{"nodes": [{"key": "Harokah8586", "attributes": {"label": "Harokah8586", "x": 696.1066695371576, "y": 32.141432410846214, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0022, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050801889651081689", "id": "Harokah8586", "source": "retweet-000002", "content": "Grab Indonesia menyatakan siap mengikuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal potongan komisi ojek online (ojol) di baw…", "post_id": "2050801889651081689"}}, {"key": "kumparan", "attributes": {"label": "kumparan", "x": 376.7593120009327, "y": 980.7854892065511, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 74.0233, "eigenvector": 0.0022, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2050801889651081689", "id": "kumparan", "source": "retweet-000002", "content": "Grab Indonesia menyatakan siap mengikuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal potongan komisi ojek online (ojol) di baw…", "post_id": "2050801889651081689"}}, {"key": "Blay_Unswag", "attributes": {"label": "Blay_Unswag", "x": 880.9846161214482, "y": 916.5895832313657, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0022, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050991032133976467", "id": "Blay_Unswag", "source": "retweet-000002", "content": "Grab Indonesia menyatakan siap mengikuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal potongan komisi ojek online (ojol) di baw…", "post_id": "2050991032133976467"}}, {"key": "UtaAdek", "attributes": {"label": "UtaAdek", "x": 32.315203148649886, "y": 7.06317820852842, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0022, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050691436639834524", "id": "UtaAdek", "source": "retweet-000002", "content": "Grab Indonesia menyatakan siap mengikuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal potongan komisi ojek online (ojol) di baw…", "post_id": "2050691436639834524"}}, {"key": "wis_ra_urus", "attributes": {"label": "wis_ra_urus", "x": 157.2841321835824, "y": 47.998049661954425, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0022, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050547768482259090", "id": "wis_ra_urus", "source": "retweet-000002", "content": "Grab Indonesia menyatakan siap mengikuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal potongan komisi ojek online (ojol) di baw…", "post_id": "2050547768482259090"}}, {"key": "jakseltrend", "attributes": {"label": "jakseltrend", "x": 590.114774072098, "y": 677.8899817650655, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3886030598829625382_15239791346", "id": "jakseltrend", "source": "instagram-000001", "content": "Ratusan ojek online melakukan demo di kantor grab, Gedung South Quarter, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/04/2026) siang.\n\n🎥:  \n#jakartaselatan #jakseltrend", "post_id": "3886030598829625382_15239791346"}}, {"key": "relawanranjaupaku", "attributes": {"label": "relawanranjaupaku", "x": 462.0095162527442, "y": 288.1228004920092, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 74.0233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3886030598829625382_15239791346", "id": "relawanranjaupaku", "source": "instagram-000001", "content": "Ratusan ojek online melakukan demo di kantor grab, Gedung South Quarter, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/04/2026) siang.\n\n🎥:  \n#jakartaselatan #jakseltrend", "post_id": "3886030598829625382_15239791346"}}, {"key": "samarindaterkini", "attributes": {"label": "samarindaterkini", "x": 465.81528576308386, "y": 909.5679337275825, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 156.5345, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890124256071461201_2313193552", "id": "samarindaterkini", "source": "instagram-000001", "content": "Sejumlah mitra ojek online (ojol) menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim. Aksi ini dipicu keluhan para driver yang menilai orderan tengah sepi, namun pihak aplikator masih terus membuka pendaftaran mitra baru.\n\nVideo Source;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#samarindasosmed", "post_id": "3890124256071461201_2313193552"}}, {"key": "smr_today", "attributes": {"label": "smr_today", "x": 469.17092760289194, "y": 12.015764523681582, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 143.9343, "eigenvector": 156.5345, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "3890124256071461201_2313193552", "id": "smr_today", "source": "instagram-000001", "content": "Sejumlah mitra ojek online (ojol) menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim. Aksi ini dipicu keluhan para driver yang menilai orderan tengah sepi, namun pihak aplikator masih terus membuka pendaftaran mitra baru.\n\nVideo Source;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#samarindasosmed", "post_id": "3890124256071461201_2313193552"}}, {"key": "jakarta_siders", "attributes": {"label": "jakarta_siders", "x": 554.1469689137538, "y": 125.72303721149147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885976129685266728_69607977488", "id": "jakarta_siders", "source": "instagram-000001", "content": "Rabu (29/4) ratusan ojek online melakukan demo di Kantor Grab, Gedung South Quarter, Cilandak, Jakarta Selatan.\n\nAksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan aplikator yang khususnya berdampak ke pendapatan mitra atau para driver.\n\nBahkan guna mendukung aksi, sejumlah driver sepakat melakukan off bid atau mematikan aplikasi secara serentak.\n\nHingga kini belum ada respon atau pernyataan resmi dari pihak aplikasi, baik Gojek maupun Grab terkait tuntutan para driver.\n\nWaduh, gimana menurut kalian?🤔\n.\n.\n.\nAset : \n#jakartasiders", "post_id": "3885976129685266728_69607977488"}}, {"key": "samarindasosmed", "attributes": {"label": "samarindasosmed", "x": 2.392398974947363, "y": 58.92437019595287, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 156.5345, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890161154949215881_49800427471", "id": "samarindasosmed", "source": "instagram-000001", "content": "Sejumlah mitra ojek online (ojol) menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim. Aksi ini dipicu keluhan para driver yang menilai orderan tengah sepi, namun pihak aplikator masih terus membuka pendaftaran mitra baru.\n\nPara ojol menilai kebijakan tersebut memperparah persaingan di lapangan, sehingga pendapatan mereka semakin menurun. Dalam aksinya, massa meminta agar perusahaan segera mengevaluasi sistem rekrutmen dan pembagian order agar lebih adil.\n\nSumber Video ;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#samarindasosmed", "post_id": "3890161154949215881_49800427471"}}, {"key": "radarbromo", "attributes": {"label": "radarbromo", "x": 602.8721380865744, "y": 470.69137204313625, "size": 3.38, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 4.9837, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881636815309575298_7465178568", "id": "radarbromo", "source": "instagram-000001", "content": "Kasus dugaan tindakan tak pantas oleh driver ojek online di Bandung viral di media sosial usai melibatkan seorang siswi kelas 5 SD sebagai korban.\n\nPeristiwa itu menjadi sorotan publik lantaran korban yang seharusnya diantar pulang malah sempat diajak menuju kos milik pengemudi.\n\nPeristiwa ini disebut terjadi di wilayah Antapani, Bandung, Jawa Barat, dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan ojek online bagi anak-anak.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan pada hari kejadian, orang tua tidak bisa menjemput sehingga sang ibu memesan ojek online untuk mengantar adiknya pulang.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban melalui akun Instagram \n\nKwtika perjalanan, korban mengaku mengalami tindakan tidak nyaman ketika kakinya beberapa kali dipegang oleh pengemudi dengan alasan posisi duduk yang terlalu ke belakang.\n\nAlih-alih langsung menuju rumah yang berada di kawasan Hantap dekat flyover Antapani, pengemudi justru mengajak korban mampir ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” tandasnya.", "post_id": "3881636815309575298_7465178568"}}, {"key": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "roselei_rr.x.", "x": 930.8453581383623, "y": 599.4608430678572, "size": 4.04, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 79.8492, "eigenvector": 13.6157, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3881636815309575298_7465178568", "id": "roselei_rr.x.", "source": "instagram-000001", "content": "Kasus dugaan tindakan tak pantas oleh driver ojek online di Bandung viral di media sosial usai melibatkan seorang siswi kelas 5 SD sebagai korban.\n\nPeristiwa itu menjadi sorotan publik lantaran korban yang seharusnya diantar pulang malah sempat diajak menuju kos milik pengemudi.\n\nPeristiwa ini disebut terjadi di wilayah Antapani, Bandung, Jawa Barat, dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan ojek online bagi anak-anak.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan pada hari kejadian, orang tua tidak bisa menjemput sehingga sang ibu memesan ojek online untuk mengantar adiknya pulang.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban melalui akun Instagram \n\nKwtika perjalanan, korban mengaku mengalami tindakan tidak nyaman ketika kakinya beberapa kali dipegang oleh pengemudi dengan alasan posisi duduk yang terlalu ke belakang.\n\nAlih-alih langsung menuju rumah yang berada di kawasan Hantap dekat flyover Antapani, pengemudi justru mengajak korban mampir ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” tandasnya.", "post_id": "3881636815309575298_7465178568"}}, {"key": "samarindamedsos", "attributes": {"label": "samarindamedsos", "x": 705.2523224730649, "y": 160.42006837843158, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 156.5345, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891090681976698409_9060670538", "id": "samarindamedsos", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda, Sebuah kejadian yang sempat viral di media sosial terkait dugaan driver ojek online membawa kabur pesanan makanan akhirnya telah diklarifikasi dan diselesaikan.\n\nPeristiwa tersebut bermula pada Selasa (5/5), ketika sebuah pesanan makanan masuk ke warung dan kemudian diambil oleh seorang driver dari layanan Grab untuk diantar kepada pelanggan. Namun setelah driver menempuh perjalanan cukup jauh, pesanan tersebut tiba-tiba tercatat dibatalkan (cancel) di aplikasi.\n\nAkibat pembatalan itu, sistem kemudian mengalihkan pesanan kepada driver lain. Saat driver kedua datang ke warung untuk mengambil pesanan, pihak warung menjelaskan bahwa makanan tersebut sudah lebih dulu diambil oleh driver pertama yang menerima orderan awal. Situasi ini sempat menimbulkan dugaan bahwa pesanan dibawa kabur oleh driver.\n\nSetelah kejadian tersebut viral, pada Rabu (6/5) driver yang mengambil pesanan pertama datang menemui pihak warung untuk memberikan klarifikasi. Dari hasil komunikasi antara driver dan pihak warung, diketahui bahwa pembatalan pesanan terjadi karena kesalahan sistem pada operator Grab yang membatalkan pesanan tersebut, bukan karena dibatalkan oleh driver maupun pihak restoran.\n\nDriver dan pihak warung akhirnya telah bertemu langsung dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik. Kejadian ini dipastikan merupakan murni kesalahan sistem yang menyebabkan terjadinya miskomunikasi antara driver dan pihak warung\n\nSC :", "post_id": "3891090681976698409_9060670538"}}, {"key": "samarinda.reels", "attributes": {"label": "samarinda.reels", "x": 273.58235719955536, "y": 126.9674545943712, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 156.5345, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891032769151050818_10355815151", "id": "samarinda.reels", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda, Sebuah kejadian yang sempat viral di media sosial terkait dugaan driver ojek online membawa kabur pesanan makanan akhirnya telah diklarifikasi dan diselesaikan.\n\nPeristiwa tersebut bermula pada Selasa (5/5), ketika sebuah pesanan makanan masuk ke warung dan kemudian diambil oleh seorang driver dari layanan Grab untuk diantar kepada pelanggan. Namun setelah driver menempuh perjalanan cukup jauh, pesanan tersebut tiba-tiba tercatat dibatalkan (cancel) di aplikasi.\n\nAkibat pembatalan itu, sistem kemudian mengalihkan pesanan kepada driver lain. Saat driver kedua datang ke warung untuk mengambil pesanan, pihak warung menjelaskan bahwa makanan tersebut sudah lebih dulu diambil oleh driver pertama yang menerima orderan awal. Situasi ini sempat menimbulkan dugaan bahwa pesanan dibawa kabur oleh driver.\n\nSetelah kejadian tersebut viral, pada Rabu (6/5) driver yang mengambil pesanan pertama datang menemui pihak warung untuk memberikan klarifikasi. Dari hasil komunikasi antara driver dan pihak warung, diketahui bahwa pembatalan pesanan terjadi karena kesalahan sistem pada operator Grab yang membatalkan pesanan tersebut, bukan karena dibatalkan oleh driver maupun pihak restoran.\n\nDriver dan pihak warung akhirnya telah bertemu langsung dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik. Kejadian ini dipastikan merupakan murni kesalahan sistem yang menyebabkan terjadinya miskomunikasi antara driver dan pihak warung\n\nNarasi", "post_id": "3891032769151050818_10355815151"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "attributes": {"label": "samarinda_responinfo", "x": 881.4692411139281, "y": 279.1227213996763, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 156.5345, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890159856623067030_8539109722", "id": "samarinda_responinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi ini terjadi pada Senin (4/5), saat para mitra driver mendatangi kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1. Kedatangan mereka bukan sekadar berkumpul, tapi membawa suara keresahan yang sudah lama dirasakan di lapangan.\n\nDalam aksi tersebut, para driver menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang paling disorot adalah permintaan agar pihak perusahaan menghentikan sementara pendaftaran driver baru. Menurut mereka, jumlah mitra yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan order, sehingga banyak driver harus menghadapi kondisi “sepi penumpang” atau yang mereka sebut sebagai “anyep”.\n\nSituasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian. Tak sedikit driver yang mengaku penghasilannya menurun drastis karena harus bersaing dengan jumlah mitra yang semakin banyak.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar atau yang dikenal dengan sistem slot. Program ini disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar bagi driver yang mengikutinya. Namun di sisi lain, banyak driver merasa terbebani karena untuk mendapatkan peluang order yang lebih stabil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.\n\nBagi para driver, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa akses terhadap order menjadi tidak merata. Mereka berharap sistem yang ada bisa lebih adil tanpa harus membebani mitra dengan biaya tambahan.\nAksi tersebut berlangsung dengan harapan adanya dialog terbuka dan solusi konkret dari pihak perusahaan. Para driver ingin didengar, sekaligus menginginkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra di lapangan.\n\nDi balik atribut dan kendaraan yang mereka gunakan, ada tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari. Maka dari itu, mereka berharap perubahan nyata bisa segera diwujudkan—agar roda kehidupan tetap berjalan.\n\n🎥:", "post_id": "3890159856623067030_8539109722"}}, {"key": "indonewstodaycom", "attributes": {"label": "indonewstodaycom", "x": 524.587903847132, "y": 916.8000753990482, "size": 3.38, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 4.9837, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880809705656940872_14791323369", "id": "indonewstodaycom", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya.\n\nMirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram \n\nSaat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang.\n\n“Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya.\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya.\nLebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi.\n\n“Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya.\n\nDalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos.\n\nDriver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya.\n“Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya.\nDriver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026.\n\n#voxpro #indonewstoday", "post_id": "3880809705656940872_14791323369"}}, {"key": "timothyshortform", "attributes": {"label": "timothyshortform", "x": 2.467086726322121, "y": 250.2742046793651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "timothyshortform", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}, {"key": "Blocknews", "attributes": {"label": "Blocknews", "x": 402.6216862770795, "y": 910.5530356811511, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "Blocknews", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "attributes": {"label": "ngakviralngakrame.com", "x": 883.2046413897707, "y": 575.4597025161396, "size": 4.04, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 13.6157, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7631613734607260948", "id": "ngakviralngakrame.com", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "egiw_giew", "attributes": {"label": "egiw_giew", "x": 628.0178815696521, "y": 28.684685562788246, "size": 3.6, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.2419, "eigenvector": 7.861, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "egiw_giew", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "KANG", "attributes": {"label": "KANG", "x": 715.0455687686696, "y": 475.3185337874373, "size": 3.6, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.2419, "eigenvector": 7.861, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "KANG", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 671.3697843913972, "y": 296.3140184852339, "size": 3.6, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.2419, "eigenvector": 7.861, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "PemkoMedan", "attributes": {"label": "PemkoMedan", "x": 770.5632701172992, "y": 261.0460727186492, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 27.416, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "342550162479718_1367897498695982", "id": "PemkoMedan", "source": "facebook-000001", "content": "Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa ekspansi Grab Indonesia di Medan harus lebih dari sekadar memperluas layanan. Ia meminta agar langkah tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan mitra pengemudi.\n\nHal ini disampaikan dalam audiensi di Balai Kota Medan, Selasa (28/4/2026). Rico menilai Grab kini telah menjadi bagian penting dari kehidupan warga, mulai dari transportasi hingga aktivitas ekonomi digital, sehingga arah ekspansinya harus selaras dengan kebijakan pemerintah kota.\n\nIa juga mendorong kolaborasi konkret, termasuk penyelenggaraan event bersama yang melibatkan driver ojek online dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "342550162479718_1367897498695982"}}, {"key": "pemko.medan", "attributes": {"label": "pemko.medan", "x": 406.9652364049029, "y": 18.385493481629766, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 39.0679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "342550162479718_1367897498695982", "id": "pemko.medan", "source": "facebook-000001", "content": "Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa ekspansi Grab Indonesia di Medan harus lebih dari sekadar memperluas layanan. Ia meminta agar langkah tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan mitra pengemudi.\n\nHal ini disampaikan dalam audiensi di Balai Kota Medan, Selasa (28/4/2026). Rico menilai Grab kini telah menjadi bagian penting dari kehidupan warga, mulai dari transportasi hingga aktivitas ekonomi digital, sehingga arah ekspansinya harus selaras dengan kebijakan pemerintah kota.\n\nIa juga mendorong kolaborasi konkret, termasuk penyelenggaraan event bersama yang melibatkan driver ojek online dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "342550162479718_1367897498695982"}}], "edges": [{"key": "Harokah8586", "source": "Harokah8586", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Harokah8586", "source": "Harokah8586", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Blay_Unswag", "source": "Blay_Unswag", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Blay_Unswag", "source": "Blay_Unswag", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "UtaAdek", "source": "UtaAdek", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "UtaAdek", "source": "UtaAdek", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "wis_ra_urus", "source": "wis_ra_urus", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "wis_ra_urus", "source": "wis_ra_urus", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "jakseltrend", "source": "jakseltrend", "target": "relawanranjaupaku", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarindaterkini", "source": "samarindaterkini", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jakarta_siders", "source": "jakarta_siders", "target": "relawanranjaupaku", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarindasosmed", "source": "samarindasosmed", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarbromo", "source": "radarbromo", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarindamedsos", "source": "samarindamedsos", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "source": "samarinda_responinfo", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "indonewstodaycom", "source": "indonewstodaycom", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "timothyshortform", "source": "timothyshortform", "target": "Blocknews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "egiw_giew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "KANG", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}]}