{"nodes": [{"key": "meow_leader2", "attributes": {"label": "meow_leader2", "x": 180.57427059393362, "y": 5.295213581274272, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050237253071634584", "id": "meow_leader2", "source": "tweet-000004", "content": "pasti aplikator sedang memutar otak buat mengakali skema agar tetap dapat profit seperti semula, yang jadi korban skema ini nanti pasti mitra ojol juga.. liat aja..", "post_id": "2050237253071634584"}}, {"key": "Gerindra", "attributes": {"label": "Gerindra", "x": 159.68854838815116, "y": 825.384734526669, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050237253071634584", "id": "Gerindra", "source": "tweet-000004", "content": "pasti aplikator sedang memutar otak buat mengakali skema agar tetap dapat profit seperti semula, yang jadi korban skema ini nanti pasti mitra ojol juga.. liat aja..", "post_id": "2050237253071634584"}}, {"key": "HHeuttan", "attributes": {"label": "HHeuttan", "x": 469.7984393444711, "y": 309.57978483250525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050443435111551293", "id": "HHeuttan", "source": "tweet-000004", "content": "Proyek gentong babi. Jalan masuk memberi gula2 ke  ojol, utk membeli suara jutaan dari mereka pake duit rakyat. Gak ada kata rugi jika si korup memakai negara utk proyek culas. Yg jd korban adalah rakyat banyak karna tata kelola busuk & pajak melejit utk mendanai proyek korup itu", "post_id": "2050443435111551293"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 59.44224491922356, "y": 943.9292750144616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050443435111551293", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "Proyek gentong babi. Jalan masuk memberi gula2 ke  ojol, utk membeli suara jutaan dari mereka pake duit rakyat. Gak ada kata rugi jika si korup memakai negara utk proyek culas. Yg jd korban adalah rakyat banyak karna tata kelola busuk & pajak melejit utk mendanai proyek korup itu", "post_id": "2050443435111551293"}}, {"key": "Rnas68461872", "attributes": {"label": "Rnas68461872", "x": 253.87451612653044, "y": 231.76271863718733, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050056659289153883", "id": "Rnas68461872", "source": "tweet-000004", "content": "Kel Pisangan Timur, #Jakartatimur bp Reno manggil Kasatpol nya P. Yusuf,29/4/26\n\nSoal, Rt08/08 (Gps),toko karung Amir buat ojol² jd korban fiktif. Alamat penerima gak ada. Gak dibenahi sudah lama kata buruhnya\n\nMasa gak awasi jual produk², t4npa merk? Pergub 221 !\n\n https://t.co/9o1AgMjpbY", "post_id": "2050056659289153883"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 705.5614124021258, "y": 818.5015701514353, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050056659289153883", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Kel Pisangan Timur, #Jakartatimur bp Reno manggil Kasatpol nya P. Yusuf,29/4/26\n\nSoal, Rt08/08 (Gps),toko karung Amir buat ojol² jd korban fiktif. Alamat penerima gak ada. Gak dibenahi sudah lama kata buruhnya\n\nMasa gak awasi jual produk², t4npa merk? Pergub 221 !\n\n https://t.co/9o1AgMjpbY", "post_id": "2050056659289153883"}}, {"key": "pramonoanung", "attributes": {"label": "pramonoanung", "x": 763.0321032662852, "y": 981.0287001991106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050056659289153883", "id": "pramonoanung", "source": "tweet-000004", "content": "Kel Pisangan Timur, #Jakartatimur bp Reno manggil Kasatpol nya P. Yusuf,29/4/26\n\nSoal, Rt08/08 (Gps),toko karung Amir buat ojol² jd korban fiktif. Alamat penerima gak ada. Gak dibenahi sudah lama kata buruhnya\n\nMasa gak awasi jual produk², t4npa merk? Pergub 221 !\n\n https://t.co/9o1AgMjpbY", "post_id": "2050056659289153883"}}, {"key": "TIGON37", "attributes": {"label": "TIGON37", "x": 417.9507521683661, "y": 890.2280765736399, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052103691742924873", "id": "TIGON37", "source": "tweet-000004", "content": "banyak jg mbak ojol, mbak yg di commuter line, dimana pun jadi korban pelecehan hetero laknat, lu ngatain seksualitas mereka jg enggak?", "post_id": "2052103691742924873"}}, {"key": "IndoAgainstLGBT", "attributes": {"label": "IndoAgainstLGBT", "x": 210.91398003849127, "y": 434.25977499808556, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052103691742924873", "id": "IndoAgainstLGBT", "source": "tweet-000004", "content": "banyak jg mbak ojol, mbak yg di commuter line, dimana pun jadi korban pelecehan hetero laknat, lu ngatain seksualitas mereka jg enggak?", "post_id": "2052103691742924873"}}, {"key": "Aliefson", "attributes": {"label": "Aliefson", "x": 552.7856180405363, "y": 725.1521378095408, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051493751860936909", "id": "Aliefson", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju...\nOjol merah putih menarik driver jadi anggota KDMP\n\nSekalian aja\nPasar online merah putih menarik UMKM\n\nPaket online merah putih menarik tukang paket\n\nTravel online merah putih menarik pelaku pariwisata\n\nJadi anggota KDMP gak hanya keluarga pak RT/RW/kades/lurah saja", "post_id": "2051493751860936909"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 647.5893274649553, "y": 422.0792577322602, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051493751860936909", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju...\nOjol merah putih menarik driver jadi anggota KDMP\n\nSekalian aja\nPasar online merah putih menarik UMKM\n\nPaket online merah putih menarik tukang paket\n\nTravel online merah putih menarik pelaku pariwisata\n\nJadi anggota KDMP gak hanya keluarga pak RT/RW/kades/lurah saja", "post_id": "2051493751860936909"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "attributes": {"label": "newsandalasdotcom", "x": 35.168793269954705, "y": 858.4226782647611, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "newsandalasdotcom", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}, {"key": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "roselei_rr.x", "x": 112.48226004184936, "y": 580.5267642965409, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "roselei_rr.x", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}, {"key": "nkri24jam", "attributes": {"label": "nkri24jam", "x": 140.77158317554793, "y": 929.8082828199889, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3880636507778840115_61003950241", "id": "nkri24jam", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar kabar yang menyebutkan adanya oknum driver ojol (ojek online) membawa anak SD ke indekos di Bandung.\n\nKabar tersebut viral di media sosial Threads oleh akun egiw_giew yang diposting pada Selasa, 21 April 2026.\n\nInformasi ini diperkuat oleh unggahan akun Threads  yang dikutip oleh  yang menampilkan tangkapan layar percakapan berisi imbauan kepada orang tua agar lebih waspada saat menggunakan jasa ojol untuk anak.\n\nDalam unggahan itu juga diceritakan korban dijemput oleh layanan ojol tetapi tidak langsung diantar pulang.\n\nOknum ojol tersebut membawa korban ke sebuah indekos. Ketika sampai, korban yang masih duduk di kelas 5 SD menangis sehingga oknum ojol panik dan membawanya langsung ke tempat tujuan.\n\nMeski korban berhasil kembali dengan selamat, kejadian ini menimbulkan trauma bagi sang anak.\n\nHingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun perusahaan transportasi terkait kejadian ini\n\nEditor/Creator : Raihani \n\n#NKRI24Jam #Viral #PenculikanAnak #OjekOnline #Bandung", "post_id": "3880636507778840115_61003950241"}}, {"key": "antapanihits", "attributes": {"label": "antapanihits", "x": 835.9020174416747, "y": 403.8544873413573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3880636507778840115_61003950241", "id": "antapanihits", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar kabar yang menyebutkan adanya oknum driver ojol (ojek online) membawa anak SD ke indekos di Bandung.\n\nKabar tersebut viral di media sosial Threads oleh akun egiw_giew yang diposting pada Selasa, 21 April 2026.\n\nInformasi ini diperkuat oleh unggahan akun Threads  yang dikutip oleh  yang menampilkan tangkapan layar percakapan berisi imbauan kepada orang tua agar lebih waspada saat menggunakan jasa ojol untuk anak.\n\nDalam unggahan itu juga diceritakan korban dijemput oleh layanan ojol tetapi tidak langsung diantar pulang.\n\nOknum ojol tersebut membawa korban ke sebuah indekos. Ketika sampai, korban yang masih duduk di kelas 5 SD menangis sehingga oknum ojol panik dan membawanya langsung ke tempat tujuan.\n\nMeski korban berhasil kembali dengan selamat, kejadian ini menimbulkan trauma bagi sang anak.\n\nHingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun perusahaan transportasi terkait kejadian ini\n\nEditor/Creator : Raihani \n\n#NKRI24Jam #Viral #PenculikanAnak #OjekOnline #Bandung", "post_id": "3880636507778840115_61003950241"}}, {"key": "egiw_gie", "attributes": {"label": "egiw_gie", "x": 133.26088541351788, "y": 807.4916436486182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3880636507778840115_61003950241", "id": "egiw_gie", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar kabar yang menyebutkan adanya oknum driver ojol (ojek online) membawa anak SD ke indekos di Bandung.\n\nKabar tersebut viral di media sosial Threads oleh akun egiw_giew yang diposting pada Selasa, 21 April 2026.\n\nInformasi ini diperkuat oleh unggahan akun Threads  yang dikutip oleh  yang menampilkan tangkapan layar percakapan berisi imbauan kepada orang tua agar lebih waspada saat menggunakan jasa ojol untuk anak.\n\nDalam unggahan itu juga diceritakan korban dijemput oleh layanan ojol tetapi tidak langsung diantar pulang.\n\nOknum ojol tersebut membawa korban ke sebuah indekos. Ketika sampai, korban yang masih duduk di kelas 5 SD menangis sehingga oknum ojol panik dan membawanya langsung ke tempat tujuan.\n\nMeski korban berhasil kembali dengan selamat, kejadian ini menimbulkan trauma bagi sang anak.\n\nHingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun perusahaan transportasi terkait kejadian ini\n\nEditor/Creator : Raihani \n\n#NKRI24Jam #Viral #PenculikanAnak #OjekOnline #Bandung", "post_id": "3880636507778840115_61003950241"}}, {"key": "indonewstodaycom", "attributes": {"label": "indonewstodaycom", "x": 324.91700630931854, "y": 226.951982014287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880809705656940872_14791323369", "id": "indonewstodaycom", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya.\n\nMirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram \n\nSaat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang.\n\n“Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya.\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya.\nLebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi.\n\n“Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya.\n\nDalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos.\n\nDriver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya.\n“Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya.\nDriver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026.\n\n#voxpro #indonewstoday", "post_id": "3880809705656940872_14791323369"}}, {"key": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "roselei_rr.x.", "x": 819.3460715209859, "y": 955.7369524016001, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3880809705656940872_14791323369", "id": "roselei_rr.x.", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya.\n\nMirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram \n\nSaat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang.\n\n“Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya.\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya.\nLebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi.\n\n“Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya.\n\nDalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos.\n\nDriver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya.\n“Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya.\nDriver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026.\n\n#voxpro #indonewstoday", "post_id": "3880809705656940872_14791323369"}}, {"key": "sorot_surabaya", "attributes": {"label": "sorot_surabaya", "x": 880.7675612597085, "y": 102.7262252674942, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890070261164302247_62110796520", "id": "sorot_surabaya", "source": "instagram-000001", "content": "Hal yang tidak mengenakan terjadi di sekitaran daerah Pondok Candra Surabaya, saat lagi rest jalan tiba tiba pelari ini dikatain oleh oknum Ojol dengan kata kata \"jare ne islam kok telanj*ng, Gendeng\" nah, ini menimbulkan banyak spekulasi oleh netizen, tapi kebanyakan membela kakak ini karena outfit yang dipakai masih terlihat wajar karena untuk olahraga santai menurut kalian gimana rek ??? \n\nSumber :  \n\n#sorotsurabaya #viralpost #surabaya24jam #surabaya #surabayaviral #surabayaupdate #kotasurabaya", "post_id": "3890070261164302247_62110796520"}}, {"key": "axers_", "attributes": {"label": "axers_", "x": 788.1055832917549, "y": 206.83690739646465, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890070261164302247_62110796520", "id": "axers_", "source": "instagram-000001", "content": "Hal yang tidak mengenakan terjadi di sekitaran daerah Pondok Candra Surabaya, saat lagi rest jalan tiba tiba pelari ini dikatain oleh oknum Ojol dengan kata kata \"jare ne islam kok telanj*ng, Gendeng\" nah, ini menimbulkan banyak spekulasi oleh netizen, tapi kebanyakan membela kakak ini karena outfit yang dipakai masih terlihat wajar karena untuk olahraga santai menurut kalian gimana rek ??? \n\nSumber :  \n\n#sorotsurabaya #viralpost #surabaya24jam #surabaya #surabayaviral #surabayaupdate #kotasurabaya", "post_id": "3890070261164302247_62110796520"}}, {"key": "disekitar_surabaya", "attributes": {"label": "disekitar_surabaya", "x": 719.6438735780945, "y": 729.7737557958064, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889995410534289679_19244879203", "id": "disekitar_surabaya", "source": "instagram-000001", "content": "[ BERITA SURABAYA ].\n\nHal yang tidak mengenakan terjadi di sekitaran daerah Pondok Candra Surabaya, saat lagi rest jalan tiba tiba pelari ini dikatain oleh oknum Ojol dengan kata kata “jare ne islam kok telanj*ng, Gendeng” \n\nnah, ini menimbulkan banyak spekulasi oleh netizen, tapi kebanyakan membela kakak ini karena outfit yang dipakai masih terlihat wajar karena untuk olahraga santai\n\nmenurut kalian bagaimana teman teman??\n\n🎥 & 📝 : axers_ , Via :  .", "post_id": "3889995410534289679_19244879203"}}, {"key": "reels.surabaya", "attributes": {"label": "reels.surabaya", "x": 716.2583328350961, "y": 228.14164900394795, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889995410534289679_19244879203", "id": "reels.surabaya", "source": "instagram-000001", "content": "[ BERITA SURABAYA ].\n\nHal yang tidak mengenakan terjadi di sekitaran daerah Pondok Candra Surabaya, saat lagi rest jalan tiba tiba pelari ini dikatain oleh oknum Ojol dengan kata kata “jare ne islam kok telanj*ng, Gendeng” \n\nnah, ini menimbulkan banyak spekulasi oleh netizen, tapi kebanyakan membela kakak ini karena outfit yang dipakai masih terlihat wajar karena untuk olahraga santai\n\nmenurut kalian bagaimana teman teman??\n\n🎥 & 📝 : axers_ , Via :  .", "post_id": "3889995410534289679_19244879203"}}, {"key": "radarbromo", "attributes": {"label": "radarbromo", "x": 506.7854311859399, "y": 601.6450202426313, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881636815309575298_7465178568", "id": "radarbromo", "source": "instagram-000001", "content": "Kasus dugaan tindakan tak pantas oleh driver ojek online di Bandung viral di media sosial usai melibatkan seorang siswi kelas 5 SD sebagai korban.\n\nPeristiwa itu menjadi sorotan publik lantaran korban yang seharusnya diantar pulang malah sempat diajak menuju kos milik pengemudi.\n\nPeristiwa ini disebut terjadi di wilayah Antapani, Bandung, Jawa Barat, dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan ojek online bagi anak-anak.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan pada hari kejadian, orang tua tidak bisa menjemput sehingga sang ibu memesan ojek online untuk mengantar adiknya pulang.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban melalui akun Instagram \n\nKwtika perjalanan, korban mengaku mengalami tindakan tidak nyaman ketika kakinya beberapa kali dipegang oleh pengemudi dengan alasan posisi duduk yang terlalu ke belakang.\n\nAlih-alih langsung menuju rumah yang berada di kawasan Hantap dekat flyover Antapani, pengemudi justru mengajak korban mampir ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” tandasnya.", "post_id": "3881636815309575298_7465178568"}}, {"key": "official_bukamata", "attributes": {"label": "official_bukamata", "x": 637.092011473823, "y": 346.28246379336014, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.0405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3881358441717562788_46235509156", "id": "official_bukamata", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang driver ojek online (ojol) di Antapani, Kota Bandung, diamankan polisi setelah diduga memb*wa an*k sekolah dasar (SD) ke kosannya. Peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial.\n\nPelaku berinisial Yayan kini telah diamankan di Polsek Antapani. Namun, hingga saat ini motif tindakan tersebut masih dalam penyelidikan. Informasi yang beredar menyebutkan nomor polisi kendaraan pelaku D 6906 ACE.\n\nPeristiwa penangkapan ini terjadi di Jalan Bunisari 04/RW 07, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, pada Selasa (21/04/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.\n\nKapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri mengatakan, pihaknya menerima laporan dari juru parkir bernama Ovan Lazuardi yang melihat kerumunan warga di lokasi kejadian.\n\n“Ovan Lazuardi melihat ada orang berkerumun sambil berteriak di lahan kosong. Ia kemudian menghampiri untuk menanyakan kejadian tersebut. Namun, karena massa semakin banyak dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, Ovan melaporkan kejadian itu ke Polsek Antapani,” kata Yusuf, Rabu (22/04/2026).\n\nDalam penanganan lebih lanjut, polisi juga mendalami dugaan tindakan tidak menyenangkan atau pel*c*han terhadap penumpang yang masih di b*w*h umur.\n\n“Yayan diduga pelaku driver ojol yang melakukan tindakan tidak menyenangkan atau pel*c*han terhadap penumpangnya, yaitu anak saudara RMH yang masih berusia 15 tahun,” ujarnya.\n\nSaat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.\n\n🎥  dan Facebook/Ayu Dhamayanti \n\n(MIM)\n\nTag/DM kami  untuk menginformasikan peristiwa apapun. 🙌🏻 \n\n#Bandung #InfoBandung #InfoBDG #BandungHits #BandungBanget", "post_id": "3881358441717562788_46235509156"}}, {"key": "ojolbangnona", "attributes": {"label": "ojolbangnona", "x": 533.4594936619845, "y": 366.5370296547551, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.0405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881358441717562788_46235509156", "id": "ojolbangnona", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang driver ojek online (ojol) di Antapani, Kota Bandung, diamankan polisi setelah diduga memb*wa an*k sekolah dasar (SD) ke kosannya. Peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial.\n\nPelaku berinisial Yayan kini telah diamankan di Polsek Antapani. Namun, hingga saat ini motif tindakan tersebut masih dalam penyelidikan. Informasi yang beredar menyebutkan nomor polisi kendaraan pelaku D 6906 ACE.\n\nPeristiwa penangkapan ini terjadi di Jalan Bunisari 04/RW 07, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, pada Selasa (21/04/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.\n\nKapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri mengatakan, pihaknya menerima laporan dari juru parkir bernama Ovan Lazuardi yang melihat kerumunan warga di lokasi kejadian.\n\n“Ovan Lazuardi melihat ada orang berkerumun sambil berteriak di lahan kosong. Ia kemudian menghampiri untuk menanyakan kejadian tersebut. Namun, karena massa semakin banyak dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, Ovan melaporkan kejadian itu ke Polsek Antapani,” kata Yusuf, Rabu (22/04/2026).\n\nDalam penanganan lebih lanjut, polisi juga mendalami dugaan tindakan tidak menyenangkan atau pel*c*han terhadap penumpang yang masih di b*w*h umur.\n\n“Yayan diduga pelaku driver ojol yang melakukan tindakan tidak menyenangkan atau pel*c*han terhadap penumpangnya, yaitu anak saudara RMH yang masih berusia 15 tahun,” ujarnya.\n\nSaat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.\n\n🎥  dan Facebook/Ayu Dhamayanti \n\n(MIM)\n\nTag/DM kami  untuk menginformasikan peristiwa apapun. 🙌🏻 \n\n#Bandung #InfoBandung #InfoBDG #BandungHits #BandungBanget", "post_id": "3881358441717562788_46235509156"}}, {"key": "jabarsaberhoaks", "attributes": {"label": "jabarsaberhoaks", "x": 818.0939891499149, "y": 941.6833461494248, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891589496524872332_9196506835", "id": "jabarsaberhoaks", "source": "instagram-000001", "content": "KDM DISINDIR PENGACARA, TERNYATA KADER PDIP\n[HOAKS : FALSE CONNECTION]\n\nBeredar sebuah thumbnail di youtube pada (24/4/2026) dengan narasi “OKNUM PENGACARA SINDIR KDM, TERNYATA KADER PDIP”, “PRABOWO PASANG BADAN BELA KDM, TERNYATA SURUHAN MEGAWATI”. \n\nCEK FAKTA : Thumbnail tersebut merupakan gabungan beberapa gambar yang identik berasal dari media berbeda. Foto Presiden Prabowo yang sedang berpidato dengan gambar balipost.com pada (19/2/2025) dengan berjudul “Pertama digelar serentak, Presiden akan lantik 961 Kepala Daerah Pada 20 FEBUARI 2025”, Lalu dengan gambar papua.tribunnews.com pada (29/8/2025) dengan berjudul “Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Kepolisian RI Pasca-tewasnya Driver Ojol Dilindas Rantis Brimob”, Dan gambar news.detik.com pada (22/4/2025) dengan berjudul “Arahan Terbaru Prabowo agar Menteri-menterinya rapatkan barisan”. Foto Wakil Presiden Gibran dengan gambar suara.com pada (17/7/2025) dengan berjudul “Gibran Bongkar 'Oleh-oleh' Prabowo Lawatan 15 Hari ke 6 Negara: Presiden Bawa Kabar Baik”, Lalu dengan gambar  klikfakta.com pada (16/7/2025) “Soal Hilirisasi Kemenyan, Gibran: Ibu-Ibu yang Pakai Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan”.\n\nSementara itu, tidak ditemukan narasi pada thumbnail yang sesuai dengan isi video, video tersebut diantaranya berisi Presiden Prabowo minta bantuan ke Dedi Mulyadi dan Anggota DPRD Jabar fraksi PDIP mengklarifikasi yang mengkritik KDM. Lalu hanya kritikan dari masyarakat kepada KDM melalui unggahan video di tiktok, tidak ditemukan informasi bahwa pengacara kader PDIP sindir KDM.\n\nKESIMPULAN : Klaim yang menyebutkan KDM disindir Pengacara, ternyata kader PDIP adalah tidak benar.\n\nRUJUKAN : \nbalipost.com \nnews.detik.com\nsuara.com\nklikfakta.com\nkoran.pikiran-rakyat.com \nrmol.id\njpnn.com \nkompas.id\ninibali.com\n\nTEKS : Muhammad Almer Zahran", "post_id": "3891589496524872332_9196506835"}}, {"key": "almerzhrn", "attributes": {"label": "almerzhrn", "x": 914.4877852469963, "y": 687.8211916461552, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891589496524872332_9196506835", "id": "almerzhrn", "source": "instagram-000001", "content": "KDM DISINDIR PENGACARA, TERNYATA KADER PDIP\n[HOAKS : FALSE CONNECTION]\n\nBeredar sebuah thumbnail di youtube pada (24/4/2026) dengan narasi “OKNUM PENGACARA SINDIR KDM, TERNYATA KADER PDIP”, “PRABOWO PASANG BADAN BELA KDM, TERNYATA SURUHAN MEGAWATI”. \n\nCEK FAKTA : Thumbnail tersebut merupakan gabungan beberapa gambar yang identik berasal dari media berbeda. Foto Presiden Prabowo yang sedang berpidato dengan gambar balipost.com pada (19/2/2025) dengan berjudul “Pertama digelar serentak, Presiden akan lantik 961 Kepala Daerah Pada 20 FEBUARI 2025”, Lalu dengan gambar papua.tribunnews.com pada (29/8/2025) dengan berjudul “Presiden Prabowo Diminta Evaluasi Kepolisian RI Pasca-tewasnya Driver Ojol Dilindas Rantis Brimob”, Dan gambar news.detik.com pada (22/4/2025) dengan berjudul “Arahan Terbaru Prabowo agar Menteri-menterinya rapatkan barisan”. Foto Wakil Presiden Gibran dengan gambar suara.com pada (17/7/2025) dengan berjudul “Gibran Bongkar 'Oleh-oleh' Prabowo Lawatan 15 Hari ke 6 Negara: Presiden Bawa Kabar Baik”, Lalu dengan gambar  klikfakta.com pada (16/7/2025) “Soal Hilirisasi Kemenyan, Gibran: Ibu-Ibu yang Pakai Parfum LV, Gucci Itu dari Kemenyan”.\n\nSementara itu, tidak ditemukan narasi pada thumbnail yang sesuai dengan isi video, video tersebut diantaranya berisi Presiden Prabowo minta bantuan ke Dedi Mulyadi dan Anggota DPRD Jabar fraksi PDIP mengklarifikasi yang mengkritik KDM. Lalu hanya kritikan dari masyarakat kepada KDM melalui unggahan video di tiktok, tidak ditemukan informasi bahwa pengacara kader PDIP sindir KDM.\n\nKESIMPULAN : Klaim yang menyebutkan KDM disindir Pengacara, ternyata kader PDIP adalah tidak benar.\n\nRUJUKAN : \nbalipost.com \nnews.detik.com\nsuara.com\nklikfakta.com\nkoran.pikiran-rakyat.com \nrmol.id\njpnn.com \nkompas.id\ninibali.com\n\nTEKS : Muhammad Almer Zahran", "post_id": "3891589496524872332_9196506835"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "attributes": {"label": "ngakviralngakrame.com", "x": 24.705063842727526, "y": 141.55337326784644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7631613734607260948", "id": "ngakviralngakrame.com", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "egiw_giew", "attributes": {"label": "egiw_giew", "x": 382.6532314457174, "y": 977.5007929354173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1867, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "egiw_giew", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "KANG", "attributes": {"label": "KANG", "x": 259.6024810056611, "y": 897.7245068246998, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.5099, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7631613734607260948", "id": "KANG", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 536.8961062376604, "y": 60.34527146558766, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1867, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "nurwayahdki3", "attributes": {"label": "nurwayahdki3", "x": 800.4390124755188, "y": 919.9837402945975, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7445629750153940232", "id": "nurwayahdki3", "source": "tiktok-000001", "content": "Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Nurwayah, menyambut baik rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada pengemudi ojek online (ojol). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah positif yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di mana ojol menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem tersebut. Namun, Nurwayah juga mengingatkan bahwa implementasi kebijakan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tepat sasaran. Ia mendorong agar pemerintah, melalui Kementerian ESDM, memastikan mekanisme subsidi yang transparan dan bebas dari penyalahgunaan. Posted  •  #Komisi12 #ESDM #Subsidi #Ojol", "post_id": "7445629750153940232"}}, {"key": "withregram", "attributes": {"label": "withregram", "x": 795.8108933261385, "y": 445.2357969447256, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7445629750153940232", "id": "withregram", "source": "tiktok-000001", "content": "Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Nurwayah, menyambut baik rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada pengemudi ojek online (ojol). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah positif yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di mana ojol menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem tersebut. Namun, Nurwayah juga mengingatkan bahwa implementasi kebijakan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tepat sasaran. Ia mendorong agar pemerintah, melalui Kementerian ESDM, memastikan mekanisme subsidi yang transparan dan bebas dari penyalahgunaan. Posted  •  #Komisi12 #ESDM #Subsidi #Ojol", "post_id": "7445629750153940232"}}, {"key": "tvr.parlemen", "attributes": {"label": "tvr.parlemen", "x": 126.3398133680772, "y": 138.40208859503, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7445629750153940232", "id": "tvr.parlemen", "source": "tiktok-000001", "content": "Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Nurwayah, menyambut baik rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada pengemudi ojek online (ojol). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah positif yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di mana ojol menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem tersebut. Namun, Nurwayah juga mengingatkan bahwa implementasi kebijakan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tepat sasaran. Ia mendorong agar pemerintah, melalui Kementerian ESDM, memastikan mekanisme subsidi yang transparan dan bebas dari penyalahgunaan. Posted  •  #Komisi12 #ESDM #Subsidi #Ojol", "post_id": "7445629750153940232"}}, {"key": "hanytheaa", "attributes": {"label": "hanytheaa", "x": 55.01490842655132, "y": 412.68202360944287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7631880989597240596", "id": "hanytheaa", "source": "tiktok-000001", "content": "Ya Allah ada2 aja nih kelakuan aki2 bau tanah ini 🙈serem banget zaman sekarang ga boleh lengah sedikit  Seorang driver ojek online (ojol) di Antapani, Kota Bandung, diamankan polisi setelah diduga memb*wa an*k sekolah dasar (SD) ke kosannya. Peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial. Pelaku berinisial Yayan kini telah diamankan di Polsek Antapani. Namun, hingga saat ini motif tindakan tersebut masih dalam penyelidikan. Informasi yang beredar menyebutkan nomor polisi kendaraan pelaku D 6906 ACE. Peristiwa penangkapan ini terjadi di Jalan Bunisari 04/RW 07, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, pada Selasa (21/04/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri mengatakan, pihaknya menerima laporan dari juru parkir bernama Ovan Lazuardi yang melihat kerumunan warga di lokasi kejadian. “Ovan Lazuardi melihat ada orang berkerumun sambil berteriak di lahan kosong. Ia kemudian menghampiri untuk menanyakan kejadian tersebut. Namun, karena massa semakin banyak dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, Ovan melaporkan kejadian itu ke Polsek Antapani,” kata Yusuf, Rabu (22/04/2026). Dalam penanganan lebih lanjut, polisi juga mendalami dugaan tindakan tidak menyenangkan atau pel*c*han terhadap penumpang yang masih di b*w*h umur. “Yayan diduga pelaku driver ojol yang melakukan tindakan tidak menyenangkan atau pel*c*han terhadap penumpangnya, yaitu anak saudara RMH yang masih berusia 15 tahun,” ujarnya. Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung. 🎥  dan Facebook/Ayu Dhamayanti   #Bandung #InfoBandung #InfoBDG #BandungHits #BandungBanget", "post_id": "7631880989597240596"}}, {"key": "berdasarkanfakta2", "attributes": {"label": "berdasarkanfakta2", "x": 156.47819405021434, "y": 632.2730371202076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7635680309584923925", "id": "berdasarkanfakta2", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam aksi May Day 2026, buruh Indonesia menyampaikan tuntutan utama terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan keadilan sosial, yang meliputi penghapusan outsourcing, tolak upah murah, hingga revisi kebijakan pajak.  Tuntutan ini bertujuan memperkuat perlindungan pekerja dan menuntut perbaikan regulasi ketenagakerjaan dari pemerintah dan pengusaha. Berikut adalah poin-poin tuntutan utama buruh (berdasarkan aspirasi KSPI/Partai Buruh 2026):Sahkan UU Ketenagakerjaan Baru:  Menuntut pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang terpisah dari Omnibus Law.Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah (Hostum):  Mendesak penghapusan sistem kerja kontrak/alih daya dan kenaikan upah yang layak.Reformasi Pajak:  Menghapus pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) dan Jaminan Hari Tua (JHT).Jaminan Kesehatan & Sosial: Mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat dan meningkatkan kualitas layanan BPJS.Pengesahan RUU Perampasan Aset:  Mendesak langkah nyata melawan korupsi.Ratifikasi Konvensi ILO 190: Perlindungan pekerja dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.Penurunan Potongan Ojol:  Mengurangi potongan tarif ojek online menjadi maksimal 10%.Peningkatan Status Honorer: Mengangkat guru dan tenaga honorer paruh waktu menjadi ASN.Revisi UU PPHI:  Mengubah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial agar lebih adil bagi buruh.Antisipasi PHK: Mencegah PHK massal, terutama di industri tekstil, nikel, dan dampak konflik eksternal. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi damai, termasuk ke hadapan Presiden Prabowo, untuk memastikan adanya dialog tripartit yang harmonis dan perbaikan kondisi kerja. #buruh #aksi #hariburuhinternasional #prabowo  Surya Atmaja Official  DEDI MULYADI", "post_id": "7635680309584923925"}}, {"key": "dr.Asep", "attributes": {"label": "dr.Asep", "x": 417.79551170093066, "y": 612.6306345321823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635680309584923925", "id": "dr.Asep", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam aksi May Day 2026, buruh Indonesia menyampaikan tuntutan utama terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan keadilan sosial, yang meliputi penghapusan outsourcing, tolak upah murah, hingga revisi kebijakan pajak.  Tuntutan ini bertujuan memperkuat perlindungan pekerja dan menuntut perbaikan regulasi ketenagakerjaan dari pemerintah dan pengusaha. Berikut adalah poin-poin tuntutan utama buruh (berdasarkan aspirasi KSPI/Partai Buruh 2026):Sahkan UU Ketenagakerjaan Baru:  Menuntut pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang terpisah dari Omnibus Law.Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah (Hostum):  Mendesak penghapusan sistem kerja kontrak/alih daya dan kenaikan upah yang layak.Reformasi Pajak:  Menghapus pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) dan Jaminan Hari Tua (JHT).Jaminan Kesehatan & Sosial: Mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat dan meningkatkan kualitas layanan BPJS.Pengesahan RUU Perampasan Aset:  Mendesak langkah nyata melawan korupsi.Ratifikasi Konvensi ILO 190: Perlindungan pekerja dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.Penurunan Potongan Ojol:  Mengurangi potongan tarif ojek online menjadi maksimal 10%.Peningkatan Status Honorer: Mengangkat guru dan tenaga honorer paruh waktu menjadi ASN.Revisi UU PPHI:  Mengubah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial agar lebih adil bagi buruh.Antisipasi PHK: Mencegah PHK massal, terutama di industri tekstil, nikel, dan dampak konflik eksternal. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi damai, termasuk ke hadapan Presiden Prabowo, untuk memastikan adanya dialog tripartit yang harmonis dan perbaikan kondisi kerja. #buruh #aksi #hariburuhinternasional #prabowo  Surya Atmaja Official  DEDI MULYADI", "post_id": "7635680309584923925"}}, {"key": "iksanarrafi", "attributes": {"label": "iksanarrafi", "x": 515.4498022837921, "y": 803.0517805347355, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 0, "out_degree": 16, "degree": 16}, "_id": "7612553308766555399", "id": "iksanarrafi", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "Wayan", "attributes": {"label": "Wayan", "x": 395.8663336455067, "y": 542.8426698868458, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "Wayan", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "dwisanjaya_", "attributes": {"label": "dwisanjaya_", "x": 8.905273547880842, "y": 333.6074356023785, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "dwisanjaya_", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "Eko", "attributes": {"label": "Eko", "x": 231.44076307044025, "y": 168.05394613178416, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "Eko", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "nurrohman7979", "attributes": {"label": "nurrohman7979", "x": 257.9262993967688, "y": 171.75166750104322, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "nurrohman7979", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "I", "attributes": {"label": "I", "x": 706.3977148479917, "y": 498.05897088104456, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "I", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "DEWI", "attributes": {"label": "DEWI", "x": 23.377560681148157, "y": 988.3631864103471, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "DEWI", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "Uncu", "attributes": {"label": "Uncu", "x": 778.4873847100215, "y": 810.4375666593196, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "Uncu", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "LSM", "attributes": {"label": "LSM", "x": 436.1203740529971, "y": 627.0347903413285, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "LSM", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "Elsan", "attributes": {"label": "Elsan", "x": 935.2672103827748, "y": 906.8163006635044, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "Elsan", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "HendriYI87", "attributes": {"label": "HendriYI87", "x": 12.432388568412778, "y": 702.9197758384885, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "HendriYI87", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "aak", "attributes": {"label": "aak", "x": 975.218534464227, "y": 112.20971373853783, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "aak", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "Aan", "attributes": {"label": "Aan", "x": 359.6324364138397, "y": 286.7718311804264, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "Aan", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "abah", "attributes": {"label": "abah", "x": 719.3436629822997, "y": 350.23052087116156, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "abah", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "Abah", "attributes": {"label": "Abah", "x": 407.0654921889615, "y": 162.04256730462464, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7612553308766555399", "id": "Abah", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "abang", "attributes": {"label": "abang", "x": 587.1320272271472, "y": 195.1207882512137, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.1905, "eigenvector": 62.5, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612553308766555399", "id": "abang", "source": "tiktok-000001", "content": "GUNUNG SUGIH - (KomalaNews.com) -  Seorang jurnalist alami perlakuan tidak menyenangkan saat lakukan liputan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Candra Wijaya seorang jurnalist media Harian Wijaya menjelaskan alat kerja berupa Handphone miliknya yang digunakan untuk merekam diduga direbebut secara paksa saat melakukan wawancara dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Lamteng, Senin (02/03) “Saya mau minta wawancara kepada MH (inisial PPK Disdikbud Lamteng), tapi tiba-tiba dia merampas Handphone saya kumudian mengatakan tidak mau diwawancara,” kata Candra. Candra mengatakan, dirinya hendak meminta konfirmasi terkait e-purchasing yang sudah tayang di LKPJ terakit pengadaan bantuan meja belajar untuk dilingkungan dunia pendidikan di kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. Diketahui pengadaan bantuan meja belajar tersebut telah berjalan dengan salah satu pelaksana yaitu CV Tujuh Enam, dengan kurang lebih 16 paket pengadaan e-purchasing. Saya hanya mau wawancara sudah sampai mana berjalannya bantuan tersebut, jelas Candra, “kenapa terkesan ditutupi oleh pihak Disdikbud khususnya MH yang menjabat sebagai PPK sampai melakukan perampasan handphone milik saya,” ungkapnya. “Jika tidak ada permainan kenapa tidak mau diwawancari sampai-sampai berperilaku arogan kepada saya,” tegasnya. Candra berharap, Pemerintah kabupaten Lamteng dapat segera menyelidiki dan memanggil oknum PPK tersebut guna memastikan transparansi kegiatan maupun bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah dapat berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim-Red) Pancayasa // Camat RB   Seputih   Komang Koheri , SE   Wenda  LESPER  Tomi Sagita @  ican  Supriyanto  apip shop  Aqso OJOL  Nahrowi Al Bantani  aja", "post_id": "7612553308766555399"}}, {"key": "alfonsonews", "attributes": {"label": "alfonsonews", "x": 316.5186039976734, "y": 643.6635615456056, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7553930187839163660", "id": "alfonsonews", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menepis kabar yang menyebut pengemudi ojek online dilarang menggunakan BBM jenis pertalite. Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, menegaskan isu yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. “Sampai saat ini tidak ada aturan yang membatasi penggunaan pertalite bagi pengemudi ojol,” ujarnya melalui akun Instagram , Rabu (25/9). Pemerintah, kata Anggia, memahami keresahan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro seperti driver ojol. Karena itu, setiap kebijakan yang dibuat selalu mempertimbangkan aspek kesejahteraan kelompok rentan. Sebelumnya, sempat muncul wacana bahwa ojol tak masuk kriteria penerima BBM subsidi. Namun, setelah menuai penolakan keras, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pengemudi ojol tetap berhak membeli pertalite dengan status mereka yang dimasukkan ke kategori UMKM. Reference: CNN Indonesia Doc: Liputan6.com #beritaterkini #beritaviral #ojol #kementerian #ojekonline", "post_id": "7553930187839163660"}}, {"key": "dwi_anggia", "attributes": {"label": "dwi_anggia", "x": 284.8292713147157, "y": 496.1459372356636, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7553930187839163660", "id": "dwi_anggia", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menepis kabar yang menyebut pengemudi ojek online dilarang menggunakan BBM jenis pertalite. Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, menegaskan isu yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. “Sampai saat ini tidak ada aturan yang membatasi penggunaan pertalite bagi pengemudi ojol,” ujarnya melalui akun Instagram , Rabu (25/9). Pemerintah, kata Anggia, memahami keresahan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro seperti driver ojol. Karena itu, setiap kebijakan yang dibuat selalu mempertimbangkan aspek kesejahteraan kelompok rentan. Sebelumnya, sempat muncul wacana bahwa ojol tak masuk kriteria penerima BBM subsidi. Namun, setelah menuai penolakan keras, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pengemudi ojol tetap berhak membeli pertalite dengan status mereka yang dimasukkan ke kategori UMKM. Reference: CNN Indonesia Doc: Liputan6.com #beritaterkini #beritaviral #ojol #kementerian #ojekonline", "post_id": "7553930187839163660"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 345.2157224711123, "y": 387.96852066502873, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "7634508140523851015", "id": "sinpotv", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar Gembira untuk Buruh! UMP 2026 Naik dan Manfaat JKP Ditambah 👷‍♂️🇮🇩💼 Pemerintah melalui  berkomitmen penuh meningkatkan kesejahteraan para pejuang nafkah! Sejumlah kebijakan strategis disiapkan untuk memastikan buruh Indonesia mendapatkan hak yang layak dan perlindungan yang kuat. Berikut 6 Poin Penting Kebijakan Baru: 1️⃣ UMP 2026: Penyesuaian upah dengan mempertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). 2️⃣ Kurir & Ojol: Aturan bonus hari raya minimal 25% dari rata-rata pendapatan. 3️⃣ Pekerja Informal: Diskon iuran JKK & JKM sebesar 50%. 4️⃣ Korban PHK: Manfaat JKP naik jadi 60% gaji selama 6 bulan + pelatihan kerja. 5️⃣ Subsidi: Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) & program perumahan cicilan ringan. 6️⃣ Dialog Tripartit: Penguatan komunikasi pekerja-pengusaha-pemerintah cegah gejolak industri. Langkah ini diambil tidak hanya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global. Sobat Sin Po, bagaimana pendapat kalian mengenai poin-poin kebijakan di atas? Apakah sudah sesuai dengan harapan para pekerja? Tulis di kolom komentar ya! 👇 #SinPoTV #SinPoTVNews #BuruhIndonesia #Kemnaker #UMP2026 #KesejahteraanPekerja #UpdateBerita #JaminanSosial #buruhsejahtera", "post_id": "7634508140523851015"}}, {"key": "kemnaker", "attributes": {"label": "kemnaker", "x": 849.6759497690815, "y": 442.518626324077, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634508140523851015", "id": "kemnaker", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar Gembira untuk Buruh! UMP 2026 Naik dan Manfaat JKP Ditambah 👷‍♂️🇮🇩💼 Pemerintah melalui  berkomitmen penuh meningkatkan kesejahteraan para pejuang nafkah! Sejumlah kebijakan strategis disiapkan untuk memastikan buruh Indonesia mendapatkan hak yang layak dan perlindungan yang kuat. Berikut 6 Poin Penting Kebijakan Baru: 1️⃣ UMP 2026: Penyesuaian upah dengan mempertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). 2️⃣ Kurir & Ojol: Aturan bonus hari raya minimal 25% dari rata-rata pendapatan. 3️⃣ Pekerja Informal: Diskon iuran JKK & JKM sebesar 50%. 4️⃣ Korban PHK: Manfaat JKP naik jadi 60% gaji selama 6 bulan + pelatihan kerja. 5️⃣ Subsidi: Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) & program perumahan cicilan ringan. 6️⃣ Dialog Tripartit: Penguatan komunikasi pekerja-pengusaha-pemerintah cegah gejolak industri. Langkah ini diambil tidak hanya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global. Sobat Sin Po, bagaimana pendapat kalian mengenai poin-poin kebijakan di atas? Apakah sudah sesuai dengan harapan para pekerja? Tulis di kolom komentar ya! 👇 #SinPoTV #SinPoTVNews #BuruhIndonesia #Kemnaker #UMP2026 #KesejahteraanPekerja #UpdateBerita #JaminanSosial #buruhsejahtera", "post_id": "7634508140523851015"}}, {"key": "beritajatimnews", "attributes": {"label": "beritajatimnews", "x": 485.24169681791483, "y": 677.8550529249645, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "114248555330259_1288949690046673", "id": "beritajatimnews", "source": "facebook-000001", "content": "Aksi seorang perempuan di Tangerang viral di media sosial setelah diduga berkali-kali memesan makanan lewat ojek online dengan sistem Cash on Delivery (COD), namun tak kunjung membayar usai pesanan diterima dan dimakan.\n\nVideo yang diunggah akun Instagram  langsung menyita perhatian warganet. Dalam rekaman viral tersebut, sejumlah warga bersama pengemudi ojol mendatangi perempuan itu untuk meminta pertanggungjawaban atas tumpukan pesanan makanan yang disebut belum dibayar.\n\nDi dalam video, perempuan tersebut terlihat berada di sebuah ruangan saat beberapa orang menagih pembayaran makanan yang sudah dikonsumsi. Seorang pria yang diduga pengemudi ojol terdengar menegaskan agar pelaku segera membayar pesanan yang telah dimakan.\n\n“Bayar dulu! Ini belum dibayar, mau gimana? Udah dimakan, bayar dulu,” ujar pria tersebut dalam video viral itu. Alih-alih menyelesaikan pembayaran, perempuan tersebut justru tersulut emosi. Ia berteriak meminta tolong sambil melontarkan kata-kata kasar kepada orang-orang yang menagihnya.\n\n“Tolong. Ya lo enggak usah ngerusak, anj*ng,” teriak perempuan itu. Keributan pun makin viral setelah warga berdatangan dan ikut mendesak pelaku agar segera membayar makanan yang disebut telah dihabiskan bersama anaknya.\n\n“Bayar, ini bayar makanan lu. Eh enggak ada sensasi-sensasi di sini, bayar!” bentak salah seorang warga. Berdasarkan narasi dalam unggahan yang ramai dibagikan di media sosial, modus tersebut diduga sudah dilakukan berulang kali. Pelaku disebut kerap memesan makanan, lalu meminta pengemudi menunggu di depan rumah dengan alasan mengambil uang tunai.\n\n“Pelaku di Tangerang ini langsung makan bersama anaknya sampai habis dan semua ojol selalu disuruh menunggu di depan rumah walau akhirnya pelaku tak kunjung keluar,” tulis narasi unggahan tersebut. Peristiwa viral ini kembali menyoroti risiko sistem pembayaran tunai yang kerap membuat pengemudi ojol menjadi pihak paling dirugikan karena harus menalangi biaya pesanan pelanggan terlebih dahulu.\n\nHingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai penyelesaian kasus tersebut. Belum diketahui apakah pelaku akhirnya melunasi seluruh tagihan makanan atau kasus itu dibawa ke ranah hukum.", "post_id": "114248555330259_1288949690046673"}}, {"key": "kasitau.jakarta", "attributes": {"label": "kasitau.jakarta", "x": 602.9770958570572, "y": 214.1831543913154, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "114248555330259_1288949690046673", "id": "kasitau.jakarta", "source": "facebook-000001", "content": "Aksi seorang perempuan di Tangerang viral di media sosial setelah diduga berkali-kali memesan makanan lewat ojek online dengan sistem Cash on Delivery (COD), namun tak kunjung membayar usai pesanan diterima dan dimakan.\n\nVideo yang diunggah akun Instagram  langsung menyita perhatian warganet. Dalam rekaman viral tersebut, sejumlah warga bersama pengemudi ojol mendatangi perempuan itu untuk meminta pertanggungjawaban atas tumpukan pesanan makanan yang disebut belum dibayar.\n\nDi dalam video, perempuan tersebut terlihat berada di sebuah ruangan saat beberapa orang menagih pembayaran makanan yang sudah dikonsumsi. Seorang pria yang diduga pengemudi ojol terdengar menegaskan agar pelaku segera membayar pesanan yang telah dimakan.\n\n“Bayar dulu! Ini belum dibayar, mau gimana? Udah dimakan, bayar dulu,” ujar pria tersebut dalam video viral itu. Alih-alih menyelesaikan pembayaran, perempuan tersebut justru tersulut emosi. Ia berteriak meminta tolong sambil melontarkan kata-kata kasar kepada orang-orang yang menagihnya.\n\n“Tolong. Ya lo enggak usah ngerusak, anj*ng,” teriak perempuan itu. Keributan pun makin viral setelah warga berdatangan dan ikut mendesak pelaku agar segera membayar makanan yang disebut telah dihabiskan bersama anaknya.\n\n“Bayar, ini bayar makanan lu. Eh enggak ada sensasi-sensasi di sini, bayar!” bentak salah seorang warga. Berdasarkan narasi dalam unggahan yang ramai dibagikan di media sosial, modus tersebut diduga sudah dilakukan berulang kali. Pelaku disebut kerap memesan makanan, lalu meminta pengemudi menunggu di depan rumah dengan alasan mengambil uang tunai.\n\n“Pelaku di Tangerang ini langsung makan bersama anaknya sampai habis dan semua ojol selalu disuruh menunggu di depan rumah walau akhirnya pelaku tak kunjung keluar,” tulis narasi unggahan tersebut. Peristiwa viral ini kembali menyoroti risiko sistem pembayaran tunai yang kerap membuat pengemudi ojol menjadi pihak paling dirugikan karena harus menalangi biaya pesanan pelanggan terlebih dahulu.\n\nHingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai penyelesaian kasus tersebut. Belum diketahui apakah pelaku akhirnya melunasi seluruh tagihan makanan atau kasus itu dibawa ke ranah hukum.", "post_id": "114248555330259_1288949690046673"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 574.549291647247, "y": 793.7379460641848, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5251, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "8f6hXoF7vk4", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Pesta Hari Buruh Internasional 2026, TNI Lumpuhkan Jeki Murib Di Puncak Papua | Ruang Redaksi\n\nRuang Redaksi, 2 Mei 2026\n1. Peringatan Hari Buruh Internasional \n2. Kemeriahan Pesta Hari Buruh 2026 Di Monas \n3. May Day Fiesta 2026, Buruh Datang Dari Berbagai Daerah \n4. Belasan Ribu Buruh Kabupaten Tangerang, Bertolak Ke Monas \n5. Konvoi Buruh Memenuhi Jalan Sudirman \n6. Demo Buruh Di Kota Depok \n7. Prabowo Hadiri May Day Di Monas, Buruh Sambut Antusias \n8. Prabowo: Saya Jadi Presiden Karena Buruh, Tani & Nelayan \n9. Kado Hari Buruh, Prabowo Tekankan Potongan Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen \n10. Prabowo Pastikan Fasilitasi ‘Daycare’ Untuk Anak Buruh \n11. Presiden Resmi Bentuk Satgas PHK Dan Kesejahteraan Buruh \n12. Prabowo: UU PPDisahkan Setelah Perjuangan 22 Tahun \n13. DPR Respon Instruksi Presiden Terkait Potongan Komisi Ojol \n14. Pimpinan DPR RI Terima Perwakilan Buruh \n15. Presiden Kembali Singgung Banyak ‘Elite’ Curi Uang Rakyat \n16. Massa Buruh Senang Mendapatkan Sembako \n17. Amankan May Day, Puluhan Ribu Personil Gabungan Disiagakan \n18. Teror KKB! 2 Warga Sipil Ditembak Di Yahukimo \n19. Lansia Di Pekanbaru Ditemukan Tewas Bersimbah Darah \n20. Dituduh Mencuri Mobil, Pria Tewas Dianiaya Sahabat \n21. Dipicu Perselisihan Antar Anak, Nelayan Tewas Di Tangan Tetangga \n22. Kebelet Nikah! 2 Bersaudara Rampok Gudang LPG Di Garut \n23. Pengedar Ratusan Kilogram Ganja Kering Ditangkap \n24. Viral! Pria Seret Bocah 10 Tahun Di Sibolga \n25. Ditabrak Moge, Pengendara Putri Terhempas Tak Sadarkan Diri \n26. Kebakaran Apartemen Mediterania Tanjung Duren Telah Padam \n27. Evakuasi Korban Tenggelam Di Sungai Cisanggarrung \n28. TNI Lumpuhkan Jeki Murib Di Puncak Papua \n29. 3 Petugas Pertahanan Sipil Dimakamkan Di Lebanon Selatan \n30. Aksi Pro-Palestina Di Roma \n31. Ribuan Mahasiswa Di Santiago Dengan Polisi \n32. Ayah Selamatkan Anak Saat Kereta Melintas Rel \n33. Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Dibangun \n34. Kementerian PU Percepatan Pembangunan Jembatan Bailey Di Brebes \n35. Jembatan Aramco Resmi Digunakan Warga \n36. Kementerian KKP Dorong Modernisasi 1.582 Kapal \n37. Roblox Patuhi PP Tunas, Terapkan Pembatasan Fitur \n38. Batasi HP, Siswa Di Bogor Kembali Bermain Di Lapangan \n39. Kegembiraan Sambut Kedatangan Jemaah Haji Perdana Ke Mekkah \n40. Dapat \"Travel Kit\" Dari Wapres Gibran, Jemaah: Sangat Bermanfaat \n\n#sinpotv #sinpotvnews #ruangredaksi #mayday #buruh #kriminal #haji2026 #indonesia\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "8f6hXoF7vk4"}}], "edges": [{"key": "meow_leader2", "source": "meow_leader2", "target": "Gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "HHeuttan", "source": "HHeuttan", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rnas68461872", "source": "Rnas68461872", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rnas68461872", "source": "Rnas68461872", "target": "pramonoanung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "TIGON37", "source": "TIGON37", "target": "IndoAgainstLGBT", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Aliefson", "source": "Aliefson", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "source": "newsandalasdotcom", "target": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nkri24jam", "source": "nkri24jam", "target": "antapanihits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nkri24jam", "source": "nkri24jam", "target": "egiw_gie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "indonewstodaycom", "source": "indonewstodaycom", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sorot_surabaya", "source": "sorot_surabaya", "target": "axers_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "disekitar_surabaya", "source": "disekitar_surabaya", "target": "reels.surabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarbromo", "source": "radarbromo", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "official_bukamata", "source": "official_bukamata", "target": "ojolbangnona", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "official_bukamata", "source": "official_bukamata", "target": "official_bukamata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jabarsaberhoaks", "source": "jabarsaberhoaks", "target": "almerzhrn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "egiw_giew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "KANG", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nurwayahdki3", "source": "nurwayahdki3", "target": "withregram", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nurwayahdki3", "source": "nurwayahdki3", "target": "tvr.parlemen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanytheaa", "source": "hanytheaa", "target": "ojolbangnona", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanytheaa", "source": "hanytheaa", "target": "official_bukamata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berdasarkanfakta2", "source": "berdasarkanfakta2", "target": "dr.Asep", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berdasarkanfakta2", "source": "berdasarkanfakta2", "target": "KANG", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "Wayan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "dwisanjaya_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "Eko", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "nurrohman7979", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "I", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "DEWI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "Uncu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "LSM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "Elsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "HendriYI87", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "aak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "Aan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "abah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "Abah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "Abah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iksanarrafi", "source": "iksanarrafi", "target": "abang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "alfonsonews", "source": "alfonsonews", "target": "dwi_anggia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sinpotv", "source": "sinpotv", "target": "kemnaker", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "beritajatimnews", "source": "beritajatimnews", "target": "kasitau.jakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}