Modal Indonesia, Foreign Net Sell, Pelarian Modal, Dampak Pajak, Kebijakan Fiskal, Berita Ekonomi Terbaru, Berita Keuangan, Analisis Makroekonomi, Investasi Asing, Regulasi Pemerintah, Peluang Investasi, Saham Cuan, Trading Saham.", "post_id": "7634384743647169813"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 475.8296310765814, "y": 662.7639098731214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7634384743647169813", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "INVESTOR ASING KABUR KARENA ISU PAJAK!? Nilai tukar Rupiah sedang mengalami tekanan hebat akibat tingginya capital outflow. Apa alasan utama di balik larinya dana asing dari Indonesia? Kuncinya ada pada sentimen kepanikan di pasar terkait regulasi. Berikut adalah poin pentingnya: Derasnya Capital Outflow: Pelemahan mata uang kita sangat erat kaitannya dengan arus dana yang keluar dari pasar domestik secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Rumor Kebijakan Pajak: Market sedang digembar-gemborkan oleh berbagai rumor mengenai kebijakan pajak di Indonesia, yang memicu kekhawatiran para pemilik modal. Eksodus High Net Worth: Akibat rumor regulasi tersebut, banyak dana dari kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) dari Indonesia yang akhirnya ditarik keluar untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, sorotan utama kini tertuju pada potensi pelemahan Rupiah yang bisa terus tertekan hingga menembus level 18.500. Sudah siapkah strategi investasi Anda menghadapi volatilitas makroekonomi ini?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah Melemah, Prediksi Rupiah 18500, Capital Outflow, Dana Asing Keluar, Investor Asing Kabur, Pajak Indonesia, Wealth Tax, High Net Worth Individuals, HNWI Indonesia, IHSG Hari Ini, Makroekonomi, Volatilitas Rupiah, Market Update Indonesia, Kebijakan Pajak, Sentimen Pasar, Kurs Rupiah, Dollar Naik, Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Rupiah, USD to IDR, Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, Pasar Modal Indonesia, Foreign Net Sell, Pelarian Modal, Dampak Pajak, Kebijakan Fiskal, Berita Ekonomi Terbaru, Berita Keuangan, Analisis Makroekonomi, Investasi Asing, Regulasi Pemerintah, Peluang Investasi, Saham Cuan, Trading Saham.", "post_id": "7634384743647169813"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 420.9352031616188, "y": 824.9305338717674, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 761.9952840159144, "y": 383.81640553228556, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 788.9278334217558, "y": 1.6540523408835606, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 165.65472407061833, "y": 880.3291859127087, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 766.9716645740972, "y": 3.057301302976434, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 384.95585138269837, "y": 454.58034334976907, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "haristjj1dv", "attributes": {"label": "haristjj1dv", "x": 120.6294757938794, "y": 559.924741060966, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7622817368078617877", "id": "haristjj1dv", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Kompas.com", "attributes": {"label": "Kompas.com", "x": 118.43642366051799, "y": 315.47266485257643, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Kompas.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tribunnews", "attributes": {"label": "Tribunnews", "x": 1.0067804781418443, "y": 396.9028595343232, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tribunnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tempo.co", "attributes": {"label": "Tempo.co", "x": 439.2811930673772, "y": 593.8895225189035, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tempo.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Podcast", "attributes": {"label": "Podcast", "x": 270.04184613013115, "y": 706.2599196226887, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Podcast", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "liputan6.com", "attributes": {"label": "liputan6.com", "x": 14.963042259735882, "y": 553.2360302801773, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "liputan6.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Prabowo", "attributes": {"label": "Prabowo", "x": 255.16967112167387, "y": 393.6914212448331, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 264.23129987235296, "y": 680.3717997433776, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 327.5069081663845, "y": 932.1189554703122, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "attributes": {"label": "@CerdasSejarah", "x": 990.853641781681, "y": 995.0661952308028, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iGy-AOlTWdk", "id": "@CerdasSejarah", "source": "youtube-000001", "content": "KENAPA ZAMAN SBY BISA SEENAK ITU?\n\nBenarkah zaman SBY seenak itu? Harga BBM murah dan rakyat hidup tenang, atau sebenarnya negara sedang membakar ratusan triliun APBN demi popularitas semata?\n\nSelama ini, kita sering mendengar nostalgia bahwa 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) adalah masa keemasan yang stabil. Namun, di balik narasi kesuksesan melunasi utang IMF lebih cepat dan masuknya Indonesia ke G-20, tersembunyi tagihan ekonomi yang sangat mengerikan.\n\nVideo ini adalah sebuah otopsi forensik ekonomi. Dibedah tuntas menggunakan pisau analisis ekonomi pembangunan berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, World Bank, dan literatur akademik. Kita akan membongkar \"Dua Wajah Republik\": Mulai dari tragedi hilangnya nyawa dalam antrean BLT kompensasi BBM, keberuntungan \"Commodity Boom\" yang menutupi kelemahan industri nasional, hingga ironi pencairan dana bailout Bank Century Rp 6,7 Triliun yang sangat kilat di tengah keraguan pemerintah mencabut subsidi untuk rakyat.\n\nApakah stabilitas dan ketenangan di era tersebut dibayar lunas dengan deindustrialisasi dan ribuan kilometer infrastruktur yang gagal dibangun?\n\nTonton sampai habis sebelum Anda berdebat di kolom komentar!\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya: https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\n📚 SUMBER DATA & REFERENSI (FORENSIK EKONOMI):\n\nLaporan Bank Dunia: Indonesia Economic Quarterly (IEQ 2013)\nKementerian Keuangan RI: Nota Keuangan APBN & LKPP (2005, 2008, 2014)\nThe Yudhoyono Presidency: Indonesia's Decade of Stability and Stagnation (Edward Aspinall, dkk, ISEAS 2015)\nBuku Wakil Presiden Boediono: Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah\nLaporan Investigasi SMERU (Tragedi BLT) & Data ICW (Skandal Century)\n\n🗣️ MARI BERDISKUSI:\nMenurut Anda, apakah SBY adalah pahlawan stabilitas yang menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, atau pemimpin yang menyandera kemajuan infrastruktur kita demi menjaga posisinya? Tulis argumen dan opini Anda di kolom komentar di bawah! Kami membaca semuanya.\n\nDukung terus jurnalisme sejarah dan ekonomi makro yang tajam, objektif, dan berbasis data. Jangan lupa tekan tombol LIKE, SHARE ke grup WhatsApp keluarga Anda, dan SUBSCRIBE untuk investigasi berikutnya di Cerdas Sejarah.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \nFootage arsip berita (Kompas, stasiun TV lokal, dokumentasi amatir) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#SBY #SejarahIndonesia #EkonomiIndonesia #CerdasSejarah #BankCentury #SusiloBambangYudhoyono #SejarahEkonomi #SubsidiBBM #PolitikIndonesia #DokumenterIndonesia", "post_id": "iGy-AOlTWdk"}}, {"key": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "WhiteBatAudio", "x": 321.8188886727358, "y": 111.3590571508557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iGy-AOlTWdk", "id": "WhiteBatAudio", "source": "youtube-000001", "content": "KENAPA ZAMAN SBY BISA SEENAK ITU?\n\nBenarkah zaman SBY seenak itu? Harga BBM murah dan rakyat hidup tenang, atau sebenarnya negara sedang membakar ratusan triliun APBN demi popularitas semata?\n\nSelama ini, kita sering mendengar nostalgia bahwa 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014) adalah masa keemasan yang stabil. Namun, di balik narasi kesuksesan melunasi utang IMF lebih cepat dan masuknya Indonesia ke G-20, tersembunyi tagihan ekonomi yang sangat mengerikan.\n\nVideo ini adalah sebuah otopsi forensik ekonomi. Dibedah tuntas menggunakan pisau analisis ekonomi pembangunan berdasarkan data resmi Kementerian Keuangan, World Bank, dan literatur akademik. Kita akan membongkar \"Dua Wajah Republik\": Mulai dari tragedi hilangnya nyawa dalam antrean BLT kompensasi BBM, keberuntungan \"Commodity Boom\" yang menutupi kelemahan industri nasional, hingga ironi pencairan dana bailout Bank Century Rp 6,7 Triliun yang sangat kilat di tengah keraguan pemerintah mencabut subsidi untuk rakyat.\n\nApakah stabilitas dan ketenangan di era tersebut dibayar lunas dengan deindustrialisasi dan ribuan kilometer infrastruktur yang gagal dibangun?\n\nTonton sampai habis sebelum Anda berdebat di kolom komentar!\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya: https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\n📚 SUMBER DATA & REFERENSI (FORENSIK EKONOMI):\n\nLaporan Bank Dunia: Indonesia Economic Quarterly (IEQ 2013)\nKementerian Keuangan RI: Nota Keuangan APBN & LKPP (2005, 2008, 2014)\nThe Yudhoyono Presidency: Indonesia's Decade of Stability and Stagnation (Edward Aspinall, dkk, ISEAS 2015)\nBuku Wakil Presiden Boediono: Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah\nLaporan Investigasi SMERU (Tragedi BLT) & Data ICW (Skandal Century)\n\n🗣️ MARI BERDISKUSI:\nMenurut Anda, apakah SBY adalah pahlawan stabilitas yang menyelamatkan Indonesia dari kehancuran, atau pemimpin yang menyandera kemajuan infrastruktur kita demi menjaga posisinya? Tulis argumen dan opini Anda di kolom komentar di bawah! Kami membaca semuanya.\n\nDukung terus jurnalisme sejarah dan ekonomi makro yang tajam, objektif, dan berbasis data. Jangan lupa tekan tombol LIKE, SHARE ke grup WhatsApp keluarga Anda, dan SUBSCRIBE untuk investigasi berikutnya di Cerdas Sejarah.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \nFootage arsip berita (Kompas, stasiun TV lokal, dokumentasi amatir) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#SBY #SejarahIndonesia #EkonomiIndonesia #CerdasSejarah #BankCentury #SusiloBambangYudhoyono #SejarahEkonomi #SubsidiBBM #PolitikIndonesia #DokumenterIndonesia", "post_id": "iGy-AOlTWdk"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 772.9722206033405, "y": 869.0559867939671, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "n2s43NlJOSA", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Kuat Tapi IHSG Hancur 19% Karena MSCI? Ini 4 Syarat Beli Saham Diskon Q1 2026!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Apakah Anda panik melihat portofolio berdarah karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terpuruk tajam terjun bebas hingga lebih dari 19% sejak awal tahun (YTD) 2026? Jangan buru-buru  cut loss  dan berasumsi bahwa mesin ekonomi Indonesia sedang hancur lebur!\n\nDi video eksklusif \"Wawasan Cerdas\" kali ini, kita akan membongkar tuntas ilusi kehancuran pasar modal Indonesia dan menemukan peta harta karun di tengah kepanikan massal. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa di saat bursa kita hancur, bursa negara berkembang lain seperti India hanya terkoreksi 8%, sementara Brazil melesat naik lebih dari 16%, dan bursa Amerika S&P 500 justru menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High)!\n\nMengapa IHSG Kita Hancur? Kejatuhan IHSG rupanya diseret oleh hancurnya harga saham-saham berkapitalisasi raksasa ( big caps ) perbankan dan energi, seperti BBCA yang anjlok 27,55%, BBRI minus 18,31%, BMRI minus 13,92%, hingga BREN yang terjun 54,02%. Benang merah dari saham-saham yang berguguran ini adalah: mereka semua merupakan penghuni indeks MSCI! Pasar saat ini dilanda ketakutan luar biasa terhadap potensi  downgrade  pasar modal Indonesia ke status  Frontier Market, sehingga memicu pelarian modal ( capital outflow ) puluhan triliun dari investor institusi asing.\n\nRealita Fundamental: Ekonomi Sedang Baik-Baik Saja! Jika kita membedah laporan keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 dari 676 saham yang valid, hasilnya sangat melegakan. Sebanyak 521 saham (77,07%) terbukti masih sukses mencetak laba! Total akumulasi laba emiten mencapai angka fantastis sekitar Rp155,77 triliun, sangat timpang dibandingkan total kerugian korporasi yang hanya berkisar Rp4,56 triliun. Lebih hebatnya lagi, 416 saham berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan ( revenue ), membuktikan roda ekonomi riil dan daya beli masih berputar kencang.\n\nPeluang Emas: Saatnya Berburu Saham \"Salah Harga\" Anjloknya pasar secara massal murni karena kepanikan sentimen, melahirkan fenomena \"salah harga\" skala besar di bursa kita. Terdapat 218 saham anomali yang laba bersihnya bertumbuh secara YTD, tetapi harga sahamnya justru terus ditekan turun sejak awal tahun.\n\nLalu, bagaimana strategi investasi kita menghadapi badai IHSG 2026 ini? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui:\n1. Sektor Bintang yang Wajib Dilirik: Fokuslah menyisir Sektor Keuangan (terdapat 27 saham salah harga termasuk bank-bank besar) dan Sektor Consumer Non-Cyclical (barang konsumsi primer) yang sangat defensif namun sedang dihukum diskon tajam oleh pasar.\n\n2. Sektor Ranjau yang Wajib Dihindari: Jauhi saham teknologi, digital, properti, dan konstruksi di mana tingkat kerugian dan beban utangnya masih sangat tinggi! Jangan sampai terjebak!\n\n3. 4 Aturan Emas Screening Saham: Pastikan laba bersih naik, pendapatan ( revenue ) wajib ikut naik, harga saham terdiskon dalam ( margin of safety ), dan arus kas ( cash flow ) perusahaan sangat sehat. Jangan terkecoh laba semu atau terjebak saham gorengan!\n\n4. Strategi Wait and See: Sembari menunggu pengumuman evaluasi MSCI di bulan Juni 2026, jadikan emiten komoditas dengan fundamental apik sebagai tempat berlindung ( hedging ) untuk meraup untung dari tingginya harga jual dan konversi Dolar ke Rupiah.\n\nTutup telinga dari kebisingan pasar sesaat. Jadilah  value investor  cerdas yang mampu melihat mutiara di saat orang lain ketakutan!\n\n🔔 JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL WAWASAN CERDAS! Tekan tombol Like, berikan Komentar saham apa yang sedang Anda incar, dan Share video ini ke rekan-rekan investor lainnya agar kita bisa  cuan  bersama di tengah badai IHSG 2026!\n\n(Disclaimer: Konten ini merupakan analisis edukasi berbasis data dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk keputusan jual-beli saham. Segala keputusan investasi dan profil risiko sepenuhnya berada di tangan Anda).\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHASHTAGS (Tempatkan di akhir deskripsi)\n#IHSG2026 #SahamSalahHarga #WawasanCerdas #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #PasarModalIndonesia #SahamFundamental #SahamDiskon #DanaAsing #IHSGAnjlok #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "n2s43NlJOSA"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 10.484662373785426, "y": 248.27995077417154, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "n2s43NlJOSA", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Kuat Tapi IHSG Hancur 19% Karena MSCI? Ini 4 Syarat Beli Saham Diskon Q1 2026!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Apakah Anda panik melihat portofolio berdarah karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terpuruk tajam terjun bebas hingga lebih dari 19% sejak awal tahun (YTD) 2026? Jangan buru-buru  cut loss  dan berasumsi bahwa mesin ekonomi Indonesia sedang hancur lebur!\n\nDi video eksklusif \"Wawasan Cerdas\" kali ini, kita akan membongkar tuntas ilusi kehancuran pasar modal Indonesia dan menemukan peta harta karun di tengah kepanikan massal. Fakta mengejutkan menunjukkan bahwa di saat bursa kita hancur, bursa negara berkembang lain seperti India hanya terkoreksi 8%, sementara Brazil melesat naik lebih dari 16%, dan bursa Amerika S&P 500 justru menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High)!\n\nMengapa IHSG Kita Hancur? Kejatuhan IHSG rupanya diseret oleh hancurnya harga saham-saham berkapitalisasi raksasa ( big caps ) perbankan dan energi, seperti BBCA yang anjlok 27,55%, BBRI minus 18,31%, BMRI minus 13,92%, hingga BREN yang terjun 54,02%. Benang merah dari saham-saham yang berguguran ini adalah: mereka semua merupakan penghuni indeks MSCI! Pasar saat ini dilanda ketakutan luar biasa terhadap potensi  downgrade  pasar modal Indonesia ke status  Frontier Market, sehingga memicu pelarian modal ( capital outflow ) puluhan triliun dari investor institusi asing.\n\nRealita Fundamental: Ekonomi Sedang Baik-Baik Saja! Jika kita membedah laporan keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 dari 676 saham yang valid, hasilnya sangat melegakan. Sebanyak 521 saham (77,07%) terbukti masih sukses mencetak laba! Total akumulasi laba emiten mencapai angka fantastis sekitar Rp155,77 triliun, sangat timpang dibandingkan total kerugian korporasi yang hanya berkisar Rp4,56 triliun. Lebih hebatnya lagi, 416 saham berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan ( revenue ), membuktikan roda ekonomi riil dan daya beli masih berputar kencang.\n\nPeluang Emas: Saatnya Berburu Saham \"Salah Harga\" Anjloknya pasar secara massal murni karena kepanikan sentimen, melahirkan fenomena \"salah harga\" skala besar di bursa kita. Terdapat 218 saham anomali yang laba bersihnya bertumbuh secara YTD, tetapi harga sahamnya justru terus ditekan turun sejak awal tahun.\n\nLalu, bagaimana strategi investasi kita menghadapi badai IHSG 2026 ini? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui:\n1. Sektor Bintang yang Wajib Dilirik: Fokuslah menyisir Sektor Keuangan (terdapat 27 saham salah harga termasuk bank-bank besar) dan Sektor Consumer Non-Cyclical (barang konsumsi primer) yang sangat defensif namun sedang dihukum diskon tajam oleh pasar.\n\n2. Sektor Ranjau yang Wajib Dihindari: Jauhi saham teknologi, digital, properti, dan konstruksi di mana tingkat kerugian dan beban utangnya masih sangat tinggi! Jangan sampai terjebak!\n\n3. 4 Aturan Emas Screening Saham: Pastikan laba bersih naik, pendapatan ( revenue ) wajib ikut naik, harga saham terdiskon dalam ( margin of safety ), dan arus kas ( cash flow ) perusahaan sangat sehat. Jangan terkecoh laba semu atau terjebak saham gorengan!\n\n4. Strategi Wait and See: Sembari menunggu pengumuman evaluasi MSCI di bulan Juni 2026, jadikan emiten komoditas dengan fundamental apik sebagai tempat berlindung ( hedging ) untuk meraup untung dari tingginya harga jual dan konversi Dolar ke Rupiah.\n\nTutup telinga dari kebisingan pasar sesaat. Jadilah  value investor  cerdas yang mampu melihat mutiara di saat orang lain ketakutan!\n\n🔔 JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL WAWASAN CERDAS! Tekan tombol Like, berikan Komentar saham apa yang sedang Anda incar, dan Share video ini ke rekan-rekan investor lainnya agar kita bisa  cuan  bersama di tengah badai IHSG 2026!\n\n(Disclaimer: Konten ini merupakan analisis edukasi berbasis data dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk keputusan jual-beli saham. Segala keputusan investasi dan profil risiko sepenuhnya berada di tangan Anda).\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHASHTAGS (Tempatkan di akhir deskripsi)\n#IHSG2026 #SahamSalahHarga #WawasanCerdas #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #PasarModalIndonesia #SahamFundamental #SahamDiskon #DanaAsing #IHSGAnjlok #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "n2s43NlJOSA"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 859.4110843984973, "y": 493.4577810084999, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9s4WrNF41KQ", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Peran Buruh dalam Ekonomi Indonesia: Stabilitas Tanpa Jaminan Sosial | EDITORIAL POINT\n\nKABARBURSA.COM — Ekonomi Indonesia terlihat stabil dengan pertumbuhan 5 persen, namun di baliknya terdapat kerentanan besar: mayoritas tenaga kerja masih berada di sektor informal dengan perlindungan terbatas dan rentan terhadap guncangan ekonomi. Buruh bukan hanya tenaga kerja, melainkan mesin konsumsi yang menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui daya beli mereka. Tanpa pendapatan layak dan kepastian kerja, pertumbuhan ekonomi berisiko goyah—itulah mengapa penguatan perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, dan peningkatan kualitas SDM menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. Bagaimana pemerintah dan masyarakat merespons tantangan ini akan menentukan masa depan ekonomi Indonesia. Tonton penjelasan lengkapnya dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#buruh #mayday #ekonomiindonesia #ketenagakerjaan #stabilitasekonomi #umkmindonesia #pertumbuhanekonomi #phk #jamiansosial #hariburuh #pekerja #beritaekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "9s4WrNF41KQ"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 687.199885928763, "y": 617.9017726046606, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9s4WrNF41KQ", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Peran Buruh dalam Ekonomi Indonesia: Stabilitas Tanpa Jaminan Sosial | EDITORIAL POINT\n\nKABARBURSA.COM — Ekonomi Indonesia terlihat stabil dengan pertumbuhan 5 persen, namun di baliknya terdapat kerentanan besar: mayoritas tenaga kerja masih berada di sektor informal dengan perlindungan terbatas dan rentan terhadap guncangan ekonomi. Buruh bukan hanya tenaga kerja, melainkan mesin konsumsi yang menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui daya beli mereka. Tanpa pendapatan layak dan kepastian kerja, pertumbuhan ekonomi berisiko goyah—itulah mengapa penguatan perlindungan tenaga kerja, perluasan jaminan sosial, dan peningkatan kualitas SDM menjadi agenda mendesak yang tidak bisa ditunda lagi. Bagaimana pemerintah dan masyarakat merespons tantangan ini akan menentukan masa depan ekonomi Indonesia. Tonton penjelasan lengkapnya dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#buruh #mayday #ekonomiindonesia #ketenagakerjaan #stabilitasekonomi #umkmindonesia #pertumbuhanekonomi #phk #jamiansosial #hariburuh #pekerja #beritaekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "9s4WrNF41KQ"}}, {"key": "@awalilrizky", "attributes": {"label": "@awalilrizky", "x": 666.1715418965216, "y": 178.82019965071595, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8CeplkvbUeI", "id": "@awalilrizky", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim ekonomi solid di tengah ancaman eksodus investor luar. Yakin tumbuh 5,61%?\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#purbaya #pertumbuhanekonomi #krisis", "post_id": "8CeplkvbUeI"}}, {"key": "barisandata", "attributes": {"label": "barisandata", "x": 939.8174670338171, "y": 239.05086420591536, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8CeplkvbUeI", "id": "barisandata", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim ekonomi solid di tengah ancaman eksodus investor luar. Yakin tumbuh 5,61%?\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#purbaya #pertumbuhanekonomi #krisis", "post_id": "8CeplkvbUeI"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 621.2158580940128, "y": 117.0905618788689, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 27.515928637027564, "y": 278.907341081023, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 803.2526090124729, "y": 686.9822823969018, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 800.9944855445124, "y": 921.6640738969687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 536.1684272687445, "y": 131.84419918643076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 297.33482191114814, "y": 256.3756459000044, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 640.2691760234331, "y": 17.081848165149015, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 596.7096028762821, "y": 124.86412474316188, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 764.8317044047177, "y": 439.78681887749906, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 630.5794142067758, "y": 768.1668892373586, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "z4Xh-VqiaFk", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Serang Indonesia untuk Bertahan? - To The Point Aja - 04/05\n\nProgram To The Point Aja kali ini menghadirkan Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Bennix, sapaan akrabnya, memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nSimak analisis selengkapnya Bennix dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#RatingUtangIndonesia #investorasing  #singapura  #hargaminyak  #rupiah  #pasarkeuangan #MenkeuPurbaya #purbayayudhisadewa  #mentanamran  #ToThePointAja #Sindonews #BeritaTerkini", "post_id": "z4Xh-VqiaFk"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 618.3362606808428, "y": 979.8708460759455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 115.29600583028132, "y": 532.2259116092292, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 37.17590893634615, "y": 805.2697681276882, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 708.322091363757, "y": 438.50324299968213, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "@ABTVNEWS", "attributes": {"label": "@ABTVNEWS", "x": 220.22949021502015, "y": 848.4295696145821, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "c10DXEgrKgo", "id": "@ABTVNEWS", "source": "youtube-000001", "content": "NGODE   Petani Sumringah, Anak Sekolah Gembira, Rakyat Bahagia Meski di Tengah Ancaman Krisis Global\n\nPodcast ini mengulas bagaimana petani sumringah, anak sekolah gembira, dan rakyat tetap bahagia di tengah ancaman krisis global, dengan sorotan pada ketahanan pangan, stabilitas harga, bantuan pendidikan, dan daya beli masyarakat. Dibahas peran kebijakan pemerintah, distribusi pangan, serta dukungan sektor pendidikan dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan ekonomi daerah tetap kuat. \n\nSimak insight seputar ekonomi Indonesia, bantuan sosial, pendidikan, pertanian, dan strategi menghadapi krisis global agar masyarakat tetap optimis dan tangguh, bersama H. Chusni Mubarok, S.H., M.M., M.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.\n\n#NGODE2026 #podcastdprdjatim2026 \n==============================================================\nTonton selengkapnya tayangan kami di ABTV, Frekuensi 599.25 MHz (Channel 36 UHF).\n\nIkuti juga media sosial Redaksi ABTV News :\n\nYoutube channel : ABTV News\n   / abtv   News\n\nFacebook Fan Page : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews  \n\nInstagram: \n  / abtvblitar.official  \n\nTiktok : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews", "post_id": "c10DXEgrKgo"}}, {"key": "abtvblitar.official", "attributes": {"label": "abtvblitar.official", "x": 925.6184276614316, "y": 725.9849006854707, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "c10DXEgrKgo", "id": "abtvblitar.official", "source": "youtube-000001", "content": "NGODE   Petani Sumringah, Anak Sekolah Gembira, Rakyat Bahagia Meski di Tengah Ancaman Krisis Global\n\nPodcast ini mengulas bagaimana petani sumringah, anak sekolah gembira, dan rakyat tetap bahagia di tengah ancaman krisis global, dengan sorotan pada ketahanan pangan, stabilitas harga, bantuan pendidikan, dan daya beli masyarakat. Dibahas peran kebijakan pemerintah, distribusi pangan, serta dukungan sektor pendidikan dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan ekonomi daerah tetap kuat. \n\nSimak insight seputar ekonomi Indonesia, bantuan sosial, pendidikan, pertanian, dan strategi menghadapi krisis global agar masyarakat tetap optimis dan tangguh, bersama H. Chusni Mubarok, S.H., M.M., M.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur.\n\n#NGODE2026 #podcastdprdjatim2026 \n==============================================================\nTonton selengkapnya tayangan kami di ABTV, Frekuensi 599.25 MHz (Channel 36 UHF).\n\nIkuti juga media sosial Redaksi ABTV News :\n\nYoutube channel : ABTV News\n   / abtv   News\n\nFacebook Fan Page : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews  \n\nInstagram: \n  / abtvblitar.official  \n\nTiktok : Redaksi ABTV News\n  / redaksiabtvnews", "post_id": "c10DXEgrKgo"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 694.8414197286884, "y": 888.4841535440205, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_Txx-ebqFNE", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Demi Selamatkan Ekonomi, Benarkah Singapura Bakal \"Serang\" Indonesia? | To The Point Aja\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nCreator: Furqon Al Fauzi (FAF)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #ekonomi #purbayayudhi #purbaya", "post_id": "_Txx-ebqFNE"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 775.8489446060413, "y": 194.05085692616763, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_Txx-ebqFNE", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Demi Selamatkan Ekonomi, Benarkah Singapura Bakal \"Serang\" Indonesia? | To The Point Aja\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nCreator: Furqon Al Fauzi (FAF)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #ekonomi #purbayayudhi #purbaya", "post_id": "_Txx-ebqFNE"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 220.1267282905126, "y": 784.1222683666266, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 426.50848947183795, "y": 915.139458093266, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 355.72805203747424, "y": 877.83307428327, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 580.0293609031161, "y": 744.9944068484261, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 533.2369148413796, "y": 98.35032052510817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 632.1121932042037, "y": 389.9240636651751, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.139, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 980.5015286689672, "y": 323.45403387912364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 136.9430178471105, "y": 214.02778681402046, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 666.0327755502756, "y": 856.4987172811585, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 204.7556452622199, "y": 303.40785354628406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 581.5977971041411, "y": 487.26846961127967, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}], "edges": [{"key": "babirusa2025", "source": "babirusa2025", "target": "mhuseinali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "1404Stj", "source": "1404Stj", "target": "OECD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "abah4ang", "source": "abah4ang", "target": "tijabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Sega_seth", "source": "Sega_seth", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "FashionIin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "A2Andal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "source": "bank_indonesia_jatim", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "makasar_iinfo", "source": "makasar_iinfo", "target": "antaranewscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "berpotensi_viral", "source": "berpotensi_viral", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Kompas.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tempo.co", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Podcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "liputan6.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "source": "@CerdasSejarah", "target": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@awalilrizky", "source": "@awalilrizky", "target": "barisandata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ABTVNEWS", "source": "@ABTVNEWS", "target": "abtvblitar.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}