{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 125.77442132093397, "y": 170.06506720354886, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 40.2762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "9H0st66", "attributes": {"label": "9H0st66", "x": 16.43001186988591, "y": 690.3792657717864, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 74.5109, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "9H0st66", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 836.1796658673492, "y": 613.9170835622742, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 476.0195410157467, "y": 980.6988577002924, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5109, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 997.9920714876733, "y": 409.9753687412292, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 361.3370234452825, "y": 952.8636765046618, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5109, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 340.14729013420754, "y": 374.2286644806683, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 75.98400361287983, "y": 505.34388928955366, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5109, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 590.7793350394364, "y": 204.42512204976182, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 585.1136838838584, "y": 83.17990486097615, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5109, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 686.1123923266582, "y": 798.8480392002962, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 923.4193866245473, "y": 530.2229962824584, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5109, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 884.3316428069292, "y": 333.6247808840863, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.2762, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 835.7823367870304, "y": 582.5628889702134, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.1669, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 379.93008222925863, "y": 758.8331720696576, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.1669, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 455.57771420988644, "y": 38.32353404154587, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.1669, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 694.4994010115083, "y": 759.7552380981731, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.1669, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 124.41707873969543, "y": 294.1562247832753, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.1669, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 893.461723193418, "y": 160.3611083369093, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.1669, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "9H0st66", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}