{"nodes": [{"key": "tugujatimid", "attributes": {"label": "tugujatimid", "x": 123.47470636685054, "y": 281.57804456729406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 263.9363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3885113459432669399_12800537897", "id": "tugujatimid", "source": "instagram-000001", "content": "Ribuan driver ojek online menggelar aksi damai menuntut regulasi dan sanksi bagi aplikator yang dinilai merugikan, Selasa (28/4/2026). Massa bergerak menuju kantor DPRD dan memicu kepadatan lalu lintas di Surabaya.\n\nIkuti  untuk berita update di Jawa Timur.\n\n#tugujatim #demoojol #ojekonline", "post_id": "3885113459432669399_12800537897"}}, {"key": "faktabdgnews.id", "attributes": {"label": "faktabdgnews.id", "x": 385.6131937516474, "y": 205.38378694933135, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 142.6684, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890754873092269017_65573074990", "id": "faktabdgnews.id", "source": "instagram-000001", "content": "Mantapp Pak Polisi satu ini 👍👍\n\nMalam Minggu Tanpa Helm, Polisi Bertindak Unik: “Sayang Pacar? Belikan Helm!”\n\nSebuah momen unik terjadi saat razia lalu lintas di malam hari, ketika seorang anggota polisi menghentikan pengendara motor yang berboncengan tanpa menggunakan helm. \n\nAlih-alih langsung menilang, polisi tersebut memberikan solusi yang cukup mengundang perhatian.\n\nPengendara yang tidak menggunakan helm diminta untuk menepi. \n\nSementara itu, penumpang yang dibonceng diminta turun dari kendaraan. \n\nDengan nada santai namun tegas, polisi tersebut menyarankan agar penumpang memesan ojek online.\n\n“Daripada ditilang, lebih baik pesan Gojek,” ujar sang polisi.\n\nTak hanya itu, polisi tersebut juga menyampaikan pesan yang cukup menyentil namun penuh makna, terutama bagi pasangan muda yang hendak malam mingguan.\n\n“Yang punya pacar, yang sayang pacarnya, belikan helmnya,” ucapnya.\n\nSementara pengendara diminta melanjutkan perjalanan, penumpang diarahkan untuk mencari transportasi lain demi keselamatan. \n\nMomen ini pun menuai respons positif dari masyarakat karena dinilai lebih humanis namun tetap tegas dalam menegakkan aturan.\n\nDi sisi lain, polisi tersebut juga sempat berseloroh bahwa tindakan ini secara tidak langsung bisa menambah rezeki bagi pengemudi ojek online.\n\nKejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara tetap menjadi hal utama, termasuk penggunaan helm bagi pengendara maupun penumpang.\n\n📹 : parwal.vlogger\nSc  \n\n#faktabandungnews #reels #fyp #viral", "post_id": "3890754873092269017_65573074990"}}, {"key": "pdemokrat", "attributes": {"label": "pdemokrat", "x": 416.7274336376341, "y": 586.676966708682, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4004, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891619802179883461_4368683265", "id": "pdemokrat", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat , menyampaikan komitmen partai dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh, mulai dari jaminan keselamatan kerja, perlindungan kesehatan dan sosial, pengaturan jam kerja yang adil, hingga pencegahan PHK sepihak. Hal ini disampaikan dalam Audiensi Kebangsaan di Pacitan bersama ratusan pekerja.\n\nIbas juga meyakini bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, termasuk para pengemudi ojek online, melalui kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan.\n\n#KesejahteraanBuruh #PartaiDemokrat #AHY", "post_id": "3891619802179883461_4368683265"}}, {"key": "ibasyudhoyono", "attributes": {"label": "ibasyudhoyono", "x": 947.9855448500427, "y": 279.020228284759, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891619802179883461_4368683265", "id": "ibasyudhoyono", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat , menyampaikan komitmen partai dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh, mulai dari jaminan keselamatan kerja, perlindungan kesehatan dan sosial, pengaturan jam kerja yang adil, hingga pencegahan PHK sepihak. Hal ini disampaikan dalam Audiensi Kebangsaan di Pacitan bersama ratusan pekerja.\n\nIbas juga meyakini bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja, termasuk para pengemudi ojek online, melalui kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan.\n\n#KesejahteraanBuruh #PartaiDemokrat #AHY", "post_id": "3891619802179883461_4368683265"}}, {"key": "jakarta_hub", "attributes": {"label": "jakarta_hub", "x": 909.6358350605964, "y": 698.5657729033326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2181, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7635934316228300040", "id": "jakarta_hub", "source": "tiktok-000001", "content": "Video memperlihatkan kondisi lalu lintas di jalur busway yang tersendat akibat bus yang ditumpangi pendemo berhenti cukup lama dan viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di kawasan Monas, Jakarta Pusat saat demo Hari Buruh 1 Mei 2026. Dalam rekaman, terlihat bus berhenti di jalur khusus TransJakarta sambil menunggu rombongan peserta aksi demo buruh yang berada di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat arus kendaraan lain, termasuk ojek online dan pengguna jalan yang masuk ke jalur busway ikut terhambat. ⚠️ Sejumlah pengendara yang tidak sabar membunyikan klakson berkali-kali sebagai bentuk protes karena jalur yang seharusnya steril justru terblokir. Situasi di lokasi memanas karena ada tekanan dari pengguna jalan yang ingin segera melintas. Di sisi lain, keberadaan massa aksi di sekitar jalur membuat pengemudi bus tidak bisa gerak leluasa demi menjaga keselamatan penumpang dan menghindari potensi insiden yang lebih besar. Peristiwa ini menyoroti tantangan pengaturan lalu lintas di Jakarta saat terjadi aksi massa, terutama di titik-titik vital seperti jalur busway yang menjadi andalan transportasi publik dan seharusnya steril dari pengguna jalan lain yang tidak semestinya melintas. ‼️ Menurut kamu, dalam kondisi kayak gini siapa yang harus diprioritaskan? 👀 Share pendapat kamu di kolom komentar! 💬👇 📸:  on Instagram Follow  untuk update info viral & kejadian terkini seputar Jakarta! 🌐🔥 #jakarta #demo #buruh #aksi #monas", "post_id": "7635934316228300040"}}, {"key": "ajipurnomo_jiunk", "attributes": {"label": "ajipurnomo_jiunk", "x": 473.0683500178804, "y": 576.43952487684, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2181, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635934316228300040", "id": "ajipurnomo_jiunk", "source": "tiktok-000001", "content": "Video memperlihatkan kondisi lalu lintas di jalur busway yang tersendat akibat bus yang ditumpangi pendemo berhenti cukup lama dan viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di kawasan Monas, Jakarta Pusat saat demo Hari Buruh 1 Mei 2026. Dalam rekaman, terlihat bus berhenti di jalur khusus TransJakarta sambil menunggu rombongan peserta aksi demo buruh yang berada di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat arus kendaraan lain, termasuk ojek online dan pengguna jalan yang masuk ke jalur busway ikut terhambat. ⚠️ Sejumlah pengendara yang tidak sabar membunyikan klakson berkali-kali sebagai bentuk protes karena jalur yang seharusnya steril justru terblokir. Situasi di lokasi memanas karena ada tekanan dari pengguna jalan yang ingin segera melintas. Di sisi lain, keberadaan massa aksi di sekitar jalur membuat pengemudi bus tidak bisa gerak leluasa demi menjaga keselamatan penumpang dan menghindari potensi insiden yang lebih besar. Peristiwa ini menyoroti tantangan pengaturan lalu lintas di Jakarta saat terjadi aksi massa, terutama di titik-titik vital seperti jalur busway yang menjadi andalan transportasi publik dan seharusnya steril dari pengguna jalan lain yang tidak semestinya melintas. ‼️ Menurut kamu, dalam kondisi kayak gini siapa yang harus diprioritaskan? 👀 Share pendapat kamu di kolom komentar! 💬👇 📸:  on Instagram Follow  untuk update info viral & kejadian terkini seputar Jakarta! 🌐🔥 #jakarta #demo #buruh #aksi #monas", "post_id": "7635934316228300040"}}, {"key": "denpasarviral", "attributes": {"label": "denpasarviral", "x": 478.9628530955068, "y": 525.7426250272553, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4004, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "282519712175998_1348845653958737", "id": "denpasarviral", "source": "facebook-000001", "content": "Sikap tegas seorang driver ojek online menuai pujian warganet setelah videonya viral di media sosial. \n\nDalam unggahan akun Instagram Instagram , terlihat sang driver menolak mengantar seorang penumpang yang merupakan turis karena tidak bersedia mengenakan helm.\n\nDalam video tersebut, driver menjelaskan dengan lugas bahwa penggunaan helm adalah aturan wajib yang harus dipatuhi, tidak hanya demi keselamatan, tetapi juga sebagai bentuk menghormati regulasi yang berlaku di daerah setempat.\n\nKeputusan itu pun mendapat banyak respons positif dari warganet yang menilai tindakan sang driver sudah tepat dan patut dicontoh. Selain menjaga keselamatan, sikap tersebut juga menunjukkan pentingnya kesadaran akan aturan lalu lintas, tanpa memandang status penumpang.\n\n#denpasarviral", "post_id": "282519712175998_1348845653958737"}}, {"key": "alvesgodino", "attributes": {"label": "alvesgodino", "x": 401.1147157913388, "y": 326.0857985669214, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "282519712175998_1348845653958737", "id": "alvesgodino", "source": "facebook-000001", "content": "Sikap tegas seorang driver ojek online menuai pujian warganet setelah videonya viral di media sosial. \n\nDalam unggahan akun Instagram Instagram , terlihat sang driver menolak mengantar seorang penumpang yang merupakan turis karena tidak bersedia mengenakan helm.\n\nDalam video tersebut, driver menjelaskan dengan lugas bahwa penggunaan helm adalah aturan wajib yang harus dipatuhi, tidak hanya demi keselamatan, tetapi juga sebagai bentuk menghormati regulasi yang berlaku di daerah setempat.\n\nKeputusan itu pun mendapat banyak respons positif dari warganet yang menilai tindakan sang driver sudah tepat dan patut dicontoh. Selain menjaga keselamatan, sikap tersebut juga menunjukkan pentingnya kesadaran akan aturan lalu lintas, tanpa memandang status penumpang.\n\n#denpasarviral", "post_id": "282519712175998_1348845653958737"}}, {"key": "tugujatim", "attributes": {"label": "tugujatim", "x": 59.28928778113551, "y": 7.7423591812501025, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4004, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1344798810804169", "id": "tugujatim", "source": "facebook-000001", "content": "Ribuan driver ojek online menggelar aksi damai menuntut regulasi dan sanksi bagi aplikator yang dinilai merugikan, dengan massa bergerak menuju DPRD dan memicu kepadatan lalu lintas di Surabaya, Selasa (28/4/2026).\nIkuti  untuk berita update di Jawa Timur.\n#tugujatim#demo#ojol#ojekonline", "post_id": "1344798810804169"}}, {"key": "@tribuntangerang", "attributes": {"label": "@tribuntangerang", "x": 802.6846119441392, "y": 12.181342712695331, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4004, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "@tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "tribuntangerang", "x": 521.4494490648256, "y": 331.48274553376956, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "tribuntangera...", "x": 898.4769076187328, "y": 706.4462288060819, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "tribuntangera...", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "@GrabAlphaKuching", "attributes": {"label": "@GrabAlphaKuching", "x": 861.7409866622992, "y": 128.97789515348734, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4004, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "raAmVA8i19o", "id": "@GrabAlphaKuching", "source": "youtube-000001", "content": "Gig Economy Malaysia: Peluang vs Cabaran Driver E-Hailing & Delivery\n\nGig economy di Malaysia semakin berkembang — tapi adakah ia masih peluang terbaik atau semakin mencabar?\n\nDalam video ini, kita akan kupas realiti sebenar industri e-hailing & delivery yang melibatkan platform seperti Grab dan Maxim 👇\n\n📚 Apa Yang Anda Akan Belajar\n\n📋 Syarat wajib driver: PSV, insurans e-hailing & permit\n💰 Kos sebenar untuk mula (lesen, insurans, maintenance)\n🎁 Insentif & bantuan dari platform\n⚠️ Cabaran sebenar driver:\n\nTambang rendah\nApp issue & sistem\nRisiko scam pelanggan\n🏛️ Update penting: Gig Workers Act 2025\n→ Perlindungan sosial & caruman\n💡 Realiti Gig Economy (Yang Ramai Tak Cerita)\nFleksibiliti tinggi, tapi income tidak konsisten\nBebas kerja, tapi kos tanggung sendiri\nPeluang ada, tapi perlukan strategi & disiplin\n\n👉 Ini bukan sekadar “kerja mudah” — ini adalah sistem yang perlu difahami dengan betul\n\n🚀 Peluang Yang Masih Ada\n\n✔️ Side income yang fleksibel\n✔️ Peluang full-time jika strategi betul\n✔️ Platform bantu onboarding & insentif\n\n⚠️ Cabaran Yang Perlu Anda Tahu\n\n❗ Persaingan tinggi\n❗ Margin keuntungan semakin kecil\n❗ Risiko scam & keselamatan\n❗ Perubahan polisi & undang-undang\n\n🚀 Sesuai Untuk Siapa\n\n✔️ Yang nak masuk gig economy\n✔️ Driver sedia ada (nak improve strategi)\n✔️ Yang nak faham realiti sebelum join\n✔️ Content creator niche Grab / driver\n\n📲 Join Komuniti & Follow Saya\n\n👉 WhatsApp Channel:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VbBl...\n👉 Facebook:\n  / grabalphakuching  \n👉 Telegram:\nhttps://t.me/grab_cc\n👉 Spotify Podcast:\nhttps://open.spotify.com/show/2MyJ18m...\n👉 Youtube:\n   /    \n\n#GigEconomyMalaysia\n#GrabMalaysia\n#MaximMalaysia\n#DriverGrab\n#EHailingMalaysia\n#DeliveryMalaysia\n#SideIncomeMalaysia\n#JanaPendapatan\n#GigWorkersAct\n#DriverLife\n#GrabTips\n#MalaysiaDriver", "post_id": "raAmVA8i19o"}}, {"key": "grabalphakuching", "attributes": {"label": "grabalphakuching", "x": 157.49227127525745, "y": 839.9929619147252, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "raAmVA8i19o", "id": "grabalphakuching", "source": "youtube-000001", "content": "Gig Economy Malaysia: Peluang vs Cabaran Driver E-Hailing & Delivery\n\nGig economy di Malaysia semakin berkembang — tapi adakah ia masih peluang terbaik atau semakin mencabar?\n\nDalam video ini, kita akan kupas realiti sebenar industri e-hailing & delivery yang melibatkan platform seperti Grab dan Maxim 👇\n\n📚 Apa Yang Anda Akan Belajar\n\n📋 Syarat wajib driver: PSV, insurans e-hailing & permit\n💰 Kos sebenar untuk mula (lesen, insurans, maintenance)\n🎁 Insentif & bantuan dari platform\n⚠️ Cabaran sebenar driver:\n\nTambang rendah\nApp issue & sistem\nRisiko scam pelanggan\n🏛️ Update penting: Gig Workers Act 2025\n→ Perlindungan sosial & caruman\n💡 Realiti Gig Economy (Yang Ramai Tak Cerita)\nFleksibiliti tinggi, tapi income tidak konsisten\nBebas kerja, tapi kos tanggung sendiri\nPeluang ada, tapi perlukan strategi & disiplin\n\n👉 Ini bukan sekadar “kerja mudah” — ini adalah sistem yang perlu difahami dengan betul\n\n🚀 Peluang Yang Masih Ada\n\n✔️ Side income yang fleksibel\n✔️ Peluang full-time jika strategi betul\n✔️ Platform bantu onboarding & insentif\n\n⚠️ Cabaran Yang Perlu Anda Tahu\n\n❗ Persaingan tinggi\n❗ Margin keuntungan semakin kecil\n❗ Risiko scam & keselamatan\n❗ Perubahan polisi & undang-undang\n\n🚀 Sesuai Untuk Siapa\n\n✔️ Yang nak masuk gig economy\n✔️ Driver sedia ada (nak improve strategi)\n✔️ Yang nak faham realiti sebelum join\n✔️ Content creator niche Grab / driver\n\n📲 Join Komuniti & Follow Saya\n\n👉 WhatsApp Channel:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VbBl...\n👉 Facebook:\n  / grabalphakuching  \n👉 Telegram:\nhttps://t.me/grab_cc\n👉 Spotify Podcast:\nhttps://open.spotify.com/show/2MyJ18m...\n👉 Youtube:\n   /    \n\n#GigEconomyMalaysia\n#GrabMalaysia\n#MaximMalaysia\n#DriverGrab\n#EHailingMalaysia\n#DeliveryMalaysia\n#SideIncomeMalaysia\n#JanaPendapatan\n#GigWorkersAct\n#DriverLife\n#GrabTips\n#MalaysiaDriver", "post_id": "raAmVA8i19o"}}, {"key": "@Idntimes", "attributes": {"label": "@Idntimes", "x": 417.2045748503613, "y": 617.7930657003266, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4004, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "@Idntimes", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 729.2663996966791, "y": 74.0251529065834, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "IDNTimes", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 241.5426739729494, "y": 957.6081495319837, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 496.45647824802006, "y": 362.07095242231577, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "IDNTimes.Community", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 547.4315722557452, "y": 731.8004491490487, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 811.2403957547633, "y": 924.8741849300919, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "Duniaku_com", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 601.2034458849878, "y": 947.11515161155, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "Popbela_com", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 664.4473004753175, "y": 394.95083131168417, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "Popbela.Beauty", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 108.12011239525799, "y": 923.4705860671363, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "Popmama_com", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 698.1301949178634, "y": 349.872297078885, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4215, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oyr4Ih-ITc4", "id": "Yummy.idn", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Tuntutan Massa Aksi May Day pada Hari Buruh di Surabaya\n\nIni Tuntutan Massa Aksi May Day di Surabaya\n\nSurabaya, IDN Times - Sebanyak 6.000 buruh mengikuti aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Surabaya, Jumat (1/5/2026). Ada berbagai tuntutan yang mereka bawa untuk pemerintah pusat dan Jawa Timur. Yaitu:\n\n1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.\n\n2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.\n\n3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.\n\n4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.\n\n5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.\n\n6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.\n\n7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.\n\n8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.\n\n9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.\n\n10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.\n\nReporter: Khusnul Hasana\nEditor Video: Krisna\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n===================================================\nDownload IDN App di sini, biar kamu selalu Up to Date\nhttps://idn.onelink.me/VKUf/YTSSB\n===================================================\nSubscribe:    / idntimes  \n=================================================== \nTemukan informasi menarik lainnya di: \n\nhttps://idntimes.com \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n  / idntimes   \n===================================================", "post_id": "oyr4Ih-ITc4"}}], "edges": [{"key": "tugujatimid", "source": "tugujatimid", "target": "tugujatimid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "faktabdgnews.id", "source": "faktabdgnews.id", "target": "faktabdgnews.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pdemokrat", "source": "pdemokrat", "target": "ibasyudhoyono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jakarta_hub", "source": "jakarta_hub", "target": "ajipurnomo_jiunk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jakarta_hub", "source": "jakarta_hub", "target": "jakarta_hub", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "denpasarviral", "source": "denpasarviral", "target": "alvesgodino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "tugujatim", "source": "tugujatim", "target": "tugujatimid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GrabAlphaKuching", "source": "@GrabAlphaKuching", "target": "grabalphakuching", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Idntimes", "source": "@Idntimes", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}