{"nodes": [{"key": "GlendMarti35542", "attributes": {"label": "GlendMarti35542", "x": 782.285631453518, "y": 722.8794838774302, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050130475780583540", "id": "GlendMarti35542", "source": "tweet-000004", "content": "Ojol& pekerja platform msh rentan: bonus 25% bagus, tp regulasi komisi platform,status pekerja (bkn karyawan),& jam kerja ttp problem besar.\nScr makro, daya beli buruh sgt dipengaruhi inflasi pangan&harga BBM.Stabilisasi BBM subsidi mmg membantu,tp berisiko fiskal jangka panjang.", "post_id": "2050130475780583540"}}, {"key": "budimandjatmiko", "attributes": {"label": "budimandjatmiko", "x": 14.904779200682782, "y": 542.5182653339951, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050130475780583540", "id": "budimandjatmiko", "source": "tweet-000004", "content": "Ojol& pekerja platform msh rentan: bonus 25% bagus, tp regulasi komisi platform,status pekerja (bkn karyawan),& jam kerja ttp problem besar.\nScr makro, daya beli buruh sgt dipengaruhi inflasi pangan&harga BBM.Stabilisasi BBM subsidi mmg membantu,tp berisiko fiskal jangka panjang.", "post_id": "2050130475780583540"}}, {"key": "syaifulhooda", "attributes": {"label": "syaifulhooda", "x": 972.3326105757525, "y": 357.5136608411564, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3887850515496796912_5853980327", "id": "syaifulhooda", "source": "instagram-000001", "content": "Kami menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar potongan tarif aplikator ojek online (ojol) di bawah 10 persen. Kami meminta Menteri Perhubungan (Menhub) segera menerbitkan aturan baru mengenai potongan tarif itu.\n\nKita harus menyambut baik dan mengapresiasi pernyataan tegas Presiden Prabowo  pada peringatan Hari Buruh Internasional hari ini di Monas. Presiden secara lantang menyatakan bahwa potongan tarif aplikator ojol harus berada di bawah angka 10% . Political statement ini adalah bentuk keberpihakan yang nyata dari seorang Kepala Negara kepada pekerja transportasi berbasis aplikasi online di Indonesia. \n\nDalam berbagai rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun RDP dengan Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan terkait, Komisi V secara konsisten menyatakan bahwa potongan yang layak diambil oleh platform aplikator tidak boleh lebih dari 10 persen, bahkan didorong untuk bisa lebih rendah lagi.\n\nSkema potongan 20% yang selama ini berlaku adalah ketidakadilan struktural yang harus dikoreksi, dan merendahkan martabat dan harkat hidup para pengemudi ojek berbasis aplikasi online. Jadi, bukan hal baru bagi kami. Ini semacam déjà vu yang sangat melegakan, sekaligus memprihatinkan, karena kita harusnya sudah bisa menyelesaikan masalah ini jauh lebih cepat.\n\nKita akan meminta Menteri Perhubungan untuk segera mengambil langkah-langkah. Segera terbitkan Permenhub baru yang secara eksplisit membatasi potongan aplikator maksimal di bawah 10 persen, sebagai turunan dari Perpres No. 27/2026. Tidak perlu menunggu lama, draft regulasi ini seharusnya sudah ada di meja Kemenhub. \n\nKami akan menjadikan isu ini sebagai agenda pengawasan prioritas dalam masa sidang mendatang. Arahan Presiden hari ini adalah political window yang langka, dan Komisi V DPR RI berkewajiban memastikan momentum ini diterjemahkan menjadi regulasi yang konkret, berpihak pada jutaan pengemudi ojol di seluruh Indonesia 🇮🇩.\n\n#PKB", "post_id": "3887850515496796912_5853980327"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 738.3588875335931, "y": 78.15834474697026, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887850515496796912_5853980327", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Kami menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar potongan tarif aplikator ojek online (ojol) di bawah 10 persen. Kami meminta Menteri Perhubungan (Menhub) segera menerbitkan aturan baru mengenai potongan tarif itu.\n\nKita harus menyambut baik dan mengapresiasi pernyataan tegas Presiden Prabowo  pada peringatan Hari Buruh Internasional hari ini di Monas. Presiden secara lantang menyatakan bahwa potongan tarif aplikator ojol harus berada di bawah angka 10% . Political statement ini adalah bentuk keberpihakan yang nyata dari seorang Kepala Negara kepada pekerja transportasi berbasis aplikasi online di Indonesia. \n\nDalam berbagai rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun RDP dengan Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan terkait, Komisi V secara konsisten menyatakan bahwa potongan yang layak diambil oleh platform aplikator tidak boleh lebih dari 10 persen, bahkan didorong untuk bisa lebih rendah lagi.\n\nSkema potongan 20% yang selama ini berlaku adalah ketidakadilan struktural yang harus dikoreksi, dan merendahkan martabat dan harkat hidup para pengemudi ojek berbasis aplikasi online. Jadi, bukan hal baru bagi kami. Ini semacam déjà vu yang sangat melegakan, sekaligus memprihatinkan, karena kita harusnya sudah bisa menyelesaikan masalah ini jauh lebih cepat.\n\nKita akan meminta Menteri Perhubungan untuk segera mengambil langkah-langkah. Segera terbitkan Permenhub baru yang secara eksplisit membatasi potongan aplikator maksimal di bawah 10 persen, sebagai turunan dari Perpres No. 27/2026. Tidak perlu menunggu lama, draft regulasi ini seharusnya sudah ada di meja Kemenhub. \n\nKami akan menjadikan isu ini sebagai agenda pengawasan prioritas dalam masa sidang mendatang. Arahan Presiden hari ini adalah political window yang langka, dan Komisi V DPR RI berkewajiban memastikan momentum ini diterjemahkan menjadi regulasi yang konkret, berpihak pada jutaan pengemudi ojol di seluruh Indonesia 🇮🇩.\n\n#PKB", "post_id": "3887850515496796912_5853980327"}}, {"key": "txtdarikreatif", "attributes": {"label": "txtdarikreatif", "x": 303.33009297648863, "y": 960.4803017202397, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 438.1145, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7634548471772548372", "id": "txtdarikreatif", "source": "tiktok-000001", "content": "Selama ini banyak yang nganggep ojol itu “bukan pekerja tetap”, jadi urusan kesejahteraan sering kayak abu-abu. Tapi sekarang mulai kelihatan arahnya berubah. Di era Prabowo Subianto, negara mulai dorong adanya Bonus Hari Raya buat driver ojol. Lewat Kementerian Ketenagakerjaan yang dipimpin Menaker Yassierli, kebijakan ini jadi langkah awal ngakuin kalau pekerja mandiri juga butuh perlindungan. Nggak cuma itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Jajaran DPR lainnya juga ikut ngawal supaya kebijakan ini nggak cuma jadi formalitas. Menariknya, dampaknya langsung kerasa. Perusahaan platform sampai naikin anggaran ratusan miliar buat BHR. Artinya apa? Ketika negara mulai “ngeh”, sistem juga ikut bergerak. Tapi di sisi lain, masih banyak yang ngerasa pembagiannya belum sepenuhnya adil. Jadi ini baru start, belum finish. Menurut lo, ini beneran bentuk perhatian serius, atau cuma langkah awal yang masih setengah matang? 👀🔥 Follow  biar nggak ketinggalan bahasan isu kerja yang relate sama realita lo! 🚀 #txtdarikreatif #ojol #viraltiktok #viralditiktok #mayday", "post_id": "7634548471772548372"}}, {"key": "timothyshortform", "attributes": {"label": "timothyshortform", "x": 476.3192084125986, "y": 646.2687329338831, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "timothyshortform", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}, {"key": "Blocknews", "attributes": {"label": "Blocknews", "x": 777.322837077406, "y": 70.77496676722161, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "Blocknews", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}], "edges": [{"key": "GlendMarti35542", "source": "GlendMarti35542", "target": "budimandjatmiko", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syaifulhooda", "source": "syaifulhooda", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "txtdarikreatif", "source": "txtdarikreatif", "target": "txtdarikreatif", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timothyshortform", "source": "timothyshortform", "target": "Blocknews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}